Beranda blog Halaman 216

Jelang Rakerda, PKS Blora Silaturahmi ke Sedulur Sikep Samin

0

BLORA.-

Menjelang Rapat Kerja Daerah (Rakerda), Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Blora, Rabu (16/03/2022) melakukan silaturahmi ke salah satu tokoh sedulur sikep di Dukuh Blimbing, Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

“Acara silaturahmi ke tokoh sikep Samin ini merupakan rangkaian dari rakerda. Kami belajar, ngobrol gayeng sambil ngopi ” kata Santoso Budi Susetyo, Ketua DPD PKS Blora.

Beserta rombongan, Budi sapaan akrab ketua DPD PKS Blora ini ditemui sesepuh sedulur sikep Samin yaitu Mbah Pramugi Prawiro Wijoyo.

“Selain belajar kearifan lokal, kami mengambil spirit perjuangan Samin Surosentiko melawan Belanda,” imbuh pria yang juga anggota DPRD Blora ini.

“Maturnuwun, PKS serombongan telah silaturahim kesini, kabeh iki tak anggep anak, tak anggep saudara (semua ini saya anggap anak, saya anggap saudara, Red), mudah-mudahan di dalam Rakerda yang akan dilaksanakan nanti, bisa merancang program-program yang dapat membentuk kerukunan dan kebaikan,” tutur Mbah Pram sesepuh Sikep dengan penuh kebijaksanaan.

Banyak masukan yang disampaikan oleh Mbah Pram. “Insyaallah, pesan ini terus kami pegang dan kami laksanakan sebaik mungkin,”. pungkasnya. (*)

Bupati Blora Hadiri Pelantikan Gema Keadilan

0

BLORA.-

Bertempat di kantor DPD PKS, pelantikan Ketua dan Pengurus Dewan Pengurus Daerah (DPD) Gema Keadilan periode 2022-2027, Minggu (13/03/2022), dihadiri Bupati Blora Arief Rohman.

Ketua DPD Gema Keadilan (GK) Kabupaten Blora terpilih Elfa Octa Eri Setiawan mengatakan, keberadaan pemuda memiliki arti sangat penting karena pemuda memegang peran dalam maju mundurnya sebuah bangsa.

“Gema Keadilan siap berkontribusi dalam membangun Blora,” katanya.

Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengharapkan pemuda bisa ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah, sesuai dengan visi misi yakni Sesarengan Mbangun Blora.

“Dengan diadakannya pelantikan tersebut semoga bisa Sesarengan Mbangun Blora dan menjadi pemicu untuk para pemuda agar dapat menumbuhkan rasa semangat untuk terus menjadi pemuda yang kreatif inovatif dan cerdas dalam mengembangkan potensi khususnya di kabupaten Blora ini,” katanya.

Pada kesempatan itu, Ketua DPW Gema Keadilan Jawa Tengah Agung Budi Margono mengatakan, Gema Keadilan merupakan organisasi kepemudaan yang membumi dan memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan potensi pemuda.

“Kita berharap Gema Keadilan menjadi organisasi yang membumi, berkembang, makin banyak kontribusinya, dengan fokus program yang pembentukan pemuda yang memiliki leadership, enteprenurship, sociopreneur dan influencer,” katanya. (*)

Program Aladin, Wujudkan Pembangunan Merata di Bojonegoro

0

BOJONEGORO.-

Sebelumnya tak pernah terbayangkan oleh Khasiati, warga Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, bahwa dirinya masuk dalam daftar prioritas penerima program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau Perbaikan Atap Lantai dan Dinding (Aladin) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro.

Kondisi Khasiati, bila turun hujan deras pada tengah malam ia terbangun. Dia bergegas mengambil ember, cawan, panci apapun yang ada di dapur untuk menampung bocor hujan dari atapnya yang sudah rapuh itu. Nenek berusia 67 tahun yang tinggal bersama seorang cucunya ini seperti sudah terbiasa, langsung bangun saat hujan tengah malam.

Rumah nenek ini nampak tidak layak huni. Atapnya banyak yang bocor, lantainya tanah, dengan dinding kayu tua seadanya. Ketika musim hujan bocor, saat musim kemarau berdebu. Lingkungan yang tidak kondusif untuk kesehatan.

Melihat kondisi warganya seperti ini, Pemerintah Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro tidak tinggal diam. Mereka mengusulkan agar rumah Khasiati masuk dalam program bedah rumah Pemerintah Kabupaten Bojonegoro.

Program tersebut merupakan salah satu bagian dari 17 Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro, DR Hj Anna Mu’awwanah dan Drs Budi Irawanto MPd.

ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) sebagai operator Lapangan Minyak Banyu Urip terus mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro dalam mewujudkan peningkatan taraf hidup masyarakatnya. Berbagai Program Pengembangan Masyarakat (PPM) digulirkan untuk bersama-sama mewujudkan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh semua masyarakat Kabupaten Bojonegoro dengan pembangunan yang merata. Satu di antaranya adalah mendukung upaya Pemkab Bojonegoro dalam penanganan kemiskinan ekstrem melalui Program Aladin untuk rumah tidak layak huni.

Untuk melaksanakan dukungan tersebut, EMCL berkoordinasi dengan Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro, pihak kecamatan dan desa terkait dengan identifikasi lokasi dan penerima manfaat. Khasiati adalah satu diantara 311 penerima manfaat program Aladin yang didukung oleh EMCL. Pada 2021 Pemkab Bojonegoro telah menuntaskan 3.372 rumah tidak layak huni menjadi rumah layak huni melalui program Aladin dengan anggaran bersumber dari APBD maupun partisipasi dari pihak lainnya, seperti kontribusi dari EMCL.

Bupati Bojonegoro, DR Hj Anna Mu’awwanah sebagaimana dirilis laman bojonegorokab.go.id, menyebutkan Program Aladin sangat bermanfaat dirasakan oleh masyarakat secara langsung. Selain untuk kesehatan, juga meningkatkan kapasitas ekonomi warga.

Sementara itu, External Affairs Manager, Ichwan Arifin menyampaikan Program Prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro untuk mewujudkan Rumah Layak Huni ini, sejalan dengan komitmen SKK Migas dan EMCL dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

“Komitmen kami untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasi Lapangan Minyak Banyu Urip sejalan dengan arahan Ibu Bupati,” ucap Ichwan.

Ichwan mengungkapkan, EMCL melaksanakan Program Pengembangan Masyarakat berpijak pada tiga pilar, yaitu pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Atas persetujuan SKK Migas selaku regulator industri hulu migas di Indonesia, EMCL mewujudkannya dalam beragam program. Termasuk program renovasi RTLH ini.

“Tahun 2021 kita laksanakan di 4 Kecamatan, yaitu Kecamatan Gayam, Kalitidu, Ngasem, dan Purwosari,” jelas Ichwan.

Selain mewujudkan Rumah Layak Huni, program ini juga berhasil menguatkan kembali budaya gotong royong. EMCL bermitra dengan lembaga nirlaba lokal mendampingi tim pelaksana (timlak) pembangunan desa. Timlak bergotong royong dengan masyarakat merealisasikan perbaikan rumah tersebut. Sebelum kegiatan dimulia, timlak mendapatkan pelatihan pengelolaan proyek oleh EMCL dan mitra pendamping program.

“Program ini sangat bermanfaat dan dalam pelaksanannya juga mendorong kerukunan dan keguyuban warga. Manfaatnya pun terasa oleh warga secara langsung,” ungkap Totok Haryanto, Kepala Desa Cengungklung.

Totok menyampaikan bahwa program Aladin yang didukung EMCL tahun 2021 lalu telah menuntaskan renovasi 15 rumah warga di desanya. Bagi dia, jumlah ini cukup ideal dengan kondisi warganya yang memerlukan bantuan. Sebagian rumah lainnya yang juga tidak layak huni telah diselesaikannya melalui program Desa Cengungklung dengan dana desa.

“Kami berterima kasih kepada Ibu Bupati Bojonegoro, Ibu DR Hj Anna Mu’awwanah beserta jajarannya dan juga kepada SKK Migas dan EMCL yang terus berkontribusi dalam membangun desa kami. Semoga kebermanfaatannya terus berlanjut,” pungkas Totok.

Program Aladin dan berbagai program infrastruktur yang sedang gencar dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bojonegoro membawa manfaat besar bagi masyarakat serta upaya mewujudkan pembangunan yang merata. (*)

Gubernur Aceh Usulkan Pocut Meurah Intan Jadi Pahlawan Nasional

0

BLORA.-

Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah MT menyampaikan usulan agar salah satu tokoh pejuang Aceh, Pocut Meurah Intan menjadi Pahlawa Nasional.

“Mudah-mudahan semangat kepahlawanan beliau dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia dan menggugah semangat kita semua dalam membangun negeri ini menjadi lebih baik lagi, apalagi jika beliau dapat diusulkan menjadi Pahlawan Nasional,” kata Gubernur Aceh saat dijamu makan malam oleh Bupati Blora, H Arief Rohman, S.IP, MSi beserta Unsur Forkopimda Blora, di Blora, Jawa Tengah, Rabu (16/03/2022).

Pada kesempatan itu, Gubernur Nova juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Jawa Tengah (Jateng) dan Kabupaten Blora, karena telah merawat dan menjaga makam Pocut Meurah Intan yang merupakan pahlawan perempuan asal Aceh.

“Dan Insyallah, tahun ini Pemerintah Aceh juga akan melakukan pemugaran terhadap makam Pocut Meurah Intan,” ujar Gubernur.

Nova menyebutkan, kunjungannya bersama rombongan ini dapat menjadi awal dari peningkatan hubungan kemitraan dan persahabatan antara pemerintah Aceh dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten Blora.

“Insya Allah, besok sebelum menuju ke kampus Akamigas, kami akan terlebih dahulu berziarah untuk mengunjungi makam salah seorang pahlawan perempuan asal Aceh yaitu Pocut Meurah Intan atau dikenal juga dengan nama Pocut Meurah Biheu,” kata Nova.
Ia menjelaskan, Pocut Meurah Intan merupakan sosok pejuang Aceh, salah seorang srikandi yang namanya masih begitu hidup di dalam dada masyarakat Aceh hingga saat ini, karena berkat kegigihannya perjuangan beliau mengusir penjajah dari Bumi Nusantara ini.
“Bersama suaminya, Tuanku Abdul Majid, Pocut Meurah Intan dikenal sebagai tokoh dari Kesultanan Aceh yang paling anti Belanda,” kisahnya.
Menurut catatan sejarah, kata Gubernur Nova, perjuangan Pocut Meurah terjadi di akhir abad 19 sampai awal abad 20. Pada 11 November 1902, beliau dikepung oleh serdadu khusus Belanda dari Korps Marchausse dan terdesak. Dengan dua tetakan luka di kepala, dua di bahu, sementara satu urat kening dan otot tumitnya putus, beliau terbaring di tanah penuh dengan darah dan lumpur.
“Namun beliau tetap tidak menyerah dengan rencong yang masih tergenggam kuat di tangannya. Semangat pantang menyerahnya ini ternyata sangat dikagumi Belanda, bahkan beliau diberi gelar Heldhafting atau yang gagah berani,” kata Nova.
Sehingga tambahnya, berdasarkan Surat Keputusan Pemerintah Hindia Belanda, pada 6 Mei 1905, beliau beserta putranya, Tuanku Budiman, dan seorang anggota keluarga kesultanan bernama Tuanku Ibrahim diasingkan ke Blora, Jawa Tengah. Di Blora pula, Pocut Meurah Intan berpulang ke rahmatullah pada 19 September 1937, dan dimakamkan di Desa Temurejo.
“Atas nama seluruh masyarakat Aceh, kami menghaturkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Blora, yang selama ini telah memberikan perhatian dalam merawat dan menjaga makam Pocut Meurah Intan,” ujarnya.
Sementara, Bupati Blora, H Arief Rohman mengatakan mendukung penuh usulan Gubernur Aceh untuk dijadikan Pocut Meurah Intan menjadi Pahlawan Nasional. Dengan begitu, hubungan antara dua daerah ini akan semakin kuat, dengan harapan semakin banyak pula saudara-saudara Aceh yang akan malakukan kunjungan ke Blora.
Pemerintah kabupaten Blora dan keluarga besar Aceh di Blora merasa bahagia atas kunjungan Gubernur Aceh di Kabupaten Blora.
Apalagi, hubungan Aceh dan Blora punya kekuatan tersendiri, karena salah satu tokoh pejuang perempuan Aceh, Pocut Meurah Intan dimakamkan di Blora. “Kalau di Sumedang ada Cut Nyak Dien, sementara di Blora Cut Meurah Intan,” kata Bupati.
Kedepan, Bupati bersama pemerintah Kabupaten Blora juga akan melakukan kunjungan balasan ke Aceh agar kedua daerah ini bisa bersinergi.
Pada kesempatan itu, Bupati Blora juga menyematkan Gubernur Aceh “Iket Samin”, suatu tanda sebagai Warga Kehormatan Blora.
Hadir dalam rombongan itu, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Ir Mahdinur M.M, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Aceh, Syaridin S.pd, M.Pd, Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA), Almuniza Kamal, SSTP, MSi, dan Direktur PT Pembangunan Aceh (PEMA), Zubir Sahim. (*)

Harga Cabai Melonjak, Petani di Blora Raih Untung Besar

0

BLORA.-

Hingga Senin (14/03/2022 harga cabai merah keriting di tingkat petani dalam beberapa minggu terakir melonjak naik, hal ini membuat petani cabai di Kabupaten Blora merasa senang dan bahagia karenabisa meraih untung besar akibat kenaikan harga tersebut.

“Sebelumnya, harga cabai keriting hanya berkisar Rp 13.000 per kilogram, tetapi kini naik menjadi Rp 35.000,” ujar Sri Wulandari, petani cabai di Blora.

Dengan Adanya kenaikan ini menurut Sri yang memiliki lahan sepertiga hektar itu, petani tentu merasa senang karena bisa meraih keuntungan berlipat.

Dengan adanya kenaikan tersebut, lanjut Sri yang mulai menanam cabai pada September 2021 itu mengaku sangat-sangat senang. (*)

Gubernur Aceh Dijadwalkan akan Kunjungi Blora

0

BLORA.-

Gubernur Aceh Nova Iriansyah, dalam waktu dekat akan dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Salah satu agendanya adalah mengunjungi tempat peristirahatan terakhir Pahlawan Potjut Meurah Intan yang ada di kompleks Makam Tegalsari.

“Iya, kemarin saya dapat kabar dari dewan penghubung Aceh yang ada di Jakarta melalui keponakan saya, bahwa Bapak Gubernur Aceh akan ke Blora,” ucap Mbah Jamil, salah satu ahli waris makam Tegalsari, kepada awak media, Senin (14/03/2022).

Ketika ditanya jadwal pastinya kedatangan orang nomor satu di Aceh tersebut mengunjungi Blora, menurut Mbah diperkirakan Minggu ini.

“Untuk jadwalnya diperkirakan Minggu ini, Mas. Ini juga masih menunggu kabar selanjutnya dari Pemkab Blora,” ungkapnya.

Di usianya yang sudah tidak muda lagi Mbah Jamil menceritakan kondisi Makam Tegalsari yang tidak terawat, meski beberapa waktu lalu sempat di kunjungi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

“Merasa sedih, Mas. Karena melihat makam- makam yang ada di pesarean Tegalsari, semakin terbengkalai. Tetapi, apa mau dikata, cuma keponakan yang selama ini merawat,” terangnya.

Lebih lanjut Mbah Jamil mengungkapkan, bahwa keberadaan kompleks pesarean Keluarga Ki Donomochammad terbengkalai atau kurang terawat dikarenakan minimnya perhatian.

“Kurang terawat, memang kenyataannya begitu. Disitu memang banyak pahlawan, antara lain Potjut Meurah Intan, M Abu Umar Imam Chourmain, Gatot Subroto, Syaikh Abdur Ro’uf, Raden Panji, Nyai Pangeran Tjitrosomo, dan lain sebagainya,” bebernya.

Mau mengadu kemana, sekarang mau minta bantuan kepada siapa. Ini makam keluarga, mau mengadu siapa? Seluruh leluhur kita sudah nggak ada semua. Dulu masih ada pejabat pasti terawat,” imbuhnya. (*)

Siswanto Dilantik Menjadi Wakil Ketua Umum DPN ADKASI Masa Bakti 2022-2026

0

BLORA.-

Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto resmi dilantik menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (DPN ADKASI) masa bakti 2022-2026.

Pelantikan DPN ADKASI yang berlangsung Senin (14/3/2022) di Gedung Nusantara V DPR RI ini dilaksanakan oleh Menteri Dalam Negeri yang diwakili oleh Sekretaris Menteri Dalam Negeri, Suhajar Diantoro. Sementara Rakernas ADKASI dibuka secara daring oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

Suhajar Diantoro dalam sambutannya mengungkapkan, pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan ADKASI Nomor 01/KPSTS/ADKASI/XII/2021 tentang Penetapan Struktur dan Komposisi Personalia Dewan Pengurus Nasional ADKASI masa bakti 2021-2026.

“Pelantikan itu juga mengacu pada hasil Musyawarah Nasional (Munas) V ADKASI, yang berlangsung pada akhir 2021,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, sebelumnya seluruh calon pengurus sempat melemparkan pertanyaan terkait kesediaan yang hadir, untuk menjadi pengurus DPN dan Komisariat Wilayah ADKASI.

“Bapak/Ibu bersedia untuk mengabdi kepada organisasi ADKASI serta melayani kepentingan anggota DPRD kabupaten seluruh Indonesia,” ucapnya, sebelum membacakan naskah pelantikan.

Pertanyaan tersebut langsung disambut gegap gempita dengan jawaban para calon pengurus ADKASI perihal kesediaannya dalam menjalankan berbagai tugas tersebut.

“Kami siap menjalankan tugas. Ini merupakan amanah,” ucap peserta calon pengurus ADKASI.

Selain melantik, Suhajar Diantoro juga membacakan arahan dari Mendagri yang meliputi sejumlah topik, seperti upaya penanganan Covid-19 oleh pemerintah, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), dan pentingnya penggunaan produk dalam negeri.

“Selamat kepada para pengurus ADKASI yang telah dilantik. Semoga para pengurus dapat diberikan kemudahan dalam mengemban amanah yang telah diterima,” katanya.

Sementara itu, Siswanto selaku satu-satunya pimpinan dewan di Blora yang resmi dilantik menjadi Wakil Ketua DPN ADKASI mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang dimandatkan itu.

Menurutnya, ADKASI sebagai wadah perjuangan DPRD kabupaten seluruh Indonesia dalam rangka penguatan fungsi pengawasan, pembentukan peraturan daerah dan anggaran.

“Kegiatan yang baik, karena regulasi kadang berubah. Maka kita harus paham dari para narasumber dan pembuat undang-undang. Blora semoga dapat dana bagi hasil migas mulai 2023. Minimal 300 M per tahun. Karena selama ini, Blora tidak dapat DBH Migas Blok Cepu. Padahal Blok Cepu ada di Bojonegoro, Blora dan Tuban,” ucapnya.

Perlu diketahui, pengurus yang dilantik, antara lain Ketua Umum Lukman Said (DPRD Pasangkayu, Sulawesi Barat), Sekjen Syamsu Rizal (DPRD Tebo, Jambi), Bendahara Umum Megawati Ambo (DPRD Morowali Utara, Sulawesi Tengah), dan Wakil Ketua Umum Siswanto (DPRD Blora).

Untuk kepengurusan Komisariat Wilayah ADKASI Jateng, Ketua Masan (DPRD Kudus), Sekretaris Dasum (DPRD Blora), dan Bendahara Tenny Yuliawaty (DPRD Purbalingga).

Wakil ketua Lusia Indah Artani (DPRD Grobogan), Hindun (DPRD Pekalongan), Endang Muryani (DPRD Karanganyar), Supangkat (DPRD Banyumas), Anurrochim (DPRD Kendal), Sumar Rosul (DPRD Pekalongan), Tatiek (DPRD Demak), Daniel (DPRD Temanggung), Rudi Indrayani (DPRD Tegal), Sugiyamto (DPRD Sragen), Purwati (DPRD Cilacap), dan Luhur (DPRD Purworejo). (*)

Pimpinan DPRD Bojonegoro Apresiasi Toga dan Tomas dalam Cangkrukan Kamtibmas di Desa Sukorejo

0

BOJONEGORO.-

Dalam rangka meningkatkan kondusivitas wilayah, Polres Bojonegoro, Rabu (6/03/22) menggelar cangkrukan kamtibmas bersama pemangku kepentingan setempat.

Acara yang dihelat di Pendopo Desa Sukorejo Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro hari itu dihadiri Kapolres Bojonegoro, Dandim 0813 Bojonegoro, Pimpinan DPRD, Camat Tambakrejo dan seluruh tokoh agama–serta tokoh masyarakat.

Bupati Bojonegoro, Dr.Hj Anna Muawanah pada hadir melalui Virtual Zoom. Pada kesempatan itu orang nomor satu di Bojonegoro tersebut menyampaikan pesan, agar seluruh lapisan masyarakat terlibat secara aktif dalam menjaga kondusifitas wilayah.

“Masyarakat lebih meningkatkan kebersamaan dan aktif melaporkan kondisi keamanan setempat kepada aparat penegak hukum jika melihat atau menemukan hal-hal yang mencurigakan,” ujar Bupati Anna.

“Tanpa peran masyarakat tidak mungkin kami dapat mewujudkannya,” tambah bupati perempuan pertama yang dikenal dengan Ibu Pembangunan tersebut.

Hal senada juga disampaikan pimpinan DPRD Bojonegoro yang diwakili oleh Hj. Mitroatin, S.Pd. Bahwasannya pembangunan infrastruktur yang sedang digalakkan tidak akan mencapai hasil optimal tanpa peran masyarakat, utamanya di bidang Kamtibmas,” ujar politisi perempuan asal Tambakrejo yang sarat pengalaman dam keempat kalinya menjadi wakil rakyat di DPRD Bojonegoro.

Sementara itu Kapolres Bojonegoro, AKBP Muhammad dalam sambutannya berpesan agar masyarakat aktif dalam menjaga Kamtibmas, dan jangan segan-segan melaporkan kejadian kepada polisi. Karena polisi ada untuk melayani dan mengayomi seluruh masyarakat.

“Seluruh jajaran Polres Bojonegoro siap melayani masyarakat 24 jam dan memudahkan pelaporan melalui aplikasi berbasis android di “Lapor Pak Kapolres”, tandasnya.

Kepala Desa Sukorejo Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Sukardi sebagai tuan rumah pada kegiatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas terlaksananya acara cangkrukan presisi tersebut.

Sukardi berharap kegiatan cangkrukan bisa memberikan wawasan serta manfaat yang berarti bagi laju pembanguna di desa yang dipimpinnya.

“Wilayah kami sangat kondusif dan tingkat peran serta masyarakat di bidang Kamtibmas sangat tinggi. Dengan demikian kami sangat terbantu,” ujar Kades yang dikenal murah senyum itu. (*)

Tindak Lanjut Implementasi SPBE, Bupati Sumedang Datang ke Bojonegoro

0

BOJONEGORO.-

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, Selasa (15/03/2022) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bojonegoro. Kunjungan kerja tersebut sebagai tindak-lanjut implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) antara Pemkab Bojonegoro dan Pemkab Sumedang.

Dalam kunjungan kerjanya, Dony Ahmad Munir mengatakan, atas nama Pemkab Sumedang ia mengucapkan silaturahim, terkhusus kepada Bupati Bojonegoro Dr,Hj Anna Mu’awanah dan seluruh pimpinan OPD yang ada di Kabupaten Bojonegoro.

Pihaknya berharap, kegiatan yang sedang berlangsung bisa menjadi amal ibadah dan meningkatkan ikatan ukhuwah dan tali persaudaraan antara Kabupaten Sumedang dengan Kabupaten Bojonegoro.

“Luar biasa, saya bersyukur dan berbahagia hadir di sini karena telah mendapat sambutan hangat dari bupati Bojonegoro. Kegiatan ini dalam rangka kolaborasi kerja sama. Kita akan berbagi informasi, pengetahuan, dan pengalaman,” pungkasnya.

Menurut Bupati Dony, kepemimpinan Bupati Anna sungguh luar biasa. Sebab memiliki komitmen sangat kuat untuk memajukan Kabupaten Bojonegoro.

“Dengan berbagai prestasi yang telah diraih, serta ikhtiar mengupayakan peningkatan dan perubahan untuk Kabupaten Bojonegoro lebih baik. Terlebih dengan PAD yang sangat besar membutuhkan perjuangan yang keras dan jaringan yang kuat,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mengucapkan selamat datang kepada Bupati Sumedang atas kedatangannya di Kabupaten Bojonegoro.

“Waktu kedatangan kami ke Sumedang, kami juga melihat, melirik sambil melihat diferensiasi yang ada di Sumedang, yaitu pada integrasi sistem SPBE-nya,” pungkas Bupati Anna.

Bupati Anna berharap, kedepanya kerjasama terjalin lebih baik dan beliau Bupati Sumedang betah berada di Kabupaten Bojonegoro dengan segala macam capaiannya yang bisa dirasakan bersama. (*)

Bambang Sulistya: Esuk Dele Sore Tempe

0

BLORA.-

Karena mengandung protein lengkap, kedelai yang memiliki predikat keren sebagai Gold from Soil sedang menjadi bahan perbincangan hangat di masyarakat, baik oleh para konsumen, pemangku kepentingan maupun para pengusaha tahu dan tempe.

“Harga kedelai di pasar domestik melambung tinggi seiring dengan harga kedelai di pasar global juga melonjak,” kata Bambang Sulistya pemerhati sosial Blora yang juga mantan Sekda dan Kadinas Pertanian Blora, Jumat (11/03/2022).

Apalagi ditambah muncul adanya perang Rusia dengan Ukrania semakin lengkap gojang ganjing harga kedelai di pasaran.

Belum ditambah fakta yang ada kebutuhan kedelai dalam Negeri sangat tergantung kedelai impor. Per tahun Indonesia mengimpor lebih dari 2 juta ton kedelai.

“Dari jumlah itu sekitar 80 persennya digunakan untuk bahan baku tahu dan tempe,” ujarnya.

Hal itu dengan kepopuleran tahu dan tempe sebagai salah satu menu makan istimewa bagi Bangsa Indonesia.

Terutama tempe memiliki keunggulan kaya akan nutrisi yang mengandung vitamin, protein, karbohidratat dan mineral penting bagi kesehatan tubuh.

Bahkan tempe juga memiliki berbagai manfaat di antaranya, cocok untuk diet karena rendah kalori,mencegah penyakit diabetes, kanker dan jantung, menjaga kesehatan pencernaan, menurunkan kolesterol dan berperan untuk penyembuhan luka.

“Melihat kenyataan tersebut sangat ironis di negeri agraris kalau bahan baku kedelai harus dipasok dari negara lain,” ungkapnya.

Konsumsi kedelai rakyat berdasarkan catatan dari BPS dari tahun ke tahun selalu meningkat. Pada tahun 2010 sudah mencapai kisaran 8,53 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2020 konsumsi kedelai bisa lebih dari 10 kg/kapita/tahun.

Jumlah konsumsi yang terus meningkat di tengah produksi kedelai nasional yang terus menurun akhirnya untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri langkah yang paling cepat dan gampang adalah pemerintah harus mengimpor.

Harga kedelai yang melonjak memang memunculkan masalah yang sangat berarti di negeri yang kita cintai ini.

Melonjaknya harga kedelai tersebut ada yang mengkaitkan dengan situasi pandemi saat ini dengan munculnya berbagai kebijakan yang menimbulkan keresahaan, kepanikan, ketakutan dan gejolak di masyarakat.

Karena ada ungkapan “Esuk Dele Sore Tempe (pagi dele sore berubah jadi tempe)”. Pitutur ini sebuah ungkapan yang dimaksudkan sebagau sindiran terhadap sikap inkonsistensi atau plin-plan atau mencla-mencle terhadap suatu ucapan,pendirian atau kebijakan.

“Mengapa ungkapan itu diketengahkan para sesepuh atau leluhur kita dulu. Karena sikap ucapan, perbuatan atau kebijakan yang dilakukan oleh pejabat akan memberi implikasi pada orang banyak,” ujar Bambang Sulistya.

Demikian pula naiknya harga kedelai akan berdampak pada pelaku usaha yang bersandar pada bahan baku kedelai. Mulai dari produsen tahu tempe dan usaha mikro dan kecil seperti pembuat jajanan.

“Hasil monitor saya di lapangan ada para produsen tahu dan tempe dalam mensikapi supaya tak menimbulkan gejolak hanya merubah volume tahu atau tempe dengan ukuran yang lebih kecil tapi harga penjualan tidak dinaikan, namun bagi penjual gorengan tahu tempe terpaksa harga dinaikan karena ada gejolak harga minyak goreng di lapangan,” ungkap Bambang Sulistya. (*).