Beranda blog Halaman 223

Suma Novendi Terpilih Ketua DPC Hiswana Migas Pati Periode 2021-2025

0

KoranDiva-KUDUS. – Bertempat di salah satu hotel di Kudus, Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Pati, Senin Senin (6/12) lalu, menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) ke XI.

Muscab tersebut diikuti oleh pengusaha SPBU, LPG PSO, LPG NPSO, SPBU, dan Transportir yang berada di wilayah Kabupaten Demak, Kabupaten Kudus, Kabupaten Pati, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Rembang, dan Kabupaten Blora.

Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalitas & Sinergitas untuk Mewujudkan Sukses Bersama,” Muscab XI dihadiri oleh Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, dan Ketua DPD Hiwsana Migas Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), serta segenap anggota Hiswana Migas Pati.

Pelaksanaan Muscab menerapkan protokol kesehatan sesuai arahan Satgas Covid-19. Pada Muscab tersebut juga dilaksanakan Pemilihan Ketua Hiswana Migas Pati untuk periode 2021-2025, dan terpilih Suma Novendi.

Sebagai ketua terpilih, Suma berupaya untuk dapat merangkul semua pihak dan stakeholders untuk mewujdukan solidaritas di lingkungan Hiswana Migas Pati.

Dalam menjalankan organisasi DPC Hiswana Migas Pati, Suma berharap segenap pengurus dapat solid dan kompak demi kemajuan bersama.

“Dalam kepengurusan kali ini adalah kolaborasi antara pengurus yang senior dan muda, sehingga dapat terjalin suatu kombinasi yang baik diantara pengurus,”kata Suma.

Dia juga mengatakan akan terus bersinergi dengan Pertamina, khususnya untuk mendukung dalam menyalurkan kebutuhan energi kepada masyarakat berupa produk BBM dan LPG.

“Kami juga berharap Hiswana Migas Pati dapat terus brsinergi bersama Pertamina dalam berkontribusi kepada pemerintah maupun masyarakat, dalam hal penyediaan produk BBM dan LPG,” pungkas Suma.

Dalam sambutannya, Putut Andriatno selaku Executive General Manager Regional Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, mengapresiasi sinergi dan kerjasama yang telah terjalin baik antara Hiswana Migas dan Pertamina.“Kerjasama baik ini harus terus dipertahankan demi kelancaran penyediaan energi kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah dan DIY,” imbuh Putut. (*)

Menjalani Takdir

0

Pelantikan 13 pejabat struktural eselon 2 di Kampung Adat Samin Sedulur Sikep Karangpace, tanggal 12 November lalu menyisahkan cerita. Beda persepsi muncul di kalangan masyarakat maupun di internal birokrasi sendiri.

Hal itu dikarenakan mereka melihatnya hanya dari sudut materi yaitu besarnya gedung, banyaknya karyawan, dan besarnya anggaran yang dikelola pada dinas sebelumnya dan sesudah dilantik.

Seharusnya kita bisa mencerna pesan Bupati Blora dalam pelantikan, bahwa jabatan merupakan amanah dari Tuhan, Allah SWT yang harus dijalankan sebaik-baiknya.

Saya setuju dengan pesan bupati, bahwa takdir memiliki unsur ikatan kesinambungan, yaitu ketika Allah telah menetapkan sesuatu akan terjadi, dan ketika ketentuan yang telah ditetapkan terjadi.

Terhadap diri saya, Gusti Allah benar-benar menunjukkan takdirnya. Takdir yang saya jalani sekarang ternyata jauh hari sebelumnya sudah dibe-rikan tanda-tandanya.

Pertama, 20 tahun silam ketika saya beli mobil Jeep, oleh Polisi diberi nomor K-7575—. Waktu itu saya gak ngerti, sehingga tidak paham. Tetapi setelah pelantikan, saya lihat, lho ternyata ini benar-benar takdir.

Artinya, angka 7 dan angka 5 memiliki korelasi dengan perjalanan karir saya di birokrasi Blora. Saya menjabat Camat Tunjungan (7 tahun), Kabag Umum Setda (5 tahun), Sekwan (7 tahun), dan DPMPTSP (5 tahun).

Dari posisi kepala dinas berkantor besar, lalu dipindah ke dinas yang berkantor sempit, ada yang beranggapan turun (diturunkan) jabatan. Padahal dari hasil pelantikan kemarin, tidak ada pejabat yang diturunkan baik golongan maupun eselonnya.

Rotasi jabatan pertengahan bulan lalu adalah murni hasil kerja tim assessment (penilaian) selama sepuluh bulan untuk melihat kemampuan dan kebiasaan seorang pejabat bekerja.

Ada catatan lain untuk angka “5” yaitu saya harus melayani lima orang bupati, mulai dari Pak Kardi, Pak Widodo, Pak Yudhi Sancoyo, Pak Kokok, dan sekarang Pak Arief.

Yang perlu diingat, berkarir di birokrasi itu kuncinya satu, yaitu taat pada Allah dan taat pada pimpinan.

Dan, takdir Allah itu indah. Bila dalam surat menyurat ada kalimat pembuka dan kalimat penutup. Saya mengawali karir sebagai Kasubag selama 1 tahun 3 bulan, dan Insyaallah akan mengakhiri masa peng-abdian saya di Dinas Dalduk KB juga hanya 1 tahun 3 bulan.

Penulis adalah: Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Blora.

Audit Surveillance untuk Perhutani KPH Randublatung

0

BLORA. – Tim Auditor dari SGS Qualifor Indonesia, Senin (22/11) lalu melakukan audit surveillance untuk Sustainable Forest Management Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung mengancu pada 10 prinsip dan kriteria standar Forest Stewardship Council (FSC).

Audit surveillance yang dilaksanakan selama dua hari mulai 22 hingga 23 Nopember 2021 ini bertujuan untuk mengecek atau mengaudit apakan Perhutani masih memenuhi standar penggelolaan hutan lestari yang ditetapkan FSC atau tidak, dimana didalamnya terdiri dari tiga aspek yaitu aspek Lingkungan, aspek produksi dan aspek sosial.

KPH Randublatung adalah KPH sampling yang diaudit disamping KPH Lawu DS, KPH Madiun Divre Jatim, KPH Banyumas barat divre Jateng. dan hasil audit ini nanti akan di umumkan pada acara closing miting setelah semua KPH sampling selesai di audit.

Lebih lanjut, Administratur Perhutani Randublatung Dewanto menyatakan bahwa kegiatan audit surveilance ini untuk mengetahui semua kegiatan pengelolaan sumberdaya hutan Perhutani Randublatung termasuk aspek produksi, lingkungan mupun sosial, apakah telah diimplementasikan dan dipeliharan dengan konsisten sesuai standar yang ditetapkan.

“Perhutani Randublatung berkomitmen melakukan perbaikan terus menerus untuk konsistensi penerapan sistem manajemen, kualitas kerja dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia dengan harapan Perhutani Randublatung dapat mempertahankan predikat sebagai salah satu unit manajemen KPH Pengelola Hutan Lestari di Perhutani,” tegas Dewanto.

Sementara itu, Ketua tim auditor Zainal Abidin menjelaskan audit surveilance di Perhutani Randublatung ini adalah evaluasi terhadap pemenuhan kesesuai pengelolaan hutan sesuai standar Forest Stewardship Council (FSC) pada seluruh bidang kegiatan dari kelola lingkungan, produksi dan sosial.

“Kami akan verifikasi dokumen, administrasi dan kondisi fisik lapangan, apabila ditemukan kekurangan minor maupun mayor maka dalam waktu 3 bulan kedepan perusahaan harus memenuhi kekurangan tersebut,” ungkap ZainalUntuk diketahui, Se-lain pemegang sertifikat mandatory Pengelola Hutan Lestari, Perum Perhutani adalah salah satu perusahaan perhutanan di dunia pemegang sertifikat voluntary berstandar internasional FSC. (*)

Program PTSL, 490 Warga Desa Singget Terima Sertifikat

0

BLORA. – Bertempat di Gedung SDN 1 Singget Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Selasa (23/11/2021), panitia pelaksana program PTSL bagikan 490 lembar sertifikat kepada warga.

Guna mempercepat proses pembagian dan menghindari kerumunan, ratusan warga itu ditempatkan pada 5 di ruang kelas. Semua yang hadir diwajibkan pakai masker. Bagi yang tidak mematuhi protokol kesehatan tidak akan dilayani.

Warga tampak antusias untuk segera mendapatkan sertifikat miliknya. Hal itu terlihat sejak jam 10 pagi warga sudah berdatangan, walaupun acara pembagian baru dimulai pada pkl. 10.30 Wib.

Ketua panitia pelaksana program PTSL, Jayad mengatakan, bahwa jumlah warga yang mendaftar 580 SHM. “Tapi baru jadi 490 bidang,” ujarnya, Selasa (23/11/2021) lalu.

Pembagian sertipikat disaksikan Camat

Jati Drs Mukari, Kapolsek Jati AKP Eko Adi Saputro SH.MH, Kepala Desa Singget Catur Harwoyo, BPN Blora Nuryanto SH.MH, Ketua BPD Sarjono, Babinsa Koptu Ruman, dan Babinkamtibmas Aipda Suyono, serta Kanit Intel Polsek Jati Ipda Kasmin.

Kepala Desa Singget dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada BPN Blora atas terselesaikannya 490 SHM dari pengajuan warga sebanyak 580.

“Mohon maaf kalau baru jadi, pengurusan sertipikat bulan ini agak lama jadinya dikarenakan tidak mengurusi satu dua orang melainkan ribuan orang se-Kabupaten Blora,” ujarnya.

Catur menambahkan, bahwa dalam pembuatan sertipikat ini harus betul-betul teliti supaya tidak ada kesalahan.

“Sertipikat ini agar disimpan baik baik, dipergunakan sebagaimana mestinya,” tambah Catur.

Sementara itu Camat Jati Drs Muhari di hadapan warga Desa Singget mengaku senang melihat wajah-wajah warga yang akan akan menerima sertifikat langsung dari BPN Blora.

“Namun ada yang tak kalah pentingnya yaitu sertipikat vaksinasi Covid -19 yang sampai saat ini belum selesai. Maka saya tekankan pada warga Singget agar semua ikut melanakan vacsinasi,” pesannya.

Kapolsek Jati AKP Eko Adi Saputro SH.MH pada kesempatan itu menghimbau kepada semua warga masyarakat terkait PPKM yang sampai hari ini di Kabupaten Blora masih level 3.

“Untuk menurunkan angka 3 menjadi bebas, semua warga haus ikut vaksin. Jika masih ada warga atau tetangga yang belum vaksin dimohon kepada ketua RT setempat untuk berkordinasi dengan kepolisian untuk ditindak lanjuti,” himbau Kapolsek.

Nuryanto SH.MH dari BPN Blora saat ditemui awak media mengatakan, fungsi sertipikat tidak semata mata sebagai bukti kuat hak milik tanah, namun fungsi lain dari sertipikat tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan pemilik sertipikat tanah.

“Artinya, silahkan digunakan untuk berhubungan dengan lembaga keuangan. Sertipikat bisa dimasukan sebagai jaminan untuk tambah modal usaha,” katanya. (*).

Di Desa Sonorejo-Padangan, Vaksinasi Dilaksanakan Malam Hari sambil Ngopi

0

BOJONEGORO. – Gebyar Vaksinasi Lansia untuk percepatan vaksinasi di Kecamatan Padangan, Bojonegoro terus digenjot oleh 3 pilar Kecamatan dan 3 Pilar Desa dengan dukungan tenaga kesehatan Puskesmas Padangan.

Dalam pelaksanaan vaksinasi, 3 Pilar Desa bisa berbeda cara pelaksanaannya, menyesuaikan kreativitas masing-masing desa.

Seperti yang dilaksanakan di Desa Sonorejo Kecamatan Padangan pada Senin malam (22/11/2021). Dengan mengambil tempat di salah satu sudut warung kopi milik Mbah Yo, tepatnya di depan SDN Sonorejo 1, tampak bergerombol para Lansia untuk antri Vaksin.

Kepala Desa Sonorejo, Sundoko saat dijumpai wartawan di warung kopi Mbah Yo menyampaikan alasan menggelar vaksinasi di malam hari. “Karena mereka siang hari kerja di sawah, malam hari pun kita layani Vaksin di Warkop ini,” ujar Kades muda itu sambil sibuk mengatur warganya.

“Ya mau gimana lagi, mereka maunya malam hari, ya kita layani dengan baik, kalau minta dijemput kita jemput pakai sepeda motor,” sahut Babinsa Sonorejo, Kopda Imam Hariyono yang pada malam itu sedang piket.

Sementara itu di tengah melayani warga yang divaksin, bidan cantik bernama Hendra Diyana berucap syukur karena kegiatan vaksinasi berjalan lancar. “Alhamdullilah, Mas. Kita buka jam 19.00 hingga 21.30 ada 25 sasaran lansia, dengan 6 orang lansia belum bisa divaksin” ucap Bidan desa Sonorejo itu.

Semakin malam, warung kopi itu jadinya semakin ramai dengan kehadiran warga Lansia. (*)

Senyum Itu Ibadah Mudah dan Murah

0

MENCUPLIK dialog antara Nabi Musa AS dengan Allah SWT sebagaimana ditulis oleh Imam Ghazali dalam kitabnya, Muka Syafatul Qulub. Dalam kisahnya, Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah SWT, “Wahai Allah, aku sudah melaksanakan ibadah yang Engkau perintahkan. Manakah di antara ibadahku yang Engkau senangi. Apakah Shalatku?”

Kemudian Allah SWT menjawab, “Shalatmu hanya untukmu sendiri, karena shalat membuat engkau terpelihara dari perbuatan keji dan mungkar”.

Kemudian Nabi Musa AS bertanya lagi kepada Allah SWT, “Apakah dzikirku?”

Lalu Allah SWT menjawab, “Dzikirmu itu untuk dirimu sendiri. Karena Dzikir membuat hatimu tenang.”

Nabi Musa AS masih penasaran dan bertanya,”Apakah puasaku?”

Kemudian Allah SWT menjawab, “Puasamu itu hanya untukmu saja, karena puasa melatih diri dan mengekang hawa nafsu.”

“Lalu ibadah apa yang membuat Engkau senang Ya Allah,” tanya Nabi Musa AS.

Kemudian Allah SWT menjawab, “Sedekah. Tatkala engkau membahagiakan orang yang sedang kesusahan dengan sedekah, sesungguhnya aku berada di sampingnya”

Dialog antara Nabi Musa AS dan Allah SWT menunjukkan kepada kita semua, bahwa ibadah-ibadah seperti shalat, dzikir dan puasa belum tentu membuat Allah SWT senang kepada kita, walaupun ibadah tersebut sangat tinggi nilai pahalanya.

Mengapa demikian. Karena ibadah-ibadah tersebut hanya berdampak pada diri manusia itu sendiri dan tidak berdampak kepada orang lain.

Apabila setiap perbuatan atau tindakan yang dilakukan oleh seseorang bisa bermanfaat bagi orang lain dapat dimaknahi sebagai suatu ibadah, maka senyum itu merupakan ibadah yang paling mudah dan murah.

Di sisi lain, SENYUM dapat juga dijadikan sebuah akronim yang merupakan langkah-langkah atau upaya menumbuhkan kepekaan sosial.

(S)-Sedekah, jadikan kebutuhan hidup sehari-hari dalam kehidupan di masyarakat bukan sekedar slogan yang ditebarkan.

Sebagaimana di dalam QS. Ali Imron 133-134, yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan kesalahan orang. Allah menyukai orang orang yang berbuat kebajikan.

(E)-Emosi yang selalu terkendali dengan iktiar minum Jamu Jati Kendi (Jaga Mulut, Jaga Hati dan Kendalikan Diri).

Langkah positif yang dapat diaplikasikan kita semua agar memotivasi dan menggaungkan di masyarakat untuk melaksanakan puasa sunah Senin Kamis.

Berikutnya, (N) – Niat baik yang selalu mendasari setiap perbuatan dan aktivitas yang dilakukan di masyarakat.

Niat baik itu energi positif yang sangat bermanfaat kepada kehidupan.Bahkan ada ungkapan jika hati senantiasa berniat baik Allah SWT akan mempertemukan dengan hal yang baik, orang yang baik, tempat yang baik, rejeki yang barokah, jabatan yang amanah dan kesempatan berbuat baik.

(Y)-Yakinkan pada diri sendiri menjadi pendengar yang baik dalam setiap berkomunikasi dengan orang lain.

Mau berusaha mengerti dan memahami perasaan lawan bicara. Apalagi mau jadi “tong sampah” tempat menampung curhatan, keluhan dan tempat mengadu.

Selanjutnya, (U)-Usaha untuk selalu belajar bersyukur kapan saja dimanapun berada.

Momen yang sangat tepat bila saat ini mengintensifkan belajar bersyukur.Karena siapapun yang pandai bersyukur maka nikmat dan rejeki akan dilimpahkan olehNya.

Sedangkan (M) – Mencoba peduli pada lingkungan dimanapun kita berada.

Sehingga tepat kiranya di masa pandemi COVID-19 saat ini mengamalkan anjuran Gubernur Jateng Jogo Tonggo di lingkungan kehidupan kita.

Ada sebait pantun; “Burung Merpati ada di Taman Perumnas. Mari kita peduli dan berbagi untuk menciptakan kepekaan sosial dan solidaritas.”

Semoga pembaca akan mendapat rezeki yang barokah dan berlimpah serta selalu memperoleh pertolongan dari Allah Yang Maha Kuasa.

***

Penulis adalah: Ketua PWRI Kabupaten Blora, dan juga Mantan Sekda Blora.

Di Pati, Perbub dan Perda Pengisian Perangkat Desa Belum Pernah Disosialisasikan

0

PATI. – Ketua Paguyuban Solidaritas Perangkat Desa dan Kepala Desa Kabupaten Pati (Pasopati), Pandoyo mengaku sampai saat ini tidak ada sosialisasi resmi soal Perbup atau Perda secara detail soal pengisian perangkat desa.

Hal itu disampaikan Pandoyo kepada sejumlah wartawan, setelah adanya penolakan para Kades tentang pengisian perangkat, Senin (22/11/2021)

Menurut Pandoyo, pengisian perangkat desa harus menyesuaikan Undang Undang dan regulasi yang ada. Karena itu, secara pribadi maupun kelembagaan, pihaknya berupaya menyampaikan kondisi tersebut ke DPRD, termasuk evaluasi untuk pengisian perangkat.

“Soal pengisian perangkat desa, saat ini para kades ingin melaksanakan sesuai UU dan regulasi yang ada,” katanya.

Soal penolakan, menurut Pandoyo lantaran para Kades menginginkan kedepannya pengisian perangkat sesuai UU dan regulasi yang ada. Sehingga apabila Perbup dan Perdanya dirubah sekalipun, tapi implementasinya tidak menyimpang dengan regulasi yang ada.

“Sejauh ini, yang dipakai dasar pengisian Perbup nomor berapa? belum pernah disampaikan. Dan saya akan menunggu sosialisasi secara resmi, karena selama ini belum ada sosialisasi secara resmi,” ujarnya. (*)

Reses Komisi IX DPR RI di Blora, Edy Wuryanto: Berikan Makanan Bergizi pada Anak Balita

0

BLORA. – Anggota Komisi IX DPR RI, Dr H. Edy Wuryanto, S.Kp,M.Kes berpesan kepada para ibu rumah tangga agar memberi makanan bergizi pada anak balitanya. Karena makanan yang penuh gizi bisa menambah meningkatkan kecerdasan IQ dan kesahatan anak.

Hal itu disampaikan dalam sambutan kunjungan kerja pada reses di wilayah Randublatung Kabupaten Blora, Jumat (19/11/2021).

Anggota DPR RI bersama BKKBN Blora pada siang itu menyelenggerakan kegiatan Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana di Balai Desa Sambongwangan Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya, Dr.H.Edy Wuryanto S.Kp.M.Kep (Anggota DPR RI), Agus (Kepala BKKBN Blora), Bukri (Sekcam Randublatung), Wahyudi (Kepala Desa Sambongwangan), Serka Sunoto (Babinsa), Bripka Mujiyanto (Babinkamtibmas), Ketua Tim Penggerak PKK, serta Kader Desa Sambongwangan.

Kades Sambongwangan, Wahyudi menyampaikan terima kasih kepada Edy Wuryanto, karena selaku DPR RI yang mau turun ke bawah (turba).

“Setelah mengikuti sosialisasi, saya harapkan semua warga desa ikut menyukseskan program Penguatan Pendataan Keluarga,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala BKKBN Blora, Agus. Bahwa seluruh masyarakat Blora harus ikut serta menurunkan angka setanting.

“Stunting di Blora masih relatif tinggi, monggo warga Desa Sambongwangan ikut melaksanakan KB menuju keluarga sejahtera,” pesannya.

Sementara itu Edy Wuryanto yang memaparkan pentingnya gizi untuk anak-anak, di sela-sela pidato sempat membagi 7 doorprize dengan cara diundi. Doorprize berupa, 2 unit kompor gas, 2 unit majic com, 2 unit wireless, dan 1 buah sepeda gunung, serta beberapa paket sembako.

Kepada wartwan Edy Wuryanto mengatakan, bahwa di Ngawen sekarang ini ada pengembangan usaha kelorisasi yang pemasarannya sudah menembus pasaran ekspor ke luar negeri.

“Nanti akan kita kembangkan di Blora Selatan di Randublatung, tepatnya di kawasan hutan milik Perhutani seluas 3 hektar. Dan, saat ini sudah melatih 15 tenaga kerja,” katanya. (*).

Puskesmas Padangan, Setiap Hari Laksanakan Gerakan Gebyar Vaksin di Semua Desa

0

BOJONEGORO. – Vaksinasi Lansia Tiga Pilar di tingkat desa, para tenaga kesehatan dari Puskesmas Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro setiap hari bahu-membahu melaksanakan gerakan gebyar vaksin di semua desa.

“Dengan dukungan seluruh stakeholder kecamatan dan desa kita melakukan vaksinasi pada 450 sasaran dengan jenis Astra zeneca dan Sinovac,” ucap Kepala Puskesmas Kecamatan Padangan, dr Armand Fatony, saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (21/11/2021).

Camat Padangan, Heru Sugiharto mengaku setiap hari berkeliling ke desa-desa untuk memantau pelaksanaan gebyar vaksinasi di tingkat desa se-wilayah Kecamatan Padangan.

“Kita mendekatkan pelayanan di tingkat dusun, RW, RT agar mudah terjangkau oleh kaum lansia. Dan, kita percepat dengan memberikan pelatihan input data kepada kader-kader desa untuk membantu para tenaga kesehatan dalam pelaksanaan di lapangan,” kata Heru yang mantan Kabag Humas itu.

Sementara itu Kapolsek Padangan AKP Marjono didampingi Danramil menyampaikan, bahwa gerakan Gebyar Vaksin ini terus dilakukan rutin setiap hari dengan berbagai cara kreatif masing masing desa.

“Salah satunya menjemput warga lansia dengan kereta mini dengan memobilisasi Babinsa, Babinktibmas, Ketua RW, Ketua RT di lingkup masing masing dusun,” ujarnya.

Dalam percepatan pelayanan Gebyar Vaksin, di semua sudut desa tampak para stakeholder kecamatan Padangan bersatu padu. (*)

PWRI Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Blora

0

Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Jateng yang bekerjasama dengan Anggota DPD-RI/MPR-RI Perwakilan Jawa Tengah H. Bambang Sutrisno sukses menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Kamis (18/11/2021).

Sosialisasi dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati serta mendapat dukungan dan restu Bupati Blora H. Arief Rochman.

Pada kesempatan itu, Bupati Blora H. Arief Rohman menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mengikuti acara sosialisasi sampai selesai sebab akan segera takziah ke Jakarta.

Bupati juga mengucapkan terimakasih atas diselenggarakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Blora semoga akan memberi nilai manfaat bagi para peserta.

Arief berharap ada dukungan dan bantuan dari H. Bambang Sutrisno untuk kemajuan Kabupaten Blora baik yang menyangkut bidang infrastruktur, pendidikan, pariwisata maupun dana bagi hasil minyak dan gas bumi.

Sementara itu Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora selaku ketua panitia sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan menyampaikan tujuan diselenggarakan kegiatan sosialisasi untuk mengingatkan dan menyegarkan kembali tentang PBNU (Pancasila sebagai dasar Negara, Bhineka Tunggal Eka yang merupakan sesanti keragaman rakyat Indonesia, NKRI bentuk Negara Republik Indonesia dan Undang-Undang Dasar 1945 seba-gai landasan konstitusi) dalam rangka berbangsa dan bernegara.

Peserta kegiatan sosialisasi para pengurus PWRI Kabupaten, Kecamatan dan Kelurahan. “Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih atas ditunjuknya PWRI Kabupaten Blora sebagai penyelenggara kegiatan Sosialisasi Empat Pilar,” ucapnya.

Mantan Sekda Blora itu juga mengungkapkan rasa syukur karena mendapat banyak pencerahan tentang kepemimpinan dan berkarya nyata di masyarakat dari Hendro Martoyo mantan Bupati Jepara dua periode yang saat ini Ketua PWRI Jateng.

Dirinya juga memanfaatkan ke-sempatan untuk mempromosikan kuliner Blora melalui parikan. “Blora Kuto Sate, Sate Ayam enak rasane, monggo sesarengan nyam-but gawe supados makmur lan sejahtera masyarakate. Numpak turonggo Gagak Rimang jenenge, Ojo lali yen neng Blora dahar soto kletuk lan tahu lontonge,” ungkapnya.

“Empat pilar kebangsaan sa-ngat penting dalam membentuk karakter suatu bangsa,” ungkap-nya.

Atas permintaan Bupati Blora, pembukaan Sosialisasi Empat pilar Kebangsaan diamanahkan kepada Bambang Sutrisno.

Selanjutnya dilaksanakan penyajian materi Sosialisasi sebagai moderator H. Wahyu Edy Suroso dan nara sumber bapak H. Hendro Martoyo.

Dalam penyajian materi dan pejelasan yang disampaikan Hendro sangat menarik dan memukau para peserta.

Mulai dari penjelasan butir-butir Empat Pilar sampai berbagai contoh implementasi yang ter-jadi dalam kehidupan di masyarakat saat ini.

“Marilah jalin silahturahmi dan komunikasi, semoga mentari bersinar cerah berseri seri, rembulan menatap mesra penuh arti, pensiun adalah dunia penuh kemandirian dan kemerdekaan diri,” ungkapnya. (*).