Kejayaan Exxon Meluntur, Produksi Blok Cepu Mulai Turun

JAKARTA. – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyebutkan produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, Jawa Timur, yang dioperasikan ExxonMobil Cepu Ltd, mulai 2022 akan terus menurun, menandai masa puncak produksi Blok Cepu telah lewat.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut pada 2021 produksi minyak dari Blok Cepu ini ditargetkan sebesar 219.860 barel minyak per hari (bph) dan gas 55,16 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Dwi mengatakan posisi Blok Cepu sempat memegang peranan besar dalam mendorong produksi migas nasional pada 2017 sampai dengan 2021. Pada tahun ini produksi minyak di Blok Cepu ditargetkan berkontribusi sebesar 30% dari total produksi minyak nasional.

“Blok Cepu ini masa PSC-nya adalah dari 2005 sampai 2035. Yang penting, bagaimana kita menahan penurunan alamiah atau natural decline,” ungkapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi VII DPR RI, Rabu (3/2/2021).

Pemegang hak partisipasi (Participating Interest/ PI) Blok Cepu yakni Pertamina EP Cepu, 45%, ExxonMobil Cepu Ltd 20,5%, Ampolex (Cepu) Pte.Ltd 24,5%, PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1%, PT Asri Dharma Sejahtera 4,48%, PT Blora Patragas Hulu 2,18%, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana 2,24%.

Berdasarkan data SKK Migas, produksi minyak Blok Cepu bisa turun menjadi di bawah 150.000 bph pada 2023, bila tidak dilakukan upaya penahanan laju penurunan alamiah ini. Bahkan, pada 2030 diperkirakan produksi bisa di bawah 100.000 bph bila tidak dilakukan upaya apapun.

Untuk itu, menurut Dwi, pihaknya memiliki sejumlah strategi utama guna mencegah penurunan tajam dari produksi Blok Cepu ini.

Beberapa strategi tersebut antara lain manajemen reservoir yang baik dan monetisasi untreated gas.

“Jadi, gas sekarang sudah mulai naik volume dan porsinya, jadi dibutuhkan treatment dan melakukan monetisasi,” paparnya.

Lalu, blok ini juga akan dilakukan optimasi pengembangan lapangan dan pengeboran sisipan, pengembangan formasi clastic, dan pengembangan lapangan sekitarnya yakni Cendana dan Alas Tua.

Sebelumnya, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan produksinya akan mulai turun pada pertengahan 2021 ini.

“Dari hasil pembahasan Work Program & Budget (WP&B) 2021 memang produksi yang dari Lapangan Banyu Urip akan turun perkiraan mulai dari pertengahan tahun 2021 sesuai perkiraan decline rate-nya,” ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Selasa (22/12/2020).

Julius menyebut penurunan produksi ini terjadi secara alamiah yang disebabkan oleh turunnya tekanan reservoir.

Lebih lanjut dia mengatakan, plato atau produksi puncaknya terjadi pada 2020 yakni berada di kisaran 228.000-230.000 barel per hari (bph).

“Saat-saat ini sekitar 228.000-230.000 bph. Mungkin sampai pertengahan atau akhir 2021. Setelah itu, akan mulai menurun gradually (bertahap) pelan-pelan sekali,” kata Julius. (*)

Mahfud MD: Kritik dari Din Syamsuddin Terhadap Pemerintah Harus Didengar

JAKARTA. – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md mengatakan pemerintah selalu mendengar kritik Din Syamsuddin.

“Coba, kapan pemerintah pernah menyalahkan pernyataan Din Syamsuddin apalagi sampai memprosesnya secara hukum, tidak pernah, dan Insyaallah tidak akan pernah karena kita anggap beliau itu tokoh,” ujarnya dalam sebuah video yang diterima Tempo, Ahad, 14 Februari 2021.

Pemerintah, kata Mahfud, menganggap Din Syamsuddin sebagai tokoh kritis, yang kritik-kritiknya harus di dengar.

Terlebih, kata Mahfud, dia mengenal baik sosok Din Syamsuddin. “Saya sering diskusi, kadang kala di rumah Jusuf Kalla, kadang kala di PP Muhammadiyah, kadang di undang ke kantor beliau,” ujarnya.

“Pemerintah Insyaallah tidak akan pernah menangkap orang kritis, yang diproses hukum itu orang yang nanti akan terbukti melanggar hukum. Mau kritis, tapi sebenarnya destruktif. Tapi kalau orang seperti Pak Din Syamsuddin, mana ada kita soal,” lanjutnya.

Din sebelumnya dilaporkan oleh Gerakan Antiradikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR ITB) ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan tuduhan telah melanggar disiplin PNS. Ada sejumlah argumen yang dipaparkan, salah satunya pernyataannya dalam webinar Masyarakat Hukum Tata Negara Muhammadyah (MAHUTAMA) dan Kolegium Jurist Institute (KJI) 1 Juni 2020.Mahfud Md menegaskan tak akan menindaklanjuti laporan ini. “Tidak ada dari pemerintah niat sedikit pun untuk mempersoalkan kiprah pak Din Syamsuddin di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. (*)

Polisi Tangkap Satu Tersangka Pembunuhan Turusgede

REMBANG. – Seorang tersangka atas kasus pembunuhan yang menimpa satu keluarga yang menelan empat orang korban meninggal dunia berhasil diungkap pihak kepolisian.

Tersangka atas nama Sumani (43) seorang laki-laki, Warga RT 002 RW 002 Desa Pragu Kecama-tan Sulang, yang merupakan rekan korban.

Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat memimpin jumpa pers di Mapolres Rembang pada Kamis (11/2) lalu menjelaskan, penetapan Sumani sebagai tersangka atas pembunuhan seniman Anom Subekti berdasarkan hasil labora-torium forensik (Labfor) Polri.

Dari hasil identifikasi terhadap sejumlah barang bukti yang diamankan polisi ditemukan bekas percikan darah dari salah satu korban kasus keji tersebut.

“Hasil Labfor, di kuku Sumani ada darah identik darah korban. Di rumah Sumani ditemukan, satu unit sepeda motor di setir ada resapan darah, celana training bercak darah, helm bercak darah, sabit bercak darah, dan perhiasan milik korban,” terang Luthfi.

Tersangka sendiri hingga saat ini belum bisa dimintai keterangan oleh penyidik, lantaran masih dirawat di RSUD dr. R Soetrasno Rembang, karena dalam kondisi tidak sehat.

Luthfi menambahkan, pada Jumat (5/2) lalu tim penyidik dari Polres Rembang, dibantu oleh tim dari Polda Jateng melakukan pendalaman penyelidikan atas temuan sidik jari pada gelas yang ber-ada di rumah korban.

Berdasarkan pendalaman penyelidikan, sidik jari tersebut mengarah kepada tersangka Sumani. Sedangkan pada saat itu pula tersangka Sumani diduga mencoba melakukan bunuh diri dengan menenggak cairan pestisida.

Hal itu, kata Kapolda Luthfi, sesuai dengan hasil pemeriksaan oleh dokter rumah sakit yang menangani perawatan Sumani. Di dalam lam-bung Sumani ditemukan cairan pestisida.

“Sampai sekarang belum dilakukan pemeriksaan pada tanggal lima (Jumat, 5 Februari 2021) tersangka merasa bahwa dirinya akan ditangkap. Maka dari itu, berupaya untuk bunuh diri. Keterangan medis dari rumah sakit di ginjalnya mengandung pestisidsa,” terangnya.

Sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di Sanggar Seni “Ongko Joyo”, Desa Turusgede Kecamatan Rembang pada Kamis dini hari (4/2) pekan lalu.

Peristiwa kejam itu me-nelan empat orang anggota keluarga, di antaranya yaitu kepala keluarga yang merupakan pemilik sanggar, Anom Subekti beserta istri dan dua bo-cah perempuan, yang me-rupakan anak dan cucu. (*)

Sering ke Musholla di Luar Jam Shalat, Ternyata Incar Isi Kotak Amal

MAGETAN. – Hari Sabtu (13/2), adalah aksi yang keempat dan juga aksi yang terakhir Aldie Sukma membobol kotak amal di Mushola Al Ihsan, Desa Purwodadi RT 07/RW 01, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Pemuda yang diketahui warga Jalan S Parman RT 01/RW 02, Kelurahan Beran, Kabupaten Ngawi tersebut berhasil dibekuk warga setelah tertangkap basah tengah menjebol kotak amal di mushola tersebut.

Sesuai keterangan Sumarsono, saksi mata yang melihat kejadian pencurian kotak amal itu, saat itu ia melihat ada sepeda motor berhenti di depan mushola. Namun tidak melihat pengendara motornya. Ia pun penasaran dan masuk mushola.

“Waktu saya melongok ke dalam mushola, pelaku ini terlihat sedang membuka kotak amal dan mencuri uang dari dalam kotak amal yang ditaruh di atas almari mushola dan dimasukan ke dalam tas kresek hitam,” kata Sumarsono, dikutip RAKYAT MERDEKA, Sabtu, (13/2)

Melihat aksi pencurian itu, lanjut Sumarsono, pelaku tanpa ditegur terlebih dahulu, langsung ia tangkap bersama warga setempat

“Pelaku ketika kami interogasi bersama warga mengaku membongkar kotak amal itu dengan menggunakan anak kunci palsu,” ujar Sumarsono.

Dikatakan Sumarsono, sesuai pengakuan pelaku, membobol kotak amal mushola dengan aksi yang sama sudah empat kali ini. Total isi kotak amal yang dicuri mencapai sebesar Rp 585.500.

“Hasil pengakuannya, pelaku sudah mencuri di mushola itu sebanyak empat kali, mulai bulan Oktober 2020 dengan hasil curian sebanyak kurang lebih Rp 500 ribu,” katanya.

Mendapati hasil pertama lumayan banyak itu, tambah Sumarsono, pada Desember 2020 dan Januari 2021, pelaku datang lagi ke mushola itu.

“Aksi pencurian di bulan Desember dan Januari 2021, pelaku ini tidak mendapatkan uang di dalam kotak amal, karena sudah didahului takmir mengumpulkan dana dari kotak amal itu ke bank setempat,” jelas Sumarsono.

Namun, lanjut Sumarsono, pada 12 Januari 2021, pelaku berhasil menguras kotak amal dan mendapatkan uang sebesar Rp 85 ribu.

“Di Mushola Al Amin, pelaku mengaku lupa uang yang digondol dari kotak amalnya. Dia hanya mengaku dari Al Ihsan total uang yang dikuras sebanyak Rp 585.500 itu saja,” papar Sumarsono.

Dari tangan pelaku, Polisi berhasil menyita barang bukti satu buah kotak amal, uang tunai Rp 85 ribu, sebuah dompet warna hitam, satu rangkaian anak kunci, dan satu unit sepeda motor.

Tersangka saat ini sudah mendekam di sel Polres Magetan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*)

Pengamat: Sudah Saatnya Jokowi Rombak Pola Penanganan Terhadap Pengkritik

JAKARTA. – Para tokoh nasional saat ini dianggap sudah benar-benar resah terhadap sikap rezim Joko Widodo karena adanya kritik yang berujung kepada proses hukum.

Hal itu disampaikan oleh pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menanggapi banyaknya tokoh seperti mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) serta tokoh lainnya yang mengkritik atas pernyataan Jokowi yang meminta dikritik.

“Tokoh-tokoh benar-benar resah terhadap adanya kritik berujung kepada proses hukum. Karena idealnya semua pejabat termasuk Presiden harus siap dikritik dalam setiap kebijakan bahkan perbuatannya,” ujar Saiful kepada RAKYAT MERDEKA, Minggu (14/2).

Karena kata Saiful, jika tidak siap dikritik, lebih baik jangan jadi pejabat.

“Saya kira ada keresahan yang begitu dahsyat sampai kemudian orang selevel JK, SBY bahkan Kwik Kian Gie sampai berkomentar buruk terhadap adanya efek buruk dari kritik yang selama ini dilakukan oleh berbagai kalangan,” jelasnya.

Saiful pun menilai, jika hal tersebut terus berjalan, maka bukan tidak mungkin tokoh-tokoh bahkan rakyat akan menjadi jenuh dengan pola yang digunakan oleh pemerintah.

“Sudah saatnya Jokowi merombak pola penanganan terhadap kritik yang dilayangkan kepada pemerintahannya. Tidak semua laporan atas kritik harus dilakukan upaya hukum. Selain itu kepada para pendukungnya untuk menahan diri untuk tidak mudah terpancing melakukan laporan atas kritik yang disampaikan baik oleh masyarakat, aktivis, maupun tokoh-tokoh masyarakat,” pungkas Saiful. (*)

JK: Bagaimana Cara Mengkritik Pemerintah Tanpa Dipanggil Polisi?

JAKARTA. – Pada acara “Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan” yang digelar Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) secara virtual, Jumat (12/2), Wakil Presiden RI ke-10 dan 12, Muhammad Jusuf Kalla (JK) mengatakan pelaksanaan demokrasi di Indonesia membutuhkan check and balances serta kritikan demi membawa manfaat bagi rakyat.

JK menilai, masalah utama dalam demokrasi disebabkan oleh mahalnya demokrasi itu sendiri. Alhasil, demokrasi tidak berjalan baik.

“Oleh sebab itu, harus ada check and balances, ada kritik dalam pelaksanaanya,” kata JK.

“PKS sebagai partai oposisi tentu mempunyai suatu kewajiban untuk melaksanakan kritik itu agar terjadi balancing, dan agar terjadi kontrol di pemerintah. Tanpa adanya kontrol, pemerintah tidak dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Ia pun turut menyinggung pernyataan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu yang mempersilakan masyarakat untuk memberikan kritik kepada pemerintah. Hal itu menuai pertanyaan mengingat beberapa kasus, pihak-pihak yang memberi kritikan justru berujung ke meja hukum.

“Walaupun mendapat berbagai kritik beberapa hari lalu, Presiden mengumumkan ‘silakan kritik pemerintah.’ Tentu banyak pertanyaan, bagaimana caranya mengkritik pemerintah tanpa dipanggil polisi? Ini tentu menjadi bagian dari upaya kita,” sambungnya.

Di sisi lain, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menjelaskan bahwa Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan akan diselenggarakan secara berkala menampilkan perspektif PKS bersama para tokoh bangsa serta pakar dan ahli dari berbagai kalangan.

“Tujuannya mimbar ini bisa menjadi oase di tengah menurunnya kondisi demokrasi dan kebangsaan kita,” ungkap Jazuli melalui RAKYAT MEDEKA.

Selain Jusuf Kalla, Mimbar Demokrasi dan Kebangsaan edisi pertama ini juga menghadirkan narasumber lain, seperti pakar politik LIPI, Siti Zuhro. Program ini diresmikan oleh Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri dan Presiden PKS Ahmad Saikhu. (*)

Gandeng Radio Gagak Rimang, PWRI Blora Buat Acara “Wredatama Menyapa”

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, menjalin kemitraan bersama Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Gagakrimang Blora.

Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya menyampaikan bentuk kerjasama itu diwujudkan melalui siaran radio yang digagas dengan tajuk “Wredatama Menyapa”.

Kita jalin kerjasama dengan Radio Gagakrimang. Mengisi acara dengan tajuk acara Wredatama Menyapa. Tujuannya, untuk menyampaikan motivasi, ide, dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Blora.

“Selain itu sebagai bentuk ibadah serta hiburan. Kita ajak kembali yang lanjut usia ini untuk saling sapa dan berbagi informasi serta pengalaman melalui udara,” kata Bambang Sulistya, Kamis (11/2) lalu.

Dalam kunjungannya ke studio LPPL Radio Gagakrimang, mantan Sekda Blora itu menginisiasi gelaran acara Wredatama Menyapa direncanakan setiap dua minggu sekali pada Kamis malam Jumat secara bergiliran antar pengurus dan anggota PWRI.

“Pengurus dan anggota PWRI ini kan banyak, dari beragam latar belakang pengalaman dan profesi. Maka diajak, sembur-sembur adas. Memberi motivasi, berbagi pengalaman, mempromosikan potensi Blora termasuk upaya pelestarian seni budaya Blora,” ungkapnya.

Tidak hanya menjalin kerjasama dengan radio, namun PWRI Blora juga menjalin kerjasama dengan salah satu media cetak lokal di Blora.

Bambang Sulistya juga menegaskan, bahwa apa yang dilakukan tidak bertujuan atau bernuansa kepentingan tertentu.

Jadi, sekali kita ini sudah tua. Acara ini tidak ada kepentingan tertentu. Apalagi kepentingan politik, tidak sama sekali. Ini juga hiburan di masa pademi Covid-19.

“Saling mengingatkan dan membangkitkan kembali kepada masyarakat terutama generasi muda untuk mendengarkan radio sebagai media komunikasi dan informasi serta hiburan yang efektif, murah dan merakyat,” jelasnya.

Hal senada disampaikan oleh Sekjen PWRI Kabupaten Blora, Soedadyo. Menurut dia, melalui siaran di radio nanti bisa menunjukkan bahwa para lanjut usia masih peduli dan bisa bangkit bersama mendukung program pemerintah.

Sementara itu, Direktur Lembaga Penyiaran Publik Lokal Radio Gagakrimang Blora, A’an Kasiyanto menyambut baik atas kerjasama program acara yang dicetuskan PWRI Blora.

“Kami menyambut baik. Juga sebagai bentuk rasa hormat kami, khususnya kepada para senior dan pimpinan yang sebelumnya pernah membina dan membimbing kami,” kata dia.

A’an berharap, agar acara tersebut bisa berjalan rutin dan lancar dengan aneka informasi yang bisa memberi pencerahan kepada publik.

“Semoga bapak dan ibu PWRI Blora selalu diberi kesehatan dan panjang umur,” ucapnya. (*).

Dukung Program Vaksinasi Lansia, PWRI Blora Siap Divaksin COVID-19

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora terus berinovasi dalam upaya mendukung pemerintah mencegah persebaran COVID-19.

Salah satu bentuk dukungan kepada pemerintah PWRI Blora berinovasi membuat masker merah putih bertuliskan “Laskar Wredatama Pe-duli COVID-19, Paris Van Blora”.

“Tadi pagi pengurus PWRI Blora, membagikan masker merah putih dengan tulisan, Laskar Wredatama peduli COVID-19, Paris Van Blora,” kata Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya, Senin (8/2) lalu.

Masker itu dibagikan kepada seluruh pengurus PWRI kabupaten, kecamatan dan kelurahan.

Menurut Bambang Sulistya, warna masker merah putih menunjukkan kecintaan, pengabdian, dedikasi dan loyal pada ibu pertiwi, Negara Kesa-tuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami gaungkan akronim Paris Van Blora. Itu mungkin aneh dan mem-buat penasaran. Akronim itu semua ada di Blora,” kata mantan Sekda Blora itu.

Paris Van Blora itu, jelas Bambang, dimaknai Paris dari Blora dengan penjabaran akronim (P), artinya Pariwisata.

“Aneka potensi wisata Blora perlu terus dikelola dan dikembangkan seperti sumur minyak tua, Goa Terawang, Kedung Pupur, Loko Tour dan lainnya. Semua itu menjadi ke-banggan Blora,” terangnya.

Kemudian (A), dimaknai sebagai Agribisnis karena di Blora banyak potensi untuk budi daya agro, seperti buah jambu madu, kelengkeng, dan durian.

“Bahkan saya usul nama buah seperti jambu madu itu diganti jambu Blora,” ucapnya.

Sedangkan (R), memiliki arti Ramah Tamah seperti yang tercermin dalam kehidupan warga Blora yang saling hormat, gotong royong dan saling sapa menjalin kekeluargaan.

Selanjutnya (I), artinya Inovasi. Warga Blora diharapkan bisa giat melakukan inovasi untuk hal yang positif dan berman-faat.

“Inovasi penataan dan mempercantik kota yang di-lakukan Bupati Blora Djoko Nugroho sangat luar biasa. Sedangkan (S), itu seni budaya. Blora punya seni barongan yang hampir semua warga sangat menyukai. Ka-rakter berani itu salah satu ciri orang Blora,” jelas dia.

Pihaknya, tambah Bambang, juga menyambut positif penjelasan Menteri Kesehatan (Men-kes) Budi Gunadi Sadikin terkait pemberian vaksin COVID-19 bagi orang lanjut usia (lansia).

“Kami keluarga besar PWRI Kabupaten Blora menyamput positif pen-jelasan dari bapak Menteri Kesehatan, kalau lansia sudah mendapat jatah vaksin,” ungkapnya.

Menurutnya, saat rapat pengurus PWRI kabupaten dengan memakai seragam batik terbaru khas Blora dan memakai mas-ker merah putih terbaru siap mendukung program vaksinasi lansia dan siap menerima vaksinasi yang pertama untuk kaum lansia.

“Saya, secara pribadi siap divaksin corona untuk lansia yang pertama,” tegasnya.

Diketahui, Menteri Ke-sehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin beri pernyataan soal pemberian vaksin COVID-19 bagi orang lanjut usia (lansia) yang dapat dimulai, Senin (8/2/2021).

Menkes menjelaskan vaksin baru dapat diberi-kan pada warga Lansia dikarenakan sebelumnya vaksin Coronavac baru dapat izin emergency use authorization (EUA) dari BPOM pertama kali untuk masyarakat usia 18-59 tahun. (*)

Blora Rintis Kerja Sama Pengembangan Sapi dengan Swasta

BLORA. – Wakil Bupati Blora, H Arief Rohman MSi, yang juga Bupati Blora terpilih dalam Pilkada Serentak 2020, mulai menggarap potensi daerah yang diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan, salah satunya adalah potensi peternakan sapi, yang mana Kabupaten Blora merupakan salah satu kabupaten dengan populasi sapi terbesar di Jawa Tengah.

Terkait hal tersebut, Wakil Bupati Arief Roh-man mencoba merintis kerja sama pengembang-an peternakan sapi melalui pola kemitraan dengan PT Bank Sinarmas dan PD Dharma Jaya Jakarta.

Dirinya pada Kamis (11/2) lalu mengundang perwakilan dari kedua peru-sahaan tersebut untuk bertemu seluruh stakeholder peternakan sapi di Kabupaten Blora.

Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora, drh Gundala Wija-sena MP; Kepala Bagian Perekonomian Setda Blo-ra, Wiji Utomo SST ST MM, dan perwakilan peternak sapi.

Arief Roman mengungkapkan bahwa dirinya ingin agar populasi sapi di Kabupaten Blora yang mencapai lebih dari 250 ribu ekor bisa memberi manfaat untuk ekonomi masyarakat.

“Jumlahnya sudah banyak namun kualitasnya perlu ditingkatkan mulai dari hulu pembibitan atau bakalan hingga hilir pen-jualan. Oleh sebab itu kita akan rintis kerja sama kemitraan dengan PT Bank Sinarmas dan PD Dharma Jaya Jakarta,” tutur Arief Rohman.

Menurut Arief, PT Bank Sinarmas merupa-kan salah satu lembaga perbankan penyalur kre-dit usaha rakyat (KUR) untuk peternakan sapi yang telah diapresiasi oleh Kementerian Pertanian, sedangkan PD Dharma Jaya merupakan sa-lah satu BUMD Pemerin-tah Provinsi DKI Jakarta yang bergerak di bidang perdagangan dan industri daging.

“Kita juga ajak bebera-pa profesor bidang peter-nakan lulusan IPB dan UGM untuk melakukan pendampingan. Begitu juga dengan GMM Bulog untuk mendukung dalam ketersediaan pangan. Kandang-kandang komunal yang sudah ada di banyak desa akan kita maksimalkan,” tutur Arief Rohman menambahkan.

Arief menyampaikan, sebagai sampling rintisan kerja sama tersebut untuk tahap awal akan menya-sar 5.000 ekor sapi di 10 kecamatan di Kabupaten Blora.

“Pengennya sih bisa langsung di 16 Kecama-tan, namun kita sample dahulu di 10 kecamatan dengan menyasar 5.000 ekor bakalan. Semoga jika berhasil akan mencapai 50 ribu ekor. Kita optimis jika semua bisa komitmen, akan berhasil,” kata Arief Rohman.

Dirinya juga menyampaikan bahwa untuk ta-hap awal hasil penggemukan bisa dipasarkan langsung ke PD Dharma Jaya Jakarta. Namun jika nanti Blora sudah punya rumah potong hewan (RPH) modern, maka menurutnya pengiriman tidak lagi berupa sapi utuh, melainkan sudah daging olahan.

“Sehingga nantinya Blora bisa mendapatkan keuntungan lebih dari sisi pemotongan atau penyem-belihan dan lowongan kerja pengolahan daging.” kata Arief Rohman.

Kepala Dinas Peterna-kan dan Perikanan Kabupaten Blora, drh Gundala Wijasena MP, menyampaikan bahwa untuk sampling 10 kecamatan tersebut antara lain Kecamatan Jati, Randublatung, Jiken, Jepon, Blora, Ban-jarejo, Japah, Ngawen, Kunduran, dan Todanan.

“Untuk tahap awal tahun 2021 ini targetnya melibatkan 500 peternak yang akan menggarap 5.000 ekor sapi bakalan,” kata Gundala. (*)

KPYC Bagikan 110 Nasi Box kepada Anak Yatim


BLORA. – Komunitas Peduli Yatim Cepu (KPYC), Jumat (12/2) lalu bagikan 110 box nasi untuk anak yatim piatu di beberapa desa di Kecamatan Cepu dan Kedungtuban.
Pengurus KPYC, Kang Bahar menyampaikan bahwa bagi-bagi nasi box dilaksanakan setiap Jumat pagi. “Hari ini adalah kegiatan yang ke tujuh,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung satu jam dimulai pkl 10 pagi. Sementara penerima nasi box diantaranya: Panti Annisa, Pondok Atajdid, dan warga yang membutuhkan di Desa Pilang Nglanjuk, kawasan Cepu Gg. 6 dan Gg. 8, dan seputaran Stasiun Cepu.
Dalam kegiatannya, KPYC didukung oleh beberapa komunitas diantaranya DGCI Cepu, C’mo, B’mo, dan Sedulur Cepu.
“Semoga amalan para sponsor donatur terus berjalan,” harap Kang Bahar. (*)

Koran Lokal Terpercaya