Beranda blog Halaman 214

Dinas PMD Jawa Timur Gelar Bimtek Penguatan Kelembagaan Karang Taruna

0

SURABAYA.-

Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jawa Timur menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Lembaga Kemasyarakatan Karang Taruna, bertempat di Aliante Hotel, 24 – 25 Maret 2022. Peserta Bimtek berasal dari perwakilan pengurus Karang Taruna dari 38 Kabupaten/Kota masing-masing satu orang, dan satu orang pejabat dari Dinas PMD Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

Acara dibuka oleh Kepala Bidang Kemasyarakatan Desa Dinas PMD Jatim, Drs. Tri Yuwono, M.Si, mewakili Kepala Dinas PMD Jatim, Soekaryo, SH, MM. Dijelaskan oleh Tri Yuwono, Bimtek bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi keberadaan Karang Taruna dalam pelaksanaan perencanaan, pelaksanaan pembangunan, dan pelayanan di Pemerintahan Desa/Kelurahan.

‘’Karang Taruna diharapkan mampu menggerakkan, memotivasi dan mengembangkan partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat dalam rangka pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Tri Yuwono.

Namun demikian bukan berarti hal tersebut dapat dilaksanakan dengan mudah. Sebab dalam proses pertumbuhan dan pengembangan generasi muda, tidak semua cita-cita generasi muda dapat berjalan lancar dan sukses. Karena terdapat dari sebagian mereka menjadi penyandang masalah kesejahteraan sosial yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Seperti penyandang cacat, keterlantaran, kemiskinan, generasi muda yang menjadi penyandang masalah sosial psikologis, kenakalan, menyalahgunakan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya.

Sementara itu Ketua Forum Karang Taruna Jawa Timur, Agus Maimun, SE, MHP mengungkapkan, Karang Taruna hendaknya lebih peka menghadapi perkembangan zaman. Sehingga keberadaan Karang Taruna bisa tetap eksis ditengah kokompetisi global. Di era milenial saat ini Karang Taruna dituntut lebih kreatif dengan menciptakan inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

Agus Maimun menegaskan bahwa Karang Taruna harus tetap menjadi mitra strategis pemerintah desa/kelurahan, kecamatan, kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat. ‘’Karang Taruna sebagai ujung tombak pembangunan jangan menjadi oposisi pemerintah namun harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya meningkatkan pembangunan di segala bidang,” tutur Agus Maimun.

Bimtek Penguatan Kelembagaan Kemasyarakatan Karang Taruna ini menghadirkan tiga orang nara sumber yakni M. Reza Januar, SE, Dewan Pembina HIPMI Jatim (Judul Materi: Ide Peluang Usaha Dan Memulai Usaha), Ketua Forum Karang Taruna Jawa Timur, Agus Maimun, SE, MHP (Judul Materi: Manajemen Pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Dan Usaha Ekonomi Produktif (UED), dan Samsul Arif dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dengan judul materi : Kebijakan Dan Program Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Dalam Pemberdayaan Karang Taruna Di Jawa Timur. (*)

Desa Pengkoljagong – Jati Dicanangkan Menjadi Kampung Pancasila

0

BLORA.-

Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengapresiasi langkah TNI membuat Kampung Pancasila di Desa Pengkol Jagong Kabupaten Blora Jawa Tengah, Sabtu (26/03/2022).

Diacara peresmian Kampung Pancasila itu, hadir sejumlah tokoh, diantaranya dari BPIP yaitu Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah, Romo Beny Susetyo, Direktur Sisialisasi dan Komunikasi M Akbar Hadiprabowo, dan Direktur Pembudayaan dan Jaringan DR IreneCamelyn Sunaga, Dari TNI diwakili oleh Kasdam lV Diponegoro Brigjen TNI Parwito, Dandim 0721/ Blora Letkol Inf Andy Sulistyo Kurniawan Putro,Sementara, dari Pemerintah Kabupaten Blora dihadiri Bupati Arif Rohman.

Sementara itu Sekretaris Utama BPIP Karjono dalam sambutanya tertulis mengatakan, langkah tersebut dinilai mampu menjaga nilai nilai Pancasila ditengah masyarakat.

“Luar biasa, kami apresiasi pencanangan Kampung Pancasila. Saya melihat Kampung Pancasila di Blora ini ada nuansa yang luar biasa di mana desa menjunjung kearifan lokal dan budayanya,” kata Sekretaris Utama BPIP Karjono, Sabtu (26/03/2022).

Ia menambahkan menjaga nilai Pancasila merupakan hal penting untuk dilakukan oleh semua pihak,Apa lagi di era seperti saat ini yang serba modern nilai-nilai Pancasila seakan semakin luntur karena masuknya idiologi asing ke Indonesia.

Sementara itu, Kasdam lV Diponegoro Brigjen TNI Parwito mengatakan Pancasila merupakan pegangan hidup dalam kehidupan berbangsa.Langkah membuat Kampung Pancasila bertujuan agar masyarakat khususnya generasi muda mampu mengamalkan nilai-nilai Pancasila.

“Selain itu, pencanangan Kampung Pancasila sangat penting untuk memutus rantai radikalisme yang tersebar di Jawa Tengah dan Yogyakarta sehingga Kampung Pancasila perlu didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.”kata Brigjen TNI Parwito.

Pemerintah Daerah setempat pun menyambut baik langkah TNI membangun Kampung Pancasila.Menurut Bupati Blora Arif Rohman pembuatan Kampung Pancasila merupakan upaya untuk menjaga keutuhan NKRI.

Arif berharap pembuatan Kampung Pancasila tidak hanya berhenti sampai di Desa Pengkol Jagong saja. Namun Desa Desa lainnya turut bersama-sama menjadi Kampung Pancasila.

“Nanti kita bersama dengan BPIP dan TNI bersama-sama mendukung program Kampung Pancasila ini,” pungkas Arif. (*).

BNNP Jateng Sosialisasi Bahaya Narkoba Lewat Turing Honda Brio Community

0

BLORA.-

Bupati H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., pada Minggu pagi (27/3/2022) melepas rombongan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, bersama Komunitas “Honda Brio Community (HBC)” Jateng guna mensosialisasikan bahaya Narkoba kepada masyarakat Jawa Tengah.

Pelepasan dilakukan di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati. Sebelum dilepas untuk melanjutkan tour ke kabupaten lain, BNN bersama komunitas honda Brio Comunity, telah mensosialisasikan kepada masyarakat Blora akan bahaya narkoba. Yang mana pada hari sebelumnya, Sabtu kemarin telah dilakukan sarasehan di Kampung Samin Klopoduwur.

Bupati Arief pun mengapresiasi Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, bersama Komunitas Honda Brio Comunity (HBC), yang telah mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat Blora dengan melibatkan komunitas muda serta seni budaya.

“Terimakasih kepada BNNP, bersama Club mobil Brio sudah memilih Blora dalam rangka tournya mensosialisasikan bahaya narkoba kepada masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya itu, Bupati juga mengucapkan terimakasih selama di Blora juga komunitas brio selain mensosialisasikan bahaya narkoba juga mengajak masyarakat untuk tertib berlalulintas.

Kasi Intel BNNP Jateng Koenarto mengatakan kegiatan ini merupakan rangkaian dari tour Honda Brio Comunity Jateng dalam rangka hari lahirnya BNN ke 20 tanggal 22 Maret 2022.

“Kita mengunjungi 22 Kabupaten / Kota se Jawa Tengah salah satunya adalah Kabupaten Blora, rangkaiannya kita yang pertama berkunjung ke kampung Samin Klopoduwur, kita belajar tentang Samin, yang terakhir sosialisasi tentang bahaya narkotika kepada masyarakat setempat, kita memberi pemahaman tentang bahaya Narkotika,” ungkap Kunarto,

Kunarto menambahkan bahwa journey HBC Jateng di Kabupaten Blora ini merupakan Kabupaten ke 6 yang di kunjungi, selanjutnya akan ke Rembang, Pati dan seterusnya, serta ditutup di Jepara pada Senin mendatang.

Sekedar diketahui HBC Jateng ini berdiri sejak 7 tahun lalu, yakni ditahun 2015 dengan anggota 100- 200 mobil se Jawa Tengah. (*)

2 Tahun Sampah Menumpuk di Wilayahnya, Camat Jepon Surati Dinas Lingkungan Hidup

0

BLORA.–

Camat Jepon Kabupaten Blora, Suharto, SE, SH, M.Hum mengaku pihaknya sudah melayangkan surat ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora terkait penumpukan sampah yang ada di wilayahnya. Agar dinas terkait segera menangani dan mengangkut sampah yang sudah 2 tahun menjadi keluhan warganya.

Menurut Suharto, dilayangkannya surat tersebut dilatarbelakangi keluhan warga Desa Seso yang di wilayahnya terjadi penumpukan sampah, dan sudah dua tahun tak tertangani.

Ketua Karang Taruna Desa Seso, Supriyono, Kamis (24/4) pekan lalu mengadu ke Camat Jepon melalui surat. Intinya warga berharap segera ada tindak lanjut dari dinas terkait untuk menangani sampah tersebut.

“Mengadu sudah 2 tahun, namun tidak ada tindak lanjut. Melalui surat aduan terbaru ke Camat Jepon, kami berharap tumpukan sampah di desa kami yang mengganggu kesehatan lingkungan bisa segera teratasi,” katanya.

Terpisah, Istadi Rusmanto selaku Kepala DLH Blora ketika dikonfirmasi, mengaku sudah berkoordinasi dengan Camat Jepon. Dirinya siap bekerja sama membersihkan dan mengantisipasi permasalahan sampah.

“Program kedepan setiap desa/kelurahan harus ada bank sampah. DLH bersama Kades, Lurah dan Camat akan melakukan pembinaan pengelolaan sampah bersama sama, dari hulu hingga hilir agar tidak terjadi penumpukan,” ucapnya.

Diatanya kapan kepastian eksekusi sampah di Desa Seso, Istadi menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan rapat internal. “Untuk tanggalnya segera. Soalnya masih menunggu tim dan armada karena jumlahnya terbatas,” pungkasnya. (*)

Pemkab Blora Fasilitasi Audit Forensik ke BSSN

0

BLORA.–

Pemkab Blora saat ini sedang memfasilitasi permintaan peserta seleksi perangkat desa (perades) untuk melakukan audit forensik kepada Badan Siber Sandi Negara (BSSN). Hal itu berdasar surat dikeluarkan sekretariat daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Blora Yayuk Windrati mengatakan, masih menindaklanjuti surat turun dari Pemprov Jateng kepada daerah. Pemkab diminta memfasilitasi para peserta perades yang tidak terima dengan proses seleksi computer asistent test (CAT).

“Ini masih proses ya,” ujarnya dengan singkat, Selasa (22/03/22).

Yayuk menjelaskan, berdasarkan surat yang turun, Pemkab Blora hanya memfasilitasi. Sedangkan, tindak lanjut untuk melangkah ke tahap selanjutnya merupakan wewenang BSSN.

Selain itu, untuk mewadahi aduan peserta tidak terima dengan hasil seleksi pihaknya juga telah membuka kanal pengaduan. Namun, saat ditanya terkait jumlah pengadu dan desa yang belum melakukan pelantikan, pihaknya belum memberikan jawaban.

Perlu diketahui, surat tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan Forum Perades Gagal Blora ditujukan kepada Kepala Biro Hukum Pemprov Jateng. Sehingga surat balasan resmi turun pada tanggal 16 Maret 2022 ditujukan kepada bupati.

Ketua Forum Perades Gagal Blora Budi Ismail mengatakan, turunnya surat dari Pemprov Jateng merupakan bentuk pemberian aspirasi kepada publik. Pihaknya menilai ada kejanggalan, sehingga perlu dibuka melalui audit forensik sistem CAT terselenggara di dua kampus saat seleksi perades berlangsung.

“Kami berharap surat audit forensik segara dibuat dan ditindaklanjuti,” ungkapnya. (*)

Sudah Pegang SK, Atun Seolah Diatas Angin

0

BLORA.-

Meski gelombang penolakan dirinya cukup besar dari sebagian warga yang menolak dirinya menjadi Sekdes, atau bahkan menginginkan dirinya dicopot dari perangkat, namun Siti Rubiyatun alias Atun, tidak gentar.

Bukan tanpa alasan, dia tetap berpegang pada ucapan Kades Nglobo, bahwa proses mutasi dirinya dari Kaur Keuangan menjadi sekretaris desa (Sekdes) sudah sesuai prosedur.

Padahal fakta di lapangan, pelantikan Sekdes yang sudah dipersiapkan pada Sabtu (19/3) pekan lalu yang dihadiri Camat Jiken disertai pengamanan dari Kepolisian dan Koramil setempat, akhirnya batal.

Bagaimana sebenarnya kinerja seorang Atun? Seberapa hebat dia sehingga Kades harus pasang badan untuk mempertahankannya?

Dari sesama rekan kerjanya yang tidak mau disebut namanya menjelaskan bahwa Atun itu memang pintar. “Atun itu pinter, Mas. Komputer pinter, buat laporan pinter, wis opo-opo pinter,” katanya.

Lha terus, kenapa?

“Tapi ya itu, kadang malah untuk minterin…,” jelas-nya.

Seolah diatas angin, Atun berpegang pada SK yang sudah turun. Dan dia akan terus memperjuangkannya. Terbukti untuk menyelesaikan hal ini Atun menggandeng pengacara sebagai kuasa hukum. (*)

Ditolak Warga, Pelantikan Sekdes Nglobo Ditunda

0

“Alasan penolakan dari warga lantaran Siti Rubiatun yang dulunya menjabat sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan dinilai tidak transparan,” ujar Mulyono Trunokusuma (78), tokoh masyarakat Desa Nglobo.


ratusan warga masyarakat Desa Nglobo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Sabtu (19/03/22) nggeruduk balai desa. Mereka secara tegas menolak pelantikan Siti Rubiatun sebagai Sekdes.

“Pokoknya jangan Atun”. “Atun jangan dilantik”, begitu kalimat ungkapan yang disampaikan sebagian besar warga Desa Nglobo.

Adit, salah satu warga Nglobo mengatakan, pada intinya warga tidak menghendaki Siti Rubiatun menjadi perangkat desa Nglobo.

Diceritakannya, Siti Rubiatun yang sebelumnya menjabat Kaur Keuangan, dalam proses mutasi menjadi Sekdes tidak ada warga yang dilibatkan, baik tokoh agama maupun tokoh masyarakat.

“Waktu itu SK sempat diajukan kepada Camat, tapi karena ada konflik soal tahapan Bu Camat belum memberikan rekomendasi. Kemarin mau ada pelantikan, tapi warga menolak dan ditunda,” paparnya.

“Kalau kami dipaksa untuk menunjukkan bukti kinerja Siti Rubiatun, ya mari kita buka transparansi anggaran dan keuangan desa. Misalnya anggaran pembangunan tempat wisata “Sor Pring” yang menggunakan dana desa, dimana Tim Pelaksana Kegiatan saja tidak dilibatkan,” jelas Adit.

Tokoh masyarakat Nglobo, Mulyono menambahkan, bahwa aksi penolakan yang dilakukan warga karena yang bersangkutan dianggap tidak cocok menjadi perangkat desa karena attitude-nya.

“Pernah kita ajak mediasi bersama Camat beserta Kapolsek, namun yang bersangkutan tidak ada tindakan dan reaksi sama sekali. Bahkan tidak menunjukkan sopan santun sama sekali,” terangnya.

Diungkapkannya, kalau mau menjadi Sekdes, dekatilah masyarakat dan sebagai pamong yang disuruh ngemong masyarakat. “Harapan warga mutasi diulang. Dibatalkan,” tandasnya.

Camat Jiken, Mulyowati menegaskan, bahwa pelantikan Sekdes ditunda sampai waktu yang belum ditentukan.

“Sejak awal masuk jadi perangkat desa, masyarakat sudah tidak menghendaki. Dilanjut menjadi Kaur Keuangan lalu dimutasi jadi Sekdes. Ini malah menambah rasa kebencian warga,” terangnya

Sementara Kepala Desa Nglobo, Pudik Harto masih bertahan pada pendiriannya, bahwa semua proses sampai siap dilantik sudah sesuai prosedur. (*)

Tanda Jadi

0

Ada yang sulit dipercaya seputar isue KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme) serta jual beli jabatan perangkat desa (Perades) di Kabupaten Blora. Dengan bandrol ratusan juta untuk setiap kursinya, ternyata 850 lowongan yang ada ludes terjual semuanya.

Bukannya banyak orang kaya di desa hingga siap bayar kontan kepada Agen yang menawarkan jabatan. Tapi kepiawaian Agen dalam meyakinkan calon peserta ditambah kemampuan lobi Agen ke lembaga perbankan adalah kuncinya.

Bagi warga kurang mampu dan tidak memiliki agunan untuk pinjam di lembaga keuangan tidak perlu khawatir. Itu urusan Agen. Bapak dan Ibu cukup bayar “tanda jadi” saja.

Memang, untuk urusan tanda jadi, besaran dan waktu pembayaran gak bisa ditawar-tawar. Dan harus “clear” sebelum dilaksanakannya tes Sistem Computer Assisted Test (CAT).

CAT merupakan tes akhir dalam seleksi Perades berbasis komputer, dimana nilai dapat dimonitor langsung oleh masyarakat umum saat peserta mengerjakan soal. Bagi peserta perades yang sudah clear dengan Agen maka tak perlu memeras otak untuk menjawab pertanyaan demi pertanyaan yang tampil di layar komputer. Begitu juga bagi yang belum pernah tatap muka dengan Agen, peserta tes CAT sudah tak ada gunanya baca doa karena nama-nama pemenangnya tidak akan berubah.

Adalah pemandangan yang wajar jika peserta yang tidak lolos dalam ujian CAT tidak diikutkan dalam pelantikan, apalagi terima SK.

Tapi yang aneh, banyak peserta Perades yang lolos CAT dan sudah dilantik oleh Kades setempat ternyata juga belum menerima SK.

Usut-punya usut, ternyata SK dipegang oleh Agen masing-masing guna diajukan ke lem-baga Perbankan untuk mem-biayai pelunasan harga kursi. Karena mereka kan baru bayar tanda jadi.

Dalam transaksi ini, Agen tidak pernah khawatir pengajuannya ditolak karena yang dijaminkan adalah SK pegawai. Pihak perbankan pun tidak ragu untuk mencairkannya, karena angsuran setiap bulan bisa dilakukan dengan potong gaji di bendara desa. Begitu juga sang Perades, kalaupun gaji setiap bulan habis, toh masih bisa hidup dengan penghasilan bengkok. Itulah enaknya jadi Perades.

Namun dengan turunnya rekomendasi Gubernur Jawa Te-ngah agar Bupati Blora segera melayangkan surat permohonan Audit Forensik ke BSSN, tentunya akan menjadi pertim-bangan bagi Perbankan yang akan mencairkan kredit atas nama Perades.

Jika BSSN nantinya bisa menemukan bukti kecurangan terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) dalam test CAT Perades Blora, tidak menutup kemungkinan seluruh hasil test akan dibatalkan.

Pembatalan hasil test Perades tentu saja membawa kon-sekwensi hukum, dan otomatis semua SK yang sudah diter-bitkan juga akan dibatalkan pula.

Perades yang sudah bayar tanda jadi tentu merasa dirugikan, apalagi yang sudah bayar lunas. Namun sebenarnya yang paling dirugikan adalah rakyat Blora yang hingga hari ini belum bisa menikmati layanan maksimal dari perangkat di desanya. (*)

Pitutur, untuk Mewujudkan Ramadhan yang Sehat dan Barokah

0

Ramadan 2022 akan segera tiba. Bulan yang penuh rahmat, berkah, ampunan, dan bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT, dinantikan oleh umat muslim sedunia untuk menjalankan ibadah puasa.

Berkenaan dengan hal tersebut, dalam menyongsong Rama-dhan 1443 Hijriyah dan mewujudkan bulan suci yang semakin sehat dan berkah perlu ada langkah persiapan yang cerdas dan bijakasana.

Ada tujuh langkah yang seyogyanya dapat diamalkan dalam menyambut bulan Ramadan. Yaitu dengan PITUTUR bukan merupakan petuah, petunjuk atau arahan namun PITUTUR disini merupakan sebuah akronim yang memiliki berbagai kesiapan dalam menyongsong bulan Ramadan 1443 Hijriyah.

Mulai dari huruf (P)-Persiapan jasmani dan rohani menjadi langkah utama dalam mewujudkan ibadah puasa di bulan Ramadan secara khusyuk, ikhlas dan sabar.

Mulai saat ini dan mulai dari diri sendiri sudah mengurangi kebiasaan yang tidak sehat. Di antaranya melakukan kegiatan begadang hanya untuk menghabiskan waktu dan mengkonsumsi makan tidak sehat mulai dikurangi atau bahkan dihentikan.

Tumbuhkan secara rutin semangat berolah raga menjadi kebutuhan hidup. Pengendalian diri dalam kebiasaan negatif mulai dilatih untuk dieleminir seperti kegiatan bergibah, mengeluh, malas-malasan, menebar berita fitnah dan hoaks serta berita provokasi dan sara.

Tangkal merebaknya penyakit hati iri, dengki, srei dan pendendam dalam kehidupan sehari-hari. Mulai meluruskan hati dengan melatih melakasanakan salat lima waktu secara tepat waktu dan berjamaah.

Perbanyak berdzikir, beristighfar dan tinggalkan ucapan dan perbuatan yang sia-sia. Apalagi mengandung dosa. Syukur mampu melaksanakan salat dan puasa sunah. Bahkan mau melaksanakan puasa diam (puasa bisu) untuk berhenti berkomentar negatif, cerewet dan bawel.

Karena diam itu emas dan dengan menyiapkan nuansa hati yang tenang dan bersih mampu mewujudkan ibadah menjadi te-rasa mudah dan berkah.

SeIanjutnya, (I)-Ilmu dan pengetahuan agama mulai diperdalam dengan mempelajari mengenahi hal hal apa saja yang dapat meningkatkan kwalitas ibadah di bulan Ramadan, misalnya mempelajari tata cara ibadah yang baik dan benar.

Kemudian huruf (T) – Tertibkan mulai saat ini pengelolaan keua-ngan yang lebih realistis dan hemat agar dapat menyediakan dana untuk amal sedekah, infak dan zakat serta memberi makan kepada kaum duafa di bulan Ramadan.

Berikutnya, huruf (U)-Usahakan untuk dapat melakukan bersih-bersih baik terhadap perlengkapan ibadah, tempat salat di rumah maupun bersih-bersih lingkungan sekitarnya.

Jika bisa ikut serta membersihkan tempat salat di musala dan masjid adalah merupakan tindakan yang terpuji dan bijaksana.

Dulu ketika saya masih kecil setiap menjelang bulan Ramadan melaksanakan padusan mandi bersama di kolam permandian atau di sungai yang airnya masih alami dan bersih. Ingat ada pitutur luhur bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman.

Langkah yang kelima adalah diawali huruf (T) – Teguhkan niat untuk menjalankan ibadah dengan ikhlas dan sabar. Hanya mencari ridho dari Allah SWT. Mulai hari ini untuk melatih diri agar setiap perkataan, ucapan, tindakan, perbuatan dan ikhtiar dalam kehidupan sehari hari memiliki nilai ibadah.

Kemudian langkah keenam adalah (U)-Ujudkan tekad agar sebelum memasuki bulan Ramadan dapat melunasi hutang puasa di bulan Ramadan tahun yang lalu supaya tidak menjadi beban moral dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

Kecuali bagi orang yang lanjut usia dan dalam keadaan kesehatan yang kurang prima dapat menggantinya dengan membayar fidyah. Ingat dalam budaya kehidupan dimasyarakat hutang harus dikembalikan dan jangan ngemplang atau ingkar tak mau melunasi.

Sedangkah huruf yang terakhir (R)-Rajinlah bersilahturahmi kepada tetatangga atau saudara untuk memohon maaf bila selama ini telah membuat kesalahan atau tindakan yang sengaja atau tidak sengaja yang dapat melukai dan menyakitkan hati kepada sesama.

Disamping itu untuk mulai banyak melakukan perbuatan baik kepada siapapun utamanya kepada kaum duafa seperti saat ini lakukan kegiatan berbagi atau kepyur biar kita jadi makmur dalam memasuki bulan Ramadan.

Ramadan adalah bulan yang penuh rahmat, berkah, ampunan, dan bulan yang diistimewakan oleh Allah SWT, karena diturun-kan Kitab-Nya yang mulia Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW.

Al-Qur’an diturunkan pada salah satu malam di bulan Suci, yaitu lailah al-qadar yang keutamaannya melebihi seribu bulan.

Maka, pantaslah jika pada bulan yang mulia ini, Allah SWT mewajibkan ibadah tahunan berupa puasa sebulan penuh.

Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183 : “Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. Bulan Ramadan juga merupakan bulan yang selalu dinanti-nanti oleh seluruh umat manusia utamanya kaum muslimin di seluruh dunia.”.

Ada ungkapan, barang siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadan maka Allah SWT akan mengharamkan jasadnya masuk neraka, diriwayatkan dalam kitab Durrat An Nasihin.


*) Penulis adalah Ketua PWRI Kabupaten Blora, yang juga mantan Sekda Blora, dan pernah menjadi anggota DPRD Blora.

Di Era Digital, Radio Masih Memiliki Potensi untuk Menyampaikan Informasi

0

BOJONEGORO.-

Di era digital sekarang ini, Informasi Teknologi berkembang sangat pesat, hingga masyarakat dengan mudah mendapatkan informasi yang akurat.

Walaupun seperti itu, Radio masih memiliki potensi untuk menyampaikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Hal itu menjadi materi obrolan singkat dalam silaturahmi antara Pengurus Forum Radio Bojonegoro (FRB) bersama Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudho Purwanto di ruangan kerjanya, Jum’at (25/03/2022).

“Radio masih sangat bermanfaat bagi masyarakat dalam bidang informasi, apalagi bagi mereka yang jauh dari internet,” tutur pria yang asli putra daerah Bojonegoro ini.

Dirinyapun berharap, kedepan FRB dapat turut serta untuk mempublikasikan giat yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Dengan konsep kolaborasi antara Forkopimda di Bojonegoro setiap Rabu kami menggelar Cangkrukan Bareng, nah ketika sinyal internet tidak bisa dijangkau, Radio malah bisa ikut siaran langsung,” tambahnya.

Sementara itu salah satu pengurus FRB, Astitik Nirwati Agustina mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan dan dukungan dari Dandim terhadap media Radio dalam perannya membantu penyebaran informasi.

“Silahkan kalau ada informasi penting dan butuh cepat disiarkan, kabarkan ke kami dan diteruskan ke anggota FRB untuk disiarkan ke pendengar,” ucap perempuan yang juga pimpinan Radio Prima FM.

Seperti diketahui FRB terbentuk sejak 2016 dengan 10 anggota Radio. Anggotanya tersebar di Bojonegoro, dari Radio Pemkab, Swasta dan Komunitas. “FRB mempunyai program Kilas Berita Tiga yang diputar secara serentak setiap jam tiga sore,” tambah Iwan Siswoyo, pengurus FRB lainnya.

Dari tiga materi di antaranya Informasi yang bersumber dari laman Pemkab Bojonegoro, Polres, Kodim dan Edukasi serta informasi potensi di Kabupaten Bojonegoro. (*)