Edukasi Lapangan, TK Eka Prapti Pengkolrejo-Japah Kunjungi Pos Damkar di Ngawen

BLORA.-

Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) Ngawen, Kabupaten Blora, Selasa pagi (14/3/2023) mendadak riuh dengan kedatangan puluhan murid dari TK Eka Prapti, Pengkolrejo Kecamatan Japah, Kabupaten Blora.
Kepala Pol PP Ngawen, Wito kepada wartawan mengatakan, kedatangan anak anak kecil ke tempat kerjanya untuk melihat unit mobil Damkar yang berwarna merah yang dilengkapi tangki air, selang dan perlengkapan pemadaman.
Pada kesempatan itu, anak-anak diberi edukasi bagaimana kebakaran bisa terjadi dan bagaimana cara pemadamannya. Diantgara mereka ada yang menjerit dan tertawa lepas menyaksikan petugas Damkar mempraktekkan penyemprotan pada api yang berkobar.
Menurut Kepala sekolah TK Eka Prapti Pengkolrejo, Ratna Dewi Tri Arsanti, S. Pd, diajaknya para murid ke Pos Damkar Ngawen adalah untuk memberi edukasi profesi kepada anak-anak.


“Ini memberi edukasi profesi kepada anak-anak. Kalau berkenalan dengan Polisi dan TNI kan sudah sering, jadi saya mau perkenalkan profesi yang lain,” ujar Ratna yang pada hari itu didampingi dua orang guru TK, Dwi Hanti, S. Pd, dan Endah Ariyantini.
“Kebetulan saat berkordinasi dengan pak Wito disetujui, maka saya adakan hari ini, Mas,” tambah Ratna pada wartawan.
Suasana semakin riuh ketika anak anak melihat petugas Damkar mulai membunyikan sirine dan mulai menyemprotkan air. Tetapi mereka sudah persiapan jas hujan, supaya mereka tidak basah kuyup saat air disemprotkan.
“Kedepan supaya anak-anak lebih mengerti dan tahu akan profesi Damkar. Pengalaman seperti ini jarang ada, karena itu kami memilih Damkar sebagai edukasi buat mereka,” tutup Ratna. (*)

Ngabuburit, Klub Sepeda Pancal BJJ Gowes ke Waduk Tempuran-Blora

BLORA.-

Sebagai wujud rasa syukur akan bertemu bulan Ramadan 1444 H/2023, anggota Klub Sepeda Pancal BJJ yang komandani oleh H. Soedadyo melaksanakan kegiatan sepeda santai menuju ke tempat wisata waduk Tempuran Indah, di Desa Tempuran, Kabupaten Blora, Rabu (22/3/2023).
Diawali dengan doa bersama sebelum peserta start dari Lapangan Kridosono dengan semangat membara dalam suasana guyub rukun. Setelah 40 menit perjalanan, peserta gowes tiba di tempat wisata kebanggaan masyarakat Blora.
Di lokasi yang indah yang memiliki udara segar peserta gowes berkeliling ke waduk tempuran dengan naik perahu. Salah seorang peserta gowes bernama Bu Agung sempat menyeletuk demgam canda’an, bahwa Waduk Tempuran sangat cocok untuk wisata keluarga sekaligus proses ke MK (mendinginkan kepala) di saat mengalami kejenuhan hidup.
Lain halnya komentar Sudarmono, mantan Danramil itu beranggapan Waduk Tempuran lebih mendukung untuk tempat MK (memadu kasih) bagi generasi milenia dan generasi Keren (kelompok rentan) yang berjiwa muda. “Karena tempatnya rindang, sejuk, dan damai. Pemandangan di sini cukup indah dengan terbentangnya alam persawahan serta aneka pepohonan yang mengelilingi waduk Tempuran,” ujarnya.
Sambil menunggu tersajinya hidangan makanan masakan ikan tawar, H. Soedadyo memanfaatkan waktu yang tersedia untuk memberikan pencerahan kepada para anggota sepeda santai dalam menyambut datangnya bulan Ramadan 1444 H.
Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora itu mengawali tausiahnya dengan ungkapan, mestinya kita patut bersyukur kepada Allah karena sebentar lagi kita masih diberikan kesempatan untuk menikmati bulan Ramadan.
“Sebagai umat muslim dengan datangnya bulan Ramadan kita harus memperlihatkan penuh antusias, kegembiraan, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia,” pesannya mengawali tausiah.
Ramadhan lanjut Soedadyo, memiliki keutamaan yang sangat besar bila dibandingkan dengan bulan bulan yang lain.
Kegembiraan memasuki bulan Ramadhan tidak cukup dengan hanya mengucapkan Marhaban ya Ramadan atau selamat datang Ramadan, melainkan perlu pembuktian secara nyata dengan membersihkan jiwa dari noda dan dosa serta memantapkan tekad yang membaja untuk melawan hawa nafsu.
Ada 5M yang harus dihindari di dalam kehidupan ini. Tindakan tersebut sebagai upaya dalam mengendalikan diri untuk membersihkan hati di bulan Ramadhan.
“Dulu kita sering mendengarkan pitutur dari nenek moyang kita tentang Mo lima, yaitu lima hal yang berkonotasi negatif,” ucapnya.
Yaitu Madon, Medem, Maling, Main dan Madat (Main perempuan, Mabuk,Mencuri, Judi dan narkoba).
Namun yang dimaksud 5 M disini adalah lima sikap atau tindakan yang harus dieliminir dalam pergaulan hidup sehari-hari di masyarakat, antara lain sebagai berikut:
Satu, (M)-merasa dirinya paling benar baik dalam tindakan, ideanya, keputusannya, maupun segala ucapannya sehingga ada keyakinan dalam dirinya bahwa orang lain dianggap salah.
Dua, (M)-merasa dirinya paling baik, walaupun ia suka curang, mencela orang lain, munafik dan mulutnya suka berkata kotor serta tindakannya selalu berbuat maksiat dan batil. Tiga, merasa dirinya paling pintar dan orang lain dianggap bodoh, dungu atau bebal.
Sikapnya kurang (M)-menghargahi pendapat orang lain, cenderung egois dan cuek merasa sok pinter kurang peduli dengan kehidupan orang lain.
Empat, (M)-merasa tidak pernah berdosa besar dan akherat tidak begitu diyakini. Ia selalu mengikuti aliran atau pendapat bahwa masa muda untuk berfoya foya, masa tua kaya raya dan mati masuk surga.
Lima, (M)-merasa dirinya jago sedekah/kepyur/berbagi dan mengagap dirinya seorang dermawan yang suka pamer menjadi orang yang paling getol membagi bantuan.
Sementara menganggap orang lain pelit dan tidak punya kepekaan kepada orang yang kurang beruntung.
Sebelum mengakhiri wejangan H. Soedadyo menjelaskan tentang Ramadan yang memilik makna membakar atau mengasah. Disebut membakar karena dalam bulan Ramadan dosa dosa orang umat muslim akan dibakar habis.
“Sedang Ramadhan berarti mengasah karena dalam bulan inilah jiwa manusia diasah dan diasuh kembali sehingga manusia tidak lagi sombong bin mlete dan tidak tunduk pada hawa nafsu serta mementingkan dirinya sendiri,” ucapnya.
Ia mengakhiri wejangannya dengan membacakan hadist Riwayat Buchori, Rasul bersabda bukan golongan kami orang yang suka mencela, suka melaknat dan suka mulutnya berkata kotor. Selanjutnya bukan golongan kami orang yang suka berlaku curan (HR Abu Daud).
Selesai tausiah dilanjutkan makan bersama ala empat sehat lima sempurna. Baru kali ini kita merasakan nikmatnya makan bersama di wisata waduk Tempuran Indah semoga kita termasuk orang orang pandai bersyukur dan orang orang yang selalu senang dengan datangnya bulan Ramadan.
“Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1444H. Saatnya bersihkan jiwa dari segala dosa untuk kembali fitrah meraih berkah,” ucapnya. (*).

Sehat Jelang Ramadhan, Warga Perumnas Karangjati-Blora Gelar Senam Kesegaran Jasmani

BLORA.-

Dalam hitungan hari jelang Ramadhan 1444 H, sebagian warga Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora menggelar kegiatan senam kesegaran jasmani.
Kegiatan olahraga dengan tema “Senam Jantung Sehat” yang berlangsung di Taman Perumnas, tepatnya di depan Masjid Nurul Falah pada hari Minggu (19/3/2023) itu diikuti oleh ibu ibu dan bapak bapak warga RW V Kelurahan Karangjati.
Ketua RW. V Perumnas Karangjati, Bukit Effendi mengatakan, senam kesegaran jasmani merupakan aktivitas rutin warga yang dilaksanakan dalam suasana dinamis dan penuh semangat kekeluargaan, serta kebersamaan.
“Dalam menjalani kehidupan kita harus banyak bersyukur terutama bersyukur terhadap semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah dan apa yang kita miliki,” pesan Bukit Effendi kepada peserta senam.
Menurut Bukit Effendi, makin cerdas kita bersyukur maka hidup kita pasti akan TSB (Tenang, Sehat dan Bahagia).
“Di samping itu mari kita wujudkan semangat kebersamaan untuk selalu berlomba-lomba dalam kebaikan apalagi sebentar lagi kita akan berjumpa dengan bulan Ramadan bulan yang mulia, suci dan bulan penuh ampunan serta bulan penuh pahala,” ujarnya.
Ada ungkapan, bersama kita bisa. Ternyata, dengan kerja sama berbagai pihak kita dapat mewujudkan berbagai kegiatan yang dapat bermanfaat bagi warga RW V, yaitu bisa senam kebugaran dan hiburan gratis, sarapan gratis, pemeriksaan kesehatan gratis bahkan masih ada pencerahan kesehatan oleh dr. Galuh dari Puskesmas Kecamatan Blora.
Dalam kesempatan tersebut dr. Galuh memberi resep kepada peserta senam agar hidup tetap sehat tanpa obat khususnya untuk kaum Manula dengan resep MIO.
Yaitu, (M)-Makan makanan yang bergizi dan seimbang. Hindari makanan yang terlalu asin, manis, berkolesterol tinggi dan makanan yang mengandung banyak zat pengawet. Upayakan makan makanan sayur-sayuran dan makanan yang berserat serta makan buah-buahan.
(I)-Istirahat yang cukup jangan memforsir diri atau memaksakan diri. (O)-Olahraga yang teratur dan terukur. Bisa jalan santai, jalan cepat, bersepeda, dan senam kesegaran jasmini seperti hari ini.
“Ingat yang penting tiap hari harus ada gerakan tubuh jangan bermalas diri kalau ingin badan tetap sehat dan bugar,” tuturnya.
Di samping itu untuk menambah suasana ceria juga digelar bazar produk dari warga setiap RT dengan harga terjangkau sehingga jadi meriah dan gayeng.
Selanjutnya kegiatan rohani dari pengurus takmir Masjid Nurul Falah menjelang bulan Ramadan juga makin bersemangat dan antusias.
Seperti yang dilakukan oleh Majelis Khotmil Quran yang diketuai H.Sutardi menjelang Ramadan dengan semangat rawe-rawe rantas malang-malang putung terus menggelora untuk melaksanakan khataman Qur’an 30 juz, yang diikuti oleh para jemaah lansia yang mayoritas adalah para pensiunan ASN.
Menurut H.Sutardi kegiatan Khataman Al-Qur’an mendapat bimbingan langsung dari bapak KH Achmad Jajik Sutarji sosok ulama yang sabar, ikhlas, tanpa pamrih rela meninggalkan kepentingan pribadi untuk mengajari jemaah mengaji, membaca Al-Qur’an termasuk belajar tajwidnya sehingga para jemaah mampu membaca Al-Qur’an dengan benar dan lancar.
Untuk memberi spirit kepada jemaah yang sudah khatam Al-Qur’an diberikan sebuah piagam penghargaan dan syukuran makan bersama ala pesantren.
Bahkan untuk jemaah ibu-ibu syukuran Khatam Al-Qur’an wisata/tamasya ke Masjid Raya Sheikh Zayed masjid terbesar di Kota Solo. Dan masjid ini merupakan replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque yang berada di Abu Dhabi Uni Emirat Arab.
Secara khusus KH Achmad Jajik Sutarji juga mengadakan syukuran secara pribadi karena putranya diangkat jadi ASN.
Itulah buah dari keikhlasan dari KH Achmad Jajik Sutarji atas pengorbanan tanpa pamrih dalam membimbing umat untuk membaca Al-Qur’an. (*).

Perhutani Randublatung Hadiri Rapat Evaluasi LMDH Ngudi Rahayu Kinerja Tahun 2022

BLORA.-

Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Ngudi Rahayu Kelurahan Randublatung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Senin (20/03/2023) menggelar rapat evaluasi kinerja Tahun 2022.
Selain dihadiri Perhutani KPH Randublatung, pertemuan yang digelar di Gedung Sasono Rinenggo itu juga diikuti oleh pengurus LMDH dan perwakilan anggota, Kepala Kelurahan Randublatung, Babinsa, Babinkamtibmas, dan BKPH Boro serta kantor KPH Randublatung.
Kepala Kelurahan Randublatung Lasdi S.Sos dalam sambutannya menyampaikan rasa terimakasih atas terselenggaranya rapat evluasi kinerja LMDH Ngudi Rahayu Tahun 2022.
“Semoga rapat evaluasi kinerja LMDH ini berjalan dengan baik dan lancar dan jangan hanya satu tahun sakali namun diadakan setiap saat,” ucapnya.
Pada kesempatan itu Ketua LMDH Ngudi Rahayu Randublatung H. Bambang Kiswanto S.Pd, MPd mengundurkan diri karena kesibukan dan berharap segera dilakukan pergantian dalam waktu yang tidak lama, agar tidak mengganggu jalannya organisasi.
“Saya atas nama pribadi dan keluarga mohon maaf bila ada kata dan perilaku saya selama mimpin organisasi LMDH ini kurang berkenan dan karena kesibukan yang tidak bisa kami tinggalkan maka saya mengundurkan diri dari ketua LMDH.” pungkas Bambang.
Administratur/KKPH Randublatung Dewanto melalui Kepala Sub Seksi Kemitraan Produksi Junaidi mengatakan, bahwa LMDH Ngudi Rahayu tahun 2022 hanya mendapatkan sharing subsidi silang,
“Semoga kedepan pengurus bisa mengoptimalkan potensi yang ada di wilayah tidak harus menunggu sharing dari produksi kayu saja,” ujarnya. (*).

Bhakti Praja Dibentuk sebagai Wadah Mantan Anggota DPRD Blora

BLORA.-

Bertempat di ruang pertemuan Gedung DPRD Blora, musyawarah paguyuban Bhakti Praja (mantan Anggota MPR, DPR, DPRD, DPD) Kabupaten Blora, Minggu (19/3/2023) sukses dilaksanakan.
H. Haryono SD selaku ketua panitia dalam laporannya menjelaskan, bahwa terselenggaranya musyawarah paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora mulai dari tempat hingga akomodasi adalah berkat bantuan serta dukungan penuh dari Ketua DPRD Blora, H. Dasum.
“Atas nama organisasi Bhakti Praja diucapkan terima kasih,” ujar Haryono
Kegiatan musyawarah yang digelar secara sederhana dengan nuansa kekeluargaan pada hari itu mengusung tema, “Pengabdian Tanpa Akhir.”
Pada kesempatan itu Haryono mengaku bersyukur, karena dengan melalui komunikasi yang ramah lingkungan, kesabaran dan dukungan berbagai pihak yang diawali dengan kegiatan pramusda, ternyat abisa dilanjutkan pelaksanaan musyawarah paguyuban Bhakti Praja.
“Alhamdulilah bisa terlaksana dan berjalan sesuai harapan,” tandasnya.
Ketua DPRD Blora HM Dasum, dalam sambutan yang diwakili oleh Eko, salah satu pejabat eselon III dari Sekwan menyampaikan permohonan maaf karena Ketua DPRD masih ada kesibukan kedinasan sehingga tidak bisa hadir.
“Beliau menitipkan pesan semoga musyawarah paguyuban Bhakti Praja dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepengurusan baru yang lebih memiliki kepekaan, berkualitas dan berdaya guna untuk memberi kontribusi positif kepada Program Pemerintah Daerah Kabupaten Blora,” kata Ketua DPRD dalam sambutan yang diwakili Eko. “Ketua DPRD siap bersinergi dengan Paguyuban Bhakti Praja,” pesannya.
“Selamat bermusyawarah dan berkarya nyata sesuai tema, Pengabdian Tanpa Akhir,” katanya.
Sementara itu Ketua Praja Masa Bhati 2018-2023, H. Soeharso yang saat ini sudah berumur lebih dari 80 tahun dan masih aktif berolahraga tenis lapangan menyampaikan, bahwa Paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora merupakan satu-satunya organisasi yang anggotanya adalah para mantan anggota DPRD yang masih eksis di Eks Karesidenan Pati.
Ia menjabat ketua Bhakti Praja sudah tiga periode. Secara jujur ia menyampaikan permohonan maaf belum bisa banyak berbuat. Ia mengungkapkan aktivitas yang telah dilakukan oleh Bhakti Praja masih terbatas dalam kegiatan internal organisasi berupa pertemuan setiap bulan satu kali, kegiatan anjangsana dan bersilahtarahmi kepada anggota yang sedang sakit dan mengalami musibah.
“Untuk kegiatan eksternal masih terbatas memberi masukan atas aspirasi yang berkembang di masyarakat kepada unsur Pimpinan DPRD dan kegiatan pembagian sembako kepada anggota masyarakat yang belum beruntung,” terangnya.
Pihaknya sangat berharap agar kepengurusan yang baru di masa mendatang dapat berbuat yang lebih banyak lagi dan bermanfaat bagi masyarakat.
Dikatakannya, keberadaan dan operasional organisasi Bhakti Praja selama ini didukung sepenuhnya oleh para anggota dan unsur pimpinan DPRD Kabupaten Blora.
Berkenaan dengan hal tersebut ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada unsur pimpinan dan anggota DPRD atas bantuannya.
“Semoga para wakil rakyat tetap amanah dan masih memperoleh kepercayaan lagi oleh masyarakat dalam pesta demokrasi 2024,” harapnya.
Dalam sesi musyawarah, salah seorang peserta yang juga mantan anggota DPRD Blora Bambang Sulistya menyampaikan usul kepada kepengurusan yang baru dibentuk, agar menyusun program kegiatan yang memiliki nilai manfaat, membuat sehat, menghibur dan menciptakan kebahagian lahir batin bagi para anggota. “Juga memberi dampak positif bagi masyarakat,” ujar pria yang pernah menjabat Sekda Blora itu.
Menyampaikan usul seperti itu, Bambang Sulistya sambil mengingatkan peserta musyawarah akan anjuran Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yaitu menciptakan para purna tugas dengan program kegiatan yang membuat sehat dan bahagia.
“Ada parikan untuk pengurus yang baru, buah nangka buah jambu, pengurus Bhakti Praja Blora harus maju,” ucapnya.
Peserta yang hadir mayoritas didominasi mantan angota DPRD masa orde baru dan masa awal reformasi di antaranya H. Subronto Yusup (mantan Wakil Bupati Blora), H. Soeharso, Kolonel Purn Suprapto (mantan ajudan Gubernur Jateng), Letjen Purn H. Ismail, Rawuh, Yayuk dan Budi Talok (mantan kepala desa).
Berdasarkan hasil musyawarah yang dilandasi rasa kekeluargaan yang tinggi akhirnya telah disepakati secara bulat oleh seluruh peserta yang hadir tentang kepengurusan Paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora masa Bhakti Praja 2023-2028 adalah sebagai berikut; Penasehat H. Subronto Yusuf dan H. Soeharso, Ketua H .Haryono SD, Sekretaris H. Budi Suryono, Bendahara Hj. Dwi Puji Rahayu.
Disamping itu, musyawarah juga telah menyepakati dan menunjuk ketua Badan Pendiri Bhakti Praja Blora H. Soeharso dan ketua Badan Pelaksana H. Haryono SD, serta disepakati Paguyuban Bhakti Praja Kabupaten Blora tidak menginduk kepada pengurus daerah provinsi Jateng. (*).

Wis Tau Alus

MEMBANGUN infrastruktur itu bukan hanya soal perencanaan atau kemampuan finansial, tetapi juga harus dilaksanakan dan diawasi dengan baik. Upaya dan semangat Pemkab Blora dalam mewujudkan janji pasangan Arief-Etik dalam Pilkada yaitu, “Dalane dadi alus… patut diakui. Puluhan ruas jalan utama sudah dibangun walaupun harus menggunakan dana pinjaman dari bank hingga ratusan miliar nilainya.

Namun patut disayangkan, pembangunan infrastruktur senilai ratusan miliar itu tidak dilaksanaan dan diawasi dengan baik pula.
Bukan rahasia lagi, pada bulan Desember 2022 banyak proyek yang belum kelar pengerjaannya, hingga banyak ruas jalan digarap dengan model kejar tayang dan terkesan asal-asalan. Kontraktor ngebut pekerjaan hanya sekedar syarat untuk mencairkan pembayaran tahap akhir sekaligus menghindari denda.
Hasilnya sudah bisa ditebak, hampir semua ruas jalan yang dibangun pada Tahun Anggaran 2022 kualitasnya rendah.
Contohnya ruas jalan Blora-Randublatung yang menelan anggaran 16 miliar, belum genap setahun dibangun sudah hancur. Mestinya, infrastruktur yang dibangun dengan anggaran sebesar itu kualitasnya bagus dan kuat untuk dilewati truk ber-tonase besar.
Kalau kita melintasi jalur tersebut, kerusakan terlihat jelas pada jalan sekitar tanjakan dan turunan Sumenggah. Pada ruas itu, aspal terlihat sudah mulai mengelupas dan berpasir, serta bergelombang.
Membangun infrastruktur jalan merupakan kebijakan populis karena publik memang ingin infrastruktur jalan di wilayahnya dalam kondisi bagus. Tak heran jika dalam Musrenbangkab 2024, pembangunan infrastruktur juga masih menjadi prioritas. Namun faktanya, pembangunan infrastruktur jalan di Blora hanya dijadikan kumpulan proyek yang bisa dikondisikan untuk bayar utang politik.
Juga dalam hal kemampuan anggaran, Pemkab Blora sebenarnya mampu membangun infrastruktur tanpa pinjaman bank, karena dana Pokir anggota dewan yang besarannya mencapai 100 miliar per tahun itu bisa digunakan untuk membangun jalan berkualitas lebih dari 25 Km setiap tahunnya. Ingat..!! membangun jalan untuk kepentingan rakyat itu bukan sekedar slogan melainkan salah satu komitmen dewan.
Rendahnya kualitas bangunan infrastruktur jalan di Blora jelas merugikan masyarakat. Selain membuat tidak nyaman juga membahayakan para pengendara.
Sudah saatnya kualitas jalan di Blora diperhatikan. Mewujudkan visi misi bupati-wakil bupati dalam membangun infrastruktur jalan harusnya dibarengi semangat untuk kepentingan masyarakat dalam jangka panjang. Dan, janganlah menggunakan prinsip, “Sing penting dalane wis tau alus”.
***

Sambut Ramadhan, Pengurus dan Anggota PSCP Cabang Blora Berziarah ke Makam Wali

BLORA.-

Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1444 H, pengurus perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) Cabang Blora beserta atlitnya mengadakan ziarah Wali Allah yang ada di Pulau Jawa. Diawali dari Wali Allah Jawa Timur di Surabaya, Pkl. 03.00 WIB, Senin, 20 Maret 2023, rombongan sudah masuk ke makam Sunan Ampel dipimpin sesepuh perguruan PSCP, H. Suwarno S.Pd.I (Kedungringin, Sumberjo, Randublatung), didampingi Ketua PSCP Cabang Blora Suparjo (52) dari Bulakan, Pilang, Randublatung, besama Ketua 1 PSCP
Cabang Blora Subadi (48) dari Menden, Keradenan.
Kepada wartawan, Ketua PSCP Cabang Blora Suparjo mengatakan, bahwa biaya perjalanan ziarah sepenuhnya ditanggung oleh salah seorang alumni perguruan PSCP cabang Blora bernama Dayat Purnomo (40). “Tinggalnya di Jenang, Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, Tapi Mas Dayat juga ikut dalam ziarah Wali Allah,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Jo itu.
“Mas Dayat yang sukses sebagai TKI di Taiwan, selalu mengenang jasa perguruan PSCP yang telah mendidiknya,” tambah Mbah Jo.
Sementara itu H. Suwarno selaku sesepuh berharap anak didik perguruan PSCP cabang Blora bisa membawa fatwa dan nama baik perguruan di manapun berada. “Semoga anak didik PSCP selalu mengingat pemimpin-pemimpin sebelumnya, termasuk menziarohi makam para Wali Allah dan sholat lima waktu”, pesannya. (*)

Setelah Mendapat Sertifikat HGB dari Presiden Jokowi, Warga Wonorejo Ramai-ramai Akan Jual Tanahnya

“Yang luasnya 500 an harganya Rp 450.000 permeter persegi, yang luasnya 2.000 an harganya Rp 250.000,” ujar Suwarno, warga Wonorejo.

***
Warga kawasan Wonorejo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, kabarnya ramai-ramai akan menjual tanah yang sudah bertahun-tahun mereka tempati. Tanah tersebut sebagian besar telah bersertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai di atas Hak Pengelolaan Pemkab Blora.
Sebagian sertifikat telah diserahkan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo kepada warga kawasan Wonorejo para 10 Maret 2023, sebagian lagi diserahkan oleh petugas BPN di kantor kelurahan masing-masing seperti halnya Kelurahan Ngelo, Karangboyo dan Cepu.
Informasi yang dihimpun di lapangan, harga tanah di kawasan Wonorejo bervariatif mulai dari Rp 200.000 sampai Rp 1,5 juta per meter. Tergantung lokasi tanahnya, semakin strategis lokasinya maka harganya akan semakin mahal.
Warga Wonorejo Kelurahan Cepu, Suwarno mengaku hendak menjual tanah yang telah bersertifikat HGB. Dia memiliki lahan 500 meter persegi dan 2.000 meter persegi.
Tanah yang akan dijual Suwarno adalah tanah pertanian, karena tidak lagi ada yang menggarap. “Saya pindah ikut istri. Keluarga sama kakak saya yang menempati di Wonorejo,” ujarnya.
Tanah tersebut, awalnya didapat Suwarno dari pembagian warisan keluarga mertua. “Terus saya beli,” ucapnya.
Warga lainnya, Abdul mengaku dimintai tolong untuk menjualkan tanah milik seorang pengusaha. Lahannya seluas 7.000 meter persegi. Lokasinya cukup strategis, dibandrol dengan harga Rp 1,5 juta per meter.
“Lokasi di Jalan Raya By Pass Cepu. Ikut Sertifikat HGB. Permeter dijual Rp 1,5 juta,” ujarnya.
Sementara warga lain yang enggan disebutkan namanya, berencana menjual tanah bersertifikat HGB miliknya, seluas 600 meter persegi.
“Permeter Rp 200.000, lokasinya di Jatirejo,” katanya.
Sumber tersebut mengaku jika tanah milik adiknya di Kelurahan Karangboyo juga akan dijual. “Punya adik belum saya lihat,” ungkapnya.


Dikonfirmasi terpisah, Asisten 1 Sekda Blora Irfan Agustian Iswandaru menyampaikan, karena tanah di kawasan Wonorejo sudah bersertifikat, sehingga sudah menjadi kewenangan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah) dan Kantor Pertanahan.
Dari sisi Pemkab Blora, Irfan mengingatkan pe-megang hak untuk membaca kembali perjanjian yang telah ditanda tangani bersama Pemkab Blora. “Di situ tertulis hak dan kewajibannya,” ujarnya.
Irfan menegaskan kembali pemerintah pusat menerbitkan sertifikat tersebut untuk memberikan kepastian hukum.
Namun, ketika ditanya apakah boleh mengalihkan hak atau memindah tangan pemegang hak, Irfan tidak bisa menjelaskan secara detail. (*)

Perhutani Randublatung Terima Auditor PT BRIK Quality Service

BLORA.-

Dalam rangka Pendampingan Audit dan Pengenalan Standar (Verifikasi Lehalitas Hasil Hutan (VLHH) Indistri Kayu Tahun 2023, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung sebagai pemasok Bahan Baku Industri (BBI) menerima auditor dari PT BRIK Quality Service, Rabu (15/03/2023).
Kegiatan verifikasi dan kunjungan lapangan dari PT BRIK Quality Servce di Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Randublatung 1 dipimpin oleh Fitrianti Estiningsih sebagai Lead Auditor, didampingi Hildegard Wiwin Winarni dan Tanti Rahmayanti.
Administratur KPK Randublarung melalui Kepala Seksi bidang produksi dan ekowisata Suwarno yang mendampingi Tim Auditor mengatakan, Lembaga sertifikasi VLK melakukan penelusuran atau lacak balak fisik dan dokumen kayu di TPK Randublatung 1 pemasok bahan baku industri ke KBM industri kayu,asal kayu dari Pengamanan berupa kayu pacakan.
“Kami sudah siapkan fisik dan dokumen yang diperlukan oleh auditor agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” kata Suwarno.
Dalam kesempatan itu Auditor PT BRIK Quality Service, Fitrianri Estiningsih kepada awak media menyampaikan, bahwa kegiatan di TPK Randublatung 1 ini bersifat kunjungan lapangan.
“Kegiatan ini Audit pemilikan dan pengenalan standar VLHH industri kayu tahun 2023 di TPK Randublatung 1,” ucapnya. (*)

Hujan Lebat, Warga Temulus-Randublatung Tewas Disambar Petir

BLORA.-

Gelegar suara petir pada Jumat (17/3/2023) sekira pukul 13.20 WIB seolah mengabarkan adanya orang tewas di tengah turunnya hujan kebat pada siang hari itu. Korban bernama Jasiran bin Hasim (55) dan Jadi bin Lasipan (56), kedua buruh tani itu sedang mencabut bibit padi di sawah milik Marsih, warga Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.
Dua orang saksi, Sujiati (47) dan Jiman (60) yang mengaku melihat kejadian tersebut langsung melapor ke kepala desa setempat.
“Mendapat laporan, saya langsung kordinasi dengan Polsek, Koramil, dan Tim Medis,” ujar Kades Temulus, Suhartono.
Tiba di lokasi Tim Medis menyatakan, bahwa korban Jasiran sudah meninggal dunia sementara korban Jadi masih hidup namun dalam keadaan kritis.
Jenazah Jasiran langsung dibawa pulang ke Desa Temulus RT.08/RW.01 dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan sebagaimana mestinya.
“Pukul 16.30 jenazah sudah diberangkatkan ke makam untuk disemayamkan,” ujar Suhartono.
Sementara itu korban Jadi yang juga beralamat di Desa Temulus masih dalam perawatan medis di Puskesmas Randublatung. (*)

Koran Lokal Terpercaya