Beranda blog Halaman 198

Akhiri Masa Dudanya, Deddy Corbuzier Resmi Nikahi Sabrina Chairunnisa

0

JAKARTA.-

Presenter kondang Deddy Dorbuzier akhirnya resmi mengakhiri masa dudanya dengan menikahi model sekaligus mantan Putri Indonesia, Sabrina Chairunnisa.

Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa menikah pada Senin, 6 Juni 2022 di Fairmont Hotel, Jakarta Pusat.

Saat ijab kabul, penampilan keduanya pun ikut menjadi sorotan. Di mana keduanya mengusung perpaduan konsep international wedding, dan semi tradisional.

Tampak Deddy mengenakan setelan jas berwarna abu-abu, kemeja putih dan dasi hitam.

Sementara Sabrina Chairunnisa tampak memakai kebaya modern berwarna ungu muda serta kain batik berwarna senada.

Lebih lanjut, Deddy Corbuzier menunjuk AM Hendropriyono dan Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk menjadi saksi pernikahannya dengan Sabrina.

Deddy Corbuzier dan Sabrina Chaerunnisa juga menunjuk pendakwah Gus Miftah sebagai penasihat pernikahan.

Meski tampak tegang, Deddy Corbuzier rupanya sukses mengucap ijab kabulnya dalam satu tarikan nafas.

“Saya terima nikahnya dan kawinnya Sabrina Chairunnisa binti Irwan Hasbullah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai,” ucap Deddy dalam satu helaan nafas.

Dalam pernikahan keduanya itu, Deddy Corbuzier meminang Sabrina Chairunnisa dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat serta emas 66 gram dan uang tunai sebesar 2022 dolar Singapura (Rp21,207,449).

Sontak saja momen mengharukan itu pun menuai sorotan dari para tamu yang hadir, sekaligus dari para netizen.

Banyak yang tak menduga jika Deddy Corbuzier benar-benar mengakhiri masa dudanya dengan menikahi sang kekasih.

Meski begitu, netizen dan tamu yang hadir mendoakan kelanggengan pernikahan Deddy Corbuzier dan Sabrina Chairunnisa, apalagi melihat jumlah mas kawinnya yang fantastis. (*)

Jelang Pilkades Serentak, Dinas PMD Gelar Sosialisasi

0

BIJONEGORO –

Empat bulan jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Memasuki Tahapan Pelaksanaan Pilkades Serentak, Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) menggelar Sosialisasi di Ruang Angling Darma Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu 8/6/2022.

Dalam pantauan korandiva.co acara tersebut dihadiri oleh Bupati Bojonegoro secara virtual, Sekretaris Daerah beserta jajaran, Kepala OPD Terkait, 21 Camat terkait serta Forkopimca 33 Kepala Desa beserta Ketua BPD.

Dalam sambutanya, Kepala Dinas PMD Mahmudin menjelaskan bahwa akan ada tahapan Sosialisasi, Pembentukan Panitia dan Pengawasan Pilkades, Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Pendaftaran Bakal Calon Kepala Desa, Penetapan serta Pengumuman Calon Kepala Desa dan Pemungutan suara atau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa itu sendiri. Tahapan ini tidak boleh ada yang terlewat,” ujar Mahmudin.

Bupati Bojonegoro, Anna Mu’awanah melalui virtual meminta agar pelaksanaan Pilkades Serentak Gelombang pertama ini harus disiapkan regulasi yang jelas. Jika memungkinkan pembentukan Tim pelaksana dan pengawas agar pelaksanaan sesuai Perundang-undangan. Agar seluruh tahapan pelaksanaan tidak memunculkan masalah dikemudian hari.

“Konstelasi politik pada Pilkades sangat tinggi, karena berbenturan langsung dengan lingkungan sekitar bahkan kerabat. Sehingga kita upayakan regulasi untuk meminimalisir benturan-benturan sosial dan juga dampak paska Pilkades itu sendiri, saya ingin ini menjadi pesta rakyat dan rakyat harus bahagia saat Pilkades digelar, bukan malah berujung gegeran.” ujar Bupati,

Seperti diberitakan korandiva.co sebelumnya, bahwa 33 Desa di 21 Kecamatan dijadwalkan akan melaksanakan pesta demokrasi tingkat desa pada tahun ini. (*)

Bawang Merah Diserang Hama, Petani di Pati Resah

0

PATI.-

Petani bawang merah di Kabupaten Pati terancam gagal panen, setelah puluhan hektar tanaman bawang merah di Desa Ngurensiti dan Ngurenrejo diserang hama.

Beberapa bulan terakhir, para petani bawang merah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah megnaku resah. Serangan hama ulat daun dan virus yang merusak tanaman menjadikan panen bawang merah terancam gagal.

Lahan bawang merah yang diserang ulat daun dan virus diantaranya di Desa Ngurensiti dan Ngurenrejo Kecamatan Wedarijaksa, serta Desa Langgenharjo Kecamatan Juwana.

Daun bawang merah yang biasanya hijau berubah menjadi kuning kering. Lama-kelamaan tanaman bawang merah yang berusia 1 bulan hingga mendekati panen mengering dan tidak bisa tumbuh besar. Selain memakan daun, ulat juga memakan tunas bawang.

Meski sudah melakukan pengendalian hama dengan menyemprotkan pestisida dan membuat jaring, namun tetap saja tanaman bawang merah digerogoti hama ulat dan virus.

Salah satu petani bawang merah, Pujiyanto mengaku pusing dan pasrah karena harga obat-obatan untuk hama sangat mahal.

“Kami kehabisan uang di operasional tanaman bawang merah, dan petani bisa mengalami kerugian puluhan juta juta rupiah. Kerugian itu meliputi biaya tanam, pembelian bibit dan obat pengendali hama,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Indra selaku Kades Ngurensiti. Dirinya berharap untuk obat-obatan tanaman yang bisa menanggulangi hama penyakit bisa disubsidi oleh pemerintah.

“Saya berharap dari dinas pertanian ada perhatian khusus untuk para petani di desa,” ungkapnya (06/06/2022).

“Serangan ulat dan virus pada tanaman bawang merah diduga terjadi karena anomali cuaca di wilayah Kabupaten pati,” katanya. (*)

Hadiri Silatnas Di Palembang, Kosti Sidoarjo Mampir Kota Ledre

0

BOJONEGORO –

Komunitas Sepeda Tua Indonesia (KOSTI) Sidoarjo yang tergabung dalam Tim Onthelis Laskar Jenggolo lintasi kota ledre Bojonegoro. Komunitas yang identik dengan sepedah tua dan sebagian besar anggotanya sudah tidak muda lagi itu rencananya akan menghadiri SILATNAS (Silaturahmi Nasional) di Palembang. 06/06/22.

Sesampainya di kota Ledre, rombongan disambut oleh Kosti Bojonegoro dengan penuh kehangatan, laksana pejuang pulang selepas perang. H.Gatut Amansari selaku ketua Kosti Bojonegoro sampaikan selamat datang pada laskar Jenggolo sembari memberikan jamuan layaknya kedatangan tamu kenegaraan.

” Selamat datang… Selamat datang saudaraku,” ujar Gatut sembari berpelukan dengan ketua rombongan. Dengan didampingi Sekum Kosti Bojonegoro, Sayuti, pertemuan itu terasa memutar kembali memori masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Layaknya tentara republik kala itu yang penuh semangat bertemu saudara seperjuangan.

Lanjut Gatut, biasa ketua Kosti Bojonegoro itu dipanggil.” Mereka mampir di Bumi Malowopati untuk melanjutkan perjalanan ngontelnya ke Palembang melalui rute Cepu, Grobogan, Semarang dan berlayar sampai lokasi Silatnas di Palembang Sumatera Selatan. Salut saya dengan Laskar Jenggolo, mas lihat sendiri kan, usia mereka sudah tidak muda lagi, tapi semangatnya patut diacungi jempol,” kelakar Gatut sembari meneguk air mineral yang digenggamnya.

Dalam menyambut rombongan itu, ketua Kosti Bojonegoro juga didampingi tokoh tetua Onthelis kawakan, Mbah Usman Efendi. Tubuh rentannya tidak mengurangi semangatnya, Mbah Usman juga ikut ngontel mengantar rombongan Laskar Jenggolo Sidoarjo sampai batas keluar kota Bojonegoro. Dengan semboyan Satu Sepeda Sejuta Saudara kami bangga mengantar rekan-rekan Onthelis Jenggolo Kosti Sidoarjo,” ungkap Mbah Usman sembari menyeka keringat dikeningnya. Setelah saling berswa foto sebagai kenangan, ketua rombongan Laskar Jenggolo, Bambang Supodo berpamitan untuk melanjutkan perjalan.” terima kasih Mas Gatut dan rekan-rekan Kosti Bojonegoro,” pungkas Bambang. (*)

Optimalkan Produk Kelor, PT. Moringa Ingin Bersinergi dengan Pemkab Blora

0

BLORA.-

Setelah memiliki jaringan penjualan di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, Korea Selatan, dan negara-negara lain di Benua Afrika, Eropa, serta Amerika, kini PT. Moringa Organik Indonesia yang memiliki lahan perkebunan kelor di Desa Ngawenombo Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora akan lebih fokus memasarkan produk herbal organik.

COO & Marketing PT. Moringa, Rizal menjelaskan yang dimaksud produk herbal organik yaitu komoditas tanaman yang diolah untuk dijadikan produk obat-obatan herbal seperti halnya, jahe merah, kelor, buah-buahan, dan tanaman herbal alami.

“Produk tersebut selain untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, juga untuk diekspor ke luar negeri seperti China, Singapura, Malaysia, dan bahkan Amerika,” tandas Rizal.

PT. Moringa Organik Indonesia yang berdiri sejak Tahun 2012 dan bergerak di bidang Suplemen ini memiliki potensi besar untuk menambah PAD (pendapatan asli daerah) Kabupaten Blora dari sektor pajak swasta.

Karena itu Rizal berharap bisa bersinergi dengan Pemkab Blora untuk mendirikan industri herbal secara profesional yang bisa berdampak positif yaitu mengurangi pengangguran di Blora.

“Sumber daya alam yang ada sekarang ini belum bisa dioptimalkan karena sumber daya manusia (SDM) nya yang masih terbatas. Karena itulah kami butuh ada sinergi dengan Pemkab,” tandasnya. (*)

Bumikan Silaturahmi, Pengurus KPTR Manteb Blora Jenguk Keluarga Anggota yang Sakit

0

BLORA.-

Mendengar salah satu anggota pengawas koperasi sedang mengalami ujian dari Allah SWT, para pengurus Koperasi Petani Tebu Rakyat Mandiri Tebu (KPTR Manteb) Kabupaten Blora, Minggu (5/6/2022) langsung melaksanakan silaturahmi ke Kabupaten Grobogan.

Ketua KPTR Manteb Blora Bambang Sulistya mengatakan, bahwa kunjungannya ke rumah Murmin di Purwodadi, Grobogan untuk menjenguk istri pengawas koperasi tersebut yang sempat mengalami kecelakaan.

“Sementara Pak Murmin yang merupakan seorang anggota militer, bulan depan juga akan memasuki purna tugas,” ujar Bambang Sulistya.

Menurut Bambang, silaturahmi dilakukan sekaligus dalam upaya menumbuhkan semangat kekeluargaan, keguyuban, kerukunan dan kebersamaan keluarga besar Koperasi Petani Tebu Rakyat Mandiri Tebu (KPTR Manteb) Kabupaten Blora.

Ikut dalam kegiatan silaturahmi diantaranya KH.Abu Nafi (Ketua Pengawas Koperasi), Suwignyo (bendahara koperasi), dan Suti (karyawati koperasi).

“Saya bersyukur, di tengah kesibukan yang luar biasa KH Abu Nafi masih dapat menyempatkan diri untuk ikut bersilaturahmi. Karena beliau saat ini mendapat amanah menjadi Anggota DPRD Provinsi Jateng,” ujar Bambang Sulistya.

Menurutnya, KH Abu Nafi yang juga mantan Wakil Bupati Blora itu juga aktif sebagai mubaligh. “Ia seorang figur sosok pimpinan di Kabupaten Blora yang memiliki hobby bersilaturahmi,” sambungnya.

Karena kegiatan silaturahmi diyakini sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sangat bermanfaat baik di dunia maupun diakhirat nanti.

Disamping berbagai keutamaan lainnya, yaitu, menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama umat, menjadi makhluk yang paling mulia, dijauhkan dari api neraka.

Kemuduan, dapat memperoleh tambahan ilmu dan hikmah hidup, memperpanjang umur serta melapangkan rezeki.

Sebagamana sabda Rasululallah SAW, “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali Silaturahmi” (HR Bukhari-Muslim).

“Ternyata keutamaan silaturahmi yang telah diungkapan oleh mbah Abu itu betul. Ketika sudah ketemu pak Murmin sekeluarga. Apalagi saat mendengar ungkapan pak Murmin selama menghadapi cobaan, mulai dari berbagai lika-liku ikhtiar untuk mencari kesembuhan,” bebernya.

Juga, sampai menata hati untuk belajar sabar dan syukur. Bahkan ada berbagai kejadian terungkap penuh dengan keajaiban dan mesteri yang makin meningkatkan diri kepada Ilahi Tuhan Yang Maha penyembuh.

“Ketika saya mendengar semua cerita dari pak Murmin dari awal sampai akhir semakin meyakinkan kepada saya bahwa kegiatan silaturahmi memiliki manfaat yang luar biasa,” ungkapnya.

Mampu membangkitkan rasa simpati dan empati serta mampu menggugah nurani untuk semakin taat melaksanakan perintahNya dan menjahui laranganNya.

Ada ungkapan bijak bahwa hidup ini anugrah, waktu adalah kesempatan maka manfaatkan waktu yang kita miliki saat ini untuk berbuat baik, tetap rendah hati dan terus tebarkan cinta kasih kepada sesama.

Niscaya hidup kita akan damai, sejahtera dan bahagia dunia dan akherat. “Semoga ujian pak Murmin segara berahkir dan membuahkan kelimpahan kebahagian dan kesuksesan,” harapnya.

Disisi yang lain mari kita semua mumpung masih diberi kesempatan untuk melihat matahari jadikan kegiatan silaturahmi menjadi kebutuhan hidup agar disisa hidup ini menjadi barokah dan bermanfaat bagi banyak orang. (*).

Khawatir PT.Rekind Berkelit Dari Kesepakatan, Sahudi : Saya Akan Kawal Sampai Tuntas

0

BOJONEGORO –

Paska Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang dihelat Komisi B DPRD Bojonegoro, 11/05/22 yang lalu dengan menghadirkan PT. Rekind (Rekayasa Industri) dan juga Pertamina EP Cepu (PEPC) di ruang paripurna gedung wakil rakyat atas keluhan warga yang belum dibayar invoice nya oleh Rekind, Sahudi yang saat itu menjadi pimpinan sidang menyatakan kepada korandiva.co akan mengawal hasil kesepakatan tersebut hingga tuntas, 06/06/22.

Sahudi menegaskan,” saya tidak punya kepentingan apapun, saya hanya memperjuangkan warga yang hak nya belum dipenuhi Rekind,” ujarnya dengan tegas. Jangan sampai hingga batas waktu yang disepakati saat RDP dulu itu Rekind masih terus berkelit dengan 1001 alasan lagi.

Hingga saat ini saya belum tahu progresnya mas, apakah sebagian sudah mulai dibayarkan atau belum sama sekali. Saya juga minta maaf karena saat RDP yang lalu tidak menghadirkan Subkon / Vendor, sebenarnya saya juga ingin mendengarkan keluhan mereka beserta data yang mereka miliki,” ungkapnya dengan nada geram.

Ini memalukan, perusahaan negara kok selalu berkelit untuk melunasi hutangnya, apalagi menyangkut vendor lokal yang sudah lama menjerit karena modal kerjanya berasal dari skema hutang di bank. Saya heran, maunya Rekind itu apa ! Apa mereka kesulitan keuangan karena merelokasi pembayaran dari PEPC untuk mengerjakan proyek dilain tempat ! Ujar laki-laki gaek yang juga menjadi Ketua DPC Partai Gerindra Bojonegoro itu.

Dalam pantauan korandiva.co paska RDP digedung dewan itu memang Rekind belum melakukan pembayaran kepada vendor yang rata-rata invoice nya sudah 1 tahun berjalan. Malah mereka saat ini sedang akan melakukan sosialisasi Gas In di 4 lokasi, bukanya menyelesaikan kewajibanya dulu melunasi pembayaran pada para vendor.

“Saya akan kawal, saya tidak mau hal ini berkepanjangan. Jika perlu dewan akan gelar pertemuan ulang dengan menghadirkan semua vendor yang invoice nya belum dibayar oleh Rekind,” pungkasnya. (*)

Namanya Sering Disebut Dalam Kontestasi Pilkada Bojonegoro 2024, Yuntik : Saya Fokus Benahi Desa “DULU”

0

BOJONEGORO –

Siapa yang tidak kenal dengan sosok wanita tangguh, cerdas dan mandiri. Dengan seorang pengusaha sukses dan juga Kepala Desa yang berhasil menjadikan desanya dikenal luas karena mampu menciptakan destinasi wisata berkelas nasional. Dialah Hj.Yuntik Rahayu.

Ditengah rintik hujan yang lumayan deras, korandiva.co bertandang ke rumah ibu tiga orang anak yang hari itu genap berusia 42 tahun. Tentu di hari yang istimewa, Bu Yuntik biasa dia disapa mendapatkan banyak ucapan, baik dari warga sekitar maupun para kolega bisnisnya. Terima kasih kedatanganya,” ucap Yuntik kepada korandiva.co

Wanita mungil yang selalu terlihat anggun itu menyapa dengan senyuman khasnya,” silahkan duduk mas, begitu ucapnya, sambil menawarkan minuman dan menyuguhkan kue kering kepada semua yang hadir tak terkecuali awak korandiva.co. kehangatan dan keakraban terlihat didalamnya.

Warga datang silih berganti, mengucapkan selamat atas bertambahnya umur, sembari mendoakan pengusaha sukses dibidang kontraktor itu agar selalu diberikan umur panjang dan keselamatan. Saya trenyuh melihat warga saya sebegitunya,” ujar Yuntik yang malam itu menggunakan setelan bahan jeans warna biru muda dipadu dengan kerudung krem.

Tanpa basa basi, korandiva.co menanyakan pada Yuntik tentang namanya yang sering disebut akan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah Bojonegoro 2004 nanti, dengan sigap Yuntik menjawab,” Ojo Kesusu sambil tertawa lepas dan membetulkan posisi kerudungnya. Saya ingin fokus membenahi desa saya “Dulu” mas,” kilahnya lagi.

Pilkada masih lama kok sudah ditanyakan sekarang, lha saya ini siapa to kok sampai jadi bahan pembicaraan soal pilihan bupati,” Yuntik melanjutkan. Masing-masing orang punya hak mas, menginginkan siapa pemimpinya, kita tidak boleh melarangnya to.

” Wis pokoke aku ape ngurusi desoku sik, piye carane tambah apik, tambah maju, kabeh wargaku seneng, cukup sandang, pangan papan. (Sudah pokoknya saya akan urus desa saya dulu, gimana caranya tambah bagus, tambah maju, semua warga saya bahagia, cukup pakaian, makanan dan tempat tinggal : red),” pungkasnya. (*)

Setelah 12 Hari, Korban Tenggelam di Sungai Gandong Ditemukan

0

BOJONEGORO –

Dua pekan yang lalu, warga dihebohkan dengan kabar tenggelamnya bocah 12 tahun di Sungai Gandong Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Kamis 26/05/2022.

Akhirnya, korban bernama Ahmad Teguh Prasetyo, warga Desa Sedahkidul, Kecamatan Purwosari, tersebut ditemukan di aliran Sungai Bengawan Solo turut Desa Ngraho, Kecamatan Gayam, sekitar pukul 05.30 Wib dalam keadaan tidak bernyawa dan sudah mulai membusuk.

Menurut keterangan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, Agus Purnomo,” korban tenggelam ditemukan Marmi (60) saat sedang mencari kayu di sekitar Sungai Bengawan Solo pagi tadi. Selanjutnya, Marmi memberitahukan kepada warga dan perangkat desa.
“Korban ditemukan sekitar pukul 05.30 pagi. Saat menerima laporan BPBD Bojonegoro bersama Tim SAR gabungan melakukan evakuasi jenazah di aliran Bengawan Solo,” terangnya.

Agus menambahkan, setelah dievakuasi jenazah korban tenggelam langsung dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo untuk dilakukan visum. Hasilnya diketahui jenazah tersebut adalah identitas korban yakni Ahmad Teguh Prasetyo. Sebelumnya, lanjut dia, korban yang tenggelam di Sungai Gandong, Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari sudah dilakukan pencarian selama tiga hari hingga pencarian dihentikan sementara. Namun, kini jenazah korban telah ditemukan.

“Seperti dalam pemberitaan sebelumnya, peristiwa tenggelamnya bocah 12 tahun yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu terjadi sekitar pukul 14.00 Wib saat korban ikut pamannya memanen jagung di sekitar Sungai Gandong dan terpeleset, Kamis (26/5/2022) lalu,” ujarnya.
“Ya, 12 hari mulai dari awal kejadian hingga akhirnya korban ditemukan,” pungkasnya. (*)

Koramil Kedewan Gelar Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat Ke XIX Di Desa Hargomulyo Dan Kawengan

0

BOJONEGORO –

Koramil 23/Kedewan, Kodim 0813 Bojonegoro, kembali melaksanakan karya bakti pembersihan di seputaran kiri kanan jalan desa, Minggu (5/6/2022) pagi, bersama warga masyarakat 2 Desa yakni, Desa Kawengan dan Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, kompak menggelar kegiatan karya bakti bersama. Kegiatan ini dalam rangka Dukung BBGRM XIX Bojonegoro serta meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan menjalin persaudaraan mewujudkan kerukunan.

Dengan kegiatan seperti ini, kedekatan anggota TNI dengan berbagai lapisan masyarakat di wilayah binaan ini pun, tak diragukan lagi. Hal tersebut, merupakan upaya dalam mendukung pemerintah daerah guna memaksimalkan tugas pemberdayaan pertahanan wilayah khususnya wilayah matra darat.

Masyarakat pun menyambutnya dengan sangat antusias, puluhan masyarakat turut terlibat dalam kegiatan karya bakti ini, selain anggota TNI (Babinsa) juga ada Bhabinkamtibmas, Kepala Desa Kawengan, Sapto, Kepala Desa Hargomulyo, Sukir, beserta perangkatnya, serta seluruh Ketua RT/RW masing-masing desa dan warga sekitar, semuanya berbaur.

Dikatakan Bati Tuud Koramil 0813-23/Kedewan, Peltu Ali Mukson, bahwa selaku Aparat Teritorial (Apter), Babinsa harus mampu membina, mengajak dan mengarahkan warga di wilayah binaan masing-masing. Lanjut Peltu Ali Mukhson, bahwa Babinsa harus menjadi teladan dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Seperti yang dilaksanakan pagi ini, turut memberikan motivasi bahu-membahu, bergotong-royong membersihkan jalan poros di dua lokasi.

“Ini salah satu upaya untuk menjaga serta memupuk semangat kegotong-royongan, yang sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Sehingga kegiatan seperti ini harus masif dilakukan sebagai wujud kekompakan, kebersamaan untuk bersama berperan aktif dalam mendukung kemajuan pembangunan. Karya bakti bersama ini juga wujud nyata adanya kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin mantap,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Hargomulyo Sukir, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur dan warga yang terlibat dalam kerja bakti tersebut. Menurutnya, kegiatan itu sekaligus juga bentuk untuk mendukung program Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIX yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tahun 2022 dengan tema ‘Melalui Momentum Bulan Bhakti Gotong Royong, Optimis Jatim Bangkit’.

“Budaya gotong-royong yang tumbuh dan berkembang di masyarakat perlu terus dilestarikan guna memperkuat tali silaturami, rasa sosial serta persatuan dan kesatuan di masyarakat. Terima kasih sekali lagi kami ucapkan kepada jajaran TNI-Polri Kedewan dan warga masyarakat,” ungkapnya. (*)