Beranda blog Halaman 150

Budaya Kerja ASIIK di Kecamatan Jiken, untuk Memberikan Pelayanan Prima kepada Masyarakat

0

BLORA.-

Gema Jumat berkah yang digelorakan oleh Camat Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Joko Lelono memberi spirit para anggota Sepeda Pancal BJJS.
Hal itu dibuktikan saat kelompok sepeda pancal Blora-Jepon-Jiken-Sambong yang dikomandani H. Soedadyo mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kabupaten Blora untuk melakukan olahraga bersepeda ke wilayah Jiken, Jumat (17/2/2023).
“Start sepeda santai diawali dari lapangan Kridosono mulai jam 06.30 pagi menuju ke Kantor Kecamatan Jiken berjarak diperkirakan 11 Km,” kata Soedadyo.
Dalam perjalanan para peserta sepeda santai yang mayoritas adalah para purna tugas menunjukan semangat antusias penuh rasa kegembiraan sambil menikmati panorama yang indah dan udara segar.
Sesekali muncul candaan dan gojegan dengan kata-kata lucu hingga tidak terasa sudah sampai di tempat tujuan.
Kedatangan para pecinta sepeda santai di Kecamatan Jiken disambut oleh Camat Jiken beserta para pegawai ASN Kecamatan setempat dengan penuh rasa kehangatan, kegembiraan dan Kekeluargaan.
Suasana seperti ini ternyata mampu memberi hiburan dan kesan yang mendalam bagi para anggota kelompok Sepeda pancal BJJS karena merasa diwongke, dihormati dan dihargai bagaikan tamu istimewa.
Acara diawali sambutan Camat Jiken Joko Lelono dengan ucapan bahwa hari ini Jumat Wage hari yang penuh berkah.
Camat Jiken Joko Lelono mengucapkan selamat datang kepada rombongan kelompok sepeda pancal di kantor kecamatan Jiken. Ia bersyukur karena hari ini dirawuhi/didatangi tamu para senior yang dulu pernah memberi pembinaan, bimbingan, tauladan dan motivasi agar bisa bekerja menjadi pelayan masyarakat baik dan profesional.
Dirinya ingat petuah tentang “Moco Tanpo Tulisan dan Otak Kanan”.
Saat ini dalam membangun kinerja yang baik dirinya juga mengamalkan budaya kerja ASIIK agar bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Makna dari akronim ASIIK yang digagas oleh Camat Jiken Joko Lelono adalah, (A) – Amanah yang telah diberikan kepada seluruh petugas di kecamatan Jiken hendaknya harus dapat diwujudkan dengan semangat dan tekad untuk kerja keras, kerja cerdas dan kerja iklhas.
Disamping itu para petugas harus memiliki spirit dan tanggung jawab tinggi dalam memberikan pelayanan baik kepada masyarakat.
(S) – Sopan satun harus menjadi landasan etika kerja bagi para petugas dalam menunaikan dan mengemban tugas dinas sehari- hari.
Petugas dalam bersikap tidak boleh arogan, egois dan bermetal minta dilayani, apalagi masih menggunakan budaya “mengapa harus dipermudah kalau masih bisa dipersulit, harus diganti mengapa harus dipersulit kalau masih bisa dipermudah.”
(I) – Iman para petugas harus makin kokoh dan kuat sehingga mampu menangkal dan menghindari berbagai tindakan yang melanggar aturan dan menimbulkan keresahan,kegaduhan,ketakutan dan kerugian negara. Stop para petugas menebarkan berita hoaks.
Berikutnya, (I) – Inovatif, merupakan sikap dan kemampuan petugas untuk menerapkan solusi cerdas terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi guna menumbuhkan kinerja lebih baik.
Seiring dengan kemajuan informasi dan teknologi petugas juga harus siap mereformasi diri untuk dapat beradaptasi dan mengikuti perkembangan jaman serta selalu berikhtiar untuk meningkatkan sumber daya manusia.
Sehingga setiap petugas dalam melaksanakan amanah harus siap mengopersionalkan berbagai inovasi baru dan tidak lagi mengandalkan pola kerja copy paste dari dulu sampai saat ini tidak ada perubahan.
Selanjutnya, (K) – kreativitas petugas terus dimantapkan terutama dalam mengembangkan ide baru dan menerapkan cara-cara baru untuk menciptakan setiap persoalan atau masalah jadi peluang.
Jadikan kreativitas sebagai tulang punggung bagi keberlangsungan dan kemajuan institusi.
Dalam kesempatan itu, mantan Sekda Blora, Kemudian Bambang Sulistya, selaku senior, mengawali sambutan dengan menyampaikan ucapan terimakasih kepada Camat beserta staf atas respon dan sambutan yang baik penuh ramah tamah dan nuansa kekeluargaan.
Saya juga memperkenalkan bebera peserta yang mengikuti acara jumat berkah, bahwa kelompok sepeda pancal BJJS anggotanya sangat variatif seperti NKRInya Blora,” ucapnya.
Karena ada yang berasal dari purnawirawan Polri bahkan ketua Purnawirawan Polri cabang Blora Eko Septi Supriana juga ikut bergabung sebagai anggota, ada dari purnawirawan militer Letkol Pur. Sri Harjanto dan Kapten Pur. Sudarmono, mantan kadin Nakertransos H.Soedadyo, mantan Asisten dua , Kabag Hukum Sugito dan wirausaha.
“Saya juga memberikan ungkapan bahwa acara pertemuan hari ini merupakan implementasi dari Sesarengan Mbangun Blora dalam mewujudkan kerukunan dan kekeluargaan dalam masyarakat,” tambahnya.
Dikatakannya, kalau Camat Jiken dalam membangun kinerja dengan sesanti ASIIK, maka dalam pertemuan hari itu Bambang Sulistya memberikan motivasi KISS sebuah akronim yang sangat bermakna.
(K) – Kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan antara para petugas kecamatan Jiken dengan para anggota Sepeda pancal BJJS agar dapat tercipta dengan baik dan harmonis semoga mampu memberikan spirit dalam kehidupan.
Kemudian, (I) – Ikatan tali silaturahmi bisa dijalin dan ditumbukan diantara kita tentu dengan harapan akan memberi kontribusi positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Berikutnya, (S) – Semangat diantara kita untuk saling memberi,saling menguatkan,saling membatu,saling bersinergi adalah sebuah keniscayaan yang harus kita rawat dan pelihara.Karena akan membuahkan kebaikan dan kebahagian.
(S) – Sesanti kita melalui kegiatan Jumat berkah ini dapat membangkitkan kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama umat yang belum beruntung.
Disampaikan, ada ungkapan bijak yang bisa dijadikan motivasi diri, Menyang Blora numpak sepur sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur. (Pergi ke Blora naik kereta api siapa yang ingin sejahtera harus berani berbagi).
Sementara itu, H. Soedadyo yang sehari-hari sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora dalam sambutannya menceritakan bahwa Joko lelono dulu sebagai petugas yang baik, disiplin dan memiliki loyalitas tinggi.
Sehingga ia tidak kaget kalau hari ini bisa melaksanakan kegiatan akrobatik yang memiliki nilai manfaat bagi kita semua.
“Semoga amalan yang baik dari pak Camat ini mampu melancarkan kariernya dan mendapat pahala dari Tuhan Yang Maha Kuasa,” harapnya..
Acara kemudian dilanjutkan makan bersama dengan menu ala empat sehat lima sempurna. (*).

Pasca Pandemi, Omset Penjualan Sepeda Turun Drastis

0

BLORA.-

Bersepeda salah satu olahraga yang merakyat dan hemat karena dapat dilakukan oleh siapa saja baik oleh rakyat, pejabat maupun konglomerat tanpa memandang jenis kelamin dan usia.
“Saat masa pandemi Covid-19 tahun 2020 dan tahun 2021 olahraga bersepeda menjamur dan naik daun. Namun saat ini setelah pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) gairah masyarakat untuk berolahraga naik sepeda mulai meredup alias menurun,” kata Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora, penggemar olahraga sepeda, Rabu (15/2/2023).
Salah satu indikasinya adalah omzet penjualan sepeda di berbagai toko sepeda dan konsumen yang datang ke perbengkelan sepeda ontel menurun dratis.
“Kemarin ketika saya datang ke bengkel sepeda gowes di Kelurahan Kedungjenar Kecamatan Blora Kabupaten Blora untuk memperbaiki kerusakan sepeda ternyata tidak seramai dulu waktu pandemi penyakit Corona sedang merebak,” ucapnya.
Agus Waluyo, pemilik bengkel sekaligus sebagai servis sepeda menceritakan bahwa sekarang bengkel sepedanya sudah sepi dari pengunjung kira-kira tinggal 10% dari penghujung tahun 2020 dan 2021.
“Kalau dulu pendapatan bersih tiap hari bisa mencapai Rp 400 ribu tapi sekarang tidak menentu,” katanya.
Sehingga untuk menghidupi keluarga sehari-hari Agus harus melakukan kegiatan tambahan, yaitu berjualan roti yang dititipkan di warung tetangga.
Bengkel sepeda gowes merupakan salah satu bengkel sepeda yang terkenal di Kota Blora karena selain melakukan servis juga menyediakan asesoris, dan jualan sepeda jadi.
Kelebihan lain Agus sendiri termasuk generasi milenial yang memiliki semangat kerja secara profesional, familiar, teliti dan ramah serta harga pelayanan servis murah.
Ia juga gemar bersepeda untuk menambah semangat hidup dan imunitas diri agar bisa menikmati hidup dengan kesehatan prima.
Bahkan Agus menitipkan tip agar bersepeda tidak cepat lelah dan aman, dengan cara antara lain, sebelum goees periksa dulu kondisi sepeda apa layak dipakai atau perlu diperbaiki terutama ban sepeda, rem dan rantai.
Kemudian untuk menambah energi sebelum berangkat minum air putih atau minum kopi manis atau pait sesuai kebiasaan dan asupan pisang godok. Dalam bersepeda jangan memaksakan diri atau mefosir diri jaga gerakan untuk mengayuh sepeda secara stabil.
Lakukan bersepeda secara rutin dan waktu bersepeda jangan terlalu lama maksimal dua jam, yang penting dapat menikmati kegiatan bersepeda untuk penyegaran tubuh dan penghibur nurani.
Sementara itu, menurut pendapat seorang dokter keluarga di Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora bahwa bersepeda dapat memberikan berbagai manfaat diantaranya, meningkatkan kekuatan otot dan melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh.
Mengontrol berat badan agar tetap ideal sehingga sangat cocok untuk program menurunkan berat badan karena bersepeda membakar kalori dan meningkatkan metabolisme. Menjaga kesehatan jantung,paru paru dan sirkulasi darah.
Dengan bersepeda secara rutin bisa menurunkan kadar lemak dalam darah menurun sehingga berdampak positif pada penderita tekanan darah tinggi. Menurunkan resiko depresi,stres,dan gangguan kecemasan serta meningkatkan Imunitas tubuh.
“Namun bagi saya secara pribadi bersepeda merupakan kebutuhan hidup yang dapat memberi manfaat untuk berzikir sambil menikmati keindahan alam dan udara segar,” kata Bambang Sulistya.
Disamping itu bersepeda dapat memperoleh inspirasi dan ide cerdas yang bermanfaat bagi kehidupan, selain itu bersepeda sebagai wahana untuk bersilahturahmi, menambah sedulur dan teman serta membuat hidup makin berkah.
“Saya menyarankan kepada siapapun yang ingin hidup sehat tanpa obat dan tenang, damai serta untuk meningkatkan keimanan silahkan untuk tetap menggelorakan gerakan bersepeda kapanpun dimanapun kita berada. Ingat bersepeda juga dapat dijadikan filosofi hidup,” ucapnya.
Kalau kita berhenti bergerak seperti sepeda maka kita akan jatuh karena tidak ada keseimbangan hidup. (*).

Bersama Perhutani, Wartawan Giat Menanam Pohon dan Baksos di Desa Jepangrejo-Blora

0

BLORA.-

Hari Pers Nasional, Rabu (15/02/2023) diperingati di Desa Jepangrejo Kecamatan Blora, Kabupaten Blora dengan melakukan kegiatan menanam dan baksos bersama awak media.
Dalam giat tersebut tampak hadir Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si, Wakil Bupati Tri Yuli Setyowari ST.MM, Forkompinda, perwakilan SKPD, Camat Blora, Pengurus dan anggota PWI Kabupaten Blora, ADM Perhutani KPH Randublatung, Kapala Desa Jepangrejo Tomas dan Pemuda Jepangrejo.

Dalam kesempatan itu Ketua PWI Kabupaten Blora sebagai penyelenggara Heri Purnomo menyampaikan kepada para peserta kegiatan, bahwa kegiatan menanam dalam rangka HPN adalah kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

“Biasanya dilakukan di kawasan hutan bekerjasama dengan Perhutani. Untuk tahun ini mengambil tempat di Mbung Jepangrejo dengan pertimbangan bahwa ada potensi di mbung Jepangrejo untuk dikembangkan sebagai tempat wisata baru, mengingat jalan menuju lokasi sudah bagus,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Bupati Blora H.Arief Rohman M.Si menyampaikan ucapan selamat kepada PWI Blora yang meperingati Hari Pers Nasional.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Blora terima kasih atas semua masukan dan kritikannya, karena pada dasarnya Pemkab tidak anti kritik,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama Administratur KKPH Randublatung Dewanto S.Hut,M.Sc yang mewakili Adm se Blora raya mengatakan, Perhutani sangat mendukung kegiatan yang dilakukan oleh PWI Blora dalam peringatan Hari Pers Nasional setiap tahunnya. (*).

Musrenbang, Camat Jiken: Semoga Usulan-usulan dari Bawah Lolos dan Aman

0

BlORA.-

Pemerintah Blora menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Tahun 2024 pada tanggal 8 s/d 15 Februari 2023. Dan pada Selasa (14/2/2023) Musrenbang digelar di Kecamatan Jiken.
Camat Jiken, Joko Lelono dalam sambutanya menyampaikan, usulan dari desa yang sudah diinput akan dibagi per bidang.
“Semoga usulan-usulan dari bawah di wilayah Jiken lolos dan aman semua,” ujarnya ketika ditemui di pendopo Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora. (*)

Sosialisasi KHDPK Diikuti Ratusan Stakeholder dan Pengelola Lahan Hutan Wilayah Blora

0

BLORA.-

Diikuti ± 150 orang stakeholder dan pengelola lahan hutan wilayah Blora, Rabu (15/2/2023) dilaksanakan sosialisasi KHDPK (Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus) dengan nara sumber dari Kementrian LH RI, di Pendopo Bupati Blora Jl. Alun-alun Utara Kota Blora.
Hadir dalam kegiatan tersebut, al: Dirjen perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan Kementrian LH RI, Bupati Blora, Wakil Bupati Blora, Kapolres Blora, Dandim 0721 Blora yang diwakili oleh Pasiter, Sekda Blora, Kejari Blora, Ka PN Blora, para asisten Setda dan Staf khusus Bupati Blora, Kepala OPD dan Instansi vertikal terkait, Ka CDK Wil I DLHK Prov. Jateng, Ka Perum Perhutani Divisi Regional Jateng, para ADM wilayah Perhutani Blora, Kabag Ops Polres Blora, Kasat Intelkam, para Camat dan Kades wilayah KHDPK, LMDH wilayah KHDPK, KTH (Kelompok Tani hutan) wilayah KHDPK, tamu undangan lainnya.


Bupati Blora, H. Arief Rohman,S.I.P M.Si dalam sambutannya mengatakan, bahwa Blora merupakan wilayah hutan, 4.8 persen adalah hutan dan 6 ADM artinya banyak warga yang menggantungkan hidupnya dari hutan.
“Dan warga yang tinggal di kawasan hutan merupakan daerah yang rawan kemiskinan,” ujar Bupati.
Dijelaskan oleh Bupati, bahwa kegiatan ini bertujuan untuk agar semua menjadi paham dan tahu bagaimana KHDPK ini dan tepat sasaran siapa saja yang berhak. “KHDPK ini juga harapan kami menjadi solusi untuk menuntaskan kemiskinan di wilayah Blora,” tambahnya.
Sementara itu Dirjen perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan Kementrian LH RI, Dr. Ir. Bambang Supriyanto ,M.Sc. selaku nara sumber menyampaikan pesan dari Kementerian untuk sosialisasi KHDPK. Bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut rapat di kementrian, bahwa Blora dan Kendal menjadi percontohan terkait dengan KHDPK.
“Ada 3 hal yang akan saya sampaikan di kesempatan kali ini yang intinya untuk kesejahteraan warga masyarakat sekitar hutan. Maksud dan tujuan adalah pembagian aset antara perhutani dan warga masyarakat,” ucapnya.
Dari kementerian berharap tidak hanya tanaman jagung atau padi namun tetap ditanam pohon-pohon agar fungsi hutan tetap terjaga.
Lanjut Bambang Supriyanto, program KHDPK ini menurut pemerintah mengurangi tugas dari perhutani dimana lahan-lahan yang tidak produktif akan di serahkan kepada warga penggarap agar lebih produktif.
“Jangan sampai program bapak Presiden ini justru timbul masalah baru nantinya, tolong semua bekerja sama untuk saling menjaga. Dalam semua program ini tidak ada pungutan-pungutan karena ini pasti nanti sampai kepada bapak Presiden,” tandasnya. (*)

Pakai Google Maps, Mobil Nyasar di Tengah Hutan Angker di Tambakromo, Pati

0

PATI.-

Mobil sedan Honda HRV, Sabtu (11/2/2023) nyasar di hutan yang masuk wilayah Desa Wukirsari, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peristiwa ini hampir tidak masuk akal karena mobil itu terperosoknya jauh ke dalam, yakni di Dukuh Gares dan tidak berada di jalan, melainkan di hutan.
Mobil warna putih Nopol: H 8630 TL yang dikemudikan oleh Sigit Yudha Pradana, Warga Perum Sekar Asri Blok A-17, RT.05 / RW.05, Desa Sekargadung Kecamatan Purworejo. Kota Pasuruan – Jawa Timur itu tiba-tiba saja berada di tengah hutan.
Mobil tersebut nyasar di daerah “hutan liwung…” lereng pegunungan Kendeng.
Sudiarto, seorang perangkat desa setempat yang ikut membantu proses evakuasi mobil korban dari dalam hutan, mengaku heran dan merasa aneh melihat kendaraan jenis sedah itu bisa mencapai lokasi kejadian tanpa ada bekas roda mobil.
“Padahal sebelum ditemukan mobil tersesat, kawasan ini turun hujan. Juga medan menuju lokasi cukup terjal dan berbatu,” ujar pria yang akrab disapa Totok itu.
Kepada wartawan Totok menceritakan, sang pengemudi (Sigit) bermaksud pulang ke Jawa timur lewat Tol Sragen (karena kawasan Juwana macet) dengan menggunakan google Map.
Nahas mulai dirasakan setibanya di daerah Watu Geblok, Sigit melihat sesosok perempuan melambaikan tangan mau menumpang. Karena takut Sigit pun memacu mobilnya tanpa menghiraukan perempuan tadi, dan dia merasa jalan yang ia lalui seperti jalan tol pada umumnya.
“Hingga menjelang subuh baru sadar kalau sedang berada di tengah-tengah hutan, dilereng pegunungan Kendeng tersebut,” ucap Totok menirukan cerita Sigit.

Sementara itu Camat Tambakromo Mirza Nur Hidayat membenarkan kabar ini. Menurutnya, ada beberapa hal yang janggal dalam peristiwa ini. “Itu (kejadiannya) tidak berada di Jalur Tambakromo-Wirosari, melainkan Tambakromo sampai Wukirsari. Ada belokan ke kanan, dia belok masuk ke dalam,” ujar dia, Minggu (12/2/2023).
Mobil tersebut terperosok ke area hutan gundul lumayan jauh dari jalan raya, melewati halangan batu dan batang jati. ”Kalau dia masuk ke sana mestinya ada bekas roda, ini tidak ada. Kemudian dia terperosoknya dari jalan Raya Tambakromo sekitar 1 kilometer. Padahal masuk 100 meter saja mestinya sulit karena banyak hambatan,” tambah Pak Camat.
”Lagipula itu juga bukan akses jalan. Kejadian pukul 01.00 dini hari, baru ketahuan sekitar pukul 10.00. Orang itu sampai siang masih di situ, kok tidak mencari pertolongan, seperti orang linglung,” tutur dia.
Mirza mengungkapkan, pengemudi mengaku mencari jalan alternatif lewat Google Maps untuk menghindari kemacetan di Juwana. Namun, dia yang hendak pulang ke Pasuruan justru tersesat sampai hutan.
”Versi yang bersangkutan, karena menghindari macet Juwana, dengan bantuan Google Maps, dilewatkan daerah Tambakromo-Wukirsari-Maitan. Namun malah kesasar. Tujuan Pasuruan Jatim,” ungkap dia.
Saat ini mobil sudah dievakuasi dan berada di sebuah bengkel di Kecamatan Tambakromo. Sementara sang pengemudi sudah pulang. (*)

Harga Lebih Tinggi Dibanding GMM, Petani Blora Pilih Jual Tebu Keluar Daerah

0

BLORA.-

Selaku manajemen pabrik gula, PT Gendis Multi Manis (GMM) Bulog optimis bisa berkinerja lebih baik dalam musim giling 2023 dibanding tahun sebelumnya.
Pabrik gula yang berada di Desa Tinapan Kecamatan Todanan Kabupaten Blora itu rencananya menargetkan sebanyak 400 ribu ton tebu tergiling dengan rendemen 7,5%.
Ketua Koperasi Tebu Rakyat Mandiri (Manteb) Blora Bambang Sulistya menjelaskan berbagai perbaikan telah dilakukan agar giling tahun 2023 berjalan lancar dengan moto “No Stop Giling” selama kurang lebih 150 hari.
“Sedangkan pada musim giling 2022 PT GMM Bulog telah menggiling tebu sebanyak 296.234 ton dengan rendemen 6,83% dan realisasi produksi gula kristal putih sebanyak 20.161 ton,” terangnya, di Blora, Senin (13/2/2022).
Ia menambahkan, kendala yang dihadapi dalam musim giling tahun 2022 diantaranya terhambatnya penjualan produk gula dan curah hujan yang berlebih di luar prediksi sehingga berpengaruh nyata terhadap pembiayaan tebang angkut tebu dan menurunnya rendemen tebu.
“Menurut penuturan beberapa petani tebu yang sempat saya temui di kebun tebu, guna mendapatkan informasi sebagai bahan evaluasi giling tahun 2022, di antaranya bapak Syukur yang berdomisili di desa Japah Kecamatan japah, memiliki tebu seluas 10 Ha pada masa giling 2022 produksi hasil tebunya semua dijual ke pabrik gula yang berada di Kabupaten Pati,” ungkapnya.
Mengapa hasil tebunya dijual keluar dari Kabupaten Blora, dengan blak-blakan dan jujur dijelaskan kalau dijual ke pabrik gula di Kabupaten Pati setelah ditimbang tebunya langsung mendapatkan uang dan harga tebu lebih tinggi.
Sebab, kata Syukur, jika dihitung per hektar selisih perolehan uang dari hasil penjualan tebu di pabrik gula di Kabupaten Pati dibanding dengan penjualan tebu ke pabrik gula GMM Bulog kurang lebih mencapai Rp 5.500.000 Ha.
Sementara petani Tebu di Kecamatan Tujungan, Munaji, yang memilih lahan tebu seluas kurang lebih 15 Ha sebagian besar hasil tebunya dijual ke Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Selisih hasil penjualan tebu per hektar mencapai hampir Rp 7 juta.
Kenyataan penjualan tebu dari petani di Kabupaten Blora ke pabrik gula yang berada di luar kabupaten Blora sering disebut tebu bertamasya.
Sakijan, seorang petani tebu dari kecamatan Todanan yang sehari-hari sebagai anggota DPRD Kabupaten Blora menyatakan sangat prihatin karena dulu petani Blora beralih untuk menanam tebu dengan harapan hasilnya dapat digiling di pabrik gula PT GMM Bulog dengan harga yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Bumi Mustika Blora.
Apalagi di masa giling tahun 2022 terjadi anomali dan sangat ironis sejak pabrik gula GMM Bulog awal beroperasi mulai bulan Juli 2014 sampai giling tahun 2022 harga tebu baru kali ini dari awal giling sampai akhir giling harga tebunya tidak berubah atau tidak naik sama sekali dengan harga hanya Rp66.000/kwintal tebu di dalam wilayah Kabupaten Blora, dan tebu dari luar Kabupaten Blora Rp 67.000/kw sampai Rp 68.000/kw.
Sedangkan harga tebu Pabrik Gula di Kabupaten Pati mencapai harga tebu Rp 76.000/kw. Terjadi peningkatan tebu tamasya dalam masa giling tahun 2022 adalah sebagai indikasi yang kurang baik bagi petani tebu di kabupaten Blora.
Karena dulu petani Blora tertarik beralih untuk menanam tebu yang hasil tebunya bisa digiling di pabrik gula GMM dengan rendemen dan harga yang menarik dan jarak tempuh angkut tebu yang dekat.
Demikian pula terhadap eksistensi Koperasi Petani Tebu rakyat yang dulu terbentuk atas prakarsa dari managemen PG GMM, namun dengan makin banyaknya produksi tebu yang dijual keluar dari Kabupaten Blora maka dengan perjalanan waktu Koperasi Petani Tebu Rakyat akan mati suri.
Sebagai catatan di Kabupaten Blora ada 5 buah KPTR salah satu KPTR yang masih loyal memberi kontribusi produksi tebu untuk dijual ke PG GMM adalah KPTR Manteb.
Walaupun pada masa giling 2022 tebu yang dijual ke GMM makin menurun dibanding tahun giling 2021.
“Saya sangat berharap dalam masa giling tahun 2023 pengalaman pahit yang terjadi pada masa giling tahun 2022 tidak terulang kembali,” kata Bambang Sulistya.
Terutama pihak manajemen pabrik gula GMM Bulog dapat memberi pelayan prima dengan wujud kualitas tebu dengan standar MBS potlot, pembayaran tebu tepat waktu dan harga yang membuat petani gumuyu.
“Sehingga slogan nandur tebu mulyo uripku Pabrik Gula GMM Bulog makin maju dapat diwujudkan,” tegasnya. (*).

Hadiri Pelantikan Pantarlih, Camat Randublatung Siap Bersinergi dengan PPK dan Panwascam

0

BLORA.-

Hari Minggu tanggal 12 Februari 2023 telah dilaksanakan serentak pelantikan dan pengambilan sumpah Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih). Di wilayah Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora telah melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah Pemutakhiran Data Pemilih pada pemilihan umum tahun 2024 bertempat di Gedung Sasono Rinenggo, Randublatung, Kabupaten Blora.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Randublatung Sutarso S.Sos,M.Si, Forkompincam Randublatung, Divisi Hukum KPU Blora Naiina Paramitha Najati, Ketua PPK Randublatung Sutejo Slamet dan staf, Ketua Panwaslucam Arif Nugroho dan staf, Rokhaniawan Islam KUA Randublarung Nuryadi S.Pdi, Rokhaniawan Kristen GPDI Randublatung Pdt. Bagas Angger dan PPS, Pantarlih dari masing-masing kelurahan/desa se-Kecamatan Randublatung.
Sebelum acara pelantikan Pantarlih yang dilanjutkan apel kesiapan terlebih dahulu dinyanyikan lagu Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembacaan Surat Keputusan KPU Blora tentang Penetapan dan Pengangkatan petugas Pantarlih, dan data Pemilih untuk Pemilu tahun 2024. Pembacaan naskah pelantikan dan apel kesiapan pantarlih dipimpin langsung oleh Ketua PPK Kecamatan Randublatung.

Pada kesempatan itu, Camat Randublatung menyampaikan ucapan selamat kepada petugas Pantarlih Pemilu 2024 yang baru dilantik. Semoga kedepan dapat melaksanakan tugas secara maksimal dan tanggung jawab.

“Pemerintah Kecamatan Randublatung siap bersinergi dengan PPK, Panwascam, anggota PPK dan juga pihak Polsek serta Koramil dalam mensukseskan jalannya pesta Pemilu Tahun 2024,” pungkas Sutarso. (*).

Pedagang di Blok S-Jepon Keluhkan Mahalnya Biaya Sewa Kios

0

BLORA.-

Walaupun sudah diresmikan penggunaannya sejak Tahun 2019, kios-kios di “Blok S” masih banyak yang tutup. Kabarnya, kios-kios Blok S yang sebelumnya dikelola DINDAGKOPUKM Blora itu sejak Tahun 2019 dikelola secara penuh oleh Pemerintah Kecamatan Jepon. Dari total 68 kios yang terbagi dalam 4 blok (utara timur, utara barat dan barat perempatan, serta barat Mapolres) itu masih terdapat puluhan kios yang belum ditempati hingga sekarang.
Komplek perdagangan yang berada di perempatan Seso, dekat Mapolres Blora itu sehari-harinya cenderung sepi karena tidak adanya aktivitas pedagang. Kondisi ini dikeluhkan oleh penghuni kios yang sudah beroperasi karena di Blok S yang memiliki lokasi strategis ini masih sepi.
Diduga, banyaknya kios yang masih tutup dikarenakan biaya sewa yang terlalu mahal. Padahal sesuai Perbub No.49 Tahun 2018, kios dilarang untuk diperjual belikan atau disewakan.


Menurut sebuah sumber, untuk bisa menempati kios di Blok S pedagang harus menghubungi seorang calo berinisial “B” atau negosiasi melalui oknum pegawai DINDAGKOPUKM berinisial “N”.
“Padahal sesuai atuan, kewajiban pedagang hanya bayar retribusi rutin. Uang retribusi kios masuk sebagai pendapatan asli daerah (PAD) retribusi pasar masuk ke rekening Pemkab Blora,” ujar sumber itu.
Kiswati, salah satu pemilik kios di Blok S yang sehari-hari berjualan penthol mengeluh karena mahalnya sewa kios yang ditempati. “Bagi saya berat, Mas. Mengontrak kios ini tiga juta satu tahun,” ujarnya.
Dari hasil penelusuran ternyata banyak kios di Blok S yang diatas namakan 1 orang, padahal kios di Blok S adalah aset Pemkab Blora. Begitu juga adanya kios kosong yang belum ditempati, jika ada pedagang mau menempati harus melakukan negosiasi melalui oknum berinisial “B”.
Oknum DINDAGKOPUKM berinisial “N” ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp enggan menjawab, dan bahkan malah memblokir Whatsap awak media.
Kepada wartawan yang menunjukkan bukti sewa kios, Kabid Pasar Daerah Dindagkop UKM Kabupaten Blora, Soni Supriyanto menegaskan, bahwa kios tidak diperkenankan untuk disewakan. “Terkait sewa kios di Blok S, benar itu tidak diperkenankan,” ujar Soni, Kamis (9/2/2023)
“Bukti-bukti ini akan kami gunakan untuk memberikan peringatan, bahkan mungkin sanksi secara berjenjang kepada oknum bersangkutan,” pungkasnya. (*)

Sesarengan Naik Pesawat

0

SEJAK Bandara Ngloram-Cepu dioperasikan, beban pada pundak Bupati Blora ternayata makin bertambah yaitu harus ikut “menjual” tiket pesawat dengan rute penerbangan Cepu-Jakarta (PP), dua kali dalam sepekan.

Pada periode awal, November 2021, selama kurang lebih tiga bulan Bandara Ngloram diramaikan oleh penumpang berpredikat kepala desa. Oleh Pemkab Blora, para petinggi desa itu memang diizinkan berwisata ke Jakarta. Berangkat hari Jumat pulang balik pada hari Senin.
Dengan biaya yang katanya ditanggung pribadi (bukan dari Dana Desa), para Kades tidak ada yang keberatan merogoh kocek untuk membeli tiket pesawat–juga biaya akomodasi selama di Jakarta untuk beberapa hari.
Pada periode kedua ini, setelah beberapa bulan mati suri, Bandara Ngloram mulai diaktifkan kembali. Maskapai Citilink dengan menggunakan pesawat jenis ATR berkapasitas 70 penumpang membuka rute Cepu-Jakarta seminggu 2 kali, hari Rabu dan Jumat dengan harga tiket Rp 950 ribu per orang untuk sekali jalan.
Tak ingin maskapainya bangkrut lagi, Pemkab Blora pun menawarkan paket wisata yang dikemas dalam kunjungan kerja “kunker” ke Jakarta. Seperti yang terjadi pada Rabu (8/2) lalu, puluhan staf jajaran dinas Pemkab Blora berduyun-duyun ke Jakarta dengan naik pesawat dari Bandara Ngloram. Paket wisata 2 hari di Jakarta ini gratis bagi pesertanya, karena biaya ditanggung oleh instansi masing-masing yang notabene diambilkan dari uang negara.
Tentu ini merupakan kabar gembira tidak hanya untuk aparat sipil negara (ASN), tapi juga seluruh pegawai badan usaha milik daerah (BUMD) dan badan usaha milik negara (BUMN) di Kabupaten Blora. Karena bagi mereka yang belum pernah menginjakkan kaki di Jakarta (sebelum status Ibu Kota Negara pindah ke Kalimantan), tidak lama lagi bisa berfoto selfie di Tugu Monas, Jakarta.
Paket wisata Cepu-Jakarta ini dijamin keberangkatannya karena penyelenggaranya adalah lembaga resmi, dan bukan biro abal-abal.
Seperti halnya paket perdana minggu lalu, yang menerbitkan undangan adalah Pemerintah Kabupaten Blora melalui Sekretariat Daerah. Lebih istimewa lagi karena dalam paket wisata ini, Sekda dan Bupati bertindak sebagai tour leadernya.
Kondisi seperti ini tentu saja sangat diharapkan oleh pihak Maskapai Citilink, karena paket wisata ASN yang diciptakan oleh Pemkab Blora ini sebenarnya bukanlah target market utamanya.
Dasar awal dibangunnya bandara Ngloram karena di Cepu ada institusi pendidikan Migas dan lembaga-lembaga dari Migas. Keberadaan bandara Ngloram adalah untuk memfasilitasi jalur transportasi bagi para pengusaha di bidang Migas yang akan mengelola sumur-sumur minyak di wilayah Cepu dan Bojonegoro.
Melihat antusias Pemkab Blora dalam mendukung Maskapai Citilink dalam penjualan kursi pesawat, semoga saja Citilink segera membuka rute penerbangan baru, Ngloram-Jeddah (Arab Saudi). Karena bisa dipastikan Pemkab Blora akan menawarkan paket umroh gratis, dan seluruh ASN di Blora akan bisa menginjakkan kaki di tanah suci. Insyallah.
Walaupun menghamburkan anggaran sepertinya tidak jadi masalah, yang penting bisa sesarengan naik pesawat.
***