Beranda blog Halaman 195

Ribuan BPD Pati Demo ke Kantor Bupati, Ancam Kembalikan Stempel dan Motor Dinas

0

PATI.-

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Kabupaten Pati, Kamis (16/06/2022) melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Bupati Pati dan kantor DPRD Kabupaten Pati.

Aksi yang dilakukan pada hari itu di ikuti ribuan anggota BPD se-Kabupaten Pati untuk menuntut tunjangan yang diterima selama ini dianggap tidak sesuai dan tidak layak.

Masing-masing perwakilan BPD di tiap kecamatan berteriak menyampaikan aspirasinya, mereka menuntut agar tunjangan yang diterima bisa disesuaikan dengan tanggung jawabnya.

Para BPD yang datang dengan membawa spanduk dan sound sistem ini sempat mengancam, apabila tuntutan yang disampaikan tidak direalisasi, maka akan melakukan aksi yang lebih besar.

Para anggota BPD ini mendesak kepada Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menaikkan tunjangan yang selama ini mereka diterima.

“Kami minta agar Tunjangan kami bisa dinaikkan, karena tidak sesuai dengan tanggung jawab kami,” tegas Sukardi, salah satu anggota BPD Kabupaten Pati.

Aksi yang dilakukan sejak pagi pukul 09.00 WIB di halaman kantor Bupati Pati memadati jalur Simpang Lima Alun-alun Pati.

“Kalau aksi kami tidak segera direalisasi, maka kami akan datang lagi. Kami BPD ini dipilih oleh rakyat, tapi kenapa kesejahteraan kami selama ini diabaikan,” teriak salah satu anggota BPD saat menyampaikan orasinya.

Aksi yang dilakukan di halaman Kantor Bupati tidak mendapat respon dari Pemerintah Daerah (Pemda). Para pendemo pun akhirnya melanjutkan aksinya di halaman kantor DPRD Pati.

“Tunjangan kami tidak sesuai dengan tanggung jawab kami, padahal kalau ada permasalahan yang ada di desa melibatkan BPD, tapi apa yang kami dapat tidak sesuai, dan kalau tuntutan tidak dikabulkan stempel beserta motor dinas akan kami kembalikan di kabupaten,”papar salah satu orator. (*)

Pernah Jadi Korban Perkosaan Hingga Melahirkan, Siswi SLB Ini Hamil Lagi Akibat Rudapaksa

0

BLORA.-

Pernah menjadi korban perkosaan hingga melahirkan pada tahun 2020 dan belum diketahui pelakunya, Lily (bukan nama sebenarnya) siswi SLB di Blora itu kembali menjadi korban rudapaksa.

Kabar itu dibenarkan oleh Wahyu Vera Apriliani, bidan Desa Palon yang kala itu juga ikut membantu korban yang difavel tersebut hingga melahirkan seorang bayi perempuan.

Dari hasil test pack, yang bersangkutan ternyata positif hamil lagi. Kabar yang disampaikan Vera, sapaan akrab bidan tersebut baru bisa sebatas itu.

“Saat ini masih ada kegiatan yang belum bisa saya tinggalkan, sehingga belum bisa membawa korban ke Puskesmas,” ucap Vera.

Menurut Kepala Desa Palon Kecamatan Jepon, Darsono, pihaknya baru kemarin malam mendapat kabar mengejutkan itu. Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan terhadap korban, hasilnya positif.

“Baru tau kemarin dikabari bu bidan, katanya hasil pemeriksaannya kok ada tanda positif,” ujar Darsono.

Pemerintah desa menurut Darsono, akan berusaha semaksimal mungkin, dan terus mencari tahu siapa dibalik pelaku rudapaksa beruntun yang menyebabkan korban hamil lagi.

Sementara kasus lama yang hampir dua tahun ditangani oleh Polres Blora, dianggapnya belum ditutup apalagi dibuka. Karena itu laporan resminya akan diulang.

Lebih lanjut Darsono mengatakan, bahwa sejauh ini pihak kepolisian telah berkali kali datang ke desanya namun kasus ini masih gelap, dan pelakunya sampai sekarang belum diketahui dan belum tertangkap.

“Padahal kasus rudapaksa telah saya laporkan resmi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Blora, tapi kenapa hasilnya masih nihil,” ujar Darsono, Kamis (16/06/2022). (*)

Lepas Kontingen Bojonegoro Dalam Porprov Ke-VII Jatim 2022, Bupati : Junjung Tinggi Sportifitas

0

BOJONEGORO –

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah melepas atlet unggulan Bojonegoro dari berbagai cabang olah raga untuk mengikuti perhelatan akbar dua tahunan Pekan Olah Raga yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur Ke VII Tahun 2022 di halaman Pendopo Malowopati, Kamis 16/06/22. Ada 55 cabang olah raga yang di pertandingan dalam Porprov Jatim Ke-VII yang terbagi 20 Cabor di Kabupaten Jember, 15 Cabor di Kabupaten Lumajang, 13 Cabor di Kabupaten Situbondo, dan 7 Cabor di Kabupaten Bondowoso. Dari sejumlah Cabor tersebut, Kontingen Bojonegoro mengikuti 27 cabor dengan jumlah atlet 264, Official 79 orang dengan rincian atlet putra sejumlah 158, atlet putri 108 orang.

27 Cabor yang diikuti oleh Kontingen Bojonegoro yakni cabor bola basket, futsal, bola tangan, atletik, sepeda sport, renang bulu tangkis, kempo, di selenggarakan di Kabupaten Jember. Kemudian Cabor yang di selenggarakan di Kabupaten Lumajang yakni sepak takraw, juijitsu, sepatu roda, pencak silat, sepak bola putra, sepak bola putri. Sedangkan di Kabupaten Situbondo Cabor bola voli, angkat besi, angkat berat, pentaque, bola lapang, judo, anggar, dan di Kabupaten Bondowoso Cabor karate, tenis meja, catur, panahan, dan taekwondo. Namun Ada pula cabor yang diselenggarakan sebelum pembukaan yakni sepak bola, futsal, bola basket, dan bulu tangkis.

Saat melepas atlet Porprov tersebut Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah memberikan semangat penuh kepada segenap atlet yang akan bertanding. “Dalam pandemi global ini tidak menjadi alasan untuk tidak beprestasi khususnya di bidang olah raga. Bupati berharap, dalam berkompetisi nanti tetaplah berkonsentrasi, punya satu tujuan untuk menjadi yang terbaik dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas.

Capaian dua tahun kemarin harus bisa ditingkatkan, minimal dipertahankan,” ujar Bupati perempuan pertama di bumi malowopati itu dengan semangat dan disambut riuh gemuruh tepuk tangan seluruh atlit yang berjajar rapi di depan pendopo kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu. (*)

Kapolres : Hasil Audit Inspektorat Kades Kapas Rugikan Uang Negara 500 Juta

0

BOJONEGORO –

Setelah lama ditunggu akhirnya Kapolres Bojonegoro AKBP.Muhammad. S.H.,S.I.K.,M.Si merilis dugaan korupsi yang dilakukan Kepala Desa Kapas Adi Syaiful Alim. Kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) di APBDes 2021 Desa Kapas Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dengan tersangka Kepala Desa itu kerugiaanya ditaksir mencapai 500 juta rupiah. saat ini berkas telah di kirim ke Kejaksaan Negeri Bojonegoro dan ada waktu 15 hari untuk menjawab berkas yang di kirim oleh Polres tersebut.

AKBP Muhammad melanjutkan, dugaan kasus korupsi yang melibatkan oknum Kepala Desa tersebut sesuai hasil audit dari inspektorat kerugiaan negara mencapai 500 juta, dengan rincian anggaran tersebut semestinya di gunakan untuk pembangunan jembatan dan penanggulangan dalam penanganan virus Covid-19.
“Ini APBDes tahun 2021, saat ini berkas sudah kita kirim ke Kejaksaan untuk persetujuan,” ujar Kapolres pada Selasa, 14/06/22

“Sebagai penegak hukum saya menghimbau kepada seluruhnya tidak hanya kepada Kepala Desa untuk mentaati aturan yang ada, kalau memang ragu dalam pengelolaan anggaran supaya koordinasi dengan inspektorat agar jika ada masalah bisa di selesaikan di internal, jangan lantas menyimpulkan dan memutuskanya sendiri tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan terlebih pada aspek hukumnya,” ujarnya tegas.

“Menyangkut pengelolaan anggaran jika ada keraguan supaya di koordinasikan dengan inspektorat atau dengan kelembagaan desa untuk dimintakan pertimbangan melalui musyawarah, untuk menekan segala permasalahan yang muncul dikemudian hari, karena jika terjadi kerugian keuangan negara seperti yang dialami Desa Kapas, yang menjadi korban itu masyarakat,” tandasnya. (*)

Jalankan Tahapan Pilkades, BPD Pelem Gelar Musdes Pembentukan Panitia dan Pengawas

0

BOJONEGORO –

Paska sosialisasi yang digelar Dinas PMD Bojonegoro beberapa waktu yang lalu, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pelem, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) pembentukan panitia dan pengawas Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Balai Desa setempat, Rabu 15/6/2022. Semakin baik persiapan semakin baik pula pelasanaanya. Dalam Musdes itu hadir Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), Kades beserta perangkat desa Pelem, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan tokoh masyarakat.

Sementara itu Camat Purwosari Saipurrohim, mengatakan, musdes pembentukan panitia merupakan salah satu tahapan dari Pilkades. Sementara di Kecamatan Purwosari hanya Desa Pelem saja yang mengikuti Pilkades serentak, maka pelaksanaanya harus sempurna dengan menutup celah sedikitpun terjadinya kegaduhan.

“Iya, hari ini ada musdes pembentukan panitia pilkades dan berjalan lancar,”ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin, menyampaikan, pembentukan panitia pilkades telah dimulai pada tanggal 13-24 Juni 2022 mendatang oleh BPD melalui musdes. “Semoga, panitia dan pengawas pilkades bisa segera terbentuk sehingga tahapan sesuai jadwal yang telah ditentukan,”pungkasnya. (*)

Penolak SK 287 Mulai Lontarkan Isu Dan Fitnah Terhadap Pendukung Perhutanan Sosial

0

BOJONEGORO –

Perhutanan sosial dengan terbitnya SK. 287 diyakini dapat segera menghijaukan kembali hutan di Bojonegoro. Hal ini terus disuarakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Pemberdayaan Kinerja Peduli Aaet Negara (LSM PK PAN). LSM ini tak henti melakukan sosialisasi kepada kelompok-kelompok tani hutan yang semakin paham manfaat program prioritas Presiden Jokowi ini.

“Walau berbagai issu yang sifatnya fitnah terus disuarakan oleh pihak-pihak yang menolak program ini terhadap kami (LSM PK PAN), kami tak gentar dan tak akan mundur untuk terus bergerak, terus bersosialisasi mas,” kata Lulus Setiawan SH MH, Wakil Ketua Umum DPP LSM PK PAN, usai melakukan sosialisasi di Dusun Bunder, Desa Papringan, Kec. Temayang, Rabo (15/6/22).

Lulus tidak menyebutkan secara jelas, pihak mana yang menolak program perhutanan sosial ini. Tapi menurutnya, virus penolakan dan fitnah yang dilakukan oleh kelompok ini, masiv, sistematis, bahkan terstruktur dengan dukungan dana yang kuat.

LSM PK PAN cukup bangga, sebab, walo virus dan fitnah dilakukan dengang berbagai cara, para pesanggem yang ingin hidupnya sejahtera, tidak langsung menerima dan mengikuti. Melainkan tetap antusias ikut program negara ini, dengan bergabung menjadi anghota kelompok tani hutan (KTH) dan tetap percaya kepada kami.

Mantan Kepala Desa Ngorogunung, Kec. Bubulan 2 periode ini menjelaskan keyakinannya, bahwa hutan di wilayah Bojonegoro akan menjadi hijau kembali melihat semamgat para petani untuk menanam dengan berbagai jenis pohon, yang selama puluhan tahun tak ada lagi pohon tegakan di lahan garapannya, alias gundul.

Menurutnya, jenis pohon petik non-tebang yang ditanam para petani antara lain, alpokat, pete, durian, kopi, kelapa, klengkeng dan kayu sengon.

“Saya yakin, dalam hitungan lima sampai sepuluh tahun nanti, hutan yg gundul itu menjadi hijau, sementara petaninya bertambah makmur dan sejahtera,” ujarnya.
Lulus menandaskan, lembaganya melarang patani pesanggem untuk menebang pohon yang ada di hutan hanya demi mendapatkan lahan. Hal ini selalu ditekankan dan diingatkan kepada para petani yang mengusulkan perhutanan sosial.

“Jadi fitnah klo ada yang mengatakan LSM PK PAN menebangi pohon. Tidak ada itu, tidak mungkin kami lakukan, tanpa melakukan penebangan hutan sudah gundul, karena gundul itulah petani menanam pohon dengan swadaya,” tegasnya.

Menurutnya, LSM PK PAN sangat komitment terhadap kelestarian hutan,”Program Perhutanan Sosial ini program terbuka mas, sudah lengkap aturannya. Ada UU, PP, Permenhut, Kemenhut. Jadi, menurut saya, kalo masih ada pihak yang berusaha menentang, berarti menentang pemerintahan yang sah,” pungkasnya. (*)

Empat Hari Paska Dilantik Bupati, Kadisdik Baru Dicecar Komisi C Berdasar LHP BPK

0

BOJONEGORO –

Empat Hari paska dilantik Bupati Anna Muawanah menjadi Kepala Dinas Pendidikan, Drs.Nur Sujito MM hadiri Rapat kerja laporan pertanggung jawaban Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2021dengan Komisi C DPRD Bojonegoro, Selasa 14/06/2022.

Nur Sujito mengawali dengan pemaparan realisasi anggaran dinas pendidikan tahun 2021 setelah perubahan dianggarkan Rp.1.042.396.220.405 terealisasi Rp.856.259.409.444 atau 82,14%.

Lanjut Nur Sujito, beberapa realisasi kinerja terkait indeks pendidikan target tahun 2021, 0,62 realisasi 2021 0,598 capaiannya dalam presentasi 96,14%, kemudian angka rata-rata lama sekolah dari target 7,76 % terealisasi 7,38 % jika diprosentasikan sama dengan 95,10%, kemudian angka harapan lama sekolah target 2021 13,8 % realisasi 12,68 % jika diprosentase capaiannya 96,94 %,” ucap Kepala Dinas yang dikenal dengan kursi panasnya itu.

Usai Nur Sujito paparkan capaian dinas yang dipimpinnya, Komisi C yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan sosial itu sampaikan beberapa pertanyaan dan minta penjelasan atas temuan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Berdasar temuan BPK, ada kelebihan bayar untuk BOS di SD dan SMP Rp.418.000.000,” tanya ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Mochlasin Afan tegas.

Jawab Nur Sujito bahwa,” ada kelebihan bayar di SD dan SMP tapi sudah dikembalikan dan kesalahannya saat penulisan RAB di SD dan SMP itu lebih kepada copy paste tidak sesuai dengan keadaan sehingga ini menjadi evaluasi dan tidak boleh terjadi lagi,” jawabnya.
Masih berdasar temuan BPK terkait masalah aset di Dinas Pendidikan yang tidak tercatat dalam neraca sebagaimana dalam Sistem Informasi Manajemen Barang Aset Daerah (SIMBADA) terdapat 528 bidang tanah atau 1.180.562 M² yang statusnya masih TKD dan masih dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Selain menyoroti hasil LHP BPK, sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto S.Pd.,MH pertanyakan minimnya realisasi anggaran di program pengelolaan pendidikan PAUD. Pria berkacamata yang selalu tampil parlente itu menyampaikan,“ Alasannya apa kok sampai realisasi anggaranya minim, ada kesulitan dan kendala apa? Apakah sebegitu banyak orang di dinas tidak ada yang mampu menghandelnya.

Atas cecaran Mas Pri, akrab biasa dia dipanggil, Nur Sujito sampaikan,“ minimnya serapan anggaran tahun 2021, karena ada 47 lembaga PAUD yang tidak terealisasi itu dikarenakan ada hal tehnis yang tidak diserahkan atau tidak adanya proposal pengajuan sehingga tidak bisa dilaksanakan, dan di tahun 2022 perubahan, selama itu masih memungkinkan secara regulasi dan perundang-undangan akan diajukan kembali,” tuturnya.

Selain 2 pertanyaanya, Komisi C DPRD Bojonegoro juga menyoroti terkait gagal input Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp.13.000.000.000; yang tidak bisa terealisasikan dan harus menggunakan dana APBD sebagai penggantinya ada di 19 titik SD dan SMP dan itu akan dijadikan evaluasi karena apapun 13 Miliar dari DAK yang tidak bisa terserap itu adalah kesalahan murni dari SDM Dinas Pendidikan pada saat itu sehingga ini menjadi evaluasi karena merugikan masyarakat, sehingga menggunakan APBD. (*)

Kelompok Sepeda Pancal, Makan Ikan besama Bapak Blora berpredikat “Otak Kanan”

0

BLORA.-

Kelompok sepeda pancal yang merupakan pos daya PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, Selasa (14/6/2022) kembali menghelat gowes bersama. Suasana ceria, guyub rukun, canda tawa pun terpantul bersama temaran sinar matahari pagi.

“Sudah menjadi kelaziman, sebelum berangkat bersepeda diawali dengan doa bersama dilanjutkan menentukan rute perjalanan yang akan dilalui,” kata H. Soedadyo, Ketua kelompok sepeda pancal Blora Mustika yang juga mantan kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu.

Kemudian agenda terakhir makan bersama di warung makan yang berlebel murah meriah, penuh asupan gizi ala empat sehat lima sempurna.

Namun, khusus untuk kegiatan gowes kelompok sepeda pancal pada hari itu, acara tidak berakhir di warung makan karena harus memenuhi undangan syukuran di rumah H.Umartono, mantan Asisten 2 Setda Kabupaten Blora.

“Istirahat mengikuti acara syukuran terasa lebih nikmat dan segar, setelah mengayuh sepeda mengelilingi Kota Blora yang hampir memakan waktu satu jam,” kata Soedadyo.

Acara syukuran diawali dengan sambutan oleh bapak berpredikat “Otak Kanan”, H. Umartono yang setiap melangkah, berkiprah dan bertindak selalu ada indikasi menggunakan otak kanan. Spontanitas dan di luar pakem, tapi untuk kebaikan dan kemanfaatan orang banyak.

Seperti syukuran yang digelar pada hari itu di luar dugaan dia menjelaskan, bahwa beberapa waktu yang lalu mendapatkan seekor Ikan Patin (Pangasius sp) dari hamba Allah yang beratnya lebih dari dua Kg.

Semula ikan itu dipelihara dicampur dengan ikan lain, tapi karena ukuran ikan patin yang cukup besar ternyata menimbulkan gangguan ikan-ikan lain yang bisa menyebabkan kematian.

Ia akhirnya memutuskan ide untuk menyantap ikan patin bersama teman-teman kelompok sepeda pancal.

Atas dasar bentuk syukur yang selama ini keluarga besar Umartono diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT.

Di samping itu ikan patin sendiri merupakan salah satu ikan yang memiliki sumber protein hewani bernutrisi tingggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Agar nilai manfaat ikan patin bisa dirasakan oleh orang banyak dan sambil promosi budaya makan ikan patin maka saya putuskan untuk menyelenggaran syukuran dengan menu utama ikan patin.

Ternyata ide syukuran itu mendapat respon dan dukungan dari istri Umartono.

Bahkan oleh istri Umartono ikan patin dimasak bumbu merica (kelo mrica), masakan istimewa dan enak rasanya yang digemari oleh para peserta goes sepeda pancal.

Menu yang lain juga tersaji sate ayam Blora, sayur gudangan, pepes ikan, tempe mendoan, kerupuk dan berbagai jenis makanan selingan untuk snak serta buah buahan.

Umartono sendiri juga hobby mancing dan paham betul tentang kasiat berbagai jenis ikan.

Ia menjelaskan khusus ikan patin memiliki berbagai manfaat bagi manusia, di antaranya mencegah penyakit jantung dan turunkan kolesterol karena ikan patin mengandung lemak omega 3 dan omega 6 yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Bahkan ada yang meyakini memakan ikan patin dapat meningkatkan vitalitas. Selanjutnya ikan patin juga dapat menjaga kesehatan otak dan meningkatkan memori serta konsentrasi pada lansia sekaligus mengurangi resiko terjadinya penyakit demensia dan alzheirmer/pikun.

Mencegah anemia dan mengontrol berat badan serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Kemudian selesai ungkapan Umartono dilanjutkan acara pencerahan dan doa oleh Soedadyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah Kabupaten Blora dan Sekretaris PWRI Kabupaten Blora Soedadyo memberikan apresiasi positif implementasi bersyukur model Umartono tidak berteori langsung dibuktikan dan bisa dinikmati oleh orang banyak.

Ia mengajak kepada seluruh para peserta kelompok sepeda pancal agar bisa membumikan sikap syukur dalam kehidupan sehari hari di masa sulit saat ini.

Sudah menjadikan kwajiban bagi manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

“Karena syukur, bentuk terima kasih atas segala pemberian dan nikmat yang diperoleh manusia selama menjalani kehidupan di dunia,” kata Soedadyo.

Bahkan sebagai umat Islam bersyukur dapat dilakukan melalui perbuatan, lisan termasuk hanya dalam hati.

Dengan memperbanyak bersyukur maka kenikmatan dan pahala yang diperoleh seseorang akan berlipat ganda.

Sebagaimana yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Ibrahim: 7, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmatku, maka sesungguhnya azabku sangat pedih.

Di samping itu kalau kita pandai bersyukur maka hidup penuh berkah dan terhindar dari penyakit hati seperti sombong, iri, dengki dan dendam.

Dalam budaya Jawa ada ungkapan kalau hidup akan tenang dan damai jangan bersikap Adigang, Adigung dan Adiguna .

Melalui kegiatan syukuran hari ini ada pelajaran yang sangat berharga bahwa Gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) terutama ikan patin penting untuk menjaga kesehatan untuk terwujudnya manusia yang sehat, kuat dan cerdas.

Di samping itu nembumikan syukur dalam kehidupan sehari-hari dapat menciptakan hidup makin berkah, terarah dan nikmat serta pahala makin bertambah. (*).

Belum Dapat Dukungan APBD, Pengurus KORMI Blora Swadaya Ikuti Pembukaan FORDA Jateng 2022

0

BLORA.-

Pengurus KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kabupaten Blora, Sabtu (11/6/2022) mengikuti pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Ketua KORMI Blora, H. Subekti, yang juga juga sebagai pengurus inti PWRI Kabupaten Blora menjelaskan bahwa kedatangannya bersma sejumlah pengurus pada acara pembukaan FORDA, selain ingin menyerap ilmu dan pengalaman serta mengenal berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan juga untuk berekreasi yang nantinya bisa disosialisasikan dan diamalkan di Kabupaten Blora.

“Memang sampai saat ini Organisasi KORMI Blora belum mendapat dukungan dana dari APBD Blora. Namun tidak pernah patah arang dengan semangat swadaya murni atas dukungan dana secara ikhlas dari para pengurus siap mengemudikan amanah yang diemban,” kata Subekti yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora itu, Senin (13/6/2022).

Keberangkatannya pada pembukaan KORMI di Banyumas, terinspirasi oleh slogan Bung Karno, Presiden RI pertama yang dimuat dalam buku Dibawah Bendera Revolusi “Rawe Rawe Rantas Malang Malang Putung”.

Hanya berbekal petunjuk dan doa serta restu dari Kunto Aji, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora di bawah komando H. Subekti selaku ketua, diikuti H. Harsono (wakil ketua), H. Soedayo (Sekretaris), dan Mulyono berangkat ke Banyumas.

Dijelaskannya, berbagai even sudah digelar di kabupaten Blora diantaranya Gebyar KORMI bersama Bupati Blora.

“Dalam FORDA tersebut Blora hanya mengikutkan satu cabang olahraga yaitu senam kesegaran jasmani secara swadaya,” ucapnya.

Disampaikannya, pelaksanaan FORDA se Jateng dihadiri oleh 35 Kabupaten/Kota dan cabang olahraga yang dipertandingkan ada 23 cabang olahraga yang berlangsung mulai dari 10 hingga 12 Juni 2022.

Peresmian pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum KORMI Jateng RR Maria Tri Mangesti.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan Festival Olahraga Rekreasi baru pertama kali dilakukan setelah fakum selama dua tahun sebagai akibat adanya pandemi Covid-19.

Maria bersyukur kegiatan FORDA bisa digelar kembali yang mendapat respon antusias karena bisa dihadiri seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Pihaknya berpesan agar kesempatan yang baik melalui kegiatan FORDA bisa dibangun semangat bertading yang dilandasi suasana kerukunan, keguyuban, kebugaran dan kebersamaan dalam menciptakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

“Jadikan referensi berbagai kegiatan yang ada di FORDA untuk dikembangkan di daerah masing masing guna memberi konstribusi positif sebagai wahana rekreasi dan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono dalam dalam sambutannya mengucapkan terimakasih telah ada FORDA even besar tingkat Jawa Tengah yang digelar di Purwokerto sehingga bisa menjadi ajang promosi pariwisata Banyumas.

Wabup Banyumas itu juga sangat mengharapkan kepada peserta FORDA untuk memanfaatkan kesempatan agar berekreasi di Banyumas.

Menurutnya, di Banyumas banyak tempat rekreasi yang cocok untuk menghibur keluarga, diataranya, menara teratai, Mas Kumambang, Baturaden dan masih banyak tempat wisata lainnya.

Setelah mengikuti dan mengamati berbagai kegiatan di FORDA, Soedayo selaku Sekretaris KORMI Blora tergerak hatinya untuk segera menyebarluaskan berbagai kegiatan olahraga rekreasi di Kabupaten Blora utamanya kegiatan olahraga permainan untuk anak-anak sekolah.

Karena sebelum berangkat ke Banyumas dirinya sudah membuat alat olahraga egrang dan sandal bakiak. Bahkan sudah dipraktikkan dan dilombakan secara terbatas.

Semangat yang sama juga digelorakan H.Harsono walau belum ada dukungan dana dari Pemerintah Daerah untuk KORMI. Ia siap mengikhtiarkan agar KORMI tetap Eksis dan berguna bagi kesehatan masyarakat.

“Ibarat peribahasa, sekali layar terkembang surut kita berpantang. Sekali kita sudah siap menerima amanah sebagai Pengurus KORMI pantang mundur untuk tetap berkarya nyata untuk kebugaran dan kesehatan masyarakat Blora walau belum ada dukungan dana,” ungkapnya. (*).

Berdasarkan LHP BPK, Ada 1948 Data Penerima Bansos Tambahan BLT DD Tidak Sesuai Dokumen

0

BOJONEGORO –

Miris kita mendengarnya, ternyata masih terdapat ketidak sesuaian data penerima Bansos (Bantuan Sosial) tambahan untuk BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa). Yang membuat kita tercengang adalah jumlahnya yang besar, tidak hanya selusin atau ratusan, melainkan hingga ribuan. Sesuai dengan LHP BPK (Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2021 terdapat 1948 data penerima Bantuan Sosial (Bansos) tambahan untuk BLT DD (Bantuan Langsung Tunai Dana Desa) senilai Rp. 1.753.200.000,- tidak sesuai Dokumen.

Hal itulah yang memantik wakil rakyat bereaksi. Menurut Ahmad Supriyanto, S.Pd.,M.H. sekretaris Komisi C DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Bojonegoro sangat berpotensi tidak tepat sasaran dan harus segera ditindak lanjuti, jangan sampai ada pembiaran,” ungkapnya pada korandiva.co Senin 13/6/2022.

” Saya ingin fakta di lapangan seperti apa, adakah unsur kesengajaan, atau kesalahan pada saat input data pada sistem saja. Jika ada kesengajaan, siapa yang melakukan dan atas dasar apa. Itu yang harus disampaikan pada publik. Karena hal itu sudah barang tentu mengusik rasa keadilan dalam masyarakat,” ujar Ahmad Supriyanto dengan nada tinggi.

Disaat masih banyaknya warga masyarakat yang merasa dirinya layak menerima bansos tapi justru yang dapat malah yang dirasa mampu, ini malah terjadi ketidak sesuaian data penerima bansos tambahan BLT DD Sampit 2000 orang. Ini satu cerminan kinerja birokrasi yang kurang teliti dan asal-asalan. Dan jika tidak segera dibenahi, sengkarut data penerima bansos ini akan menjadi preseden buruk bagi pemerintah daerah.

“Logikanya, jika data salah, ya berpotensi penerima bansos tambahan BLT DD tidak tepat sasaran. Tidak menutup kemungkinan dibagikan berdasarkan kepentingan, kedekatan dan kekerabatan, seperti yang sering kita dengar dari nyinyiran warga selama ini.” Mas Pri biasa dia dipanggil menambahkan.

“Saya akan kawal bagaimana upaya pemerintah daerah membenahi sengkarut data penerima bansos ini, jangan sampai diabaikan dan terkesan dianggap biasa-biasa saja,” tegas pria berkacamata yang dikenal kritis dan lantang saat mengaum di gedung wakil rakyat yang terhormat itu. (*)