Beranda blog Halaman 203

Budayawan dan Pengamat Kebijakan Pesimis Peran Pengawasan Dewan

0

BOJONEGORO –

Dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar ke dua setelah Surabaya Kota, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah barang tentu memilih pembangunan infrastruktur sebagai skala prioritasnya. Proyek-proyek besar di Bojonegoro banyak dikerjakan oleh Kontraktor dari luar Bojonegoro, seperti tahun 2022 ini. Dua diantara proyek besar yang nilai pagunya di atas 80 Miliar tendernya dimenangkan oleh kontraktor dari luar Bojonegoro, yakni pekerjaan pelebaran jalan nasional yang dimenangkan pekerjaanya oleh PT. Surya Mataram Sakti dari Magelang Jawa Tengah dengan nilai kontrak sebesar Rp. 82,9 miliar. Berikutnya pekerjaan pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dengan nilai kontrak sebesar Rp. 77,8 miliar, dikerjakan oleh PT. Tiara Multi Teknik dari Surabaya Jawa Timur.

Menyoal itu, anggota DPRD yang juga Ketua DPD PAN Bojonegoro Lasuri angkat bicara, dia meminta kepada kontraktor yang melaksanakan pekerjaan besar di Bojonegoro agar benar-benar bisa memaksimalkan penggunaan konten lokal baik tenaga kerja maupun materialnya. Agar perputaran uang dari semua proyek itu berada di Kabupaten Bojonegoro.” Kata Politisi dari Kecamatan Baureno ini dengan mimik serius.

” Hal itu tidak lepas dari regulasi yang ada, yaitu Peraturan Daerah (Perda) konten lokal dan belum dicabut, maka sudah selayaknya Perda Konten Lokal ini dipakai sebagai acuan dalam pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan yang ada di Kabupaten Bojonegoro.” Perda Konten Lokal belum dicabut lho, kata Lasuri sambil menyeruput secangkir kopi yang ada didepannya. Menurut Lasuri jika rekanan dari luar Bojonegoro menggunakan tenaga kerja lokal Bojonegoro maka bisa mengurangi pengangguran dan dengan ada pekerjaan secara otomatis pendapatan masyarakat bertambah.

“ Dengan demikian tentu bisa meningkatkan dan menumbuhkan perekonomian di Kabupaten Bojonegoro”, tegas pria yang selalu terlihat menggunakan batik ketika menghadiri rapat-rapat di gedung dewan itu dengan sedikit tersenyum.

Lain halnya yang disampaikan Haryono, seorang pengamat kebijakan yang selama ini malang melintang di dunia ormas dan pergerakan, “Saya tidak melihat keseriusan pada para wakil rakyat itu, wong mereka paham regulasi, wong mereka yang pegang palu untuk melahirkan produk perda, lha kok sekarang hanya meminta agar kontraktor pemenang tender dari luar libatkan konten lokal, sedih saya dengarnya, “kata pria berkumis yang juga menjadi pimpinan sebuah yayasan khusus memberikan advokasi pada masyarakat ini dengan mimik wajahnya yang kelihatan marah.

” Yang fair dong, jangan hanya mencari panggung untuk sebuah pencitraan. Gunakan fungsi pengawasan anda para wakil rakyat yang terhormat, turun ke lapangan, jangan hanya duduk dalam gedung ber AC,” ungkap Kang Har, biasa dia dipanggil.

Senada dengan Haryono, Budayawan dan pelaku seni Bojonegoro, Kuzaini berikan pendapatnya. “Namanya saja sudah wakil rakyat, ya kalau melihat ada rakyatnya nganggur, carikan pekerjaan, kalau ada rakyatnya yang lapar, yang kasih makan. Sederhananya kan seperti itu, “urai Kuzaini sambil menghisap kretek yang ada dijarinya. Lanjut Kuzaini, “Soal caranya bagaimana, mereka menjadi wakil rakyat sudah pada tahu kok, cuman memang terkadang mereka masih suka bersandiwara, pura-pura tidak tahu apa-apa,” Pungkasnya. (*)

PPDI Randublatung Gelar Musyawarah Tingkat Kecamatan

0

Blora Diva.

Bertempat di Gedung Sasono Rinenggo Keluarahan Randublatung, Kecamatan Randublatung Kabupate Blora, Sabtu (22/05/2022) dilaksanakan musyawarah Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kecamatan Randublatung.

Hadir dalam acara dimulai pukul 10.30 itu diantaranya Ketua PPDI Blora Cacuk, PMD Blora Dwi Edy Setiyawan S.STP.MM, Camat Randublatung Sutarso S.Sos. MSi, Danramil Randublatung Kapten CHD Sudiyono, Kapolsek Randublatung diwakili oleh Aipda Eko Siswanto, Kades dan perangkat desa se-Kecamatan Randublatung.

Kasi PMD Blora Dwi Edy Setiyawan S.STP. MM dalam sambutanya mengatakan, dibuatnya PPDI ini agar Perades bisa menjadi pelayan masyarakan yang baik, handal dan profesional. Artinya, Perades harus melayani dengan sopan dan santun.

“Yang tidak kalah pentingnya lagi, agar daftar hadir bisa ditertibkan lagi. Karena absensi bisa untuk tolok ukur kedisiplinan bagi perangkat itu sendiri,” kata Dwi.

Pada kesempatan yang sama Sutarso S.Sos. MSi. selaku Camat Randblatung memberi arahan/wejangan kepada semua anggota PPDI yang hadir. “Mari kita bekerja dengan semangat sesuai tupoksi masing-masing, dan selalu minta petunjuk kepada atasan langsung yaitu kepala desanya masing-masing. Karena tugas kalian tidak semakin ringan, maka kalian dituntut selalu berdisiplin,” arahannya.

Diakiri sambutan Kapolsek AKP Les Pujianto yang diwakili oleh Aipda Eko Siswanto yang memberikan himbauan kepada masyarakat wilayah Kecamatan Randublatung agar selalu berhati hati dan waspada. Karena akir-akir ini telah terjadi banyak tamu tak undang dengan membobol rumah kosong di siang hari, hingga saat ini pelakunya belum terungkap.

“Maka kami mohon kepada seluruh masyarakat agar jangan mengosongkan rumah. Kalaupun ditinggal kerja harus dikunci pintu maupun pagarnya, dan kami mohon doanya semoga pelaku segera tertangkap,” imbuhnya.

Di sela-sela itu Kadus Kutukan Suroto selaku ketua panitia sekaligus ketua PPDI terpilih saat ditemui awak media menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pejabat dan tamu undangan yang hadir diacara Muscam PPDI ini.

“Kami bersama teman-teman Perades siap melayani masyarakat di desa masing-masing, tetap menjaga kekompakan dangan sesama perangkat. Tak lupa memohon kepada Pemkab agar secepatnya mencairkan Siltap untuk teman-teman yang baru,” ucapnya sambil tersenyum. (*).

Paguyuban Kusuma Handrawina Keraton Surakarta Hadiningrat Melaksanakan Doa dan Jumemenengan di Randublatung, Blora

0

BLORA.-

Usai prosesi adat Jumenengan, Jumat Legi (20/05/2022), KRAT Priyohadinagoro selaku Abdi Dalem segera memulai sejumlah kegiatan. Diawali dengan ziarah ke makam Eyang R. Honggososro di Randublatung, tepatnya di Jl Onggososro RT. 05/02 Kelurahan Randublatung Kabupaten Blora.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya utusan Keraton Surakarta Hadiningrat selaku pangarsa Paguyuban Keraton Kartasura Hadiningrat Eilayah Semarang, KRRA Suharyawandira, KRAT. Priyohadinagoro, KRT Lilik.S Wursitanagoro, RT Dwi W Nagoro, Kiyai Siswanto dan beberapa Abdi dalem yang lain.

Pada pukul 16.30 Wib, kegiatan diawali dengan mendoakan seorang tokoh bernama Eyang R. Onggsosro yang dipimpin oleh Kiyai Siswanto dari Dukuh Sambong Wulung. Dilanjutkan Jumenengan yang pimpin oleh utusun Keraton Kartasura Hadiningrat KRRA Suharyowandiro.

Dalam Jumenengan KRRA Suharyowandiro mengatakan,”Kita mendoakan Arwah Eyang R. Onggososro ini agar di alam langgeng sana semoga selalu mendapatkan kedamaian dan ketetraman di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala juga bisa merambah ke Bumi Nusantara,” ujarnya.

Pada kesempatan itu KRAT Priyohadinagoro selaku Abdi Dalem yang ada di Randublatung, kepada wartawan korandiva.co menyampaikan, bahwa dia dan teman teman Abdi Dalem lainya dalam kegiatan ini tidak lain bertujuan melestarikan budaya lokal serta nguri- uri sekaligus mengangkat keberadaan pesarehan seorang tokoh dan sesepuh di Randublatung menjadi situs wisata religi, Insyaallah,” katanya (*).

Terima Kunjungan BEM, Bupati Bojonegoro Berikan Ruang Dialog Berkelanjutan

0

BOJONEGORO –

Guna mensinergikan seluruh elemen, Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menggelar pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan sejumlah organisasi mahasiswa di Bojonegoro Jumat malam (20/5). Pertemuan yang berlangsung di rumah dinas bupati itu berlangsung dengan penuh keakraban dan kehangatan. Para mahasiswa bisa berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung pada bupati. Bupati Anna Mu’awannah mengatakan mahasiswa merupakan salah satu Agent of Change atau agen pembawa perubahan dan penggerak perubahan dalam masyarakat. Maka peran mereka sangatlah penting dalam hal mengontrol tugas dan fungsi pemerintah.

“Dalam hal 17 program Pemerintah Kabupaten yang berkelanjutan juga diperlukan fungsi kontrol dari Mahasiswa. Termasuk menjawab tantangan dan kondisi Bojonegoro saat ini,” ujar Bupati Anna. Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bojonegoro Hery Siswanto mengatakan, “Pertemuan elemen mahasiswa dengan bupati menjadi ajang komunikasi antara mahasiswa dan bupati. Sehingga, para mahasiswa memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasinya. Utamanya yang terkait dengan perkembangan pembangunan di Bojonegoro. Karena dengan kemampuan keuangan daerah yang saat ini boleh dikatakan melimpah, jika tidak dibarengi dengan mekanisme kontrol yang baik maka kepercayaan masyarakat akan rendah terhadap jalanya pemerintahan.

“Kesempatan itu kami gunakan untuk berkomunikasi langsung dengan bupati. Terutama menanyakan program-program yang sudah dijalankan,’’ ujarnya.
Sudah lama kami ingin menciptakan forum ini, maka dari itu kegiatan ini adalah yang pertama kali digelar. Dia berharap, pertemuan antara elemen mahasiswa dengan Bupati bisa dilaksanakan secara berkelanjutan. “Kesempatan itu digunakan para mahasiswa untuk berdialog dengan bupati tentang berbagai perkembangan Bojonegoro,’’ ungkap Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bojonegoro Irvan Fathoni.
‘’Kami tanya jawab dengan bupati terkait dengan program-program yang dilaksanakan pemkab,’’ ungkap Ketua Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bojonegoro Arif Rahman Hakim.

Dikonfirmasi terpisah, Kuzaini seorang budayawan dan juga pengamat sosial menyampaikan,”Pertemuan adik-adik mahasiswa itu baik adanya jika dilihat dari kerangka merajut silaturahmi, tetapi hal itu jangan sampai mengurangi dan mengendorkan sikap kritis mereka terhadap jalannya pembangunan dan pembuatan kebijakan, “tuturnya. (*)

DPRD: Pembentukan TP2D Itu Hak Prerogatif Bupati

0

YAYUN Jembar, warga Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora juga mengomentari keberadaan Stafsus dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah yang menurutnya, pembentukannya sudah melalui proses kajian. Karena sudah menggunakan anggaran dari APBD, maka otomatis juga sudah dapat persetujuan DPRD.

“Selaku masyarakat saya mempertanyakan munculnya Stafsus dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah di Kabupaten Blora. Terus ada ndak di kabupaten lain, khususnya di Provinsi Jawa Tengah yang ada Stafsus dan TP2D-nya?” tukasnya.

Yayun juga menambahkan, 2 tahun yang lalu Staf Khusus Gubernur Jawa Tengah sudah dibubarkan. “Kalau di Blora Stafsus dan TP2D tidak dibubarkan, berarti itu kebijakan sak penake dewe (se-enaknya sendiri, Red),” ucapnya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Blora Supardi menyampaikan, jika masyarakat ingin TP2D dibubarkan, wacana tersebut baiknya agar ditampung terlebih dahulu, agar tidak menjadi polemik lagi nantinya.

Menyoal pembentukan dan kinerja TP2D, ia menyampaikan bahwa hal tersebut adalah hak prerogatif Bupati.

“DPRD adalah wakil rakyat dan semua permasalahan di rakyat kita terima, cuma pada posisi ini lebih khusus TP2D itu hak prerogatif bupati. Mestinya TP2D konsultasinya dengan Bupati, kalau Bupati ini merasa perlu mengapa kita recoki,” tambahnya.

Ditanya lebih dalam soal perlu tidaknya keberadaan TP2D, Supardi kembali menyampaikan bahwa hal tersebut adalah sepenuhnya hak bupati, dan ia tidak ingin menimbulkan ketersinggungan.

“Intinya kita kembali pada poksi kita, kalau memang TP2D dirasa perlu oleh Bupati itu sah-sah saja,” tutupnya. (*)

Sukisman: TP2D Blora Sebaiknya Dibubarkan

0

BLORA.-

Ketua LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) Kabupaten Blora, Sukisman menyebutkan, keberadaan TP2D dinilai tidak memiliki proges yang jelas dan dikhawatirkan dapat menjadi sumber pembengkakan anggaran daerah.

“Saya dari awal tidak setuju, karena Pemkab Blora sudah punya dinas teknis yang mumpuni. Bappeda tempatnya orang ahli-ahli. DPU juga, Staf ahli Dinkes, Staf ahli Dinas dan sebagainya sudah punya yang memadai.” ujarnya, Kamis (19/5) lalu.

Menurut dia, keberadaan TP2D di Kabupaten Blora dirasa belum dibutuhkan. Hal itu lantaran kalau melihat Kabupaten lain seperti Pati dan Rembang juga tidak mengakat TP2D.

“Apalagi kalau melihat Kabupaten tetangga seperti Rembang, Pati juga tidak mengangkat TP2D. Kalau dilihat dari progres juga belum kelihatan.” lanjut Sukisman.

Tak hanya itu, dengan keberadaan TP2D diduga melebihi kewenangan (abuse of power). Terbukti dengan ditenggarainya ada keterlibatan anggota tim TP2D dalam proses pelaksanaan pengisian perangkat Desa.

“Terbukti adanya keterlibatan anggota tim dalam Perades, Bambang AW disebut sebagai Koordinator oleh pihak ke 3 / kampus yang akan ditawari kerjasama tes CAT.” pungkasnya.

Perlu diketahui, setelah kritik yang diloktarkan sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Blora mengenai keberadaan dan kinerja TP2D dikabarkan, pentolan TP2D memilih bungkam tanpa memberikan sedikit keterangan atau tanggapan apapun. (*)

TP2D Jadi Isu Liar di Kalangan Masyarakat Blora, Bupati: Saya Butuh Tim untuk Memberi Masukan

0

BLORA.-

Keberadaan Tim Percepatan Pembangunan Dae rah (TP2D) di Kabupaten Blora dinilai sejumlah to-koh masyarakat tidak efektif, dan terkesan ada intrik politik balas budi pasca Pilkada.

Hal itu menyeruak se-telah Seno Margo, mantan politisi PKS yang pernah duduk di kursi Legislatif DPRD Kabupaten Blora mengatakan, bahwa dalam tubuh TP2D atau yang biasa disebut tim 11 diisi oleh 5 orang dari politikus diantaranya:

SUTAAT, tempat tinggal: Jetis, Kecamatan Blora. Latar belakang: Guru SMP PGRI 1 Blora, Kepala MA Khozinatul Ulum Blora, Anggota DPRD Kabupaten Blora (2004 – 2009), Dosen STAI Khozinatul Ulum Blora Tahun 2009, Guru MA Khozinatul Ulum Blora.


CHADZIQ ISNINANTO, tempat tinggal: Jetis, Kecamatan Blora. Latar belakang: Kabid Kaderisasi DPD PKS Blora Th. 2004, Anggota DPRD Blora Fraksi PKS (2014-2019), Ketua DPD PKS Blora (2007-2015), Koordinator PKS Dapil 3 Jawa Tengah.


BAMBANG WIJANARKO, tempat tinggal: Kunduran, Blora. Latar belakang: Wiraswasta / Pedagang, Anggota DPRD Kab. Blora (2004-2009), Ketua Majelis Dikdasmen PCM Kunduran, Ketua Komite SMP Negeri 1 Kunduran.


BAMBANG ANTO WIBOWO, tempat tinggal: Kel. Tambahrejo, Kec. Blora. Latar belakang: Ketua DPD Partai Perindo Kab. Blora, Wakil Ketua Yayasan Kartika Bangsa Yogyakarta, Wakil Ketua Yayasan Kartika Bangsa Yogyakarta (STISIP KARTIKA BANGSA Yogyakarta).


JOKO SUPRATNO, tempat tinggal:

Desa Adirejo, Kec. Tunjungan. Latar belakang: Sekretaris DPC PDI-P (1999-2004), Anggota DPRD Blora Fraksi PDI-P (1999-2009), Sekretaris DPD Partai Nasdem (2010-2020), Anggota DPRD Blora Fraksi Partai Nasdem (2017-2019).

Sementara 6 orang dari Tim Sukses Bupati Arief Rohman, diantaranya:

MUH. YUNUS BAKHTIAR R., tempat tinggal: Sonorejo, Blora. Latar belakang: Direktur LPAW Blora, Staf Pengajar STAI Khozinatul Ulum Blora, Sekretaris PCNU Blora, Anggota DRD (Dewan Riset Daerah) Kab. Blora, Tim Perumus RPJMD Kab. Blora Th. 2021-2026.


JOKO HANDOYO, tempat tinggal: Perum Cepu Asri, Sambong. Latar belakang: Kepala Laboratorium Komputer & Bahasa STTR Cepu 2006 s/d 2007, Tim Inovasi Desa Kabupaten Blora 2019, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STTR Cepu 2013 s/d 2019.


DIYAN RIBUT MASRIYANIK, tempat tinggal: Ds. Galuk, Kec. Kedungtuban. Latar belakang: Ketua Kader Pembangunan Masyarakat Desa (KPMD) Desa Galuk, Kader Pembangunan Manusia (KPM) Desa Galuk, Ketua PPS Desa Galuk Kecamatan Kedungtuban.


DALHAR MUHAMMADDUN, tempat tinggal: Dk. Ngampon Kel. Beran, Blora. Latar belakang: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia-Yogyakarta, Gerakan Pemuda Ansor Cabang Blora, Lembaga Seni dan Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi PCNU Cabang Blora)


EKO ARIFIANTO, tempat tinggal:
Mlangsen, Kec. Blora. Latar belakang: Sekretaris Lembaga Kajian Budaya dan Lingkungan Pasang Surut, Koordinator Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), Koordinator JM-PPK (Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng) Blora


URIP DARYANTO, tempat tinggal: Perumnas Blora. Latar belakang: Editor Penerbit CV Aneka Ilmu-Semarang, Guru STM Purworejo, Wartawan Harian Bernas Yogyakarta, Wartawan Suara Merdeka.


Polemik di masayarakat itu akhirnya memancing Bupati Blora Arief Rohman angkat bicara mengenai persoalan TP2D alias Tim 11 yang diharapkan ide-idenya bisa membantu ikhtiar mewujudkan janji-janji atau visi misi pasangan Arief-Etik sewaktu kampanye.

“Ide pembentukan Tim TP2D karena saya ini harus mewujudkan janji-janji atau visi misi kampanye saya. Untuk mewujudkan hal tersebut tentunya saya membutuhkan tim yang membantu saya untuk memberikan masukan-masukan terkait pembangunan yang ada di Blora ini,” ucap Arief Rohman.

Menurut Arief, TP2D Blora ditugaskan untuk mencari persoalan-persoalan ketika ada program yang dirasa berhenti.

Arief juga menjelaskan, bahwa tim TP2D dalam geraknya selalu mem berikan masukan kepada bupati, seperti dicontohkan prihal kemiskinan.

“Yang mana tim ini saya tugasi untuk memonitoring, menentukan program-progran yang sudah kita programkan ketika ada sesuatu kemandekan atau perlu kolaborasi agar ada percepatan.

“Tim ini saya tugaskan untuk turun, untuk mencari tau persoalan-persoalan yang mandek (berhenti) kenapa. Contohnya dalam hal kemiskinan,” lanjutnya.

“Tim ini bekerja untuk mengumpulkan FGD dengan OPD terkait. Ke BPS, terjun ke lapangan dan sebagainya untuk memberikan masukan, kira-kira kemiskinan Blora seperti ini,” jelasnya.

Arief Rohman juga menjelaskan bagaimana sistem gaji yang diberikan pada tim TP2D.

“Dan kalau berbicara soal gaji untuk tim TP2D, gajinya tidak bulanan tapi berdasarkan honor saja,” ungkapnya. (*)

Reses Masa Sidang ll 2022, Mitroatin : Dorong UMKM Go Digital Go Global

0

BOJONEGORO –
Reses masa sidang ll ini dimanfaatkan betul oleh para anggota dewan untuk menggali lebih jauh potensi masyarakat dalam menggerakkan ekonomi paska pandemi. Tak terkecuali yang dilakukan Hj.Mitro’atin, S.PD. MM pada 18/5/2022 Di Desa Tanjung Kecamatan Tambakrejo Kabupaten Bojonegoro.

Mitro’atin mengatakan,” UMKM harus menjadi perioritas untuk terus ditumbuh kembangkan, karena terbukti merekalah yang telah memberikan kontribusi nyata pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga. Mereka tahan banting mas, begitu yang disampaikan wakil rakyat perempuan yang sudah untuk ke empat kalinya duduk di kursi parlemen itu saat menemui korandiva.co

Lebih lanjut, perempuan paruh baya yang masih terlihat cantik itu mengatakan, “Gunakan kesempatan ini untuk memberikan masukan pada saya, kritikan kepada saya, dalam hal pembangunan ekonomi khususnya, karena bagi saya, ketika ekonomi bergerak berarti daya beli masyarakat meningkat, dan salah satu yang menjadi garda terdepan ya adakah para pelaku UMKM kita ini, disambut tepuk tangan meriah seluruh undangan yang hadir hari itu. UMKM kita harus Go Digital, Go Global dan Go lnternasional, “begitu tambahnya.

“Dimana Pemerintah menggelontorkan anggaran pasca pandemi, utamanya memang untuk mengakselerasikan kebangkitan ekonomi melalui stimulan kepada para pelaku UMKM. Keberpihakan pemerintah itulah yang harus kita jawab dengan kerja keras dan kerja cerdas, dukung terus UMKM kita, karena mereka sudah membuktikan mampu terus eksis ditengah pandemi, mampu menyerap ribuan tenaga kerja, mampu melewati jurang resesi saat pandemi kemarin, “kata perempuan yang juga menggemari tarik suara itu dengan semangatnya.

“Harapan Kami para UMKM yang ada di Bojonegoro ini bisa menghasilkan produk produk yang bisa bersaing secara Internasional dan menguasai pasar dengan pemasaran secara digital, lnsya Allah nanti bulan Juni 2022 akan mengadakan kegiatan khusus untuk mengumpulkan UMKM dan kita akan mendatangkan narasumber yang siap untuk mendampingi dalam hal pembelajaran maupun untuk pemasaran produk secara internasionalnya.”Ucapnya.

“Saya akan dorong agar UMKM menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Dan akan menjadi bagian terdepan untuk mendongkrak ekonomi masyarakat, setelah masa pandemi Covid _19. Seperti halnya yang dilakukan oleh kami Fraksi Golkar fokus dan intens dalam membangun ekonomi di sektor UMKM dan sektor pertanian melalui dukungan sarana dan prasarana penunjang produksi, fasilitasi, dengan menguatkan kapasitas, prioritas, Serta promosi hasil produksinya. Reses yang di Hadiri oleh tokoh masyarakat setempat, Forkopimcam, juga Sekretariat DPRD Kabupaten Bojonegoro. Tak lupa Mitrotin Juga meminta pada para undangan reses untuk menyampaikan usulannya terkait pelaksanaan pembangunan maupun permasalahan umum lainnya, silahkan disampaikan secara tertulis, atau langsung ke WhatsApp saya, katanya sambil menutup seluruh rangkaian acara. (*)

Serahkan Bantuan Bibit Tembakau, Bupati Optimis Hasil Panen Meningkat

0

BIJONEGORO –
Sudah dari dulu Kabupaten Bojonegoro dikenal sebagai daerah penghasil tembakau virginia kualitas terbaik di Indonesia, juga telah lama di kenal sebagai tembakau terbaik di dunia. Hijaunya daun tembakau virginia dapat di lihat di antara bulan Mei hingga Oktober. Keunggulan tembakau virginia yakni dari warna rajangan cerah, rendemen yang tinggi, dan aroma cita rasa yang begitu khas.

Pagi yang berselimutkan kabut menyambut kehadiran Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah bersama sekelompok petani di area pembibitan pematang sawah Desa Drokilo, Kecamatan Kedungadem, Sabtu, ( 21/5/2022 ).
Di awal musim tanam ini, Bupati menyerahkan sejumlah bibit tanaman tembakau jenis virginia kepada perwakilan kelompok tani yang terdiri dari Kecamatan Kedungadem, Sugihwaras, Kepohbaru, dan Temayang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Helmi Elisabeth melaporkan, penyerahan bantuan bibit tembakau virginia kepada para petani tembakau ini merupakan bentuk perhatian Pemkab Bojonegoro untuk meringankan beban petani dalam memperoleh bibit tembakau khususnya jenis virginia. Luasan area lahan tanaman tembakau di Bojonegoro menurut Helmi kurang lebih seluas 11.000 hektare dengan jenis tembakau terbanyak yaitu virginia seperti yang terdapat di Kecamatan Kedungadem. Selain jenis virginia, ada juga jenis tembakau jawa yang banyak di tanam petani di wilayah Kecamatan Temayang.

Di area pembibitan tembakau virginia Desa Drokilo yang di kembangkan oleh Hamid tersebut ada sejumlah 618 bedengan dan sebagian kecil ada juga tembakau jenis jawa. Dari jumlah volume benih tembakau yang di tanam seberat 2,5 kg bibit yang bisa mencakup area 750 hektare dapat di manfaatkan lebih dari 1000 petani, sehingga untuk distribusi akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan umur bibit tembakau.

“Program ini tentunya sangat baik karena Kabupaten Bojonegoro di kenal sebagai penghasil tembakau,” bebernya.
Bupati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Hamid yang telah menginisiasi dan telah membantu Pemerintah Kabupaten Bojonegoro atas pembibitan tembakau jenis jawa maupun virginia yang nantinya di perbantukan kepada para petani di Bojonegoro.

Program pembibitan dan penyerahan bantuan bibit tembakau ini sudah yang kedua kalinya, di tahun 2021 kemarin Pemerintah Kabupaten Bojonegoro juga telah menyalurkan bibit tembakau jenis jawa kepada petani di Kecamatan Temayang, dan alhamdulillah menuai hasil yang memuaskan. Pemerinta Kabupaten Bojonegoro akan selalu memberikan yang terbaik kepada para petani.
“Jangan mudah menyerah, terus berusaha, dan jangan lupa selalu bersyukur “pungkas Anna Mu’awanah. (*)

Bambang Sulistya: PMK, Spirit Menggapai Kehidupan yang Lebih Baik

0

PADA acara halal bihalal PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Selasa (17/5) lalu, Ketua PWRI Kabupaten Blora Bambang Sulistya sempat mengajukan sebuah pertanyaan kepada para peserta yang hadir, “Apa yang dimaksudkan dengan PMK?”.

Menurut Bambang, gencarnya pemberitaan seputar PMK di media massa telah menimbulkan dinamika baru di masyarakat. Hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakinkan kepada masyarakat bahwa Penyakit Mulut dan Kuku yang menyakiti hewan ternak sapi tidak akan membahayakan manusia.

“Untuk itu, diminta kepada kita semua jangan panik dengan PMK,” ucap mantan Sekda Blora itu.

Justru Bambang menjadikan akronim PMK untuk spirit menggapai kualitas kehidupan yang semakin baik dan mantab di masa mendatang.

Dengan memaknahi huruf (P): Pengendalian diri di masa sulit seperti saat ini seharus semakin dimantabkan. Tidak mudah bersumbu pendek dalam menghadapi persoalan baik di internal keluarga maupun di masyarakat.

Kemudian huruf (M): Menjalin silahturahmi dalam kehidupan saat ini jadikan kebutuhan hidup.

Sehingga melalui silahturahmi diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pada tataran praktis di masyarakat orang yang suka bersilahturahmi akan mendapatkan rejeki yang berlimpah dan hidup makin berkah,” ujar mantan Sekda Blora itu.

Selanjutnya huruf (K): Kepedulian dan kepekaan hidup di masyarakat harus semakin ditingkat-mantabkan. Karena saat ini masih banyak di lingkungan kita saudara saudara yang belum beruntung yang sangat mengharap adanya bantuan dari orang-orang berkemampuan dan dermawan.

“Dengan demikian kalau akronim PMK dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari maka hidup makin bergairah dan terarah,” tandasnya. (*)