Beranda blog Halaman 82

Tarni: Bahasa Jawa Membentuk Karakter dan Jati Diri Anak

0

Korandiva – BLORA.– Kepala SD Negeri 1 Pojokwatu, Kecamatan Sambong, Tarni, menekankan pentingnya Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) sebagai upaya melestarikan bahasa dan aksara Jawa. Menurut Tarni, bahasa Jawa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk membentuk karakter dan jati diri anak-anak sejak dini.

Sebagai seseorang yang telah lama bergelut di dunia pendidikan, Tarni, yang asli dari Desa Ledok Kecamatan Sambong dan mulai mengajar sejak tahun 1984, menilai bahwa FTBI adalah langkah penting dalam menjaga warisan budaya Jawa.

“Bahasa Jawa itu sangat penting karena dapat membentuk karakter anak. Sayangnya, ba-hasa Jawa sudah mulai dilupakan. Kita tidak boleh mengabaikan bahasa Jawa, tetapi harus dibangkitkan kembali melalui ajang seperti FTBI,” ujar Tarni.

Selain itu, Tarni juga menyoroti pentingnya belajar menulis aksara Jawa. Menurutnya, aksara Jawa adalah cerminan jati diri orang Jawa, dan mempelajarinya adalah cara bagi generasi muda untuk lebih memahami akar budaya mereka.

Tarni, yang pernah meraih Juara Pidato Bahasa Jawa pada peringatan Hari Guru Nasional (PGRI), juga menyampaikan bahwa bahasa Jawa memiliki kekayaan tata krama atau unggah-ungguh, yang sangat erat kaitannya dengan pendidikan karakter.

Ia mendorong para pendidik untuk turut berperan aktif dalam melestarikan bahasa ini dengan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa Krama, khususnya di lingkungan sekolah.

“Mempelajari bahasa Jawa harus dibarengi dengan rasa senang. Bahasa Jawa itu sangat terkait dengan unggah-ungguh, jadi kita sebagai guru juga perlu mengajarkan Bahasa Jawa Krama di hadapan anak-anak,” tambah Tarni. Dengan begitu, anak-anak akan semakin terbiasa dengan normanorma kesantunan yang terkandung di dalamnya. (*)

Raih Prestasi di FTBI Jawa Tengah, Azizha Siap Tampil Lagi

0

Korandiva – BLORA.- SD Negeri 1 Pojokwatu, Kecamatan Sambong, kembali membuktikan komitmennya dalam melestarikan bahasa dan budaya lokal melalui partisipasi dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) yang diadakan di Kabupaten Blora.

Salah satu peserta, Azizha Nur Atika, siswa Kelas VI, berhasil meraih Juara 1 pada lomba Maca Geguritan tingkat kabupaten dan melanjutkan ke tingkat provinsi, di mana ia kembali mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara Harapan 2.

Pada ajang FTBI tingkat provinsi, Azizha membawakan geguritan berjudul “Dolanan” karya Parpal Purwanto dengan penuh percaya diri. Meski tampil di hadapan banyak penonton yang tidak dikenalnya, Azizha merasa tenang dan tidak grogi.

Ia tampil memukau dan membuktikan bakatnya dalam bidang bahasa dan budaya daerah. Azizha pun menyampaikan antusiasmenya untuk kembali tampil jika ada kompetisi serupa di masa mendatang.

Azizha Nur Atika, lahir pada 28 Februari 2013, adalah anak pasangan Andik Ramandik dan Mustika. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, Azizha memiliki dukungan penuh dari keluarganya untuk me-ngembangkan bakat dan kecintaannya terhadap bahasa ibu.

Selain berbakat dalam maca geguritan, Azizha memiliki hobi menyanyi dengan lagu favoritnya Birds of a Feather dari Billy Ellis. Ia juga gemar menikmati nasi goreng sebagai makanan favoritnya, disertai es teh yang menjadi minuman kesukaannya.

Di masa depan, Azizha bercita-cita menjadi seorang guru. Ia berharap dapat menginspirasi banyak orang untuk mencintai bahasa dan budaya lokal, serta bertekad untuk terus mengembangkan bakatnya dalam seni dan literasi daerah. (*)

Rudi Panca Widiantoro, Bintang Muda Berprestasi dari Blora

0

KorandivaBLORA– Rudi Panca Widiantoro, siswa kelas 6 SDN 2 Jetis Blora, terus mencuri perhatian dengan deretan prestasi gemilangnya. Lahir di Blora pada Tahun 2012, Rudi merupakan putra dari pasangan Dewi Fitriani dan Rakiman. Beralamat di Jln. Karang Taruna RT 002/RW 004, Jetis, Rudi sudah menunjukkan bakatnya dalam seni berpidato sejak usia dini.

Pencapaian terbesarnya sejauh ini adalah meraih Juara I pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Jawa Tengah, yang diselenggarakan di Kabupaten Jepara pada 2223 Oktober 2024. Dalam lomba tersebut, Rudi berkompetisi di kategori Pidato Bahasa Jawa dan berhasil mengalahkan peserta-peserta berbakat lainnya dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Prestasi ini menjadi kebanggaan besar bagi SDN 2 Jetis dan masyarakat Blora.

Kepala SDN 2 Jetis Blora, Kusni, S.Pd., M.Si., mengungkapkan rasa bangganya, “Kami sangat bangga dan bahagia karena sekolah ini kembali meraih Juara I tingkat provinsi Jawa Tengah. Rudi berhasil mengalahkan peserta dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Semoga ini dapat menginspirasi dan memotivasi teman-teman seusianya di sekolah.”

Guru pendamping Rudi, Siti Goniah, S.Pd. SD, juga memberikan komentar positif terkait prestasi anak didiknya. “Semoga dengan prestasi yang diraih, siswa tersebut dapat mengembangkan minat dan bakatnya sesuai kompetensinya,” katanya.

Selanjutnya, Rudi bersiap menghadiri selebrasi nasional yang akan diselenggarakan di Jakarta pada Mei 2025. Acara ini merupakan pertemuan para juara I dari setiap provinsi di Indonesia, di mana mereka akan menampilkan pertunjukan budaya dan kebolehan mereka di hadapan tamu undangan, termasuk Bapak Menteri Pendidikan.

“Saya sangat senang bisa meraih Juara I. Saya akan terus berlatih dan belajar agar pada acara selebrasi di Jakarta nanti, saya bisa menam-pilkan yang terbaik dan membanggakan Jawa Tengah,” ujarnya di depan wartawan penuh semangat. (*)

PMD Blora: RPL Desa Bertujuan Agar Aparatur Desa Lebih Inovatif dan Berdaya Saing

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Blora menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Desa yang bekerja sama dengan Universitas Negeri Semarang (Unnes) pada Jumat (01/11/2024).

FGD ini diadakan sebagai langkah evaluasi terhadap pelaksanaan RPL yang telah berjalan serta persiapan untuk penerapan program serupa di masa mendatang.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Yayuk Windrati menuturkan, FGD ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Blora untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa melalui program RPL Desa.
Menurut Yayuk, RPL Desa adalah bentuk investasi SDM yang strategis, yang diharapkan mampu mengubah cara berpikir dan sudut pandang aparatur desa dalam menjalankan tugasnya.

“RPL Desa bukan hanya tentang meraih gelar akademik, tetapi lebih dari itu, ini adalah upaya kita untuk mengubah mindset aparatur desa agar lebih inovatif dan berdaya saing,” jelas Yayuk.

Yayuk menambahkan, dengan adanya peningkatan kompetensi ini, diharapkan pelayanan publik di desa dapat lebih profesional, pemerintahan semakin efektif, dan pemberdayaan masyarakat desa semakin optimal.

Program RPL Desa yang diselenggarakan Pemkab Blora ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mengembangkan desa-desa di Kabupaten Blora melalui peningkatan kompetensi aparatur desa.
Yayuk mengungkapkan, ke depannya, RPL Desa akan terus diupayakan sebagai salah satu program prioritas pemerintah daerah.

“Kami ingin memastikan bahwa SDM desa memiliki kompetensi dan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola pemerintahan dan pelayanan masyarakat. Dengan RPL Desa, aparatur desa tidak hanya memiliki pengetahuan teori, tapi juga mampu mengimplementasikannya di lapangan,” ujar Yayuk. (*).

Debat Publik Perdana Pilkada Blora 2024, Bambang Sulistya: Masih Menyisakan Kenangan dan Harapan

0

Korandiva-BLORA.- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Blora menyelenggarakan debat publik perdana Pilkada Blora 2024 di gedung Graha Larasati dengan tema pembangunan ekonomi yang berkualitas untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Blora, Senin (4/11/2024).

Bagi peserta debat, para pendukung yang hadir dalam debat dan berbagai pihak yang menyaksikan secara langsung melaluhi siaran media elektronika dan TVRI Jawa Tengah, debat publik tersebut masih menyisakan kenangan dan harapan.

“Dalam kehidupan sehari-hari sebenarnya kita sudah akrab dengan aktivitas debat,” ucap Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Blora Bambang Sulistya, di Blora Kamis (7/11/2024).
Hanya saja acara debat yang paling menyita perhatian warga masyarakat saat ini adalah debat menjelang Pemilu, utamanya debat antar calon kandidat Bupati dan Wakil Bupati seperti kemarin pasangan calon (paslon) Bupati dan wakil Bupati nomor urut 01 (Arief Rohman dan Sri Setyorini atau ASRI) dengan paslon Bupati dan wakil Bupati nomor urut 02 (Abu Nafi dan Andika Adikrisna Gunarjo atau ABDI).

Bambang Sulistya menyebut, debat menurut pengertian Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pembahasan atau pertukaran pendapat mengenahi suatu hal dengan saling memberi alasan untuk mempertahankan pendapat masing masing.

Sementara menurut Dr. Sunny Ummul Firdaus dari UNS yang kemarin memandu jalannya debat publik perdana Pilkada Blora 2024, mengungkapkan debat adalah kegiatan adu argumentasi, adu gagasan, adu ide antara dua pihak atau lebih, baik itu perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan memutuskan sesuatu masalah.

Bahkan ada juga menyebut debat adalah aktivitas mengajukan usul atau pendapat dan upaya untuk mempertahankan usul dan pendapat tersebut.
“Sehingga berdebat tidak hanya sekedar berbicara begitu saja tanpa dilandasi oleh data dan fakta serta realita yang ada. Aktivitas debat merupakan sebuah perpaduan dari keterampilan berbicara dan pengetahuan lengkap terkait topik yang akan didebatkan,” kata Bambang Sulistya yang juga mantan anggota DPRD Blora.

“Oleh karena itu siapapun yang akan tampil dalam debat publik harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Tanpa persiapan matang dan kesiapan mental yang prima niscaya hanya akan jadi hiburan dan guyonan publik di tengah gorengan isu politik,” tuturnya.

Disamping kesiapan tersebut dalam berdebat di ruang publik peserta debat harus memahami dan ditaati etika debat agar tidak jadi buah bibir masyarakat dan tidak dinilai sebagai peserta debat yang memiliki predikat kurang baik.

“Mengapa etika debat perlu ditaati karena debat berkaitan dengan banyak orang. Itu karena menjaga etika berarti menghormati seluruh orang dan menempatkan diri sebagai peserta yang siap dan layak tampil dalam debat publik. Adapun etika adu gagasan yang harus dipahami terumuskan dalam akronim DAMAI,” tuturnya.

Penjelasan sebagai berikut:
(D) – Dihindari dalam debat publik menggunakan kata-kata keras, kotor, caci maki, fitnah dan menyerang kekurangan secara fisik pribadi lawan yang dapat menyinggung perasaan peserta debat.
(A) – Ajukan pendapat atau argumentasi dan penilai yang dilandasi fakta dan data yang akurat. Jangan hanya memakai strategi “Asmuni” (asal muni) tanpa didukung data yang valid. Karena debat mengajarkan moral etis bahwa apa yang sudah diucapkan perlu sebuah pertanggung jawabkan.
(M) – Memegang teguh aturan dan prosedur dalam debat publik.Siap menerima pendapat orang lain sejauh pendapat tersebut memiliki argumen, dalil dan sumber yang kuat dapat dipertanggung jawabkan.
(A) – Aktivitas dalam berdebat harus siap berlapang dada menerima koreksi dan kritik bersifat membangun.Tidak boleh memaksakan kehendak bahwa pendapatnya paling benar sendiri.
(I) – Ingat niat dalam debat publik dalam rangka rangka mengemukakan kebenaran bukan untuk menunjukan kehebatan dirinya.Sehingga perlu dijaga semangat K3 : Kebersamaan, Kekeluargaan dan Kerukunan dalam menciptakan suasana kondusif di masyarakat.

“Semoga dalam pesta demokrasi di Bumi Blora Mustika besok pada 27 November 2024 berjalan lancar, tertib, jujur, adil, aman dan bermartabat,” harap Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora itu. (*)

Diduga Terjerat Narkotika hingga Pemerasan, Kasi BB Kejari Blora Dipanggil Kejati

0

Korandiva-BLORA.- Diduga terjerat kasus narkotika hingga pemerasan, Kasi Pengelolaan Barang Bukti (BB) dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Blora, Rezmi Angga Aprianto dipanggil Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah pada Rabu 30 Oktober.

Kepala Kejaksaan Negeri Blora Haris Hasbullah mengakui bahwa yang bersangkutan memang sedang di Kejati. Bahkan ia sendiri yang mengantarkan Angga ke Kejati.
“Ada perintah dari Kejati saya disuruh mengantar ke sana pada Rabu 30 Oktober,” jelasnya.

Hanya saja Haris tak mengetahui persoalan apa yang menimpa Kasi BB Kejari Blora itu. Setelah ia mengantar, barulah kemudian yang bersangkutan hingga kini tak kembali. Masih di Kejati.
Setelah mengantar itu pihaknya tak tahu ada proses lanjutan atau tidak. Apakah ada tes urin dari BNN atau tidak.

“Cuma ada surat perintah dari Kejati, yang bersangkutan dipindah jadi Jaksa Fungsional di Kejati,” imbuhnya.

Pihaknya menjelaskan jika Angga menjadi Kasi BB Kejari baru empat bulan. Pindahan dari Kabupaten Banjarnegara.

“Semenjak di sini beberapa kali dipanggil Kejati. Saya gak tau masalahnya apa. Mungkin akumulasi. Bukan hanya perbuatannya di sini. Tapi sejak di Banjarnegara,” tuturnya.

Pihaknya menambahkan jika pemanggilan berkali-kali dari Kejati itu menunjukkan adanya perbuatan tercela dari yang bersangkutan. Namun pihaknya tak bisa memastikan terkait hal apa.

Pihaknya menegaskan apapun hasilnya, itu merupakan perbuatan pribadi yang bersangkutan. Tidak dilakukan atas nama institusi.

“Dia bertanggungjawab atas namanya sendiri. Itu jelas perbuatan tercela (entah pemerasan entah narkoba) yang mana nih, gak tau saya. Pasti ada sesuatu dia dipanggil ke sana. Ini gak bisa dinafikkan,” imbuhnya.

Pihaknya juga sempat diminta Kejati untuk mengecek barang-barang bukti. Dikhawatirkan disalahgunakan.
Dari hasil inventarisasi barang-barang bukti tak ada narkotika yang hilang atau kekurangan. Artinya pihaknya memastikan tak ada BB yang disalahgunakan. (*)

Pasca Digerebek Warga: PPK Sambong Diganti, Panwascam Dinonaktifkan

0

Korandiva-BLORA.- Usai digerebek warga lantaran berduaan tengah malam, kini dua adhoc penyelenggara Pemilu di Kecamatan Sambong Kabupaten Blora menerima akibatnya. Satu orang diganti, sementara satunya dinonaktifkan.

Diberitakan sebelumnya, perbuatan tidak pantas dilakukan penyelenggara dan pengawas Pemilu di wilayah Kecamatan Sambong itu. Pasalnya, keduanya kedapatan sedang berduaan di kantor Panwaslu Kecamatan Sambong saat malam hari pukul 01.00. Warga yang curiga pun langsung menggerebek.

Kedua oknum itu yakni Rumiyati yang merupakan anggota Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam). Dan satunya Suratno yang merupakan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Blora Ahmad Mustakim menjelaskan, untuk Suratno usai kejadian itu kemudian mengakui kesalahan. Dan akhirnya mengundurkan diri.

Karena sudah ada surat pengunduran yang dilayangkan ke KPU Kabupaten Blora, maka akhirnya yang bersangkutan diganti. Melalui penggantian antar waktu (PAW).

“Yang bersangkutan PPK Sambong mengundurkan diri, kemudian kami adakan PAW. Penggantinya Ahmad Khoirul,” jelasnya.
Ahmad Khoirul sendiri semula adalah ketua PPS Desa Ledok. Dengan dilantiknya yang bersangkutan jadi PPK, maka posisi PPS juga dilakukan PAW. “Jadi kami ada dua penggantian PAW sekaligus. PPK Sambong dan PPS Desa Ledok,” imbuhnya.

Dengan perubahan komposisi tersebut, pihaknya berharap yang bersangkutan segera adaptasi dan menyesuaikan diri. Lantaran pilkada sudah dekat.
“Kami harapkan badan adhoc saling bisa jaga kode etik penyelanggara. Dan segera adaptasi, karena tahapan sebentar lagi. Agar bisa menyesuaikan dengan ritme ada,” tambahnya.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Blora Muhammad Mustain menjelaskan Bawaslu sebelumnya juga sudah memanggil Rumiyati dan saksi-saksi.

Dari hasil keterangan tersebut dan kajian tim Bawaslu, yang bersangkutan dianggap melakukan pelanggaran kinerja berat. Sehingga akhirnya disanksi.

“Dari hasil pleno kami, sepakat untuk menonaktifkan yang bersangkutan,” imbuhnya.
Rumiyati dinonaktifkan selama 60 hari. Persis dengan sisa masa kerja Panwascam. Meski berkurang satu personil, Bawaslu tak melakukan penambahan anggota.
“Selama penonaktifan kami tidak melakukan PAW. Kinerja akan dihandle anggota Panwascam yang ada,” paparnya. (*)

Ada Gangguan Mesin, Helikopter TNI AD Mendarat Darurat di Persawahan Randublatung-Blora

0

Korandiva-BLORA.- Helikopter milik TNI AD melakukan pendaratan darurat di area persawahan wilayah Dusun Tindik, Desa Kadengan, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Dandim 0721 Blora Letnan Kolonel Czi Yuli Hartanto menerangkan, bahwa helikopter Mi-17 itu mendarat darurat karena gangguan di bagian mesin.

“Pendaratan darurat berjalan mulus, dan alhamdulillah sepuluh kru atau penumpang dari heli tersebut semuanya dalam keadaan selamat semua,” terang Letkol Yuli.

Menurut Dandim, tidak lama lending Helikopter Beli 412 berpenumpang enam personil dengan membawa peralatan untuk mperbaiki helikopter Mi-17,” lanjut Letkol Yuli.

Sebagaimana info yang diterima awak media, Helikopter Mi-17 tersebut penerbangan dari Surabaya menuju Semarang untuk menjalankan latihan.

Dengan adanya Helikopter mendarat, masyarakat sekitar dan warga desa tetangga tumplek-blek berdatangan untuk melihat heli dari jarak dekat.

Sementara itu Sekretaris Desa Kadengan, Dwiyanto mengungkapkan adanya pesawat milik TNI AD yang melakukan pendaratan darurat di wilayah desanya. Dia mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.30 WIB, Sabtu (2/11).

“Tadi pagi kisaran jam setengah delapan (07.30 WIB). Lokasinya di Dukuh Tindik, Desa Kadengan,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dia dapatkan terdapat kendala pada helikopter saat penerbangan. Kemudian pilot melakukan pendaratan darurat di area persawahan.

“Dalam perjalanan diduga sudah ada kendala pada mesin, ada yang trouble. Ini masih dalam perbaikan,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa penerbangan helikopter tersebut berasal dari Surabaya menuju ke Semarang.

“Itu informasinya helikopter TNI AD dari Surabaya mau ke Semarang. Mendarat darurat di sawah,” bebernya.

Helikopter yang melakukan pendaratan darurat itu berwarna hijau yang khas dengan corak warna tentara. Di bagian ekornya terdapat tulisan TNI-AD dan terdapat gambar bendera merah putih. (*)

Bersama Dinas Pertanian Randublatung, Pemerintah Desa Bodeh Gelar Pelatihan Pembuatan Pupuk Kompos Berinovasi

0

Korandiva-BLORA,- Pemerintah Desa Bodeh Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kecamatan Randublatung, LMDH Ngudi Jati Lestari, dan Kelompok Tani Maju Jaya mengadakan pelatihan pembuatan pupuk kompos organik yang dikerjakan langsung bersama di samping rumah kediaman kepala desa setempat, Kamis (30/10/2024).

Sebelum praktek, PPL Dinas Pertanian Kecamatan Randublatung, Kokok Ery Nugroho memberikan bimbingan cara pembuatan pupuk kompos organik yang sempurna.

Dengan bahan kotoran kambing, ditambah dolomid dan campuran bahan cairan lain, lalu diproses agar bisa jadi pupuk yang baik dan subur untuk tanaman apa saja.
Disela sela-sela kegiatna, Kepala Desa Bodeh H Munadi menceritakan terkait pembuatan pupuk kompos organik yang berawal dari motivasi teman-teman PPL dari Dinas Pertanian.

“Kegiatan pembuatan pupuk kompos ini baru pertama kami adakan. Ya baru tahap uji coba semoga menyuburkan tanaman jagung dan padi ketela pohon bahkan tebu karena petani disini petani tadah hujan,” katanya.

“Kami berusaha membuat pupuk kompos yang ramah lingkungan semoga berhasil, sehingga bisa menambah kesejahteraan para petani,” tambah Munadi. (*).

Puting Beliung Disertai Hujan Deras Sapu Wilayah Kecamatan Jati, Merusak dan Merobohkan Puluhan Rumah Warga

0

Korandiva-BLORA.- Hujan deras disertai puting beliung menerjang tiga desa di Kecamatan Jati Kabupaten Blora, sembilan rumah milik warga roboh rata dengan tanah sekira pukul 18.15, Senin (28/10/2024).

Camat Jati melalui Kasi Trantib, Supriyo SH mengatakan bahwa sembilan rumah itu berada di tiga dukuh, diantaranya Dukuh Jagong RT.13/03 Desa Pengkoljagong, 2 rumah milik warga bernama Lapar yang mengalami kerugian Rp 40 juta.

Di Dukuh Cerme RT.01/01 Desa Tobo ada 3 rumah milik Saliyo, kerugian diperkirakan Rp 55 juta. Dan 1 rumah milik Perji kerugian Rp 45 juta.

Sementara itu di Dukuh Pekuwon Lor RT.03/06 Desa Gabusan rumah milik Kasman kerugian Rp 60 juta, rumah milik Sujito kerugian Rp 35 juta, rumah milik Karsi kerugian Rp 25 juta, rumah milik Suyadi kerugian Rp 20 juta, rumah milik Sodo kerugian Rp 70 juta.
“Namun dalam bencana ini tida ada korban jiwa,” kata Supriyo. (*).