Beranda blog Halaman 244

Puluhan Jamaah Ikuti Shalat Gerhana Bulan di Masjid At Taqwa Randublatung

0

BLORA. – Usai shalat Maghrib, sekitar pkl. 18.30 Wib, puluhan warga Randublatung, Rabu (26/05/21) lalu mengikuti shalat gerhana bulan yang diadakan di Masjid At Taqwa, di Jl. Kawedanan No. 2, Randublatung Kabupaten Blora.

Ketua Takmir Masjid At Taqwa, Ahmad Choirudin yang pada malam itu bertindak selaku iman sekaligus khotib mengingatkan kepada jamaah agar dalam melaksanakan shalat gerhana bulan tetap disiplin dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Di dalam khotbahnya, Ahmad Choirudin menyampaikan pesan terkait terjadinya fenomena alam gerhana bulan, agar para jamaah melakukan tobat nasuha.

“Agar terhindar dari api neraka, manusia harus melakkan tobat nasuha yang diikuti rasa penyesalan tinggi disertai dengan permohonan ampun dan berniat tidak akan mengulangi lagi,” ujarnya.

Selain itu Ahmad Choirudin juga menghimbau para jamaah agar saling menghormati antar umat beragama, dan selalu bersinergi antara ulama dan umaroh. “Agar tercipta suasana aman dan kondusif,” tambahnya. (*)

Vaksinasi di Puskesmas Sambong, Diikuti Guru dan Lansia

0

BLORA. – Puskesmas Sambong Kabupaten Blora, Rabu (19/5) lalu melaksanakan vaksinasi COVID-19 terhadap sasaran utamanya, guru di wilayah Kecamatan Sambong.

Plt. Kepala UPTD Puskesmas Sambong Eny Purwaningsih, STr. Keb menjelaskan, bahwa kegiatan vaksin pada hari itu merupakan arahan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora dan telah bekerjasama lintas sektoral dengan pemerintah setempat.

Dan, yang menjadi target utama ialah guru yang berusia minimal 50 tahun dan lansia dengan usia 60 tahun ke atas.

“Pada hari ini jumlah peserta yang mengikuti vaksin mencapai 62 orang dengan rincian yakni, dosis 1 meliputi guru sebanyak 55 orang, lansia 4 orang, dan tenaga Kesehatan 1 orang serta dosis 2 mencakup tenaga kesehatan 1 orang dan pelayan publik 1 orang,” jelasnya.

Pelaksanaan vaksin kali ini meliputi pendaftaran di sistem vaksinasi pcare, pemeriksaan fisik dan skrining calon peserta vaksin, penyuntikan vaksin, dan terakhir observasi pasca vaksinasi untuk memantau adanya kejadian ikutan pasca imunisasi.

Eny menjelaskan, untuk pendaftaran vaksinasi tidak hanya bisa dilakukan secara langsung ke Puskesmas

tapi juga dapat dilakukan melalui online di link bit.ly/VAKSINASILANSIASAMBONG.

Pendaftaran untuk vaksinasi syaratnya sangat mudah pastikan bahwa calon peserta vaksin adalah lansia yang memiliki KTP domisili Kabupaten Blora, untuk tenaga guru berusia minimal 50 tahun dan untuk lansia berusia minimal 60 tahun, sasaran akan dihubungi petugas terkait waktu dan tempat pelayanan vaksinasi. Peserta vaksinasi wajib membawa KTP dan BPJS (jika ada) pada saat pelaksanaan vaksinasi.

Mengakhiri sambutannya Eny mengatakan, pihaknya siap mendukung program pemerintah. Apalagi, vaksinasi tersebut merupakan salah satu cara efektif dalam mencegah penyebaran Covid -19 khususnya dunia pendidikan

di wilayah kecamatan Sambong, pungkasnya. (*)

GAMAT RI Dukung Program Pemerintah Berantas Mafia Tanah

0

DIVA. – Puluhan Aktifis dari berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Anti Mafia Tanah (GAMAT), Senin 24 Mei 2021 mendatangi Kantor Pertanahan Provinsi Jawa Tengah terkait maraknya mafia tanah di Indonesia, khususnya di Propinsi Jawa Tengah.

Dalam kedatangannya, rombongan GAMAT sempat beradu argumen dengan polisi yang sebelumnya telah berjaga jaga di depan pintu gerbang kantor wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Jawa Tengah. Namun, setelah diadakan kesepakatan antara polisi yang berjaga jaga dengan ketua Umum GAMAT RI H. Riyanta, SH.,MH Akhirnya rombongan aktivis dari pergerakan masyarakat anti mafiaa tanah ini dipersilahkan masuk.

Menurut Riyanta, kedatangan Tim GAMAT pada hari itu hanya ingin klarifikasi soal kasus-kasus sengketa tanah yang terjadi di Jawa Tengah yang kian merebak. “Sekaligus kami ingin klarifikasi dan audiensi soal pelayanan pensertifikatan tanah,” ujarnya.

Rombongan dari Masyarakat anti Mafia Tanah ini di terima oleh Gusmanto, SH MM, Kabid Pengendalian dan Penanganan Sengketa serta Mulyanto, S.SiT Kabid Penataan dan Pemberdayaan dari kantor BPN Provinsi Jawa Tengah. Mereka tidak diterima langsung oleh kepala Kanwil BPN Provinsi Jawa Tengah Ir. Embun Sari MT, Lantaran yang bersangkutan sedang berdinas di kementrian pusat yang ada di Jakarta.

Dalam ruangan auditorium yang sudah dipersiapkan oleh bagian umum guna mematuhi protokol kesehataan, rombongan dan pegawai BPN saling menjaga jarak dan protokol kesehatan.

Dalam kesempatan pertama Ketua Umum GAMAT RI H. Riyanta, SH.,MH menyampaiakan pendapatnya terkait persoalan kasus-kasus tanah yang saat ini terjadi di Jawa Tengah tak lain melibatkan oknum pejabat BPN itu sendiri, sehingga organisasi yang mereka pimpin sangat prihatin. Mau tidak mau dirinya bersama rombongan untuk mengklarifikasi sejumlah persoalan tanah sengketa yang ada di Jawa Tengah ini.

Contoh saja persoalan sengketaa tanah di Kabupaten Blora yang disebut Akte terbang begitu istilah yang disampaikan Riyanta. Kasus Ini merupakan bentuk penyelewengan dari aturan pembuatan Akta Jual Beli tanah, karena pada saat pembuatan Akta Jual Beli tersebut tidak menghadirkan para pihak yang terkait sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Jadi, semisal anda sebagai ahli waris tidak pernah menghadiri apalagi menandatangani Akta Jual Beli, secara tiba tiba terbit Akta Jual Beli. Kalau di Blora yang bersangkutan telah menemukan kasus tersebut yang melibatkan oknum pegawai BPN itu sendiri,” tandas Riyanta.

Contoh kasus pertanahan di Kabupaten Pemalang yang menimpa Ruri Sri Asih, wanita asal Pemalang yang juga anggota GAMAT. Mereka juga mengeluhkan pengurusan sertifikat tanah di wilayahnya yang dirasakan cukup memakan waktu lama.

Semula sudah mendatangi kantor BPN setempat, setelah mendapatklan penjelasan dari petugas kantor BPN Kabupaten Pemalang, yang bersangkutan mencari kantor PPAT untuk dibuatkan akta Jual dan Belinya setelah akta ditandatangi para pihak kemudian di bawa PPAT nya untuk di proses selanjutnya.

Pada saat mengajukan proses balik nama atas tanah yang mereka miliki sangat lama hingga tuju bulan bahkan satu tahun, mereka tidak tau yang lama berada di BPN nya atau di PPAT. Karena pada saat urus diserahkan pada kantor PPAT/Notaris.

“Namun ketika dipertanyakan kekantor PPAT nya selalu mendapatkan jawaban masih dalam proses di kantor pertanahan,” kata Ruri Sri Asih saat beraudiensi dengan Pejabat di BPN Kanwil Jawa Tengah.

H. Riyanta, SH.,MH. dalam audiensi tersebut secara tegas menyampaikan kepada pejabat di lingkungan Kantor Wilayah BPN Jawa Tengah tidak akan memberikan ruang bagi pejabaat ataupun oknum pegawai BPN untuk bermain-main masalah kasus tanah yang ada di Provinsi Jawa Tengah ini.

Melalui lembaganya yang sudah terbentuk sebelum presiden Joko Widodo memerintahkan Kementrian ATR/BPN RI, Kapolri dan Jaksa Agung untuk penegakan hukum masalah pertanahan, siapapun yang terlibat dalam kasu pertanahan agar ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku.

Riyanta tidak takut meski ada ancaman dari berbagai macam sumber yang ingin membunuhnya atas tindakan nya untuk penegakan kejahatan mafia tanah di Indonesia ini, dirinya sudah rumongso tuo, donyo sudah tidak milik, yang mereka cari hanyalah untuk memperjuangkan rakyat yang tertindas atas prilaku para mafia tanah yang ada di Jawa Tengah ini.

Sementara itu, Gusmanto, SH MM Kabid Pengendalian dan Penanganan Sengketa serta Mulyanto, S.SiT Kabid Penataan dan Pemberdayaan dari kantor BPN Provinsi Jawa Tengah, saat menanggapi atas klarifikasi dari Gerakan Anti Mafia Tanah RI ini, akan segera dicek in ricek ke kantor BPN Blora dan Kabupaten Pemalang terkait dua contoh kasus tersebut, tidak hanya di dua Kantor BPN itu saja nanti semua kantor BPN Kota/Kabupaten yang berada di Jawa Tengah akan di cek in ricek terkait persoalan layanan maupun tingkat kasus sengketanahnya.

Dan pihak BPN berterimakasih atas dukungan dari GAMAT RI yang ikut serta dalam pengawasan atas kejahataan tanah yang dilakukan oleh oknum pejabat maupun pegawai BPN itu sendiri semua akan diambil tindakan tegas, kata Gusmanto di hadapan Rombongan GAMAT RI. (*)

Tingkatkan Kiprah di Masyarakat, PWRI Kabupaten Blora Lantik Pengurus Kecamatan Bogorejo

0

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Sabtu (22/5/2021) lalu melantik pengurus PWRI Kecamatan Bogorejo masa bakti 2021-2026.

Dengan menerapkan protokol kesehatan, acara pelantikan digelar di rumah ketua terpilih, yakni Suliman, mantan Ketua Pengawas SD se-Kecamatan Bogorojo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komite SMP Bogorejo.

Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya pada kesempaatan itu mengemukanan, bahwa prosesi pelantikan Pengurus PWRI Kecamatan Bogorejo merupakan sejarah baru karena dirangkaikan dengan berbagai kegiatan diantaranya, halal bihalal ala pandemi Covid-19.

Di sela-sela acara pelantikan juga ada promosi haji umrah biro Dania Dzulqornain Tour oleh KH Lumani Tolhah dan promosi wisata lokal desa, serta tausiah peningkatan keimanan pasca Ramadan.

Menurut Bambang Sulistya, pelantikan pengurus PWRI Kecamatan adalah dalam rangka meningkatkan peran serta kiprah PWRI di masyarakat dan sekaligus mendinamisasikan pengembangan Organisasi PWRI di tingkat kecamatan.

Acara dihadiri oleh seluruh pengurus dan anggota PWRI Kecamatan, peserta anggota baru PWRI Kecamatan, Camat Bogorejo yang diwakili Sekcam Bogorejo, dan Mubaligh serta tim Pengurus PWRI Kabupaten Blora.

Panitia dalam laporannya menyampaikan, bahwa pemilihan pengurus dilaksanakan secara musyawarah dan mufakat menyepakati secara bulat bahwa Suliman dipilih sebagai Ketua PWRI Kecamatan Bogorejo.

Pertimbangannya ada nilai positif, bahwa Sulimin adalah seorang figur pemimpin yang jawani, bisa ngemong (mengasuh), bersemangat dalam pengabdian dan suku berbagi/kepyur kepada lingkungan masyarakat serta siap melaksanakan amanah bagi kemajuan organisasi.

“Saya selaku ketua PWRI Kabupaten Blora telah mencatat rekam jejak Pak Suliman, sejak beliau jadi pemangku jabatan pelaksana tugas sementara Ketua PWRI Kecamatan Bogorejo,” terang Bambang Sulistya.

Di antaranya telah menggerakkan dan memotivasi seluruh anggota PWRI ikut program vaksinasi Covid-19, aktif melaksanakan koordinasi dan konsultasi dengan para pimpinan tingkat kecamatan.

“Bahkan oleh Camat telah diberi kesempatan agar setiap pertemuan bulanan PWRI bisa menggunakan fasilitas pendopo pertemuan kecamatan. Dan punya strategi baru untuk menarik anggota baru diberi seragam PWRI secara gratis,” kata Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora.

Kemudiaan dalam pengarahan dirinya menekankan kepada seluruh yang hadir agar jadikan organisasi PWRI tempat pengabdian terakhir kepada masyarakat dan ikut PWRI menjadi sarana untuk menghibur diri,bersilahturahmi serta untuk meningkatkan keimanan.

“Khusus untuk para pengurus PWRI saya mohon agar dapat mengamalkan S3,” ucapnya.

Yaitu Siap Berjuang utuk kebaikan para anggota, Siap Berkorban untuk kemajuan, kekompakan dan kesejahteraan bagi para anggota dan Siap Membantu program Pemerintah Daerah terutama saat ini ikut mensukseskan program vaksinasi Covid-19 dan menjadi motivator teladan dalam melaksanakan protokol kesehatan.

“Untuk itu dalam pelantikan saya juga membagikan masker merah putih dan seragam PWRI bagi anggota baru secara gratis,” jelasnya.

Sementara itu dalam rangka peningkatan keimanan pasca Ramadan, KH Lukmani Tolhah menekan betapa pentinya berbuat kebaikan dan melaksanakan silahturahmi serta menjadikan Al-Quran sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (*).

Depresi Akibat Hamil di Luar Nikah, Siswi SMA di Cepu Nekat Gantung Diri

BLORA. – Seorang pelajar bernama Verayani Sidauruk (17), sekira pukul 17.00 Wib, Rabu, (19/05/21) lalu ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, RT. 03 RW. 08 Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, tepatnya di belakang Kantor PLN Cepu

Kapolsek Cepu AKP Agus Budiyana mengatakan, korban ditemukan sudah tewas oleh keluarganya pada pukul 17.00 WIB.

“Kami mendapat laporan warga, ada orang bunuh diri pukul 17.00 WIB. Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal,” ungkap AKP Agus Budiyana.

“Korban dalam keadaan hamil 7 bulan, diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena depresi. Korban yang masih berstatus siswi kelas 2 SMA itu hamil di luar nikah,” terang AKP Agus Budiyana.

Keluarga korban, Janliani Dwi Putri Sidauruk (24) menceritakan, pagi hari sekitar pkl. 08.00 Wib, dirinya diantar berangkat kerja oleh korban.

Sekitar pukul 17.00 WIB, dia pulang kerja. Dan sesampainya di rumah pintu dalam keadaan terkunci dari dalam. Selanjutnya, ia membuka pintu dari jendela dan mengetahui korban sudah dalam keadaan menggantung di tali tampar plastik warna biru yang dikaitkan dengan kayu plafon.

Mengetahui hal tersebut, dirinya minta tolong ke tetangga kemudian melaporkannya ke Polsek Cepu. 

Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik, dan korban meninggal karena gantung diri.  (*)

Berjuang Tingkatkan Kesejahteraan Petani, KTNA Blora Dirikan Koperasi

0

BLORA. – Bertempat di Desa Sukorejo Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Selasa (18/05/21) digelar pertemuan rembug harian Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora.

Salah satu agenda yang digulirkan dalam acara rembug harian adalah semangat sesarengan mbangun Blora dengan mengamalkan three in one, yaitu tiga kegiatan dikemas menjadi satu.

Pertama, kegiatan silahturahmi para pengurus atau halal bi halal di masa pandemi COVID-19 secara sederhana dengan suasana penuh kekeluargaan. Pada kesempatan itu juga dibagikan seragam KTNA terbaru berupa kaos dan peci.

Kedua, penyusunan program perjuangan jangka pendek yang membumi. Ketiga, pembentukan panitia Rembug Madya.

Ketua KTNA Kabupaten Blora, Sudarwanto meminta kepada para pengurus secara totalitas membangun sinergi melalui wadah organisasi KTNA untuk memberi konstribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan para petani.

“Untuk langkah awal mari kita mantabkan konsolidasi organisasi dan kita bangun keterbukaan serta komunikasi yang ramah lingkungan dengan berbagai pihak terkait,”ujarnya.

Sementara itu Dewan Penasihat KTNA Blora Bambang Sulistya menegaskan, bahwa sejak KTNA dipimpin Sudarwanto, beberapa kegiatan telah dilakukan seperti halnya audensi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) termasuk mitra kerja terkait.

“KTNA Blora telah melaksanakan berbagai aktivitas guna mendinamisasi organisasi yang berjuang untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Bumi Samin,”ujarnya, Rabu (19/05/21).

Selaku dewan penasehat, Bambang Sulistya, memberikan motivasi agar para pengurus segera bangkit untuk menjadi pejuang wong cilik yang selama ini nasibnya belum beruntung.

Dengan jurus 3J Bambang berpesan, jadikan amanah selaku pengurus sebagai motivasi pengamalan ibadah sosial dengan bermodalkan ikhlas dan berani berkorban.

Kedua jangan pernah malu dan ragu untuk berbuat, ketika punya niat baik dan bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan petani.

“Jangan terlalu banyak teori ketika kita menyusun program, yang penting realistis dan bisa diwujudkan serta bermanfaat bagi petani, termasuk salah satunya KTNA Blora harus punya Koperasi,” ujar Bambang yang pernah menjabat Sekda Blora itu.

Berdasarkan hasil musyawarah atas berbagai usulan dan saran, rembug harian KTNA akhirnya mensepakati beberapa hal. Diantaranya, pertemuan rembug harian KTNA dilaksanakan secara rutin dua bulan sekali setiap tanggal 7.

“Istilah orang Jawa biar berkah dan mendapat pitulungan dari Allah,” tandas Bambang.

Berikutnya, pola pelaksanakan kegiatan rembug harian KTna secara swadaya dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Sementara panitia Rembug Madya sebuah agenda kegiatan yang akan menghadirkan bupati Blora serta unsur terkait. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memantabkan program peningkatan kesejahteraan petani.

Agenda lain, pengurus KTNA Blora pada bulan depan akan melaksanakan studi banding secara swadaya ke Kabupaten Grobogan untuk menyerap ilmu dan pengalaman pengelolaan organisasi KTNA dan Sistem Resi Gudang .

Pada hari itu juga telah terbentuk Koperasi KTNA bernama “Koperasi Tani Sejahtera”yang diketuai Drs Yusup, seorang praktisi koperasi yang berdomisi di wilayah Jiken Kabupaten Blora. (*).

Shalat Ied di Masjid At Taqwa, Camat Randublatung Bacakan Sambutan Bupati Blora

0

BLORA. – Masjid At Taqwa di Jl. Kawedanan, Randublatung Kabupaten Blora, Kamis (13/05/21) menyelenggarakan Shalat Ied.

Dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, ratusan jamaah mengikuti ibadah dalam rangka merayakan Idul Fitri 1442 H di masjid yang dibangun pada tahun 1921 itu.

Sebelum sholat Ied dilaksanakan, Camat Randublatung Budiman SSTP, MM terlebih dahulu membacakan sambutan Bupati Blora.

Dalam sambutan tertulisnya, Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh masarakat Kabupaten Blora di manapun beradaberada.

“Atas nama pribadi dan keluarga, kami juga menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf dan kesalahan

kami, baik yang disengaja ataupun tidak,” ucap bupati dalam sambutannya.

Bupati juga menyinggung adanya larangan mudik oleh Pemerintah sehingga banyak warga Blora yang tidak dapat pulang kampung/mudik

ke Blora.

“Kebijakan larangan mudik ini bukan tanpa alasan. Tujuannya adalah untuk menghindari lonjakan kasus Covid 19,” tegasnya.

“Mari kita satukan niat, dan kita satukan ikhtiar dan tekat kita untuk sesarengan mBangun Blora

menuju arah yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu Ustadz Siswanto, dalam khutbahna pagi itu membawakan tema, hikmah puasa bulan Ramadhan.

“Siapapun orangnya yang menjalankan Ibadah puasa

Ramadhan sebulan penuh, maka akan bebas dari dosa dosanya, dan kembali suci seperti bayi yang baru dilahirkan oleh Ibunya,” pesannya. (*)

Pernyataannya Merendahkan Profesi Jurnalis, Kajari Pati Digeruduk LSM dan Wartawan Lintas Media

0

PATI. – Sekumpulan LSM dan Wartawan dari lintas media se-Kabupaten Pati, Senin (10/05/21) menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri Pati terkait statement Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati, Mahmudi. S. H. yang kontroversial dan viral di sosial media.

Kajari Pati, Mahmudi dalam acara sosialisasi pendampingan hukum Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Pati, belum lama ini melontarkan beberapa pernyataan diantaranya bahwa Kajari akan mendampingi di kala Kades tersangkut perkara hukum dan dijamin Kades tidak akan masuk bui. “Cukup mengembalikan dana yang diselewengkan saja,” katanya. Dalam pernyataannya seakan-akan Kajari Pati menjadi beking para Kades yang punya masalah hukum, sehingga membuat para Kades besar kepala.

Diduga dalam pernyataan yang lain, Mahmudi juga menghimbau kepada para Kades agar jangan takut dengan tekanan dari pihak ketiga, seperti oknum LSM dan oknum wartawan yang dianggap mencari-cari kesalahan.

Tentu saja ucapan Kajari ini telah mencederai dan merendahkan profesi wartawan yang bertugas sebagai penyampai informasi sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial, dan bukan pencari kesalahan.

Seorang aktifis yang mengaku sebagai juru bicara, Yayak menilai, pernyataan Kajari Pati tersebut seakan menghina profesi LSM dan Wartawan.

Menurut Yayak, berdasarkan instruksi Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2001, bahwa “media adalah mitra Kejaksaan”.

“Pernyataan Kajari Pati ini tentunya bertolak belakang dengan instruksi tersebut,” katanya.

Mensikapi datangnya puluhan aktifis wartawan dan LSM,

Awalnya Kajari hanya mau menerima 5 orang sebagai perwakilan LSM dan Wartawan untuk audiensi, namun ketika semua yang hadir minta ikut masuk ke ruang audiensi, Kajari pun tak mampu menolak.

Dalam audiensi, ada 4 hal yang disampaikan oleh Yayak selaku juru bicara:

Pertama, apa kapasitas Kajari sehingga ber-statement, bahwa jika Kades melakukan penyelewengan Dana Desa tidak akan ditahan?

Kedua, kenapa Kajari tidak ber konsepsi prosedur hukum tetapi malah ber otoritas dari kebijakan saja.

Ketiga, pakta integritas dari Pemerintah Pusat sampai Daerah memberantas pungli, korupsi dan penyelewengan lain.

Keempat, siapa penanggung jawab surat kesepakatan pendampingan hukum yang dilakukan Kajari.

Berkata demikian, Yayak sambil mengingatkan agar Kajari jangan bersifat Sombong dan jumawa.

Mendengar apa yang disampaikan perswakilan LSM dan waretawan, Kajari Mahmudi memberikan jawaban secara langsung satu persatu.

Namun semua jawaban yang dilontarkan, seakan Mahmudi tidak mengakui atas statement yang pernah diucapkannya. Bahkan Mahmudi terkesan mengelak dari semua yang dituduhkan oleh para aktifis.

Yang aneh Mahmudi sempat berucap, walaupun dia seorang pendatang, dia tidak akan mengkhianati warga Pati. “Saya bekerja juga berdasar perintah atau MOU dengan Bupati Pati,” ucapnya.

Tentu saja ucapan Mahmudi ini membuat peserta audiensi semakin geram, hingga ada seorang aktifis yang berteriak, Kajari bisa kualat kalau main-main di bumi Pati.

Seorang peserta aksi, Andi Maulana dari GN PK (Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi) menyampaikan, Kajari harus membatalkan konsep maupun kesepakatan yang sudah dijalankan dengan kepala desa. “Kajari harus netral, tidak boleh memihak dengan Kades,” ujar Andi.

Ketika suasana mulai memanas, Kajari Mahmudi berusaha menenangkan audiens dengan ber sholawat. Hingga pada akhirnya Basudewa, salah satu jurnalis menanyakan, “Apakah betul Kajari menerima uang yang ditarik dari para Kades, 2-3 juta per Kades?”

Lagi -lagi jawaban Mahmudi mengelak dengan alasan puasa, kerongkongan sudah sakit Kajari menutup acara.

Audiensi yang diselenggarakan di aula kantor Kejaksaan Negeri Pati ini belum mendapatkan hasil yang maksimal, mengingat bulan Ramadhan maka gabungan LSM dan Wartawan yang hadir bersepakat akan melakukan audiensi lanjutan sehabis Lebaran. (*)

20 Orang Positif, 200 Lebih Warga Desa Panolan Jalani Swab Massal

0

BLORA. – Bertempat di Gedung Serbaguna Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Kamis (04/05/2021) dilaksanakan Swab massal yang diikuti 200 orang lebih.

Swab massal terhadap warga Desa Panolan Kecamatan Kedungtuban yang dilakukan tim gugus tugas Covid-19 Pemerintah Kecamatan Kedungtuban sebagai tindak lanjut setelah diketahui ada 8 warga yang diketahui positif COVID -19 berdasarkan Swab PCR.

Setelah dilakukan tracing, belakangan diketahui ada 12 orang yang juga positif hasil swab-nya.

Jadi, total dari kluster hajatan itu ada 20 orang yang diketahui positif COVID-19.

“Khusus warga yang bertetangga dengan yang terjangkit (positif) Covid, maka langsung swab, jadi di desa ini (Panolan) akan di tes sebanyak 200-an warga,” jelas Saji, Sekcam Kedungtuban selaku Ketua Satgas Covid Kedungtuban, saat memantau langsung pelaksanaan tes di Desa Panolan, Selasa (04/05/2021). (*)

Musim Kemarau, BPBD Imbau Warga Hemat Air

BOJONEGORO. – Jelang musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro imbau masyarakat bijak dalam penggunaan air bersih. Mengingat wilayah Bojonegoro rawan bencana kekeringan saat musim kemarau tiba.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto mengatakan, sebagai bentuk persiapan dan kesiapsiagaan BPBD dalam penanggulangan dampak musim kemarau, setelah lebaran akan lakukan assesment untuk daerah yang rawan kekeringan.

“Bahkan bila diperlukan sesuai dengan permintaan, akan kita intervensi atau mengirim bantuan air bersih seperti tahun kemarin,” ucapnya, Kamis (6/05/21).

Untuk tahun 2020, ada sebanyak 79 desa yang mendapatkan bantuan air bersih yang tersebar di 22 kecamatan atau sebanyak 5.329 KK se-kabupaten Bojonegoro. Maka dari itu, BPBD terus berupaya untuk terus berkoordinasi dengan PDAM terkait pipanisasi air bersih di wilayah yang selama ini selalu mengalami kekeringan.

“Ada beberapa kecamatan yang menjadi langganan kekeringan, seperti Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Sumberrejo, Dander, Purwosari, Bubulan, Ngasem dan Ngraho,” ungkap Eko Susanto.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air menjelang musim kemarau dan juga tetap waspada akan terjadinya kebakaran akibat kelalaian yang nantinya akan merugikan warga. (*)