Beranda blog Halaman 80

Saka Wanabakti Adakan Praktek Penanaman di RPH Bodeh BKPH Beran KPH Randublatung

0

Korandiva – BLORA.- 19 anggota Pramuka Saka Wanabakti Pangkalan KPH Randublatung melakukan praktek lapangan penanaman jati di Petak 66 RPH Bodeh BKPH Beran, Minggu (1/12/2024).

Sebelum praktek lapangan, para anggota Pramuka diberikan materi perihal penanaman jati yang dibimbing langsung oleh Kepala KRPH Bodeh, Kak Suparman dengan melibatgkan mandor tanam.

Pada kesempatan itu, Admistratur Perum Perhutani KPH Randublatung Herry Markusiyanto menyampaikan pesan melalui Asper BKPH Beran, Kak Muslim yang intinya berharap adik adik Saka Wanabakti bisa sungguh-sungguh dalam menjalankan praktek tanam agar kelak menjadi pecinta alam dan peduli lingkungan.

Kegiatan di Petak 66 RPH Bodeh itu juga dihadiri oleh Asper Beran Kak Muslim, KSS Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan, Kak Junaidi, dan KRPH Bodeh Kak Suparman.

Asper Beran, Kak Muslim dalam arahannya kepada anggota pramuka megatakan, bahwa selama menjalankan praktek adik adik harus mengikuti petunjuk kakak pembimbing. “Supaya nanti menghasilkan tanaman yang baik dan sempurna,” kata Kak Muslim.

KSS Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan dan sebagai sekretaris Pin Saka Wanabakti Junaidi menambahkan, bahwa kegiatan hari ini sebagai sarana untuk menambah ilmu dan pengetahuan yang positif.

“Alhamdulillah kita ucapkan yang mana kita masih bisa bertemu di petak 66 RPH Bodeh dalam rangka praktek penanaman jati,maka saya mohon adik adik Saka Wanabakti diwaktu praktek harus fokus perhatikan petunjuk cara membuat lubang dan memindahkan bibit dari bedeng sempai menam,” tambah Junaidi. (*).

Tetaplah Bijak

0

PILKADA serentak 27 November 2024 telah usai tanpa ketegangan, khususnya Blora. Hasil hitung cepat dari berbagai lembaga survei terus bermunculan, walaupun ada selisih angka namun sudah memberikan kepastian, bahwa Paslon nomor urut 1, Arief Rohman-Sri Setyorini menang mutlak tampa ada kegaduhan.

Dalam perspektif spiritual, menang atau kalah bukanlah akhir dari segalanya. Agama mengajarkan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah ketentuan terbaik dari Yang Maha Kuasa. Kemenangan bukan sekadar soal angka, tetapi juga tanggung jawab besar yang mengikutinya. Begitu pula dengan kekalahan, yang seringkali menjadi kesempatan untuk merenung, memperbaiki, dan menata langkah ke depan.

Namun, sejarah politik kita mencatat, kemenangan sering kali membawa “ujian” yang berat. Tidak sedikit pemimpin yang awalnya dielu-elukan justru berakhir di kursi terdakwa karena korupsi, suap, atau praktik bagi-bagi kue kekuasaan untuk tim sukses.
Pilkada, yang semestinya menjadi ajang melahirkan pemimpin amanah, seringkali tercoreng oleh kompromi politik yang tidak sehat.
Bagi pasangan calon yang menang, euforia kemenangan seharusnya tidak membuat lupa diri. Kemenangan adalah amanah rakyat yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar pesta politik.

Banyak pemimpin daerah tergelincir karena lupa memprioritaskan kepentingan rakyat dan malah sibuk memenuhi janji politik kepada tim sukses. Fenomena “politik balas budi” seperti pembagian jabatan strategis kepada orang-orang dekat harus dihindari. Ini bukan hanya melanggar prinsip good governance, tetapi juga rentan menyeret pemimpin ke pusaran hukum.

Blora, memerlukan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga mampu menjaga integritas. Tantangan pemba-ngunan di Blora pasca-pilkada tidaklah mudah. Pengentasan kemiskinan hingga perbaikan kualitas pendidikan dan kesehatan menunggu untuk segera ditangani.

Di sisi lain, bagi pasangan calon yang kalah, hasil pilkada bukan akhir dari segalanya. Kekalahan adalah kesempatan untuk introspeksi dan belajar memahami apa yang kurang dalam strategi maupun pendekatan kepada masyarakat. Tidak perlu sibuk mencari kambing hitam atas kegagalan, karena rakyat akan selalu menilai dengan jernih siapa yang benar-benar tulus dan siapa yang sekadar haus kekuasaan.
Blora membutuhkan posisi yang kuat dan konstruktif untuk memastikan pemimpin terpilih tetap bekerja sesuai amanah. Bagi mereka yang kalah, ini adalah momen untuk menunjukkan dedikasi melalui jalur lain, tanpa harus menunggu lima tahun lagi untuk kembali bertarung.

Pilkada bukan sekadar soal siapa yang menang dan kalah, tetapi tentang bagaimana rakyat mendapatkan pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata. Karena itu, peran rakyat tidak berhenti pada hari pencoblosan. Rakyat Blora harus terus mengawal kebijakan pemimpin terpilih dan memas-tikan mereka tetap berada di jalur yang benar.

Mari kita renungkan, apakah kemenangan yang diraih benar-benar membawa kebaikan, atau justru menjadi pintu bagi bencana hukum dan moral? Menang atau kalah hanyalah bagian dari dinamika duniawi. Yang terpenting adalah bagaimana kita semua, baik pemim-pin maupun rakyat, tetap men-jaga amanah untuk mewujudkan masyarakat yang adil, sejahtera, dan diridhai Yang Maha Kuasa.
***

Desa Ngilen, Desa Anti Korupsi di Kabupaten Blora

0

Korandiva – BLORA.- Guna mendukung program pemerintahan pusat dalam upaya pencegahan tindak korupsi, Pemerintahan Desa Ngilen Kecamatan Kundurn bersama Inspektorat Kabupaten Blora mendeklarasikan Desa Anti Korupsi (Desa Ankor) pada Desember 2022.

Kegiatan deklarasi Anti Korupsi selain dihadiri beberapa pejabat dari Kabupaten Blora juga disaksikan oleh pegiat Anti Korupasi, KPK, tokoh masyarakat Ngilen, dan beberapa awak media serta LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

Dikatakan oleh Kepala Desa Ngilen, Purwo Suharto, S.Pd. bahwasannya pedeklarasian tersebut disambut baik oleh BPD dan tokoh masyarakat. Semua pihak berharap agar dalam menjalankan APBDes setiap tahunnya bisa berjalan transparan dan terbuka.

Ditemui di ruang kerjanya Kades Purwo mengatakan bahwa deklarasi Desa Anti Korupsi itu bukan inisiatifnya sendiri, bahkan pendeklaraian Desa Anti Korupsi tersebut merupakan usulan dari Kasi Pemerintahan Kantor Kecamatan atas arahan Camat Kunduran sebagai perwakilan desa se-Kecamatan Kunduran.

“Kita ditunjuk oleh kecamatan menjadi Desa Anti Korupsi karena dipandang secara administrasi Desa Ngilen memenuhi kelayakan,” ungkap Kades Ngilen, Jum’at (29/11/24).

Karenanya lanjut Kades, setiap 1 tahun sekali Inspektorat Kabupaten Blora datang untuk menilai tata kelola administrasi di Desa Ngilen untuk melihat lebih meningkat atau tidaknya,” tambahnya.

Diceritakan oleh Kades, Kabupaten Blora pada Tahun 2023 mendapat penilaian dari Inspektorat Provinsi Jawa Tengah, dan yang dijadikan percontohan Desa Anti Korupsi adalah Desa Ngilen. “Alhamdulillah Desa Ngilen juga dapat penilaian Desa Anti Korupsi dari Inspektorat Provinsi,” ujar Purwo.

Kepada wartawan, Purwo memaparkan upaya atau langkah yang dilakukan Pemdes Ngilen dalam meminimalisir penyimpangan dana desa. Setiap anggaran dana desa turun langsung digunakan untuk kegiatan pembangunan sesuai juknis yang sudah direncanakan untuk pembangunan, baik pembangunan fisik maupun non fisik. “Contohnya, pelayanan administrasi apapun tidak dipungut biaya sepeserpun,” ucapnya.

Hal tersebut sebagai wujud nyata Desa Ngilen sebagai Desa Anti Korupsi, sesuai dengan selogannya, “Desa Ngilen Desa Anti Korupsi”.
Sejak menyatakan komitmen sebagai Desa Anti Korupsi, hal itu tidak mengurangi sedikitpun semangat para perangkat desa untuk terus giat bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.
Pasca menyandang predikat Desa Anti Korupsi, pada Tahun 2024 ada tambahan Dana Desa sebesar 138.000.000. Dana tersebut murni tambahan Dana Desa yang langsung digunakan untuk pemasangan paving jalan wilayah RT 1 RW 1 Desa Ngilen.

Ketua BPD (Badan pengawasan Desa) Desa Ngilen, Wiji mengatakan bahwa komunikasi antara Kades dan BPD sering dilakukan untuk menciptakan pengelolaan anggaran dengan baik dan tepat sasaran. “Komunikasi secara pribadi atau bersama anggota BPD lain dalam bentuk musyawarah kemasyarakatan, tentang apa yang akan dikerjakan dan sedang dikerjakan oleh desa,” ungkap Wiji saat ditemui di rumahnya.

Secara bertahap, insfrastruktur di Desa Ngilden diperbaiki, juga proyek-proyek bantuan pertanian yang semakin memudahkan para petani, serta pelayanan dari perangkat desa yang gercep.
“Tidak sedikit masyarakat yang menyatakan kepuasan atas kinerja Pemdes yang sekarang, meskipun tetap ada kekurangannya,” lanjut Wiji.

Hal senada juga disampaikan oleh Abdul Jalil, salah satu tokoh masyarakat Desa Ngilen yang juga berharap kedepannya Desa Ngilen mempertahankan predikat yang disandang saat ini yaitu sebagai desa anti korupsi.
“Alhamdulillah selama pemerintahan yang dipimpin oleh Bapak Purwo, banyak sekali perubahan dan kemajuan. Baik di sektoral pembangunan dan sumber daya masyarakatnya lebih baik,” katanya. (*)

Ada Siswa Dibully di Sekolah, Dinas Pendidikan Pati Tampak Kurang Peduli

0

Korandiva – PATI.- Cukup mengenaskan nasib yang dialami siswa berinisial F yang harus menjalani operasi di rumah sakit akibat dibully oleh temannya berinisial Z, hingga matanya terkena tusuk jajajan pada jam istirahat di SDN Mintobasuki 02 Kecamatan Gabus, Pati pada tanggal 16 November 2024.

Ironisnya, kepada orang tua korban, Kepala SDN Mintobasuki 02, Mustofa berkata bahwa kejadian itu di luar tanggung jawab sekolah karena kejadiannya di luar kegiatan belajar mengajar (KBM). Peristiwanya pada jam istirahat.

Buntut dari sikap sekolah yang seolah tak peduli atas musibah yang diderita anaknya, Joko Suprapto selaku orang tua korban mendatangi dan melapor ke Dinas Pendidikan Kabupaten Pati pada Selasa (12/11/2024).

Joko mengaku ditemui oleh Sekretaris Dinas Pendidikan yang berjanji akan segera datang ke sekolah korban untuk membicarakan dengan pihak sekolah, dan dia juga berjanji akan memberikan kabar kepada Joko setelah berkunjung ke SDN Mintobasuki 02.

“Tapi sampai hari ini saya belum dikabari, padahal saya sudah meninggalkan nomor HP saya. Ini sudah 2 minggu lebih,” ucap Joko Suprapto kepada wartawan, Jumat (29/11/2024).

Bahkan hingga sekarang, Kepala Sekolah SDN Mintobasuki 02 juga belum pernah sekalipun menjenguk korban sebagai bentuk simpati dan tanggung jawabnya. “Sampai hari ini tidak ada itikad baik kepala sekolah untuk datang jenguk anak saya di rumah, padahal anak saya juga muridnya sendiri dan musibah ini pun juga bagian dari tanggung jawabnya”, lanjut Joko Suprapto.

Sementara itu seorang pengamat pendidikan di Kabupaten Pati, Hartoyo menegaskan, bahwa kegiatan apapun selama dalam lingkup sekolah dan jam sekolah, itu adalah proses KBM dan masih dalam tanggung jawab sekolah.
“Proses KBM itu ya proses Kegiatan Belajar Mengajar selama jam sekolah berlangsung dan pastinya berada di lingkungan sekolah,” ucap Hartoyo.

Sebagai Pengamat Pendidikan, Hartoyo mengaku sangat menyayangkan sikap kepala sekolah yang mengatakan, bahwa peristiwa pada jam istirahat itu di luar tanggung jawab sekolah.
Hartoyo juga memberikan contoh kegiatan kegiatan KBM di luar kelas, yaitu kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan oleh pihak sekolah seperti Pramuka ataupun lainnya.
“Seharusnya kepala sekolah paham arti KBM beserta aturan dan prosedurnya. Termasuk Pramuka ataupun kegiatan ekstrakurikuler itupun juga masuk dalam SOP KBM,” lanjut Hartoyo.

Melalui media ini Hartoyo juga berpesan kepada kepala sekolah, apapun dan bagaimanapun permasalahannya, seharusnya disikapi dengan bijak dan berusaha untuk segera menyelesaikan permasalahan.
“Kepala sekolah seharusnya lebih bersikap bijak dalam menangani permasalahan tersebut, misalnya dengan jawaban nanti akan kami rapatkan dahulu atau kami akan mengkoordinasikan permasalahan ini dahulu dengan pihak-pihak terkait dahulu, karena bagaimanapun itu tanggung jawab dan kebijakan Kepala Sekolah sangat menentukan,” tutup Hartoyo. (*)

Masuk 10 Besar Desa Inklusif, Desa Mojorembun Jadi Finalis “Unesa Village Award”

0

Korandiva – BLORA.- Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah berhasil masuk dalam 10 besar nominasi “Unesa Village Award” Tahun 2024. Penghargaan ini diberikan kepada desa-desa yang berhasil mengembangkan program desa inklusif, sebagai bagian dari inisiatif Pusat Studi Pengembangan Desa dan Daerah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Ajang ini diselenggarakan melalui Lomba Desa Inklusif Tingkat Nasional, yang dirangkai dalam agenda “UNESA Village Award” Tahun 2024. Acara puncaknya digelar pada Jumat (29/11/2024), di Gedung Rektorat Lantai 11, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati saat dihubungi melalui WhatsApp menyampaikan apresiasi atas capaian Desa Mojorembun ini. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari kerja sama Pemkab Blora dan masyarakat dalam menciptakan program inklusif yang memberdayakan seluruh lapisan masyarakat.

“Masuknya Mojorembun dalam 10 besar nominasi ini tentu membanggakan kita semua. Ini adalah hasil kerja keras berbagai pihak yang mendukung keberhasilan program desa inklusif. Semoga ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas program inklusif di Kabupaten Blora,” ujar Yayuk yang ikut mendampingi Kepala Desa Mojorembun menerima sertifikat penghargaan di Surabaya, Jumat (29/11/2024).

Yayuk juga menjelaskan, bahwa Desa Mojorembun telah mengimplementasikan berbagai program yang berorientasi pada inklusivitas, seperti pemberdayaan kelompok rentan, pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan masyarakat, serta pengembangan aksesibilitas layanan dasar yang merata. Program-program tersebut menjadi faktor utama yang mengantarkan Desa Mojorembun ke tahap final lomba.

Yayuk berharap partisipasi dalam ajang nasional ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan Desa Mojorembun, baik dari segi inovasi maupun kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Kita berharap ini juga menjadi peluang untuk membuka jejaring dengan desa-desa lain di Indonesia yang memiliki visi yang sama, sehingga dapat saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam membangun desa yang inklusif dan berdaya saing,” tambahnya.

Selain itu menurut Yayuk, dukungan masyarakat Kabupaten Blora terhadap Desa Mojorembun dalam kompetisi ini telah memberikan semangat kepada tim yang mewakili Mojorembun dalam agenda puncak penghargaan Unesa Village Award 2024.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa Desa Mojorembun mampu bersaing di tingkat nasional dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam pengembangan desa inklusif.
“Acara di Surabaya hari ini merupakan momen penting untuk mempresentasikan keberhasilan Desa Mojorembun di depan para akademisi, praktisi, dan pemerhati pembangunan desa dari seluruh Indonesia,” tandas Yayuk. (*)

Orkestra Widya Talenta, Fondasi Utama Musikalitas Kabupaten Pati

0

Korandiva – PATI.- Seni adalah sebuah perwujudan dari budaya yang selama ini melekat erat dalam masyarakat Indonesia. Karena dengan adanya seni, eksplorasi akan lebih bisa hidup dan berkembang.

Untuk memperoleh kualitas seni yang tinggi, maka perlu fondasi yang kuat dalam setiap proses perjalanan. Oleh sebab itu, pendidikan seni wajib diperkenalkan sejak dini, disamping pembentukan karakter, juga perlunya penyeimbang antara otak kiri dan kanan.

Dari wacana tersebut, di Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati, muncul Orkestra Widya Talenta yang terdiri dari beberapa siswa dan siswi SD se Kecamatan Trangkil. Setiap sekolah diwajibkan mengirimkan perwakilan dua atau lebih anak didiknya untuk menjalani proses latihan yang diadakan setiap Jumat di Gedung PGRI Trangkil.

Kepala SDN Mojoagung 01, Supaati mengatakan, Orkestra Widya Talenta dibentuk untuk mengasah bakat anak didik guna meningkatkan pemahaman terhadap musik dan kesenian. “Mencari pengalaman belajar di luar sekolah, sekaligus untuk mendeteksi bakat dan minat dari anak didik,” ungkap Supaati yang juga selaku Koordinator Widya Talenta Kecamatan Trangkil, Jumat (29/11/2024).

Selain menyampaikan beberapa tujuan dari Orkestra Widya Talenta tersebut, Supaati juga menjelaskan bagaimana tentang harapan dan penguatan mental anak-anak agar bisa berkembang, yaitu dengan menjadi pengiring musik dalam upacara-upacara hari besar nasional.

“Kami berharap anak-anak ini bisa ditampilkan dalam mengiringi upacara hari besar Nasional, karena itu adalah praktek nyata untuk mengolah mental dan kesempatan menunjukkan bakat mereka,” lanjut Supaati.

Sementara itu pelatih dari Orkestra Widya Talenta, Juli Isdiyanto (guru SMP 2 Trangkil) mengaku pernah ditelepon oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pati untuk menyiapkan Orkestra Widya Talenta dalam SKB (Sanggar Kegiatan Belajar). “Sesuai harapan kami, Orkestra Widya Talenta ini harus lebih sering tampil,” katanya.

Komentar cerdas disampaikan oleh salah satu anggota Orkestra Widya Talenta bernama Gracia Aceline Isabell, bahwa menjadi bagian dari Orkestra Widya Talenta memang sangat membanggakan.

“Saya dan teman-teman senang sekali menjadi anggota Orkestra Widya Talenta, pengalaman kami bertambah, saya juga hobi musik dan menjadi tidak takut kalau pentas di depan orang banyak,” papar Gracia yang menjadi anggota Orkestra Widya Talenta, perwakilan dari SDN Trangkil 05. (*)

Pilkada Pati Berlangsung Aman Terkendali, Polresta Pati Berikan Apresiasi

0

Korandiva – PATI.- Gelaran pesta demokrasi Pilkada Serentak 2024 di Kabupaten Pati telah sukses dilaksanakan, Rabu (27/11/2024). Dan Kabupaten Pati layak mendapatkan apresiasi karena Pilkada Bupati dan wakil Bupati Pati 2024 terlaksana dengan baik, aman dan lancar.

Pada hari pencoblosan yang dijadwalkan dari pagi hingga sore hari terpantau tanpa kendala berarti di Kabupaten Pati. Menyikapi hal tersebut, Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adittama melalui Kasi Humas Ipda Muji Sutrisna, SH, MH mengajak semua warga masyarakat untuk bersama-sama menyerukan Pilkada yang damai.

Kapolresta Pati menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan menjadi yang utama. Pilihan boleh berbeda tetapi persaudaraan tetap terjaga.
“Tentunya kita, selalu menyerukan agar Pilkada bisa berjalan lancar aman dan damai. Persatuan dan kesatuan selalu menjadi hal yang utama. Kita berdoa agar seluruh pelaksanaan Pemilu bisa diterima oleh seluruh pihak dan kemudian tentunya ini menjadi harapan kita semua,” ujar Kapolresta.

Kapolresta juga menambahkan, bahwa kelancaran penyelenggaraan Pilkada di Jawa Tengah khususnya di Kabupaten Pati layak mendapatkan apresiasi, karena pada hari pemungutan suara di sejumlah desa berjalan baik dan aman.

Sementara itu Kapolresta melalui Kasi Humas Ipda Muji Sutrisna, SH, MH menyampaikan, bahwa semua itu berkat kerja keras para penyelenggara Pemilu serta para anggota di lapangan yang bertugas mengamankan. Kami ucapkan terimakasih atas kerjasama seluruh pihak atas peran serta yang diberikan sehingga proses pemungutan suara berjalan dengan lancar dan aman,” ujarnya.

Kasi Humas Muji Sutrisna, SH, MH juga menghimbau kepada seluruh pihak untuk menghormati hasil dari proses demokrasi yang telah dilaksanakan. Walaupun hasil penghitungan cepat (Quick Count) telah menunjukkan Paslon pemenang Pilkada di beberapa daerah.

“Masyarakat telah menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pemimpin di daerahnya. Apapun hasilnya, mari kita hormati bersama karena ini adalah hasil dari proses demokrasi yang telah kita laksanakan bersama,” tegasnya.

“Semoga dengan usainya Pilkada ini, mari kita terima dengan senang hati dengan pilihan warga masyarakat Pati, siapa yang terpilih menjadi pemimpinnya dapat menjadikan Jawa Tengah dan Kabupaten Pati lohjinawi gemah ripah, ayem, tentrem dan sejahtera,” tutup Ipda Muji. (*)

Lakukan Money Politik, Oknum Ketua RT di Desa Slungkep-Kayen Ditangkap Warga

0

Korandiva – PATI.- H-1 jelang hari pencoblosan Pilkada serentak, viral beredar video terkait praktik money politik yang memanaskan tensi masyarakat, Rabu (27/11/2024).

Dalam rekaman video, tergambar diduga ada aksi bagi-bagi uang dari pasangan calon (Paslon) Bupati Pati No urut 01 Sudewo – Chandra yang dilakukan oleh oknum ketua RT di Desa Slungkep Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati.

Dalam video berdurasi 1 menit 10 detik itu terlihat sang oknum ketua RT Tertangkap Tangan sedang memegang kertas dan setumpuk amplop yang diduga kuat berisi uang yang siap dibagikan ke warganya.

Sementara itu oknum ketua RT yang terbukti melakukan politik uang nampak terlibat adu mulut dengan orang yang memergoki aksi bagi-bagi uang guna memuluskan jagoannya Paslon Sudewo – Chandra sebagai Bupati Pati 2024.
Karena terpojok, sang ketua RT nampak menghubungi atasannya yang bernama Dasir melalui telefon celluler.

Apa yang terjadi di lapangan cukup jelas, aksi ketua RT berinisial SNY ini telah melanggar Undang – Undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada yang bertujuan menciptakan suasana kondusif jelang hari pencoblosan.
Tetapi, aksi dari kubu Sudewo – Chandra ini justru menunjukkan sikap sebaliknya dan malah melakukan tindakan yang bertujuan untuk mempengaruhi pemilih mendukung Paslon tertentu.

Dihubungi awak media melalui jaringan telefon celluler, Ketua Bawaslu Kabupaten Pati Supriyanto membenarkan bahwa ada oknum ketua RT yang diduga melakukan pembagian uang untuk memenangkan salah satu calon Bupati ditangkap warga setempat.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Bawaslu Pati bertindak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan. “Nanti orang yang memergoki diminta memberikan laporan dengan menyertakan barang bukti,” jelas Supriyanto.

“Kejadian tersebut masuk kategori money politik sesuai pasal 187 a undang – undang Pilkada, pihak yang terbukti melakukan politik uang dapat dikenakan maksimal 6 tahun penjara, berefek juga pada calon yang akan dimenangkan jika terbukti money politik,” tegas Supriyanto. (*)

Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, PT Pragola Pati Nusantara Tanam Padi Nutrizinc di Ponorogo

0

Korandiva – PATI.– PT Pragola Pati Nusantara selaku pelopor swasembada pangan nasional sudah melakukan penanaman padi Nutrizinc di Ponorogo

di atas lahan seluas 200 hektar. Hal itu diungkapkan oleh Nira Brassisca Chinencis, Direktur utama PT Pragola Pati Nusantara, Senin (25/11/2024).

Padi Nutrizinc atau Inpari IR Nutri Zinc sendiri adalah varietas padi sawah yang memiliki kandungan Zinc (Zn) lebih tinggi daripada varietas padi lainnya.

Menurut Nira Brassisca, hingga saat ini PT Pragola Pati Nusantara sudah menanam dengan hasil panen di Ponorogo mencapai 7,7 sampai 8 ton per hektar. “Dari standart hasil benih padi Nutrizinc yaitu 4 sampai 5 ton per hektar, berarti PT Pragola Pati Nusantara mengalami surplus,” ujar Nira kepada wartawan.

Meskipun dalam sistem penanaman padi Nutrizinc terkendala lebih susah dalam perawatannya, namun PT Pragola Pati Nusantara bersama PT ALAAS group berhasil membuktikan dengan hasil panen yang memuaskan, sehingga para petani bisa mulai tertarik untuk menanam padi Nutrizinc. Dan untuk ke depan akan tertanam di lahan seluas 500 hektar. “Untuk provinsi Jawa Timur sudah tertanam di Ngawi 200 H Inpari 32,” tambah Nira.

Diceritakan oleh Nira, bahwa keberhasilan PT Pragola Pati Nusantara sebagai pelopor penangkar benih padi berkat kerjasama dengan kelompok tani serta dukungan Kementrian Pertanian.

“PT Pragola Pati Nusantara bertekat untuk ikut memaksimalkan swasembada pangan nasional dengan mengoptimalkan hasil panen dari penanaman benih padi Nutrizinc yang sangat bermanfaat untuk dikonsumsi masyarakat guna mencegah stunting,” paparnya.

Bersama PT Pragola Pati Nusantara, Nira Brassisca akan mengerahkan segala upaya bersama Kabupaten Ponorogo dengan segala potensi pertanian padinya untuk dijadikan lokasi perdana penanaman benih padi Nutrizinc. Dan bersama Bulog, PT Pragola Pati Nusantara akan bermitra untuk menjual produk berasnya.

Sementara itu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, sejak Tahun 2020 sangat peduli terhadap percepatan penurunan stunting melalui Program Budidaya Padi Biofortifikasi/padi Nutri Zinc. Dan langkah Kementan itu pun selaras dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus membuka peluang ekspor.

Menyambut baik hal tersebut PT Pragola Pati Nusantara mengukuhkan bahwa program pemerintah melalui Kementan RI, dimana pemulia menciptakan varietas baru yang kaya akan nutrisi dan zat zinc sebagai bahan konsumsi pokok dalam mencegah stunting di Indonesia. Sementara itu Agus Salim, Direktur Utama PT ALAAS Group mewakili CV. Alam Lestari selaku pelaksana di lapangan yang bermitra dengan kelompok tani di Ponorogo mengatakan bahwa program swasembada pangan nasional ini akan mengangkat kesejahteraan petani melalui MoU yang saling menguntungkan antara produsen benih dan petani.

Untuk kedepan PT Pragola Pati Nusantara dengan semua produktivitasnya berharap pemerintah mampu memberikan kepastian pasar.
“Untuk saat ini PT Pragola Pati Nusantara sudah berhasil meng-ekspor padi organik, beras merah dan beras hitam menembus pasar international hingga ke China, Malaysia, Singapura dan Eropa,” kata Agus Salim. (*)

Pensiunan Pos Blora Gelar Temu Kangen Sambil Prasmanan, Suasana Tampak Guyub dan Rukun

0

Korandiva – BLORA.- Bertempat di Rumah Makan Warung Mbok Penyet, Jln Sumodarsono, Blora, para pensiunan PT. Pos Indonesia menggelar pertemuan pada Kamis, 21 Nopember 2024.

Pertemuan tersebut selain dihadiri Ketua Pensiunan Pos Blora Ahmad Mubaidi, juga dihadiri Kepala Kantor Pos Cabang Blora, I Gusti Ayu Ketut Puspa Dewi yang langsung didaulat untuk memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Puspa mengaku senang bisa bertemu dan berhadapan langsung para pensiunan Pos yang masih tampak sehat dan kompak.

“Saya sangat mengapresiasi para pensiunan yang masih sehat-sehat dan tampak ceria, karena beliau-beliau ini telah mengabi di Kantor Pos semenjak berstatus Perum sampai menjadi PT.Pos Indonesia,” kata Puspa.

Pada kesempatan itu Ketua Persatuan Pensiunan Pos Cabang Blora Ahmad Mubaidi memberikan tausiah kepada para pensiunan yang hadir.

“Usia kita sudah mulai senja maka kita harus pandai bersyukur dan bertaubat kepada Allah YME, karena kita masih diberi kekuatan dan kesehatan sehingga kita masih bisa bertemu di warung mbok Penyet dengan wajah yang ceria. Ini bukti kita itu sehat,” ucap Mubaidi.

Mubaidi berpesan, agar rekan-rekan pensiunan gak usah mikir berapa uang pensiun yang diterima setiap bulannya. Menurut Mubaidi, akibat kurang pedulinya pihak direksi terhadap nasib para pensiunan maka setap bulan uang yang diterima minim sekali.

“Kita hanya bisa berdoa dan berharap semoga ada perubahan yang lebih baik, mungkin dengan pemerintah yang baru dan Presiden Pak Prabowo Subiyanto ini bisa dinaikkan gaji kita,” pungkasnya.

Pada pertemuan siang itu para pensiunan tampak semangat dan bahagia hingga suasana penuh kehangatan. Mereka menyanyi karaoke sambil makan siang prasmanan, sehingga acara ini diprakarsai dan dibiayai oleh Agus Supriyadi itu tampak guyub rukun. (*).