Banjir Brebes Surut, Gus Yasin Peringatkan Warga Tetap Siaga

BREBES. – Gus Yasin mengunjungi warga terdampak banjir didampingi istri Ning Nawal Arafah Yasin dan Bupati Brebes Idza Priyanti serta para pengurus Korkab Santri Gayeng, Jumat petang (19/02), Mengenakan sepatu boot, Gus Yasin berjalan kaki menyusuri jalan desa yang licin dan tergenang lumpur, sembari menyerahkan bantuan bahan makanan pokok kepada sejumlah warga terdampak banjir.

Panglima Santri Gayeng Nusantara yang juga Wakil Gubernur Jawa Tengah itu meminta masyarakat di sepanjang aliran Sungai Babakan di Kecamatan Ketanggungan Brebes tetap waspada. Meskipun banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Ketanggunan sudah surut, tapi intensitas hujan di perkirakan masih tinggi.

“Kemarin dari BMKG sudah memperingatkan, bahwa 3 hari kedepan intensitas hujan tinggi. Sehingga beberapa daerah harus siaga, termasuk Brebes yang kemarin terjadi banjir bandang dan sekarang sudah surut. Bencana banjir bandang ini perlu diantisipasi,’ katanya di sela tinjauan ke lokasi banjir di Desa Ketanggungan, Kabupaten Brebes.

Ia juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jateng sudah koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Brebes dan instansi terkait, bahwa tanggul Sungai Babakan sepanjang 500 meter perlu ditinggikan, sehingga air tidak akan meluap dan masuk ke pemukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Brebes Nushyi Mansyur, mendesak adanya perbaikan tanggul Sungai Babakan. Hal itu karena tanggul sungai yang melintas di wilayah Ketanggungan itu, hingga sekarang belum ada perbaikan secara permanen.

Ia mengatakan, BBWS Cimanuk – Cisanggarung merencanakan pembangunan tanggul permanen akan dikerjakan pada tahun 2022 dan 2023. Karenanya, Pemkab Brebes mendesak agar pembangunan tanggul permanen di wilayah Katanggungan dipercepat pada tahun 2021.

Sejumlah desa di Kecamatan Ketanggungan, kata dia, terutama yang berada di sekitar aliran Sungai Babakan menjadi daerah langganan banjir akibat air sungai yang meluap. Bahkan banjir bandang yang terjadi pada Selasa (17/02), menerjang lima desa di Kecamatan Ketanggungan. Yakni, Desa Ketanggungan, Padakaton, Karangmalang, dan Dukuhturi.

“Kondisi sekarang sudah surut, hanya beberapa rumah yang masih ada genangan lumpur. Sekarang kami sedang bersama-sama membersihkan lumpur yang ada di rumah-rumah warga,” katanya.

Salah seorang warga korban banjir, Tajuwid mengaku sangat senang mendapat kunjungan dan bantuan berupa beras dari Gus Yasin. Bapak dua anak warga Desa Ketanggungan itu rumahnya tergenang banjir setinggi sekitar satu meter, pada Rabu sore kemarin, dan sekarang sudah surut, hanya di depan rumah masih ada genangan.

“Kami berharap Pak Wakil Gubernur dan Ibu Bupati menanggapi permintaan warga supaya ada perbaikan tanggul sungai,”pintanya.

Sementara itu, di sela-sela wawancara kami dengan Gus Yasin, beliau mengucapkan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman Santri Gayeng Kabupaten Brebes, “Sebenarnya merekalah yang menginisiasi untuk memberikan bantuan ini,”ungkap Gus Yasin. (*)

Apresiasi PWRI di Akhir Jabatan Bupati Blora

BLORA. – Persatuan Wredatama Rapublik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi kepada Bupati Blora Djoko Nugroho yang telah mengakhiri masa jabatannya, Rabu (17/2) lalu.

Djoko Nugroho menja-bat bupati Blora dua periode yakni 2010-2015 dan 2016-2021 bersama wakilnya H. Abunafi (2010-2015) dan H. Arief Rohman (2016-2021).

“Kami mengucapkan selamat dan memberi apresiasi positif kepada Bupati Blora, karena ha-ri ini, Rabu wage 17 Fe-bruari 2021 merupakan hari yang bersejarah dan monumental, hari terakir menjabat Bupati Blora,” kata Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya, di Blora, Rabu (17/2) lalu.

Menurut Bambang Su-listya, Djoko Nugroho telah dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude karena banyak karya-karya yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Bumi Samin, Blora. Bahkan dinilai juga telah mewariskan ide cerdas untuk mewujudkan New Blora (Blora Baru)

“Mudah-mudahan ide itu ke depan akan terwujud. Pak Kokok (sapaan Djoko Nugroho) juga dikenal sebagai budayawan yang sangat peduli dengan kaum seniman dan selalu membangkitkan semangat juang agar tetap optimis di saat pandemi COVID-19,” kata Bambang Sulistya.

Bahkan mewajibkan setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) memakai baju samin pada hari dan minggu tertentu serta memberikan salah satu nama gedung yakni Samin Surosentiko.

“Dalam meningkatkan keimanan telah merehab secara totalitas Masjid Agung Baitunur yang makin berwibawa walau-pun belum tuntas. Beliau juga dekat dengan masyarakat terutama wong cilik karena budaya kepyur (berbagi) yang sering dilakukan ketika terjun di masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu untuk menarik wisata dan investasi, Ketua PWRI Blora yang juga mantan Sek-da Blora, menilai Djoko Nugroho telah memproklamasikan tagline “Dolan Blora” karena di Blora ada potensi yang bisa ditawarkan dan di-promosikan kepada masyarakat di dalam dan di luar kabupaten Blora.

“Potensi itu terkan-dung dalam akronim PARIS VAN BLORA,” ucapnya.

PWRI Blora juga menilai Djoko Nugroho menjadi teladan dalam mengendalikan Virus Corona di Kabupaten Blora.

“Telah ditunjukan sebagai contoh nyata pada hari Senin, 25 Januari 2021 saat vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Blora menjadi orang pertama kali yang mau divaksin,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Bam-bang Sulistya, pada saat yang sama kakak kandung bupati sendiri ya-itu Djati Walujastono, meninggal dunia akibat virus COVID-19. “Demikian rekaman catatan saya tentang kiprah Bupati Blora,” tutup Bam-bang Sulistya. (*)

Sambut Seleksi Calon Sekolah Adiwiyata Propinsi 2021, DLH dan Disdik Blora Bina SMP 2 Jiken Berbudaya Lingkungan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora pada Tahun 2021 terus fokus melakukan pembinaan program Adiwiyata di sejumlah sekolah.

Memasuki kawasan sekolah yang berada di Desa Bleboh Kecamatan Jiken, Tim DLH Blora dibuat takjub dengan keberadaan taman hidroponik, apotik hidup, kolam ikan, dan bank sampah yang seolah menunjukkan bukti terwujudnya sekolah yang ASRI, sesuai semboyan SMP Negeri 2 Jiken yaitu; Aman, Sehat, Rin-dang dan Indah.

“Saya bangga melihat suasana sekolah yang tampak asri dan dihiasi banyak tanaman,” ujar Ke-pala Seksi Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Sri Jatmiko, Rabu (17/2) lalu.

“Ditambah lagi, sekolah ini masih bisa menciptakan mars lagu guna menanamkan dan menyemangati warga sekolah agar peduli terhadap lingkungan yang sehat,” tambahnya.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 2 Jiken, Sudar, S.Pd, M. Pd mengatakan, kegiatan pembinaan bersama DLH yang diikuti tenaga pendidik digelar dalam rangka menyambut kedatangan Tim Adiwiyata Propinsi.

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan oleh SMP Negeri 2 Jiken dalam menyambut Tim Adiwiyata antara lain, menerapkan peduli lingkungan yang dilakukan semua warga sekolah mulai dari kepala sekolah, guru, TU, penjaga sekolah, penjaga kantin, bahkan siswa siswi, komite sekolah, orang tua siswa dan masyarakat.

“Selain kegiatan positif dalam rangka menjaga lingkungan yang sehat dan bersih di sekolah, juga kita tumbuhkan rasa cinta lingkungan di rumah dan lingkungan sekitar,” ujar Sudar.

Dalam presentasinya, Sudar memaparkan hasil observasi dan dokumentasi kegiatan dalam me-wujudkan sekolah Adiwiyata. Se-lain memiliki kantin sehat, di lingkungan sekolah ini juga terda-pat gazebo yang pada era sebelum pandemi digunakan oleh siswa siswi untuk belajar kelompok.

Menurut Sudar, banyak kegi-atan positif telah dilakukan dalam rangka menjaga lingkungan yang sehat dan bersih.

“Siswa juga diajarkan membuat biopori dan memanfaatkan limbah plastik atau sampah untuk bisa dimanfaatkan lagi,” tandas Sudar di depan tim DLH.

Selain itu, sekolah yang dikenal dengan sebutan “Spendaken” (ke-pendekan dari SMP negeri 2 Jiken) ini juga rajin mengkampanyekan tentang lingkungan sehat di Media Sosial Facebook dengan akun Spendaken (SMP Negeri 2 Jiken) Spendaken. (*)

Subekti, Tekuni Bisnis Relief Bernilai Puluhan Juta

Tahun-tahun terakhir menjabat kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora, H. Subekti mengaku ingin segera menikmati masa pensiunnya.

Pasalnya, pria kelahiran Pati tahun 1951 ini sudah kemecer ingin membangun usaha relief dan gembol jati. “Pertama bikin relief untuk dipa-sang di rumah sendiri, setelah itu saya ingin membuat lagi untuk dijual,” ujar bapak dua anak yang memasuki pensiun pada tahun 2006 itu.

Sebelum menjabat di Dinas Kehutanan, Subekti pernah di Dinas Pekerjaan Umum dan Lingkungan Hidup, serta di Dinas Pertanian sebagai PPL. “Saya jadi PPL Per-tanian sejak tahun 70,” katanya.

Di Jl. Cempaka, kawasan Mlangsen, Blora, terpampang relief jati ber-ukuran besar melekat pada dinding ruang tamu rumah Subekti, sementara patung gembol Kaisar Cheng Hoo berukuran tinggi kurang lebih 1 meter berdiri tegak di atas meja sudutnya.

Setelah pensiun, kesukaan Bekti terhadap relief dan gembol jati ternyata berkembang menjadi pe-luang usaha yang bisa mendatangkan rupiah. Hingga ia membangun sebuah work shop di Jl. Manggis, yang tidak jauh dari rumahnya.

“Kayu dan gembolnya saya dapatkan dari Blora, tukangnya juga orang-orang Blora,” ujar pria yang masih aktif sebagai pengurus PWRI Kelurahan Mlangsen dan PWRI Kabupaten Blora itu.

Di dalam work shop berukuran 400 meter persegi itu terlihat banyak pa-tung-patung, dan beberapa relief besar yang salah satunya bertemakan Joko Tarup.

“Yang pesan orang dari Semarang dan Jakarta,” tandas pendukung berat paslon bupati dan wakil bupati Arief-Etik itu ketika ditemui Kamis (18/20 lalu.

Harga relief dan patung gembol di tempat ini berkisar antara 75 juta sam-pai dengan 100 juta. “Tapi kalau yang kecil ada mulai harga 40 sampai 50 juta,” ujar pria yang gelar S2-nya didapat dari UPN jurusan Managemen Agribisnis dengan predikat cum laude itu.

Untuk pembuatan relief berkuran lebar 2 meter dan tinggi 1 meter sehar-ga 100 juta, menurut Bekti diperlukan waktu pengerjaan hingga 6 bulan lamanya.

“Kalau modal bahan dan ongkosnya sekitar 15 juta,” katanya.

Melihat ukuran dan harga barang yang diperdagangkan oleh Bekti, tentu saja pembelinya berasal dari kalangan menengah ke atas.

Salah satu pejabat yang pernah memesan relief adalah Komjen Pol Agus Andrianto, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri yang tidak lain adalah adik iparnya sendiri. (*)

KKI Blora Susun Program Kerja, 2021 Fokus IPM

Pasca dilantik pada Desember 2020, Koalisi Kependudukan Indonesia (KKI) Kabupaten Blora, Rabu (17/2) lalu menggelar rapat pengurus untuk menyusun program kerja Tahun 2021-2024.

Bertempat di Aula Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Jl. Dr. Sutomo, Blora, rapat dihadiri oleh seluruh pengurus yang terdiri dari perwakilan mitra dan instansi terkait seperti Dinas Dalduk, Dukcapil, Disdik, Dinkes, Perinaker, Kemenag, BPS, KMK, STAI Khozinatul Ulum, STAI Al Muhammad, dan media.

Ketua Umum KKI Kabupaten Blora Drs Darwanto mengatakan, lembaganya akan fokus mewujudkan 1 program dalam setiap tahunnya. “Tapi program makronya tetap tidak kami tinggalkan,” ujarnya.

Untuk tahun 2021, menurut Darwanto KKI Blora yang mderupakan lumbung pikir kependudukan akan fokus pada masalah indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Blora yang dasarnya adalah data kesehatan, pendidikan dan sosial ekonomi.

Untuk Tahun 2022 KKI Blora akan fokus pada persoalan Total Fertility Rate (TFR), yaitu mendefenisikan jumlah kelahiran hidup laki-laki dan perempuan tiap 1.000 penduduk. Sementara pada Tahun 2023 akan berusaha membantu pemerintah dalam mempersiapkan SDM Blora dalam menyambut bonus demografi.

Untuk memulai semua kegiatan tersebut, KKI Blora akan terlebih dahulu menghadap ke bupati Blora pasca pelantikan. “Setelah itu akan dilanjutkan ke Bappeda dan audiensi bersama dewan,” tambahnya. (*)

Viral, Warga Desa di Tuban Borong Mobil

TUBAN. – Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, memiliki julukan baru: “Kampung Miliader”. Sebanyak 225 warga yang berprofesi petani tulen mendadak kaya raya setelah menerima pembayaran lahan untuk proyek kilang minyak Grass Roof Refinery (GRR) Tuban.

Kegembiraan warga diekspresikan dengan membeli mobil mewah bersama-sama. Video aksi borong mobil tersebut seketika viral dan menjadi perbincangan warganet di Media Sosial (Medsos).

“Iya benar yang ada dalam video itu warga sini (Desa Sumurgeneng),” ujar Gianto, Kepala desa Sumurgeneng saat ditemui wartawan di rumahnya, Senin (15/2).

“Itu yang kemarin sempat menolak kilang minyak, dan akhirnya uangnya cair melalui konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Tuban,” lanjutnya.

Menurut Gianto, terdapat sekitar 17 mobil yang datang bersamaan pada Minggu (14/2). Namun jumlah tersebut hanya sebagian kecil dibanding total mobil baru yang dibeli warga pascapencairan yang mencapai total 176 unit.

“Mobil yang datang bersamaan kemarin itu perkiraan sekitar 17. Kalau selama ini ada total 176 mobil baru di beli warga. Per rumah bisa memiliki dua sampai tiga mobil,” ungkap Gianto.

Diketahui, proyek pembangunan kilang minyak GRR membutuhkan lahan seluas 1.050 hektar. Dengan rincian 821 lahan darat, dan sisanya merupakan reklamasi laut.

Sementara lahan darat tersebar di tiga desa, yaitu Desa Kaliuntu, Desa Wadung, dan Desa Sumurgeneng. Khusus Desa Sumurgeneng terdapat sekitar 225 hektare lahan yang dibebaskan, dengan jumlah pemilik sebanyak 225 orang.

Warga sekitar yang semula berprofesi sebagai petani tulen kini menjadi miliarder.

“Alhamdulillah dengan senang hati warga saya bisa menerima semua dan untuk nilai sudah bisa digunakan sesuai yang diinginkan warga. Ada yang di buat membeli tanah, rehab rumah, dan yang di pakai untuk membeli mobil,” tutur Gianto.

Salah satu miliarder baru, Siti Nurul Hidayatin sangat merasa bersyukur. Dirinya tidak menyangka dapat memiliki mobil harga miliaran rupiah. Uang yang diterima dari pembebasan lahan dipergunakan untuk sejumlah keperluan. Di antaranya investasi, beli rumah, deposito, dan sebagian dipakai untuk membeli mobil.

“Ya saya bersyukur bisa beli mobil dan investasi. Selain itu dengan adanya pembebasan tanah ini warga Sumurgeng jadi makmur, dan desa saya sekarang terkenal menjadi kampung miliarder” terangnya. (*)

KUA Kasiman Sediakan Fasilitas Foto Booth Gratis

BOJONEGORO. – Untuk memberikan kepuasan kepada para calon pengantin yang akan melaksanakan prosesi Pernikahan kantor KUA Kecamatan Kasim-an memberikan fasilitas gratis berupa Studio Foto Booth komplit dengan perlengkapannya.

“Ini fasilitas gratis yang kami berikan kepa-da para pengantin yang nikah di KUA ini,” demikian terang Mohammad Miran GR, S Ag M.H.I di ruang kerjanya, Kamis (11/2) lalu.

Studio foto booth ini bertemakan Wedding Day dengan background hitam fariasi bunga-bunga cantik dipadu lampu pijar 5 watt. Sementara sisi kiri terdapat foto-foto polaroid hasil dokumentasi foto pengantin yang melakasanakn ijab qobul di kantor KUA yang di-gantung memanjang bersap.

Dan sisi kanan background warna putih dengan farisas bunga, di depan ada stand tripot dari kayu berrtulisakan Mohon Doa Restu dan Foto Booth KUA Kasiman Ceria (Cerdas-Empati-Ramah-Iman-Amanah)

“Dengan background seperti ini para pengantin baru akan terkenang, se-hingga punya semangat untuk membentuk kelu-arga yang sakinah, mawadah, warohmah, barokah serta maslahah,” demikian harap Kepala KUA Kecamatan Kasiman Mo-hammad Miran GR, S Ag M.H.I

Lebih lanjut Miran demikian panggilannya menambahkan, selain Studio Photo Booth ini setiap sudut serta dinding ruang diberikan hiasan berupa figura bertuliskan kata-kata mutiara. Deng-an harapan setiap tamu yang berkunjung atau yang akan melaksanakan pernikahan di kantor me-rasa nyaman dan terkesan.

“Ide seperti ini hanya ada di kantor kami, Mas. Di KUA lain saya belum pernah melihatnya. Ini merupakan kerjasama tim kami disini. Semata-mata untuk kenyamanan dan pelayanan dan kami terbuka untuk siapa saja, siap melayani sesuai dengan tupoksi kami,” tambahnya

Kantor KUA Kecamatan Kasiman sebagai lembaga pelayanan kea-gamaan selalu memberikan pelayanan prima, programnya tidak hanya menangani pernikahan saja namun ada diskusi keagamaan, penyuluhan dan pembinaan dan mengadakan komunikasi silaturahmi dengan petugas pencatat nikah dari berbagai desa serta para aktifis dakwah desa. (*)

Soal Penembakan 6 Laskar FPI, Kapolri Listyo Sigit: Harus Segera Diselesaikan

JAKARTA. – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mempercepat penanganan kasus penembakan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021,

“Terkait dengan kasus-kasus yang menjadi perhatian publik seperti KM 50, pelanggaran prokes (protokol kesehatan) segera diselesaikan karena sudah ada rekomendasi Komnas HAM,” kata Jenderal Pol. Sigit dalam acara Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Mabes Polri.

Dia mengatakan penanganan kasus tersebut dapat dengan cepat karena sudah ada rekomendasi dari Komnas HAM. Terlebih, kasus tersebut merupakan salah satu kasus yang menjadi perhatian publik.

Kapolri meminta agar penutasan kasus itu dilakukan sesuai dengan rekomendasi Komnas HAM.

“Tentunya harus diselesaikan sesuai dengan rekomendasi tersebut,” kata dia.

Namun, Sigit tidak menyebutkan batas waktu untuk menuntaskan kasus penembakan laskar FPI tersebut.

Sebelumnya, Komnas HAM menyimpulkan dua anggota FPI meninggal dunia dalam peristiwa saling serempet antara mobil yang mereka pergunakan dengan polisi, hingga terjadi kontak tembak di antara Jalan Internasional Karawang sampai KM 49 Tol Jakarta-Cikampek dan berakhir di KM 50.

Sebanyak empat orang lainnya masih hidup dan dibawa polisi, kemudian diduga ditembak mati di dalam mobil petugas saat dalam perjalanan dari KM 50 menuju Markas Polda Metro Jaya.

Komnas HAM menduga terdapat pelanggaran HAM atas tewasnya empat Laskar FPI yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Untuk itu, Komnas HAM merekomendasikan para pelaku diproses hukum melalui mekanisme pengadilan pidana.

Diberitakan sebelumnya, terdapat 16 item barang bukti hasil penyelidikan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) diserahkan kepada Bareskrim Polri.

Penyerahan barang bukti ini sebagai tindak lanjut untuk kepentingan pelaksanaan rekomendasi Komnas HAM untuk penegakkan hukum. Komnas HAM meminta Bareskrim untuk kemudian menindaklanjuti rekomendasi hasil investigasi atas meninggalnya Laskar FPI. (*)

Ngebet Nikah, 33 Anak di Bawah umur Ajukan Dispensasi ke PA

NGAWI. – Ada fakta menyedihkan tentang kondisi anak di Ngawi. Bahwa pernikahan di bawah umur di bumi Orek-Orek tergolong tinggi. Pengadilan Agama (PA) Ngawi mencatat setidaknya dalam sebulan terakhir atau pada Januari lalu terdapat 33 permohonan dispensasi nikah. ‘’20 permohonan telah diputus,’’ kata Humas PA Ngawi Ludiansyah, Rabu (10/2).

Sementara, sepanjang tahun lalu mencapai 199. Anak itu naik dibandingkan pada 2019 lalu. Saat itu permohonan dispensasi nikah yang masuk ke lembaganya hanya 65. Alasan warga mengajukan dispensasi nikah didominasi hamil duluan. Selain itu, perubahan aturan usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun. ‘’Paling banyak bulan Juli, ada 33 permohonan,’’ ungkapnya. (*)

Tahan Penurunan Produksi Blok Cepu, SKK Migas Akan Kembangkan Lapangan Cendana dan Alas Tua

JAKARTA. – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi ( SKK Migas ) memaparkan produksi migas di Blok Cepu akan mengalami penurunan mulai 2022 hingga 2030 mendatang.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, Blok Cepu memegang porsi nasional terbesar dalam produksi migas pada tahun 2017 hingga 2021. Produksi minyak di Blok Cepu ditargetkan berkontribusi sebesar 30% dari total produksi minyak nasional di tahun 2021.

Adapun pemegang participating interest (PI) Blok Cepu antara lain Pertamina EP Cepu 45%, Exxonmobil Cepu Ltd 20,5%, Ampolex (Cepu) Pte.Ltd 24,5%, PT Sarana Patra Hulu Cepu, 1%, PT Asri Dharma Sejahtera 4,48%, PT Blora Patragas Hulu 2,18%, dan PT Petrogas Jatim Utama Cendana 2,24%.

“Di tahun 2021, target produksi minyak dari Blok Cepu sebesar 219.860 barel per hari (bph) dan gas 55,16 juta MMSCFD,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (3/2/2021).

Dwi menuturkan, penurunan produksi di Blok Cepu terjadi secara alamiah yang disebabkan oleh turunnya tekanan reservoir. “Blok Cepu ini masa PCS-nya tahun 2005 sampai tahun 2035. Jadi bagaimana kita menahan penurunan alamiah atau natural decline ini,” ungkapnya.

Dia memaparkan, pihaknya memiliki strategi utama untuk menahan laju penurunan di Blok Cepu. Pertama, manajemen reservoir yang baik, yakni world class reservoir management. Kedua, monetisasi untreated gas.

Ketiga, optimasi pengembangan lapangan dan pengeboran sisipan. “Keempat, pengembangan formasi clastic dan terakhir pengembangan lapangan sekitarnya yaitu Cendana dan Alas Tua,” jelasnya. (*)

Koran Lokal Terpercaya