Beranda blog Halaman 235

Bersama BPBD, PWRI Blora Salurkan Air Bersih

0

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesa (PWRI) Kabupaten Blora bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat yang saat ini membutuhkan, selain itu juga menyalurkan 1.600 buah masker serta sembako.

“Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Bijak atas segala Kuasa-Nya dalam rangka Program PWRI Peduli dan Berbagi di masa Pandemi, bersama BPBD Blora, menyalurkan bantuan air bersih dan 1.600 masker kepada masyarakat,” kata Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya, Sabtu (14/8/2021).

Dikatakannya, PWRI juga menyalurkan bantuan sembako dari seorang pengusaha yang tidak kerso (mau) disebutkan namanya kepada kaum duafa yang saat ini sedang menderita.

Mereka adalah para tukang becak, buruh bangunan,pengangkut sampah,bakul jajan keliling, pemulung dan pekerja serabutan.

Kegiatan peduli dan berbagi tersebut sebagai wujud membumikan Visi Misi Organisasi PWRI dalam mendukung Program Pemerintah yang saat ini sedang mengatasi musibah Covid-19.

“Sekaligus mengamalkan sesanti, Setiap detik berbuat baik dan setiap langkah beribadah.Saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan trimakasih atas kebaikan dan keikhlasan Kepala BPBD dan Hamba Allah yang telah memberi bantuan tersebut kepada yang mereka berhak,” ujarnya.

Ia berharap, semoga berkah dan mampu membangkit spirit keimanan kepada kita semua bahwa saat ini Ibu Pertiwi sedang memanggil kita semua yang berhati nurani untuk berbagi kepada saudara-saudara kita yang sedang kena musibah Covid-19

Sementara itu, para penerima bantuan secara ekspresi terpancar rasa bahagia,senang dan terimakasih serta sangat berharap dan berdoa semoga kedepan masih ada uluran tangan dari para dermawan dan anggota masyarakat yang berkemampuan.

“Selesai kegiatan peduli dan berbagi saya melanjutkan rapat konsulidasi dengan seluruh pengurus kabupaten PWRI Kabupaten, kecamatan dan Kelurahan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” tambahnya.

Mantan Sekda Blora itu menyebut, esensi dari rapat konsulidasi tersebut mengajak kepada para pengurus agar di masa pandemi dapat meningkatkan kepekaan sosial untuk menggalang potensi di masyarakat agar tercipta kegiatan berbagi kepada kaum duafa.

Karena mestinya kita harus bersyukur setiap bulan masih mendapat penghasilan dan masih punya kemampuan untuk memberi pengaruh kepada berbagai pihak di masyarakat agar terpanggil hatinya untuk mau membantu kepada kaum duafa.

Untuk memantabkan sikap mental dan motivasi diri juga menghadirkan tokoh agama, seorang bijak, yakni KH Achmad Mubaidi untuk memberi siraman rohani kepada para pengurus makin bersemangat dan tegar dalam menghadapi musibah.

Tema yang disampaikan adalah “Indahnya Bermuhasabah di bulam Muharram”

Ia menyampaikan dengan bermuhasabah kita akan mendapat buah manis berupa tobat meninggalkan laranganNya dan melaksanakan PerintahNya. Termasuk bisa memberbaiki tabiat STMJ (Salat Tetap Maksiat Jalan).

Khusus di dalam menghadapi musibah saat ini kita harus semakin meningkatkan diri dalam beribadah terutama meningkatkan ibadah sosial dengan cara berbagi atau sedakah kepada kaum duafa.

“Akirnya mari kita semua mumpung masih diberi kesempatan berbuatlah terbaik yang mampu memberi manfaat bagi sesama.Mari kita berdoa semoga penyakit virus corona segera musnah dari bumi Nusantara khususnya Bumi Mustika Blora,” tutur Bambang Sulistya.

Selain pengurus dan warga penerima bantuan, hadir langsung pada acara itu, Ketua Pelaksana BPBD Blora, Hadi Praseno. (*).

Jumat Berkah, Keluarga Subekti Bagikan Makanan untuk Puluhan Duafa

0

BLORA. – Sekitar 50 orang duafa yang tediri dari tukang becak, pengangkut sampah, tenaga kebersihan, buruh bangunan dan pemulung, Jumat (13/8/2021) menerima bingkisan makan pagi di Lapangan Kridosono Blora.

Bingkisan itu diberikan secara ikhlas dalam rangka membudayakan Jumat Berkah dan berbagi di masa pandemi Covid-19 oleh mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora Subekti, yang kini dipercaya sebagai ketua RW Kelurahan Mlangsen, Kecamatan Blora dan pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora.

Pemberian bingkisan itu mendapat empaty dan ucapan syukur serta terimakasih dari para duafa yang menerima. Mereka pun mendoakan Subekti beserta keluarga selalu sehat, bebas dari penyakit Virus Corona dan rejekinya lancar .

Selain itu diapresiasi positif oleh Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya, karena panggilan hati Subekti untuk membantu meningkatkan imun dan menebarkan budaya berbagi pada kaum duafa di masa pandemi Covid-19.

“Saya mengenal beliau sudah seperti saudara sendiri, sosok pemimpin yang punya integritas jujur dan suka kepyur. Salah satu keistimewaan dari beliau adalah memiliki semangat yang tinggi. Loyalitas harga mati dan punya rasa kepekaan sosial serta solidaritas tinggi terhadap kaum duafa,” ungkap mantan Sekda Blora itu.

Disampaikan Bambang Sulistya, ada sebuah harapan yang terungkap dalam sepenggal patun, yakni, Indahnya sinar matahari pagi, Jumat berkah menyentuh hati, kaum duafa menanam harapan dan setia menanti, datangnya kucuran rejeki dari sang idaman hati.

Karena sudah diyakini dalam sanubari.Bila dalam satu tahun bulan penuh berkah itu adalah bulan Ramadan, maka dalam satu minggu hari berkah itu hari Jumat.

Dan hari Jumat adalah sebaik-baiknya hari untuk bersedekah, berkhidmat dan untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Pemurah.

Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah bersabda sebagaimana terungkap dalam Hadist Riwayat Abu Hurairah, Hari jumat adalah hari baik yang mulia disisi Allah dan memiliki banyak keistimewaan.

“Kalau Jumat (6/8/2021) minggu lalu, kaum duafa yang yang menikmati Jumat Berkah ada sekitar 30 orang, namun Jumat pagi ini kaum duafa ada sekitar 50 orang yang terdiri dari para tukang becak, pengangkut sampah, tenaga kebersihan, buruh bangunan dan pemulung,” jelas Bambang yang ikut terlibat dalam pembagian bingkisan.

Dikatakannya, kegiatan Jumat Berkah sudah dilaksanakan lebih dari dua tahun sebagai wujud rasa syukur atas berkah dan amanah yang diberikan oleh Allah, sehingga sampai saat ini dalam keadaan sehat walafiat dan keluarga dalam kedamaian serta kebahagian.

Bambang Sulistya menambahkan, memang di Jumat Berkah di kota sate Blora, sepertinya bagi warga yang punya keyakinan bahwa hari Jumat adalah hari istimewa dan punya keikhlasan, sudah banyak yang telah melaksanakan Jumat Berkah dengan wujud kepyur kepada yang berhak.

Dirinya berharap, mudah-mudahan gerakan Jumat Berkah di kabupaten Blora dalam masa pandemi Covid-19 gemanya semakin nyaring terdengar dimana-mana dan mampu menggugah hati bagi para penguasa, pengusaha dan berbagai eleman masyarakat yang berkemampuan dan berkesempatan untuk bersedekah atau berbagi, berbuat baik dan semakin tinggi rasa kepekaan sosial.

“Selamat hari Jumat Berkah, semoga kita semua selalu dipermudah dalam menghadapi musibah dan dibukakan rejeki yang berkah serta penyakit virus corona musnah dari Bumi Nusantara khususnya dari Bumi Blora Mustika,” ucap Bambang Sulistya. (*).

PPKM, Polsek Jati Polres Blora Intensif Patroli

0

BLORA. – Untuk antisipasi gangguan kamtibmas di wilayahnya, Polres Blora Polda Jawa Tengah terus melakukan Kegiatan Rutin Kepolisian Yang Di Tingkatkan. Salah satunya adalah patroli pada jam rawan.

Seperti yang dilakukan oleh satu regu anggota Polsek Jati melaksanakan patroli ke obyek vital seperti tempat ibadah, kantor perbankan serta gerai gerai ATM dan pemukiman warga, Kamis malam (12/08/2021) hingga dini hari.

Kapolres Blora AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK melalui Kapolsek Jati AKP Eko Adi Pramono,SH,MH mengungkapkan, bahwa patroli bersenjata laras panjang dilakukan untuk mencegah tindak kriminal di obyek vital ataupun kawasan perkantoran, apalagi pada saat jam rawan harus diantisipasi dan diwaspadai.

“Kita tidak mau underestimate. Patroli dan penjagaan terus kita lakukan meski dalam suasana pandemi Covid-19. Apalagi saat ini masih berlaku PPKM” ungkap Kapolsek Jati.

Selain untuk antisipasi gangguan Kamtibmas, tak lupa petugas patroli Polsek Jati menyampaikan imbauan protokol kesehatan bagi warga.

“Kepada anggota di lapangan, kita imbau untuk selalu mengingatkan warga tentang protokol kesehatan, karena ini masih dalam suasana pandemi Covid-19,” tandas AKP Eko Adi.

Adapun patroli yang dilakukan oleh Polsek Jati rutin pada siang ataupun malam, dan dengan rute serta waktu yang berbeda beda.

“Jadi bisa juga satu lokasi kita patroli sampai lebih dari sekali, karena patroli kita dalam waktu 24 jam,” tandas Kapolsek Jati.

Patroli Polsek Jati tersebut mendapat tanggapan positif dari warga. Salah satunya adalah Arifin, warga Desa Doplang yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga sekolah.

“Dengan adanya patroli Polsek Jati, masyarakat merasa lebih aman dan tenang,” kata Arifin. (*)

Paguyuban Setyo Rukun Blora, Awali Pertemuan Rutin di Tahun Baru Hijriyah

0

BLORA. – Tanggal 1 Muharram 1443 Hijriah sebagai awal Tahun Baru Islam kali ini berada dalam suasana keprihatinan akibat dampak pandemi Covid-19 yang juga sekaligus sebagai awal perpanjangan ke-3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat untuk level 4.

Namun demikian, momentum seperti itu dimanfaatkan oleh pengurus Paguyuban Setyo Rukun Blora untuk mengawali lagi kegiatan pertemuan rutin perkumpulan para purna tugas itu setelah beberapa bulan diliburkan akibat pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga perpanjangan Level 4.

Menurut mantan Sekda Blora, H. Bambang Sulistya, 1 Muharram 1443 Hijriah sebagai Wahana Introspeksi Diri Guna Mengevaluasi Kekurangan.

“Bersyukur di Kabupaten Blora termasuk level 3,” ucap mantan Sekda Blora, H. Bambang Sulistya, Selasa (10/8/2021).

Menurutnya, Paguyuban Setyo Rukun, dahulu asal mulanya merupakan perkumpulan para purna tugas atau pensiunan pejabat Pemerintah Daerah Kabupaten Blora.

Jadi 1Muharram tahun ini dimanfaatkan untuk mengawali lagi kegiatan pertemuan rutin setelah beberapa bulan diliburkan.

Dalam kesempatan itu, Bambang Sulistya yang kini dipercaya sebagai Ketua PWRI Blora mengungkapka, sejarah tahun baru Islam ditandahi adanya peristiwa besar, yakni petistiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah pada tahun 622 M.

Bulan Muharram menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah. Dan merupakan bulan yang diharamkan (dilarang) untuk melakukan kegiatan atau tindakan yang kurang baik.

Berkenaan dengan hal tersebut, Ketua Paguyuban Setyo Rukun, H.Purwadi mengajak kepada seluruh anggota yang hadir agar dapat memanfaatkan momentum tahun baru untuk melakukan beberapa hal.

Pertama, untuk mensyukuri bahwa di masa pandemi kita masih selalu dalam lindungan Allah sehat walafiat, tetap semangat, bahagia dan bisa bersilahturahmi melaluhi pertemuan rutin hari ini.

“Karena dengan bersilahturahmi merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mendapatkan kunci Surga,” kata dia.

Kedua, jadikan tahun baru sebagai wahana untuk introspeksi diri guna mengevaluasi kekurangan, kesalahan dan capaian yang selama ini sudah kita lakukan dan sekaligus sebagai titik tolak untuk memperbaiki diri di masa yang akan datang dalam berkeluarga, bermasyarakat dan bernegara.

Selanjutnya, ketiga tetap jaga imunitas diri dan melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat karena kita termasuk kasta Keren (kelompok rentan).

Kemudian, keempat jangan jumawa atau mensikapi musibah Covid-19 dengan sikap kurang respek dengan dalih musibah itu takdir.

“Apalagi mengandalkan sudah mengikuti vaksin sehingga hal tersebut bisa menjadi titik lengah dan lemah kita dalam melawan penyakit virus corona,” ungkapnya.

Demikian pula dalam mensiasati agar tahun baru ini dapat memberi nilai tambah dan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain di masa pandemi Covid-19.

“Mari kita laksanakan di tahun baru Islam mengamalkan resolusi PHP, sebuah akronim yang maknanya bukan Pemberian Harapan Palsu,” lanjutnya.

Tetapi yang dimaksudkan adalah, (P)-Peningkatan, artinya berbagai upaya peningkatan diri di masa pandemi perlu ditingkat mantabkan dan mendapat prioritas utama baik dalam peningkatan imunitas diri, pola pikir, kwalitas keimanan maupun dalam membangun silahturahmi melalui virtual/daring.

(H)-Hijrah, artinya mari kita segera move on atau meninggalkan tindak tindakan atau perilaku yang menibulkan kegaduhan, kepanikan, ketakutan, sara, intoleran dan perpecahan untuk hijrah menuju kepada kebaikan, kebahagian, ketentraman, kedamaian, dan semakin kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Berikutnya, (P)-Penebaran, artinya dengan semangat rawe-rawe rantas malang-malang putung (pinjam motivasi Bung Karno), kita menebar Virus K (Kebaikan, Kasih sayang, Kepyur, Kerukunan dan Keimanan) agar tumbuh di masyarakat dimanapun kita berada untuk melawan Virus Corona.

Sementara itu Bambang Sulistya menambahkan, menurut kyai Gaul dari perumnas Karangjati Kecamatan Blora di bulan Muharram bagi umat Islam hendaknya ada hal penting yang dapat dilakukan di antaranya banyak bersyukur, perbanyak tilawah Al-Qur’an, berzikir, berpuasa dan bersedekah.

“Secara pribadi saya mengucapkan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1443 Hijriah, semoga kita semua selalu dalam lindungan-Nya, sehat walafiat, rejeki dicukupkan dan bahagia ditumpakan serta virus Corona dimusnakan,” tuturnya. (*).

Ramaikan Bulan Bakti Pramuka Tahun 2021, Pramuka Cepu Bagikan Masker

0

BLORA. – Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu bersama Dewan Kerja Ranting, Sabtu (7/8/2021) mengisi Bulan Bhakti Pramuka Tahun 2021 dengan membagikan masker gratis kepada pengguna jalan di seputaran simpang empat Jalan Pemuda, Cepu Kabupaten Blora.

Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu, Kak Drs. Diana Johan Nusanto, melalui Sekretaris 1, Moedjiyono, S.AP mengatakan, kegiatan membagikan masker ini dilaksanakan serentak oleh Pramuka se-Jawa Tengah.

Turut hadir dalam kegiatan pembagian masker itu, Waka Kwarran Cepu Bidang Binamuda, Kak Sjafrizal Dadang Musianto, Anru Satuan Karya Pramuka, Kak Sujiharno, Anru Siaga, Kak Ertien Pujiwati, Kak Eny Kristiana, dan Kak Bagus Nugroho.

“Yang paling utama bagi kami adalah kegiatan membagikan masker ini dilaksanakan tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan karena masker dibagikan saat lampu merah menyala”, ungkap Kak Anton Moedji panggilan akrab Sekretaris Ranting Cepu.

Kak Anton menuturkan kegiatan ini adalah salah satu bagian dari program Bulan Bhakti Pramuka yang dicanangkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bahwa setiap bulan Agustus dalam rangka menyambut Hari Pramuka ditetapkan sebagai Bulan Bakti Pramuka.

Sebelumnya Kwartir Ranting Cepu juga membagikan masker ke beberapa pangkalan Gugus Depan Sekolah Dasar di Kecamatan Cepu.

“Agustus merupakan Bulan Bhakti Pramuka, jadi kita giatkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat termasuk pembagian masker secara gratis di Kecamatan Cepu dengan jumlah masker yang kita bagikan sejumlah 1.500 pcs ”, pungkas Anton Moedji.

Atas nama Keluarga Besar Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu, kami mengucapkan Selamat Hari Pramuka ke-60, Pramuka Berbakti Tanpa Henti, Jayalah Pramuka Jayalah Indonesia. (*)

Bulan Muharram

0

KALENDER hijriyah dimulai dari Bulan Muharram. Ia merupakan bulan yang mulia dalam pandangan Allah SWT. Ia memiliki berbagai keutamaan dan mempunyai sejarah penting dalam sejarah umat Islam.

SEJARAH BULAN MUHARRAM
Bulan Muharram berasal dari kata haram yang artinya suci atau terlarang. Dinamakan Muharram, karena sejak zaman dulu, pada bulan ini dilarang berperang dan membunuh. Larangan itu terus berlaku hingga masa Islam. Bahkan bulan Muharram termasuk salah satu bulan haram.
Orang-orang Arab baik sebelum masa Rosulullah SAW maupun pada masa beliau tidak memiliki angka tahun. Mereka biasa menamakan tahun dengan peristiwa besar yang terjadi pada tahun tersebut.
Misalnya ada tahun yang disebut tahun gajah (amul fil) karena di tahun tersebut terjadi peristiwa pasukan gajah di bawah pimpinan Abrahah yang akan menghancurken Ka’bah.
Ada tahun yang disebut sebagai tahun fijar (amul fijar) karena saat itu terjadi perang fijar. Ada tahun yang disebut tahun nubuwah karena di tahun itu Rosulullah menerima wahyu.
Pada tahun ketiga masa pemerintahan Umar bin Khattab RA, datang satu masalah yang dialami oleh pejabat pemerintah. Ketiadaan angka tahun membuat sebagian pejabat pemerintah kesulitan. Salah satunya adalah Gubernur Basrah, Abu Musa Al Asy’ari RA.
Atas aduan Abu Musa, Umar kemudian menerbitken kalender Islam. Setelah bermusyawarah dengan para sahabat terkemuka, Umar memutuskan bahwa awal kalender Islam dimulai dari tahun hijrahnya Rosulullah SAW. Karenanya kalender Islam dikenal dengan nama kalender hijriyah.
Selanjutnya, bulan apa yang dijadikan bulan pertama tahun hijriah? Utsman bin Affan mengusulken Muharram. Mengapa? Sebab sejak dulu orang Arab menganggap Muharram adalah bulan pertama.
Kedua, umat Islam telah menyelesaiken ibadah haji pada bulan Dzulhijjah.
Ketiga, bulan Muharram merupakan bulan munculnya tekad hijrah ke Madinah setelah pada Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II.
Maka jadilah Muharram sebagai bulan pertama dalam kalender hijriyah. 1 Muharram adalah tahun baru hijriyah.

PERISTIWA PENTING PADA BULAN MUHARRAM
Banyak peristiwa penting terjadi pada bulan Muharram. Mulai dari masa Nabi terdahulu hingga masa Islam.
Beberapa peristiwa penting pada bulan Muharram sebelum masa Rosulullah SAW adalah sebagai berikut:

  1. Nabi Adam AS bertaubat kepada Allah SWT dan Allah SWT menerima taubatnya.
  2. Kapal Nabi Nuh AS berlabuh di bukit Zuhdi setelah banjir dahsyat yang menenggelamken mayoritas penduduk bumi saat itu.
  3. Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari siksaan api Raja Namrud.
  4. Nabi Yusuf AS bebas dari penjara Mesir.
  5. Keluarnya Nabi Yunus ‘alaihis salam dari perut ikan dengan selamat.
  6. Allah SWT menyembuhken Nabi Ayyub AS dari penyakitnya.
  7. Allah SWT menyelamatken Nabi Musa AS dan menenggelamken Fir’aun.

Sedangken peristiwa penting pada bulan Muharram yang terjadi masa Islam antara lain sebagai berikut:

  1. Pada Muharram 1 H, muncul tekad hijrah ke Madinah setelah pada Dzulhijjah terjadi Baiat Aqabah II.
  2. Pada Muharram 7 H, terjadi perang Khaibar. Kaum muslimin menang dengan gemilang.
  3. Pada 1 Muharram 24 H, Umar bin Khattab dimakamken setelah syahid dibunuh oleh Abu Lu’lu’ah seorang Majusi.
  4. Pada 10 Muharram 61 H, terjadi musibah besar. Sayyidina Husain, cucu Rosulullah SAW, dan keluarganya dibunuh di Karbala. . .

KEUTAMAAN BULAN MUHARRAM

  1. Bulan Haram
    Bulan Muharam merupaken salah satu bulan haram. Allah SWT berfirman:
    Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptaken langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu. (QS. At Taubah : 36).

Empat bulan haram yang dimaksud dalam Surat At Taubah ayat 36 ini adalah bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Ashurul haram (bulan haram), termasuk bulan Muharam ini adalah bulan yang dimuliaken Allah SWT. Bulan-bulan ini memiliki kesucian, dan karenanya menjadi bulan pilihan. Di antara bentuk kesucian dan kemuliaan bulan-bulan ini adalah kaum muslimin dilarang berperang, kecuali terpaksa jika diserang oleh kaum kafir. Kaum muslimin juga diingatken agar lebih menjauhi perbuatan aniaya pada bulan haram. . .

  1. Bulan Allah
    Keutamaan bulan Muharram yang kedua adalah, bulan ini disebut sebagai Syahrullah (bulan Allah). Rosulullah SAW bersabda:
    “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada syahrullah (bulan Allah) yaitu Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

Az Zamakhsyari menjelasken, ”Bulan Muharram disebut syahrullah (bulan Allah), disandarken pada lafazh jalalah ’Allah’ untuk menunjukken mulia dan agungnya bulan ini. Sebagaimana kita menyebut ’Baitullah’ (rumah Allah) atau ’Ahlullah’ (keluarga Allah) ketika menyebut Quraisy. Penyandaran yang khusus di sini dan tidak kita temui pada bulan-bulan lainnya, ini menunjukken adanya keutamaan pada bulan ini.”

Sedangken Al Hafizh Abul Fadhl Al ’Iraqiy menjelasken, Muharram disebut syahrullah karena pada bulan ini diharamken pembunuhan dan ia merupaken bulan pertama dalam Setahun.

  1. Waktu Puasa Tasu’a dan Asyura
    Kemuliaan ketiga dari bulan ini adalah, disunnahkennya puasa tasu’a dan ayura. Bahkan puasa tasu’a dan asyura serta puasa sunnah lainnya (senin kamis, ayamul bidh, puasa daud), nilainya menjadi puasa yang paling mulia setelah Ramadhan. . .
    Rosulullah SAW bersabda:
    Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim)

Secara khusus, Rosulullah SAW menyebutken keutamaan puasa asyura dalam sabdanya :
Rlsulullah ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)

Sedangkan mengenai puasa tasu’a, Rosulullah SAW berazam untuk menjalankennya, meskipun beliau tidak sempat menunaiken karena wafat sebelum Muharam tiba. Lalu para sahabatnya menjalanken puasa tasu’a seperti keinginan Rosulullah SAW:
“Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu’a (kesembilan).” (HR. As-Suyuthi dari Ibnu Abbas, dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’).

AMALAN SUNNAH DI BULAN MUHARRAM

  1. Memperbanyak puasa sunnah dan Amalan sunnah . . .pertama pada bulan ini adalah memperbanyak puasa sunnah. Sebab puasa sunnah paling utama adalah puasa sunnah di bulan ini sebagaimana sabda Rosulullah SAW:
    Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah (berpuasa) di bulan Allah, Muharam. (HR. Muslim)

Ibnu Rajab mengisyaratken, puasa yang dimaksud adalah puasa sunnah mutlak, bukan puasa sunnah muqayyad. Umar, Aisyah dan Abu Tholhah termasuk para shahabat yang banyak berpuasa di bulan-bulan haram termasuk bulan Muharram. . .

  1. Puasa Asyura
    Yakni puasa pada tanggal 10 Muharram. Ini adalah amalan yang paling utama dan puasa sunnah terbaik di bulan Muharram yang keutamaannya bisa menghapus dosa setahun.
    Rosulullah SAW ditanya mengenai puasa asyura, beliau menjawab, “ia bisa menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
  2. Puasa Tasu’a
    Yakni puasa pada tanggal 9 Muharram. Rosulullah berazam untuk mengerjakennya, meskipun beliau tidak sempat menunaiken karena wafat sebelum waktu itu tiba. Lalu para sahabatnya menjalanken puasa tasu’a seperti keinginan Rosulullah SAW:
    “Apabila tahun depan (kita masih diberi umur panjang), kita akan berpuasa pada hari tasu’a (kesembilan).” (HR. As-Suyuthi; shahih)
  3. Membantu orang lain
    Amalan sunnah berikutnya adalah memberiken kelapangan kepada keluarga, termasuk istri dan anak-anak, di hari asyura. Memberiken kelapangan ini maksudnya adalah membantu mereka dan menyenangken hati mereka. Misalnya buka bersama di rumah makan, memberiken hadiah, dan sejenisnya.
    Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah membuat judul khusus (Bagaimana merayakan hari Asyura). Sayyid Sabiq mencantumken hadits ini di bawah judul tersebut:
    “Barangsiapa memberi kelapangan bagi dirinya dan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan memberi kelapangan baginya sepanjang tahun itu” (HR. Baihaqi)

“Hadits tersebut memiliki riwayat lain, tetapi semuanya lemah,” kata Sayyid Sabiq. “Hanya saja apabila digabungken antara satu dengan lainnya, maka bertambah kuat sebagaimana yang telah dikatakan Sakhawi.”

Berikut ini sebagian hadits-hadits yang dimaksud oleh Sayyid Sabiq sebagai penguat hadits di atas:
“Barangsiapa memberi kelapangan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan melapangkennya di keseluruhan tahun itu” (HR. Thabrani dan Hakim)
“Barangsiapa memberi kelapangan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka ia takkan kesulitan di waktu lain sepanjang tahun itu” (HR. Thabrani)
“Barangsiapa memberi kelapangan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan memberi kelapangan kepada keluarganya sepanjang tahun itu” (HR. Baihaqi)
“Barangsiapa memberi kelapangan bagi keluarganya pada hari Asyura, maka Allah akan memberi kelapangan baginya sepanjang tahun itu” (HR. Baihaqi)
Demikian pembahasan tentang bulan Muharram mulai dari sejarah, keutamaan hingga amalan sunnah di dalamnya. . . .
Semoga bermanfaat. . .
Wallahu a’lam. . .


Penulis adalah: Pengasuh Madrasatul Quran Rohmah Al Falah, Jl. Gajah Mada – Cepu.

Sambut Tahun Baru Hijriyah, Masjid At Taqwa Randublatung Gelar Istigotsah

0

BLORA. – Menyambut Tahun Baru Islam 1443 H, masyarakat Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Senin malam (09/08/2021) menggelar kegiatan Istighosah bersama di Masjid At Taqwa.
Acara doa bersama untuk memohon pertolongan dari Allah yang dipimpin oleh Kyai Siswanto itu dimulai pkl. 21.30 Wib hingga selesai.
Pada kesempatan itu, kyai asal Dukuh Sambong Kelurahan Wulung itu menyampaikan pesan terkait wabah yang sedang melanda negeri Indonesia tercinta.
“Marilah kita selalu mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala untuk memohon, agar semua wabah segera diangkat dari bumi ini,” tuturnya. .
Pesan senada juga disampaikan oleh Penasihat Takmir Masjid At Taqwa, Drs H Bambang Kiswanto.
“Melalui doa bersama yang telah dilakukan dengan istiqomah, mudahan-mudahan wabah Covid-19 ini segera hilang, dan yang sedang dirawat segera disembuhkan oleh Gusti Allah,” tambahnya. (*)

Waduk Seloromo, Tempat Wisata Alternatif di Masa Pandemi

0

PATI. – Ketika masyarakat jenuh karena tidak boleh kemana-mana selama pandemi, tiba-tiba nama Waduk Seloromo viral di media sosial.

Waduk Seloromo yang terletak di Desa Gembong yang masih berlokasi di lerengG unung Muria, digambarkan sebagai lokasi wisata dengan keindahan dan pesona alam yang menakjubkan.

Tak heran, areal Waduk Seloromo seolah menjadi obyek wisata dadakan di Kabupaten Pati. Tak hanya masyarakat lokal, wisatawan dari luar desa sudah banyak banyak berdatangan ingin melihat secara langsung keindahan air waduk dan sanset.

Sutadi selaku penggelola wisata dadakan ketika ditemui wartawan, Minggu (08/08/2021) menceritakan, pada awalnya lokasi wisata ini hanya dikunjungi penduduk desa setempat. Mereka menghabiskan waktu sore untuk mancing ikan sambil berfoto selfie.

“Mungkin karena banyak foto-foto wisatawan lokal yang diunggah ke medsos, akhirnya banyak masyarakat luar desa yang penasaran dan ingin melihat langsung ke sini,” ujar Sutadi yang beken disapa Puso itu.

Tidak di sengaja, akhirnya waduk ini menjadi tempat wisata dadakan setelah diposting ke media sosial yang akhirnya menjadi viral. dengan biaya cukup murah dengan memasukan khas kebersihan 1 rb rupiah.

Untuk mengunjungi obyek wisata alam dadakan Waduk Seloromo, pengunjung hanya dikenakan biaya kebersihan seribu rupiah per orang.

Dengan adanya wisata dadakan, diharapkan bisa bisa menopang ekonomi warga sekitar dengan jualan di tempat tersebut

“Waduk Seloromo cukup bagus dan murah meriah, cocok untuk wisata keluarga,” ujar Aryati, salah seorang pengunjung di situ. (*)

Dunia Ini Tempat Perjalanan

0

Tidak ada keuntungan yang lebih besar melebihi taat kepada Allah dan tidak ada kerugian yang lebih besar melebihi maksiat kepada Allah.

Hidup ini adalah satu perjalanan, perjalanan menuju akhirat. Dunia ini adalah tempat untuk berjalan, berpindah menuju akhirat.

Dunia bukanlah tempat untuk tinggal berlama-lama. Perhatikan mulai dari zaman dulu hingga sekarang, adakah orang yang bisa tinggal di dunia selama-lamanya?

Tidak ada orang yang bisa berlama-lama di dunia, bagaimanapun sehatnya, bagaimanapun kuatnya, bagaimanapun keadaannya.

Manusia tambah hari makin dekat perpisahannya dengan dunia, tambah dekat waktu kedatangannya di negeri yang kekal, negeri akhirat yang abadi.

Tambah hari kita makin dekat dengan akhirat, seharusnya menjadikan kita semakin bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri menuju negeri akhirat itu.

Tambah hari kian dekat waktu kita akan menghadap Allah, mestinya mendorong kita untuk tambah konsentrasi, tambah jungkung ibadah kepada Allah, berbakti kepada Allah, sujud kepada-Nya.

Tambah hari makin sedikit waktu yang tersisa di dunia ini, tambah hari umur makin berkurang dan terus berkurang.

Sudah kita ketahui semua, hidup di dunia tidak akan lama. Yang tidak akan lama ini pun sudah berlalu banyak, tinggal sedikit lagi akan habis. Maka dengan umur yang tinggal sedikit ini, seharusnya kita gunakan untuk perkara yang lebih penting, untuk persiapan akhirat kita.

Kesempatan bertaubat hanya di dunia. Sekarang inilah waktunya kita bertaubat kepada Allah, waktunya menghadapkan diri kita, dzahir kita, bathin kita ke hadirat Allah.

Sekarang ini waktunya kita merengek-rengek kepada Allah agar dosa masa lalu diampuni dan umur yang tersisa dijaga oleh Allah sehingga kita tidak terjerumus di dalam murka Allah, dalam dosa-dosa.

Karena itu jangan sampai ada waktu-waktu kosong yang tidak kita gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Waktu ini mahal, 1 menit untuk taat kepada Allah harganya tidak bisa dinilai dengan apa pun di dunia ini, begitu pula sebaliknya, satu menit kita bermaksiat kepada Allah ke-rugiannya adalah kerugian yang kekal abadi.

Andai akhirat bisa dielakkan bolehlah kita lalai-lalai, tetapi akhirat tidak bisa dielakkan, mati pun tidak bisa diundurkan, bagaimana kita akan lalai?

——————
Penulis adalah pengurus takmir Masjid Al Muhajirin, Balun Graha Permai Cepu, Kabupaten Blora.

LBH Kinasih Cepu, Tempati Kantor Baru di Kawasan Mulyorejo

0

Sejak Jumat (6/8) lalu, LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Kinasih Cepu melakukan kegiatan operasional di gedung baru, di Jalan Mulyorejo No. 7 Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Acara grand opening kantor baru LBH Kinasih Cepu dihadiri puluhan tamu undangan. Turut hadir juga Kepala Desa Mulyorejo, Pimpinan Redaksi Koran Diva, dan beberapa rekan-rekan media di Kecamatan Cepu.

Menurut Direktur Utama LBH Kinasih, Agus Susanto, adanya kantor baru yang representatif ini, diharapkan mampu meningkatkan performa dan kualitas, khususnya pelayanan bantuan hukum di masyarakat kurang mampu, baik di tingkat kelurahan / desa, kecamatan mau-pun di tingkat Kabupaten.

“Harapan saya tentunya rekan-rekan yang tergabung di Lembaga Bantuan Hukum ini lebih bersemangat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga lembaga ini dapat lebih berkembang,” ucap Agus.

Lebih lanjut Agus juga menginginkan ikut berkontribusi secara langsung dalam membantu pemerintah daerah, dalam hal memperkenalkan program-program bantuan hukum.

“Kami ingin memperkenalkan dan mengekspos kegiatan-kegiatan LBH yang selama ini belum terlalu dipahami oleh khalayak ramai, terkhusus masyarakat di desa-desa yang masih minim pengetahuannya di bidang hukum, sehingga masyarakat di pedesaan tidak kalah dengan di perkotaan dan lain sebagainya,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga turut membantu terkait pendampingan kepada masyarakat yang tersangkut masalah hukum. (*)