Beranda blog Halaman 218

Untung Styawan Dilantik sebagai Sekdes Desa Gembong

0

JAWA TENGAH

  • – PATI

Bertempat di aula balai Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Kamis pagi (02/03/2022) dilaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sekertaris desa Gembong oleh kepala desa setempat.

Hadir dalam acara tersebut diantaranya CamatGembong beserta staff, Kapolsek dan Babhinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Ketua BPD beserta anggota, Ketua LPMD beserta anggota, dan pengurus RW serta tokoh masyarakat.

Camat Gembong, Cipto Manggun Oneng SH MH mengucapkan selamat atas terpilihnya Sekdes yang baru dilantik.

“Semoga bisa senantiasa bersama-sama dengan Pemdes membangun desa agar lebih baik dari tahun kemarin,” ujar Camat.

“Kita berharap pasca pelantikan, Sekdes segera bisa melakukan aktivitas bersama perangkat desa yang lain agar roda pemerintahan berjalan maksimal,” ucap Kades.

Menurutnya, Sekdes yang sudah dilantik bisa terus meningkatkan skill dan kemampuan demi kemajuan desa. Camat juga mengingatkan, pasca pelantikan ini Sekdes harus terus meningkatkan pelayanan desa agar masyarakat desa semakin terbantu dalam semua kebutuhannnya.

“Kami ucapkan selamat kepada sekretaris desa terpilih, Saudara Untung Styawan yang dulunya kasi pemerintahan desa mulai hari ini sudah definitif di tetapkan sesuai proosedur sesuai perundang undangan yg ada mulai dari segi adtministrasi penggusulan dari bawah sampai ijin bupati secara tertulis.

Ditemui secara terpisah, Sekdes terpilih mengatakan siap melayani masyarakat 24 jam apabila di butuhkan.

“Dan, saya ucapkan banyak terima kasih kepada tamu undangan yang hadir,” ujarnya. (*)

Bersama PMI, Kwarran Cepu Gelar Donor Darah

0

Bekerjasama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Blora Pos Cepu, Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Cepu, Selasa (22/02/2022), menyelenggarakan Aksi Donor Darah. Kegiatan Aksi Sosial Donor ini dilaksanakan dalam rangkaian Peringatan Baden Powell Day ke-165 Tahun 2022 bertempat di Sekretariat Kwartir Ranting Cepu.

Ketua Panitia Pelaksana, Kak Mujianto yang juga Waka Organisasi dan Hukum Kwarran Cepu, mengatakan aksi donor darah diikuti anggota Pramuka dewasa/pembina, Pramuka Penegak, dan sejumlah masyarakat umum.

“Aksi ini merupakan kegiatan Pramuka Peduli yang rutin akan kita gelar setiap momentum Hari Baden Powell. Dari target 50 kantung, Alhamdulillah mampu terkumpul 21 kantung darah,” katanya.

Dia menambahkan, meski tidak mencapai target yang ditentukan, aksi donor kali ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah masyarakat yang membutuhkan.

“Alhamdulillah aksi berjalan sukses. Kami atas nama panitia dan Kwartir Ranting Cepu menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan ini,” imbuhnya.

Ketua Kwartir Ranting Cepu, Sintong Joko Kusworo, S.Pd menuturkan kegiatan donor darah sangat positif dan besar manfaatnya bagi masyarakat, sehingga kegiatan kepedulian ini menjadi agenda rutin Kwartir Ranting.

“Aksi ini merupakan program agenda rutin yang akan dilaksanakan Kwartir Ranting saat momentum Baden Powell maupun Hari Pramuka,” tegasnya.

Sementara Camat Cepu Drs. Bambang Soegiyatno, MM selaku Ketua Mabiran Cepu saat di-temui dilokasi menyam-but baik aksi donor darah yang digelar oleh Kwartir Ranting Cepu yang menggandeng UDD PMI Kabupaten Blora Pos Cepu.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresi-asi serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pengurus Kwarran atas upaya Kwarran Cepu menggelar aksi donor ini. Mudah – mudahan kegiatan semacam ini, bisa menjadi agenda rutin pramuka Cepu,” tuturnya. (*)

Tingkatkan Kesehatan bersama “MOH. JAIM”

0

Gelar wicara (talk show) Wredatama Menyapa di LPPL Gagak Rimang Blora, Kamis malam (24/2) lalu menyajikan siaran bertajuk akronim MOH. JAIM.

Acara yang dipandu langsung oleh Direktur LPPL Gagak Rimang Blora Kasiyanto itu mampu memancing semangat Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya selaku nara sumber untuk mengeluarkan kalimat motivasinya.

Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya menyampaikan, berdasarkan realita perkembangan Covid-19 saat ini mulai merebak lagi terutama dengan munculnya varian Omicron.

Melalui udara pada malam itu, Bambang Sulistya bermaksud memperkenalkan sekaligus memanfaatkan peran dokter-dokter hebat yang dapat meningkatkan kesehatan anggota masyarakat di masa Covid-19 varian Omicron.

“Dokter-dokter tersebut merupakan dokter imaginatif berasal keluarga besar Trah MOH. JAIM yang ada di lingkungan kita dan pada diri kita masing-masing,” kata mantan Sekda Blora itu.

MOH JAIM sendiri bukanlah sosok kumpulan dokter-dokter yang berpenampilan untuk menjaga image dalam pergaulan sehari hari di masyarakat. “Namun sebuah akronim yang dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesehatan,” ucapnya.

Diawali dari nama dokter dengan huruf (M) adalah Matahari. Sinar matahari merupakan sumber utama kehidupan di planet bumi. Menurut World Health Organitation (WHO), berjemur di bawah matahari dapat meningkatkan kekebalan atau imunitas diri sehingga dapat mencegah infeksi Covid-19 meskipun tak langsung membunuh virus Corona.

Kemudian dokter kedua berna-ma (O), Olahraga. Kalau mau tetap sehat dan ceria jadikan aktivitas olahraga sebagai kebutuhan hidup sehari-hari.

Karena dengan berolahraga ada banyak manfaat yang dapat kita peroleh diantaranya, mencegah penyakit jantung dan stroke, mengendalikan diabetes, menurunkan tekanan darah tinggi, menekan osteoporisis, menangkal obesitas dan meningkatkan kualitas hidup.

Selanjutnya dokter yang ketiga adalah (H) Hadirkan Allah dalam kehidupan sehari-hari baik pada saat susah maupun senang, baik saat sempit maupun lapang dan saat sakit maupun sehat serta saat masih aktif berkarya dan saat purna tugas.

“Untuk itu marilah mumpung masih ada waktu dengan keterbatasan yang kita miliki,mulai saat ini kita menghadirkan kembali Allah dalam kehidupan sehari hari melaluhi ibadah dan doa yang selalu kita panjatkan kepada Allah,” ajaknya.

Dokter keempat diawali huruf (J), Jaga hati agar tetap bersih, tenang dan damai serta selalu setiap saat dimanapun berada terus belajar mengeliminir perasaan iri, dengki, srei, congkak dan sombong terhadap keberuntungan dan nasib orang lain.

“Selalu bermuasabah diri dan mudah memaafkan orang lain yang selalu menyakitkan kita. Stop untuk menyebarkan berita hoaks dan ujaran kebencian,” terangnya.

Jaga rasa persaudaraan, kekeluargaan, keguyuban dan kerukunan serta persatuan dan kesa-tuan di masyarakat.

Sedang dokter yang kelima adalah (A), Air putih merupakan zat cair yang tersedia di Alam cukup melimpah dan memiliki peran vital bagi kehidupan makluk di muka bumi.

“Dalam praktik untuk memotivasi diri sebagai orang muslim setiap hari saya minum tujuh gelas air putih dengan pedoman selasai menunaikan salat wajib saya minum air putih satu gelas dan selesai salat sunah,” ungkapnya.

Adapun dokter yang yang keenam adalah (I), Istirahat menjadi langkah yang baik dalam mewujudkan kesehatan prima. Jangan memforsir diri dalam melakukan kegiatan tanpa ada waktu jeda. Karena akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Selama ini ada anjuran kita harus tidur delapan jam tiap hari, namun ada yang berpendapat tidak perlu dengan standar jumlah jam yang penting bisa beristirahat secara berkualitas dan lepas dari beban persoalan yang sedang menghimpit.

Selanjutnya, dokter yang ketu-juh adalah (M), Makanan sehat yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan kebugaran tubuh.

Kalau dulu ada istilah empat sehat lima sempurna. Sekarang asupan yang dapat dikonsumsi tiap hari makanan bergizi dan seimbang.

“Demikian berbagai macam dokter yang tergabung dalam keluarga besar MOH JAIM yang dapat memberi pertolongan pada kesehatan kita,” ungkapnya.(*).

Perades = Perangkap Desa

0

Sudah empat bulan lebih polemik pengisian perangkat desa (perades) bergulir dan belum ada tanda akan reda. Bahkan jumlah laporan ke polisi terus bertambah. Ratusan warga terus beraksi di depan kantor bupati Blora, hingga melapor ke Jakarta. Permintaan mereka cuma satu, hasil seleksi perades harus dibatalkan karena banyak kecurangan.

Di penghujung Tahun 2021 lalu, 194 desa di Kabupaten Blora membuka lowongan perangkat. Ada 857 jabatan yang harus diperebutkan oleh 4.413 peserta. Satu-satunya jalan adalah harus ada proses seleksi yang ketat.

Sesuai aturan, seleksi perangkat desa adalah mutlak kewenangan desa dan tidak harus dilaksanakan secara serentak seperti di Blora sekarang ini.

Bila di salah satu desa ada perangkat yang berhalangan karena meninggal atau mengundurkan diri, dalam tempo 2 atau 3 bulan seorang kepala desa bisa langsung mengadakan penggantinya.

Seleksinya pun bisa diadakan sendiri, dan tidak harus melibatkan kampus besar yang pu-nya fakultas tertentu. Tenaga pengujinya pun bisa disepakati oleh panitia desa yang ditunjuk, bekerjasama dengan sekolah yang ada di wilayah itu. Dan itu prerogratif desa.

Bukan tanpa aturan. Tetap saja panitia tidak boleh curang, dan kepala desa tidak boleh terlibat KKN. Kalo terbukti ada kecurangan tetap bisa digugat.

Entah apa yang ada di benak panitia atau kepala desa sekarang ini, seleksi perades dilaksanakan dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Tempat test nya pun dipilihkan kampus yang lokasinya jauh dari Blora, jaraknya lebih 100 Km. Padahal tak sedikit perguruan tinggi di Blora yang memiliki jaringan komputer, bahkan di Cepu juga ada sekolah tinggi teknologi yang memiliki jurusan komputer.

Jika akhirnya hasil test CAT di Semarang menuai banyak gugatan, diduga keterlibatan perguruan tinggi yang harusnya bisa “membantu” Blora meningkatkan kualitas penyaringan malah dijadikan tempat “pembantaian” peserta yang tidak didukung panitia atau desa.

Tak ada kejahatan yang sempurna. Insiden muncul ketika Ami’ul Khasanah warga Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen yang hasil CAT-nya peringkat satu dengan nilai 70, tapi yang yang dilantik justru peringkat nomor 3 yang nilainya 66,4.

Seleksi perades dengan menggunakan sistem CAT, inisiatif siapa? Pelaksanaan test dilaksanakan di luar wilayah Blora itu anjuran siapa?

Kabarnya Kades sempat mendapat tekanan jika tidak ikut CAT. Jika ada apa-apa tim pembina gak ikut bertanggung jawab. Melaui surat edaran bupati, tim pembina pula yang menentukan kampus penyelenggara CAT Perades.

Kini sudah ada 9 desa yang dilaporkan, bahkan ada kepala desa yang ditahan terkait ka-sus perades.

Dalam kondisi seperti ini tentunya yang paling dirugikan adalah masyarakat Blora. Kepala desa yang harusnya sudah bisa bekerja bersama perangkat yang baru, sekarang malah terperangkap oleh masalah yang membuatnya harus riwa riwi ke kantor polisi.


Terdakwa Pembunuhan Sekeluarga di Rembang: Di Ruang Isolasi, Sumani Tunggu Eksekusi Mati

0

Sumani, tersangka pembunuhan sekeluarga di Rembang dijatuhi hukuman mati. Saat ini dia ditahan di Lapas IIB Pati, kegiatan sehari-harinya mengikuti ke-giatan kerohanian di lapas tersebut.

Saat ini Sumani tengah berada di ruang isolasi Lapas II B Pati, dengan penjagaan keamanan yang terbilang ketat. Tak boleh keluar-masuk sembarangan, ke-mana-mana harus didampingi penjaga.

Mengenai ruang isolasi, di sana ada empat kamar. Tiap kamar berisi satu orang. Fasilitasnya, kasur dan kamar mandi dalam. Ada pula teras dan tempat menjemur baju.

“Kalau wawancara dengan napi ndak boleh. Takutnya terjadi hal yang tak diinginkan. Karena Sumani statusnya tahanan yang akan dihukum mati, jadi ketat pen-jagaannya,” terang Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP) Kelas II B Kabupaten Pati, Kasno.

Kegiatan sehari-harinya pun dibatasi, tak boleh mengikuti pembinaan keterampilan seperti menanam, membuat paving blok, memberi pakan lele. Itu semua tak boleh. Hanya mengikuti kegiatan spiritual saja.

Kasno mengatakan, sebulan setelah dipindahkan ke Lapas Pati, terpidana mati kasus pembunuhan satu keluarga di Rembang, Sumani (45) menjadi rajin ibadah dan mengaji.

Saat ditanya kapan Sumani dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Kepala KPLP belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut karena masih menunggu instruksi dari atasan. Begitupun terkait eksekusi matinya hingga kini belum ada kabar terbaru.

“Belum ada. Mungkin menung-gu dari MA. Nantinya akan komunikasi lagi dengan Kanwil,” ujarnya. (*)

Audiensi bersama Perades Gagal, Bupati Blora “Menghindar” Audit Forensik Hasil Tes CAT

0

“Bupati masih mengkaji dengan bagian hukum, artinya saya anggap bupati menghindar. Karena bupati sudah paham betul kewenangan itu ada di Pemda untuk merekom BSSN melakukan audit forensik,” ucap Budi Ismail, wakil peserta “perades gagal” usai bertemu Arief Rohman, Kamis (24/2) lalu.


Perades Gagal yang tergabung dalam Tim-11, Kamis (24/02/2022) melakukan audiensi bersama Bupati Blora. Pada kesempatan itu Tim-11 meminta kepada bupati untuk memberikan persetujuan kepada BSSN agar bisa membongkar kecurangan dalam pelaksanaan test CAT Perades Blora melalui audit forensik.

“Karena Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) hanya menerima permintaan dari lembaga pemerintah,” tambah pria asal Desa Gagakan, Kecamatan Kunduran itu.

Menurut Budi, desakan untuk segera dilakukannya audit forensik itu mengingat proses seleksi Perades di Blora yang kental aroma jual beli jabatan serta pemalsuan SK itu juga terjadi kecurangan sistem tes CAT (Computers Assisted Test).

Menurut Budi, audit forensik adalah satu-satunya cara untuk membuktikan benar dan tidaknya dugaan setingan tes CAT Perades Tahun 2022. Dengan tidak diberikannya rekom oleh bupati, ia bersama teman-teman beranggapan Arief Rohman tidak sungguh-sungguh menangani kasus ini.

“Bupati tadi berstatement sudah bekerja sesuai prosedur dan regulasi. Tapi kenyataannya Pemda enggan menuntaskan kasus ini. Jadi menurut kami, ini cara Pemda menghindar atau mengulur waktu sehingga perjuangan kami dibuat capek atau dibuat lelah,” ungkapnya.

Sementara itu Kabag Hukum Setda Blora, Bondan Arsiyanti mengatakan, hasil audiensi dengan menuntut Bupati untuk menanda-tangani rekom audit forensik akan dikaji terlebih dahulu dan memin-ta semua pihak untuk bersabar.

“Kami diminta melakukan kajian dan untuk melakukan konsultasi ke biro hukum. Kami hormati proses teman-teman, batas kajian kami usahakan secepatnya dan akan kami sampaikan,” pungkas-nya. (*)

Takmir Masjid At Taqwa Randublatung Gerlar Peringatan Isra’ Mi’raj 1443 H.

0

BLORA.-

Bertempat di serambi masjid, Rabu (24/02/2022), segenap Takmir Masjid Attaqwa Randublatung mengadakan peringatan Isra Miroj Tahun 1443 H. Kegiatan diisi dengan doa bersama antara lain Istigotsah, Yasinan, Tahlil, dan Muidho Rosul.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Ketua Yayasan Attaqwa H. Jayin Mukminin, Ketua Takmir Masjid At Taqwa Ustaz Ahmad Kamarudin, Kiai Siswanto dari Sambong Wulung, Babinkamtibmas Kelurahan Randublatung Aipda Aris, serta para jama’ah.

Setelah doa bersama, acara yan gdimulai pukul 19.30 Wib diisi pengajian dengan pembicara Kiai Siswanto dari Dukuh Sambong Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung.

Dalam tausiahnya, Kiai Siswanto memperingatkan kepada para jama,ah untuk lebih giat lagi melaksanakan sholat lima waktu terlebih dengan berjama’ah.

“Barang siapa yang mendirikan sholat lima waktu maka ia telah benar-benar menegakkan agamanya, dan barang siapa yang meninggalkan sholatnya maka ia benar benar telah merobohkan agamanya,” pesan Kyai Siswanto sambil mengutip hadis Nabi. (*).

Di Pasar Tradisional Blora, Harga Bawang Merah Meroket Tajam

0

BLORA.-

Harga jual bawang merah di tingkat pedagang di pasar tradisional Kota Blora meroket tajam. Jika pada awal Januari harga sempat turun, kini dalam sepekan terakhir’harga bawang kembali naik hingga 70 persen per kilogramnya.

Salah satu pedagang bawang merah di Pasar Jepon, Ngasir yang tinggal di Dukuh Jambean Desa Kawengan RT 01/02 Kecamatan Jepon, Blora mengatakan, sebelumnya harga bawang hanya sekitar 20 ribu perkilo, namun untuk sekarang menembus 35 ribu perkilo

“Itu disebabkan terjadinya lonjakan harga di tingkat produsen,” ucap Ngasir.

Sementara itu Wati, salah seorang ibu rumah tangga yang sedang belanja di Pasar Blora mengungkapkan, bahwa kenaikan harga kebutuhan pokok seperi bawang, cabe, dn kebutuhan lainnya dianggap wajar setiap tahunnya dikarenakan menjelang puasa. “Sebentar lagi kan memasuki bulan puasa, Mas,” ujarnya. (*)

Usaha Keripik Singkong “Doa Ibu”, Berusaha Bertahan di Tengah Melonjaknya Bahan Baku

0

PATI.-

Pemerintah harusnya meningkatkan perhatian terhadap Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang sudah teruji dan mempunyai peran strategis dalam pembangunan ekonomi nasional. Selain berperan dalam pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja, UKM dikenal tangguh menghadapi situasi sulit.

Seperti halnya di Desa Plukaran Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah yang merupakan sentra usaha kripik singkong, sejak awaL 2016 hingga sekarang tetap eksis walau diterpa lonjakan harga bahan baku.

Kurdi, salah satu pengusaha keripik singkong “Doa Ibu” mengaku setiap hari memproduksi keripik singkong secara manual. “Untuk pemasaran saya titipkan di warung-warung dan kios pasar di wilayah Kabupaten Pati,” ujar pria yang akrab disapa Pak Gendu itu.

Selain bersama istri, Kurdi dalam menjalankan usahanya juga dibantu oleh sang anak. Usaha yang dirintis sejak awaL 2016 ini terus mengalami kemajuan dan berkembang dalam pemasaran, hingga beberapa tahun terakhir harus menghadapi tantangan yang tidak ringan.

Memasuki masa Pandemi Covid-19 dua tahun silam, usaha kripik singkong di Pati sempat mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku singkong.

Singkong yang dulu sangat gampang diperoleh di sekitar Desa Gembong, tiba-tiba menjadi susah didapat karena harus berebut dengan tengkuLak yang “berani” membeli dengan harga fantastis untuk disetor ke pabrik.

“Bahan baku singkong yang dulu harganya sekitar 1500/kg di awal tahun 2022 kini menjadi 2700/kg,” tandas Kurdi ketika ditemui wartawan, Senin (21/02/2022).

Belum usai pening akibat naiknya harga singkong, kini Kurdi harus menghadapi tantangan baru yang lebih ekstrim. Harga minyak goreng melonjak. “Harga minyak goreng yang dulunya 125.000/kardus kini menjadi 275.000/kardus,” keluhnya.

Kurdi tidak sendiri menghadapi kondisi sulit seperti itu, karena ada 20 pengusaha keripik singkong lain di Dukuh Bengkal di Desa Plukaran.

Menurut Kurdi, dalam situasi ekonomi yang belum pulih seperti ini, menaikkan harga jual keripik singkong bukanlah pilihan terbaik. “Harga jual keripik singkong di pasaran sampai sekarang masih tetap, 24.000/kg,” ujarnya.

Setangguh apa pun Kurdi dan 20 rekan pengusaha kripik lainnya, jika situasi seperti ini tidak segera diatasi maka UKM di kawasan kaki Gunung Muria ini akan tutup wajan.

Jumlah penduduk Desa Gembong sekitar 2.400 jiwa, mayoritas mata pencarian di bidang pertanian dan peternakan. Jika Pemkab Pati masih menganggap UKM di Plukaran merupakan asset binaannya, maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan harus segera turun ke desa yang 70 persen lahannya adalah sawah pertanian itu.

“Untuk memproduksi dan pemasaran kami sudah bisa, tapi tolong dibantu kesediaan bahan baku. Singkong dan minyak,” harapnya. (*)

Petani Hutan di Randublatung Dapat Uang Rp 2,3 Miliar

0

BLORA.-

Kembali Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menyerahkan dana sharing produksi kayu tebangan tahun 2018 / 2019 sebesar Rp 2.311.423.407,- (Dua milyard Tiga Ratus sebelas juta empat ratus tujuh Rupiah) kepada dua puluh lima Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah kerja KPH Randublatung.

Penyerahan dilakukan oleh Administratur / KKPH Randublatung Dewanto di Aula kantor Perhutani Randublatung hari Jum’at (18/02/2022).

Hadir dan menyaksikan penyerahan dana sharing produksi tersebut , adalah masing-masing Kepala Desa selaku pembina LMDH penerima sharing, Sekretaris Kecamatan Randublatung Drs Bukri, Sekretaris Kecamatan Jati Drs Bambang Edi Sutomo, Sekretaris Kecamatan Bajarejo Sujito, dan segenap pejabat Perhutani KPH Randublatung.

Sharing produksi yang diberikan kepada masyarakat desa hutan ini merupakan suatu bentuk kepedulian Perum Perhutani dalam ikut serta mensejahterakan masyarakat khususnya yang berada di sekitar hutan,dimana dana ini yang nantinya akan dikelola olih LMDH dan Pemerintah desa untuk usaha produktif, bangunan fisik desa, kegiatan sosial kemasyarakat agroforestry dan lain sebagainya.

Administratur Perhutani KPH Randublatung dalam sambutanya mengatakan, “Setelah bulan Desember 2021 kemarin kami memberikan dana sharing produksi tahun 2020 sebesar kurang lebih 1,3 Milyard, kembali hari ini kami memberikan dana bagi hasil atau sharing produksi tahun 2018/2019 sekitar 2,3 Milyard lebih , ini adalah hasil sinergisitas kerja sama yang dibangun antara Perhutani dan masyarakat dalam pengelolaan hutan.”

Lebih lanjut Dewanto mengatakan, “Semoga dengan adanya dana sharing dari produksi kayu ini,diharapkan dapat meningkatkan usaha-usaha produktif masyrakat desa hutan dengan bimbingan LMDH, sehingga masyarakat desa sekitar hutan lebih sejahtera.”

Sementara itu Nyomo (47 tahun), ketua LMDH Wana Lestari Desa Jegong Kecamatan Jati menyampaikan terimakasih kepada Perhutani atas sharing produksi kayu yang diberikan.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Perhutani atas dana sharing yang diberikan kepada kami. Dana ini akan kami kelola dengan pemerintah desa untuk pengembangan kegiatan usaha produktif dan bangunan fisik yang ada di desa kami,” ujar Nyomo yang saat itu menerima sharing hampir Rp 500 juta lebih. (*).