Beranda blog Halaman 175

Karnaval Desa Jiken, Bikin Macet Jalan Nasional Blora-Cepu Hingga 3 Km

0

BLORA.-

Kegiatan karnaval dalam rangka peringatan HUT RI ke-77 yang diselenggarakan Pemdes Jiken Kecamatan Jiken Kabupaten Blora menampilkan berbagai kesenian dengan warna warni dan kreasi pada Sabtu (27/08/2022).
Hal itu diakui oleh Kades Jiken Kecamatan Jiken, Sumani, bahwa kegiatan karnaval pada tahun ini sangat luar biasa dan meriah. Jumlah peserta karnaval sekitar 35 grup mulai dari TK, SD, SMP, SMU dan RT.
Sumani berharap kedepan bisa lebih semarak dari tahun ini. Dan, dia mengaku sangat bangga serta bahagia bisa ikut memeriahkan Hari Kemerdekaan yang ke 77 ini.
“Saya juga berterima kasih atas peran serta semua pihak yang ikut bergotong royong dan akhirnya bisa mensukseskan kegiatan ini,” tegasnya.
Diperkirakan jumlah penonton mencapai kurang lebih 3000 orang yang berasal dari warga Desa Jiken hingga warga desa tetangga.


“Walupun terik matahari antusias peserta dan penonton sangat ekstra, karena itu ikut bangga,” tambah Kades.
Di sisi lain, panjangnya barisan karnval sempat bikin macet jalan Nasional Blora-Cepu. Antrian kendaraan tiga kilometer baik dari timur maupun barat.
Salah seorang petugas dari Polsek Jiken mengatakan bahwa pihak kepolisian sudah berusaha mengatur jalan, tapi banyaknya penonton menjadi penyebab macetnya jalan.
“Penontonnya semakin banyak yang menyebabkan antrian pengendara mobil atau motor yang sedang melintas,” katanya.
Salah seorang sopir bernama Johan, warga Semarang sempatg turun dan menanyakan kepada Petugas karena antrian sangat panjang.
“Ini kan Jalan Nasional, seharuse ada rute lain yang disektsa oleh Polisi. Kalau menurut saya kegiatan ini sangat menghambat perjalanan saya,” tukas Johan di depan awak media. (*)

Semarakkan HUT RI ke-77, Dusun Kalisangku-Blora Menggelar Kegiatan Sebulan Penuh

0

BLORA.-

Selama satu bulan penuh, pemuda dan karang taruna Dusun Kalisangku Desa Gempolrejo Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora disibukkan dengan kegiatan Peringatan HUT RI ke-77 mulai dari Lomba Voli, Lomba-lomba Tradisional, Karnaval hingga pentas seni Orkes Dangdut yang digelar pada hari Minggu (28/08/2022).
Achmad Soim selaku ketua panitia mengakui bahwa kegiatan ini memang cukup melelahkan karena selain butuh material yang tidak sedikit, juga menguras tenaga serta pikiran.
“Semua itu demi semaraknya peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-77,” ujarnya.
Menurut Achmad Soim, sebagai generasi muda wajib meneruskan perjuangan para pahlawan yang telah berhasil merebut kemerdekaan dari para penjajah.

“Kita sebagai warga Indonesian wajib juga meneruskan cita cita para pejuang,” tandasnya.
“Sebagai ketua panitia saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para donatur yang ikut mensukseskan kegiatan HUT RI ini hingga akhir penutupan acara,” ujar Soim.
Sementara itu Endra sebagai salah satu anggota panitia mengaku senang bisa merayakan dan memeriahkan acara yang ditunggu warga masyarakat dusun Kalisangku.
“Semoga di tahun yang akan datang bisa lebih menarik, dan semoga selalu diberikan rahmat oleh Allah SWT,” kata Endra. (*)

Rangkaian Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Wulung-Randublatung Ditutup Pementasan Wayang Kulit Semalam Suntuk

0

BLORA.-

Menutup rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pemerintah Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora mengadakan malam pentas seni dengan menggelar pentas wayang kulit semalam suntuk di Gedung Serba Guna Kalurahan Wulung, Kamis (25/08/2022).
Berbagai lomba yang dilaksanakan sejak awal Agustus 2022, diakhiri dengan pagelaran wayang kulit yang dibawakan oleh dalang cilik yang sudah kondang di wilayah Blora Selatan yaitu Ki Zamroni
Kegiatan yang merupakan malam puncak hiburan itu dihadiri oleh Asisten 1 Setda Blora Irfan Agustian Iswandaru AP.M.Si, Camat Randublatung Sutarso S.Sos.M.Si, Danramil Kapten Chd Sudiyono, dan Kapolsek AKP Les Pujiyanto, serta warga penggemar wayang kulit.
Kepala Kelurahan Wulung Tarmidi S.Sos pada kesempatan itu menyampaikan ucapan tirimakasih atas kehadiran Asisten Setda Irfan Agustia Iswandaru beserta Forkompimcam Kecamatan Randublatung yang hadir pada halam itu.


“Juga kepada semua elemen masyarakat yang turut mendukung rangkaian kegiatan dari awal Agustus sampai akhir, saya ucapkan terimakasih,” ujar Tarmidi.
Sementara itu Asisten 1 Setda Blora Irfan Agustian Iswandaru dalam sambutannya memaparkan terkait APBD Kabupaten Blora, sebagaimana yang pernah disampaikan Bupati Blora Arief Rohman beberapa waktu lalu, dalam kegiatan Blora menyapa di Desa Kembamg Kecamatan Banjarejo dan Desa Kedungringin Kecamatan Tunjungan.
“Anggaran infrastruktur Tahun 2022 naik tiga kali lipat, yang biasanya Rp 106 miliar sekarang naik menjadi hampir Rp 280 miliar,” kata Irfan.
Irfan juga memaparkan hal yang berkaitan dengan program pertanian, salah satunya adalah potensi penanaman kedelai.
“Kita dapat bantguan di bidang pertanian, untuk penanaman kedelai akan dikasih bantuan bibit dan pupuk gratis. Kita diberikan jatah 10 ribu hektar, monggo nanti yang siap segera didaftar,” pungkasnya. (*)

Korban Penganiayaan Oknum TNI AL Mengadu ke Polres Blora

0

BLORA.-

Merasa laporannya direspon lambat oleh Polsek Cepu, Y, korban penganiayaan yang diduga melibatkan oknum anggota TNI AL mengadu ke Polres Blora. Melalui Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kinasih, Y, Senin (22/8) lalu berkirim surat kepada Polres Blora. Korban minta Kapolres Blora mengawal kasus yang dialaminya sekaligus mengawasi kinerja Polsek Cepu yang menangani kasus tersebut.
“Supaya anggotanya bisa bekerja cepat dan bertindak profesional. Sehingga dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi korban,” ujar Direktur LBH Kinasih, Agus Susanto, Selasa (23/08/2022).
Menurut Agus Susanto, langkah ini menjadi hal wajar, karena korban mengalami luka fisik dan trauma psikologis. “Namun penanganan Polsek Cepu atas kasus ini masih jauh dari harapan kami. Lamban,” jelasnya.
Dia menjelaskan, bahwa kasus itu berjalan sudah 12 hari sejak pelaporan. Namun, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan tersebut. Padahal semua bukti, baik hasil visum maupun rekaman CCTV sudah ada.
Dalam kasus ini, selain melaporkan ke Polsek Cepu dan meminta pengawalan kasus ini ke Polres Blora, LBH Kinasih juga melaporkan dugaan penganiayaan tersebut kepada Komandan Polisi Militer Lantamal V Surabaya pada tanggal 20 Agustus lalu.
Terpisah, Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana menyampaikan perkembangan dugaan kasus penganiayaan tersebut masih dalam proses. “Masih pemeriksaan,” jelasnya. (*)

Justice Colaborator

0

Kasus Sambo (kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J) yang telah menghebohkan jagat, ternyata banyak memberikan pelajaran bagi masyarakat yang relatif awam terhadap hukum. Khususnya terkait pengakuan Bharada E yang berujung terbongkarnya skenario pembunuhan berencana itu.

Awam bertanya-tanya, kenapa Bharada E tiba-tiba membuat pengakuan padahal dia juga terlibat di dalamnya? Menurut Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Bharada Richard Eliezer alias Bharada E bisa mendapat perlindungan jika bersedia menjadi justice collaborator.
Justice Collaborator (JC) merupakan salah satu pelaku tindak pidana yang mengakui semua kejahatan yang dilakukannya. Tapi dia bukan pelaku utama dalam kejahatan tersebut serta bersedia memberikan keterangan sebagai saksi di dalam proses peradilan.
Tapi kali ini saya tidak bermaksud mengupas masalah Sambo, atau menulis opini terkait kasus kriminal besar yang melibatkan pejabat tinggi di kepolisian itu, lho!!!
Pekan lalu, Pemuda Pancasila Kabupaten Blora melakukan aksi demo di depan Gedung KPK Jakarta. Yang menarik, orator demo menyampaikan adanya “pengakuan” dari belasan kepala desa, terkait setoran yang diberikan kepada Tim Khusus Bupati—yang berdasar pengakuannya diduga merupakan setoran untuk Bupati. Tidak hanya sebatas pengakuan, belasan Kades itu pun menyatakan siap untuk memberikan kesaksian di KPK nantinya.
Mengapa tiba-tiba para Kades membuat pengakuan, dan bahkan siap menjadi saksi?
Proses rekrutmen perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora bisa dibilang carut marut hingga menimbulkan kemelut berkepanjangan. Akibatnya, puluhan Kades dilaporkan ke Polisi, belasan Kades diadukan ke Kejaksaan yang seolah-olah dalam kasus Perades di Blora, kepala desa adalah orang yang paling bersalah.
Padahal para Kades masih ingat, bahwa yang memiliki rencana atau ide rekrutmen juga seleksi perades metode Computer Assisted Test (CAT) bukanlah dirinya, melainkan orang yang menamakan dirinya sebagai “tim kabupaten”.
Dalam rekrutmen Perades serentak di Kabupaten Blora, keterlibatan masing-masing Kades tidaklah sama. Ada yang “terpaksa” mengikuti (karena ada tekanan), ada yang ikut bermain dengan tarif wajar, dan ada pula yang memanfaatkan kesempatan secara ugal-ugalan.
Melihat sudah ada dua rekannya (kades) yang diproses di Pengadilan dan ternyata tidak ada satu pun orang dari tim kabupaten yang ikut turun tangan, kondisi itu memancing pikiran cerdas beberapa Kades untuk segera merubah posisi. Daripada duduk di kursi terdakwa, masih lebih mending hadir di pengadilan sebagai saksi.
Menurut pakar hukum pidana, keuntungan menjadi justice collaborator untuk membongkar kasus besar, yang bersangkutan akan mendapatkan pengurangan tuntutan atau juga hukuman. Dengan catatan, yang bersangkutgan bukan merupakan pelaku utama.
Pertimbangan hukumnya, karena tujuan justice collaborator itu untuk menangkap the Big Fish alias dalang utama di balik kasus tersebut.
***

Seno: Untuk Setoran Perades, Ada Kades yang Nego Langsung dengan Bupati

0

JAKARTA

Juru bicara Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Blora Seno Margo menyampaikan, bahwa pengaduan yang disampaikan kepada KPK Senin (22/08/2022) adalah aduan tahap 4 dan merupakan bagian tak terpisahkan dari 3 aduan yang pernah disampaikan ke KPK sebelumnya.
Menurut catatan Seno, pada bulan Januari 2022 PKN diterima beberapa penyidik dilantai 1, kemudian aduan ke-2 pada tanggal 7 Februari 2022 diterima bagian aduan KPK.
“Aduan ke-3 bersama Capraga Blora dan Capraga Pati pada tanggal 25 Mei 2022 juga diterima bagian aduan KPK,” ujar Seno sambil menunjukkan kertas, bukti tanda terima dari KPK.
Sementara itu ketika ditanya daftar nama belasan Kades yang mengakui adanya setoran kepada bupati melalui anggota Tim Sebelas, Seno minta pada awak media untuk sedikit bersabar.
“Nanti pada saatnya akan saya berikan datanya. Dan, belasan Kades itu juga siap membuat pengakuan di depan KPK,” ujarnya.
Yang lebih menarik menurut Seno, ada seorang Kades yang mengaku bernegosiasi langsung dengan bupati Blora terkait harga setoran per formasi karena dia ingin mendapat potongan harga.
“Bupati pada waktu itu meminta Kades tersebut berkordinasi melalui Kabid Dinas PMD (Pemberdayaan Masyarakat Desa) Pemkab Blora bernama Dwi,” ujarnya. (*)

“Belasan Kades Mengaku Ada Setoran ke Bupati”

0

“Pengakuan dari beberapa Kades, setoran diberikan kepada Tim Khusus Bupati yang berdasar pengakuannya diduga merupakan setoran untuk Bupati,” ujar Seno Margo di Jakarta, Senin (22/08/2022).

***

Ratusan kader Pemuda Pancasila Kabupaten Blora bersama lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora menggelar unjuk rasa di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/08/2022).
Dalam aksinya mereka meminta KPK segera mengusut tuntas dugaan korupsi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Blora dalam pelaksanaan seleksi perangkat desa (Perades).
Ketua Pemuda Pancasila Kabupaten Blora Munaji mengatakan, bahwa aduan ke KPK ini dilakukan karena kepercayaan masyarakat Blora terhadap APH lokal sudah sangat rendah.
“Banyak laporan masyarakat terkait Nepotisme di Kejaksaan tidak diproses, puluhan laporan pemalsuan dokumen Perades yang diajukan ke Polres juga hanya kasus 2 desa yang masuk persidangan,” ujarnya.


“Dan, belum ada satupun kasus yang masuk ke wiayah substantif yaitu Jual Beli Jabatan yang sudah diproses APH,” tambah Munaji.
Sementara itu juru bicara PKN, Seno Margo mengatakan, bahwa kedatangannya ke KPK kali ini sekaligus untuk menyampaikan beberapa tambahan data berupa bukti awal, baik berupa Informasi maupun temuan di lapangan yang bisa ditindak lanjuti oleh KPK.
Diantara data yang disampaikan ke KPK adalah waktu penyerahan uang setoran. Bahwa dana dari Kades itu diberikan sebelum Tes CAT dilaksanakan dengan besaran Rp 45 juta per formasi Perades.
“Lokasi peyerahan dana di wilayah Plotot, Kota Blora, yang ternyata adalah rumah kontrakan milik Bambang AW,” ujarnya.
Menurut pengakuan belasan Kades kepada Seno, orang yang menerima dana yaitu Bambang AW ditemani Joko Supratno (alias Joko Sembung).
“Kedua orang itu adalah Anggota Tim Khusus Bupati Blora atau disebut TP2D, yang kami duga sebagai operator operasi kecurangan ini,” tandasnya.
Terkait hal itu, Bupati Blora Arief Rohman ketika dikonfirmasi wartawan melalui WhatsApp pada Kamis (25/08/2022), hingga berita ini ditayangkan belum memberikan klarifikasi. (*)

Semarakkan HUT RI ke-77, Desa Brabowan-Sambong Gelar Lomba dan Pentas Seni

0

BLORA.-
Merayakan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Pemerintah Desa Brabowan Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora menggelar berbagai kegiatan dengan mengambil tema “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat”.
Hal itu seperti disampaikan Kepala Desa Brabowan Indarsih, beberapa rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan diantaranya malam tasyakuran, upacara bendera, aneka lomba, dan malam resepsi serta pentas Seni.
“Salah satu jenis lomba yang menarik minat warga adalah lomba joget Holic,” katanya, Jumat malam (26/8) lalu.
Kades Indarsih mengaku bangga dan senang melihat semangat masyarakat desanya dalam mengikuti berbagai kegiatan dalam memperingati HUT Kemerdekaan RI.

“Alhamdulillah, ternyata begitu tinggi dan antusias masyarakat desa dalam mengenang jasa perjuangan para pahlawannya,” ” papar Indarsih saat monitoring pelaksanaan lomba joget “Holic” serta penyerahan hadiah lomba, Jumat malam (26/8) lalu.
Mengingat dua tahun lalu kegiatan perayaan ditiadakan akibat pandemi, Indarsih berharap ekonomi masyarakat segera pulih pasca pandemi ini.
Menurut Indarsih, hampir semua warga desa mengikuti rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh panitia desa, terutama pada malam pentas seni yang dikemas dalam panggung hiburan rakyat yang dilaksanakan pada hari Sabtu, 27 Agustus 2022.
“Dalam semarak tercipta kebersamaan serta terjaganya silaturahmi sesama warga Desa Brabowan,” pungkasnya. (*)

Karnaval di Desa Plantungan-Blora, Doorprize 4 Ekor Kambing

0

BLORA.-

Setelah tiga tahun ditiadakan, bertepatan pada HUT RI ke-77 tahun ini Pemerintah Desa Plantungan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora menggelar kegiatan karnaval yang melibatkan anak-anak usia SD, pengurus BPD, hingga perangkat desa.
Pada Tahun 1999 kegiatan yang melibatkan orang banyak ini ditiadakan karena bersamaan dengan pelaksanaan Pilkades, sementara pada Tahun 2021 sampai 2022 karena adanya Pandemi Covid 19.
Acara karnaval di Desa Plantungan yang dilaksanakan pada hari Jumat (26/08/2022) berlangsung meriah, dengan penampilan peserta yang sangat bervariasi dan penuh dengan warna warni.
Kepala Desa Plantungan Endang Susana mengatakan, bahwa acara ini sudah dinanti-nantikan serta ditunggu oleh warga desanya. Karena itu dalam pelaksanaan karnaval hari itu, warga Desa Plantungan terlihat sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut.
“Jarak tempuh perjalanan dari Start hingga Finish sekitar dua kilometer,” ujar Bu Kades.
Jumlah peserta menurut Kades Endang ada lima ratusan. Pada acara ini juga disediakan doorprize. Untuk juara pertama ada empat kambing.
“Janji saya untuk tahun berikutnya agar lebih semangat dan lebih menarik dari tahun ini,” ungkap Endang.
Santi, salah satu warga Desa Ngampel yang ikut menonton acara ini juga mengaku sangat puas. “Saya senang dengan melihat kekompakan warga Desa Plantungan,” jelas Santi. (*)

Terlibat Tindak Pidana Narkoba, Warga Semarang Ditangkap di Kunduran

0

BLORA.-

Diduga terlibat tindak pidana kepemilikan jenis psikotropika, Mz, warga Semarang, Jumat (26/08/2022) ditangkap Kesatuan Reserse Narkoba Polres Blora di Desa Jagong Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Petugas mengamankan barang bukti berupa sepuluh butir tablet Alprazolam 1mg.
Kapolres Blora AKBP Fahrurozi SIK, MM, MH melalui Kasatresnarkoba Iptu Edi Santoso SH membenarkan terjadinya penangkapan tersangka MZ yang merupakan warga Semarang.
Semula berawal dari informasi warga, bahwa akan ada tindak pidana kepemilikan Psikotropika diwilayah Kecamatan Kunduran.
“Berdasarkan laporan tersebut kami segera melakukan penyelidikan dan pendalaman,” ujarnya.
“Atas informasi tersebut akhirnya berhasil melakukan penangkapan terhadap MZ,” ungkapnya. (*)