Beranda blog Halaman 233

Pangkalan Saka Wanabakti Kwaran Randublatung, Juara II Lomba Pangkalan Saka Tergiat Tingkat Kwarda Jawa Tengah Tahun 2021

0

BLORA. – Pramuka Satuan Karya (SAKA) Wanabakti Pangkalan Perum Perhutani

Randublatung, Juara ll Lomba Pangkalan Saka Tergiat tingkat Kwartir Daerah Jawa Tengah Tahun 2021.

Kejuaraan tersebut didiumumkan dalam acara Malam Penghargaan Citraloka Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Sabtu (29/08/2021).

Lomba Pangkalan Saka tersebut diikuti oleh seluruh Saka yang ada Jawa Tengah yang meliputi Saka Bhayangkara (Kepolisian), Saka Taruna Bumi (Pertanian), Saka Bhakti Husada (Kesehatan), Saka Bahari (Kelautan), Saka Wirakartika (Angkatan Darat), Saka Widya Bakti Budaya (Pendidikan), Saka Wanabakti (Kehutanan), dan Saka Bina Sosial (Din Sos).

Masing-masing Saka mengirimkan 5 Pangkalan yang tersebar di seluruh Kabupaten di Jawa Tengah, sehingga total peserta adalah 40 pangkalan.

Penilaian lomba telah dimulai sejak bulan Juni 2021 yang diawali dengan pemeriksaan Porto Folio dan Dokumen kegiatan selama dua tahun terakhir.

Sementara wawancara pengurus dan anggota, dan Visitasi (kunjungan) langsung ke lokasi Pangkalan oleh Tim dari Kwartir Daerah Jawa Tengah .

Dari hasil penilaian akhir para Dewan Yuri, telah ditetapkan sebagai Pangkalan Satuan Karya Pramuka Tergiat tingkat Jawa Tengah, sebagai juara I: Pangkalan Saka Widya Bhakti

Kwarcab Kabupaten Semarang Binaan PP – Paud Propinsi Jawa Tengah.

Juara II Pangkalan Saka Wanabakti Kwaran Kecamatan Randublatung Kwarcab Blora bianaan Perum Perhutani KPH Randublatung, Juara III Panglan Saka Wira Kartika Kwarcab

Kabupaten Wonogiri binaan Kodim 0728 Wonogiri.

Administrator Perum Perhutani KPH Randublatung, Dewanto selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Randublatung mengatakan, bahwa kejuaraan hanyalah sarana semangat

untuk mengembangkan diri bagi adik-adik anggota Saka Wanabakti.

“Tujuan akhir dalam pembinaan Pramuka ini adalah menciptakan generasi yang tangguh, mandiri dan memahami kelestarian hutan,” ujarnya.

“Keberhasilan pembinaan generasi muda khususnya bidang kehutanan tidak hanya dilihat dari kejuaraan, namun bagaimana kita bisa menciptakan generasi muda yang tangguh dan mandiri serta memahami tentang kelestarian hutan,sehingga kelak mereka sudah siap untuk berbakti dan terjun ke masyarakat, itu yang harus kita lakukan,” tambah Dewanto. (*)

Bhakti Sosial, DPD Perthi Blora Berikan Terapi Kesehatan dengan Metode Bio Elektrik di Desa Gabusan – Jati

0

BLORA. – DPD Perthi (Persahabatan Thibbun Indonesia) Kabupaten Blora, Minggu (29/8/2021) menggelar kegiatan bhakti sosial berupa terapi kesehatan dengan menggunakan metode Bio Elektrik (BE) kepada masyarakat yang berada di desa Gabusan kecamatan Jati, Kabupaten Blora.

Kegiatan dimulai pkl. 09.00 Wib itu diikuti oleh 30 peserta. Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPD Perthi (Persahabatan Thibbun Indonesia) Ust. Judi Al-Fikri bersama beberapa Pengurus dan Anggota Perthi Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu Ust. Judi Al-Fikri mengatakan, pemberian terapi kesehatan dengan metode Bio Elektrik (BE) kepada masyarakat tersebut merupakan bentuk empati kepada warga yang terkena dampak pandemi Covid-19.

“Banyak warga yang mengalami beberapa keluhan terkait kesehatannya namun tidak mampu berobat ke dokter, ada yang sakit kepala, migrain, asam lambung, mata rabun, asam urat, jantung, dan beberapa gangguan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Ia berharap pemberian terapi kesehatan itu mampu sedikit meringankan beban masyarakat di masa pandemi ini.

“Selain itu sesuai dengan slogan Perthi yaitu Dakwah dengan menyehatkan Umat,” imbuhnya.

Ia menyadari, bantuan terapi itu jumlahnya tidak terlalu banyak tapi diharapkan bisa sedikit membantu masyarakat. Ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk kuat dan bersabar menghadapi pandemi ini.

Bantuan terapi itu tidak mungkin bisa mencakup seluruh masyarakat seluruh desa Gabusan, kecamatan Jati, Kabupaten Blora. Akan tetapi tujuannya untuk menggugah masyarakat mampu termotivasi untuk saling tolong menolong kepada masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19 ini.

“Tak lupa juga kami sampaikan terima kasih pada jajaran Pengurus DPD dan Anggota Perthi Kabupaten Blora yang ikut berpartisipasi,” kata mbak Pingki, dari salah satu warga Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora. (*)

Kelurahan Randublatung Gelar Vaksinasi Dosis 1

0

BLORA. – Agar masyarakat tahan terhadap serangan Virus Corona terus diupayakan oleh pemerintah. Seperti yang dilaksanakan oleh Kelurahan Randublatung Kecamatan Randublatung, yang pada Jumat (27/08/2021) melaksanakan program Vaksin dosis 1.

Kepala Kelurahan Randublatung, Danik Yuliarsi mengatakan, program vaksinasi diikuti oleh masyarakat di wilayahnya. Mereka didiundang melalui Ketua RT maupun RW masing-masing.

“Semoga Pandemi Covid-19 segera berakhir. Alhamdulillah kuota 126 telah habis,” ujarnya.

“Pesertanya, lima orang lansia, satu orang se-orang disabilitas, dan 112 masyarakat umum,” tambahnya memaparkan.

Dalam kegiatan tersebut, tampak hadir dua personel Babinsa, Serda Buwono, Koptu Rustamaji, Babinkamtibmas Brigadir Aris, Satpol PP Kecamatan Randublatung.

Pada kesempatan itu Brigadir Aris selaku Babinkamtibmas menghimbau kepada semua peserta vaksin agar bersabar menunggu antrian.

“Supaya pelaksanaan Vaksin berjalan tertip, lancar dan aman,” pesannya. (*).

Selamatkan Sumber Mata Air, Komunitas Punk Gembong Tanam Bibit Pohon

0

PATI. – Masalah lingkungan kembali menjadi perhatian para pemuda Gembong. Senin (05/07/2021) mereka yang tergabung dalam Komunitas Punk Desa/Kecamatan Gembong melakukan aksi bhakti lingkungan berupa penanaman bibit pohon.

Koordinator komunitas punk, Jhony Riguh mengemukakan, bahwa aksi lingkungan dipusatkan di Lapangan Joko Tingkir, Waduk Seloromo, Gembong – Pati.

Menurutnya, kegiatan ini wujud keprihatinan dan keresahan karena sumber mata air di sekitar Waduk Seloromo Gembong banyak yang mati, padahal Desa Gembong termasuk salah satu lumbung air bersih di Kabupaten Pati.

Setiap musim kemarau, ketika di kecamatan lain di kabupaten Pati mengalami kekeringan, maka banyak yang mendapat pasokan air bersih dari desa gembong.

Dan bukan rahasia lagi di Desa Gembong terdapat banyak pengeboran sumur dalam tanah, baik di miliki secara pribadi atau paguyuban.

“Banyaknya pengusaha air bersih yg mengebor sumber mata air dalam tanah tetap mempengaruhi berkurangnya sumber sumber mata air di sekitar Waduk Seloromo Gembong,” tutur Jhony.

Keresahan para pemuda ini karena banyaknya pengeboran sumber air dalam tanah, membuat mereka terpanggil untuk memperhatikan masalah sumber mata air,

Di lihat dari pengusaha air yg hanya mengambil keuntungan tanpa ada imbal balik atau keseimbangan menjaga lingkungan, misalnya menanam bibit pohon atau menyumbang bibit pohon kepada pemuda untuk menyelamatkan sumber mata air yg ada di wilayah gembong.

“Mungkin saat ini gembong masih menjadi salah satu lumbung air bersih di kabupaten Pati,

Tapi 50 tahun atau 100 tahun lagi gembong akan kehilangan banyak sumber mata air kalau kita tidak menyelamatkanya dari sekarang, dengan cara menanam pohon yg bisa menyimpan air, contohnya pohon beringin,” ungkapnya.

Penanaman pohon ini dilakukan dengan spontanitas di bantu kawan kawan dari kecamatan margoyoso d pati kota dan margorejo,

Kurang lebih ada 300 bibit yg di tanam, penanaman yg rencana di tanam bertahap dengan alasan , menanam sedikit tapi hidup dan terawat .

Jhony Riguh menjelaskan bibit tersebut di peroleh secara mandiri dari anggota komunitas punk, setidaknya setiap orang di bebani merawat 5 bibit. Setelah di nilai bisa bertahan hidup, bibit di kumpulkan untuk kegiatan aksi ini.

“Kurang lebih terkumpul ratusan bibit pohon, karena kami juga mendapat bantuan bibit dari kawan kawan komunitas punk dari Margoyoso Pati,” jelasnya.

Langkah ini di harapkan menjadi contoh agar masyarakat terutama pemilik usaha air bersih mulai sadar tentang pentingya menanam pohon untuk menjaga sumber mata air di sekitar Waduk Seloromo Gembong. (*)

Emak-Emak Berdaster Laksanakan Upacara Bendera

0

BOJONEGORO. – Cerita yang tersisah dari kegiatan Agustusan. Mengenakan pakaian daster namun tetap memakai masker, kumpulan emak-emak tampak khitmat menyanyikan lagu Indonensia Raya di hadapan sang merah putih yang berkibar di ujung bambu seadanya.

Pemandangan itu terjadi pada tanggal 17 Agustus lalu, ketika seluruh rakyat Indonesia melaksanakan upacara bendera memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-76

Bertempat di halaman rumah salah seorang warga bernama mBah Kadari di RT.05 RW.02 Desa Sambeng Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro.

Walaupun hanya diikuti tidak lebih dari 20 orang namun upacara ini memberikan suasana dan warna baru ketika peringatan HUT RI dilaksanakan pada situasi pandemi Covid-19. Dan para emak-emak ini rela meninggalkan rutinitasnya demi upacara bendera.

“Ini ide sepontan dari ibu-ibu yang biasanya kumpul-kumpul di sini. Kegiatan ini sebagai bentuk kecintaan kita kepada NKRI,” ujar Rumini selaku penggagas kegiatan ini

“Walaupun dalam suasana pandemi kita tetap ingin memeriahkan HUT RI. Ini merupakan bentuk cinta negara NKRI walaupun pelaksanaannya sangat sederhana,” tambah Rumini.

Sebagaimana upacara bendera pada umumnya, pembacaan teks proklamasi sebagai inti dari upacara ini dibacakan dengan khitmat. Selain teks pancasila, amanat upacara, doa juga dinyanyikan lagu nasional 17 Agustus 45 sebagai penutup upacara bendera.

“Saya sangat bangga bisa membacakan teks proklamasi walaupun diupacara sederhana ini,” jelas Mak Jinah, warga yang lain.

Selain upacara bendera satu hari sebelumnya juga diadakannya lomba-lomba hiburan 17-an yang diikuti anak-anak kompleks dengan penerapan protokol kesehatan. (*)

BBM, Beli Bagi Makanan

0

Beberapa hari lalu, saya memperhatgikan seorang pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Blora membagikan nasi bungkus kepada tukang becak setelah dibeli dari penjual yang ada di sekitar lapangan Kridosono Blora.

Ketika saya tanya alasannya membagikan nasi bungkus, ia menjawab sebabagai bentuk rasa syukur karena sampai saat ini masih diberi kesehatan dan rezeki yang cukup.

Pelajaran berharga yang bisa diambil, ternyata di masyarakat telah tumbuh adanya kepekaan sosial berupa gerakan “BBM”. Bukan berarti Bagi Bagi Modal tapi sebuah akronim yang bernilai positif di saat masa pandemi COVID-19, yaitu Beli Bagi Makanan.

Kalau Gerakan BBM bisa masif apalagi didukung dan diikuti bersama-sama oleh seluruh pemangku kepentingan dan berbagai elemen masyarakat yang mampu dan mempunyai kesempatan, saya yakin Gerakan Beli Bagi Makanan akan menjadi kekuatan dahsyat dan luar biasa untuk membantu meringankan beban masyarakat yang saat ini sedang menderita.

Di masyarakat Jawa ada ungkapan paribasan (peribahasa), tuna satak bathi sanak (rugi harta/materi akan tetapi menambah persaudaraan), bahkan ada yang meyakini walau kehilangan harta tapi kelak akan mendapat keuntungan yang berlebih.

Di samping itu membangun relasi dalam kehidupan saat ini merupakan salah satu bentuk ibadah sosial yang sangat bermanfaat bagi kehidupan. Allah akan mengakat derajatnya bagi siapun yang akan memberi, dan derajat seseorang tidaklah diukur dari seberapa kayanya seorang tersebut akan tetapi seberapa dia bisa memberi.

Memberi adalah tindakan yang sangat dicintai Allah karena memberi merupakan cerminan kaya hati. Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah.

Dalam berbagai kesempatan di masa pelaksanaan PPKM Darurat, Ketua Tim Penggerak PKK Blora Hj. Ainia Shalichah sering borong makanan dari produk pedagang kaki lima. Dan, hasil pembelian produk tersebut dibagikan kepada kaum duafa yang saat ini sedang menderita dan sangat membutuhkan uluran tangan kita.

Demikian pula Bupati Blora sendiri bersama para unsur pimpinan di Kabupaten Blora juga telah mengambil langkah pemborongan makanan produk dari pedagang makanan jagung godok keliling untuk dibagikan ke anggota masyarakat yang berhak.

Bupati Blora juga mengimbau kepada seluruh ASN di Kabupaten Blora agar membeli makanan produk dari para pedagang kaki lima .

Hal itu bisa menjadi motivasi diri untuk membudayakan gerakkan BBM di masyarakat. Karena gerakan itu selain dapat meringankan beban derita di masyarakat juga mampu menciptakan susana kondusif bagi terwujudnya rasa kekeluargaan, persaudaraan, kerukunan dan semangat persatuan dan kesatuan untuk secara bersama sama mengusir penyakit virus corona dari bumi Nusantara khusunya dari Bumi Blora Mustika.

Semoga gerakkan BBM akan terus bergulir di masyarakat, ibaratnya seperti bola salju makin hari makin bertambah besar dan bukan bola kapur barus makin hari makin mengecil dan habis. (*)

Penulis adalah: Ketua PWRI Kab. Blora, Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR) Manteb Blora, mantan Sekda Blora, mantan Anggota DPRD Kab. Blora.

Pasca Hujan Deras, Warga Dukuh Bunton Gotong Royong Perbaiki Saluran Air

0

PATI. – Salah satu ciri khas Bangsa Indonesia yang masih diakui dunia hingga sekarang adalah budaya gotong royong, karena gotong royong itu sendiri merupakan salah satu pengamalan Pancasila.

Seperti yang dilakukan oleh warga Dukuh Bunton RT.04/RW.01 Desa Gembong – Pati pada Minggu (22/08/2021), seluruh warga serentak bergotong royong membersihkan jalan poros sekaligus memperbaiki badan jalan yang rusak. Selain itu, warga juga menyisir jalur-jalur aliran air yang tersumbat sampah dan rumput-rumput liar, serta membersihkan jalan menuju Mushola At Tawwabin.

Dengan kesadaran dan penuh tanggung jawsab, puluhan warga tampak antusias melaksanakan kegiatan di pedukuhan yang dihuni oleh 40 kepala keluarga itu.

Ketua RT.04, Kusmanto mengatakan, bahwa kegiatan kerja bakti membersihkan jalan poros ini merupakan agenda rutin warganya yang rutin dilakukan empat kali dalam satu tahun.

“Hujan deras mengakibatkan drainase yang berada di jalan poros ambles, agar tidak merembet maka hari ini dilakukan perbaikan. Dan, alhamdulillah banyak warga yang antusias membantu perbaikan saluran air ini,” ujarnya.

Di temui secara terpisah

Sementara itu Kepala Desa Gembong, Sukardi yang hadir dalam kegiatan kerja bakti sangat mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Ini merupakan kegiatan positif dan sangat bermanfaat bagi lingkungan setempat, sehingga perlu dipertahankan dan bisa dicontoh warga yang lain,” tandasnya. (*)

Pembangunan Jembatan Ngraho-Tambakrejo. Ditanya Papan Proyek, Kontraktor Mengaku Hilang Ditabrak Kendaraan

0

BOJONEGORO. – Proyek Dinas PU, pembangunan jembatan penghubung Kecamatan Ngraho dan Tambakrejo, tepatnya di Desa Nganti, Kec. Ngraho, Bojonegoro, Jawa Timur yang menggunakan anggaran APBD Tahun 2021 diduga tidak transparan.

Pasalnya, di lokasi proyek tidak dipasang papan informasi proyek tersebut. Padahal, pantauan di lapangan pada Rabu (18/08/2021), proses pembangunan jembatan sudah hampir separoh pengerjaan.

Kepada wartawan, Adi yang mengaku pihak pelaksana proyek tersebut menuliskan melalui via watsapp, bahwa terkait papan informasi proyek jembatan tersebut sudah dibuatkan namun tertabrak kendaraan.

“papan nama proyeknya sudah pernah dipasang, tapi tertabrak kendaraan”, tulis Adi melalui via watsapp nya, pada Rabu (18/08/2021).

Sampai saat ini warga desa dan juga masyarakat yang melintas tidak tahu berapa dana pembangunan jembatan itu. Padahal, transparansi anggaran sudah menjadi keharusan dilaksanakan pemerintah dalam menjalankan program kerjanya. Seperti yang tertera dalam UU No. 14 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Selain UU KIP, ada beberapa aturan lain yang mempertegas tentang transparansi pelaksanaan program pemerintah. Seperti Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 29/PRT/M/2006 tentang Pedoman Persyaratan Teknis Bangunan Gedung (Permen PU 29/2006) dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2014 tentang Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan (Permen PU 12/2014).

Tidak salah jika sebagian warga menyebutnya sebagai proyek siluman. Karena tidak ada papan informasi proyek, masyarakat umum tidak bisa mengetahui apakah volume dan ketinggian jembatan sudah sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).

Tak hanya terkait papan nama proyek saja, namun tampak dari pantauan awak media bahwa para pekerja proyek jembatan tersebut tidak ada yang menggunakan safety guna keselamatan mereka. Diduga pihak penyedia jasa juga tidak mematuhi aturan terkait K 3, pada Rabu (18/08/2021).

Jumat Berkah, Perempuan Wirausaha di Blora Berbagi Nasi kepada Duafa

0

BLORA. – Seorang perempuan wirausaha di Kabupaten Blora berbagi nasi untuk makan pagi kaum duafa di lapangan Kridosono, Blora, Jumat (20/8/2021).

Gegap gempita suara gelak tawa peserta jumat berkah minggu ke 3 bulan Muharram di lapangan Kridosono pun menggema yang mengekspresikan kegembiraan di pagi hari.

Kali ini, peserta yang hadir lebih dari jumlah Jumat pertama 30 orang dan jumat kedua 50 orang. Pada Jumat ketiga ini mencapai 63 orang.

Walau sekadar sebuah paken makanan untuk sarapan pagi namun antusias para peserta yang terdiri dari para tukang becak, petugas pembuang sampah, pemulung, tukang kebersihan, buruh bangunanan dan pekerja serabutan untuk memperolehnya paket tersebut luar biasa.

Bahkan secara spontanitas terungkap ucapan terimakasih dan sisipan doa semoga hari ini seorang Ibu yang bersedekah diberi kesehatan dan rejeki melimpah sehingga ke depan masih bisa lebih banyak berbagi kepada kaum duafa.

Seorang Ibu itu bernama Dewi Kismorini atau akrab disapa Bu Anang, saat ini bergerak di bidang wira usaha,sosial dan sangat peduli dengan para kaum duafa.

Setelah kegiatan berbagi di Lapangan Kridosono dilanjutkan bersedekah dengan para anak yatim piatu di tempat yang lain.

“Saya mulai melaksanakan Jumat berkah sejak bulan April 2020,” ucap Dewi Kismoroni.

Kegiatan jumat berkah yang dilaksanakan diilhami sebuah pengertian bahwa, “Harta yang dimiliki sebagian merupakan hak orang lain”

“Disamping itu sebagai salah satu upaya untuk memberi contoh kepada anak-anak agar memiliki kepekaan sosial untuk suka berbagi kepada kaum duafa,” kata dia.

Bahkan sebagai wujud rasa bersyukur bahwa sampai hari ini dirinya dan keluarga masih selalu dalam lindungan Allah, sehat walafiat dan diberi rejeki cukup.

“Ada sebuah hikmah, ternyata semua yang dimiliki ketika kita dipanggil oleh Allah Yang Maha Bijak tidak satupun yang bisa dibawa ke alam kubur, kecuali salah satunya amal kebajikan kita selama di dunia,” ungkapnya.

Ia meyakini, hari Jumat adalah hari yang paling utama dari semua hari dalam seminggu. Sehingga banyak keutamaan yang bisa diperoleh, jika amal soleh dilakukan pada hari ini termasuk untuk bersedekah.

Keutamaan bersedekah di hari Jumat di antaranya seperti sedekah di bulan Ramadan, pahala berlipat ganda, memperkuat iman, membuka pintu rezeki, memperkuat tali silahturahmi dan merupakan amalan mulia.

Menurutnya, sangat tepat bila Jumat berkah di saat musibah pandemi Covid-19 dijadikan pemicu tumbuh suburnya kepekaan sosial di masyarakat untuk membantu meringankan derita kaum duafa.

“Pergi ke Blora membeli batik, Batik godong jati sangat menarik, Hari Jumat hari terbaik, Untuk sedekah dan berbuat baik,” tutupnya dengan sepenggal pantun. (*).

Melalui Siaran Radio, PWRI Blora Sampaikan Pesan Moral di Masa Pandemi

0

BLORA. – Setelah beberapa pekan absen karena ada beberapa pengurusnya yang terpapar Covid-19, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora kembali mengudara di radio melalui Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Gagak Rimang Blora.

Acara bertajuk Wredatama Menyapa itu kembali memancar pada gelombang 105,9 FM (streaming), Kamis (19/8) pukul 20.00 WIB untuk menyampaikan motivasi, ide, dukungan kepada pemerintah Kabupaten Blora.

Agenda rutin ini direncanakan setiap dua minggu sekali, pada Kamis malam secara bergiliran antar pengurus dan anggota PWRI.

Pada siaran Kamis (19/8) lalu, Sekretaris PWRI Blora, Soedadyo yang juga mantan Kepala Dinas Sosial danTenaga Kerja, menyampaikan tema tentang Hijrah.

Menurutnya, bulan Muharram ditandai adanya peristiwa besar, yaitu hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Medinah.

Hijrah sendiri, terang Sudadyo, pengertian secara terminologis bermakna meninggalkan sesuatu atas dasar untuk melakukan taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

“Dalam Islam kata hijrah sudah dikenal sejak awal Islam bahkan sebelumnya, dan hal ini Hijrah tidak hanya dipahami sebagai perpindahan fisik seperti hijrahnya Rasulullah, namun hijrah secara psikis, pikiran dan yang non fisik lainnya,” ucapnya.

Singkatnya hijrah adalah perpindahan hidup dari hal hal negatif ke hal-hal positif. Saat ini ajakan untuk berhijrah menjadi tren baru baik di kalangan tokoh agama, pejabat, para politisi, para artis maupun di kalangan anggota masyarakat.

Sebagaimana contoh yang ditunjukkan Sudadiyo, masih banyak hijrah kecil-kecil yang perlu dilaksanakan saat ini di antaranya kudis (kurang disiplin), kutil (kurang teliti), kurap (kurang merapat/kurang dekat dengan Allah), kusem (kurang semangat), kuper (kurang pergaulan), kupeng (kurang pengalaman), dan kumal (kurang amal).

Disamping itu Hijrah harus ada niatan yang kuat dan istiqomah bukan sekedar asesoris belaka namun juga dari sisi aklaknya, akidahnya, ibadahnya dan perilakunya.

“Paling utama orang berhijrah itu dengan Tolabul Ilmi (mencari ilmu Agama). Mengingat orang berhijrah akan memberi hasil buah yang manis,” ucapnya.

Di antaranya hilangnya kesusahan karena akan menemuhi yang baru, bertambah rezeki bertambah ilmu dan etikanya makin mantab,dan memperoleh sahabat yang mulia.

Pada kesempatan itu Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya menambahkan acara itu sekaligus sebagai momentum untuk memanfaatkan bulan Muharram 1443 Hjriah sebagai bulan penuh berkah dan bulan bersedekah.

Dijelaskannya, bahwa hijrah juga dapat dimaknai sebagai fase penting dalam kehidupan seseorang untuk memperbaiki diri karena hijrah secara harafiah berarti meninggalkan dari kebiasaan buruk menjadi kebiasaan yang baik, positif yang bermaat bagi orang lain.

Oleh karenanya bila dikaitkan situasi pandemi Covid -19 saat ini berhijrah dapat dimaknai sebagai upaya untuk meninggalkan budaya 5M, bukan mau menentang protokol kesehatan, tapi 5M tersebut artinya sebagai berikut, 1M-Mengeluh artinya dalam suasana keprihatinan saat ini berhentilah untuk mengeluh karena kalau hanya mengeluh saja tak akan memberikan hasil apa-apa. Mari dengan penuh semangat kita berbuat bersama sama melawan Corona.

2M-Memikirkan, artinya disaat menghadapi musibah saat ini tinggalkan memikirkan kondisi ada dengan pola mikir negatif tapi rubahlah dengan pola pikir positif yang kelak akan membuahkan karya yang.baik.

3M-Menghujat,artinya mulailah saat ini untuk memuaskan emosi berhenti menghujad kepada Pemerintah karena perbuatan mengujad hanya akan menimbulkan kegaduan dan kebingungan di masyarakat.

Sebagai Pemerintah yang baik pasti sudah berupaya secara maksimal untuk menanggulangi musibah saat ini terjadi misalnya adanya program vaksinasi dan berbagai program bantuan sosial bagi masyarakat.

Selanjutnya, 4M-Memutar balikkan Fakta, artinya masih banyak anggota masyarakat yang tidak percaya kalau penyakit virus Corona itu ada.

“Mereka ada yang berpendapat penyait itu hanya rekayasa bahkan ada yang mengatakan itu hanya mengalihkan isu politik untuk mengalirkan dana bagi kepentingan kelompok mereka.Berhentilah untuk membangun budaya memutar balikkan fakta karena azab akan menimpa.

Berikutnya, 5M-Menebarkan, artinya mulailah saat ini berhenti untuk menebarkan berita hoaks, fitnah dan provokasi karena hanya menimbulkan kondisi dimasyarakat yang semakin rapuh, runtuh dan ambyar bagi kerukunan dan keutuhan bangsa.

“Akhirnya melalui Wredatama Menyapa saya menitipkan harapan dengan sebait patun, Bulan Muharram bulan penuh berkah dan mulia, Segeralah bertobat dan jahui perbuatan tercela, Tunaikanlah puasa sunah agar memperoleh berlipat ganda pahala, Jangan lupa bersedekah dan berdoa,” tutur Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora.

Sementara itu Direktur LPPL Radio Gagak Rimang Blora, Kasiyanto, menyampaikan apresiasi atas semangat para wredatama.

Meskipun sudah purna tugas tetapi jiwa dan semangat mengabdi ibu pertiwi menjadi spirit bagi semuanya.

“Sangat hormat kepada sesepuh yang masih berkenan berbagi pengalaman dan nasehat. Terlebih masih peduli dengan radio,” ucapnya, Jumat (20/8/2021).

Pihaknya juga mempersilahkan kepada publik Blora yang ingin mengisi gelar wicara di studio Gagak Rimang. (*).