Beranda blog Halaman 174

Tumbuhkan Semangat Nasionalisme Generasi Milenial Melalui Budaya Senyum

0

BLORA.-

Program siaran “Wredatama Menyapa” awal September 2022 digelar di LPPL Gagak Rimang, Radionya Wong Blora, Kamis malam (1/9/2022). Tema yang diusung adalah upaya menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi milenial.
Ketua Persatuan Wredatama Republik Idonesia (PWRI) Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya mengatakan, setelah dua tahun vakum dalam memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia, baru pada Tahun 2022 ini berbagai elemen masyarakat menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 dengan menggelar berbagai kegiatan yang mampu membangkitkan semangat nasionalisme.
Mulai dari pembuatan umbul-umbul beraneka warna, pemasangan bendera merah putih, upacara bendera, berbagai macam lomba tujuh belasan, kegiatan tirakatan, karnawal pembangunan hingga munculnya gerakan nasional pembagian 10 juta bendera merah putih kepada masyarakat.
“Lalu muncul sebuah pertanyaan dari lubuk hati yang paling dalam, apakah selama ini semangat nasionalisme dari para generasi muda mulai memudar,” tanya Bambang Sulistya yang pernah menjabat Sekda Blora itu.
Untuk memberi respon atau tanggapan terhadap ungkapan tersebut ada baiknya kita memahami pengertian tentang nasionalisme agar tidak gagal paham.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia(KBBI) Nasionalisme adalah paham (ajaran) untuk mencintai bangsa dan negara sendiri.
“Pengertian lain, nasionalisme adalah kesadaran keanggotaan dalam suatu bangsa yang potensial dan aktual untuk mempertahankan, mengabdikan dan memakmurkan semangat kebangsaan,” paparnya.
Ada yang memaknai nasionalisme wujud rasa cinta dan bangga pada bangsa dan tanah air tanpa memandang rendah bangsa lain.
Nasionalisme ini muncul karena faktor dari dalam dan faktor dari luar. Faktor dari dalam terjadi karena adanya penderitaan dan kesengsaraan dari rakyat serta keinginan untuk menikmati kebebasan dan kemakmuran.
Sedang faktor dari luar dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat dan canggih serta berbagai budaya dari luar dan paham seperti hendonisme, liberalisme, radikalisme dan humanisme.
“Sehingga muncul di masyarakat saat ini berbagai sikap yang bertolak belakang dari semangat nasionalisme,” terangnya.
Diantaranya meliputi, lebih mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok dan golongan sendiri.
Mudah bersumbu pendek dan bertindak negatif dengan menciptakan kepanikan, kekerasan, keonaran, intoleran, memecah belah persatuan dan kesatuan serta kebiasaan menebar berita hoaks.
Selanjutnya sikap keras kepala, egois, ambisius dan kurang beretika dalam pergaulan di masyarakat.
Demikian pula adanya perilaku yang menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan pribadi.
“Kondisi itulah bisa dijadikan indikasi bahwa rasa nasionalime di kalangan generasi milenial makin menurun,” terangnya.
Upaya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sangat penting bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.Karena sebagai upaya menjaga keutuhan persatuan kesatuan bangsa dan meningkat ketahanan nasional serta menjaga martabat bangsa di hadapan dunia.
“Generasi muda atau melenial adalah generasi penerus bagi keberlanjutan kehidupan suatu bangsa,” jelasnya.
Bangsa akan maju dan tangguh kalau generasi mudanya memiliki sikap nasionalisme yang tinggi.
Guna mewujudkan hal tersebut ada berbagai upaya untuk menumbuhkan semangat nasionalisme bagi generasi milenial melalui pengamalan Budaya Senyum.
“Bukan dimasudkan senyum yang merupakan sedekah paling mudah dan dapat memupuk hubungan baik antara sesama anak bangsa serta mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit,” tuturnya.
Namun yang dimaksud senyum di sini ada sebuah akronim yang mampu mewujudkan semangat nasionalisme yang maknanya sebagai berikut.
Diawali huruf (S): Setia kepada Pancasila sebagai idologi Negara dan Bangsa Indonesia. Siap melaksanakan nilai-nilai yang terkandung didalam Pancasila sebagai pandangan hidup yang mampu mempersatukan dalam berbangsa dan bernegara.
Saling menghormati dan bekerja sama dengan penganut agama dan kepercayaan lain.Tidak memaksakan kehendak dalam bermusyawarah dan menjujung tinggi hak asasi manusia dalam kehidupan sehari hari.
Selanjutnya huruf (E): Empati dan peduli dengan lingkungan hidup yang diujudkan melaluhi kegiatan sedekah bumi berupa penanaman dan pemeliharaan tanaman penghijauan.
Sehingga tercipta lingkungan hidup yang bersih, sejuk, nyaman, indah penuh kedamaian. (N): Nguri-nguri penuh kasih sayang dalam melestarikan aneka ragam budaya Indonesia.
“Banyak sekali warisan budaya yang dapat diperkenalkan kepada generasi melenia mulai dari wayang,berbagai jenis tarian, lagu, alat musik, rumah adat dan beragam cerita legenda daerah,” kata Bambang Sulistya.
Langkah sederhana ini tak sekedar memberikan wawasan tetapi juga sebagai pelajaran untuk menghormati warisan budaya dari para pendahulu kita.
Huruf (Y): Yakinkan kepada generasi milenial agar bisa sukses dalam kehidupan harus siap belajar menghargahi perbedaan dan saling menghormati.
Karena Indonesia adalah negara multikultural dengan berbagai ras, suku, agama dan budaya didalamnya.
Tanamkan sejak dini mengenahi perbedaan perbedaan yang ada dan Allah menciptakan manusia dengan beragam perbedaan untuk kebaikan manusia itu sendiri.
Berikutnya huruf (U): Upayakan secara intensif untuk memperkenalkan generasi melenia Sejarah Indonesia.
Terutama kisah-kisah kepahlawanan dan sejarah terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Hal itu sangat bermanfaat untuk menanamkan nilai positif dan kebaikan seperti semangat berjuang yang siap berkorban harta, jiwa dan raga.
“Sikap pantang menyerah dan semangat gotong royong, serta berani mengambil tanggung jawab atas risiko setiap keputusan yang diambil,” tegasnya.
Huruf terakhir (M): Mencintai produk dalam negeri yang diyakini memiliki kwalitas baik.Sehingga tidak merasa minder atau kurang percaya diri memakai hasil karya bangsa sendiri.
Seperti memakai kain batik dan baju kebaya bagi kaum wanita dalam setiap menghadiri resepsi bahkan telah diberikan teladan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo saat melantik para menteri semua memakai batik.
Demikian pula saat jemaah haji Indonesia berangkat ke tanah suci dan pulang dari tanah suci ke Indonesia semua jemaah haji pakai seragam batik.
“Demikian berbagai ikhtiar dalam rangka menumbuhkan semangat nasionalisme kepada generasi milenialsemoga dapat membangun jiwa anak bangsa menjadi lebih kuat dan tangguh serta memiliki sikap patriotisme dalam menghadapi tatangan zaman semakin komplek,” ungkapnya. (*).

Jajaran Polsek Kunduran Dampingi Kegiatan Vaksin PMK di Desa Kalangrejo

0

BLORA.-

Dalam rangka mencegah merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di sebagian wilayah Kabupaten Blora, khususnya di wilayah Kecamatan Kunduran, Polsek Kunduran Polres Blora Polda Jawa Tengah, Aipda Sugito bersama Babinsa, Koramil Kunduran dan Tim dari Dinas Peternakan Kabupaten Blora, Jumat (2/9/2022) melaksanakan kegiatan Vaksin pada ternak sapi milik warga di Dukuh Kerduan Desa Kalangrejo.
Kapolsek Kunduran Iptu Kumaidi mengatakan, bahwa pendampingan vaksinasi PMK yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas adalah untuk membantu kelancaran dalam kegiatan tersebut.“Saya harapkan Vaksinani PMK berjalan lancar dan semua masyarakat agar selalu menjaga kebersihan kandang rumah masing masing,” ucap Kapolsek.
Salah satu warga bernama Mulyono mengucapkan banyak terima kasih dan mengaku lebih tenang. “Semoga saja ternak warga Desa semua dalam keadaan sehat,” ujarnya. (*)

Usia 103 Tahun, Mbah Surip Hidup Sebatangkara di Desa Plantungan-Blora

0

BLORA.-

Surip Sastro adalah warga Desa Plantungan Kecamatan Blora Kabupaten Blora. kakek berusia 103 tahun hidup sebatang kara, tidak punya sanak saudara.
Saat ditemui awak media, kakek yang mengaku pernah menikah lima kali itu menyampaikan semua kebutuhan sehari-hari dia kerjakan sendiri. “Saya hidup di sini tidak ada saudara, mulai dari masak, mencuci, sampai menanam ketela sendiri,” ujarnya.
Walaupun usianya sudah cukup tua, tetapi indra mata dan pendengarannya masih jelas. Mengaku lahir Tahun 1919 berarti Surip sekarang sudah berusia 103 Tahun. Tetapi untuk bertanam ketela dan mencangkul dia masih kuat. “Saya pernah menikah lima kali tapi tidak dikaruniai anak,” tambahnya.

Sementara itu Kades Plantungan Endang Susana saat dikonfirmasi membenarkan kalau Mbah Surip Sastro itu warganya. Perihal umurnya, kalau sesuai KTP lahir Tahun 1919. “Tetapi saya yakin dia lahir sebelum tahun itu, karena pada zaman Belanda membangun Waduk Tempuran, mbah Surip sudah mencari rumput atau ngarit,” paparnya.
“Di desa ini juga ada nenek-nenek yang usianya juga 100 tahun lebih, tetapi hanya bisa berbaring. Kalau Mbah Surip, Alhamdulillah sampai saat ini belum mengalami pikun dan masih sehat,” tandasnya. (*)

Apdesi Tak Lagi Dukung Jokowi 3 Periode

0

JAKARTA.-

Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) tak lagi mendukung wacana Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjabat selama tiga periode.
Mereka menjajaki mencari bakal calon presiden (capres) lain untuk Pilpres 2024. Apdesi dan empat organisasi pemerintahan desa menggelar gerakan Desa Bersatu untuk mencari nama capres.
“Kalau konstitusi menyatakan menutup keran untuk itu, maka kita harus patuh terhadap konstitusi. Pak Surta (Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya) bukan mendukung tiga periode, tapi sedikit mengampanyekan,” kata Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi Apdesi Asri Anas dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/9).
Asri menyebut wacana presiden tiga periode sudah basi. Menurutnya, MPR juga telah memberi sinyal tak akan melakukan amandemen konstitusi pada sidang tahunan kemarin.
Desa Bersatu akan dimulai dengan prakonvensi yang dihelat di Jakarta, Oktober 2022. Lalu akan ada lima konvensi di lima daerah untuk membahas usulan capres. Keputusan final akan dikeluarkan di Konvensi Final Desa Bersatu di Jakarta pada Juni 2023.
Para perangkat desa akan membahas tujuh nama bakal capres selama konvensi. Tujuh nama tersebut akan ditetapkan pada prakonvensi bulan depan.
“Contoh ini ya, misalnya Puan, Airlangga, Anies, Prabowo, AHY, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno, misalnya tujuh. Tujuh nama ini tentu dianalisa, memungkinkan calon presiden atau tidak,” ujar Asri.
Sebelumnya, Apdesi menarik perhatian publik dengan menyatakan dukungan terhadap wacana presiden tiga periode. Hal itu disampaikan Ketua Umum Apdesi Surta Wijaya setelah bertemu Jokowi.
“Habis lebaran kami deklarasi. Teman-teman di bawah, kan ini bukan cerita, ini fakta,” ujar Surta saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (29/3).
Gerakan itu menyurut setelah Apdesi digempur kritik dari berbagai pihak. Wacana presiden tiga periode juga tenggelam dari ruang publik setelah Presiden Jokowi meminta anak buahnya tak lagi membahas hal itu. (*)

Bagikan 10 Juta Bendera untuk Sesarengan Bangun Blora

0

BLORA.-

Di penghujung bulan Agustus 2022, Bank Jateng Cabang Blora bekerja sama dengan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora membagikan 10 juta bendera merah putih kepada masyarakat Blora yang diwakili 100 orang dari berbagai strata dalam kehidupan di masyarakat. Mereka adalah para tukang becak, pedagang kaki lima, pengangkut sampah, Satpam Perumnas Karangjati, petugas kebersihan, pemulung, petugas kantor (PWRI, Veteran dan Pepabri), buruh bangunan, dan masyarakat umum.
Bendera dibagikan pada hari Rabu (31/8/2022), usai masyarakat menjalankan aktivitas olahraga di Lapangan Kridosono, Blora. Suasana pembagian bendera yang bisa menumbuhkan semangat nasionalisme itu menjadi pemandangan menarik dan bersejarah. Selain diberikan bendera, semua peserta juga diberi paket makanan pagi secara gratis.
Kegiatan pembagian bendera diawali pembacaan doa yang dipimpin oleh salah satu peserta bernama Sadikin. Sebelum melatunkan doa, Sadikin mengajak para peserta yang hadir untuk memekikkan kata “Merdeka” hingga tiga kali lalu mengucap, bahwa kita bangsa Indonesia harus bangga memiliki bendera merah putih yang mampu memberi spirit nasionalisme untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.
Ia juga mendoakan, semoga Bank Jateng Cabang Blora tetap maju dan jaya dalam berkarya di Blora Mustika.
Bank Jateng Cabang Blora Pimpinan Aqum Salimi yang diwakili Bayu Meidianto menyampaikan, bahwa di dalam momentum hari Kemerdekaan RI ke-77, Bank Jateng Cabang Blora turut serta membangun Kabupaten Blora dengan berbagai kiprah diantaranya memberikan pelayanan perbankan yang optimal kepada masyarakat.
“Selalu memberikan dukungan dan berkontribusi positif kepada pelaksanaan pembangunan dalam program Pemerintah Kabupaten Blora,” terangnya.
Berikutnya lanjut Bayu, melaksanakan program sosial kemasyarakatan dalam rangka pemulihan ekonomi masyarakat di Kabupaten Blora.
Ia juga memohon doa restu dan dukungan kepada peserta yang hadir agar Bank Jateng Cabang Blora dapat melaksanakan tugas tersebut dengan lancar dan sukses.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku Ketua PWRI Kabupaten Blora memberikan apresiasi positif kepada Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora atas kegiatan berbagi yang berkontribusi positif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah situasi masyarakat yang sedang mengalami berbagai cobaan dan musibah.
“Semoga langkah yang mulia ini mampu memberi teladan bagi berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan semangat nasionalisme,” kata Bambang.
Karena saat ini rasa nasionalisme harus semakin dipupuk dan ditanamkan pada diri sanubari kita bangsa Indonesia.
Mengingat nasionalisme adalah sebuah perasaan cinta dan kebanggaan yang tinggi kepada Tanah air sehingga terbentuk kesetian kepada negara.
“Dan semua rakyat Indonesia harus memiliki tanggung jawab agar rasa nasionalisme tidak luntur karena pengaruh aliran sesat dan kemajuan tehnologi serta informasi,” ungkapnya.
Sepenggal pantun yang ditulis oleh H. Soedadyo Sekretaris PWRI Kabupaten Blora, dilantunkan;
Gegap gempita dan suka cita anak bangsa bergelora di lapangan Kridosono Blora, ketika mereka menerima bendera merah putih dan makan pagi bersama.
Guna memantabkan semangat nasionalisme dan kebersamaan kita. Bersama Bank jateng Cabang Blora kita berkarya, Merdeka. (*).

Rayakan Ultah ke-25, SMAN 1 Jepon Gelar Bazar bersama UMKM Blora

0

BLORA.-

Dalam merayakan Hari Ulang Tahun ke-25, SMA Negeri 1 Jepon Kabupaten Blora mengadakan basar bersama UMKM Kabupaten Blora di lapangan sekolah, Rabu (31/08/2022).
Kepada wartawan, Kepala SMA 1 Jepon, Budi Santoso S.Pd. mengaku sangat bahagia bisa menyaksikan kemeriahan acara ultah sekolah yang dipimpinnya.
“Semoga kedepannya bisa makin jaya dan terus berinovasi demi anak didik kami semua,” ungkapnya.
Di bidang olahraga menurut Budi, siswa-siswi SMA 1 Jepon memiliki integritas tinggi seperti pencak silat dan futsal. Untuk olahraga futsal putri sudah masuk di tingkat Nasional dan untuk Genre sudah masuk tingkat Provinsi.
“Potensi yang lain, siswa-siswi sekolah ini juga terpilih menjadi duta wisata,” paparnya.
Budi berharap, kedepan anak didiknya bisa lebih semangat untuk terus meningkatkan bakat mereka. “Semoga mereka bisa membawa nama baik sekolah serta orang tua murid,” tandasnya.
Sementara itu salah seorang peserta bazar bernama Marsam mengaku senang bisa memamerkan dagangannya di acara ultah SMA 1 Jepon, karena dalam sehari dia bisa melakukan transaksi yang agak lumayan.
“Bagi kami selaku pedagang, kegiatan seperti ini sangat membantu perekonomian,” ujar Marsam. (*)

Karnaval HUT RI ke-77 di Desa Biting-Sambong Tampilkan Berbagai Kostum Unik

0

BLORA.-

Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-77 RI, Pemdes Biting menggelar kegiatan karnaval yang dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Minggu (28/8/2022). Pemberangkatan peserta karnaval dari garis Start dilakukan langsung oleh Kepala Desa Biting Ngatino dengan disaksikan oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat desa, BPD, LKMD, dan warga desa setempat juga warga desa tetangga.
Karnaval yang mengambil Start dan Finish di lapangan sepak bola Desa Biting Kecamatan Sambong itu berlangsung meriah. Dari rangkaian peserta karnaval ada yang mengenakan pakaian adat Jawa, pakaian beraneka ragam, serta kostum unik kura-kura yang berderet merayap sejajar dan masing-masing dinaiki seorang petualang.
Selain itu ada Ogoh- ogoh Bali, grup penari gerak dan lagu, andong hias, tank baja tiruan, pesawat tempur, mobil, dan lain sebagainya.
Taufiq Rohman,S.Pd,M.MPd selaku MC pada acara itu mengaku hadir bersama anak cucu. Dia mengaku senang bisa menyaksikan karnaval dengan jumlah peserta 1.700 orang yang tergabung dalam 17 kelompok itu.
“Karena hari juga libur, jadi saya sekeluarga ikut merayakan karnaval di lingkungan RT 02/ RW 03 Desa Biting sekaligus turut berpartisipasi mengisi kemerdekaan RI dengan melestarikan seni budaya bangsa,” kata Taufiq.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT ke-77 RI 17 Agustus 2022 Desa Biting, Rumristo mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan karnaval.
Dia menjelaskan, diadakannya karnaval bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan budaya dan kesenian yang disajikan oleh peserta karnaval.
“Kita harapkan tema HUT ke-77 RI yakni Pulih Lebih Cepat dan Bangkit Lebih Hebat ini terlaksana dengan pelaksanaan kegiatan yang penuh kreativitas peserta karnaval,” tandas Rumristo.
Jelang akhir acara, panitia mengumumkan hasil lomba karnaval antara lain: Juara I diraih SDN 1 Biting, Juara II SMP Negeri 2 Sambong, dan Juara III kelompok RT 02/RW 03 Desa Biting.
“Selain memperoleh piagam, para juara tersebut juga mendapatkan uang pembinaan yang besarannya sesuai peringkat juaranya,” kata Rumristo. (*)

Workshop Keselamatan Operasi Pertambangan di Blora Diikuti 50 Pelaku Usaha Tambang

0

BLORA.-

Bertempat di ruang pertemuan Sebara, Jepon Kabupaten Blora, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Cabang ESDM Wilayah Kendeng Selatan, pada Senin (29/8/2022) mengadakan Workshop Keselamatan Operasi Pertambangan.
Sedikitnya 50 perusahaan serta pelaku pertambangan di wilayah Blora dan sekitarnya, diundang dalam workshop ini. Menurut Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi pristiyanto, SH. MMA, kegiatan seperti ini sebenarnya secara berkala diadakan. “Namun karena Pandemi, baru diadakan lagi setelah hampir 2 tahun,” katanya.
Menurut Teguh, workshop seperti ini merupakan ajang pertemuan antara pelaku pertambangan dan pemangku kebijakan, dalam hal ini Dinas ESDM.


“Selain untuk menambah pengetahuan teknik dan keselamatan kerja, juga bagaimana menjaga lingkungan supaya tetap terjaga,” tambahnya.
Salah satu pemateri dari Inspektur Tambang ESDM penempatan Jawa Tengah, Sulistyo Pramudito, ST menekankan bagaimana pertambangan ini bisa berjaan dengan baik, untuk mensejahterakan masyarakat dan lingkungan terawat.
Sementara sambutan Kepala Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah, Dr. Ir. Sujarwanto Dwiatmoko, M.Si dibacakan oleh Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan, Teguh Yudi pristiyanto, SH. MM. (*)

Jaga Kekayaan Budaya, Desa Jipang Kembali Gelar Grebeg Suro

BLORA.-

Bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 serta dalam upaya mempertahankan dan menjaga kearifan lokal budaya di tengah arus modernisasi kehidupan, Pemerintah Desa Jipang, Kecamatan Cepu, Blora kembali menggelar Grebeg Suro Desa Jipang yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut dimulai dari tanggal 27 hingga 28 Agustus 2022.

Serangkaian kegiatan mulai dari pagelaran seni dan budaya, upacara adat, jamas pusaka, kirab budaya, karnaval hingga bazar UMKM disuguhkan selama acara Grebeg Suro di Desa Jipang. Hal itu membuat antusias masyarakat Desa Jipang maupun luar desa tidak ingin melewatkan momen kemeriahan serta keunikan memaknai tradisi penuh nilai seni dan budaya yang biasa digelar tiap tanggal 14 dan 15 bulan Suro menurut tradisi adat Jawa atau hitungan pada kalender Jawa.

Kepala Desa Jipang, Ngadi mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir kegiatan kirab sempat ditiadakan karena Pandemi. “Untuk di masa pandemi kita laksanakan hanya kegiatan ritual,” ujarnya. Walaupun hanya ditopang anggaran desa, Ngadi berharap pada tahun mendatang pihaknya bisa melaksakan kegiatan grebeg yangg lebih besar.

“Kedepan kami ingin menata UMKM di desa agar menjadi daya tarik untuk promo wisata religi yang ada di Makam Gedong Ageng,” tambahnya.

Prosesi Jamas Pusaka

PROSESI ADAT
Pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022, suasana malam pada hari pertama Grebeg Suro Desa Jipang, acara Lamporan, Ritual Kidung Sembogo Wiro Jogo, Jamas Pusaka, Pagelaran Seni dan Kirab Pusaka serta prosesi-prosesi adat lainnya yang dilaksanakan pada malam hari meramaikan suasana malam yang dimulai pada pukul 20:00 WIB hingga prosesi akhir pada pukul 24:00 WIB.

Sementara pada puncak acara, Minggu, 28 Agustus 2022 masyarakat dan para peserta kirab berjalan keliling desa yang dimulai dari kediaman Ngadi, Kepala Desa Jipang menuju Makam Gedong Ageng sambil membawa obor dan tanpa berbicara sepatah kata selama prosesi berlangsung.

Di sepanjang jalan di Desa Jipang, nyala api obor (lampu tradisional yang terbuat dari bambu dan diisi minyak tanah dengan sumbu dari kain) menggantikan nyala lampu modern atau listrik di malam hari, serta diiringi kekompakan warga desa jipang dalam melakukan kegiatan rondan (patroli berjaga keliling desa).

BAZAR UMKM
Sementara itu untuk sesi Jamas Pusaka (membersihkan benda pusaka warisan leluhur dengan cara mencuci atau memandikan menggunakan air kembang untuk membuat harum serta mengkilap) yang di lakukan oleh para sesepuh serta orang-orang terpilih dari Kadipaten Jipang menjadi prosesi yang paling menarik penuh makna tinggi, sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur-leluhur serta menjaga kelestarian dan membangkitkan tradisi budaya desa tersebut.

Sebagai perwujudan bentuk rasa syukur atas nikmat dari hasil bumi yang di peroleh masyarakat Desa Jipang, pada pelaksanaan hari kedua Grebeg Suro Desa Jipang mulai pukul 09:00 WIB hingga pukul 12:00 WIB, dua gunungan hasil bumi (berisi berbagai macam buah-buahan hasil panen) dan beberapa nasi tumpeng serta di barengi dengan rombongan peserta kirab yang mengenakan berbagai macam busana adat Jawa, keraton, busana muslim, busana modern dan kostum karnival, diarak dari kediaman Kepala Desa Jipang menuju balai desa yang terletak di depan Makam Gedong Ageng, makam keramat desa setempat.

Kemudian pada puncak acara di hari kedua Grebeg Suro Desa Jipang, Dua Gunungan hasil bumi serta beberapa Nasi Tumpeng menjadi rebutan masyarakat Desa Jipang dan sekitarnya. Tak hanya warga Desa Jipang, namun, masyarakat dari luar desa hingga luar Kota Cepu ikut meramaikan serta menikmati suasana kemeriahan tradisi budaya yang di gelar pada bulan suro setiap tahunnya.

Bukan hanya prosesi-prosesi adat, ritual, kirab pusaka, pagelaran seni dan budaya, pertunjukan tari serta bazar UMKM, menjadi rangkaian keramaian dalam festival budaya Grebeg Suro Desa Jipang, yang di suguhkan sepanjang dua hari dua malam di desa tersebut dengan unsur kegotong royongan dan kebersamaan, agar Desa Jipang atau Festival Budaya ini menjadi tujuan dari Destinasi Wisata kebanggaan milik masyarakat jipang khususnya.

Karniva Agustina warga RT 07 RW 02 Desa Jipang

Karniva Agustina mewakili RT 07 RW 02 Desa Jipang yang mendapat Juara Harapan 1 lomba Nasi Tumpeng mengatakan dirinya merasa bangga dan senang bisa turut andil dalam pagelaran tersebut.

“Selain memeriahkan suasana Grebeg Suro, juga tentunya untuk menghargai dan menjaga tradisi budaya yang telah berjalan bagi generasi milenial seperti saya khususnya sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan “.

“Sejauh ini Desa Jipang cukup sukses membuat masyarakat bergotong royong meramaikan dan saling membantu melancarkan jalannya kegiatan ini. Semoga kedepan makin meriah dan makin jaya untuk Desa Jipang” tutup Karniva yang menghabiskan biaya untuk kostum dan makeup karnival sebesar 1,5 juta pada ajang Grebeg Suro ini.

Dengan menampilkan aneka Seni dan Budaya, Grebeg Suro Desa Jipang di laksanakan sepanjang dua hari penuh atas inisiatif dari masyarakat dan sesepuh desa, dengan melibatkan Pegiat Budaya, Forkompincam serta di bantu oleh seluruh lapisan masyarakat dari wilayah Kecamatan Cepu.

Selain untuk menjaga kekayaan budaya dan tradisi leluhur, juga untuk membangkitkan ekonomi Desa Jipang khususnya dari segi pariwisata dengan adanya Kirab Budaya serta agar dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dari Kota Cepu maupun yang berada dari luar daerah sebagai hiburan dan wisata budaya.

“Setiap ada Grebeg Suro Jipang saya selalu hadir bareng suami sama ngajak cucu juga, untuk mengenalkan kearifan lokal budaya sejak dini pada anak-anak. Karena acara seperti ini sangat menarik dan memiliki nilai makna budaya yang sangat tinggi di jaman modern sebagai pengingat untuk anak-anak kami, bahwa tradisi dan budaya itu masih ada dan harus di jaga. Selain itu juga untuk ikut berebut Gunungan dan Nasi Tumpeng, biar ikutan kena berkahnya juga secara tidak langsung,” ujar Tutik Tri Harmani salah satu warga dari Padangan, Bojonegoro, Jawa Timur.

Grebeg Suro Desa Jipang, memiliki daya tarik dan ikon kearifan lokal serta nilai sejarah yang di minati serta di nantikan oleh masyarakat sebagai kekayaan budaya yang patut untuk di jaga dan di lestarikan. (*)

Diduga Bermuatan Solar Illegal, Truk Tangki Kapasitas 24.000 Liter Diamankan Polres Blora

0

BLORA.-

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blora, Hari Jumat (26/08/2022) mengamankan satu unit truk tangki penganggkut solar Nopol L-9683-UO dengan kapasitas 24000 liter yang diduga bermuatan solar Illegal.
Kapolres Blora AKBP Fahrurozi, SIK, MM, MH melalui Kasat Reskrim AKP Supriyono, Senin (29/08/2022) membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan truk tangki pengangkut Solar ilegal. Saat diamankan truk tersebut habis selesai memindahkan Solar ke truk tangki yang kapasitasnya hanya 6000 liter.


“Untuk truk tangki yang diamankan berkapasitas 24.000 liter,” ungkap Kasat Reskrim sambil menambahkan, bahwa truk tersebut diamankan di Jalan Lingkar Baru Kecamatan Blora, Kabupaten Blora.
“Selain itu ada empat saksi, satu unit tangki, pompa air, selang biru dan kendaraan sebagai BB (barang bukti), jelas Kasat Reskrim. (*)