Beranda blog Halaman 196

PKG PAUD Cahaya Mentari Bojonegoro Gelar Workshop Kurikulum Merdeka

0

BOJONEGORO –

Pendidikan anak usia dini menjadi kebutuhan bukan lagi sekedar prasyarat. Karena di tingkat PAUD lah karakter anak itu mulai dibentuk sebagai pondasi awal anak memasuki jenjang sekolah. Untuk lebih mematangkan tingkat emosinya, untuk membentuk mentalnya dan menentukan apa yang menjadi pilihannya.

Dalam rangka lebih memberikan penguatan dan pembekalan para pendidiknya, hati ini Senin, 13/06/22 PKG (Pusat Kegiatan Gugud) PAUD Cahaya Mentari Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur gelar Workshop Kurikulum Merdeka bagi 190 pendidik yang terbagi dalam dua kelompok. Senin dan Selasa (13-14 Juni 2022) untuk kelompok pertama dengan jumlah peserta 94 orang dan kelompok kedua dilaksanakan pada Kamis dan Jum’at (16-17 Juni 2022) dengan jumlah peserta 96 orang pendidik.

Bertempat di Pawon Resto jalan Basuki Rahmat turut kota Bojonegoro, acara yang dimulai sejak pagi itu dihadiri oleh Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Bojonegoro, Dra.Hertanti.,M.Pd dan Pengawas TK, Sri Rejeki.,S.Pd.,M.M. serta Penilik PAUD, Toha. S.Ag selain itu juga hadir Ketua Himpaudi Imawati. S.Pd dan Ketua IGTKI Sriyani Ari Sari, BA.

Dalam sambutanya, Korwil Hertanti menyampaikan agar kurikulum merdeka segera dirumuskan berdasarkan dengan kearifan yang ada,” kita patut bersyukur diberikan amanah untuk memberikan pondasi yang kuat pada generasi penerus bangsa, pada tunas2 yang nantinya akan melanjutkan cita-cita kita bersama,” ujar Hertanti dengan penuh semangat dan disambut riuh gemuruh tepuk tangan oleh seluruh peserta yang hadir.

Lain halnya yang disampaikan, Pengawas Sri Rejeki, dia menekankan pada tehnis identifikasi yang dibutuhkan, karena perencanaan yang tepat, berkorelasi dengan hasil yang diperoleh,” ungkapnya. Sebagai penutup, tuan rumah yang juga Ketua PKG PAUD Cahaya Mentari Sri Winarni.,S.Pd lebih mengucapkan terima kasih kepada semua Nara sumber yang berkenan hadir dan memberikan banyak pengetahuan serta masukan, serta terima kasih yang tak terhingga pada peserta yang hadir dan mengikuti seluruh rangkaian workshop dengan penuh keseriusan dan kebahagiaan. (*)

Endus Indikasi Korupsi Pembangunan MCK BKD Deling Sekar, Kejari Bojonegoro Turunkan Tim

0

BOJONEGORO –

Perang melawan korupsi belum usai, korp Adyaksa Bojonegoro, menemukan indikasi korupsi pada pembangunan fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang bersumber dari dana BKD (Bantuan Keuangan Desa) Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. “Guna mendalamiya kami menerjunkan tim dan telah menemukan indikasi adanya dugaan korupsi proyek pembangunan jamban di Desa Deling dari dana BKD,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bojonegoro, Badrut Tamam, SH Sabtu 11/06/2022.

Pihaknya akan mendorong tim Kejaksaan agar segera menuntaskan kasus ini. Sehingga dalam minggu ini laporan tersebut dapat segera naik dari tingkat penyelidikan ke proses penyidikan. Pria asli Madura ini sebelumnya menyatakan sudah menindaklanjuti laporan warga terkait dugaan kasus korupsi BKD jambanisasi Desa Deling sampai pada tahap Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket).

Badrut Tamam juga memastikan bahwa pihaknya tidak mendapat intervensi dari siapapun atau dari pihak di luar institusi. “Kalau pun ada (intervensi) itu tidak akan dapat mengubah hasil temuan kami dilapangan,” pungkas pria yang karib disapa BT itu dengan mimik wajah serius.

Hal itu berdasarkan laporan warga saat rombongan Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Budi Irawanto, dicegat sejumlah warga Desa Deling, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, saat pulang kegiatan panen raya jagung bersama petani setempat, Kamis 09/06/2022. Mereka mempersoalkan anggaran pembangunan MCK yang dilaksanakan Pemerintah Desa Deling. Material pembangunan yang digunakan diduga tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran Biaya (RAB). Dan juga sudah dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum tapi mandek.

Berdasarkan keterangan Widodo, dia telah melaporkan dugaan ketidaksesuaian material yang diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB) tersebut ke Aparat Penegak Hukum (APH). “Kami ingin keadilan Pak, laporan sudah kami lakukan sejak Januari 2022 lalu. Jika tidak ke APH, kepada siapa lagi kami mengadu,” ujar Widodo di hadapan Mas Wawan sapaan akrab Wabup Budi Irawanto. Indikasi korupsi MCK di Desa Deling Kecamatan Sekar itu perihal tiga sumber anggaran pembangunan jambanisasi pada 2021, masing-masing dari Dana Desa sebanyak 62 unit, senilai Rp.200.000.000;, kemudian dari DPKP Cipta Karya sebanyak 51 unit senilai Rp.357.000.000: dilakukan secara swakelola dan dari anggaran BKK Desa dari Pemkab Bojonegoro senilai Rp.2.010.000.000 untuk 201 unit. “Total ada 314 unit MCK di Desa Deling. (*)

Empat Desa Di Bojonegoro Terima BKD Dari Pemprov Jatim

0

BOJONEGORO –

Peresmian gedung baru Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi Jawa Timur, yang diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dihadiri pula oleh Bupati Bojonegoro, Anna Muawanah. Acara tersebut sekaligus dirangkai dengan agenda penyerahan secara simbolis Bantuan Keuangan kepada Desa (BK-Desa), dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada pemerintah desa Tahun Anggaran 2022.

Di Kabupaten Bojonegoro ada 4 desa yang menerima BK – Desa, penyerahan BK Desa dilakukan secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada hari Sabtu, 11/6/2022. Gubernur Jawa Timur menyampaikan bahwa saat ini ada 1480 Desa Mandiri di Jawa Timur, dan dinyatakan sudah bebas dari desa tertinggal. “Kabupaten Bojonegoro menjadi Kabupaten yang memiliki desa mandiri tertinggi Se-Jawa Timur. Hal ini merupakan sebuah prestasi tersendiri yang diperoleh Bupati Bojonegoro Amma Mu’awanah bagi wilayahnya itu,” ungkap Gubernur Khofifah.

Gubernur Jawa Timur menyampaikan bentuk terima kasihnya atas kerja keras semua pihak, dengan banyaknya desa-desa mandiri di Jawa Timur.
“Oleh karena itu, makin mandiri suatu desa maka juga akan semakin mensejahterakan masyarakat di desa. Saya mengucapkan terima kasih kepada kepala desa dan berpesan agar anggaran bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” kata Gubernur Khofifah nenegaskan.

Adapun Desa di Kabupaten Bojonegoro yang menerima BK- Desa, yakni :

  1. Desa Jawik, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro
    Nama Kades : Wasiyan
    Besar BK-Desa :
    Rp. 230.000.000,-
    Peruntukan : Pemadatan Jalan dan Drainase
  2. Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro
    Nama Kades : Sukardi
    Besar BK-Desa :
    Rp. 350.000.000,-
    Peruntukan : Pembangunan Saluran Air
  3. Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro
    Nama Kades : Abu Ali
    Besar BK-Desa :
    Rp. 400.000.000,-
    Peruntukan : Pembangunan Saluran Air
  4. Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro
    Nama Kades : Arif Andika Yanuar P
    Besar BK-Desa :
    Rp. 380.000.000,
    Peruntukan : Tembok Penahan Tanah dan Paving.

Diakhir sambutanya, Gubernur Khofifah menyampaikan, jangan sampai hanya mengejar status desanya yang mandiri, tetapi tidak mendorong kesejahteraan warganya,” pungkasnya. (*)

Sedekah Bumi Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan, Ada Empat Lokasi Nyadran di Dukuh Kuwung

0

BLORA.-

Hari Jum’at (10/6) lalu, giliran Dukuh Kuwung, Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora menggelar sedekah bumi dengan kegiatan nyadran (bancakan) di 4 lokasi sekaligus. Keempat lokasi nyadran antara lain; (1). Makam Sech Su’udi atau Begede Kuwung, (2). Sendang Kuwung, (3). Punden Reco, dan (4). Pemakaman Umum.

Upacara sedekah bumi yang dilakukan setiap tahun bagi masyarakat Kuwung ditujukan sebagai ungkapan rasa terimakasih kepada Tuhan karena pada tahun tersebut mereka diberi kehidupan yang tentram, panen hasil pertanian yang berlebihan serta ungkapan rasa terima kasih lain karena telah hidup dengan tenang bersama keluarga atau keturunannya.

Selain kegiatan nyadran, sedekah bumi di Dukuh Kuwung juga dimeriahkan pagelaran kesenian Jawa yaitu seni Tayub (joget) yang didatangkan dari Panunggalan, Pulokulon, Grobogan, Jawa Tengah.

“Kegiatan nyadran sadekah bumi ini diadakan satu tahun sekali sebagai wujud rasa syukur warga desa terhadap Allah Yang Maha Suci,” ujar Kadus Kuwung Eko Pujianto, mewakili Kepala Desa Mendenrejo Supari.

Berbeda dengan Dukuh Bapangan kemarin, menurut Eko sedekah bumi di Bapangan ditandai tujuh gunungan yang dibuat dari hasil bumi yang diarak keliling desa.

“Kalau di Kuwung mengadakan nyadran atau bancakan di empat lokasi sekaligus, lalu pada jam 12.30 Wib dilajutkan pagelaran seni seni tayub (joget). Pokoknya lain ladang lain belalang dalam arti mawa desa mawa cara,” pungkasnya. (*).

Hutang Bank

0

Setelah menunggu enam bulan lamanya, keinginan Pemkab Blora untuk mendapat pinjaman dari bank akhirnya cair setelah pada 31 Mei lalu Pemkab Blora dan Bank Jateng melakukan penandatanganan perjanjian pinjaman daerah sebesar Rp150 Miliar.

Apresiasi langsung diberikan oleh Pemkab Blora kepada Bank Jateng yang telah mengabulkan pengajuannya. Sesuai rencana, pinjaman tersebut akan digunakan untuk peningkatan kualitas 15 ruas jalan di Kabupaten Blora.

Berbagai ekspresi diperlihatkan pasca pencairan hutang sebesar Rp 150 miliar itu. Bupati mewakili Pemkab Blora memperlihatkan raut senang karena dengan tambahan dana tersebut bisa memberi ruang lebih untuk berkreasi dalam mewujudkan visi misinya.

Dengan pencairan hutang tersebut, pimpinan DPRD dan seluruh anggotanya makin tersenyum lebar. Karena program Pemkab untuk memperhalus jalan-jalan di Blora, ternyata harus mengurangi anggaran wakil rakyat yang bisa dibilang gemuk itu.

Yang tampak sedih adalah wajah-wajah masyarakat kecil penerima bantuan sosial. Mereka khawatir anggaran bansos kedepan akan dikurangi akibat beban Pemkab Blora sekarang bertambah, yaitu membayar bunga bank dari hutang pokok sebesar 150 miliar itu.

Sementara para pengamat mengernyitkan wajah tanda heran dengan dicairkannya pinjaman sebesar Rp 150 milar itu. Alasannya, kenapa harus buru-buru pinjam bank? Padahal sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) di Kabupaten Blora setiap tahun bisa dibilang besar dan jumlahnya terus meningkat.

SILPA Tahun Anggaran 2019 (Rp. 97.852.691.370), SILPA Tahun Anggaran 2020 (Rp. 112.205.265.151), dan SILPA Tahun Anggaran 2021 Rp. 225.496.337.229. Artinya, anggaran Pemkab Blora belum defisit.

Besarnya Silpa di Pemkab Blora menunjukkan kinerja penyerapan belanja yang tidak optimal akibat tata kelola keuangan yang tidak tertib atau bisa juga karena lemahnya perencanaan kegiatan. Tingginya nilai SILPA karena tidak maksimalnya penyerapan belanja jelas bukan sebuah prestasi, karena masih menyisakan kewajiban yang harus dipenuhi pada tahun berikutnya.

Walaupun baru dilantik sebagai Bupati pada Februari 2021, tetapi Arief Rohman bukanlah orang baru di jajaran Pemkab Blora. Pria jebolan Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang sudah lima tahun (2016-2021) menjabat wakil bupati Blora, mendampingi Bupati Djoko Nugroho. Artinya, Arief tahu banyak perihal SILPA tersebut.

Maka seharusnya yang dilakukan Arief Rohman pada tahun pertama kepemimpinanya adalah mengoptimalkan kinerja OPD (organisasi perangkat daerah) hingga tidak menyisahkan SILPA pada tahun anggaran berjalan.

Entah kenapa, Bupati Arief malah bingung cari pinjaman bank dan minta bantuan ke kabupaten lain seperti halnya yang pernah diajukan ke Kabupaten Bojonegoro.

Sebelum mengajukan pinjaman, Pemkab harusnya melakukan pengetatan belanja. Karena penghematan belanja sangat mungkin dilakukan untuk membiayai kebutuhan prioritas lain, termasuk untuk membangun jalan. ***

Musdes APBDes Tawangrejo Digelar Tanpa Persetujuan BPD

0

BLORA. –

Musyawarah Desa (Musdes) Penetapan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) di Balai Desa Tawangrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora pada tanggal 25 Mei 2022 digelar tanpa persetujuan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat.

Ketua BPD Tawangrejo, Sawung mengaku sengaja tidak menghadiri Musdes tersebut karena merasa Pemdes Tawangrejo masih memiliki pekerjaan yang belum diselesaikan, tetapi mengapa sudah mengadakan Musdes Penetapan APB-Des.

“Saya sengaja tidak menghadiri undangan Musdes Penetapan APB-Des tersebut, karena saya tau masih banyak pekerjaan Pemdes yang belum di selesaikan, termasuk transparansi atau keterbukaan informasi publik terkait Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dari tahun 2019 sampai 2021,” jelas Sawung, Selasa (07/06/2022).

“Beberapa anggota BPD ada yang terpaksa menandatangani APBDes itu karena mendapat tekanan. Jadi APBDes itu tidak ada tanda tangan Ketua BPD dan tidak ada Stempel BPD,” imbuhnya.

Tak hanya itu, menu-rut Sawung Pemdes juga belum menyerahkan LKPPD Tahun Anggaran 2021, yang mana laporan pertanggungjawaban itu wajibnya diserahkan kepada BPD pada akhir tahun anggaran dan paling lambat tiga bulan setelah akhir tahun anggaran.

“Dan ini sudah masuk bulan enam, namun kepala desa belum juga menyerahkan LKPPD tersebut kepada BPD,” imbuhnya lagi.

Perlu diketahui, BPD meminta haknya kepada Pemdes Tawangrejo berupa RAB mulai tahun anggaran 2019 sampai 2021. Sesuai Undang-Undang Keterbukaan Infor-masi Publik No. 14 Tahun 2008, berkas tersebut se-bagai arsip BPD juga bukti transparansi Pemdes Tawangrejo.

“Namun sampai sekarang Pemdes Tawangrejo tidak mau menyerahkan RAB tersebut kepada BPD dengan dalih rahasia,” tambah Sawung.

Sementara itu Parjana, selaku PAW Kepala Desa Tawangrejo saat dihubungi korandiva.co melalui whatsapp memberikan jawaban singkat. “Musdes Penetapan APBDes dihadiri oleh semua BPD kecuali anggota BPD yang meninggal,” ucap Kades Tawangrejo, Selasa (07/06/2022). (*)

Proyek HIPPAM di Payaman-Bojonegoro, Dua Tahun Mangkrak

0

“Sejak dibangun pada Tahun 2020 hingga kini, Instalasi HIPPAM di Payaman belum pernah difungsikan sama sekali. Pernah sekali dilakukan uji coba tetapi hasilnya tidak maksimal karena pipa instalasinya selalu pecah,” ujar Sofyan, kepala Desa Payaman, Kamis (09/06/2022).


Proyek HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) di Desa Payaman Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro yang dibangun pada Tahun 2020, sekarang mangkrak dan belum diketahui penyebabnya.

Semua pihak ketika dikonfirmasi terkait keberadaan HIPPAM di Desa Payaman terkesan saling lempar tanggung jawab dan tidak mau disalahkan.

Iwan Maulana, Kepala Seksi Pembangunan dan Pengembangan Air Bersih, DPKP Cipta Karya Kabupaten Bojonegoro mengatakan, bahwa proyek HIPPAM di Desa Payaman tidak berfungsi dikarenakan pengelola-annya di desa yang kurang pas. “Mungkin karena masyarakat tidak mau membayar, sehingga tidak mampu membiayai operasionalnya,” katanya.

“Pak Hari, Kasi sebelum saya pernah bercerita bahwa untuk pembayaran listrik saja selalu ditalangi oleh dia,” keluhnya.

Ditanya besaran anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan HIPPAM, dengan santainya Iwan menjawab, tidak tahu. “Saya kan orang baru yang menggantikan Pak Hari,” kilahnya.

Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro yang membidangi Sumber Daya Air dan Air Bersih, Imam Solihin ketika dikonfirmasi malah mengarahkan wartawan untuk meminta keterangan pada Ketua Komisi B. “Beliau lebih pas dan berkompeten,” ungkap Imam serius. (*)

Proyek Kandang Ayam Rp 1,4 Miliar Mangkrak di Sambong

0

“Saya berharap dari aset yang ada bisa dimanfaatkan. Butuh solusi, masukan dan pengarahan dari Pemkab Blora. Kami harus bagaimana?” terang Kepala Desa Brabowan, Indarsih, Senin (06/06/2022).


Kandang ayam di Desa Brabowan, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora yang diresmikan pada Tahun 2019 oleh oleh Wakil Bupati Blora, Arief Rohman (sekarang bupati), kondisinya sekarang mangkrak.

Kepala Desa Brabowan, Indarsih sangat menyayangkan kandang ayam yang mangkrak sejak 2020, setelah pemeliharaan pertama. Hasil tidak maksimal, sulit pemasaran dan berdampak pada pembiayaan.

“Sekarang kandangnya mangkrak. Terus dananya dari mana lagi? Dana yang dulu sudah hilang dan masyarakat tidak mau lagi. Yang tersisa hanya kandang, mesin penetas, kulkas 2 unit dan mobil. Barang tersebut masih ada semuanya. Yang tidak ada ayamnya. Asset tersebut sudah diserahkan ke BUMdes,” ujarnya.

Pembangunan pusat pengembangan ayam joper di desa ini dibiayai oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) melalui program PIID-PEL (Pilot Inkubasi Inovasi Desa – Pengembangan Ekonomi Lokal) sebesar Rp 1,4 milyar.

Kandang itu pernah produksi doc (anak ayam) 700 ekor, ayam joper 500 ekor sampai 2 kali dan pengelolaan doc 8 kali. Awalnya diharapkan mampu menekan angka kemiskinan.

Menurut Indarsih, kegagalan program itu akibat kurangnya pendampingan sehingga hasilnya tidak maksimal. “Harusnya pendampingan dari awal sehingga masyarakat bisa yakin dan bisa diberdayakan. Padahal pendamping itu ada anggarannya,” tukasnya.

Kandang ayam yang dibangun di atas lahan desa seluas 5000 meter persegi itu terdiri atas unit inseminasi, unit peternakan joper, unit pembuat pakan, unit pengelola hasil panen, pengemasan karkas, fasilitasi inkubasi dan operasional. (*)

Desa Jati Siapkan Mobil Siaga untuk Pelayanan Masyarakat

0

BLORA.-

Untuk memenuhi kebutuhan masarakatnya yang tergolong ekonomi menengah kebawah, Pemerintah Desa Jati Kecamatan Jati, Kabupaten Blora menyiapkan mobil siaga. Mobil yang terparkir di halaman kantor desa itu siap untuk digunakan masarakat yang membutukan.

Menurut Kepala Desa Jati, Supardi, mobil siaga seharga Rp. 222.100.000,- itu dibeli menggunakan anggaran Dana Desa Tahun 2022 yang sudah mendapat persetujuan masyarakat melalui BPD dan semua perangkat desa.

“Selain untuk operasional Pemdes, mobil siaga ini juga bisa digunakan untuk mengantar orang sakit. Karena Desa Jati menuju rumah sakit relatif jauh,” ujar Supardi saat ditemui di balai desa setempat, Selasa (07/06/2022).

Ditambahkan oleh Supardi, bahwa mobil siaga selalu standby 24 jam di kantor desa. Sementara untuk pengemudi, Pemdes sudah menyediakan 3 orang sopir yang bertugas secara shif. “Bagi warga yang mampu bisa bantu mengisi BBM dan memberi uang saku sopir seikhlasnya,” terang Kades tiga preode ini.

Supardi berharap, dengan adanya mobil siaga ini dapat lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang membutukan untuk keperluah mendesak.

Dengan adanya mobil siaga ini, masyarakat Desa jati memberikan apreasiasi atas kebijakan Kadesnya yang selalu memikirkan kebutuhan masyarakatnya.

“Warga di sini sangat senang dan bahagia dengan sudah tersedianya mobil siaga,” ujar Damin, salah seorang warga ketika ditemui wartawan. (*).

SMK Muhammadiyah 2 Cepu Gelar Wisuda

0

BLORA.-

Sekolah Menengah Kejuruan Muhammadiyah Dua (SMK MUDA) Cepu, Jum’at (03/06/2022), menggelar acara wisuda dan pelepasan siswa siswi kelas XII (12) di Kyriad Arra Hotel, Cepu. Kegiatan ini merupakan wisudah pertama yang digelar secara tatap muka, setelah dua tahun terakhir wisuda SMK MUDA diselenggarakan secara online karena Pandemi Covid-19.

Wisuda yang mengangkat tema, “Songsonglah Perubahan, Taburlah Kemenfaatan, dan Raihlah Masa Depan” itu diikuti 212 siswa dari semua jurusan, baik dari Teknik Kendaraan Ringan, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor serta Asisten Keperawatan.

Acara wisuda yang diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan terjemahan serta diisi penampilan tim paduan suara SMK MUDA Cepu itu diikuti para wisudawan dan wisudawati yang datang dengan didampingi oleh para orang tua atau wali masing-masing. Tampak hadir pada acara wisuda, bapak ibu guru dan karyawan, komite sekolah SMK MUDA, serta tamu.

Momen perpisahan ini terasa begitu spesial dan berkesan bagi siswa atau siswi kelas 12 yang merasa bangga telah menjadi alumni SMK Muhammadiyah 2 Cepu.

Kepala SMK Muhammadiyah 2 Cepu Drs. Bagus Darmawan M.M mengatakan, janganlah berhenti dan teruslah berjuang. Keberhasilan dalam rangkaian ujian bukanlah tujuan akhir tetapi hanyalah salah satu jalan untuk mencapai tujuan, karena pada dasarnya indikator keberhasilan SMK Muhammadiyah 2 Cepu adalah lulusannya dapat terserap di dunia Industri maupun proses pembelajaran ke jenjang yang lebih tinggi.

“Pihak sekolah akan tetap membantu siswa, proses penyaluran tenaga kerja akan terus dimotivasi dan dimonitor sampai mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

“Agar mampu bersaing di dunia kerja, alumni SMK Muda harus memiliki karakter dalam kejujuran dan kedisiplinan,” pesannya dalam sambutan.

Sementara itu dari Majelis Dikdasmen Drs. Kusno berpesan, agar lulusan SMK MUDA Cepu selalu optimis dan penuh rasa percaya. Jangan ragu dan selalu istiqomah dalam mendirikan sholat 5 waktu, karena setinggi apapun nilai yang kita raih baik di pendidikan maupun di profesional perusahaan—itu tidak ada nilainya di hadapan Allah SWT kalau kita tidak melaksanakan sholat wajib 5 waktu.

“Pondasi keimanan merupakan salah satu kekuatan untuk membawa kalian semua menuju kesuksesan,” ujarnya

“Ketika iman kalian kuat dalam kondisi apapun, maka ketakwaan akan selalu terjaga. Pegang teguh apa yang diajarkan oleh bapak ibu guru di sekolah karena itu sebagai bekal kalian,” tambahnya.

Suasana kegiatan wisuda yang diselingi acara penyerahan penghargaan bagi para wisudawan berprestasi itu makin semarak dengan suguhan seni tari, seni musik, dan barongan yang dibawakan oleh siswa siswi SMK Muhammadiyah 2 Cepu.

Marsela Sari Rejeki, wisudawati dari jurusan Asisten Keperawatan yang akan melanjutkan kuliah pada kesempatan itu memberikan pesan kepada adik-adik kelasnya agar jangan berkecil hati dan selalu semangat serta terus belajar.

Perjalanan tiga tahun telah terbayar lunas dengan momen indah ini, seluruh acara dihiasi dengan senyum dan tawa di wajah siswa-siswi kelas 12 SMK MUDA Cepu. (*)