PATI. – Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang identik dengan kegiatan kumpul-kumpul, di Desa Gembong – Pati dimanfaatkan untuk mengadakan acara doa bersama agar Pandemi Covid-19 segera sirna.
Moment Agustusan jadi terasa sakral ketika para tokoh masyarakat Desa Gembong menggelar kegiatan spritual adat dengan membaca doa tolak balak yang dipimpin oleh KH Abdul Karim, Rabu (18/8) lalu.
Lokasi doa bersama di makam leluhur yang dipercaya masyarakat setempat, yaitu di Makan Ki Ageng Selo yang berada di Dukuh Selorejo.
Seorang tokoh masyarakat Desa Gembong, Haryanto mengatakan, bahswa Covid-19 masih menjadi ancaman untuk seluruh warga Indonesia, dan lebih khususnya kabupaten pati.
“Kami bersama pemangku adat, dan tokoh agama hari ini melakukan doa bersama untuk mengenang jasa para pahlawan yang ada di Gembong khususnya, Seluruh Indonesia pada umumnya,” ujarnya.
Kepala Desa Gembong, Sukardi yang pada hari itu ikut hadir mengaku senang dan berterimakasih kepada semua warga yang telah ikut berpartisipasi dalam menyediakan makanan.
“Pelaksanaan doa tolak bala di makam leluhur ini dimaksudkan supaya Covid 19 dicabut oleh Allah SWT,” ucapnya.
Pada kesempatan itu Sukardi juga menjelaskan, bahwa selama pandemi pemerintah telah melakukan banyak upaya penanganan. Meski begitu, upaya-upaya tersebut harus tetap diiringi dengan doa kepada Sang Pencipta.
“Covid ini tidak hanya soal ikhtiar prokes, vaksin, dan sebagainya. Harus ada usaha lain, yaitu doa. Apapun yang kita buat ini dikendalikan oleh Maha Pencipta,” tandas Sukardi. (*)
BLORA. – Pemerintah kecamatan beserta TNI dan Polri yang tergabung dalam Forkompincam Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Selasa (17/08/2021) melaksanakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 76.
Bertempat di halaman kantor Kecamatan Randublatung, kegiatan rutin tahunan ini diikuti kurang lebih 50 peserta upacara.
Upacara pada tanggal 17 Agustus 2021 diikuti dari unsur Pemerintah Kecamatan, TNI, Polri, Perwakilan dari kelurahan dan perangkat desa.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Camat Randublatung, Budiman S. STP. MM, sementara Komandan Upacara Bripka Suseno. Upacara berjalan dengan kikmad dan lancar.
Di sekitar arena upacara tampak sederet anak- anak berjajar di luar pagar. Mereka yang berusia setingkat kelas 3 SD itu tampak senang bisa menyaksikan jalannya upacara hingga selesai.
Seorang kakek berusia sekitar 80 tahun mengaku maklum atas ulah anak-anak seusia cucunya itu. Karena sudah 2 tahun mereka tidak bisa mengikuti upacara di sekolahnya.
“Mungkin anak-anak itu rindu pemandangan seperti ini, sejak ditiadakannya sekolah tatap muka secara langsung,” ujar pria tua yang merahasiakan namanya itu. (*).
BLORA. – Untuk kedua kalinya negari tercinta Indonesia merayakan ulang tahunnya pada tanggal 17 Agustus, di saat wabah pandemi Covid-19 melanda.
Meski hampir setiap lapisan masyarakat terkena dampak pandemi, namun jiwa nasionalis sebagai warga Indonesia tetap mendorong semangat untuk menyelenggarakan lomba 17 Agustus, walaupun melalui daring atau online.
Berpartisipasi dalam peringatan HUT RI ke 76 di Era Pandemi, karyawan dan karyawati UPTD Puskesmas Sambong, Selasa (17/8/2021) mengadakan Lomba Video TikTok Dance Challenge Tik Tok dan Lomba Cerdas Cermat (LCC).
Kegiatan dengan tema nasionalisme yang dilaksanakan di UPTD Puskesmas Sambong pada hari itu tetap menerapkan protokol kesehatan.
Menurut Plt. Kepala UPTD Puskesmas Sambong Eny Purwaningsih,S.Tr.Keb lomba ini diselenggarakan dengan tujuan menumbuhkan semangat juang nasionalisme sebagai Nakes sekaligus sebagai bentuk hiburan bagi Tenaga Kesehatan UPTD Puskesmas Sambong.
“Selama pandemi, para nakes tidak bisa kemana-mana karena harus fokus dalam penanganan Covid-19,” ujarnya.
Menurut Eny, saat ini TikTok adalah aplikasi jejaring sosial yang tengah populer di kalangan milenial, begitu juga Lomba Cerdas Cermat.
“Untuk kedua lomba tersebut, pesertanya dari pegawai Puskesmas Sambong,” tambahnya. (*)
MARILAH kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan cara melaksanakan semua kewajiban dengan segenap keteguhan hati dan kemantapan jiwa, dan menjauhkan diri dari seluruh yang diharamkan dengan penuh ketabahan dan kesabaran. Peristiwa masa lalu tidak hanya untuk dikenang tapi untuk dijadikan pelajaran bagi kehidupan kita di masa sekarang dan masa mendatang, untuk diambil hikmahnya agar kita dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal. Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya dari sahabat Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu, bahwa ia berkata: “Suatu hari, Nabi Shallallahu alaihi wa salam berjalan melewati sekelompok orang Yahudi yang tengah berpuasa hari Asyura, maka Nabi Shallallahu alaihi wa salam bertanya, “Puasa hari apa ini?” Mereka menjawab: Hari ini adalah hari ketika Allah menyelamatkan Musa dan Bani Isra’il, sedangkan Fir’aun di hari ini ditenggelamkan Allah. Dan hari ini adalah hari ketika perahu Nabi Nuh berlabuh di bukit Al Judiy. Karena itu Nuh dan Musa berpuasa di hari ini, karena bersyukur kepada Allah ta’ala. Lalu Nabi shallallahu ‘alai wa sallam bersabda: “Aku lebih berhak terhadap Musa dan lebih berhak untuk berpuasa di hari ini.” Kemudian Nabi memerintahkan para sahabatnya untuk berpuasa. (HR Imam Ahmad). Dalam hadits di atas, disebutkan dua peristiwa dari sekian banyak peristiwa penting yang terjadi di hari Asyura. Yaitu berlabuhnya perahu Nabi Nuh dengan selamat di Bukit Judiy dan selamatnya Nabi Musa dari kejaran Raja Fir’aun beserta bala tentaranya. Nabi Nuh ‘alaihissalam diutus oleh Allah kepada kaum yang kafir. Beliau-lah nabi dan rasul pertama yang diutus oleh Allah kepada orang-orang kafir. Para nabi dan rasul sebelumnya, yaitu Nabi Adam, Nabi Syits dan Nabi Idris ‘alaihimussalam diutus oleh Allah kepada kaum Muslimin. Umat ketiga nabi tersebut semuanya beragama Islam. Tidak ada satu pun yang kafir. Nabi Nuh konsisten dalam berdakwah selama 950 tahun. Akan tetapi kebanyakan kaumnya tidak beriman. Mereka tetap pada kesesatan dan kekufuran. Mereka memusuhi Nabi Nuh, menyakitinya, melecehkannya bahkan memukulinya. Hingga doa murka terucap dari lisan Nabi Nuh as yang maknanya: “Nuh berkata: Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun diantara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.” (QS. Nuh: 26) Lalu Allah timpakan kepada mereka banjir besar sehingga tidak menyisahkan satu orang pun diantara orang-orang kafir. Allah selamatkan Nabi-Nya dan orang-orang beriman diantara kaumnya dengan perahu yang dibuat oleh Nabi Nuh dengan perintah Allah. Allah pun menjaga perahu tersebut hingga berlabuh dengan selamat di Bukit Judiy. Sedangkan Nabi Musa, beliau hidup di masa raja yang zalim dan melampaui batas, yaitu Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan. Allah memerintahkan Nabi Musa agar pergi kepada Fir’au untuk mengajaknya masuk ke dalam Islam, meng-ESA-kan Allah dan mensucikan-Nya dari sekutu berhala. Maka Nabi musa pergi dan memperlihatkan kepadanya mukjizat-mukjizat yang sangat menakjubkan dan membuktikan bahwa beliau benar-benar utusan Allah ta’ala. Meskipun begitu, Fir’aun tetap kafir kepadanya, menolak dan bersikap congkak serta menyiksa dan menindas kaum Nabi Musa yang beriman. Akhirnya, Nabi Musa ‘alaihisalam dan para pengikutnya dari kalangan Bani Isra’il keluar dari Mesir. Fir’aun mengejarnya bersama ribuan pasukan karena ingin memusnahkan Musa dan orang-orang yang bersamanya. Akan tetapi Allah menolong Rasul-Nya. Allah ta’ala berfirman: “Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah lautan itu dengan tongkatmu,” maka terbelah-lah lautan itu dan tiap-tiap belahan seperti gunung yang besar.” (QS Asy-Syu’ra: 63) Laut terbelah lalu Nabi Musa ‘alaihissalam dan orang-orang yang bersamanya menyeberangi laut. Fir’aun dan pasukannya pun mengejar mereka. Allah subhannahu wa ta’ala kemudian menenggelamkan mereka semua dan Allah selamatkan Nabi Musa ‘alaihissalam dan orang-orang yang bersamanya. Allah ta’ala berfirman: “Dan kami menyelamatkan Bani Isra’il melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir’aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka), hingga ketika Fir’aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Isra’il, dan saya termasuk orang-orang yang memeluk Islam.” Apakah sekarang (kamu baru percaya), padahal sesungguhnya kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS Yunus 90-91) Ketika Fir’aun hampir tenggelam dan mati, ia menyatakan taubat, Padahal taubat tidak lagi bermanfaat dan tidak diterima dalam keadaan seperti itu. Karena diantgara syarat taubat adalah dilakukan sebelum seorang putus asa dari hidup seperti ketika akan tenggelam dan tidak ada kemungkinan selamat. Maka dari itu, agar kita diberikan pertolongan oleh Allah SWT, kita disunnahkan puasa pada hari ke-9 dan 10 Muharram sebagaimana yang dijelaskan di dalam hadits. Hikmah dari puasa tanggal 9 disamping berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama adalah agar berbeda dengan orang-orang Yahudi, karena mereka hanya berpuasa di tanggal 10 saja. (*)
*) Penulis adalah, alumni Ponpes Asy Syadzili, Malang, Jawa Timur. Tinggal di Cepu, Blora.
BLORA. – Dalam rangka memperingati HUT RI ke-76, warga Perumnas RW V Kelurahan Karangjati, Kecamatan Blora, Rabu (18/8/2021) mengadakan syukuran sederhana.
Acara syukuran diprakarsai para ibu di lingkungan RW setempat setelah para relawan berkarya nyata melakukan pemeliharaan tanaman di Taman Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora.
“Mumpung masih suasana tujuh belasan Agustus secara spontanitas mengadakan syukuran sederhana memperingati hari Kemerdekaan dengan menggelar sarapan pagi ala pesta kebun di taman Perumnas,” kata Bambang Sulistya, tokoh masyarakat setempat.
Mantan Sekda Blora itu mengatakam, bahan sayur sudah tersedia di taman, yaitu daun ubi jalar dan ubi jepang.
“Oleh para ibu dimasak menjadi sayur asam, dan disediakan lauknya telur kopyok goreng yang dicampur dengan dedaunan dan tempe goreng,” ucapnya.
Kemudian semua hasil masakan digelar dan disajikan di taman di bawah rerimbunan pohon mangga yang sedang berbunga. Dihibur oleh suara nyanyian burung perkutut yang sedang bercengkrama di dahan pohon mangga dan sesekali juga terdengar suara burung emprit kaji yang sedang mengikat janji .
Angin bertiup sepoi-sepoi dan terasa segar sehingga membuat suasana alami, memacu gairah makan dan meningkatkan imunitas diri,” ungkapnya.
Ternyata, lanjut Banbang Sulistya, dalam memperingati hari besar saat ini di masa pandemi dapat disiasati secara sederhana tapi penuh makna.
Seperti susana pesta kebun itu, selain dilandasi rasa keikhlasan untuk berkorban mewujudkan masakan, minuman dan buah-buahan secara gratis dengan pola gotong royong, bisa menciptakan cita rasa makanan enak.
“Bahkan tadi ada salah satu yang tanduk ( menambah makanan). Bisa ngobrol tanpa beban dan dapat melupakan sejenak tentang musibah virus corona,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, acara itu juga mampu membangun rasa kekeluargaan dan kerukunan di antara para warga yang hadir dalam pesta kebun.
“Saya jadi teringat ketika masih sekolah dasar dulu setiap saat bapak/ibu Guru selalu mengajak pesta kebun,” kenang Ketua PWRI Blora itu.
Yaitu makan seadanya di kebun belakang sekolah. Suasana hingar bingar gelak tawa penuh rasa setia kawan.
Bahkan untuk membuat susana dinamis diajak nyanyi bersama-sama sambil tepuk tangan.
“Saya termotivasi diri ternyata momentum dalam memperingati hari kemerdekaan dapat dikemas dan diwujudkan melaluhi cara yang sederhana seperti pelaksanaan pesta kebun hari ini,” kata dia.
Hasilnya, menurut Bambang, mampu meningkatkan gairah makan, mendapatkan udara segar dan hiburan alami, memperoleh susana kebatinan dalam membangun rasa kekeluargaan dan rasa kerukunan.
Kemudian, yang tak kalah pentingnya melalui pesta kebun semakin meyakinkan kepada umatNya bahwa Tuhan Yang Maha Pemurah telah menyediakan di alam raya sebuah solusi musibah di masa pandemi.
Pesta kebun ala taman perumnas diikuti para relawan, di antaranya mantan Kabag Hukum Pemda Blora, matan Wakil Direktur BKK, mantan pejabat Badan Pertanahan atau ketua RW V, istiri pejabat yang suka berbagi serta yang lainnya yang terpanggil jiwanya untuk sesarengan membangun kekeluargaan dan kerukunan dalam menghadi musibah penyaki Virus Corona di Blora.
“Saya sangat berharap mudah-mudahan kegiatan Pesta Kebun ala Perumnas RW V Karangjati mampu memberi inspirasi dan motivasi dalam menghadapi pandemi saat ini,” ujarnya.
Bambang Sulistya pun mengungkapkan dengan sebait pantun, “Indahnya pesta kebun HUT ke-76 RI di taman, suasana segar dan nyaman, menjadi perekat kekeluargaan dan kerukunan. Semoga dapat meningkatkan Semangat Perjuangan mengusir Penjajahan (Virus Corona),” tutupnya. (*).
BLORA. – Posdaya sepeda ontel Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Blora yang dikomandani Sudadiyo, Selasa (17/8/2021), memperingati HUT RI ke-76 dengan kegiatan gowes sepeda ontel (sepeda santai).
Seperti pada tahun lalu, tujuh belasan tahun ini dirayakan tanpa gegap gempita, dan diselenggararakan secara sederhana serta terbatas, ditambah lagi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.
Kegiatan bersepeda santai dimulai dari start pukul 07.00 WIB (7 orang jawa pitulungan) dari Lapangan Kridosono Blora. Sebelum berangkat dilaksanakan doa bersama agar memperoleh kesegaran dan keselamatan.
Soedadyo menjelaskan, rute gowes santai memutari jalan-jalan di perkotaan sambil melihat lihat semaraknya pemasangan umbul-umbul merah putih untuk menyerap spirit Proklamasi Kemerdekaan.
“Kemudian menyusuri jalan-jalan di perdesaan lewat jalan yang di kanan kiri terhampar lahan persawahaan/tegalan yang saat ini tumbuh tanaman jagung daunnya hijau royo-royo yang menyegarkan suasana hati,” ucapnya.
Setelah satu jam lebih, akhirnya finish di rumah sesepuh pejabat Blora, Soebronto Yusuf, matan Wakil Bupati Blora. “Di rumah Bapak Soebronto dilaksanakan upacara sederhana ala para pejuang pembangunan yang sudah purnatugas,” terang dia.
Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang diikuti oleh seluruh peserta. “Kemudian pengucapan Pancasila tanpa teks oleh Bapak Sugito dahulu mantan Kabag hukum Setda Blora ditirukan oleh seluruh peserta,” ujarnya.
Dilanjutkan sambutan oleh Soebronto Yusuf, yang dahulu juga mantan kepala Inspektorat Blora.
Dalam sambutannya, Soebronto menyampaikan tiga hal petuah yang perlu diteladani. Pertama saat ini perjuangan kita tidak mengusir penjajah tetapi membasmi penyakit Virus Corona. “Untuk itu ikuti anjuran Pemerintah untuk melaksanakan 5M, tingkatkan dan mantapkan ibadah kita dan olahraga,” kata dia.
Kedua, manfaatkan waktu yang ada untuk diisi dengan aktivitas positif yang bermanfaat bagi orang lain misalnya untuk berkebun hasilnya bisa diberikan kepada tetangga, bersosialisasi kebaikan di masyarakat dengan mengadakan pengajian rutin setiap Jumat pagi.
Ketiga, menikmati hidup, melakukan semua kegiatan ibarat sedang melakukan ibadah dan selalu ingat kebaikan orang lain yang pernah kita terima.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya mengucapkan terima kasih kepada Soebronto yang telah menerima dan menyediakan tempat untuk kegiatan upacara peringatan tujuh belasan secara sederhana, bahkan mensponsori makan pincukan, suguhan buah dan minuman snak secara gratis.
“Demikian pula kepada bapak Sukardi mantan kepala sekolah SMAN 1 yang telah menyediakan bantuan sembako untuk kaum duafa,” ucapnya.
Berikutnya, dalam memperingati HUT ke-76 RI yang diselenggarakan oleh posdaya yang dipimpin oleh Sudadiyo mantan Kadinas Sosial merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat karena langsung mengamalkan anjuran pemerintah dalam melawan corona.
“Selain hari ini kita melakasanakan protokol kesehatan dan memperoleh spirit proklamasi juga dapat meningkatkan imunitas diri karena sudah berolah raga sepedaan, makan buah jambu sukun dan semongko serta makan nasi pecel pincukan lengkap dengan telur ceploknya,” tuturnya.
Dikatakan oleh mantan Sekda Blora itu, kegiatan saat ini langsung dapat menerapkan ibadah sosial yang diwujudkan dengan kegiatan berbagi membatu sembako bagi kaum duafa, dan menanam jambu kristal sebagai wujud sedekah bumi.
“Seluruh peserta juga membawa pulang bibit jambu yang akan ditanam di rumah masing masing,” kata Bambang.
Menurutnya, seperti testimoni beberapa teman di PWRI beberapa waktu yang lalu terpapar virus corona, ternyata jus jambu sangat bermanfaat bagi peningkatan imunitas diri.
“Oleh karena itu, mari kita yang diberi kesempatan untuk bisa berbuat kebaikan bagi kaum duafa jadikan momentum peringatan tujuh belas Agustus ke-76 ini sebagai wahana untuk meningkakan spirit perjuangan melawan virus corona,” tambahnya.
Kegiatan diakhiri dengan pemberian bantuan sembako kepada kaum duafa dan secara simbolis penanaman bibit jambu kristal di kebun dibelakang rumah Wakil Bupati Blora 2005-2010.
“Selanjutnya di hari yang bersejarah ini saya titipkan harapan kepada ibu Pertiwi yang saat ini sedang berduka akibat olah virus Corona melalui sebait patun, Pagi ini bersepeda di kota Blora, Bersama para pejuang pembangunan yang sudah purna, 76 tahun Indonesia Merdeka, Semoga rakyat masih tangguh dan sejahtera,” katanya.
Sebab, Selasa tanggal 17 Agustus 2021 seluruh rakyat Indonesia sedang memperingati Hari Ulang Tahun ke-76 di tengah Pandemi Covid 19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk level 4 (Blora level 3).
“Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh. Sesarengan mBangun Blora,” ucapnya. (*).
BLORA. – Bertempat di Lorong Gang Nakula, puluhan warga Perumahan Balun Graha Permai, Cepu, Senin malam (16/08/2021) berkumpul menggelar tasyakuran dalam rangka menyambut sekaligus memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76.
Tampak puluhan keluarga, suami-istri yang datang sambil mengajak anak serta cucu mereka. Duduk lesehan di atas tikar yang digelar sepanjang 50 meter, warga pada malam itu tampak guyup rukun dan saling menyapa sesama tetangga.
Kegiatan yang dihadiri oleh Ketua RT.02 / RW.16 Kelurahan Balun, Edi Tiatmanto itu dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Seluruh warga yang hadir diwajibkan menjaga jarak dan selalu mengenakan masker.
“Gang Nakula merupakan kampung tangguh, layak menjadi contoh bagi perkampungan yang lain di wilayah RT.02 khususnya dan RW.16 pada umumnya,” ujar Edi yang sebelum menyampaikan sambutan sempat mengajak seluruh warga yang hadir mengucapkan salam “Merdeka” sebanyak tiga kali.
Namun demikian pada kesempatan itu Edy wanti-wanti pada warganya agar tedak meremehkan atau lengah terhadap virus Covid-19 yang sangat membahayakan.
“Kita semua harus percaya bahwa corona itu benar-benar ada. Contohnya sudah banyak keluarga kita yang menjadi korban keganasan virus tersebut,” tambah Edi.
Dalam acara yang digelar singkat dan padat pada malam itu, warga bisa menikmati suguhan berbagai macam buah dan aneka minuman, serta menikmati manu utamanya yaitu nasi uduk dengan lauk iga bakar.
“Semoga Corona musnah dari kampung kita, dan juga segera sirna dari negeri kita tercinta Indonesia,” tandas Edi. (*)
BOJONEGORO. – Kebakaran hebat terjadi di Desa Kebonagung, RT 7 RW 3 Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Minggu (15/8/2021) sekitar pukul 21:10 Wib.
“Yang terbakar adalah rumah yang difungsikan untuk produksi kerupuk milik Ngadenan (50). Kebakaran diduga akibat korsleting listrik,” kata Kabid Pemadaman dan penyelamatan Damkar Bojonegoro, Ahmad Adi Winarto.
Adi menyampaikan, Dinas Damkar Pos Padangan menerima laporan pukul 21.30 WIB. Petugas sampai di TKM pukul 21.34 WIB. Dan kebakaran dapat dipadamkan pada pukul 23.00 WIB. Lalu petugas melakukan sosialisasi ke warga.
“Untuk memadamkan api kami mengerahkan 5 unit armada (1 unit fire truck dan 1 unit 113 dari pos padangan, 1 unit fire truck dari pos ngraho, 1 unit firedome dan 1 unit fire comando dari pos kota) beserta 17 personil,” ungkapnya.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun menurut Adi, kerugian Kurang Lebih Rp. 200 juta meliputi rumah semi permanen berukuran 12x12m terbakar 100%, belasan dus minyak goreng, puluhan kilo kerupuk siap goreng dan matang, perabotan rumah, 1 unit sepeda motor. (tok)
BLORA. – Bertempat di petak 112 KPH Jatikusumo BKPH Kedungjambu-KPH Randublatung, Perhutani Kesatuan Pemangkua Hutan (KPH) Randublatung bersama Polres Blora, Sabtu tanggal 14 Agustus 2021 lakukan apel siaga dan sosialisasi pencegahan serta penanggulangan kebakaran hutan.
Kegiatan ini digelar untuk pencegahan secara dini Antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),
Administrator Perhutani KPH Randublatung Dewanto melalui Wakilnya Adm wilayah Utara Agus Kusnandar mengatakan, kegiatan ini diadakan menjelang musim kemarau agar tidak terjadi kebakaran dan lahan di wilayah di Kabupaten Blora, khususnya KPH Randublatung.
“Sosialisasi dan Apel Siaga yang kita laksanakan ini adalah merupakan bentuk Sinergisitas antara Jajaran Polres Blora dan Perhutani dalam upaya pencegahan dan penanggulangan,” ujar Agus.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kasat Bimas Polres Blora AKP Sudarto beserta jajarannya, Kepala Seksi Perlindungan SDH Divre Jateng Sugeng Bowo Laksono, Wakil ADM wilayah Utara KPH Randublatung Agus Kusnandar, dan diikuti oleh petugas lapangan Perhutani, Perwakilan LMDH dan tokoh masyarakat. Diwaktu yang sama Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Yama SIK, melalui Kasat Binmas AKP Sudarto menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas kerja samanya dalam upaya antisipasi kabakaran Hutan dan lahan. Menurutnya, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya tanggung jawab Kepolisian dan Perhutani saja melainkan tanggung jawab kita bersama, termasuk lapisan masyarakat sekitar. “Karena itulah perlu adanya kebersamaan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Semoga bisa menciptakan lingkungan hutan yang Asri,” pungkas AKP Sudarto. (*).
BLORA. – Komunitas sepeda ontel Dapur Wojo Blora menyerahkan bibit buah dan paket sembako kepada warga kurang beruntung sambil memasyarakatkan olah raga bersepeda.
“Kalau di Jakarta ada kebijakan three in one, maka di kota sate Blora ada semangat five in one,” kata Bambang Sulistya, penggemar sepeda ontel yang juga Ketua PWRI Blora, Minggu (15/8/2021).
Semangat itu ditemukan di komunitas sepeda Dapur Wojo saat melaksanakan aktivitas.
“Kalau dulu ada istilah sambil menyelam minum air, tapi saat ini mengamalkan lima kegiatan dikemas dalam satu aksi,” ujarnya.
Yaitu bersepeda, bersilahturahmi, berbagi sembako, membantu bibit buah-buahan dan mempromosikan wisata lokal.
Ia menjelaskan komunitas sepeda ontel Dapur Wojo secara organisasi diawaki oleh sosok pimpinan yang humoris, dermawan dan jawani bernama mbah Ngatmo, Galih dan Ngatman.
Kemudian didukung oleh tim penggerak 5 orang. Yakni, Haryanto, Daryanto, Wondo, Dedi Tc dan Iwan.
Sedangkan tim dokumentasi Subiyanto,Tomo. Mekanik Tego Mulyono, Bendahara Agus Tc, Om Ibo dan Pembina/inspirator bapak Bambang Darmo.
Para anggota berasal dari berbagai macam profesi ibaratnya NKRInya Blora, seperti ASN, para purna tugas, pegawai aktif swasta maupun negeri ada tukang becak dan Satpam, bahkan ada pejabat eselon 2.
“Semua bisa membaur jadi satu tanpa ada ,sekat, jarak dan strata sosial,” ucapnya.
Dari sisi keyakinan para anggota ada yang beraga Islam, Katolik dan aliran kepercayaan. “Barangkali itu bentuk perekat persatuan kesatuan di organisasi Dapur Wojo,” kata dia.
Kemudian sasaran kegiatan sepedahan hari ini ke desa Plosorejo kecamatan Banjarejo dengan agenda silahturahmi ke tempat Muhkholil yang sudah berkumpul orang yang akan menerima bantuan sembao dan bibit jambu kristal.
Bahkan juga sudah disiapkan makanan ringan berupa pisang godok, gembili, ketela godok, kedelai godok dan makan wajik. Secara sederhana ada sambutan dan doa.
“Saya mewakili dari Komunitas Dapur Wojo pertama mengucapkan terimakasih atas sambutan masyarakat yang penuh rasa kekeluagaan dan wajah yang memancarkan rasa senang dan kegembiraan,” ujarnya.
Kedua, sebagai bentuk rasa syukur dari para anggota Dapur Wojo ingin berbagi dan menyampaikan bantuan sembako dan bibit buah-buahan kepada kaum duafa di desa Plosorejo agar dapat ikut meringankan beban penderitaan sebagai dampak musibah Covid-19.
Kemudian, ketiga mudah-mudahan langkah ikhlas untuk berbagi bisa diterima sebagai bentuk ibadah sosial.
Berikutnya, keempat mendorong kepada masyarakat pedesaan agar memanfaatkan lahan pekarangan untuk ditanami tanaman buah buahan agar di kelak kemudian hari dapat memberikan hasil dan menciptakan lingkungan asri dan segar terjaga kelestarian hidup.
“Kelima, memohon kepada yang hadir agar tetap melasanakan protokol kesehatan,” tambahnya.
Diluar dugaan semua sajian makanan yang lebih dibungkus diberikan kepada peserta gowes sepeda ketika rombongan akan kembali ke Blora.
Menurut, Bambang Darmo pemberian makanan tadi merupakan pelajaran yang sangat berharga, yang ternyata orang desa jiwa berbagi sangat tinggi dalam membingkai rasa kekeluargan dan persahabatan.
Demikian juga kata Daryono, bahwa berbagi atau kepyur membuat kita makmur oleh sebab itu mumpung kita masih diberi waktu untuk melihat matahari ayo kita berbagi.
Kegiatan yang sama dari Komunitas Dapur Wojo sudah ketiga kali selama masa pandemi.
Pertama di desa Purwosari Kecamatan Blora, kedua di desa Nglangitan kecamatan Tujungan.
“Demikian mudah-mudahan semangat five in one dari komunitas Speda Dapur Wojo mampu memberi inspirasi dan motivator kepada seluruh elemen masyarakat untuk terpanggil hati mereka membudayakan kegiatan berolahraga sambil silahturahmi dan berbagi kepada kaum duafa di saat musibah pandemi Covid-19,” harap Bambang Sulistya. (*).