Beranda blog Halaman 222

Ikut Pesta Miras di Cepu, Enam Orang Meninggal

0

“Kabar terbaru dari keterangan para saksi di antara korban yang meninggal tidak semuanya mengikuti pesta miras namun ikut berkumpul. Ada yang meninggal karena mempunyai penyakit bawaan. Namun kebetulan meninggal hampir bersamaan dengan rekan-rekannya,” kata Kapolsek Cepu AKP Agus Budi Yana, Kamis (20/1) lalu.


Korban terus berjatuhan usai mengikuti pesta miras maut di bawah pohon ringin, pelataran parkir Pasar Plaza Cepu, Blora, yang berlangsung Minggu siang (16/01/2022) dan dilanjut ke tempat karaoke hingga malam harinya.

Kapolsek Cepu AKP Agus Budi Yana menjelaskan, para korban dan beberapa orang lainnya berpesta miras di Plaza Cepu pada hari Minggu (16/1) pukul 11.00 WIB. Pesta miras tersebut.

“Pada malam harinya mereka melanjutkan berpesta di tempat karaoke sambil membawa sisa arak dari Plaza,” kata Budi

Agus menerangkan, para peserta pesta miras itu lalu pulang pada sekitar pukul 22.00 WIB. Hingga akhirnya keesokan harinya salah seorang di antaranya mengeluh sakit di bagian perut dan meninggal dunia usai dilarikan ke rumah sakit pada hari Senin (17/1).

Kawan-kawan korban yang juga ikut berpesta miras turut hadir dalam acara pemakaman. Namun ternyata usai mendatangi acara pemakaman, beberapa orang kembali menggelar pesta miras lagi di bawah ringin Plaza Cepu.

“Keesokan harinya, pada Selasa (18/1) satu per satu korban mengeluhkan rasa sakit dan meninggal dunia,” pungkas Budi.

Korban terus berjatuhan hingga mencapai enam orang pada Kamis (20/1) lalu. Adapun nama-nama korban adalah sbb:

(1). Dwi Pramono alias ROBOT (39 tahun),

(2). Agus Alias SINGO (50 tahun),

(3). Diva (28 tahun),

(4). Puguh Yuwono (60 tahun),

(5) Ega (28 tahun), dan

(6) Teguh Wiyono (43 tahun).

Agus menjelaskan, sampai saat ini pihaknya belum menetapkan tersangka dalam kasus pesta miras maut di Cepu ini. “Belum ada tersangka. Masih proses lidik,” ungkapnya.

Agus mengatakan, total ada 14 orang yang mengikuti pesta miras di Pasar Plaza Cepu. “Dari keterangan para saksi di antara korban yang meninggal tidak semuanya mengikuti pesta miras namun ikut berkumpul. Ada yang meninggal karena mempunyai penyakit bawaan. Namun kebetulan meninggalnya hampir bersamaan dengan rekan-rekannya,” kata Agus. (*)

Hidup Sederhana Itu PRASOJO

0

Oleh: Bambang Sulistya

Tahun 2022 adalah Tahun Macan Air, semoga menjadi tahun terbaik buat kita agar tetap sehat, semangat, bahagia, rejeki melimpah dan bebas dari penyakit virus corona varian baru Omicron.
Mari hidup secara sederhana karena sederhana merupakan lambang kesempurnaan dan kemapanan. Hidup sederhana yang sering disebut sebagai hidup minimalis itu mudah diucapkan, namun dalam tataran pelaksanaan sulit dijalankan.
Praktek dalam menjalani hi-dup sederhana adalah tidak berkelebihan, tidak ngongso, neko-neko, dan tidak mengejar keinginan secara membabi buta atau ambisius.
Dalam istilah Jawa, sederha-na itu “prasojo”, yang memiliki makna secukupnya atau sepantasnya. Prasojo adalah kosa kata yang biasa dijadikan pitutur atau nasehat untuk sebuah laku atau pilihan sikap dalam menjalani kehidupan.
Pitutur mulia tersebut ditunjukan agar seseorang tidak terjebak dalam perilaku berkelebihan, apalagi di luar batas sebagai makluk sosial yang memiliki banyak keinginan.
Manusia harus punya kendali agar tak terjebak ketidak-pantasan atau bahkan kehinaan. Karena sikap tersebut bisa menciptakan malapetaka dan sumber siksa.
Dalam hidup sederhana atau hidup prasojo ada perwujudan keinginan yang harus kita kendalikan tanpa kehilangan kepuasan. Karena sederhana itu sendiri juga menciptakan kepuasan.
PRASOJO terdiri tujuh huruf yang merupakan langkah-langkah yang harus dijalani dalam mewujudkan hidup sederhana. Mulai dari huruf (P) Pandai mensiasati dan menyesuaikan situasi dan keadaan yang ada, terutama dalam mengatur keuangan secara bijaksana. Jangan sampai besar pasak daripada tiang.
(R) Rajinlah berbagi/kepyur/sedekah, kapan saja dimanapun kita berada kepada kaum lemah atau duafa. Jadikan kegiatan berbagi sebagai kebutuhan hidup. “Menyang Blora numpak sepur, sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur”.
Selanjutnya, (A) Awali dari yang kecil dari diri sendiri dan mulai saat ini. Karena untuk memulai hidup sederhana memang butuh penyesuaian dan proses.
Berikutnya, (S) Setiap saat selalu belajar mensyukuri apa yang kita miliki, apa yang sudah kita capai dan yang kita peroleh.
Kemudian, (O) Ojo gampang emosi (jangan mudah marah) dalam mewujudkan hidup sederhana, apalagi di masa sulit seperti saat ini. Karena, orang hebat itu manusia yang bisa mengendalikan diri saat dikuasi amarah, tenang saat dipermalukan, tersenyum saat direndahkan dan bersabar saat menemuhi cobaan.
Untuk akronim huruf (J), yakni Jadikan pola pikir sederhana untuk selalu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan akronim huruf (O) adalah Ojo ngglokro (jangan patah semangat), apalagi suka baper (bawa perasaan) setiap menghadapi tantangan dan ujian hidup.

Penulis adalah: Ketua PWRI Kabupaten Blora.

UMK Kudus juga Mundur dari Calon Pelaksana CAT Perangkat di Blora

0

BLORA. – Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa melaksanakan rapat dengan agenda penandatanganan naskah kerjasama untuk pelaksanaan ujian tertulis untuk penjaringan dan penyaringan Perangkat Desa di wilayah Kabupaten Blora.

Rapat dibuka dengan pidato singkat oleh Bupati Blora, dilanjutkan dengan penandatanganan naskah kerjasama antara pihak Perguruan Tinggi dengan Ketua Panitia Pelaksana Desa, disaksikan langsung oleh Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora bersama Forkompimda Blora, yang terdiri dari Ketua DPRD Blora, Dandim 0721/Blora, Kapolres Blora, Kepala Kejaksaan Negeri Blora.

Turut hadir Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Yayuk Windarti, para Camat se Kabupaten Blora, ratusan Kepala Desa yang melaksanakan seleksi Perangkat, dan Ketua Panitia Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa untuk 800 lebih formasi.

Di tengah penandatanganan kerjasama tersebut, muncul kasak kusuk dan keresahan para Kepala Desa dan Ketua Panitia Pelaksana Seleksi Perangkat Desa, pasalnya adanya surat pembatalan kerjasama dari pihak Universitas Muria Kudus, padahal sudah terlanjur dipilih oleh sebagian Panitia Pelaksana Desa dan Kepala Desa, untuk 200 lebih formasi, pada Rakor Pemaparan Pihak Ketiga, pada hari Rabu (12/1/2022) lalu.

Praktis hanya ada penandatanganan antara Pihak IAIN Pekalongan dengan Panitia Seleksi Perangkat Desa untuk pengisian 500 lebih formasi. Sontak para Kepala Desa dan Panitia Seleksinya yang memilih UMK Kudus resah dan kecewa.

“Kami merasa dipermainkan, kenapa dibatalkan secara sepihak, padahal waktunya sudah dekat, lalu untuk apa mereka kemarin ikut pemaparan, kami minta Pemkab menentukan mana yang bisa melaksanakannya, sesuai dengan kriteria yaitu Universitas Berakrediatasi A, bertanggungjawab, dalam melaksanakan CAT ini,” ujar salah satu Ketua Panitia.

Melihat kondisi tersebut, PLT Kepala Dinas PMD Blora, Yayuk Windarti, menyampaikan permohonan maaf yang sebesar – besarnya, atas kondisi yang tak terduga dan tak terprediksi sebelumnya. Yayuk mengungkapkan, bahwa pihaknya juga telah mewanti – wanti sebelumnya, agar pihak ketiga bersiap apabila terpilih sebagai pelaksana CAT.

“Kami mohon maaf, atas kejadian yang tak terduga ini, pihak UMK tidak jadi bekerjasama dengan Panitia Desa, padahal mereka sudah ikut dalam pemaparan dan dipilih oleh sebagian, oleh karena itu, kami akan siapkan langkah selanjutnya, untuk memilih Perguruan Tinggi yang siap melaksanakannya,” ujarnya.

Sementara itu, di saat yang sama, hadir jajaran dari Tim Perguruan Tinggi dari Universitas Tujuh Belas Agustus Semarang alias Untag Semarang, yang diprediksi akan menggantikan UMK Kudus, sebagai alternatif, yang juga telah melakukan pemaparan sebelumnya di hari dan tempat yang sama, Rabu (12/1/2022).

“Kami siap melaksanakan ujian CAT untuk seleksi Perangkat Desa, dan ini bukan pertama kali kami digandeng oleh Desa, kami sudah memiliki pengalaman tiga puluh kali menyelenggarakan ujian CAT, dengan perlengkapan dan fasilitas yang sesuai kebutuhan, dan hasil CAT nantinya bisa dipertanggungjawabkan secara real time, jadi bisa diketahui secara cepat, saat itu juga, tanpa jeda,” ungkap Dr. Rini Pertiningsih, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Untag 1945 Semarang. (*)

Pekerja Kontrak Pertamina Cepu Tuntut Pemkab Blora Berkirim Surat ke Pertamina Pusat

BLORA. – Puluhan eks pekerja kontrak dalam Kerjasama Operasi (KSO) yang bernaung di bawah PT Caraka, Rabu siang (19/1/2022) kembali menggelar unjuk rasa dan berorasi di depan Kantor Bupati Blora.

Mereka menuntut agar Pemerintah Kabupaten dan DPRD Blora segera berkirim surat kepada Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina EP untuk mendapatkan kejelasan terkait pembayaran satu bulan gaji dan hak-hak atas upah untuk 225 pekerja kontrak yang tergabung dalam PT Caraka, selaku kontraktor Kerja Sama Operasi PT GEO Cepu Indonesia, untuk eksplorasi dan eksploitasi migas di Lapangan Kawengan, Ledok dan Nglobo, yang tidak kunjung selesai dari tahun 2017 hingga kini.

Ketua SPKP Kasbi Blora, Agung Pujo Susilo meminta sekaligus menegaskan agar Pemerintah Kabupaten Blora dan DPRD Blora untuk segera mengirimkan surat untuk penyelesaian sengketa pembayaran gaji pekerja kontrak ke jajaran Komisaris dan Direksi Pertamina Pusat.

“Kami meminta agar Pemerintah dan DPRD Blora segera berkirim surat ke Komisaris dan Direktur Utama PT Pertamina, selaku pemilik keputusan terkait adanya KSO pengelolaan migas, ini perjuangan yang cukup panjang dan memakan waktu 5 tahun, kok tidak bisa diselesaikan,” ungkap Agung Pujo Susilo di hadapan Asisten Bupati bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Blora, Hariyanto dan perwakilan dari Setwan DPRD Blora, Suripto.

Saat dikonfirmasi terkait jumlah kekurangan gaji yang belum dibayarkan serta hak – hak lain, untuk 225 orang pekerja kontrak itu, Agung Pujo menyampaikan bahwa totalnya adalah sebesar Rp. 2,6 Milyar, hal itu disebabkan oleh pailitnya kontraktor utama dalam KSO GEO Cepu Indonesia dengan PT Pertamina EP Cepu.

Sementara saat itu SPKP adalah tenaga kerja yang berada di bawah naungan sub kontraktor PT Caraka, yang menjalankan pengelolaan migas KSO Pertamina – GCI di Lapangan Kawengan, Lapangan Ledok dan Lapangan Nglobo dan Semanggi.

“Kami menuntut agar Pertamina bisa menyelesaikan persoalan kami, pengelolaan migas itu kini berada di tangan Pertamina, beserta seluruh aset dan pekerjanya. Kami meminta Pemkab dan DPRD Blora ikut bersikap membela kami, segera kirimkan surat ke Dirutnya dan Komisaris, karena keputusan ini hanya bisa diselesaikan oleh Pimpinan Pusat Pertamina, yaitu Komisaris dan Dirut” tandas Agung Pujo.

Sementara itu, di saat yang sama Asisten Bupati bidang perekonomian, pembangunan dan kesejahteraan, Hariyanto menyampaikan apresiasinya atas aksi penyampaian pendapat di muka umum, yang dilakukan SPKP Kasbi Blora, berlangsung dengan tertib, damai dan saling memahami.

“Kami akan segera menindaklanjuti hasil audiensi SPKP Kasbi Blora, bersama dengan DPRD untuk segera mengirimkan surat kepada Komisaris Utama dan Direktur Utama PT Pertamina EP, untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan saya salut atas ketegaran dan kesabaran personil SPKP yang tanpa lelah, memperjuangkan hak dan nasib mereka, saya berdoa untuk kelancaran prosesnya,” paparnya.

Turut hadir dalam audiensi di ruang rapat Staf Ahli Bupati, Kasat Intel Polres Blora, Kapolsek Blora Kota, Kapolsek Jiken, Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Kabupaten Blora, dan Pengurus KASBI Jawa Tengah, KASBI Grobogan, Rembang dan Semarang. (*)

Djeng Asih Bagikan 500 Paket Beras Gratis Bergambar Puan Maharani

0

PATI. – Paket beras dalam kemasan bergambar Puan Maharani banyak dibagikan kepada warga Kabupaten Pati. Tak hanya di Kota Pati, paket beras juga dibagikan ke seluruh pelosok kecamatan secara gratis.

Seperti dijumpai wartawan pada Sabtu (8/1/2022), bertempat di rumah Sholkan, ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Gembong, Djeng Asih dengan melibatkan seluruh Ranting PDI-P Desa Gembong membagikan sekitar 500 paket beras bergambar Puan Maharani di Desa Gembong Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati.

Djeng Asih yang memiliki nama lengkap Hj. Suhartini tidak lain adalah istri dari Imam Suroso (alm), yang dulu pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan.

Pada kesempatan itu Djeng Asih menyampaikan, bahwa sebagai srikandi PDI-P dirinya akan maju di Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) mendatang. “Usulan kader dan warga Pati akan saya tampung, untuk saya sampaikan ke pimpinan pusat,” ujarnya.

“Bantuan beras ini salah satu upaya gotong-royong kami untuk mengurangi beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid 19. Bersama Mbak Puan, kami membagikan beras untuk rakyat,” tandas Suhartini yang akrab disapa Djeng Asih itu.

Sementara itu Solkhan selaku ketua PAC mengatakan, pembagian beras itu untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Tidak hanya kader, lanjut Solkhan, pokoknya seluruh warga masyarakat yang membutuhkan di seluruh wilayah Kabupaten Pati

Ditambahkan oleh Solkhan, pembagian beras di wilayah Pati tidak memiliki maksud lain kecuali hanya menyampaikan amanat dari Puan Maharani, ketua DPR RI.

”Kalau mau dipolitisir ya silahkan. Tapi kita tidak mempolitisir. Bahwa Mbak Puan mengkomando kita untuk melakukan gotong royong demi meringankan beban masyarakat,” tegas Solkhan

Salah seorang penerima beras bantuan bernama Sutadi, kepada wartawan mengaku senang dengan adanya bantuan beras gratis dari Puan Maharani itu. “Cukup membantu, apalagi kami sebagai masyarakat yang terdampak langsung Pandemi Covid 19,” katanya sambil menambahkan agar bantuan seperti ini tidak sekali ini saja. (*)

TK Harapan Bangsa Terima Bantuan Rp 10 Juta dari Perhutani KPH Randublatung

0

BLORA. – Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Rabu (8/12/2021) menyalurkan bantuan dana sebesar sepuluh juta rupiah kepada Taman Kanak-kanak (TK) Harapan Bangsa yang merupakan binaan LMDH Wana Sumber Rejeki Desa Bangkleyan Kecamatan Jati Kabupaten Blora.

Kegiatan tersebut merupakan tanggungjawab sosial dan bina lingkungan yang harus dilakukan Perhutani dengan tujuan untuk memberikan dukungan penyelenggaraan pendidikan usia dini di desa sekitar hutan, khususnya Desa

Bangkleyan agar lebih maju dan berkembang.

Bantuan diserahkan oleh wakil Administratur KPH Randublatung wilayah selatan Kusnanto dan diterima langsung oleh Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki Sutrisno.

Hadir pada kesempatan itu Kasi Perncanaan dan Pengembangan Bisnis KPH Randublatung, Kepala Desa Bangkleyan Mulyono, Babinsa Koramil Jati Koptu Nyamin, Babinkamtibmas Polsek Jati Bripka Wahono, dan segenap Guru TK Harapan bangsa Desa Bangkleyan.

Administratur (ADM) Perhutani KPH Randublatung Dewanto melalui wakil Adm wilayah selatan menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan tanggungjawab sosial dari Perhutani terhadap masyarakat dibidang pendidikan agar pendidikan disekitar hutan lebih maju.

Menurut Dewanto, bantuan tersebut merupakan kepedulian Perhutani kepada masyarakat di bidang pendidikan, sebagai tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan.

“Semoga bantuan ini dapat mendorong pendidikan usia dini di Desa Bangkleyan akan lebih maju dan berkembang,” kata Dewanto.

Mewakili warganya, Kepala Desa Bangkleyan Mulyono menyampaikan terimakasih kepada Perhutani KPH Randublatung.

“Bantuan ini akan dipergunakan untuk menyelesaikan bangunan gedung Tk Harapan Bangsa dan semoga segera dapat ditempati untuk proses belajar mengajar bagi anak – anak yang selama ini masih menggunakan rumah warga dalam belajar,” ujar Mulyono. (*).

Harapan Bangsa Terima Bantuan Rp 10 Juta dari Perhutani KPH Randublatung

by: Pinar

BLORA.-
Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Rabu (8/12/2021) menyalurkan bantuan dana sebesar sepuluh juta rupiah kepada Taman Kanak-kanak (TK) Harapan Bangsa yang merupakan binaan LMDH Wana Sumber Rejeki Desa Bangkleyan Kecamatan Jati Kabupaten Blora.
Kegiatan tersebut merupakan tanggungjawab sosial dan bina lingkungan yang harus dilakukan Perhutani dengan tujuan untuk memberikan dukungan penyelenggaraan pendidikan usia dini di desa sekitar hutan, khususnya Desa
Bangkleyan agar lebih maju dan berkembang.
Bantuan diserahkan oleh wakil Administratur KPH Randublatung wilayah selatan Kusnanto dan diterima langsung oleh Ketua LMDH Wana Sumber Rejeki Sutrisno.
Hadir pada kesempatan itu Kasi Perncanaan dan Pengembangan Bisnis KPH Randublatung, Kepala Desa Bangkleyan Mulyono, Babinsa Koramil Jati Koptu Nyamin, Babinkamtibmas Polsek Jati Bripka Wahono, dan segenap Guru TK Harapan bangsa Desa Bangkleyan.
Administratur (ADM) Perhutani KPH Randublatung Dewanto melalui wakil Adm wilayah selatan menyampaikan, bahwa bantuan tersebut merupakan tanggungjawab sosial dari Perhutani terhadap masyarakat dibidang pendidikan agar pendidikan disekitar hutan lebih maju.
Menurut Dewanto, bantuan tersebut merupakan kepedulian Perhutani kepada masyarakat di bidang pendidikan, sebagai tanggung jawab sosial dan lingkungan terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat desa sekitar hutan.
“Semoga bantuan ini dapat mendorong pendidikan usia dini di Desa Bangkleyan akan lebih maju dan berkembang,” kata Dewanto.
Mewakili warganya, Kepala Desa Bangkleyan Mulyono menyampaikan terimakasih kepada Perhutani KPH Randublatung.
“Bantuan ini akan dipergunakan untuk menyelesaikan bangunan gedung Tk Harapan Bangsa dan semoga segera dapat ditempati untuk proses belajar mengajar bagi anak – anak yang selama ini masih menggunakan rumah warga dalam belajar,” ujar Mulyono. (*).

Ratusan Dump Truk Ikut Kopi Darat di Waduk Seloromo

0

PATI. – Ratusan truk milik para anggota Komunitas Dump Truk Mania dari lintas kabupaten Pati dan Kudus, Minggu (12/12/2021) memadati tepian Waduk Seloromo, Gembong, Kabupaten Pati, dalam rangka kopi darat (kopdar).

itupun berlangsung meriah dan disambut

Antusias para anggota Komunitas Dump Truk Mania sudah terlihat sejak kedatangan mereka di pagi hari. Ketua penyelenggara, Lenggok Permadi mengungkapkan bahwa anggota Dump Truk Mania yang datang tidak hanya dari Pati melainkan juga dari Kudus, Demak Purwodadi dan Blora.

“Ada ratusan komunitas, dan kalau jumlah peserta tiap acara Kopdar rata-rata ratusan peserta,” jelas Haji Lenggok, panggilan akrabnya.

Ditambahkan bahwa acara tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi antar anggota. “Kita bukan sekedar ramai di media sosial, tapi juga bisa bertemu secara langsung dan menjalin silaturahmi antar anggota.”

Sebelum memasuki acara ramah tamah, kegiatan dibuka langsung oleh Ketua Dum Truk Mania, Haji Lenggok Permadi pada pkl 13.00 Wib.Acara Kopdar yang sudah berkali-kali diselenggarakan berkali tidak hanya sekedar berkumpul. “Kopdar juga dimanfaatkan untuk mengumpulkan donasi yang rencananya akan disalurkan pada yang membutuhkan, “ jelasnya. (*)

Lewat Jalan Kota, Truk Bermuatan Ditindak

0

PATI. – Lalu lalang kendaraan truk bermuatan berat yang melintas di jalan kota kabupaten, tampaknya membuat warga Pati geram. Pasalnya, selain membahayakan bagi pengguna jalan lain, kendaraan-kendaraan itu juga tidak sepantasnya liar melintas di dalam kota.

Data yang dihimpun media, hampir puluhan truk dari dalam maupun luar kota tiap hari melintas dan masuk melewati jalur ibukota kabupaten, padahal selama ini sudah ada jalur yang harus dilalui oleh para pengguna kendaraan yang bermuatan berat seperti truk dan lain-lain.

“Truk-truk itu kan ada jalurnya, kenapa harus masuk dalam kota, polisi khususnya bagian lalu lintas jangan hanya diam, harus bisa melakukan penindakan,” ungkap Tejo Waino, warga Pati kepada wartawan Jumat (10/12) lalu.

Selama ini, Kata Tejo, Truk-truk yang melintas dalam kota paling banyak yang bermuatan tanah dan batu hasil galian yang diambil dari beberapa Kecamatan di Pati, selain itu juga truk-truk dari luar kota juga lebih memilih masuk dalam kota, padahal para pengemudi ini sangat paham dengan aturan bahwa truk dilarang masuk dalam kota.

Hal senada juga disampaikan Haryono yang juga warga Pati. Menurutnya, Polisi diminta untuk bisa menertibkan kendaraan roda dua yang kerap masuk jalur cepat. Pasalnya, Para pengendara sejauh ini banyak yang mengabaikan aturan lalu lintas bahwa pengendara roda dua dilarang masuk jalur cepat, hanya saja hal itu terkesan diabaikan dan tidak mempedulikan larangan yang sudah dibuat.

“Itu kan sangat berbahaya kalau pengendara roda dua masuk jalur cepat, padahal jalur roda dua sudah ada, namun terkesan diabaikan, padahal jalur cepat bagi pengendara roda dua itu sangat rawan dengan kecelakaan, jadi kami minta agar polisi bisa mener-tibkan,”pintanya.

Terpisah, Kasatlantas Polres Pati Akp Adis Dani Garta, SIK. MH. melalui KBO Satlantas Polres Pati Ipda Muslimin ketika dikonfirmasi mengaku sudah melakukan penertiban terhadap maraknya KBM truk yang masuk di dalam ibukota kabupaten termasuk kendaraan roda dua yang memakai jalur cepat dan berpotensi rawan kecelakaan. (*).

Bersama Habib Syech dari Surakarta, Kwaran Pramuka Cepu Ikut Bersholawat Lewat Zoom

0

Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu mengikuti Kegiatan Pramuka Jateng Bersholawat yang dilaksanakan oleh Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah pada Hari Jumat, 03 Desember 2021 Live dari Gedung Bustanul Asikin Surakarta.

Untuk Kwartir Ranting Cepu mengikuti kegiatan tersebut melalui zoom. Dikarenakan ma-sih dalam situasi pandemi covid-19, selain dilaksanakan secara luring terbatas di kediaman Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, kegiatan juga bisa diikuti melalui zoom dan live streaming youtube.

Selain anggota pramuka yang berseragam lengkap juga tampak beberapa tamu undangan mengenakan hasduk merah putih khas Pramuka. Termasuk tokoh-tokoh pimpinan Pemprov Jateng salah satunya Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen Zubair juga mengenakan seragam pramuka, dan sedangkan Habib Syech memakai hasduk.

Kegiatan itu mengambil tema Pramuka Jawa Tengah Ber-bakti Tanpa Henti.

Kegiatan itu dihadiri oleh Guber-nur Jawa Tengah yang juga Ketua Ma-jelis Pembimbing Daerah (Mabida) Pramuka Jateng Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen Zubair, dan Ketua Kwarda Pramuka Jateng Siti Atikoh Ganjar Pranowo beserta Unsur Pimpinan Kwarda Jateng.

Sembari menunggu kehadiran Gubernur Jawa Tengah, Habib Syech menceritakan pengalamannya, sejak sekolah dasar ia aktif ikut dalam gerakan Pramuka. Menurutnya, dengan pra-muka akan mencetak manusia-manusia yang bertangungjawab, manusia-manusia yang disiplin, manusia-manusia yang tahu bagaimana kehidupan itu di pramuka. “Saya SD, SMP, SMA ikut pramuka. Pramuka itu luar biasa, masak sendiri terus cari jejak keliling. Yang lain cari jejak tak tinggal kabeh aku turu (saya tinggal tidur),” kenang Habib Syech yang diikuti gelak tawa hadirin.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bersholawat bersama Habib Syech merupakan momentum yang ia tunggu-tunggu selama hampir dua tahun terakhir. Sebab sebelum pandemi hampir tiap bulan keduanya saling bertemu dalam Jateng Bersholawat.

Ganjar menambahkan, pesan yang disampaikan selama Pramuka Bersholawat tersebut masih sama. Yaitu masih menjaga protokol kesehatan, tidak boleh lengah dan menyepelekan.

“Pramuka harus menjadi pendorong inovasi termasuk mendorong ekonomi bisa bangkit lagi, memberikan contoh yang baik. Tadi sudah diberikan oleh Habib Syech, harapan-harapan, petuah-petuah agar mereka bisa terus semangat dan sambil terus berdoa. Harapan itulah yang ada,” katanya.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu Sintong Joko Kusworo, S.Pd melalui Sekretaris Ranting Moe-djiyono, S.AP, mengaku senang dan trenyuh bisa mengikuti Pramuka Jawa Tengah Bersholawat meskipun melalui zoom, ditambah lagi dengan mendengar kisah Habib Syech yang pernah ikut Pramuka. Menurutnya, hal itu menjadi penyemangat tersendiri bagi kaum muda.

“Alhamdulilah, semoga dengan bersholawat apa yang menjadi hara-pan, hajat dan doa kita bersama bisa terkabul. Berkat sholawat semuanya selamat, berkat sholawat semuanya sehat,” pungkasnya. (*)

1.487 Sertifikat Tanah Program PTSL sudah Dibagikan kepada Warga Desa Temulus

0

BLORA. – Bertempat di ruang kelas SDN 1 Temulus dan Balai Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Senin (5/12/2021), kepala desa dan perangkat desa setempat, bersama petugas BPN Blora membagikan 1.487 sertifikat tanah program PTSL.

Pembagian sertifikat dimulai pada pkl. 12.00 Wib hingga selesai. Guna mencegah terjadinya kerumunan, pembagian sertifikat dibagi menjadi lima kelompok. Ada yang ditempatkan di balai desa, ada yang di ruang kelas SD. Selain diharuskan cuci tangan, selama menunggu pembagian sertifikat semua warga diwajibkan pakai masker.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kasi Pemerintahan Kecamatan Randublatung Siti Khasanah, Tim BPN Blora pimpinan Sulis, Babinsa Koramil 07 Sertu Sarmidi, Babinkamtibmas Polsek Randublatung Bripka I Gede, Kepala Desa Temulus Hartona, Ketua BPD, perangkat desa dan warga penerima sertifikat.

Kades Temulus Hartono dalam arahannya kepada warga mengatakan, sebanyak 1.487 sertifikat yang sudah jadi agar disimpan sebaik-baiknya karena program PTSL tidak setiap hari ada.

“Saya mohon maaf apa bila ada keterlambatan dalam pengurusan sertifikat ini, karena BPN tidak mengurusi satu dua orang saja. Tolong diteliti dengan cermat bila ada yang tidak sesuai nama atau apa mohon langsung lapor kepada petugas hari ini juga, biar ada pembetulan,” pesannya.

Sementara itu petugas dari BPN Blora, Sulis memberi sedikit keterangan terkait sertifikat yang telah dibagikan. Bahwa, program PTSL biaya pengurusan bisa murah karena disubsidi oleh Pemerintah.

Sulis berpesan kepada warga yang mempunyai sebidang tanah baik itu tanah perumahan atau sawah agar segera didaftarkan ke pak Kades.

Fungsi sertifikat, menurut Sulis tidak semata-mata sebagai bukti kuat hak milik tanah, namun juga bisa meningkatkan ekonomi pemilik tanah. Artinya, dipersilahkan menggunakan sertifikat untuk berhubungan dengan lembaga keuangan tertentu.

“Di dalam ketentuannya, sertifikat dimasukan sebagai jaminan tanggungan bila mana sertifikat diminta sebagai tambahan jaminan bisa untuk tambah modal usaha,” pungkasnya.

Ditemui awak media, beberapa warga mengaku senang dengan telah dibagikannya sertifikat program PTSL.

“Saya senang sekali karena sertifikat milik saya sudah jadi dan dibagikan hari ini juga katanya. (*).