Beranda blog Halaman 220

Anton Sudibyo: Amal Ibadah untuk Investasi Dunia dan Akhirat

0

BLORA.-

Bertempat di teras Masjid Nurul Falah di kawasan Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Jumat (11/02/2022) digelar pengajian rutin yang diikuti hampir 50 orang umat muslim setempat.

Agus Budi Sukisno salah motor pdenggerak kegiatan rutin itu mengatakan, bahwa setiap bulan pada hari Jumat minggu kedua, pengajian Jumat sore diikuti oleh ibu-ibu warga Perumnas Karangjati dengan menghadirkan mubalig atau kyai untuk memberikan siraman rohani.

“Pada Jumat, 11 Februari 2022 kegiatan pengajian ibu-ibu menghadirkan penceramah Kyai Lemhanas Aton Sudibdyo dari Kecamatan Japah,” ujar pria yang akrab dengan panggilan Kyai Gaul itu, Sabtu (12/2/2022).

Berjuluk Kyai Lemhanas karena Anton Sudibyo yang pernah menjadi anggota DPRD Blora itu juga pernah ikut pelatihan khusus Lemhanas. Anton saat ini aktif sebagai petani tebu penyangga di pabrik Gula Gendis Multi Manis Bulog Blora dan aktivis penggerak petani mandiri dengan sistem pertanian organik.

Kurang lebih 40 ibu-ibu tampak antusias mengikuti pengajian luar biasa itu. Diawali lagu Islami yang diiringi kesenian musik hadrah dari kelompok Perumnas dan dilanjutkan dengan puji pujian melatunkan Asmaul Husna, selanjutnya langsung diisi mauidhoh hasanah oleh Anton.

Dalam tausiahnya yang cukup jelas, singkat, padat dan praktis, Anton dengan suara mantab memberikan motivasi sambil memberikan contoh nyata yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Tanpa pernah latihan bersama dengan pengiring musik, Anton ternyata bisa klop berkolaborasi untuk menghibur para ibu yang hadir dalam pengajian.

Tema yang disampaikan oleh Anton adalah “Membangun investasi masa depan baik di dunia maupun di akhirat”.

Diungkapkan oleh Anton, dalam menjalani kehidupan di masa pandemi seperti saat ini, umat Islam diharuskan memiliki semangat, tekad dan pegangan yang kuat dan mantab agar bisa tetap eksis dan bermanfaat hingga di akhir kehidupan nanti.

“Untuk itu mulai saat ini, dan dimulai dari diri sendiri serta mulai dari hal yang terkecil, kita laksanakan investasi kehidupan dengan melakukan berbagai amalan atau aktivitas yang memiliki nilai ibadah,” ujar Anton.

Anton menambahkan, aktivitas ibadah yang kita lakukan sekarang kelak akan bermanfaat bagi kita semua. Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah bersabda, “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga, yaitu sedekah jariah, Ilmu bermanfaat atau anak soleh yang mendoakan kepadanya” (HR Muslim).

Pada kesempatan itu Anton meminta kepada para jemaah yang hadir agar aktif bersedekah apalagi kalau dilakukan pada saat subuh atau pagi hari.

“Jangan pernah ragu atau bimbang untuk bersedekah karena Islam mengajarkan untuk bersedekah baik disaat lapang maupun sempit,” tuturnya.

Lakukan berapapun nilainya yang penting iklhas dan rutin. Ada ungkapan siapapun yang suka sedekah atau kepyur pasti dijamin makmur dalam kehidupan.

Adapun sedekah jariah merupakan pemberian yang diberikan seorang muslim kepada orang yang membutuhkan secara sukarela dan iklhas serta mengharap ridho Allah SWT.

Contoh sedekah jariah antara lain memberikan santunan anak yatim piatu, membantu berdirinya taman bacaan ,memberi Al-Qur’an dan buku bacaan islami.

Dalam masa pandemi Covid-19 bersedekah bisa diwujudkan turut aktif membantu penyedikan sembako kepada kaum duafa dan mendorong kepada anggota masyarakat agar ikut vaksinasi serta melaksanakan protokol kesehatan.

Kemudian ilmu yang bermanfaat, bila seseorang yang memberikan dan mengajarkan ilmu kepada orang lain,akan mendapat amalan yang tidak terputus meski dirinya meninggal dunia.

Jika kemudian orang yang mendapatkan ilmu tersebut mengamalkan kepada orang lain.

Diberikan contoh, bila ibu-ibu mengajarkan membaca Al-Qur’an kepada anaknya dan kelak anaknya terus mengamalkan untuk ditularkan kepada teman-temanya.

“Demikian pula ibu-ibu punya keahlihaan menyanyi dan keahlian tersebut diajarkan kepada sahabatnya kemudian oleh sahabatnya diajarkan kepada teman temannya,” kata Anton.

Selanjutnya, doa anak soleh yang selalu mendoakan kepada orang tuanya baik semasa hidup maupun telah meninggal dunia.

“Anak soleh itu hasil karya didikan dari orang tuanya sehingga sejak dini orang tua harus memperhatikan pendidikan agama dan budi pekerti kepada anak anaknya,” jelasnya.

Serta selalu memberi perhatian dan disiplin terhadap lingkungan bergaul bagi anak anaknya.

Perlu juga diingatkan kepada anak-anak untuk mendengar dan mengamalkan falsafah lagu Tombo Ati, lagu tradisional jawa yang diciptakan oleh Sunan Bonang salah satu Walisongo.

Dalam lagu itu ada lima tuntunan, yang pertama baca Qur’an dan maknanya

Kedua salat malam dirikanlah, ketiga berkumpulah dengan orang soleh, keempat perbanyaklah berpuasa dan yang kelima dzikir malam perpanjanglah.

Salah satu siapa yang bisa menjalani moga moga Gusti Allah mencukupi.

Sebelum mengakiri tausiahnya ia memberi semangat kepada ibu-ibu agar tidak perlu resah, gelisah apalagi takut dalam menghadapi musibah pandemi Covid-19 varian omicron tetap mengikuti anjuran pemerintah melakasanakan protokol kesehatan dan segera ikuti vaksinasi.

Jaga imunitas diri dengan berolahraga teratur dan asupan makanan bergizi cukup dan seimbang serta selalu berpikir positif.

“Tingkatkan kualitas beribadah dengan salat tahajud dan bersedekah. Dengan langkah tersebut insyaallah kita tetap sehat dan bermanfaat,” tuturnya. (*)

Polres Blora Gelar Bazar Minyak Goreng

0

BLORA.-

Bertempat di halaman belakang Mapolres Blora, Jumat (11/02/2022) telah dilaksanakan Bazar “Jumat Berkah Polres Blora”. Dalam bazar tersebut disediakan minyak goreng yang dijual untuk warga.

Kapolres Blora AKBP Aan Hardiansyah, SH, MH menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat dimana dalam bazar tersebut disiapkan sekitar 1.200 liter minyak goreng yang dijual dengan harga per liternya Rp 14.000,00.

“Dengan Bazar ini diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan dan kita siapkan 1.200 liter minyak goreng. Namun demikian dengan syarat dan ketentuan,” kata Kapolres Blora.

Adapun syarat bagi pembeli minyak goreng adalah membawa kartu vaksin atau menunjukan aplikasi peduli lindungi, serta menerapkan proto-kol kesehatan.

Untuk antisipasi kerumunan, panitia telah menata sedemikian rupa sehingga masyarakat tidak membludak dan teratur dalam antrian.

“Setiap satu pembeli kita berikan jatah 2 liter minyak goreng. Dengan harapan semua yang datang bisa mendapatkannya,” tandas Kapolres Blora.

Kemudian menyikapi perkembangan situasi stok minyak di kabupaten Blora. Kapolres AKBP Aan mengimbau kepada masyarakat agar tidak ada yang bermain dengan menimbun minyak goreng untuk mendapat keuntungan pribadi di saat warga sedang membutuhkannya.

“Kami tegaskan kepada warga, jangan ada yang melakukan penimbunan minyak. Karena jika ditemukan hal tersebut maka akan kita tindak dengan tegas,” tegas AKBP Aan.

Kegiatan bazar minyak goreng tersebut mendapat tanggapan positif dari warga, salah satunya adalah Nurul, warga kecamatan Blora. “Alhamdulilah, tentunya ini sangat bermanfaat bagi warga. Harapannya semoga bazar seperti ini dilaksanakan berkelanjutan sehingga masyarakat tidak susah mendapatkan minyak,” ucap Nurul. (*)

PWRI Blora Hadirkan Produsen Obat Herbal

0

Sebagai bentuk ikhtiar dalam rangka upaya meningkatkan imu nitas diri, sekaligus mewujudkan semangat optimisme di tengah merebaknya Virus Corona Varian Omicron, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabpaten Blora, awal pekan lalu menghadirkan produsen sekaligus distributor nutrisi dan obat herbal.

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya menjelaskan acara itu dihelat dalam rapat rutin pengurus dan anggota bertempat di ruang pertemuan setempat. PWRI Ka-bupaten Blora menggelar rapat rutin dengan menghadirkan PT. Naturindo Fresh.

“Yakni produsen dan sekaligus distributor nutrisi dan obat herbal terkenal di Indonesia untuk memberi pencerahan kepada para pejuang pembangunan atau kum Wredatama yang siap meng-abdi sampai di akhir usia,” jelas Bambang, yang mantan Sekda Blora, Rabu (09/02/2022).

Dalam mengawali pertemuan Bambang Sulistya menyampaikan, sebuah ungkapan hidup harus dijalani dengan penuh keikhlasan, karena sebagai manusia kita tak pernah bisa memilih hal-hal apa saja yang boleh terjadi pada diri kita masing-masing.

“Setiap masalah yang kita hadapi adalah sebuah kenyataan hidup yang tak dapat dihindari. Semakin kita lari dari realita maka semakin akan terus membayangi pikiran dan langkah kiprah kita,” ungkapnya.

Karena itu dari pada menghindari persoalan, mengapa kita tak berusaha mempersiapkan diri dan mengatasinya. “Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jika bisa kita persiapkan dan selesaikan segera lakukan,” tuturnya.

Kalau ikhtiar sudah kita lakukan ternyata hasilnya belum se-suai dengan harapan, maka serahkan semua itu kepada Tuhan.

Jadikan sebuah masalah sebagai tantangan agar kita dapat berpikir lebih kreatif, melihat lebih cermat, mendengar lebih teliti dan berbuat lebih bijak.

Jangan mengeluh apalagi stress atau frustasi menghadapi realita saat ini, yang sudah hampir dua tahun kita dirundung musibah ulah dari Virus Corona.

“Hidup adalah perjuangan dan pilihan. Hari ini kita tetap semangat dan mengambil pilihan atau keputusan untuk mendatangkan narasumber yang akan memberi motivasi dan solusi agar kita tetap sehat di masa pandemi Covid-19 varian Omicron,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Siti Fatimah mewakili dari PT Naturindo Fresh mengatakan untuk mewujudkan kesehatan para konsumen dilakukan pendekatan dengan menyajikan konsep “kepedulian” dalam melayani konsumen.

Pelayanan yang bersahabat oleh terapisi yang kompeten, produk alami yang bermutu dan perawatan yang berkesinambungan dalam beragam kondisi baik pencegahan, pengobatan maupun rehabilitasi diharapkan mampu membantu konsumen dalam melewati transisi kesehatan dengan baik dan memuaskan.

Peserta rapat diperiksa tensinya, Cek kesehatan gratis, terapi refleksi gratis dan dijelaskan secara terbuka tentang kondisi kesehatan saat ini berdasarkan hasil cek kesehatan.

Tersedia 29 Ekstrak Herbal spesial untuk penyembuhan 48 jenis penyakit, di antaranya untuk penyembuhan penyakit stroke, jantung, diabetes meletus, hipertensi, kolesterol, asam urat, maag, gangguan pernafasan, lever dan untuk peningkatan imunitas.

Produk dari PT Naturindo Fresh telah terdaftar di BPOM RI. Dijelaskan pula berbagai nilai positif dari obat herbal dianggap lebih alami dan bebas dari efek samping yang tak diinginkan.

“Disamping itu obat herbal lebih murah dan terjangkau serta obat herbal bisa digunakan untuk terapi alternatif maupun sebagai terapi pendamping obat obat modern,” jelasnya.

Disampaikan ada beberapa tips sebelum menggunakan obat herbal dengan aman. Yaitu, pastikan anda membeli dan menggunakan obat herbal yang telah terdaftar di BPOM RI. Baca dan pahami apa kandungan yang terdapat di dalam obat herbal tersebut. “Jangan lupa untuk selalu memeriksa tanggal kedaluarsa sebelum penggunaanya,” terangnya. (*).

Terkait SK Palsu, Kades Trembul: Ada Salah Ketik

0

BLORA.-

Dugaan kecurangan seleksi perangkat desa (Perades) dengan modus menggunakan surat keterangan (SK) pengabdian palsu, Jumat (11/2) lalu diungkap di Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.

Menanggapi isu miring tersebut, Kamis (07/02/2022) lalu digelar audiensi di Balai Desa Trembul, Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora.

Arista Satrio, salah satu peserta seleksi Perades yang gagal menyatakan, SK Karang Taruna telah digunakan oleh orang yang tidak semestinya.

“SK yang digunakan mendaftar seleksi Perades di Desa Trembul berdasarkan hasil musyawarah desa Tahun 2019. Namun faktanya, yang menggunakan SK tersebut bukan orang yang ikut aktif dalam rapat kala itu,” jelasnya.

Satrio yang juga anggota BPD Trembul mengaku melihat beberapa nama baru muncul menggunakan SK Karang Taruna hasil Musdes 2019. Namun ironisnya, orang yang jelas-jelas ikut Musdes 2019 sebagai pengurus struktural Karang Taruna, ketika minta SK pengabdian untuk daftar Perades malah tidak diberi.

Satrio juga menyoal terjadinya perubahan nama dalam SK yang digunakan oleh peserta test perades, tapi soal itu dijawab oleh kepala desa setempat bahwa memang ada salah ketik.

“Namun belum ada berita acaranya terkait perubahan nama tersebut,” imbuh Satrio.

Sementara itu Kepala Desa Trembul, Muhammad Imroni membenarkan adanya salah ketik nama dalam SK Karang Taruna, namun hal itu sudah direvisi Tahun 2021.

“Terkait perubahan nama tersebut sudah ada berita acaranya, namun belum saya bawa. Hal tersebut (salah ketik) sudah dikoreksi ketika pendaf-taran,” jawabnya.

Terpisah, Mokhamad Fadoli dari Forum Komunikasi (Forkom) Masyarakat Blora meragukan pernyataan Kades Trembul yang mengatakan adanya berita acara perubahan nama salah satu anggota karang taruna yang ikut seleksi Perades.

Hal itu dikarenakan, ketika diminta menunjukkan dokumen berita acara, Kades mengatakan dibawa oleh operator. “Kades berbohong. Berita acara itu dokumen resmi yang mestinya disimpan di kantor desa sebagai arsip. Kalau memang ada, harusnya pada hari itu juga langsung ditunjukkan,” ujarnya.

“Adanya kejanggalan dalam penerbitan SK ini sedang kami pelajari, sebagai dasar untuk melaporkan kasus ini ke polisi,” tandasnya. (*)

Angkat Kaur Keuangan Jadi Sekdes, Ratusan Warga Desa Nglobo Demo Kades

0

“Kalau Kades tetap melantik Atun sebagai Sekdes, artinya Kades lebih berat terhadap satu orang daripada mayoritas warganya, ya kami mungkin bisa saja mencari Kades baru…” tegas salah satu perwakilan warga yang terucap di forum pertemuan itu.


Tidak kurang dari 200 warga Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Rabu (02/02/2022), berkumpul di balai desa setempat untuk memprotes terkait proses seleksi Perades. Mereka terdiri dari warga biasa, perwakilan RT/RW, tokoh agama serta tokoh masyarakat Nglobo.

Warga melakukan protes dan tidak menyetujui adanya salah satu perangkat yang bernama Siti Rubiyatun atau yang lebih dikenal Atun menjabat Sekdes. Pasalnya, Atun yang sebelumnya adalah Kaur Keuangan, dimutasi menjadi Sekdes oleh kepala desa.

Tuntutan warga yang tidak setuju Atun dimutasi menjadi Sekdes, akhirnya melebar lagi menjadi pokoknya Atun jangan jadi perangkat desa alias diturunkan.

Lebih melebar lagi, kalau Atun tetap dipertahankan atau dilantik menjadi Sekdes, suara warga mengarah pada mosi tidak percaya pada Kepala Desa Nglobo, Pudik Harto.

Sikap seperti dikarenakan masyarakat merasa tidak dilibatkan dalam se-leksi perangkat desa ini, dan menganggap kepala desa memutuskan sepihak dengan kewenangannya.

Selain itu, mereka tidak menghendaki Siti Rubiyatun ini menjadi perangkat desa, terlebih kalau dijadikan Sekdes. Disinilah reaksi masyarakat semakin vokal bersuara.

Desa Nglobo sendiri merupakan 1 desa dari 11 desa di Kecamatan Jiken yang belum melaksana-kan pelantikan perangkat desa pada 30 Jan lalu, karena masih adanya keberatan sebagian warga.

Pada aksi dengar pendapat, Camat Jiken Mulyowati didampingi kapolsek Jiken, Danramil Jiken, tokoh agama serta tokoh masyarakat Nglobo. Pertemuan ini dibuka sendiri oleh Kepala Desa Nglobo, Pudik Harto.

Suasana beberapa kali memanas, saat perwakilan masyarakat meluap-kan alasan keberatan Atun menjadi Sekdes. Bahkan minta dicopot dari perangkat desa. Catatan keberatan mereka lebih banyak karena tidak suka sosok dan ati-tute Atun. Mereka meni-lai Atun sosok yang aro-gan.

Sebagai seorang perempuan, Camat Mulyowati tampak sabar dan tenang, terlihat sesekali berusaha menenangkan yang hadir. Mereka diberi kesempatan bicara, mengeluarkan alasannya masing-masing. Semua ditampung.

Menjawab tentang proses perades dan mutasi Atun dari Kaur Keungan menjadi Sekdes (sampai berita ini diturunkan, belum dilantik), Kades Pudik Harto menjelaskan bahwa semua proses dan prosedur sudah dilalui sesuai aturan yang berlaku.

Bahwa proses yang dilalui sudah melibatkan perwakilan masyarakat dalam hal ini ketua RT, RW sampai tes seleksi lainnya, sesuai aturan dan jurlak yang berlaku.

Ditemui secara terpisah, mantan Kades Nglobo dua periode (tahun 2007-2019), Jatmiko menanggapi adanya reaksi warga yang menghangat, ”Sepertinya semua ini karena komunikasi saja. Kurang adanya komunikasi dengan warga serta keterlibatan antar lembaga dan perangakat yang terkait.” (*)

Musrenbang, Camat Japah: Yang Penting Kita Guyub dan Rukun

0

BLORA.-

Bertempat di Aula Kecamatan Japah Kabupaten Blora, Rabu (02/01/2022), dilaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

Acara yang secara resmi dibuka oleh Camat Japah Moechamad Zaenuri, S.Sos itu dihadiri oleh Kepala Bappeda Kabupaten Blora beserta jajarannya, Kepala OPD terkait, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam) Japah, Kepala Desa se-Kecamatan Japah, LPMD, serta BPD di Wilayah Kecamatan Japah.

Dalam sambutannya, Moechamad Zaenuri yang baru tiga bulan menjabat Camat Japah itu mengatakan, bahwa Musrenbang RKPD Tahun 2023 dilaksanakan untuk membahas berbagai usulan prioritas diantaranya adalah usulan terkait Infrastruktur, Perekonomian dan Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat desa yang pengusulannya diajukan oleh desa, kelembagaan desa, maupun oleh kelompok-kelompok masyarakat.

Menurut Zaenuri, dari berbagai prioritas pembangunan, semuanya adalah prioritas dan semuanya benar-benar dibutuhkan untuk memenuhi sarana dan prasarana, maupun untuk pemenuhan pembangunan lainnya, akak tetapi akhir-akhir ini sumber daya pemerintah begitu terbatas dikarenakan berbagai sebab, antara lain pandemic covid-19.

Di tengah situasi pendapatan daerah yang mengalami perlambatan, serta di dalam situasi kebutuhan masyarakat khususnya masyarakat desa se-Kecamatan Japah yang meningkat tajam, menurut Zaenuri kebutuhan masyarakat juga terus berjalan.

“Dalam situasi seperti ini yang penting kita guyub, bermusyawarah, dan rukun. Berbagai sumber daya yang ada kita optimalkan semaksimal mungkin untuk bisa menutup kebutuhan yang paling prioritas dan kita perlukan” ujar Camat.

Zaenuri berpesan agar masyarakat bisa menjaga soliditas persatuan, persaudaran bermasyarakat, dan jangan sampai rusak akibat proses politik.

“Saya yakin masyarakat kita sudah dewasa dalam proses politik, meskipun Tahun 2024 nanti politiknya belum bisa tahu seperti apa. Karena Pemilu serentak pada 14 Februari 2024 adalah yang pertama dilaksanakan di Indonesia, dan belum pernah dilaksanakan sebelumnya,” ujarnya.

Zaenuri berharap, pada tahun-tahun sulit seperti ini masyarakat bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. “Sehingga kita bisa menahkodai masyarakat Japah menuju masyarakat yang lebih baik, meskipun sumber daya kita terbatas dan juga lingkup sosial kita akan berubah di tahun-tahun politik di masa yang akan datang ini,” tandasnya. (*)

Tidak Lolos Seleksi Perades, Uang Puluhan Juta Ditilep Mantan Kades

0

BLORA.-

Deni Apriliana (32) warga Dukuh Ngepung Desa Kentong Kecamatan Cepu yang gagal menjadi perangkat desa, terpaksa harus kehilangan uang puluhan juta rupiah.

Menurut pengakuannya, uang tersebut disetor kepada Paimin, mantan Kepala Desa Temulus Kecamatan Randublatung, Blora.

Uang itu diduga sebagai uang pelicin untuk meloloskan dirinya menjadi perangkat desa.

Peristiwa bermula ketika Deni ingin mengikuti seleksi menjadi kepala urusan tata usaha Desa Kentong Kecamatan Cepu, Blora. Saat itu, orang tua Deni, Sumini, bertemu dengan Paimin yang menjanjikan bisa meloloskan Deni menjadi perangkat desa dengan syarat menyetor sejumlah uang.

“Saat itu saya dan ibu sempat bertemu dengan Paimin dan Kades Kentong sebanyak tiga kali. Diantaranya di Resto Javanila Bravo Cepu dan di depan kampus Al-Muhammad Cepu”, beber Deni, Selasa (01/02/2022).

Selanjutnya Paimin meminta sejumlah uang kepada Sumini untuk keperluan mengurus tes komputer dan meloloskan untuk menjadi perangkat desa Kentong.

“Orang tua saya dimintai uang oleh Paimin, baik tunai maupun melalui transfer ke bank”, ungkap Deni.

Bahkan, kata Deni, saat akan tes CAT ke Semarang, Paimin menyarankan agar membawa “gembolan” jika sewaktu-waktu ke Semarang untuk melancarkan tesnya.

“Uang yang sudah disetor ke Paimin jumlahnya puluhan juta. Tanggal 3 Desember 2021 ditransfer ke rekening BRI atas nama Paimin sebanyak Rp 10.000.000 dan Rp 2.000.000. Selanjutnya, tanggal 16 Desember 2021 sebanyak Rp 8.000.000 dan Rp 5.000.000. Berikutnya pada tanggal 17 2021, sebanyak Rp 10.000.000 dan Rp 1.000.000. Itu jumlah yang transfer, belum yang diminta tunai jumlahnya berapa saya lupa”, ujar Deni.

Sementara itu Kepala Desa Kentong, Muntahar, saat dikonfirmasi mengaku pernah bertemu dengan Deni dan Paimin. Namun kata Kades, ia tidak mengetahui pembicaraan diantara keduanya. Kades juga mengaku tidak menerima uang dari Paimin maupun orang tua Deni.

“Ya saya akui sempat bertemu. Saya juga sempat ditawari uang oleh Paimin. Namun demi Allah saya tidak menerima uang sepeser pun baik dari Deni maupun Paimin. Kalau saya menerima pasti Paimin sudah uber-uber saya”, kata Muntahar, Selasa (01/02/2022) lalu. (*)

Turnamen Bola Voli Gedebeg Cup 2022 Diikuti 36 Club, Tim REGEZ Gresik Juara I

0

BLORA.-

Turnamen Bola Voli yang bertajuk “Gedebeg Cup 2022” resmi ditutup, Selasa (1/2) lalu. Dalam acara penutupan dilaksanakan pertandingan partai final yang mempertemukan PJOK Kunduran melawan REGEZ Gesik.

Dalam pertandingan yang berlangsung 4 set tersebut, PJOK Kunduran harus mengakui keunggulan REGEZ Gesik dengan scor 1 – 3. Dengan demikian REGEZ Gresik berhak memboyong Piala serta hadiah uang pembinaan.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Propinsi Jateng Padmasari Mestikajati, wakil Ketua DPRD Blora Siswanto, Jariman, Achlif Nugroho Widhi Utomo. Sementara Bupati Blora hadir diwakili Asisten Pemerintahan Irfan Agustian Iswandaru.

Menurut Siswanto, perkembangan olahraga bola voli di Blora sudah ada kemajuan, peminatnya banyak, turnamen semakin banyak, dan selalu ramai.

“Peminat olahraga bola voli semakin banyak, turnamen semakin banyak, sehingga prestasi Kabupaten Blora mulai meningkat di Jawa Tengah,” ucap Siswanto.

Siswanto menjelaskan, dengan banyaknya penyelenggaraan turnamen dapat memacu tim-tim voli di setiap daerah atau desa untuk melakukan pembinaan terhadap putra-putra di wilayahnya. Pemerintah Kabupaten juga mendukung dengan memberikan anggaran ke PBVSI Kabupaten Blora.

”Untuk meningkatkan kualitas tentunya harus ada pembinaan, Pemerin-tah Kabupaten sudah memberi anggaran ke PBVSI Blora,” jelasnya.

Ketua Panitia Ely men-jelaskan, turnamen bola voli Gedebeg Cup tahun ini adalah turnamen yang pertama digelar oleh pe-muda Karangtaruna De-sa Gedebeg, dan berharap turnamen Gedebeg Cup ini menjadi agenda tahu-nan. Pertandingan berja-lan sangat kondusif dan mengalami peningkatan, baik kualitas maupun kuantitas. Hal ini ditun-jukan dari animo masya-rakat yang sangat besar, diperkirakan 3000 penon-ton menyaksikan serta minimnya protes dari para peserta.

Turnamen ini bertempat di Lapangan bola voli Desa Gedebeg diikuti oleh 36 tim dibeberapa Kecamatan dari 2 Kabupaten (Kabupaten Blora dan Kabupaten Grobogan), dilaksanakan mulai tanggal 22 Januari 2022 – 1 Februari 2022.

“Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar, aman dan tentunya sukses, Saya berharap turnamen Gedebeg Cup ini menjadi agenda tahunan” ungkap Ely. (*)

Blora Punya Kebun Durian berbagai Varian

0

“Saya menanam durian di atas lantaipun bisa,” tegasnya dengan penuh percaya diri. Hal ini tidak berlebihan karena dia sebagai pelaku yang lama melakukan penelitian dan proses panjang, sampai berhasil membuktikan hasilnya.

Dia adalah Heriyanto, yang te-lah berhasil membuktikan budidaya durian di Desa Karanggeneng, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora.

Tidak jauh dari Karanggeneng, yaitu di Desa Karangjong, kebun duriannya yang berusia 7 tahun, sudah menghasilkan. Dengan luas tanah sekitar 2 hektar, ada sekitar 250 pohon durian dari berbagai jenis. Dari varian musang king, montong, bawor, sampai yang lokal. Bahkan kebun duriannya dalam 3 tahun terakhir ini sudah menjadi incaran para maniak durian.

“Durian saya ini dikenal dengan durian mahal, tapi tetap diburu dan selalu sold out, tidak tersisa. Bahkan saat ini saya sering menolak pengunjung karena ketersediaan buah,” jelasnya dengan senyum bangga sambil melayani pengunjung menikmati durian.

Hari itu, Minggu 23/1/22 kebetulan ada rombongan pengunjung dari Blora, Cepu, Jawa Timur serta 4-5 pengunjung bermotor, yang memang berniat berkunjung ke kebun PSA Farm ini karena penasaran. Dan hasilnya, memuaskan. Sebanding dengan perjalanan yang masih cukup sulit dijangkau.

Sosok Heriyanto adalah asset bagi daerah. Dia menyediakan diri, siap untuk mengedukasi masyara-kat tentang pertanian, khususnya durian. Tinggal bagaimana sikap Dinas Pertanian dan Pemda.

“Blora bukan habitat durian. Tapi durian bisa hidup di Blora. Kuncinya, treatment dan media ta-nam. Dan prospek ke depan, masih sangat menjanjikan,” tambahnya optimis.

Melihat sepak terjang Heriyanto yang latarbelakangnya justru teknik mesin UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) ini, patut di-jadikan inspirasi. Meski orang lebih banyak melihat hasil buah duriannya saat ini, tanpa melihat proses jatuh bangunnya yang panjang dan menantang. (*)

Theodorus Ardi Hartoko, Direktur Utama Mitratel yang Putra Daerah Blora

0

BLORA.-

Membangun dan memajukan masyarakat dibutuhkan peran serta seluruh potensi yang ada, tak terkecuali Kabupaten Blora. Berbagai upaya ditempuh bupati untuk memajukan Blora, salah satunya dengan mengajak peran serta putra daerah yang sukses di kota besar.

Pada Rabu 26 Januari 2022 lalu, Bupati Blora, Arief Rohman berkunjung ke kantor Mitratel di Jakarta. Ada siapa di Mitratel? Ternyata Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko yang akrab dipanggil Tedi Hartoko adalah putra daerah asal Blora.

Ketika dikonfirmasi tentang kunjungan tersebut Tedi Hartoko menjelaskan, bahwa kedatangan Bupati Arief dalam rangka mengumpulkan dan menyatukan duta-duta asli Blora yang sudah berkarya di luar kota untuk membantu kemajuan dan sejahteranya Kota Blora”.

Tentunya kunjungan ini sangat strategis, mengingat Mitratel atau PT Dayamitra Telekomunikasi merupakan salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi.

Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak Tahun 2008. Sampai saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia telah menjadi tenant dengan menempatkan perangkat BTSnya di menara Mitratel.

“Belum ada keputusan yang terperinci, tapi saya lagi merumuskan apa yang bisa kami sinergikan dengan Blora,” tambah Tedi yang alumni SMP Negeri 2 Blora angkatan 1988 ini.

Dengan potensi Blora yang banyak bisa dikembang-kan, demografi wilayah yang masih banyak kesulitan akses internet dan telekomunikasi, Mitratel yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat melalui CSR-nya, tidak berlebihan kalau masyarakat Blora berharap akan ada program inovatif dari Dinkominfo Blora dalam waktu dekat. (*)