Beranda blog Halaman 157

Terancam Longsor, Warga Pilang-Randublatung Tidak Pindah Rumah karena Tidak Ada Biaya

0

BLORA.-

Sudah beberapa minggu dihantui rasa takut akibat tanah longsor di samping rumah, pasangan suami istri Sukarji dan Siti Prihatin tetap bertahan di tempat tinggalnya. Warga RT.01/RW.07 Dukuh Bulakan, Desa Pilang Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora itu sebenarnya ingin pindah tapi tidak memiliki biaya, sementara sudah lapor ke perangkat desa setempat tapi hingga sekarang belum ada tindakan.
“Sebenarnya saya ingin pindah numpang di atas tanah milik saudara, tapi tidak punya biaya. Saya sudah lapor pamong tapi tidak ada respon,” ujar Siti Prihatin ketika ditemui wartawan, Sabtu (7/1/2023).
Menurut warga yang tinggal tidak jauh dari umah Siti, beberapa pekan lalu ada aparat yang datang ke lokasi tapi cuma mengambil foto. “Tapi sampai sekarang ya tidak ada kelanjutannya,” ujar pria yang minta namanya tidak dikorankan itu.
Longsor di wilayah RT.01/RW.07 Dukuh Bulakan tidak hanya kali ini terjadi tapi sudah tiga kali berturut-turut dalam tiga tahun terakhir. Longsor yang mengakibatkan rusaknya rumah pemukiman warga di Dukuh Bulakan akibat aliran sungai yang sangat deras.
Pada Tahun 2021, keluarga Warsini, warga RT 01 RW 07 harus memindahkan rumahnya ke tanah tegalan di Dukuh Bulakan. Sementara pada Tahun 2022, keluarga Yudi dan Karmijah juga harus pindah tempat dan ting-gal di atas tanah bengkok.
Siti berharap, Bupati Blora dalam hal ini dinas terkait segera mengerti dan memberi bantuan untuk kepindahan rumahnya ke tempat yang lebih aman. (*)

Honor Narasumber

0

Ada temuan mengejutkan pada APBD Blora Tahun 2023, yaitu anggaran honor narasumber untuk anggota dewan yang besarannya mencapai miliaran rupiah.

Honor narasumber? Ya, maksudnya jika seorang anggota dewan hadir untuk menyampaikan informasi pada kegiatan pemerintah maka akan mendapat honor.
Melaui video Tik Tok, salah seorang wakil rakyat mengakui bahwa honor untuk narasumber seorang anggota dewan adalah Rp 1 juta per jam. Diperkuat pernyataan kepala Dinas Pendidikan, untuk Tahun 2023, honor narasumber DPRD dianggarkan sebesar Rp 10 miliar. Berapa anggaran narasumber pada dinas yang lain? Tentunya bervariasi. Padahal, Yang terhormat para wakil rakyat setiap bulannya sudah mendapatkan hak berupa Gaji plus Tunjangan yang besarannya di atas 30-an juta per bulan tiap anggota.
Ternyata anggaran honor untuk narasumber DPRD ini sudah ada sejak Tahun 2021. Dari pengakuan beberapa anggota dewan ada yang bisa mengantongi 100 juta hingga 600 juta dalam satu tahun anggaran. Cukup fantastis.
Tentu saja anggaran ini mendapat sorotan tajam dari publik Blora hingga mengundang pertanyaan, keprihatinan serta kritikan keras dari banyak kalangan.
Meskipun ketua dewan berdalih bahwa honor narsum buat wakil rakyat ini sudah sesuai regulasi, akan tetapi publik merasa seharusnya Yang Terhormat anggota dewan juga mempertimbangkan banyak hal dalam memutuskan kebijakan terkait uang rakyat.
Cukupkah regulasi sebagai acuan dalam ploting anggaran? Apakah tidak ada pertim-bangan prioritas anggaran? Apakah masalah prioritas di Blora sudah cukup mendapat-kan anggaran? Bukankah fak-tanya Blora masih rekor dalam kemiskinan, pengangguran, gizi buruk yang tinggi di atas angka Nasional dan Propinsi.
Lalu apakah soal laten di Blora, yaitu infrastuktur jalan yang buruk sudah selesai? Sudah selesai dengan skema pinjaman daerah plus hibah kabupaten sebelah? Atau memang sudah disepakati selesai masalahnya dengan skema menurunkan status jalan yang rusak di down grade statusnya dari milik kabupaten menjadi milik desa. Apakah wakil rakyat tidak tahu atau pura-pura tidak tahu. bahwa di bawah sedang marak lomba memancing dan menanam pohon di jalan-jalan rusak?
Termasuk apakah patut, wakil rakyat yang sudah dimanjakan bermacam PAD alias Pendapatan Anggota Dewan, lalu melupakan nasib ribuan honorer yang rela masuk kerja tiap hari dan hanya mendapatkan honor 150 – 250 ribu perbulan? Catat!!! perbulan lho, bukan 1,4 juta per jam.
Kesan egois dan tidak empati muncul sangat kuat, karena wakil rakyat secara terbuka dan terus ngeyel, menyatakan bahwa ini sudah sesuai aturan. Kentara sekali mereka hanya mementingkan diri sendiri. Serta memanfaatkan kewenangan budgeting yang mereka miliki untuk mengeruk uang rakyat demi memperkaya diri.
Terakhir, Apakah semua wakil rakyat punya kapasitas sebagai Narasumber sehingga pantas mendapatkan Honor besar? Ingat lho dengan tarif perjam. Kok kayak pemandu karaoke ya?
***

Anggarkan Honor Narasumber hingga Puluhan Miliar, Sukisman: DPRD Blora Ugal-ugalan

0

‘’Itu sudah sesuai aturan. Kalau tidak ada aturan ya tidak berani. Tegese (ketegasan) dalam kewajaran, kami juga belum pelaksanaan,” ujar ketua DPRD Blora, Dasum.

***
DPRD Kabupaten Blora sedang mendapat sorotan masyarakat lantaran para wakil rakyat itu diduga menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah untuk honor dirinya sebagai narasumber di sejumlah kegiatan di lingkungan Pemkab Blora.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora Aunur Rofiq kepada awak media akhir Desember lalu mengatakan, bahwa anggaran untuk Narasumber DPRD Blora dalam APBD 2023 yang dititipkan ke Dinas Pendidikan, yaitu Rp 10 Miliar.
Selain 10 Miliar yang “dititipkan” pada Dinas Pendidikan, dalam APBD Blora Tahun 2023 juga ditemukan anggaran honor narasumber DPRD yang muncul pada dinas lain.
Terkait honor narasumber, Ketua DPRD Blora, Dasum menjelaskan bahwa regulasi peng-anggaran DPRD menjadi narasumber sudah diatur. Menurutnya, anggaran yang dititipkan di OPD masih wajar dan tidak banyak.
Sementara itu Sukisman, Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora mengkritik keras pengalokasian dana honorarium narasumber untuk anggota DPRD yang jumlahnya mencapai puluhan miliar.
“Ini sangat menyedihkan. Ketika ribuan tenaga honorer hanya dapat honor 150 s/d 250 ribu per bulan, 45 anggota dewan justru ugal-ugalan menganggarkan honor mereka puluhan Miliar. Padahal mereka sudah mendapat gaji dan tunjangan puluhan juta per bulan,” ungkapnya, Jumat (6/1/2023).
“Dewan jangan hanya bicara soal dasar regulasi yang membolehkan atau tidaknya saja. Honor narsum sebesar itu jelas melanggar asas efisiensi anggaran dan asas kepatutan,” tambahnya.
“Honor Narsum hingga puluhan miliar itu jelas suatu pemborosan anggaran dan melanggar asas efisiensi anggaran dan asas kepatutan. Karena masih banyak permasalahan di masyarakat yang butuh penanganan dan anggaran. Angka kemiskinan, pengangguran dan stunting di Blora masih tinggi, angkanya masih di atas angka nasional dan provinsi. Itu fakta,” pungkasnya. (*)

Club Voli Desa Klatak-Doplang Unggul dalam Grand Final Tunamen Bola Voli Pemersatu Cup 1 Desa Temulus

0

BLORA.-

Turnamen bola voli “Pemersatu Cup 1”, Kamis malam (05/01/2023) lalu memasuki babak final dengan mempertandingkan club bola voli Desa Sumber Kecamatan Kradenan melawan club bola voli desa Klatak Doplang di Lapangan Adipati, Desa Temulus Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora. Pertandingan dimenangkan oleh club Desa Klatak Doplang dengan skor (3-0).

Sebelum pertandingan dimulai ketua panitia turnamen bola voli Pemersatu Cup 1 M. Sujarto menghimbau kepada penonton dan para seporter agar bisa menahan diri.

“Saya selaku ketua panitia turnamen ini memohon kepada penonton dan suporter dari kedua klub masing-masing dimohon bisa menahan diri, khususnya para pemain agar menjaga sportivitas selama pertandingan,” pesan M. Sujarto.

Hadir dalam pertandingan malam itu , Forkopimcam Randublatung diantaranya Camat beserta Satpol PP, Dan Ramil beserta anggota, Kapolsek beserta anak buahnya, dan ribuan penonton, serta suporter dari kedua klub bola voli masing-masing.

Pada kesempatan itu Kapolsek Randublatung AKP Les Pujiyanto menekankan kepada para suporter maupan penonton jangan sampai terjadi gesekan penonton satu sama lain.

“Untuk menciptakan situasi aman dan kondusif, saya tekankan baik itu seporter maupun penonton agar menahan diri masing-masing,” ujar AKP Les Pujiyanto.

Usai pertandingan, Kades Temulus Hartono saat ditemui awak media menyampaikan banyak terima kasih kepada panitia maupun aparat TNI dan Polri, serta Satpol PP yang telah ikut mengamankan jalannya pertandingan final malam ini.

“Saya yang dituakan di Desa Temulus ini merasa senang, sekaligus bangga kepada anak-anak muda khususnya anak Karangtaruna yang kreatif dan inovatif sehingga mampu mengadakan event seperti,” ujarnya.

“Terimakasih juga kepada aparat keamanan yang telah ikut membantu selama turnamen mulai awal sampai akhir, sehingga final malam ini berjalan lancar, aman dan kondusif,” pungkas Hartono. (*).

Belum Genap Dua Bulan, Drainase Jalan Peting Sumber sudah Hancur

0

BLORA.-

Belum genap dua bulan, tepatnya baru berumur satu setengah bulan, drainase Jalan Sumber peting sudah hancur. Selain tidak sesuai spek, diduga dalam pengerjaannya dilakukan dengan asal-asalan. Akibatnya, setelah diguyur hujan beberapa hari saja langsung ambrol.

Sesuai infomasi dalam papan proyek, pembangunan drainase dilaksanakan oleh PT Sendang Kencana Abadi dalam paket proyek peningkatan jalan Peting Sumber Balong Menden.

Tim LSM Pemantau Keuangan Negara (PKN) yang diwakili Munandir dan Sawut sempat menemui mandor pelaksana, Markum dan Roni pada awal pengerjaan yaitu tanggal 31 Agustus 2022. Tim PKN memberi saran agar pengerjaannya sesuai dengan spek pembangunan drainase.

“Roni selaku mandor juga berjanji memberi jembatan kecil (brug) di depan rumah yang terkena dampak drainase,” ujar Munandir.

“Namun saya dapat informasi dari masyarakat Sumber, bahwa 6 unit jembatan kecil itu pada tanggal 2 Januari 2023 telah hancur rusak,” tambah Munandir.

Tim PKN yang pada Rabu (4/1) lalu investigasi ke lapangan juga mendapat pengaduan dari warga (terdampak) yang belum dibuatkan jembatan kecil di depan rumahlnya. Padahal mandor sudah berjanji ketika sosialiasi di rumah Kadus.

“Padahal dalam sosialisasi yang diadakan di Kadus, setiap rumah dapat 6 biji cor buat brug, namun tidak semuanya mendapatkan sejumlah itu. Bahkan ada warga yang belum dapat sama sekalil,” tandas Munandir.

Hingga berita ini diturunkan, wartawan belum mendapat konfirmasi dari Roni selaku pelaksana maupun PT Sendang Kencana Abadi selaku pelaksana proyek.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Kadus, Babinkamtibmas, dan Babinsa, disepakati pada 5 Januari 2023 disepakati cor yang masih dalam pengeringan dibagi rata kepada warga yang membutuhkan. (*)

Wredatama Blora Antusias Praktik Pembuatan Eco Enzym

0

BLORA.-

Dalam rangka peningkatan sumber daya manusia bagi pengurus Wredatama tingkat kecamatan, kelurahan dan kabupaten, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Kamis (5/1/2023) menggelar praktik pembuatan Eco Enzym di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora.
Antusias dan semangat para wredatama dalam mengikuti kegiatan, tak lepas dari motivasi yang disampaikan oleh Ketua PWRI Kabupaten Blora Bambang Sulistya yang pada kesempatan itu menyampaikan ungkapan bijak dari almarhum Prof Dr.Fuad Hassan, tokoh pendidikan Indonesia yang pernah menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Era Presiden Soeharto, yaitu, “Karya Lebih Unggul dari pada Gaya dan Prestasi Lebih Unggul dari pada Gengsi”.
Tidak hanya itu, Bambang Sulistya juga memberikan contoh spirit dari orang bijak yang bernama Confusius, bahwa orang yang lebih tinggi bertindak sebelum dia berbicara dan setelah itu berbicara sesuai tindakannya.
“Berbagai ungkapan tersebut kiranya sangat pantas apabila kita sosialisasikan saat ini ketika orang orang cenderung suka mengobral kata-kata dan mudah menebar janji,” ujarnya.
Sehingga, sebagai upaya untuk mengadakan peningkatan sumber daya manusia Wredatama dari para pengurus PWRI Kelurahan/Kecamatan/Kabupaten melalui kegiatan praktik pembuatan Eco Enzym(EE) di ruang pertemuan kantor PWRI Kabupaten Blora.
Kegiatan praktik Pembuatan Eco Enzym tersebut sekaligus sebagai jawaban atau tindak lanjut atas arahan Gubernur Jawa Tengah saat pelaksanaan Musyawarah PWRI Provinsi Jateng beberapa waktu yang lalu, beliau menekankan agar para purna tugas atau para pensiunan PNS/ASN bisa diarahkan dalam berbagai kegiatan program yang mampu menciptakan BS (Bahagia dan Sehat).
“Ternyata, ketika berlangsung kegiatan pembuatan Eco Enzym telah menciptakan suasana gelak tawa,canda ria,guyub rukun dan penuh dengan antusias untuk bertanya, memahami serta mempraktikan materi pelatihan yang disajikan oleh nara sumber,” kata Bambang Sulistya.
Bahkan waktu yang dialokasikan semula satu jam membengkak menjadi dua jam. “Saya kaget dan baru pertama kali ini menyelenggarakan kegiatan praktik pembuatan EE bisa menghibur dan gayeng bin heboh,” ungkapnya.
Adapun narasumber yang dihadirkan adalah Pipit Windri Aryati Samgautama Karnajaya selaku Ketua Organisasi Eco Enzym (EE) Nusantara Blora yang sehari-hari sebagai Ketua DPW DPUPR atau istri Kepala Dinas PUPR Kabupaten Blora.
Turut hadir pada kesempatan itu para ibu relawan pengembangan Eco Enzym sebanyak enam orang, yakni Puji Suharjo, Damiri, Mukibi, Soberi, Erik Subiyanto dan Edi Jasman, yang berasal dari Perumnas RW V RT 06 dan 09 Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora.
Dalam penyajian materi mengenai pengertian EE manfaat EE, bahan yang diperlukan dan proses pembuatan EE di sampaikan oleh Pipit dengan cara berkomunikasi yang menarik, diselingi joke segar, runtut, jelas dan tuntas sehingga membuat peserta pelatihan terkesima , semangat, penuh perhatian dan merasa terhibur.
Mengawali kegiatan, ia mengenalkan apa itu Eco Enzym. Setelah ditanyakan ke para peserta pelatihan semua yang hadir belum tahu dan baru pertama kali mendengar nama Eco Enzym.
“Pengertian Eco Enzym adalah merupakan larutan zat organik komplek yang di produksi dari proses fermentasi campuran sisa limbah organik dapur, gula/molase,dan air dengan perbandingan 3:1:10,” terangnya.
Disampaikannya, Eco Enzym pertama kali ditemukan dan dikembangkan di Negara Thailand oleh Rosukon Poompanvong.
Ia telah melakukan penelitihan lebih dari 30 tahun.Hasil penilitian hanya di peruntukan untuk karya kemanusian dan penyelamatan lingkungan hidup.
Sehingga produk EE tidak boleh diperjual belikan hanya untuk berbagai bagi yang membutuhkan. “Ada yang menyebut Eco Enzym merupakan cairan ajaib karena memiliki segudang manfaat,” terangnya.
Berdasarkan pengalaman pribadi, menurut Pipit, dengan memanfaatkan EE dalam kehidupan sehari-hari ternyata bisa membuat hidup tenang dan makin percaya diri serta semangat untuk berbagai melayani sesama umat makin tinggi.
Sementara itu informasi yang telah dari berbagai sumber menyebutkan ada 15 manfaat dari Eco Enzym di antaranya untuk bahan mengepel lantai,bmencuci piring, mencuci pakaian, membersihkan kamar mandi-mandi dan cuci pangan, mencuci rambut/kramas.
Membersihkan sayur dan buah buahan, membersihkan area dapur, pembersih udara, gosok gigi dan kumur, mengobati luka bakar, membunuh bakteri, mengobati bisul dan luka goresan, pengusir hama termasuk tikus dan nyamuk, serta untuk pupuk organik.
Bahkan berdasarkan pengalaman para peternakan sapi yang kemarin diserang PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit tersebut.
Dalam proses pembuatan EE kemarin seluruh Peserta yang berasal dari 16 kecamatan dan 12 kelurahan dikelompokkan menjadi 15 buah kelompok.
Masing masing kelompok sudah disiapkan satu botol besar berisi air satu liter, satu botol kecil yang berisi molase 100 cc dan bahan sisa organik sebanyak 300 gram berupa kulit buah buahan,dan sisa sayuran, minimal dalam sisa bahan organik mengandung 5 jenis limbah buah buah dan sayuran.
Jenis limbah buah antara lain buah apel, jeruk, mangga, semangka, melon, nanas, alpukat dan jambu.
Sebelum digunakan sisa bahan organik harus dicuci bersih.Sementara air yang digunakan air sumur, air aqua jangan menggunakan air ledeng.
Kemudian untuk bahan molase bisa diganti dengan gula jawa atau gula aren.
Proses pembuatan larutan molase masukan ke botol yang sudah berisi air lalu dikocok agar tercampur,setelah itu baru bahan organik di masukan ke botol yang sudah berisi campuran molase dan air.
Kalau semua bahan organik sudah di masukan maka botol ditutup dengan plastik yang sudah ditusuk tusuk pakai jarum atau penusuk lain untuk jalan keluarnya gas hasil fermentasi.
Botol yang sudah ditutup plastik langsung disimpan diruangan yang tidak terkena mata hari langsung selama satu minggu .Setelah satu minggu botol ditutup pakai tutup botol sampai selama tiga bulan.
Pada saat praktek kemarin setiap Peserta oleh Nara sumber diberi EE satu botol untuk contoh dan oleh oleh atau buah tangan serta mereka juga melakukan kegiatan proses pencampuran sampai tahap akhir sehingga suasana jadi dinamis dan gayeng.
Disamping itu antusias para peserta untuk menularkan ilmu pembuatan EE kepada anggotanya sangat tinggi.Terbukti ketika proses praktik pembuatan selesai berencana akan mengundang narasumber untuk hadir di setiap PWRI Kelurahan dan Kecamatan.
Tentunya langkah kegiatan yang berkontribusi positif dan memiliki nilai manfaat bagi kehidupan dan lingkungan hidup dapat menginspirasi dan memotivasi kepada seluruh eleman masyarakat untuk melakukan gerakan penyelamatan lingkungan hidup dengan menggunakan Eco Enzym.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada ketua Organisasi Eco Enzym Nusantara Blora dan para Relawan yang telah iklas berkorbanan untuk memberi pencerahan kepada para Wredatama mendapat balasan dari langit.
“Semoga pengabdian untuk berkarya nyata tanpa pamrih kepada masyarakat terus dapat ditingkat mantabkan guna mendukung sesarengan mbangun Blora berkelanjutan,” ucap Ketua PWRI Blora. (*).

Jumat Curhat, Kapolsek Randublatung Ngopi di Warung Bu Tanjung

0

BLORA.-

Bertempat di Warung Kopi Bu Tanjung, sekitar pukul 09.30 Wib, Jumat (06/01/2023), AKP Les Pujiyanto beserta Bhabinkamtibmas Aipda Aris Mukroni menemui warga yang biasa ngopi di warung yang berada di RT.05/RW.02 Randublatung Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.

Pada kesempatan itu Kapolsek AKP Les Pujiyanto menjelaskan kepada warga masyarakat yang suka ngopi, bahwa Jumat Curhat merupakan sarana bagi masyarakat yang ingin menyampaikan berbagai masalah berkaitan dengan layanan Kepolisian maupun gangguan Kamtibmas yang terjadi di masyarakat. Sehingga permasalahan yang terjadi dapat diselesaikan bersama dengan cepat dan mudah.

“Jumat curhat ini untuk menampung keluhan masyarakat khususnya warga Kecamatan Randublatung terhadap Kepolisian. Bebas mau menyampaikan apapun yang berkaitan dengan layanan kepolisian maupun gangguan kamtibmas yang terjadi di masyarakat,” tutur AKP Les Pujiyanto. (*).

10 Januari, Pedagang Tempati Pasar Wisata Bojonegoro

0

BOJONEGORO.–

Ratusan pedagang lesehan Pasar Lama, Senin (2/1/2023) berjajar rapi di Pasar Wisata Bojonegoro. Mereka antre sesuai zonasi dagangan untuk mendapatkan undian penempatan stan baru di Pasar Wisata. Sesuai rencana, pedagang pindah ke Pasar Wisata, 10 Januari 2023.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UM) Sukaemi menjelaskan, ada 720 pedagang Pasar Lama yang belum punya stan telah mendaftarkan diri di Pasar Wisata yang pengundian stan dimulai, Senin (2/1/2023).
Mengingat daya tampung Pasar Wisata 1716 terdiri dari 206 toko dan 1510 los maka sesuai rencana, para pedagang baru mendapat kesempatan untuk daftar dan pengundian langsung hingga 7 Januari 2023.
“Sebab pada 10 Januari nanti, serentak para pedagang menempati stannya. Sewa stan dan parkir baik penjual maupun pembeli akan digratiskan selama tiga bulan. Ini dilakukan untuk meringankan beban ekonomi juga untuk mengembalikan langganan para pedagang. Kemudian bulan ke empat baru dilakukan pembayaran sewa,” ujar Sukaemi, Selasa (3/1/2023).
Sukaemi menyampaikan strategi untuk meramaikan Pasar Wisata nanti akan diberikan daya tarik hiburan seperti wahana permainan dan juga beberapa event festival. Serta para pegawai ASN dan Non ASN diharapkan belanja untuk memenuhi kebutuhannya di Pasar Wisata ini.
“Pasar ini akan buka 24 jam. Selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, konveksi, tas, sepatu, sandal, penjahit atribut, bordir, warung, jajanan kering dan basah, buah-buahan, juga akan menampung produk unggulan UMKM Bojonegoro,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang, Ririn berharap adanya Pasar Wisata ini, usaha lele asap yang telah lama digelutinya bisa laku dan berkembang. Begitupun harapannya agar Pasar Wisata ini berkembang dan memiliki daya tarik pembeli tersendiri.
“Soal tempat bukan masalah, yang penting laku,” ucap pedagang asal Kecamatan Baureno tersebut. (*)

Terkena Suspek PMK dan Penyakit Mastitis, Anak Sapi di Desa Gedebeg, Ngawen Mati Mendadak

0

BLORA.-

Satu bulan terakhir di beberapa wilayah di Kabupaten Blora tersiar kabar banyak hewan sapi yang mati mendadak, diantaranya terjadi di Kecamatan Jiken dan Kecamatan Ngawen.
Seperti yang terjadi pada Kamis (5/1/2023), anak sapi milik Suwarno, warga Desa Gedebeg Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora mati mendadak. Menurut pemiolik sapi, pada tanggal 2 Januari anak sapi itu masih sehat, tapi pada esok harinya sudah tidak mau memakan rumput seperti biasanya hingga akhirnya tidak bisa di selamatkan lagi.
“Tanggal 4 Januari anakan sapi itu sudah tidak mau menyusu pada induknya,” ujar Suwarno.


Sujiman, salah seorang tetangga Suwarno melaporkan kejadian ini ke Dinas Peternakan Blora yang diterima langsun goleh Gundala selaku kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora.
Tim dokter hewan yang datang ke lokasi, Marwan, Imam Tatang, dan Hanif langsung memeriksa sapi yang sakit tersebut. Dari hasil analisa tim, bahwa sapi tersebut terkena Suspek PMK yang diikuti penyakit Mastitis.
Menurut tim kesehatan, masyarakat yang sapinya mati banyak yang tidak laporan. Kebanyakan mereka malu melapor karena kejadian itu dianggap aib karena rejekinya berkurang.
Agar kasus penyakit sapi seperti ini tidak menular ke desa lain, masyarakat dianjurkan untuk segera melaporkan kejadian yang menimpa hewan ternaknya. “Supaya bisa cepat di tangani oleh dinas peternakan,” ujar Imam. (*)

Sudah Ganti Tahun, Proyek JUT Makadam di Desa Mernung Belum Rampung

0

BLORA.-

Jalan Usaha Tani (JUT) di Desa Mernung yang bermasalah ternyata ada dua. JUT di RT.04/RW.01 yang pada 28 November lalu ambrol dan hingga kini belum ada perbaikan, sementara JUT makadam yang berada di RT.02/ RW.01 kondisinya mangkrak ditinggalkan oleh pekerjanya.
Dua JUT di Desa Mernung ini kondisinya berbeda satu sama lain. Bila JUT RT.04/RW.01 yang sumber dananya berasal dari aspirasi PDI-P itu dibangun dengan bahan cor semen, maka JUT di RT.02/ RW.01 yang sumber dananya dari aspirasi Partai Golkar itu menggunakan bahan batu urug atau pedel untuk pengerasan jalannya.
Ketika wartawan mendatangi lokasi JUT makadam melihat belum dilakukan pemadatan jalan, sementara batu urug / pedel masih menumpuk di pinggir jalan, dan hanya tampak seorang pekerja sedang menata batu di lokasi proyek.
“Kabare bose, yo nek wis rampungan yo dhi slander,” ujar seorang pekerja bernama Mbah Sumar sambil menjelaskan, bahwa yang dimaksud bose disini adalah kepala desa.


Kepala Desa Mernung Munandar membenarkan, bahwa jalan usaha tani yang belum rampung itu sumber dananya dari bantuan kabupaten. “Aspirasi dari Partai Golkar, Mbak,” ujarnya.
Terkait tidak disebutkannya jangka waktu pengerjaan pada papan proyek, Munandar menyatakan hal itu tidak ada masalah. “Memang ini tidak ada waktu pengerjaannya, yang penting akhir tahun 2022 selesai,” katanya pada pertengahan Desember 2022 lalu.
Kepala desa juga menjelaskan jika selesai menata batu pedel nantinya akan dipadatkan dengan alat berat.
Belum diketahui pasti penyebab mangkraknya pengerjaan JUT makadam di Desa Mernung yang harusnya selesai pada akhir tahun lalu.
Wartawan melakukan konfirmasi melalui WhatsApp, namun terkait keterlambatan pembangunan JUT Bankab 2022 di Desa Mernung ini Camat Cepu Budiman belum memberikan jawaban. (*)