Beranda blog Halaman 81

Jelang Pelaksanaan Pilkada 2024, Badan Kesbangpol Blora Gelar Sarasehan Bersama Ormas Bhakti Praja

0

Korandiva – BLORA.- Mantan anggota DPRD Blora sesungguhnya adalah pelaku utama yang memiliki pengalaman dan kepakaran dalam bidang politik praktis serta keahlihan dalam menumbuhkan semangat berdemokrasi di Kabupaten Blora.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora Sujianto, SE., MM., pada acara sarasehan Ormas bersama pengurus dan anggota Bhakti Praja Kabupaten Blora di Resto D’Joglo Blora, Sabtu 23 November 2024.

“Bahkan sudah katam atau paripurna dalam mengimplementasikan tentang hidup berdemokrasi di tengah masyarakat dan membangun sinergi serta kolaborasi dengan birokrasi para pejabat pemerintah daerah,” kata Sujianto.

Sarasehan itu sebagai ikhtiar untuk mendapat masukan, saran dan kritik yang bersifat membangun dari para senior yang pernah duduk sebagai anggota DPRD. Tema yang diusung dalam serasehan “Peran Ormas Bhakti Praja Dalam Berdemokrasi”.

Narasumber yang dihadirkan diantaranya Ketua Bhakti Praja Kabupaten Blora HM Kusnanto, Ketua KPU Kabupaten Blora Widi Nurintan Ary Kurnianto, dan Bawaslu Kabupaten Blora Ahmad Mustain.

Dalam sarasehan itu HM Kusnanto, SH. selaku Ketua Bhakti Praja Kabupaten Blora yang pernah menjadi Ketua DPRD Kabupaten Blora memberikan apresiasi positif kepada kepala Badan Kesbangpol yang memiliki inisiatif menyelenggarakan sarasehan ormas bersama pengurus dan anggota Bhakti Praja.

“Pertemuan seperti ini selain dapat menghibur juga dapat dijadikan wahana untuk reuni yang bisa mengingatkan kembali masa lalu yang indah, penuh kenangan manis dan dinamika perjuangan dalam membangun Blora Mustika,” ujar Kusnanto.

Kusnanto berharap ke depan bisa diagendakan kegiatan sejenis ke luar daerah sambil rekreasi dan membangun K3; kerukunan, kekeluargaan, dan kebahagian.

Kusnanto juga mengutarakan, bahwa perkumpulan Bhakti Praja siap bekerja sama dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mendukung sesarengan mBangun Blora yang berkelanjutan dan menciptakan suasana masyarakat yang kondusif menjelang pesta demokrasi pada 27 November 2024.

“Jadilah garam yang selalu dibutukan dan dinikmati sampai di meja makan, tapi jangan seperti daun salam yang dibutuhkan saat memasak–namun ketika sampai di meja makan dibuang ketika makanan akan dinikmati,” tutur Kusnanto mencontohkan Managemen Bumbu Masak (MBM).

Selanjutnya, baik Ketua KPU maupun dari Bawaslu menekankan pentingnya pendidikan politik sejak dini kepada anak sekolah.

Hentikan budaya baru kebiasaan saling menghujat dan menebar berita hoaks. Bahkan mendorong adanya upaya penanaman nilai nilai butir butir Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.

Kemudian dalam acara diskusi muncul suasana dinamis penuh dengan guyonan politik ala mantan anggota dewan.

Salah satu anggota Perkumpulan Bhakti Praja, Darwanto, mantan anggota DPRD Blora menyampaikan fakta money politik itu ada.

“Bahwa money politik itu ibaratnya entut politik yang bau, bentuknya ada tapi tidak pernah ada solusi untuk mengatasi money politik tersebut. Pertanyaannya adalah kapan money politik itu bisa diberantas dalam setiap pesta demokrasi dan bagaimana upaya untuk mengatasinya,” kata Darwanto dengan suara keras dan lantang. Serasehan diakhiri dengan menyanyikan lagu Bagimu Negeri bersama. (*).

Jelang Hari Tenang, PDI-P Pati Gelar Kegiatan Jalan Sehat dan Acara Tebus Sembako Murah

0

Korandiva – BLORA.- PDI-Perjuangan Kabupaten Pati menggelar kegiatan jalan sehat dibarengi acara Tebus Murah Sembako di Lapangan Desa Keben Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati Jawa Tengah, Sabtu (23/11/2024). Acara dipadati ratusan warga pendukung pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil Bupati Nomor urut 02 Wahyu – Suharyono, dan pasangan calon Gubernur Jawa Tengah No. urut 01, Andika – Hendi.

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Pati, Ali Badrudin mengungkapkan, bahwa kegiatan jalan santai dan tebus sembako murah itu dilaksanakan serentak di lima daerah pemilihan (Dapil) V. “Kami menyakini, bahwa kedua Paslon yang diusung oleh PDI-P akan memenangkan kontestasi Pilkada nanti,” ujarnya.

Kegiatan jalan sehat dan tebus sembako murah, lanjut Ali Badrudin dilaksanakan secara serentak di Indonesia, dan untuk di Kabupaten Pati dilakukan di lima lokasi dan melibatkan lima Dapil. “Kegiatan ini untuk memuluskan pemenangan Pilkada 2024, Paslon Bupati Pati Wahyu – Suharyono, dan Paslon Gubernur Jateng Andika – Hendi,” tambah Ali Badrudin.

Kegiatan yang dilaksanakan di akhir masa kampanye tersebut dilakukan PDI-P untuk mengupayakan pemenangan dan sekaligus untuk menandai dimulainya hari tenang pada hari Minggu sampai Selasa, sebelum pelaksanaan pencoblosan pada Rabu (27/11/2024).

Pada kesempatan itu Ali Badrudin juga mengajak seluruh jajaran Kader PDI-P untuk melakukan tirakat dengan berpuasa dari tanggal 25, 26 dan 27 sebagai ikhtiar agar apa yang dipanjatkan dalam doa bisa tercapai.

Sementara itu anggota DPRD Pati yang juga Ketua Pimpinan Anak cabang (PAC) Kecamatan Tambakromo, Warsiti mengaku optimis pada pemenangan pasangan Wahyu – Suharyono dan Andika – Hendi, khususnya di wilayah Tambakromo.
“Walaupun tidak ingin muluk–muluk tapi harapan saya untuk menang tetap ada dan optimis,” tandasnya. (*)

Mata Siswa Luka Terkena Panahan pada Jam Istirahat, Kepala SDN Mintobasuki 02 Lepas Tanggung Jawab

0

Korandiva – PATI.- Kasus perundungan (bullying) yang terjadi di lingkungan sekolah perlu mendapat pengawasan masyarakat dan harus disikapi dengan serius. Seperti yang terjadi di lingkungan sekolah SDN Mintobasuki 02 di Kecamatan Gabus, Pati. Se-orang murid kelas tiga SDN Mintobasuki 02 berinisial F mengalami cidera cukup serius di bagian retina mata hingga menjalani operasi di RSU Soewondo Kamis (17/10/2024).

Peristiwa itu terjadi Rabu (16/10/2024) pada jam istirahat sekolah. F sempat menjerit kesakitan setelah sebuah anak panah mainan menerjang matanya. Diduga panah terlempar dari tangan temannya berinisial Z, padahal korban sudah mengaku ketakutan saat panah mainan itu diarahkan kepadanya.

Terlepas ada unsur kesengajaan atau tidak, peristiwa seperti ini diharapkan tidak terulang, dan pihak sekolah berkewajiban memberikan rasa aman dan nyaman serta dapat mencegah terjadinya intimidasi, kekerasan seksual, dan perundungan.

Yang membuat ironis dalam kejadian ini adalah reaksi dari pihak sekolah, khususnya kepala sekolah SDN Mintobasuki 02, Mustofa yang seolah-olah hendak lepas tanggung jawab dengan dalih kejadiannya di luar kegiatan belajar mengajar (KBM).

Pada Senin (21/10/2024) orang tua korban bernama Joko Suprapto mendatangi sekolah untuk meminta pertanggungjawaban pihak sekolah dan orang tua Z yang melukai korban.

Di depan orang tua korban, Mustofa mengaku tidak bisa berbuat banyak karena kejadiannya di luar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). “Sekolah tidak mungkin bisa mendampingi siswa sampai hal sekecil itu,” ujarnya.

Jika kejadian seperti ini dianggap kecil dan bukan tanggung jawab pihak sekolah, lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas peristiwa yang mengakibatkan siswa masuk rumah sakit?
Orang tua korban sempat bertanya, apakah ranah KBM hanya terbatas pada kegiatan belajar mengajar di dalam kelas? “Padahal peristiwa yang menimpa anak saya terjadi di dalam lingkungan sekolah dan pada jam istrirahat sekolah di sela-sela KBM,” keluhnya.

Setelah didesak oleh orang tua korban, Mustofa menyampaikan bahwa dalam hal ini pihak sekolah akan mecoba berunding dengan para guru serta Kabid Pembina SD untuk mencari solusi dari kasus ini.

Di sisi lain, kepala sekolah telah membuat instruksi kepada semua wali kelas untuk mengumpulkan iuran sebesar lima ribu rupiah per anak, dan sudah terkumpul tujuh ratus ribu rupiah dan sudah diserahkan kepada korban.

Namun upaya pengobatan untuk mata korban ternyata harus melalui tahap yang lebih serius bahkan direncanakan dirujuk ke RS yang lebih besar di Kota Semarang.
Menyikapi hal ini orang tua korban merasa semua pihak yang terlibat harus ikut memikirkan bagaimana dengan kondisi kesehatan fisik dan mental dari putranya. Sementara ini dibuat kesepakatan, bahwa biaya operasi ditanggung oleh orang tua pelaku dan biaya kontrol ditanggung pihak sekolah.

Selain dari masalah pengobatan fisik, korban juga butuh pendampi-ngan terkait mental yang sempat down dikarenakan mengalami pembullyan terkait kacamata yang dikenakan adalah hasil pemberian orang tua pelaku.

Disini semua pihak harus menyadari bahwa tidak ada seorang pun anak yang menginginkan di posisi korban, jadi sudah menjadi kewajiban semua pihak untuk memikirkan bagaimana mental korban ke depan.

Hingga berita ini diturunkan pihak korban masih berharap ada reaksi dan respon dari kepala sekolah atau Dinas Pendidikan dan dinas terkait sebagai bentuk kepedulian atas apa yang terjadi dalam lingkungan sekolah.

Kasus ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab sekolah dan Dinas Pendidikan untuk mencari solusi bukan mencari alasan karena kasus ini di luar KBM. Ironis jika satuan pendidikan menganggap kasus kenakalan anak adalah hal kecil atau biasa.

Keseriusan satuan pendidikan (sekolah) harusnya ditunjukkan dengan segera membentuk tim khusus dalam menangani dan mencegah bullying seperti ini. Pihak sekolah bisa bekerja sama dengan dinas terkait bahkan ke jejaring perlindungan anak daerah atau komisi perlindungan anak (KPAI) untuk bagaimana melindungi hak-hak anak khususnya di lingkungan sekolah sehingga tidak terjadi ‘kesan’ lepas tanggung jawab.

Kasus kekerasan seperti ini sudah seharusnya menjadi perhatian bersama oleh satuan pendidikan dan harus disikapi dengan sangat serius dengan melibatkan semua yang terlibat termasuk orang tua dan lingkungan serta semua instansi yang turut bertanggungjawab pada penanganan dan penanggulangan hingga untuk kasus serupa tidak terjadi di masa depan. (*)

Musim Tanam Tebu 2025 di Blora Akan Semakin Meluas dan Cerah

0

Korandiva – BLORA.- Prospek pengembangan areal tebu di Kabupaten Blora akan semakin meluas dan cerah pada masa tanam tahun 2025. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora Anton Sudibyoyang juga salah satu petani tebu penyangga dan jangkar di Blora, Selasa (19/11/2024).

Anton meyakini kalau areal tebu masa tanam tahun ini akan semakin meluas mengingat pengalaman masa giling 2024. “Berkat dukungan dan bantuan Bupati Blora Arief Rohman serta perjuangan dari pengurus APTRI Kabupaten Blora, harga pembelian tebu dari PT GMM-Bulog mengalami kenaikan sangat fantastik dibanding pembelian tebu petani masa giling tahun tahun sebelumnya,” jelas Anton.

Anton menuturkan, pada masa tanam tahun ini sudah ada petani di Kabupaten Blora yang menanam dengan menggunakan bibit varietas unggul tebu bernama Mustika A.
Varietas tersebut memiliki potensi produktifitas tebu sebesar 135 ton/Ha dan rendemen tebu d iatas 10%.

Anton sebagai inisiator dan Inovator pengembangan tebu Mustika A di wilayah Kabupaten Blora merasa kewalahan untuk memenuhi animo permintaan bibit tebu tersebut baik dari para petani di Blora maupun para petani diluar dari kabupaten Blora.

Bahkan sudah ada utusan dari salah satu pabrik gula dari Jawa Timur yang mau membeli bibit Mustika A dalam jumlah cukup besar.

Namun permintaan tersebut tidak bisa dipenuhi, karena selain jumlah bibit masih sangat terbatas.
Anton memiliki prinsip akan memprioritaskan penjualan bibit tebu Mustika A sementara hanya untuk para petani Blora.

“Gus Arief Rohman (Bupati Blora yang saat ini cuti Pilkada) saat mengunjungi ke tempat pembibitan milik kami di desa Japah beberapa waktu lalu memberikan apresiasi atas kreativitas dan semangat petani tebu untuk maju dengan memanfaatkan bibit tebu varietas unggul berkualitas,” tambah Anton.

Kedepan agar varietas tebu Mustika A diharapkan jadi bibit tebu andalan untuk para petani di Kabupaten Blora.

Sementara Drs H. Sunoto selaku Ketua APTRI Kabupaten Blora mendukung tentang pengembangan tebu di kabupaten Blora yang memakai bibit Varietas tebu Mustika A.

Sunoto juga meminta agar pihak menagemen PT GMM Bulog mengupayakan pengembangan penanaman tebu varietas Bibit Mustika A di lahan yang dimiliki oleh PT GMM Bulog untuk demplot dan percontohan bagi para petani tebu.

Sunoto masih sangat berharap sejak ia diberi amanah lagi sebagai ketua APTRI ingin hadirnya bapak angkat dalam pengembangan tebu di Blora dan adanya reformasi peningkatan kinerja di PT GMM Bulog serta diwujudkan kemitraan standar antara para petani tebu dengan pihak managemen direksi PT GMM Bulog sehingga bisa membuat para petani tebu gumuyu dan terciptanya cita-cita awal berdirinya Pabrik Gula GMM di Blora,yaitu manis tebuku mulyo uripku. (*).

Mempererat Hubungan, Paguyuban Wreda Agri Makmur Blora Gelar Pertemuan Istimewa

0

Korandiva – BLORA.- Bertempat di ruang pertemuan PWRI Blora digelar pertemuan istimewa Paguyuban Wreda Agri Makmur pada Jumat, 15 November 2024. Anggota Paguyuban Wreda Agri Makmur merupakan mantan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dari Dinas Pertanian Kabupaten Blora.

Ketua Pengurus Paguyuban Wreda Agri Makmur Kabupaten Blora H. Subekti, SP.,MMA., dalam sambutannya menuturkan filosofi hidup yang diyakininya. Bahwa sejatinya hidup itu indah dan damai, manusia bisa mengisi kehidupan untuk saling berbagi, membantu, menghormati, menghargai dan guyub rukun berdampingan dengan orang lain.

“Siapapun yang selalu melandasi setiap tindakannya dengan spirit guyub rukun kelak akan mendapatkan K3. Kebaikan, Keberkahan dan Kebahagiaan,” kata Subekti di depan para anggotanya.

Pada kesempatan itu Subekti mengaku bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Pemurah, karena masih bisa dipertemukan dengan teman-teman seperjuangan dalam keadaan sehat wal afiat dan penuh kebahagiaan.

“Jadikan pertemuan seperti ini sebagai momentum untuk menebar kasih sayang dan mempererat kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan,” ujar Subekti, mantan Kepala Dinas Kehutanan Blora itu.

Menjelang pelaksanaan Pilkada Blora 2024, Subekti juga mengingatkan agar jangan sampai terpecah bela hanya karena beda pilihan. Menurut Subekti, hubungan kekeluargaan dan kerukunan yang sudah terjalin jangan sampai pudar.

“Ingat dalam ungkapan bijak dari jawa, tego larane ora tego patine (tega sakitnya, tidak tega matinya),” ucapnya.
Menurutnya ungkapan ini menggambarkan bagaimana eratnya hubungan kekeluargaan dan persaudaraan.

“Artinya orang tua mampu menahan pilu melihat anak sakit, namun ketika sang anak diambang kematian pasti luluh juga hatinya.Seandainya ia mampu menebus dengan nyawanya tentu akan dilakukan demi kebahagian anaknya,” jelasnya.

Sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah, H.Subekti yang saat ini juga diamanahi sebagai ketua PWRI Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora memberikan bantuan paket sembako kepada semua yang hadir dalam pertemuan paguyuban Wreda Agri Makmur.

“Ada pantun untuk kita semua. Bunga melati sedang merekah, Baunya wangi dan warnanya indah, Rajin bersilaturahmi akan membawa berkah, Perilaku Guyub Rukun itu ibadah,” tuturnya lagi.

Sementara itu H. Sunaryo SP mantan kepala UPTD Dinas Pertanian dalam pengantarnya menginformasikan agenda pertemuan kali ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan perekat tali silaturahmi dan menumbuhkan semangat kerukunan dalam menyambut pesta demokrasi pemilihan paslon Bupati dan Wakil Bupati Blora yang akan dilaksanakan besok pada 27 November 2024. (*).

Murid SDN Sambongwangan 1 Kunjungi Dinas Damkar di Randublatung

0

Korandiva-BLORA.- Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sambongwangan 1 Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora melakukan kunjungan edukatif atau outing class ke Dinas Pemadaman Kebakaran Kecamatan Randublatung, Jumat (8/11/2024).

Kegiatan yang juga diikuti bapak ibu guru pendidik itu bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya keselamatan sejak diri sejak usia dini.
Kedatangan murid dan guru pada hari itu disambut baik oleh Tim Damkar dan juga Camat Randublatung Drs Bukri S.Mi.

Pada kesempatan itu mereka diperkenalkan seputar nama dan fungsi peralatan pemadam sepeti halnya selang air, helm, dan peralatan pelindung. Selain dijelaskan mengenai prosedur penanggulangan kebakaran, kepada anak-anak juga diajarkan cara-cara menyalamatkan diri jika terjadi kebakaran.

Menurut Bukri, kegiatan semacam ini perlu dilakukan sejak dini agar mereka tahu pentingnya keselamatan sekaligus menanamkan ketangguhan kepada generasi penerus. “Kegiatan ini sebagai salah satu langkah untuk menciptakan masyarakat yang lebih sadar dan siap dalam menghadapi berbagai macam ancaman,” harap Camat.

Selama kegiatan berlangsung Kasi Trantip Kecamatan Randublatung, Sugianto mengatakan, bahwa kunjungan seperti ini sudah sering dilakukan oleh anak-anak TK dan murid SD. “Semoga kegiatan ini bisa memberi pengalaman yang berharga bagi para murid,” kata Sugianto.

Setelah diberi penjelasan, tim Damkar juga memberikan kesempatan kepada para murid untuk merasakan langsung dengan menggunakan alat-alat pemadam. Terlihat mereka tampak antusias dan semangat saat mencoba menyemprotkan air menggunakan selang pemadam kebakaran.

Kepala SDN Sambongwangan 1, Suwarni S.Pd beserta guru kelas yang mendampingi menyampaikan ucapan terima kasih kepada Camat dan Tim Damkar kecamatan Randblatung yang menerima kehadiran anak didiknya.

“Kami beserta guru-guru merasa senang karena Pak Camat dan Tim Damkar telah memberikan edukasi kepada murid-murid kami,” ucap Suwarni. (*).

Diduga Tak Mampu Bayar Angsuran, Mobil Siaga Desa Sogo-Blora Ditarik Leasing

0

Korandiva – BLORA.- Mobil siaga milik Pemerintah Desa (Pemdes) Sogo, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, yang dibeli dari anggaran Pendapatan Asli Desa (PAD) pada tahun 2021 lalu kurang lebih sebesar Rp. 85 juta, pada hari Kamis 14 November 2024 ditarik oleh pihak leasing.

Usut punya usut, ternyata mobil siaga tipe Daihatsu Gran Max dengan Nomor Polisi (Nopol) H 1080 AH atas nama BPKB Cucuk Wahyudi, yang dibeli oleh Sukirno selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Sogo secara kredit tanpa sepengetahuan Ngatman, selaku Kepala Desa (Kades) Sogo. Bahkan, mobil tersebut bukan unit baru, melainkan mobil bekas pakai.

Mobil siaga tersebut dibeli Sekdes Sogo pada tahun 2021 dengan cara kredit melalui pembiayaan pihak leasing dengan harga kurang lebih Rp. 85 juta. Namun ketika kredit tersebut hendak lunas, Sekdes Sogo mengajukan Top Up sebesar Rp. 72 juta pada awal tahun 2023, dengan angsuran perbulannya Rp. 2.983.000 selama 36 bulan terhitung sejak Januari 2023.
Kemudian, dalam berjalannya proses angsuran, Sekdes Sogo baru membayar angsuran sebanyak 20 kali, dan masih ada sisa 16 kali angsuran lagi. Namun Sekdes sudah menunggak angsuran selama 4 bulan, sehingga mobil tersebut ditarik oleh pihak leasing pada hari Kamis (14/11).

Sukirno, Sekdes Sogo membenarkan jika mobil siaga tersebut dibeli secara kredit melalui pembiayaan pihak leasing yang ada di Kabupaten Bojonegoro, “Iya mas, nunggak 4 bulan, tinggal 16 kali angsuran,” ucapnya.

Padahal, sepengetahuan Kades Sogo mobil siaga tersebut dibeli secara cash (lunas), karena uang yang dipakai dari PAD sebesar kurang lebih Rp. 50 juta dan akan ditambah dari anggaran lainnya. Sehingga Kades Sogo tidak mengetahui jika akhirnya Sekdes beli mobil dengan cara kredit.

“Untuk harga pembelian awal pastinya akan saya cek dulu mas, karena berkasnya ada di Pak Sekdes, kayaknya dulu itu kurang lebih itu 80 juta atau 85 juta, itu dari PAD kok,” ucap Kades Sogo, Sabtu (16/11).

Mirisnya lagi, saat Sekdes tersebut membawa atau mengambil mobil siaga yang berada di rumah Muryono selaku sopir mobil siaga, ternyata tanpa sepengetahuan sopir mobil siaga maupun Kades Sogo. Melainkan meminta kunci duplikat kepada anak sopir mobil siaga yang saat itu ada dirumah.

“Awalnya Pak Sekdes telfon saya dan bilang mau pakai mobil siaga mas, tapi saya bilang tidak bisa, karena mau di pakai buat mengantar orang sakit ke Rumah Sakit. Terus Pak Sekdes datang kerumah dan meminta kunci duplikat kepada anak saya, karena anak saya tidak tau apa-apa ya langsung di ambilkan kuncinya mas,” ucap Muryono, Jum’at (15/11).

Usai mobil siaga tersebut ditarik pihak leasing, Sekdes sempat mendatangi rumah Kades dan menyampaikan jika mobilnya ditarik leasing, “Ada masalah Pak, mobilnya ditarik leasing,” ucap Kades Sogo menirukan ucapan Sekdes.

Namun saat ditanya oleh Kades terkait ada permasalahan apa hingga mobil siaga ditarik leasing, Sekdes Sogo tidak menjelaskan apapun, malah mebahas hal-hal lainnya, “Dia tidak menjelaskan masalahnya, tapi malah membicarakan hal yang lainnya,” pungkas Kades. (*)

Protes Polusi Asap Pabrik ke PT. KRI Rembang, 7 Warga Blora Dianiaya

0

Korandiva – BLORA.- Pernah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang, DLH Blora, DLH Provinsi hingga pusat tapi tak ada respon, Rabu (13/11/2024) belasan warga dari Desa Jurangjero Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora mendatangi kantor PT Kapur Rembang Indonesia (KRI) di Desa Kajar Kecamatan Gunem Kabupaten Rembang.

Kedatangan massa dari Blora itu untuk menyampaikan protes, karena merasa terganggu polusi asap pembakaran batu kapur yang diproduksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah Rembang itu.
Pasalnya, asap pembakaran berbau tak sedap tersebut telah mencemari udara di Desa Jurangjero yang hanya berjarak 700 meter dari lokasi pabrik.

Awalnya sempat berlangsung negosiasi. Namun pihak KRI menolak dituduh sebagai penyebab polusi, dan juga menolak diajak ke lokasi Desa Jurangjero.

“Terus terjadi cek-cok, dan tiba-tiba ada yang ngambil gunting lalu ditusukkan,” jelas Kepala Desa Jurangjero, Suwoto kepada wartawan, Kamis (14/11/2024).

Menurut Suwoto, pelaku penganiayaan dengan penusukan tersebut diduga merupakan karyawan dari PT KRI. “Orang PT KRI, warga asing itu,” ucapnya.

Sebanyak 7 warga Desa Jurangjero yang menjadi korban penusukan. “Yang dua orang sudah menjalani visum,” katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo mengatakan massa yang datang juga melakukan pengrusakan kantor, kendaraan dan menganiaya karyawan PT KRI. Informasi sementara, 3 orang pekerja asing turut menjadi korban.

“Pertama datang ingin mediasi secara baik-baik, tapi tidak mendapatkan kesepakatan. Justru warga yang protes ditikam dengan menggunakan gunting. Massa sempat pulang, namun kembali lagi dengan jumlah lebih banyak, sambil membawa senjata tajam,” ujar Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Heri Dwi Utomo.

Heri menyatakan pihaknya sudah menggelar olah TKP dan memeriksa para saksi. Untuk korban mengalami luka-luka, masih menjalani perawatan di rumah sakit. “Masih di RSU, tidak ada yang meninggal dunia, Mas. Korban luka-luka,” terangnya. (*)

Rajiman Santarko, Pahlawan Keluarga yang Menekuni Ternak Bebek

0

Korandiva – BLORA.- Sebagian para purna berpikir, bahwa setelah pensiun berarti saatnya berhenti bekerja dan berhenti produktivitas. Juga ada yang berpendapat masa purna tugas adalah masa menghabiskan waktu sambil menunggu panggilan dari langit, karenanya harus dinikmati dengan bersantai ria, bercengkrama dengan keluarga momong cucu.

Namun pola pikir dan pendapat seperti itu tidak berlaku bagi sosok H.Rajiman Santarko.

Sejak sepuluh tahun silam, ketika memasuki masa purna tugas sebagai ASN dengan jabatan terakhir Camat dan Anggota DPRD Kabupaten Blora, Rajiman tetap melakukan aktivitas untuk mengisi waktu yang bisa menghasilkan nilai manfaat baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain.

Rajiman terjun langsung di bidang Agribisnis Pertanian. Selain sebagai petani yang berusahatani di lahan sawah dan tegalan. “Tiga tahun terakhir saya beternak bebek dan budidaya ternak entok,” ujarnya dengan semangat ketika ditemui di Desa Gersi, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora, Minggu (10/11/2024).

Ia memilih menekuni pertanian dan ternak unggas karena ingin menunjukkan kemampuan di usia lansiannya kepada generasi muda.
Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2024 yang mengangkat tema Hari Pahlawan Nasional tahun 2024 adalah Teladani Pahlawanmu, Cintai Negerimu menurut Rajiman sangat pas dengan prinsip hidup yang dijalani.

“Saya bangga kalau ada pemuda yang bertani atau beternak,” ujarnya.
Hal ini sebagaimana tercantum dalam Pedoman Hari Pahlawan 2024 yang diterbitkan oleh Kemensos.

“Tema tersebut mencerminkan semangat kebangsaan yang kuat, panggilan untuk bersatu, menjaga identitas nasional, dan memperkuat rasa cinta tanah air,” ungkapnya.

Tema ini juga memberi pesan mengajak setiap individu untuk menjadi pahlawan di lingkungannya masing-masing, dengan cara berkontribusi secara positif dan aktif dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, tema ini memberikan pesan bahwa siapapun dapat menjadi pahlawan dengan melakukan tindakan yang bermanfaat bagi sesama, menunjukkan kepedulian, dan menjaga kesatuan bangsa.

“Hari Pahlawan tidak hanya mengenang para pejuang yang gugur, tetapi juga sebagai panggilan untuk menghidupkan nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Bagi generasi masa kini, menjadi pahlawan dapat diartikan sebagai berjuang untuk kemajuan bangsa di berbagai bidang, baik itu pendidikan, teknologi, ekonomi, maupun sosial.

Nilai-nilai seperti keberanian, keikhlasan, dan dedikasi yang ditunjukkan oleh para pahlawan terdahulu perlu diaktualisasikan dalam konteks modern.

“Perjuangan di masa kini tentu berbeda, tetapi semangat dan tujuan untuk membangun negeri tetap sama. Generasi muda dapat meneladani para pahlawan dengan cara mengembangkan kompetensi diri, berkarya untuk masyarakat, serta berpartisipasi aktif dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” jelas Rajiman yang kini dipercaya sebagai Ketua Persatuan Wredata Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon.

Ia menjelaskan bahwa dalam agama Islam setiap orang sejatinya diharapkan untuk terus aktif menjalani kehidupan hingga datang ajal.

Bahkan dalam Islam meyakini bahwa segala aktivitas yang dilakukan manusia untuk kebaikan adalah dalam bentuk ibadah kepadaNya.

Sebagaimana tersurat dalam Alquran Surat Al-Insyirah 94: ayat 7 : “Maka apabila engkau telah selesai dari sesuatu urusan,tetaplah bekerja keras untuk urusan yang lain”.

Ayat ini menjelaskan bahwa beraktivitas untuk bekerja terus dilakukan sampai di akhir hayat sebuah kebutuhan.
Disamping itu Ia ingin membuat sejarah bahwa masa purna tugas bukan akhir dari kehidupan untuk berkarya nyata tetapi awal memasuki masa kehidupan yang “BEBAS” (Berkecukupan, Bahagia, Aktif dan Sehat).

Berkecupan dalam hidup dan kehidupan harus mampu kita wujudkan dengan pandai bersyukur menerima apapun yang ada pada diri kita tak perlu merasa kurang tapi merasa cukup.
Karena Tuhan Yang Maha Bijaksana selalu memberi apa yang kita butuhkan, bukan yang kita inginkan.

Dikatakannya bahagia itu sederhana sesuai standar kebahagian kita masing-masing. Ada yang sudah bahagia bisa makan sehari tiga kali walaupun lauk seadanya, tapi juga ada yang merasa bahagia diberi kesehatan prima walau kehidupan sehari hari pas-pasan.

Kunci kebahagian terletak pada sikap kita.Dengan pandai bersyukur segala sesuatu yang kita miliki dan berjuang sepenuh hati untuk tujuan yang besar dan positif,maka kebahagian akan selalu mengalir dalam kehidupan kita.

Aktif dalam kehidupan selalu berkiprah dan berkarya nyata yang paling bermanfaat orang lainnya.
Oleh sebab itu seseorang yang sudah pensiun selayaknya tetap giat berusaha, dinamis dan mampu beraksi dan bereaksi dalam kehidupannya untuk berbuat baik bagi sesama umat.

“Sehat itu mahal maka upayakan dalam kita kehidupan untuk menjaga kesehatan baik lahir maupun batin agar tetap prima dengan melaksanakan perintahNya dan menjahui laranganNya, rutin berolah raga ,makan makanan gizi berimbang dan istirahat yang cukup,” tuturnya.

Ia menambahkan dalam kegiatan berwira usaha di bidang peternakan pada awalnya beternak bebek sudah berjalan tiga tahun, sekarang sudah beralih ke ternak entok dengan pertimbangan bahwa pemeliharaan entok lebih mudah, tingkat kematian ternak entok lebih rendah dibanding ternak bebek.

Demikian pula produksi daging entok lebih tinggi dan harga daging entok lebih mahal dibanding daging bebek.
Untuk memperoleh bibit entok tidak mengalami kesulitan karena dapat menetaskan sendiri dengan mesin penetas dan membeli bibit dari para tetangga yang induk entok diberi gratis oleh Rajiman.
Dalam waktu dua bulan entok hasil pemeliharaan sudah dapat dijual ke para pemilik rumah makan yang menyajikan menu makanan rica entok dan entok goreng dan para pedagang lokal.

Dari pemeliharaan entok 300 ekor setiap 2 bulan sekali mendapat keuntungan bersih antara Rp 2,5 hingga Rp 3 juta.
Selain itu ada keuntungan lainnya yang tidak dapat dinilai,yaitu ketenangan hidup dan harapan hidup yang makin mantap karena setiap panen sebagian hasilnya bisa untuk sedekah/ berbagi/kepyur kepada tetangga dan orang orang yang kurang beruntung.

Tip khusus dari Rajiman yang saat ini sebagai ketua Persatuan Wredata Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Jepon Blora kepada para wredatama untuk tetap semangat berkarya nyata menjadi pribadi yang BEBAS dan selalu berusaha menjaga kesucian hati dalam kehidupan sehari hari. (*).

Juara Geguritan Tingkat Provinsi, Dharma Saputra Bercita-Cita Ingin Menjadi Dalang

0

Korandiva – BLORA.- Dharma Saputra, siswa kelas VI SDN 1 Semanggi, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, sukses menorehkan prestasi di ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Tengah. Dalam lomba yang digelar di Kabupaten Jepara pada 21-23 Oktober 2024, Dharma meraih Juara Harapan I dalam kategori Geguritan, cabang sastra Jawa yang penuh seni dan makna.

Cinta Dharma pada budaya Jawa terlihat dari cita-citanya yang unik dan penuh semangat.
“Aku ingin jadi dalang, kayak Ki Seno Nugroho. Wayang itu keren, bisa bikin orang senang dan juga belajar hal-hal baik,” ujar Dharma dengan mata berbinar-binar.

Keberhasilan Dharma tidak terlepas dari peran besar SDN 1 Semanggi. Sekolah ini terus mengajak siswa-siswinya untuk mencintai budaya lokal, terutama bahasa dan seni Jawa.

Kepala sekolah, Tunggal Rizki Susiawanti, S.Pd. SD, menjelaskan bahwa kegiatan seperti membaca cerita berbahasa Jawa, mendongeng bahasa jawa, hingga latihan berbicara dengan bahasa Jawa menjadi cara untuk menjaga tradisi.

“Di sekolah, kami melatih anak-anak berbicara bahasa Jawa dengan baik dan benar, seperti membedakan bunyi d dan dh atau ta dan tha. Hal ini membantu mereka memahami arti kata dengan tepat, sehingga geguritan yang dibawakan bisa terasa lebih hidup,” jelasnya.

Bimbingan dari guru, ditambah semangat belajar Dharma, membuatnya mampu bersaing di tingkat provinsi dan membawa pulang prestasi.

Prestasi Dharma menjadi motivasi bagi teman-temannya di SDN 1 Semanggi. Kepala sekolah berharap, keberhasilan ini bisa membuat siswa-siswi lain percaya diri untuk mencoba hal baru dan berprestasi.

“Semua anak terlahir dengan bakat yang perlu kita tebalkan semua bisa berprestasi asalkan mau berusaha. Semangat Dharma menunjukkan bahwa kita bisa bersaing di mana saja. Harapan saya, semakin banyak siswa SDN 1 Semanggi yang berani menunjukkan bakatnya,” kata Tunggal Rizki.

Bagi Dharma, menjadi dalang adalah impian besar yang ingin ia wujudkan suatu hari nanti.
“Aku pengen main wayang biar banyak orang tahu cerita-cerita bagus dari Jawa. Jadi dalang itu seru, bisa ngajarin hal baik lewat cerita wayang,” ungkap Dharma sambil tersenyum.

Semangat Dharma untuk mencintai budaya Jawa adalah inspirasi besar bagi generasi muda lainnya. Dengan kerja keras, bukan tidak mungkin mimpi besar Dharma menjadi dalang bisa terwujud di masa depan.

Kisah Dharma mengajarkan bahwa mencintai budaya lokal itu penting. Dharma menunjukkan bahwa tradisi tidak hanya bisa dilestarikan, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan.

Keberhasilan ini adalah bukti bahwa dukungan sekolah dan keluarga sangat penting untuk membantu anak-anak mengembangkan bakatnya. Dharma telah membuktikan bahwa tradisi dan prestasi bisa berjalan bersama, menjadi kebanggaan untuk dirinya, keluarganya, dan juga sekolahnya. (*)