Beranda blog Halaman 194

Kalah Atas Lamongan 1-5, Tim Sepakbola Putri Bojonegoro Masih Berpeluang Lolos

0

BOJONEGORO –

Masih ada asa, begitu kata Asiar Gatut Amansyari pelatih tim sepakbola putri Bojonegoro yang dikalahkan Lamongan dengan sekor telak 1-5. dalam Pekan Olahraga Porvinsi ke VII Jatim tahun 2022 di Stadion Semeru Lumajang. Sabtu 19/06/2022

Kemungkinan lolosnya tim sepakbola putri itu karena dalam gelaran Porprov kali ini hanya ada enam tim dan terbagi dalam dua grup dimana setiap juara dan runner up grup akan lolos ke babak selanjutnya,” tambah Gatut. Bojonegoro tergabung dalam grup B Bersama Bondowoso dan Lamongan, lolos ke babak delapan besar masih sangat mungkin dengan catatan mampu mengalahkan Bondowoso pada 22 Juni nanti di Stadion yang sama. Dan Bondowoso dikalahkan lamongan pada 26 Juni nanti.

Saat laga tersebut, tim sepakbola Bojonegoro yang dilatih Asiar Gatut Amansyari langsung kebobolan pada menit ke 6 melalui Michel Putri Arifiana. Selanjutnya gol dicetak oleh Armita Dwi Oktavaian pada menit ke 15 dan 31 serta menit 33 yang menutup babak pertama dengan skor 0-4. Cukup berat memang pertandingan kali ini, tapi saya tetap memberi semangat tim agar tidak mudah menyerah dan lakukan serangan lewat gelandang kanan dengan adu sprint dengan bek kiri lawan yang terlihat agak lemah,” ujar Gatut dengan penuh semangat.

Akhirnya pada menit 67 tim Bojonegoro mampu menyumbangkan gol dari titik outih melalui kaki Khusnul Afni. Dan pada menit ke 74 Armita Dwi Oktaviana dari Lamongan Kembali memcetak gol yang memantapkan skor 1-5 untuk kemenangan Lamongan. ‘’Pemain sudah bermain dengan maksimal, upaya mereka tetap patut kita apresiasi,” kata pelatih tim sepakbola putri yang sudah malang melintang membina sepakbola bola Bojonegoro itu sambil memberikan pengarahan pada tim agar tidak patah semangat meskipun kalah dari Lamongan.

“Kami masih punya kesempatan, semoga kekalahan dari Lamongan ini tidak berdampak pada semangat tanding mereka pada laga selanjutnya, karena dalam sepakbola segala kemungkinan masih bisa terjadi,” pungkasnya. (*)

BUMDes Bangsri, Jepon Tawarkan Wisata Petik Buah Semangka

0

Blora.-

Pemerintah Desa (Pemdes) Bangsri Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora terus berinovasi dengan mengembangkan pariwisata. Kali ini Pemdes Bangsri melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Mapan, Minggu (19/06/2022) meluncurkan pariwisata berbasis tempat wisata petik buah semangka.

Di lahan seluas dua hektar itu, Pemdes Bangsri yang semula mengandalkan komoditi padi mendadak mengubah lahan pertanian mereka menjadi kebun buah semangka.

Bupati Blora Arief Rohman memberikan apresiasi inovasi dan kreativitas BUMDes Maju Mapan Desa Bangsri yang meluncurkan pariwisata petik buah semangka.

Menurut bupati, pariwisata dengan konsep memetik buah langsung di kebun sangat menarik dan dapat dijadikan edukasi para petani di Desa Bangsri, dan harus dikembangkan serta ditiru oleh desa lain.

Bupati Arief memberikan apresiasi dengan apa yang dilakukan BUMDes Maju Mapan, karena bisa memanfaatkan lahan kosong dan tidak terpakai hingga menghasilkan keuntungan.

“Saya berharap hasil panen semangka bisa dibeli para tengkulak di sekitarnya, meski ada juga yang dipasarkan di masyarakat,” ucap Arief.

Sementara itu Kepala Desa Bangsri, Laga Kusuma mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan kehadiran Bupati Blora Arief Rohman yang telah ikut melakukan petik buah semangka.

“Program ini merupakan kegiatan padat karya yang program pemasarannya dikelola oleh BUMDes untuk meningkatkan pendapatan asli daerah,” ujar Kades Laga Kusuma.

“Lahan yang digunakan agrowisata petik buah semangka ini merupakan lahan milik Pemdes, dan semua hasil panennya dikelola oleh Bumdes,” tandas Laga. (*)

Gelar Sedekah Bumi, Warga Jati Arak Gunungan Keliling Desa

0

BLORA.-

Masyarakat Desa Jati Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Jumat (17/2022) menggelar acara sedekah bumi atau warga desa biasa menyebut dengan acara nyadran.

Dalam acara tersebut, masyarakat mengarak gunungan yang dibuat dari hasil-hasil pertanian, keliling Desa Jati sambil diiring kesenian barongan.

Pada hari itu juga dilaksanakan kegiatan ritual di dua tempat yaitu di Sendang Brumbung, dan di perempatan depan balai desa.

Menurut Kepala Desa Jati, Supardi, rangkain sedekah bumi ini sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah yang telah menciptakan alam beserta isinya.

Dalam sambutannya di balai desa, Supardi menyampaikan bahwa warga sangat antusias mengikuti acara ini karena sedekah bumi merupakan kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan.

“Acara sedekah bumi merupakan ungkapan rasa syukur warga desa Jati, serta hasil bumi pada tahun ini sangat melimpah, juga kehidupan masyarakat bisa dibilang cukup sejahtera,” paparnya.

Menurut Supardi, jika dilihat secara langsung tarap perikonomian masyarakat Jati sudah mapan, hidupnya tidak ada yang dibawah kemiskinan,” kata Kades Jati pereode ketiga ini.

Sementar aitu salah satu tokoh masyarakat Jati, Jayo (56) membenarkan apa yang dikatakan oleh Pak Kades bahwa tarap kehidupan warga Jati memang sudah tampak sejahtera.

“Warga desa siap mengadakan acara seperti ini setiap tahun,” tutur Jayo sambil mengiringi perjalanan gunungan. (*).

Genjot BKKD, Bupati Bojonegoro Gelontorkan 158 Milyard Untuk 136 Desa

0

BOJONEGORO –

Bojonegoro sebagai kabupaten yang memiliki APBD terbesar ke 2 Se Jatim kembali menggelontorkan anggaran untuk Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) kepada desa yang pada tahun 2021 belum mendapatkannya. Meski nilainya lebih kecil dari sebelumnya, tetapi cukup membuat iri kabupaten lain disekitarnya.

Sebagai pengingat, pada tahun 2021 nilai BKKD yang digelontorkan pemerintah kabupaten Bojonegoro sebesar Rp.460.009.000.000; untuk 280 desa, namun tahun ini hanya dianggarkan Rp.158.008.000.000; untuk 136 desa. Tahun 2022 peruntukan BKKD juga lebih sedikit, jika tahun 2021 terdapat Bantuan untuk bidang kesehatan, namun tahun 2022 ini hanya dikhususkan untuk infrastruktur jalan dan jembatan,” ungkap Bupati saat meninjau salah satu penerima BKKD bersama jajaran terkait, Sabtu 18/06/22.

BKKD tahun 2022 terbagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah Bantuan infrastruktur kebinamargaan penunjang Karya Bhakti Skala Besar (KBSB) TNI dalam bentuk pembangunan jembatan dengan jumlah anggaran Rp. 12.432.243.692 (Dua Belas Miliar lebih) untuk dua desa di dua Kecamatan. Yakni Desa Tondomulo Kecamatan Kedungadem senilai Rp.887.200.000; dan Desa Soko Kecamatan Temayang dengan nilai Rp.11.005.000.000;

Selanjutnya kelompok kedua adalah BKKD untuk pembangunan Jalan Poros Desa dengan total anggaran Rp.135.467.320.527; yang diperuntukan untuk 131 desa. Kelompok ketiga adalah BKKD untuk pembangunan Jembatan dengan nilai anggaran Rp. 10.945.516.960;

Untuk jalan poros desa dengan nilai tertinggi BKKD nya adalah untuk Desa Jatiblimbing Kecamatan Dander dengan nilai Rp. 2.298.842.326 (Dua miliar lebih), terbesar kedua adalah BKKD Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno dengan nilai Rp. 2.206.888.633 (Dua Miliar lebih). Sementara untuk BKKD Terendah didapat oleh Desa Sedahkidul Kecamatan Purwosari dengan nilai Rp. 234.890.370 (Dua Ratus juta lebih). (*)

Bengkok Desa

0

Tanah bengkok tiba-tiba menjadi perbincangan hangat di kalangan perangkat desa. Mereka yang belum lama ini baru dilantik menjadi perangkat desa, ada yang mulai mempertanyakan hak atas bengkok—seperti halnya hak yang dimiliki oleh para kepala desa.

Bukan tanpa alasan jika para perades mempertanyakan hal itu. Karena ketika proses rekrutmen, mereka dijanjikan oleh agen atau kepala desanya, bahwa selain mendapat gaji dari Siltap setiap bulannya, perades yang sudah dilantik juga akan memiliki hak pengelolaan bengkok.

Padahal Undang-Undang No.6 Tahun 2014 menegaskan, pengelolaan aset desa atau tanah bengkok yang selama ini sebagian besar dikelola untuk gaji perangkat desa yang bukan pegawai negeri dan sebagian lainnya dianggarkan untuk pendapatan daerah atau desa.

Persoalan ini tidak bisa dianggap sepele, karena hampir semua Perades pada saat rekrutmen mengeluarkan uang yang tidak sedikit agar bisa lolos seleksi. Bahkan sekarang ini, sebagian besar Perades “menyekolahkan” SK-nya ke lembaga keuangan.

Bukan nekat tetapi mereka sudah punya hitungan, jika gaji dari Siltap setiap bulannya habis untuk bayar angsuran ke bank, maka dia masih bisa “hidup” dari hasil lelang bengkok setiap tahunnya.

Yang dijadikan contoh oleh mereka adalah kepala desa yang sekarang menerima gaji dari Siltap setiap bulan, dan juga menikmati hasil lelang bengkok setiap tahunnya.

Padahal itu contoh yang keliru, harusnya setelah dua tahun sejak diterbitkan Undang-Undang No.6 Tahun 2014, kepala desa dan perangkat desa sudah tidak boleh lagi menerima hasil lelang eks-bengkok.

Setiap bulan, seorang kepala desa menerima penghasilan Rp 4.230.000,- yang berasal dari gaji Siltap, Tunjangan Jabatan (setara dengan kepala kelurahan), dan Tunjangan Perbaikan Pengasilan (TPP).

Tanah eks-bengkok boleh disewakan kepada warga desa, termasuk kepada perangkat dan kepala desa setempat melalui mekanisme lelang. Dan hasil lelang sepenuhnya masuk ke kas desa setempat.

Yang perlu diperhatikan, pengelolaan tanah eks Bengkok yang masih digarap perangkat desa berpotensi menjadi dugaan tindak pidana Korupsi (Tipikor) masal. Pasalnya persoalan tanah eks bengkok tidak dikelola langsung perangkat desa sejak 2010 lalu. Ada kerugian negara dan masyarakat jika eks tanah bengkok tidak dijalankan sesuai regulasi semestinya.

Yang perlu dipertanyakan, apa dasar aturan kepala desa yang hingga sekarang masih ngotot eks tanah bengkok tidak dilelang dan melekat menjadi hak mereka. Karena seharusnya tanah eks bengkok yang dipertahankan Kades tersebut bisa dioptimalkan untuk pemerataan ekonomi di desa.

Apa alasan Pemkab Blora tidak menjalankan amanah Undang-Undang No.6 Tahun 2014? Bahkan jika ada anggota dewan yang pernah menjabat sebagai kepala desa (Kades) yang semestinya mengetahui hal tersebut, bisa kita anggap melakukan pembiaran. Karena terhitung sejak 2010 regulasi harusnya sudah dikembalikan.

Melihat realita seperti itu, masihkah para perades memiliki semangat untuk melayani masyarakat di desanya?


Warga RT.02 Balun Graha “Nglencer ke Semarang”, Kunjungi Dusun Sumilir dan Singgah di Kota Lama

0

BLORA.-

Warga RT.02 Balun Graha Permai Cepu, Minggu (12/06/2022), melakukan darma wisata ke Semarang. Bersama biro jasa Bima Rental & Tour, peserta wisata yang didominasi para ibu-ibu itu memilih Dusun Sumilir sebagai tujuan utama.

Dusun Semilir Eco Park merupakan sebuah kawasan wisata terbaru yang terletak antara Kecamatan Ngempe dan Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang

Berangkat dari Cepu pkl. 5.30 Wib, rombongan tiba di Dusun Sumilir, Semarang pada Pkl. 09.oo Wib. Selama dalam perjalanan, di dalam Bus Nusa Bhakti yang dilengkapi fasilitas karaoke, warga satu RT itu unjuk kebolehan dalam tarik suara dan goyang badan.

Tepat pkl. 12.oo Wib, peserta wisata meninggalkan Dusun Sumilir untuk melaksanakan shalat dzuhur sekaligus makan siang di lokasi rumah makan yang tidak jauh dari lokasi wisata.

Selanjutnya, peserta wisata menuju ke Kampung Semarang untuk belanja oleh-oleh khas Semarang, diantaranya Lumpia, jenang, krupuk rambak dan wingko babat.

Ketua rombongan wisata, Rr Erna Susiana Dewi (46 tahun) mengatakan, bahwa berwisata merupakan kegiatan rutin warga Balun Graha setiap tahunnya. “Tapi dua tahun kemarin ditiadakan karena ada Pandemi,” ujarnya.

Hal itu dibenarkan oleh Ketua RT.02 Balun Graha, Edi Triatmanto yang ikut dalam rombongan wisata bersama istri. Bahwa yang memprakarsai kegiatan ini adakag para ibu. “Bapak-bapak cuma ngikut aja,” katanya.

Usai melakukan aksi borong di Kampung Semarang, rombongan diajak menikmati suasana Kota Lama hingga matahari terbenam. Di tempat wisata yang memiliki julukan Little Netherland ini para ibu selain memanfaatkan untuk foto shelfi, juga secara grup membuat video Tik Tok dengan lantar belakang indahnya bangunan-bangunan bergaya arsitektur Eropa tahun 1700-an.

Aksi spontanitas sempat terjadi ketika rombongan dalam perjalanan di atas bus. Diantara peserta ada yang membisikkan sesuatu kepada Mas Budi selaku pemandu wisata. Dan, tiba-tiba Mas Budi memanggil Bu Erna yang tidak lain adalah ketua rombongan untuk maju mendekati ruang kemudi.

Setelah di koridor depan, ibu dua anak yang masih terlihat cantik itu mendapat ucapan selamat ulang tahun dari pemandu wisata dan seluruh penumpang, diikuti lagu selamat ulang tahun yang dibawakan oleh Jamrud, “Hari ini hari yang kau tunggu…”

Setelah menyelesaikan makan malam di salah rumah makan, perjalanan pulang menuju Cepu diwarnai sendau gurau di dalam bus. Pada kesempatan itu Budi selaku pemandu wisata memanfaatkannya untuk membuat Tik Tok dengan tema, warga RT.02 Balun Graha Nglencer ke Semarang. (*)

KOMPAK, Forkopinda Bersama BKP Dukung Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Cup II 2022

0

BOJONEGORO –

Dalam rangka semakin mempererat hubungan antar perguruan silat sebagai bagian dalam mewujudkan sinergi dengan pemerintah daerah, kejuaraan sikat Kapolres Cup II digelar. Pembukaanya di Alun-alun Kota Bojonegoro, dengan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Bojonegoro, Para Pejabat Utama (PJU) Polres Bojonegoro, Kapolsek jajaran, perwakilan Bakorwil, perwakilan Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Bojonegoro, IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Bojonegoro, dan para Ketua Perguruan Pencak Silat se Kabupaten Bojonegoro.

“Grand opening Festival silat ini berjalan dengan baik dan lancar. Rencananya, pertandingan bakal dilakukan pada tanggal 18-19 Juni, di GOR Polres Bojonegoro,” ujar Kapolres Bojonegoro AKBP Muhammad kepada para awak media di Alun-alun Kota Bojonegoro, Jum’at 17/06/22.

Kapolres melanjutkan, Ini membuktikan kepada seluruh masyarakat Bojonegoro, bahwa insan pesilat bisa damai bersaudara, bisa melakukan kegiatan bermanfaat.
Ditambahkan, bahwa hari ini festival dari berbagai perguruan damai tanpa insiden apapun. Sehingga kedepannya, sesuai deklarasi dari masing- masing ketua perguruan siap mewujudkan kamtibmas diwilayah masing-masing.

“ Kapolres Bojonegoro Cup II ini sebagai ajang meraih prestasi serta menambah persaudaraan antar perguruan silat. Pertandingan antar pesilat menjunjung tinggi nilai–nilai sportifitas dan saling menghormati,” kata AKBP Muhammad menegaskan.
Masih menurut AKBP Muhammad, pihaknya berharap agar kegiatan ini bisa dijadikan sebagai wadah memperkuat silaturahmi, sehingga tak ada lagi konflik antar perguruan silat yang membuat keresahan dalam masyarakat.

“Mari patuhi deklarasi untuk menjaga kamtibmas Bojonegoro yang kita cintai ini,” jelasnya. Perlu diketahui, bahwa kejuaraan pencak silat ini juga dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke 76. Acara ini bekerja sama dengan Bojonegoro Kampung Pesilat (BPK). Dan diikuti perguruan-perguruan pencak silat yang ada di Bojonegoro. (*)

Diduga Curang, Panitia Seleksi Perades Tlogorejo-Pati Digugat 𝙠𝙚 𝙋𝙏𝙐𝙉

0

Pati –Diva.

Seleksi dan pengangkatan sekertaris desa, Desa Tlogorejo Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, berbuntut. Peserta yang tidak puas dengan proses seleksi dan pengangkatan Sekdes di desa tersebut, mengajukan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang untuk membatalkan Surat Keputusan Kepala Desa (SK Kades) Tlogorejo, Nomor 141/4/TH.2022 tentang Pengangkatan dan Pelantikan Sekertaris Desa Terpilih.

Melalui tim kuasa hukum, Yono, peserta seleksi (penggugat) mengatakan, sejak proses seleksi hingga pengangkatan penuh dengan kejanggalan, tidak transparan, dan malpraktik.

“Klien kami menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh panitia seleksi. Dan kami juga sudah mengumpulkan bukti-bukti kecurangan dari pihak panitia yang memihak di salah satu calon (Catur Wahyuningsih),” ujar Yono.

Pengajuan sidang tuntutan sempat tertunda karena para Rabu, 15 Juni 2022 penggugat baru tahu nomor SK nya. Majelis hakim minta nomor SK dicantumkan secara tertulis dalam gugatan.

“Ini baru kita revisi, dan Rabu depan tentunya sudah mulai sidang resmi. Dan tujuan klien kami melakukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan SK pengangkatan Sekdes terpilih agar pemilihan Perades bisa diulang dan transparan, tentunya calon perades yang curang tidak bisa untuk mengikuti seleksi lagi,” paparnya, Jumat (17/06/2022) lalu. (*)

Usulan PAW Sudah Dimeja Gubernur, Anis Segera Gantikan Rasijan Dikursi DPRD Bojonegoro

0

BOJONEGORO –

Paska meninggalnya H.Rasijan anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar pada 16 April 2022 lalu, DPD Partai Golkar bergerak cepat untuk segera mengajukan penggantinya agar tidak terjadi kekosongan yang berkepanjangan. Karena tugas mengawal aspirasi rakyat tidak boleh berhenti. “Saya sudah koordinasikan dan semua sudah diproses sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” ungkap Mitro’atin Ketua DPD Partai Golkar kepada korandiva.co Kamis 16/06)22

Kendati demikian pihaknya tetap menunggu hingga seluruh tahapan PAW (Pergantian Antar Waktu) selesai.” Semua kan ada aturan mainnya mas, berjenjang sesuai amanah UU,” ujar perempuan penyuka bathik yang untuk ketiga kalinya duduk di kursi dewan itu dengan senyumanya. Jadi ya kita tunggu saja, semoga dalam bulan ini sudah bisa melakukan pelantikan, doakan saja prosesnya tidak ada kendala.

Sementara itu, Sigit Kushariyanto Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Bojonegoro saat dikonfirmasi korandiva.co mengatakan,” semua berkas sudah lengkap mas, tidak yang kurang suatu apapun, wong KPUD kemarin juga sudah melakukan verifikasi yang menjadi bagian dari tahapan PAW nya kok,” ungkap Sigit melalui telphone saat perjalanan dari rumah menuju gedung dewan.

Guna melengkapi keterangan yang ada, korandiva.co juga meminta konfirmasi Ketua KPUD Bojonegoro, Fatkhur Rohman, S.Pd.,M.Si melalui pesan WhatsApp beberapa waktu yang lalu, Rohman biasa dia dipanggil menyampaikan bahwa proses yang menjadi wilayah kewenangan KPUD sudah selesai, utamanya tahap verifikasi berkas dan keberadaan calon pengganti PAW nya. “Sudah klir semua, ini KPUD juga sudah mendapatkan salinan Surat Bupati Bojonegoro Nomor 170/230/412.011/2022 perihal Usulan Permohonan Peresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD tertanggal 8 Juni 2022 kepada Gubernur Jatim perihal usulan PAW tersebut,” ujar Rohman menegaskan.

Ditemui terpisah, Drs.Ec.Anis Mustofa calon pengganti H.Rasijan menyampaikan bahwa sebagai kader partai, dia siap menjalankan perintah partai kepadanya. “Saya kan kader Golkar, jadi ya menunggu perintah partai kepada saya saja mas,” ungkapnya pada korandiva.co. Anis adalah caleg Partai Golkar Dapil V yang memperoleh suara tertinggi kedua setelah H.Rasijan. Pria lulusan UPB Surabaya tahun 1989 yang tinggal di Desa Batokan Kecamatan Kasiman itu memang sudah lama berkiprah di Partai Golkar. Suami dari Lisa Purnama Sari yang sehari-hari juga pengusaha dibidang bangunan itu saat ini sedang bersiap dilantik sebagai anggota DPRD Bojonegoro melanjutkan sisa masa jabatan H.Rasijan. (*)

Perhutani Randublatung Salurkan Beasiswa bagi Anak Berprestasi

0

BLORA.-

Dalam rangka memberikan motivasi dan semangat untuk rerus giat belajar,Perhutani Kesatuan Pangkuan Hutan (KPH) Randublatung menyalurkan kepada putra dan putri karyawan Perhutani yang berprestasi di Sekolahanya, bertempat di Aula kantor KPH Randublatung Rabo 15/06/ 2022.

Beasiswa tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Administratur KPH Randublatung Kusmanto kepada putra dan putri karyawan Perhutani aktif yang berprestasi sebanyak 14 orang , yang terdiri dari 30 anak karyawan aktif,yang terdiri dari 8 anak sekolah Dasar masing masing teriam Rp 1.200.000,/tahun,11 anak setingkat DMP terima Rp 1.440.000./ tahun, 8 anak Sekolah Menengah Atas terima Rp 1.800.000,/ tahun, 5 anak perguruan tinggi terima Rp 2.200.000,/tahun.

Dalam kesempatan tersebut Administratur ADM Perhutani KPH Randublatung melalui wakil ADM wilayah Randublatung selatan Kusmanto menyampaikan selamat kepada putra putru karyawan Perhutani yang telah mendapatkan beasiswa pendidikan untuk anak yang berprestasi.

Dan berharap prestasi putra putri keryawan Perhutani dalam menempuh pendidikan dapat dipertahankan sampai lulus pendidikan.

“Saya sampaikan selamat untuk anak anak yang telah meraih prestasi dan mendapatkan beasiswa,Mudah mudahan prestasi yang telah dicapai tetap dipertahankan dan semangat terus untuk tetap belajar mencapai cita cita yang diinginkan sehingga membuat bangga kedua orang tua.Semoga dana bantuan beasiswa ini bermanfaat untuk menunjang prestasi kedepan.” kata Kusmanto.

Dikesempatan itu Triono 45 ,orang tua dari Sigit Nur Hidayat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogyakarta salah satu penetima beasiswa menyampaikan terima kasih kepada Perhutani ,

“Saya mewakili dari orang tua anak-anak penerima beasiswa menyampaikan terima kasih kepada Perhutani atas bantuan beasiswa yang telah diberikan,hal ini dapat menjadi pemicu semangat untuk belajar lebih giat lagi.ujarnya. (*).