Beranda blog Halaman 202

Gerak Cepat, Camat Siapkan PLT Kades Kapas

0

BOJONEGORO –

Paska Kepala Desa (Kades) Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro, Adi Syaiful Alim di tahan Satreskrim Polres Bojonegoro pada 24 Mei 2022 atas dugaan korupsi Dana Desa (DD), pihak Kecamatan Kapas akan segera mengisi kekosongan dengan menunjuk Pelaksana tugas (Plt).

Namun hingga kini, Kasatreskrim masih enggan membeberkan secara detail terkait jumlah kerugian negara atas dugaan korupsi tersebut. dan akan di sampaikan secara detail saat release.

Kendati Satreskrim demikian, Camat Kapas Moch. Makhfud, S.Sos mengatakan, atas di tahannya Kepala Desa Kapas, pihaknya akan segera melakukan pembenahan di desa terutama terkait administrasian desa, sehingga pelaksanaan pemerintahan desa tetap berjalan yaitu awalnya di tunjuk Plt dan nantinya setelah kasus berkekuatan hukum tetap maka akan di ajukan permohonan untuk pemberhentian tetap dan baru di isi Penanggung jawab (Pj).

“Segera akan kiita musyarawarahkan, untuk Plt biasanya Sekdes,” tandasnya. Lanjut Camat Kapas, untuk pembinaan setiap bulan sudah dilakukan kepada Kepala Desa yaitu ada pertemuan bulanan yakni Konfrensi Kepala Desa dan Itu menjadi salah satu pembinaan dari Kecamatan.Tujuanya agar Kepada Desa memiliki komitmen dalam menjalankan pemerintahanya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

“Mengenai besaran keuangan desa yang saat ini menjadikan Kades Kapas ditahan Polres Bojonegoro saya belum tahu, karena hal itu terjadi tahun 2019-2020 saya belum bertugas di Kecamatan Kapas,” pungkasnya. (*)

PPDI Randublatung Gelar Muscam

0

BLORA.-

Bertempat di Gedung Sasono Rinenggo Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Sabtu (22/5) pekan lalu dilaksanakan musyawarah tingkat kecamatan (Muscam) Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI).

Hadir dalam acara yang dimulai pukul 10.40 itu diantaranya Ketua PPDI Blora Cuk Suwartono, Dari Dinas PMD Blora Dwi Edy Setiyawan S.STP.MM, Camat Randublatung Sutarso S.Sos.MSi, Danramil Randublatung Kapten CHD Sudiyono, Kapolsek Randublatung diwakili oleh Aipda Eko Siswanto, Kades dan Perangkat Desa se Kecamatan Randublatung.

Kasi PMD Blora Dwi Edy Setiyawan S.STP.MM dalam sambutannya mengatakan, dibentuknya PPDI ini agar Perades bisa menjadi lebih baik, handal dan profesional. Artinya, Perades harus melayani masyarakat dengan sopan dan santun.

“Yang tidak kalah pentingnya lagi, agar daftar hadir bisa ditertibkan lagi. Karena absensi bisa untuk tolok ukur kedisiplinan bagi perangkat itu sendiri,” kata Dwi.

Pada kesempatan yang sama Sutarso S.Sos.MSi, selaku Camat Randublatung memberi arahan/wejangan kepada semua anggota PPDI yang hadir. “Mari kita bekerja dengan semangat sesuai tupoksi masing-masing, dan selalu minta petunjuk atasan langsung yaitu kepala desanya masing-masing. Karena tugas kalian tidak semakin ringan,maka kalian dituntut selalu berdisiplin,” ujarnya.

Acara diakhiri dengan sambutan Kapolsek AKP Les Pujianto yang diwakili Aipda Eko Siswanto dengan memberikan himbauan kepada masyarakat wilayah Kecamatan Randublatung agar selalu berhati hati dan waspada, karena akhir-akhir ini banyak tamu tak diundang dengan membobol rumah kosong pada siang hari, yang hingga saat ini pelakunya belum terungkap.

“Maka kami mohon kepada seluruh masyarakat agar tidak mengosongkan rumah. Kalaupun ditinggal kerja harus dikunci pintu maupun pagarnya, dan kami mohon doanya semoga pelaku segera tertangkap,” Imbuhnya.

Disela sela itu Kadus Turi Desa Kutukan Suroto selaku ketua panitia sekaligus Ketua PPDI terpilih saat ditemui awak media menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pejabat dan tamu undangan yang hadir pada acara Muscam PPDI ini.

“Kami bersama teman-teman Perades siap melayani masyarakat di desa masing-masing, dengan tetap menjaga kekompakan sesama perangkat desa. Tak lupa memohon kepada Pemkab agar secepatnya mencairkan Siltap untuk teman teman yang baru,” ucapnya sambil tersenyum. (*).

Warga Balun Graha Permai, Cepu Adakan Halal bihalal

0

BLORA.-

Bertempat di halaman rumah warga, warga RT.02 RW.16 Balun Graha Permai Cepu, Minggu malam (22/05/2022) mengadakan halal bihalal di bulan Syawal 1443 H. Pelaksanaan acara halal bihalal bersamaan dengan kegiatan arisan rutin warga RT.02. Acara halal bihalal juga dihadiri oleh warga non muslim.

Acara yang diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya itu berlangsung khidmat dengan suasana penuh kekeluargaan. Warga yang rata-rata hadir bersama keluarga mengikuti kegiatan halal bihalal hingga purna, karena di sela-sela acara panitia menyisipkan pembagian doorprize menarik dan menutupnya dengan acara ramah tamah serta makan bersama.

Ketua RT.02 Balun Graha, Edi Triatmanto dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh warganya. “Atas nama pribadi dan keluarga saya mengucapkan minal aidin wal faizinmari, dan marilah kita saling memaafkan,” ujarnya.

Sementara itu Ketua RW.16 Balun Graha, Edy Widodo memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara halal bihalal sebagai wujud hubungan yang harmonis antar keluarga maupun antar tetangga.

“Acara seperti ini harus diadakan setiap tahun. Melalui acara halal bihalal diharapkan kerukunan akan semakin baik, karena kerukunan itu adalah modal untuk kemajuan ummat,” pesannya.

“Pada kesempatan ini saya juga mohon maaf lahir batin, jika ada pelayanan yang kurang memuaskan dari kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tam-bahnya.

Usai pembagian doorprize dan sesi foto bersama, acara ditutup dengan penyampaian tausia Idul Fitri oleh KH. Agus Purnomo Adi yang tidak lain adalah ketua Takmir Masjid Al-Muhajiri, Balun Graha Permai.

Kepada warga yang hadir Agus mengatakan, tausiah dan hikmah halal bihalal sudah banyak ditayangkan di youtube. “Tapi yang penting marilah kita menghormati kepada tetangga, kepada orang yang lebih tua, dan orang tua yang sudah tiada dengan cara mendoakannya,” pesannya.

Menurut Agus, orang tua bukan hanya orang yang melahirkan kita tetapi juga orang-orang yang telah mengajarkan ilmu kepada kita. “Guru dan dosen bisa disebut orang tua yang harus dihormati,” katanya.

Pada malam itu Agus juga menyampaikan, bahwa adab itu lebih utama dari pada ilmu. Seperti adabnya orang Jawa khususnya, dan orang Indonesia umumnya bahwa santun berbicara dan sopan bertingkah laku itu lebih diutamakan. “Hikmah saling menghormati dan saling menghargai adalah untuk memperpanjang usia. Silaturahmi, termasuk halal bihalal itu memperpanjang usia,” tambahnya.

“Ada yang tahun lalu masih bertemu, hari ini tidak dapat berkumpul dengan kita. Karena itulah kita syukuri kesehatan dan kekuatan doa serta silaturahmi,” ucapnya.

Agus menambahkan, halal bihalal juga bentuk perhatian kepada tetangga yang kurang beruntung. “Dengan adanya silaturahmi seperti ini kita bisa berbagi, bukan hanya makanan, juga senyum dan ibadah.

Di akhir tausiahnya, Agus mengingatkan, bahwa Masjid Al Muhajirin di lingkungan Balun Graha sekarang sedang direnovasi atau dibangun. “Silahkan bagi yang diberi rizki lebih oleh Allah, bisa menyisihkan sedikit untuk membantu pembangunan masjid Al Mu-hajirin agar bisa segera ditempati untuk ibadah,” tandas pria yang sehari-hari mengajar di salah satu SMP di wilayah Padangan, Bojonegoro itu. (*)

Fraksi Partai Golkar Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Selama 2021

0

BOJONEGORO –

Fraksi Partai Golkar, melalui juru bicaranya Hj.Wahyuni Susilowati, S.H, M.H sampaikan Pemandangan Umum fraksi atas nota pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun 2021, Rabu 25/05/22. Sebagaimana diketahui Nota penjelasan tentang pertanggung jawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2021 merupakan salah satu bentuk pertanggung jawaban yang harus di sampaikan kepada masyarakat, karena APBD merupakan salah satu instrument kebijakan yang dapat digunakan sebagai alat untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Fraksi Partai Golkar secara umum menilai bahwa Nota pertanggung jawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021 yang disampaikan oleh pemerintah daerah pada dasarnya telah memenuhi aspek kredibilitas dan lebih realistis dalam memproyeksikan dan mengorientasikan perkembangan ekonomi yang masih diwarnai oleh ketidakpastian dan instabilitas di tengah pemulihan ekonomi paska pandemi covid -19 yang dampaknya sangat luar biasa pada sektor perekonomian. Hanya saja, aspek kredibilitas dan realistis yang dikedepankan diharapkan tidak menghilangkan fungsi APBD sebagai stimulus perekonomian daerah Kabupaten Bojonegoro.

Pada sisi pendapatan, Fraksi Partai Golkar sangat mengapresiasi kinerja pemerintah daerah selama tahun 2021, dari tingkat capaian kinerja realisasi pendapatan daerah yang telah disampaikan, kami menilai cukup signifikan bahkan melebihi target yang telah ditetapkan, yaitu sebagaimana realisasi pendapatan dalam perhitungan APBD tahun 2021, dari target yang ditetapkan sebesar 4 triliun 294 miliar rupiah lebih, dapat direalisasikan sebesar 5 triliun 904 miliar rupiah lebih atau mencapai 137, 47% .

Dengan demikian, Ini merupakan keberhasilan yang luar biasa dari seluruh jajaran stakeholder di tengah tantangan gejolak pemulihan ekonomi pasca pandemi. Dari beberapa capaian bagian sisi pendapatan yang menjadi fokus kami adalah sebagai berikut:

  1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)

“Kami Fraksi Partai Golkar melihat sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga telah mampu melampaui dari target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebelumnya, selain itu apabila dihadapkan pada rasio capaian PAD tahun 2020 kali ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan yakni sebesar 955 miliar 640 juta lebih atau mengalami peningkatan sebesar 104,67% dari target yang telah ditetapkan sebesar 912 miliar 984 juta lebih dan ini merupakan prestasi yang luar biasa bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Bojonegoro pada umumnya. Kami berharap kedepan baik itu Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan lain-lain pendapatan daerah yang sah harus tetap ditingkatkan guna dapat menopang pembangunan dan merealisasikan program-program prioritas yang sudah dituangkan oleh Bupati dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk menjadi kabupaten mandiri dan berkemajuan.

  1. Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik

“Kami melihat realisasi dari kedua instrumen pendapatan ini masih di angka 80,37% dan 87,71% . Seharusnya kedua instrumen ini bisa lebih dapat dimaksimalkan sampai dengan 100% . Jangan hanya dikarenakan lemahnya sumber daya manusia di OPD penerima yang mengakibatkan kedua instrumen ini tidak dapat terealisasi secara maksimal, dan ini sangat merugikan masyarakat Kabupaten Bojonegoro. (*)

Perindah Wajah Kota, Bojonegoro Akan Bangun Flyover Di Jetak Dan Proliman

0

BOJONEGORO –

Dengan kekuatan APBD nya yang terbesar kedua se-jatim, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro bakal memperindah wajah kota dengan membangun flyover di Proliman Kapas dan Jetak. Hal itu akan segera dilakukan karena memang prosesnya sudah berjalan.

Radityo Bismoko, Kepala Bidang Bina Marga 1 Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro mengatakan,” Pembangunan flyover Jetak di rencanakan akan dilaksanakan pada tahun depan,” Untuk rencana pembangunan flyover Jetak saat ini masih dalam tahap pengujian Detail Engineering Design (DED) setelah melalui Feasibility Study (Studi Kelayakan) pada tahun lalu.” Ucapnya Rabu, 25/5/2022

Radityo menambahkan, untuk rencana pembangunan flyover Proliman Kapas baru dalam tahap Feasibility Study, “Sekarang sedang dilaksanakan Detail Engineering Design (DED) dan Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) di Jetak,” jelasnya.

Dengan demikian, nantinya flyover akan membentang melintasi rel kereta api Kelurahan Jetak dan berada di sekitar permukiman warga sampai ke Jalan HOS Cokroaminoto. “Flyover ini juga bertujuan untuk mengurangi banyaknya pengendara yang melewati perlintasan kereta, agar intensitas perjalanan kereta api yang tinggi tidak menghambat aktifitas warga,” tambah Radit.

Lain hanya yang disampaikan Heli Supangat, pria berkacamata yang juga aktifis lingkungan itu mengatakan,” Bojonegoro memiliki APBD yang lumayan jumbo, tetapi pemerintah daerah saya lihat masih kebingungan soal tata kota, skala prioritasnya masih sarat dengan kepentingan dan bukan kebutuhan, buktinya sampai sekarang wajah kota belum terlihat mengagumkan, harusnya itu yang terlebih dulu diutamakan,” ujarnya. Saya melihatnya kurang kreatif saja, OPD nya juga tidak begitu memiliki inisiatif apapun,” pungkasnya. (*)

Warga Desa Patalan-Blora Gelar Ritual Gas Deso

0

BLORA.-

Sejumlah warga masyarakat dan perangkat Desa Patalan Kecamatan Blora, Kabupaten Blora, Jumat (27/05) lalu mengadakan ritual yang sudah menjadi tradisi yaitu gas deso atau sedekah bumi.

Entah sejak kapan tradisi atau budaya gas deso ini diadakan, tetapi secara turun temurun hingga sekarang, warga Desa Patalan selalu memperingatinya setiap tahun.

Gas deso biasanya diadakan dengan banyak rentetan acara yang sudah disusun jauh hari sebelumnya. Biaya untuk pelaksanaan gasdeso digali dari berbagai sumber diantaranya iuran masyarakat dan uang lelang tanah atau sawah desa, atau sesuai kesepakatan bersama.

Kepala Desa Patalan H. Supriyatno saat ditemui awak media mengatakan, biasanya dari kalangan pemuda juga ikut andil dalam perayaan gas dengan mengadakan pertandingan volli ball persahabatan dengan desa sebelah.

“Dalam acara gas deso tersedia beraneka ragam makanan tradisional seperti dumbeg, jadah, dan krecek,” ucap Supriyatno. (*)

Bapak Lantik Anak Sendiri, Pemerintah Desa Ketileng Laksana Kerajaan

0

BOJONEGORO –

Ditengah upaya pemerintah mewujudkan Good Govermant (Pemerintahan yang baik) masih saja implementasi di bawah semrawut, seperti hal nya yang terjadi hari ini, Rabu 11/05/22 di Desa Ketileng Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur menghelat Pelantikan Perangkat Desa. Ada dua perangkat desa yang di lantik, salah satunya bernama Fatkhur Rohmad yang di tengarai adalah anak kandung Kepala Desa menjadi Kasun (Kepala Dusun).

Apa jadinya kalau pemerintah desa cara pengisian lowongan perangkat desanya seperti ini, Seperti suguhan sebuah sinetron semua sudah diskenario dengan sempurna. Ada pemain, ada sutradara dan ada penonton. Jadi semua peran sudah di atur sang sutradara, seperti kerbau yang dicokok hidungnya, semuanya nurut dan menjalankan peran masing-masing. Tahapan yang seakan dilaksanakan sesuai regulasi, pelaksana yang sudah diatur peranya. Sempurnalah sinetron itu tersuguhkan.

Menjadi lucu saja, jargon pemberantasan KKN (Korupsi Kolusi Nepotisme) bisa diabaikan begitu saja, Desa ini semakin jadi bahan tertawaan mas, masak ada bapak melantik anaknya sendiri,” kata salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.

Ketika korandiva.co mengkonfirmasi hal tersebut kepada Suwito, Kades Ketileng, yang berangkutan memilih bungkam dan tidak memberikan statemant apapun. Setali tiga uang, ketua BPD (Badan Permusyawaratan Desa) juga memilih bungkam saat dihubungi melalui telephon selulernya. Tidak berhenti sampai disitu, korandiva.co menemui Camat Malo, Adriyanto, S.Sos diruang kerjanya. Menurut Camat yang belum lama bertugas dikecamatan Malo itu,” Apa yang dilakukan Kades Ketileng sudah sesuai dengan regulasi yang ada, tidak ada aturan perundangan yang dilanggar,” terangnya.

Lanjut Adriyanto,” lha jika ditinjau dari sudut pandang KKN yang silahkan dikembalikan ke desa saja, silahkan masyarakat menilainya, saya hanya mengomentari soal kesesuaian peraturan perundanganya saja,” kilahnya.

Beda lagi dengan apa yang disampaikan Jamil 23, pemuda yang di desa tersebut menjabat wakil ketua karang taruna,” Proses pengisian lowongan perangkat desa ini teramat sangat istimewa, senyap dan nyaris tak terdengar, ujuk-ujuk (tiba-riba :red) saya mendengar dan melihat sudah ada pelantikan, dan dan bikin menggelitik itu kades melantik anak kandungnya sendiri, semakin lucu saja tata kelola desa ini,” cetusnya dengan terbahak-bahak.

korandiva.co juga berusah mengkonfirmasi hal tersebut kepada salah seorang tokoh pemuda di Desa Ketileng, Fachrudin Huda. Dia mengatakan,” Pemimpin yang mengangkat saudaranya, rekanya atau anaknya sendiri itu kalau bukan NEPOTISME apa namanya ? Biar saja masyarakat yang menilai, disaat yang lain diam karena sudah tidak urus soal pemerintahan desa yang semrawut, saya tetap memilih berteriak,” pungkasnya. (*)

Wujudkan Kebahagiaan Hidup dengan Lestarikan Amalan Bulan Ramadhan

0

BLORA.-

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2022 yang bertepatan pada bulan Syawal 1443 Hijriah, oleh pengurus PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) dimanfaatkan untuk memacu diri untuk membangkitan semangat pengabdian serta meningkatkan tali silahturami antar pengurus.

Seperti disampaikan Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya pada acara halalbihalal yang digelar secara sederhana di ruang pertemuan PWRI Kabupaten Blora, Sabtu (21/05/2022).

Halalbihalal dengan tema “Melestarikan Amalan Bulan Ramadan untuk Mewujudkan Kebahagian Hidup” dengan menghadirkan mubalig KH. Ishad Sofami, mantan pejabat Kemenag berusia 79 tahun yang pernah diundang oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

“Saat ini masih banyak aktivitas yang dilakukan, selain masih aktif mengajar juga selaku ketua PWRI Kelurahan Tambahrejo Kecamatan Blora,” tambah Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H.Soedadyo mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora dan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Blora.

“Saya memulai sambatun dengan menyampaikan ucapan seorang bijak, yaitu, apabila setiap umat manusia dapat memenuhi tiga kebutuhan hidupnya baik kebutuhan individualnya, kebutuhan sosial maupun kebutuhan spiritualnya, maka niscaya hidupnya akan bahagia dan sejahtera,” terangnya.

Saat ini masih bulan Syawal, bulan peningkatan, mestinya sebagai orang beriman tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut dengan melakukan amalan-amalan seperti ketika kita mengikuti diklat di bulan Ramadan.

“Secara khusus saya memaknai “AMALAN” sebagai sebagai sebuah akronim yang mencerminkan langkah langkah untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang,” tuturnya.

Adapun kiprah tersebut diawali dengan hurup, (A) Aktif memakmurkan di masjid, di lingkungan masyarakat dan upaya memakmurkan pada diri sendiri dengan berbagai aktifitas yang positif dan yang mampu memberikan nilai manfaat bagi orang lain.

Selanjutnya huruf, (M) Mantabkan hubungan tali silahturahmi dengan berbagai pihak yang mampu memberikan sinergi untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan rasa kekeluargaan, kerukunan, keguyuban dan kebersamaan di masyarakat.

“Gulirkan semangat bersama kita bisa. Bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dan tumbuhnya semangat Berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

(A) Adopsi dari berbagai informasi dan teknologi yang akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas diri manusia dan stop berbagai informasi yang akan menimbulkan kegaduan,perpecahan dan intoleransi di masyarakat.

Kemudian huruf, (L) Lakukan terus upaya untuk selalu mengendalikan diri saat kita sedang menghadapi persoalan apapun baik dalam berpikir, bersikap, berucap dan bertindak. Ibarat dalam pitutur bijak, kapan saja dimanapun kita berada tebarkan kasih sayang untuk menumbuhkan bahwa kita adalah saudara,saudara sebangsa dan setanah air yang berdasarkan ideologi Pancasila.

Berikutnya huruf, (A) – Adab dalam bertetangga dan bergaul di masyarakat hendak bisa mencermin dan menciptakan suasana penuh kedamaian dan perilaku positif serta Islami. Kikis sikap egoisme dan hanya mementingkan kepentingan pribadi serta kelompoknya. Ingat adab yang baik dapat menumbuhkan kecintaan seseorang terhadap sesama manusia dan dapat mencegah manusia dalam melakukan tindakan tercela atau keji.

Terakhir huruf, (N) Niat ikhlas hendaknya mendasari dalam melakukan berbagai aktifitas,kiprah dan perbuatan dalam kehidupan sehari hari. Sehingga setiap melakukan perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang lain selalu dimaknahi sebagai bentuk ibadah.Puncak acara halalbihalal disampaikan tausiah oleh KH Ishad Sofani yang memperdalam pemahaman berbagai amalan dalam bulan Ramadan yang mestinya terus dilestarikan mulai saat ini sampai bulan Ramadan yang akan datang.

Amalan tersebut meliputi salat lima waktu berjamaah, salat sunah tahajud, dhuha, dzikir, membaca Al-Qur’an, istighfar, itikaf, berpuasa, memperbanyak sedekah.

Ia menyampaikan Hadist Riwayat Tirmidzi, Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan keburukan. Dan bergaullah dengan manusia yang berakhlak mulia.

Hadist tersebut mengandung tiga wasiat yang sangat penting, yakni wasiat tentang hubungan secara vertikal manusia dengan Allah (Habluminanallah) dan secara horisontal sesama manusia (habluminannas).

“Pertama, perintah bertakwa dimanapun berada. Dua tidak menunda-nunda amal sholeh. Ketiga memiliki akhlak yang mulia dalam berhubungan dengan manusia,” tuturnya.

Ia memberikan penekanan utama saat ini amalan Ramadan yang perlu dilestarikan selain peningkatan kualitas ibadah spiritual juga ibadah sosial terutama sedekah. Orang suka kepyur dijamin makmur dan mujur dalam kehidupannya serta dijamin masuk surga.

Secara khusus bapak KH Ishad Sofami memberi resep awat muda dengan resep SMS. Yaitu, (S)-Syukur atas segala yang dimiliki dan diterima, (M)-Masih terus mengajar terutama memberi ilmu kepada anak anak. (S)-Sabar dalam setiap menghadapi persoalan hidup.

“Demikian semoga kita dapat menjadi insan yang dicintai Allah dengan terus melestarikan amalan amalan bulan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” katanya. (*).

Polda Jatim Panggil 11 Kades Di Bojonegoro Terkait Sengkarut BKK

0

BOJONEGORO –

Terkait sengkarut tata laksana BKK (Bantuan Keuangan Khusus) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jatim dikabarkan akan melakukan pemeriksaan terhadap 9 Kepala Desa di Bojonegoro untuk klarifikasi persoalan seputar BKK (Bantuan Keuangan Khusus), Kamis (19/5/2022). Hal tersebut berdasarkan undangan yang dikirim ke Kepala Desa yang akan di lakukan klarifikasi oleh petugas penyidik Dit Reskrimsus Polda Jatim terhadap 11 orang kepala Desa, diantaranya 9 Kades dari Kecamatan Padangan, 1 Kades dari Kecamatan Balen, dan 1 Kades dari Kecamatan Kepohbaru.

Menurut salah seorang Kepala Desa yang tidak mau disebutkan namanya, yang berhasil dikonfirmasi korandiva.co mengatakan dan membenarkan bahwa dirinya bersama 9 Kades di Kecamatan Padangan mendapatkan undangan dari Polda Jatim untuk dilakukan klarifikasi terkait persoalan BKK. “Terkait undangan dari Polda, itu soal seputar BKK, dan masih Minggu depan akan dilakukan klarifikasi lagi,” Ujarnya kepapa korandiva.co, Jum’at (20/5/2022).

Dalam hal kepastian persoalan kades ini belum bisa menjelaskan secara detail, namun sekilas dirinya menjelaskan bahwa ada hal yang harus diselesaikan dengan pihak rekanan pelaksana pekerjaan Proyek BKK. Pemeriksaan yang akan dilakukan oleh Polda Jatim ini, setelah ada Monev (Monetering dan Evaluasi) dari pihak Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, yang kemudian ditindak lanjuti oleh Dit Reskrimsus Polda Jatim.

Dalam hal pelaksanaan BKK, korandiva.co juga meminta pandangan pegiat desa, menurutnya wajar saja jika hal tersebut muncul, APH (Aparat Penegak Hukum) mengambil peranya sebagai penyidik guna memastikan pelaksanaan BKK tersebut sesuai dengan regulasi yang ada. “Ini bukan hal baru, jadi ya sudah diikuti saja, agar semuanya terang benderang, ujar Haryono Direktur Seminari Foundation yang juga pegiat desa itu. Tujuan BKK dalam rangka membangun desa itu bagus, tapi masih terdapat celah terjadinya kongkalikong para pengambil keputusan, pungkasnya. (*)

Diduga Korupsi Dana Desa, Kades Kapas Diamankan Satreskrim Polres Bojonegoro

0

BOJONEGORO –

Dugaan tindak pidana korupsi Kepala Desa Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro akhirnya menyeruak, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bojonegoro mengamankan Adi Saiful Alim, Senin 23/05/22 kemarin. Kasat Reskrim Polres Bojonegoro, AKP Girindra Wardana, kepada awak media membenarkan bahwa Kades Kapas sudah diamankan pihaknya atas dugaan perkara korupsi pengelolaan keuangan desa di pemerintahan Desa Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro tahun 2019-2020.

“ Kami mengamankan seorang Kades di Kecamatan Kapas, dan sekarang dilakukan pemeriksaan lebih intens oleh rekan Penyidik,” Ujar AKP Girindra, sambil menenteng sejumlah dokumen yang disinyalir bagian dari barang bukti tindak pidana Kades Kapas.

Lanjut Girindra, bahwa atas perbuatannya, Pelaku diancam dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau pasal 3 UU No. 32 tahun 1999 Jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Dugaan korupsi atau memperkaya diri sendiri yang dilakukan Kades Kapas, Kecamatan Kapas ini setelah ada laporan dari masyarakat terkait sejumlah kegiatan yang pembiayaannya bersumber dari APBDes. Karena terdapat kejanggalan sehingga mereka melaporkan kepada pihak yang berwajib. Apa yang dilakukan Kades sudah tidak bisa di tolelir,” kata seorang warga yang menolak identitasnya ditulis.

Ditemui dirumahnya, Kang Har Ketua LSM Suara Malowopati mengatakan,” Saya melihatnya biasa saja, bukan kejadian yang luar biasa, memang jaring pengaman Dana Desa masih banyak celah untuk diterobos, logika sederhana mas, jika biaya pencalonan seorang Kades itu tinggi, maka salah satu pilihan untuk mengembalikan modalnya itu apa ? Coba dijawab, pasti korupsi kan,” katanya sambil melihat dering telephone yang dari tadi berbunyi. (*)