Beranda blog Halaman 215

10 Tahun Kepemimpinan Kang Yoto, Membangun Bojonegoro dari Wilayah Pinggiran dan Desa

0

“Kang Yoto”, bupati Bojonegoro dua periode (2008–2018) yang namanya begitu mengakar kuat di hati warga Bojonegoro. Siapapun warga Bojonegoro pasti mengenalnya.

Meski sudah tak lagi menjabat sebagai bupati Bojonegoro, namun namanya sering disebut-sebut oleh warga Bojonegoro dalam setiap perbincangan sekitar ekonomi pedesaan.

Hal ini tak lepas dari keberhasilan Kang Yoto dalam mengarahkan kebijakannya dalam pembangunan ekonomi makro dan fundamental sebagai pondasi ekonomi kerakyatan yang kokoh dan berkelanjutan.

Saat mulai memimpin Bojonegoro, Kang Yoto memulai menerapkan kebijakannya membangun dari wilayah pinggiran dan desa. Dari membuka akses jalan dan jembatan ke daerah terisolasi/tertinggal, dan memperkuat basis pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan.

Menyadari bahwa sebagian besar wilayah Bojonegoro merupakan lahan pertanian. Pembangunan waduk dan embung pun digalakkan untuk mencukupi kebutuhan air untuk tanaman pertanian.

Begitu pula dengan program-program peternakan, dan perkebunan menjadi prioritas pembangunan pemberdayaan rakyat Bojonegoro yang berada di pedesaan.

Membantu membagun desa lebih maju dan di kenal dengan tempat wisata yang sampai sekarang menjadi kegemaran bagi masyarakat di Bojonegoro.

Disamping itu, keberhasilan Kang Yoto yang lain adalah mampu menekan angka inflasi, kemiskinan, pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi.

Demikian pula dengan berbagai kebijakannya untuk mendorong investasi di Bojonegoro juga telah dikeluarkan untuk menumbuhkan perekenomian Bojonegoro secara makro.

Kepada awak media, Bupati Bojonegoro periode 2008 – 2018 ini menjelaskan, dalam memimpin Bojonegoro ia menyadari bahwa amanah rakyat yang diberikan kepadanya harus dijalankan dengan benar. Karenanya keberpihakan kepada kepentingan rakyat menjadi prioritas utama.

Hal itu semata-mata dilakukannya karena obsesinya yang ingin warga di Kabupaten Bojonegoro ini semuanya makmur dan maju.

Bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, dan juga bisa berwirausaha sendiri. Warga harus sehat, cerdas dan produktif untuk mendapatkan penghasilan agar bahagia. Bagaimana juga setiap jengkal lahan mendatangkan berkah.

“Dulu saya pernah dengan uang pribadi titip kambing, lewat dinas peternakan bagi-bagi sperma kambing unggul. Lalu bagi bibit jambu merah dan kristal” papar Kang Yoto, memulai ceritanya.

Idenya sederhana, banyak lahan kanan kiri dan depan rumah bisa ditanami jambu, buahnya dapat memperbaiki gizi warga.

Kata politisi Partai NasDem ini, ditanam di pinggir bengawan Solo jambu itu tahan saat banjir. Saat itu jambu kristal langka, jadi kita bagi-bagi bibit dan mendorong membudidayakannya.

Seperti terlihat sekarang di kebun pak Majid, di Desa Trucuk, Kecamatan Trucuk, yang menjadi petani pelopor yang menanam jambu kristal di Bojonegoro.

Bisa ditanyakan langsung kepada pak Majid, bagaimana kisah awal mula susah senangnya menanam jambu kristal yang sekarang banyak dikenal oleh warga Bojonegoro,” tandasnya.

Coba tanya berapa luas lahannya dan berapa hasilnya jika dibandingkan kalau ditanami jagung atau padi.

“Saya ingat saat itu jalan ke dusun pak Majid masih jelek. Saya tanya pilih mana, jambu atau jalan. Mereka pilih jambu. Kini terbukti jambu krital mampu memperbaiki ekonomi warga dan jalannyapun ikut diperbaiki.

“Hakiki pembangunan itu adalah membangun kemampuan warga untuk hidup lebih baik secara mandiri. Infrastruktur jalan, irigasi, industri dan IT hanyalah supporting faktor. Kemampuan manusialah yang utama” pungkas kang Yoto, mengakhiri wawancaranya. (*)

Di Desa Kedungrejo – Malo, Ada Taman di Tengah Pasar Tradisional

0

BOJONEGORO.-

Bagi warga, geliat pasar tradisional di sebuah desa merupakan pemandangan biasa, tetapi sedikit sentuhan di Pasar Pahing ternyata mampu memunculkan pembeda, setelah ada taman di bagian tengahnya.

Lokasinya tidak terlalu luas, tapi cukup menarik perhatian warga yang lalu lalang di desa tersebut. Maka keberadaan Taman Pasar Pahing yang berlokasi di Desa Kedungrejo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, semakin dikenal warga khususnya yang ada di Kecamatan Malo.

Seorang warga yang ditemui korandiva.co, Jumat pagi (25/03/22) mengaku sengaja datang ke Taman Pasar Pahing sekedar untuk ber-swafoto.

“Cuman mau selpi, Mas sama teman-teman, karena saya lihat di media sosial kok kelihatanya unik, ada taman di tengah pasar tradisional,” ujar Warti, warga Desa Persepsi Kecamatan Trucuk, sambil makan lontong sayur yang dijual di pasar tersebut.

Warga setempat menyebutnya dengan pasar krempyeng karena keramaian pasar hanya terjadi pagi hari, tapi hal itu cuma sebentar.

Di Malo banyak lokasi yang bisa dikunjungi sebagai sarana wisata, ada wisata religi, kuliner juga fauna. Jadi cukup memberikan kenyamanan bagi warga luar desa yang datang.

Letaknya yang di sepanjang aliran Bengawan Solo menjadi nilai tambah. Jembatan penghubung yang dibuat 15 tahun silam menjadi penunjang kegiatan masyarakat dan juga mampu menumbuhkan kesejahteraan warga Malo.

Hudi, salah satu pemuda dari Desa Ketileng yang sehari-hari berprofesi sebagai pengepul barang bekas menambahkan, sejak adanya jembatan Malo yang menghubungkan dengan Kalitidu, usahanya semakin lancar dan omset nya meningkat pesat.

Dulu lanjut Hudi, orang harus menggunakan perahu saat mau ke Kalitidu atau kota Bojonegoro, sekarang sudah tidak lagi. Apalagi jembatan penyeberangan Malo Kalitidu dikenal sebagai salah satu jembatan yang indah. Banyak orang berkunjung hanya untuk swa foto.

“Saya bangga menjadi warga Malo, Mas,” begitu pemuda 27 tahun itu menutup wawancaranya dengan korandiva.co. (*)

Olahraga Bersama Forkompincam Japah, Diikuti Guru dan Kepala Sekolah

0

BLORA.-

Selain untuk mengeluarkan keringat, olahraga juga bisa menjadikan tubuh sehat. Bertempat di halaman Kantor UPTD Japah di Desa Tlogowungu, Jumat (25/03/2022) dilaksanakan kegiatan olah raga yang melibatkan berbagai instansi pemerintah di Kecamatan Japah Kabupaten Blora.

Kegiatan olahraga diikuti jajaran Polsek Japah, Puskesmas Japah, Kantor Kecamatan Japah, dan kepala sekolah serta guru SD se-Kecamatan Japah.

Menurut Alip Mintarto MM. Pd selaku Korwil Kecamatan Japah menyampaikan, bahwa kegiatan olah raga bersama bertujuan untuk menjalin komunikasi dan sinergi diantara Forkompincam di Japah.

“Untuk kegiatan hari ini kami bersinergi dengan beberapa kepala sekolah SD se-kecamatan Japah supaya terjadi komunikasi dengan baik,” tutur Alip.

Peserta senam diantaranya, SD Beganjing, SD Padaan, SD Japah, SD Tlogowunggu, SD Dologan dan sekitarnya.

Sementara itu Kepala SD Beganjing, Sutanti mengatakan, bahwa kegiatan senam bisa membuat badannya lebih sehat dan merasa lebih semangat. “Khususnya kegika melakukan tugas- tugas di sekolah,” ujar Sutanti. (*)

Banyak Usaha Karaoke Tak Berizin, Penegak Perda di Blora Tutup Mata

0

BLORA.-

Menjamurnya tempat hiburan malam karoke liar tak berizin di Blora, akibat dari penegak Perda yang diduga tutup mata.

Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja bersama BPKAD dan Dinparbudpora memberikan sosialisasi kepada pelaku usaha karaoke ilegal di Kabupaten Blora.

Dilihat dari materi dan cara penyampaiannya, sosialisasi tersebut terkesan formalitas saja karna meski tidak memiliki izin karaoke dan tempat prostitusi mereka terkesan diizinkan beroperasi dengan catatan wajib membayar pajak retribusi agar tidak diambil tindakan.

Pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan di rumah makan di Blora pada Kamis (24/03 2022) dengan mengedepankan perda no 5 tahun 2017. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 60 pelaku usaha karaoke ilegal.

Selaku penegak Perda, satuan polisi pamong praja Blora terkesan menutup mata dengan maraknya karaoke ilegal dan tempat prostitusi yang dibiarkan. Karena jika mengacu pada perda no 5 2017 jelas ini melanggar dan perlu ditertibkan, namun dengan tidak adanya tindakan tegas terkesan Pemkab Blora melegalkan kegiatan prostitusi dan karaoke ilegal tersebut.

Dikonfirmasi perihal tersebut, Kepala Satpol PP Blora Hendy Purnomo terkesan menghindar seolah masalah karaoke ilegal bukanlah tanggung jawabnya. “Ini bukan ranahnya Sat Pol PP tetapi Dinas Perijinan,” kilahnya.

Dalam kegiatan sosiaslisasi juga disampaikan, bahwa pelaku bisnis karaoke ilegal juga diwajibkan untuk membayar pajak sebesar 50% dari pendapatannya. Alasannya, walaupun usaha mereka ilegal tetapi karena telah melakukan usaha maka wajib bayar pajak untuk PAD Blora.

“Pelaku usaha baik yang berizin maupun tidak tetap akan kita kenakan wajib membayar pajak, karna mereka telah melakukan kegiatan usaha. Terkait dengan legalitas dan keberadaannya itu ranah dari penegak perda,” ungkap Kepala BPKAD Blora.

Perihal kewajiban bayar pajak 50 persen dari penghasilan juga dikeluhkan oleh salah seorang pemilik karaoke ilegal, karena menurutnya hal itu sangat memberatkan.

“Sebagai pelaku usaha kita kadang juga sepi, tapi tetap punya kewajiban untuk memberikan setoran kepada beberapa oknum supaya aman,” ujar pria yang enggan menyebutkan identitasnya itu. (*)

Pemdes Tanggir Malo Lakukan Musyawarah Warga Guna Bangkitkan Kembali Peran Linmas

0

BOJONEGORO

Bertempat di balai desa yang dikenal paling indah dengan sentuhan kreativitas, Pemdes Tanggir Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, Rabu (23/03/22) menggelar musyawarah warga dalam rangka membangkitkan kembali peran Linmas (Perlindungan Masyarakat) dalam wujud jaga malam bergilir.

Dihadiri sedikitnya 30 warga yang terdiri dari unsur BPD, Ketua RT dan RW, Karang Taruna, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, musyawarah yang dibuka pkl. 09.00 Wib itu dipimpin langsung Kepala Desa Tanggir, Wiwik Murtiningsih.

Pada awal sambutannya, Wiwik yang merupakan kepala desa Tanggir dua periode tersebut menyampaikan maksud dan tujuan dibangkitkannya peran Linmas dalam wujud jaga malam bergilir bagi seluruh warga di seluruh RT yang ada di desa.

Perempuan paruh baya yang dikenal sebagai pemimpin yang atraktif tersebut sangat senang dengan antusiasme warga akan dibangkitkannya peran Linmas yang belakangan semakin dilihat sebelah mata.

“Saya bangga dengan punggawa Linmas yang saya miliki, dan saya yakin semua warga juga demikian,” ungkap Kades dengan segudang prestasi itu.

Dengan mengoptimalkan peran Linmas, Wiwik berharap situasi Kamtibmas di desanya bisa semakin baik.

“Di atas semua itu, tujuan saya adalah untuk semakin merekatkan hubungan antar warga demi terwujudnya kebersamaan,” ujarnya.

Menurut Wiwik modal dasar membangun desa adalah kerukunan warga, dan itulah yang mendasari keinginannya membangkitkan Linmas di desanya.

Demi mewujudkan hal itu, Kades Tanggir mendiskusikannya dengan banyak pihak diantaranya pihak Kecamatan Malo, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pendamping Desa dan juga para pegiat NGO (Non Govermant Organisation) untuk mendapatkan masukan sekaligus mencarikan format terbaik pemberdayaan Linmas.

“Kehadiran Linmas sangat diharapkan seluruh warga,” tandas Kades Tanggir yang ketika ditemui korandiva.co pagi itu terlihat anggun dengan senyum tipisnya.

Dalam kegiatan musyawarah, salah satu peserta menyatakan sangat mendukung dan berharap agar Bu Kades segera menindak lanjutinya.

“Saya sebagai warga sangat mendukung, dan ayo segera di laksanakan,” ucap pria yang duduk di samping seorang wanita itu.

Ketika korandiva.co menanyakan identitasnya, dengan rendah hati pria itu menjawab, “Ndak usah, Mas saya malu,” ucap pria itu dengan terkekeh.

Tanggir adalah desa yang terletak di sisi paling timur dari wilayah Kecamatan Malo dan berbatasan dengan Trucuk. Sejak dipimpin Wiwik Murtiningsih, Desa Tanggir dikenal banyak memiliki prestasi.

Sebagai kades perempuan pertama di desa itu, Wiwik sudah banyak merubah wajah Desa Tanggir hingga bisa tampil menawan.

Usai membuka sesi diskusi bersama warga, Kades menutupnya dengan ungkapan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh warga Tanggir dan meminta agar kerukunan terus ditingkatkan, sambil berdiri dan disambut aplaus warga yang hadir. (*)

Musda, Muslim Terpilih Ketua DPD Serikat Karyawan KPH Randublatung

0

BLORA.-

Bertempat di Rumah Makan Grand Safir Randublatung, Serikat Karyawan (SEKAR) Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung, Rabu (23/03/2022) mengadakan Musyawarah Daerah (Musda) dengan tema, “Karyawan Sejahtera dan Exsistensi Perusahaan Harga Mati.”

Musda dimaksudkan untuk melakukan reorganisasi kepengurusan yang sudah berakhir, sekaligus memilih kepengurusan baru masa bakti Tahun 2022/2024.

Hadir dalam acara tersebut Admistatur Perhutani KPH Randublatung Dewanto selaku managemen, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Sekar Jawa Tengah Ahmad Arif Subarna, dan segenap karyawan Perhutani KPH Randublatung yang tergabung dalam anggota serikat karyawan (Sekar).

Admistratur Perhutani KPH Randublatung mengajak kepada segenap anggota dan pengurus Sekar untuk terus bersemangat dalam menjaga exsistensi perusahaan.

“Kami selaku managemen mengajak bersama-sama dengan serikat untuk terus bersemanga guna menjaga exsistensi perusahaan sehingga dengan exsisnya perusahaan niscaya nantinya akan bisa membawa kesejahteraan karyawan lebih meningkat,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPW Sekar Jawa Tengah dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat bermusyawarah kepada Sekar KPH Randublatung.

“Saya ucapkan selamat bermusyawarah kepada Sekar KPH Randublatung, semoga dengan musda ini bisa terpilih kepengurusan yang solid dan bisa menjadi jembatan antara karyawan dan managemen dalam rangka menjaga existensi perusahaan sehingga kesejahteraan karyawan akan lebih meningkat, sesuai nama tema kali ini,” kata Arif Subarna.

Dalam Musda kali ini terpilih menjadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah serikat karyawan Perhutani KPH Randublatung adalah Muslim, Asper KBKPH Tanggel KPH Randublatung. (*).

Drainase Jebol, Desa Srigading dan Semawur Banjir

0

BLORA.-

Guyuran hujan beberapa hari terakhir, menjadikan Desa Srigading dan Desa Semawur di Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, mengalami banjir. Wartawan ketika meninjau lokasi pada Minggu (20/03/2022) melihat puluhan rumah warga yang terendam air.

Hasil investigasi wartawan di lapangan, air dari lokasi persawahan yang mengalir menuju sungai debitnya cukup tinggi dan arusnya sangat deras hingga membuat drainase di lokasi itu jebol.

Dua orang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi, Eko dan Imam mengatakan, bahwa terputusnya ujung drainase diakibatkan oleh derasnya air dari sawah yang mengalir ke sungai.

“Mergo banyune banter, ngerti-ngerti pucuke kalen pedhot (karena airnya deras ujungnya patah dan longsor, Red).” ujar mereka berdua.

Sementara itu Kepala Desa Srigading, Mulyanto ketika meninjau ke lokasi jembatan mengatakan, bahwa itu jembatan desa itu penghubung antara Desa Semawur dan Srigading.

Di lokasi itu wartawan melihat ada kegiatan perbaikan pipa PDAM oleh teknisi dari PDAM. “Pipa ini putus akibat terkena pecahan dari ujung drinase,” ujar Mulyanto.

Hingga kini, Pemerintah Desa Srigading belum ada rencana memperbaiki drainase yang jebol itu. “Saya belum tahu, untuk memperbaiki jebolnya ujung drainase itu mengunakan dana dari mana?” tandas Mulyanto yang mengaku sudah melaporkan perihal jebolnya drainase itu ke Dinas PUPR Blora.

Sementara itu jajaran Polsek Ngawen Kepolisian Resort Blora berinisiatif memberikan garis polisi di area jembatan tersebut untuk pengamanan lokasi. (*)

Peringati bulan Sya’ban 1443 H, Keluarga Kiyai Bahruddin Biting Gelar Khitan Massal

0

BLORA.-

Khitan (sunat) merupakan salah satu ajaran dalam Islam yang bertujuan untuk memelihara kebersihan diri. Selain itu, khitan juga merupakan sebuah bukti ketaatan terhadap perintah Sang Maha Pencipta. Namun, biaya untuk menjalankan khitan terkadang menjadi kendala bagi keluarga yang kurang mampu. Untuk itu, keluarga Kiyai Bahruddin Biting menggelar bakti sosial khitan massal Minggu, (20/3/2022) di halaman Musholla Baitus Salam Biting dengan dihibur Gema Sholawat Seni Hadroh Nuril Hadi Desa Biting Kecamatan Sambong pimpinan Hadi Sasmito, S.Pd.

“Khitan massal kali ini diikuti oleh 18 anak dari warga wilayah Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam pelaksanaannya, kerjasama dengan tenaga medis dari Klinik Mitra 10 Cepu,” ujar penyelenggara Kiyai Bahruddin didampingi ketua panitia khitan massal, Hadi Sasmito.

“Kami yakin kegiatan sosial religius seperti ini bisa membawa dampak sosial dan dampak positif konstruktif bagi anak anak, kami mengutamakan kesehatan dan keimanan untuk anak anak,”ujar Bahruddin.

Sebanyak 18 anak yang berada di wilayah Kecamatan Sambong, Cepu, Kedung Tuban, Padangan, dan Ngrahopun dapat dikhitankan. Program ini merupakan kegiatan untuk menyambut bulan Sya’ban

1443 H berlangsung dengan lancar sejak pagi hari hingga pukul 12.00 WIB siang dalam suasana yang menyenangkan terus diiringi senandung sholawat.

Menurut ketua panitia khitan massal Biting Hadi Sasmito mengatakan, “penyelenggara juga memberikan bingkisan menarik bagi peserta khitan, seperti peci, sarung, baju taqwa, uang saku, dan bingkisan lainnya,”ucap Hadi.

Ada diantara anak setelah khitan, meskipun masih berjalan dengan sedikit pincang dan menangis. Namun wajah-wajah bocah yang tadinya meringis menahan tangis akhirnya kembali bisa tersenyum manis bahagia. (*)

Polres Blora Gelar Ujian Beladiri Polri bagi Anggota

0

BLORA.-

Selama tiga hari, Polres Blora Polda Jawa Tengah melalui Bagian Sumber Daya Manusia akan menggelar kegiatan Ujian Beladiri Polri periodik semester satu tahun 2022. Kegiatan dimulai pada hari ini, Selasa, (22/03/2022) hingga Kamis, (24/03/2022).

Adapun kegiatan ujian beladiri dilaksanakan di Lapangan Kridosono Blora.

Kapolres Blora Polda Jawa Tengah AKBP Aan Hardiansyah,SH,MH melalui Kabag SDM Kompol Sunarso,SH,MH mengungkapkan, bahwa ujian beladiri Polri dilakukan untuk optimalisasi pemeliharaan peningkatan kemampuan beladiri personel Polres Blora.

“Sehingga kesehatan dan kemampuan personel bisa terjaga untuk mewujudkan pelayanan prima kepolisian dalam rangka mewujudkan zona integritas menuju WBK dan WBBM di Polres Blora,” kata Kabag SDM Polres Blora.

“Semua personel mengikuti ujian ini. Nanti hasilnya dilaporkan ke Polda Jateng,”lanjutnya.

Sebelum mengikuti ujian, para personel dicek kesehatannya terlebih dahulu. Selanjutnya seluruh peserta mengikuti pemanasan yang dipimpin oleh instruktur.

Lanjut Kompol Sunarso, anggota Polri harus menguasai beladiri karena tuntutan tugas di lapangan.

Beladiri Polri adalah kemampuan anggota Polri dalam mempertahankan diri dari serangan pihak lain.

Beladiri ini menggunakan teknik-teknik menghindar, menangkis dan bila perlu menyerang balik, baik dengan tangan kosong maupun dengan alat untuk melumpuhkan lawan dengan tujuan Harkamtibmas.

“Pada intinya untuk memupuk kemampuan bagi anggota itu sendiri, menghadapi masa, melibatkan banyak pendemo cukup menggunakan tangan kosong pun percaya diri, kalau sudah di bekali ketrampilan beladiri, sudah tidak perlu bawa senjata api,” pungkas Kabag SDM. (*)

HET, Positif untuk Hadapi Tahun Omicron

0

Terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng yang diputuskan pemerintah saya memaknainya dari sudut pandang berbeda. Bagi yang memiliki wawasan dan pandangan kedepan penuh harapan, ternyata setiap kebijakan Pemerintah bisa dijadikan pelajaran berharga bagi kita semua.

Saya memaknai HET sebagai sebuah akronim yang merupakan nilai positif bagi siapapun agar tetap eksis dalam menghadapi tahun omicron. Kita mulai pengertian huruf H.

(H)-Hadapi realita kehidupan saat ini dengan penuh rasa syukur, ikhlas dan sabar. Kita harus yakin, bahwa pemerintah dalam mengambil kebijakan pasti sudah dipikirkan untuk kebaikan dan kesejahteraan rakyat bukan untuk menambah kesengsaraan dan penderitaan kehidupan rakyat.

Kemudian, (E)-Enyahkan sikap mental waton sulaya (WTS) yang selalu menilai negatif, salah dan apriori terhadap setiap kebijakan yang diputuskan oleh Pemerintah.

Bahkan dengan sengaja selalu memberikan pendapat yang ber-sifat provokatif, tendensius dan menebar ramuan berita yang bernuansa sara, fitnah dan hoaks kepada masyarakat.

Selanjutnya, (T)-Tetap yakin bahwa dibalik kejadian, peristiwa, ujian, cobaan dan musibah pasti ada hikmah. Seperti saat ini harga minyak goreng mahal, maka kita bisa berhemat dan hidup sehat tanpa minyak goreng.

Ada pendapat para ahli kesehatan, bahwa jika kita sering makan gorengan dapat dipastikan beragam risiko yang akan mengancam kesehatan kita.

Karena minyak goreng mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans yang telah diketahui dapat meningkatkan kadar kolesterol darah.

Peningkatan kadar kolesterol ini bisa menjadi akar dari berbagai penyakit kardiovaskuler termasuk penyakit jantung koroner, serangan jantung, kanker, diabetes dan stroke.

Makanan gorengan juga dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Walau tanpa minyak goreng ada pilihan lain menu masakan tetap lezat dan sehat, bisa dilakukan dengan cara dipanggang, dikukus atau direbus.

Semoga dinamika HET minyak goreng mampu menggoreng motivasi diri kita untuk hidup penuh rasa syukur, ikhlas, sabar dan sehat di masa pandemi.

Seperti diketahui, kembali masyarakat dibuat kaget dan bingung sebagai dampak dari Keputusan Pemerintah pada Selasa, 15 Maret 2022.

Melalui konferensi pers secara virtual Menko Perekonomian Airlangga Hartato menyatakan harga minyak goreng kemasan akan disesuaikan dengan harga keekonomian.

Karena adanya pertimbangan kondisi yang sifatnya mendesak. Pemerintah juga telah menetap-kan harga minyak goreng curah di Masyarakat sebesar Rp. 14.000/liter.

Dengan bahasa lugas Pemerintah mencabut Kebijakan Harga Eceran Tertinggi(HET) untuk minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/lt, kemasan sederhana Rp13.500/lt dan kemasan curah Rp11.000/lt yang telah ditetapkan pada tanggal 6 Maret 2022. Sehingga harga minyak goreng kemasan akan mengikuti harga di pasar.

Menurut Menteri Perdagangan pencabutan HET untuk mencegah tindakan curang dari para oknum dan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran.

Sebagaimana diketahui bahwa Kebijakan HET minyak goreng merupakan instrumen untuk menstabilkan harga,mengurangi ketidak pastian dan menjamin para konsumen untuk mendapat harga yang terjangkau dan wajar.

Walaupun realita yang ada ketika HET minyak goreng kemarin ditetapkan terjadi kelangkaan barang sehingga di berbagai daerah terjadi antrian panjang emak emak hanyak untuk mendapat minyak goreng kemasan 2 liter.

Sehingga berbagai ungkapan terjadi bahwa walau stok minyak goreng cukup karena ada berbagai penyimpangan jalur pendistribuan dan penimbunan minyak goreng maka terjadi kelangkaan minyak goreng dimasyarakat.

Sebaliknya saat ini dengan pencabutan HET minyak goreng yang terjadi, harga minyak goreng kemasan melambung tinggi sehingga bagi anggota masyarakat yang saat ini sedang mengalami kesulitan hidup untuk mendapat minyak goreng kemasan yang berkwalitas makin tak terjangkau dan salah satu solusinya hanya bisa pasrah untuk memperoleh minyak goreng curah yang kwalitasnya belum sesuai harapan.

Apalagi, masih ditambah rasa kekecewaan, suara keras dan miring dari pendapat berbagai ele-men masyarakat tentang dampak negatif dari pencabutan kebijakan HET minyak goreng tersebut semakin menambah runyamnya kegaduhan dan dinamika di masyarakat. (*)


*) Penulis adalah Ketua PWRI Kabupaten Blora, yang juga mantan Sekda Kabupaten Blora.