Beranda blog Halaman 151

Peringati Bulan K3 Nasional, Perhutani KPH Randublatung Laksanakan Donor Darah brsama PMI Blora

0

BLORA.-

Bertempat di Aula Kantor Perhutani KPH Randublatung, Jalan Cepu 111/28 Randublatung, Kabupaten Blora, Rabu (08/02/2023) berlangsung kegiatan donor darah karyawan Perhutani bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Blora.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh beberapa pejabat Perhutani diantaranya Administratur/KKPH Ransublatung Dewanro S.hut,M.Sc, Waka Administratur Randublatung selatan Kusmanto S.hut, Kasi Madya Produksi & ekowisata Suwarno S.hut , Kasi Madya Pembinaan SDH KPH Randublarung Yohan Hariyanto S.hut, dan petugas dari PMI Blora.
Pada kesempatan itu Adm Perhutani Randublatung Dewanto S.hut,M.Sc mengatakan, memperingati bulan K3 Tahun 2023 ini Perhutani mengadakan bakti sosial yaitu donor darah bekerjasama dengan PMI Blora yang diikuti oleh masyarakat sekitar
“Sebetulnya kegiatan donor darah ini kami laksanakan rutin tiga bulan sekali, dan bertepatan dangan Bulan K3 2023 ini bertujuan memberi motivasi, edukasi pada karyawan dan karyawati agar dapat menyesuaikan dengan permasalahan K3 yang ada di perusahan Perhutani KPH Randublatung,” papar Dewanto.
Alek Nuryadi selaku koordinator saat ditemui awak media menyampaikan bahwa kegiatan ini rutin diadakan.
“Iya mas, kegiatan donor darah di KPH Randublatung 3 bulan sekali dan diikuti oleh masyarakat sekitar. Kami berterimakasih kepada masyarakat sekitar dan kepada rekan- rekan dari PMI yang sudah bekerjasama dengan Perhutani Randublatung terkait donor darah pada hari ini,” ucapnya. (*).

Protes Jalan Rusak, Warga Sumber-Kradenan Tanami Pohon Pisang dan Urug Lubang Jalan dengan Sampah

0

BLORA.-

Aksi tanam pisang di tengah jalan terjadi Kamis pagi (9/2/2003) di wilayah RT 09 RW 02, Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Selain menanam pohon pisang, warga yang terdiri para bapak itu juga menutup lubang-lubang jalan dengan sampah.
Sebagaimana diketahui, Pemkab Blora pada Tahun 2022 lalu telah melakukan peningkatan Jalan Peting-Sumber-Balong-Menden, Kecamatan Randublatung /Kradenan dengan nilai proyek sebesar Rp 14, 7 Miliar. Namun faktanya, tidak semua jalan di kawasan itu bagus atau mulus.
Pada jalan sepanjang 1,5 km ini masih sering terjadi kecelakaan dikarenakan banyak lubang-lubang bekas genangan air, ditambah lagi pada saat hujan, banyak pengendara motor jadi korban.


Salah seorang warga yang ditemui wartawan di lokasi demo mengaku kesal kepada Pemerintah Kabupaten Blora yang tidak mau mendengarkan keluhan masyarakat Desa Sumber. Kekesalan warga bertambah ketika mendapati Vlog youtuber Mas Budi Bogleng yang mengatakan, bahwa “Jalan Sumber-Peting sudah halus mulus seperti pipi Mbak TikTok”.
“Padahal kenyataannya jalan masih hancur terutama depan CPP Gundih (Central Processing Plant),” ujar pria yang menolak menyebutkan namanya itu.
Aksi warga tanam pisang di tengah jalan itu menarik perhatian para pengendara yang melintas, dan tidak sedikit dari mereka yang mendokumentasikan kejadian itu hingga menyebarluaskannya ke media sosial.
Kepala Desa Sumber Aris Susanto yang mengaku telah dihubungi Forkompincam Kecamatan Kradenan terkait aksi demo, langsung datang ke lokasi untuk menemui warganya untuk memberi penjelasan tentang jalan yang masih rusak tersebut.
Kades Sumber yang datang dengan didampingi Kadus Suntoyo menyampaikan janji akan segera memperbaiki jalan berlubang dengan memberi tanah urug. “Diurug dulu sambil menunggu kebijakan dinas terkait yang katanya jalan ini masih dalam proses,” ujar Aris Susanto.
Warga yang mulai bisa menerima penjelasan Kades langsung membersihkan kembali pohon-pohon yang telah ditanam dan membuang sampah-sampah yang dipakai untuk menutup lubang jalan. (*)

Bersama Puskesmas Kapuan, Perhutani KPH Randublatung Gelar Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja Persemaian di Jipang

0

BLORA.-

Bertempat di persemaian Jipang RPH Menden BKPH Beran yang masuk wilayah Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Sabtu (04/02/2023) dilaksanakan pemeriksaan kesehatan tenaga persemaian.
Acara pemeriksaan kesehatan yang diikuti 27 tenaga persemaian itu dihadiri oleh Administratur KKPH Randublatung yang diwakili oleh Asper KBKPH Beran Jarwo Subagyo, dari Nakes Puskesmas Kapuan Titin Mariani Amd, KL, Yuliana Efriyanti Amd, KL, dan Faried Andhika Pratama Amd, Kep.
Menurut Asper/KBKPH Beran Jarwo Subagyo, pemeriksaan kesehatan bagi para tenaga kerja persemaian yang dilaksanakan satu bulan sekali adalah wujud kepedulian perusahaan kepada para tenaga kerja dengan tujuan untuk meningkatkan serta memelihara kesehatan fisik maupun mental dan sosial.
“Melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin diharapkan tenaga kerja dapat bekerja dengan produktivitas yang tinggi,” ujar Jarwo Subagyo.
“Kegiatan ini diadakan setiap bulan untuk melindungi tenaga kerja dari faktor yang mengganggu kesehatan, akibat penularan penyakit yang diakibatkan kondisi fisik kurang fit dan juga menjaga kesehatan kerja,” tambah Jarwo.
Petugas Puskesmas Kapuan, Fareid Andhika Pratama Amd, Kep mengapresiasi Perhutani KPH Randublatung yang secara rutin melaksanakan pengecekan kesehatan tenaga kerja di lapangan.
“Kegiatan ini merupakan program Upaya Kesehatan Kerja (UPK) yang harus didukung oleh tenaga kesehatan” ucapnya di sela-sela kegiatan pemeriksaan. (*).

Sapa Ribuan Warga Nahdliyyin, AHY: Semoga NU Semakin Digdaya dalam Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru

0

SIDOARJO.-

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Peringatan Harlah Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU), di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur, Selasa (7/2). Didampingi Sekjen Demokrat Teuku Riefky Harsya, AHY hadir di lokasi acara usai Sholat Subuh di sekitar lokasi acara.

AHY berjalan kaki menembus kerumunan massa, sembari menyapa ribuan warga Nahdliyyin yang tampak antusias menyalami dan dan mengajaknya selfie di sepanjang jalan menuju tempat acara.

Sembari melayani satu persatu permintaan foto warga Nahdliyyin, AHY juga tampak menyapa warga.

“Sugeng enjang Bapak-bapak, Ibu-ibu, sehat nggih? Sampun sarapan belum? (Selamat pagi Bapak-bapak, Ibu-ibu, sehat-sehat ya? Sudah sarapan apa belum?),” sapa ramah AHY kepada para Jemaah yang mengerubutinya.

Seorang warga menimpali pertanyaan AHY itu dengan menjelaskan bahwa mereka telah bersiap di lokasi acara sejak malam hari. “Alhamdulillah Mas Agus, kita sudah siap di sini sejak tadi malam,” ujar Rahmat, warga asal Gresik, Jawa Timur itu ekspresi sumringah.

AHY hadir mengenakan setelan Sarung Batik khas Sidoarjo, yang dipadu dengan kemeja putih, dan jas hitam. Uniknya, jas hitam yang dikenakan AHY tampak dilengkapi dengan lambang Tali Jagad Nahdlatul Ulama (NU) di bagian dada sebelah kiri dan di bagian belakang, yang dipadu dengan pin logo Partai Demokrat di dada bagian kanan.

“Hari ini kita semua memperingati satu abad Nahdlatul Ulama (NU), sebuah Ormas Keislaman yang moderat dan toleran, penyangga pilar kebangsaan Republik Indonesia. Atas nama pribadi dan keluarga besar Partai Demokrat, saya mengucapkan Selamat Hari Lahir Nahdlatul Ulama, semoga NU semakin digdaya untuk menjemput abad kedua menuju kebangkitan baru,” ucap pria alumnus Kennedy School of Government, Harvard University, Amerika Serikat tersebut.

AHY juga menyampaikan apresiasi atas peran NU selama ini. “NU yang lahir jauh sebelum NKRI berdiri, telah memberikan kontribusi luar biasa kepada bangsa.

Moderatisme keislaman NU, yang kita kenal dengan istilah Islam Wasathiyyah, telah menghadirkan model relasi agama dan negara yang lebih dialogis dan harmonis,” ujar penerima penghargaan Presiden RI Bintang Adi Makayasa, selaku lulusan terbaik Akademi Militer tahun 2000 itu.

Dengan fondasi pemikiran Islam moderat, lanjut AHY, Indonesia bisa terhindar dari konflik dan perang saudara seperti yang terjadi di Timur Tengah dan Asia Selatan.

“Berkat ilmu para Kiai dan juga para Santri, Indonesia bisa mengokohkan persatuan, menjaga perdamaian, dan NU juga ikut mendorong penguatan SDM bangsa melalui jaringan pesantren yang menjadi ciri khas pendidikan Islam Indonesia yang Rahmatan lil Alamin,” tegas AHY.

Peringatan Satu Abad NU ini dilaksanakan selama 24 jam, mulai 7 Februari 2023 pukul 00.00 WIB hingga 8 Februari 2023 pukul 00.00 WIB. Perayaan satu abad NU ini mengangkat tema “Mendigdayakan Nahdlatul Ulama Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru.”

Presiden RI Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin beserta beberapa jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju juga terlihat menghadiri acara tersebut. (*)

Ketua Panwascam Kecamatan Tambakromo, Pati Lantik 18 PKD

0

PATI.-

Sebanyak 18 Panwaslu Kelurahan / Desa (PKD), Minggu (5/2/2023) lalu dilantik oleh Ketua Panwascam Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati. Pelantikan yang dilaksanakan di Heavenly Cafe & Resto, Komplek King & Queen Square, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tambakromo itu dihadiri oleh Forkompincam Kecamatan Tambakromo, Bawaslu Kabupaten Pati, dan PPK Kecamatan Tambakromo.
Dalam sambutannya Ketua Panwascam, Cahyo Suprapto menuturkan bahwa sebanyak 18 Panwas Kelurahan/Desa yang lolos seleksi, 11 diantaranya merupakan wajah-wajah lama, sementara 7 lainnya adalah wajah baru. Menurut Cahyo 18 anggota terpilih adalah orang-orang terbaik dari 67 peserta yang mengikuti seleksi PKD.
Sementara itu Mirza Nurhidayat, selaku Camat Tambakromo dalam sambutannya menekankan netralitas ASN dan penyelenggara Pemilu yang harus ditekankan dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari tahapan-tahapan yang telah dilalui berhasil dengan baik, diharapkan bisa terselenggara Pemilu di Tahun 2024 yang jujur, adil, dan bermartabat,” ujarnya.
Sementara Ayu Dwi Lestari dari Bawaslu Kabupaten Pati berpesan kepada peserta yang dilantik untuk menjalankan amanat dan tanggung jawab dengan baik.
Saya ucapkan selamat atas dilantiknya Panwaslu Kecamatan di Tambakromo, semoga dapat mengemban amanah dalam menjalankan tugas,” pesannya. (*)

Ketua Panwas Kecamatan Sambong Lantik 10 Pengawas Desa

0

BLORA.-

Bertempat di Pendopo Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, Minggu (5/2/2023) telah melaksanakan pelantikan dan pembekalan pengawas kelurahan atau desa se- Kecamatan Sambong.

Pelantikan yang langsung dilakukan oleh Ketua Panwas Kecamatan Sambong, Jasmanto itu dihadiri jajaran Forkompincam dan anggota Panwas, serta Kades se-Kecamatan Sambong, juga Rokhaniawan Drs. KH. Nuril Asrori, M. Hum.

Panitia Pengawas Desa sebagai ujung tombak dari Bawaslu siap mensukseskan Pemilu Serentak di Tahun 2024.

Di Kecamatan Sambong terdapat 10 desa, dan masing-masing desa hanya diwakili satu orang pengawas, diantaranya: Desa Biting (Eko Sarmianto), Desa Brabohan (Sahir), Desa Gadu (Ahmad Syaikhul Mubin), Desa Gagakan (Joko Santoso), Desa Giyanti (Son Sahari), Desa Ledok (Yuli Rianik), Desa Pojokwatu (Samidi), Desa Sambong (Rio Antono), Desa Sambongrejo (Karmain), Desa Temengen (Sulastri Ragil Rahayu).

“Panitia Pengawas Desa yang terpilih kami yakin dan mampu untuk menjalankan tugas sesuai amanah yang diberikan dan berharap bisa bersinergi dengan kepala desa, Pemdes, Babinsa, Babinkamtibmas,” ujar Camat Sambong Martono, S.Sos.M.SI selaku Pemangku wilayah Kecamatan Sambong. (*)

Pada Ngeyel

0

Munculnya sikap ngeyel dari dua kubu terkait isu honor nara sumber (Narsum) anggota DPRD dalam pekan terakhir semakin menyita perhatian publik Blora. Sikap ngeyel yang pertama muncul dari kubu sebagian masyarakat yang diwakili lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN), sementara kubu lain yang juga ngeyel dalam mensikapi isu honor Narsum adalah anggota dewan yang menerima honor Narsum.

Ngeyelnya PKN yang menganggap honor Narsum termasuk perbuatan korupsi, langsung mengambil sikap serius dengan melaporkan dugaan kasus korupsi terkait honor Narsum DPRD Blora Tahun 2021 itu ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Ketua PKN Sukisman atas nama pribadi pada Januari lalu melapor ke bagian aduan Kejati di Semarang diantar beberapa aktivis PKN Blora.
Menurut Sukisman, honor Narsum Dewan Tahun 2021 sudah sangat kelewatan alias ugal-ugalan. Anggaran Narsum dalam satu tahun mencapai hampir 11 Miliar itu diduga potensi kerugian negara mencapai 6 Miliar.
Honor Narsum ini dianggarkan di pos anggaran kegiatan Sekretariat DPRD seperti kegiatan dewan lain, misal Kunker, workshop, Reses dan lain lain. Dan, data rekapitulasi honor Narsum anggota dewan yang bocor ke publik, menjadi salah satu bukti yang dilampirkan PKN dalam aduan.
Di luar sikap PKN muncul dua sikap ngeyel juga dari para wakil rakyat yang bermarkas di Gedung DPRD Jl. A. Yani, Blora. Sikap ngeyel pertama ditunjukkan oleh beberapa anggota dewan yang merasa bahwa isu ini muncul hanya karena sikap iri dari internal dewan. Karena diantara dewan ada yang dapat honor narsum banyak tapi ada yang merasa dapat sedikit.
Ini bukan soal aturan, tetapi ini soal “pendapatan” yang berbeda alias hujan tidak turun merata. Perdebatan yang terjadi memunculkan kebijakan baru terkait teknis penganggaran honor Narsum di Tahun 2022. Namun ternyata, honor Narsum di Tahun 2022 tetap saja tidak merata, hingga muncul dan viralnya isu kasus ini.
Sikap Ngeyel kedua seperti yang disampaikan oleh Dasum yang tidak lain adalah ketua dewan. Kepada media, Dasum menolak jika honor Narsum dikatakan melanggar aturan. Menurutnya, semua sudah sesuai regulasi yaitu sesuai Perpres 33 tahun 2020. Bahkan yang terakhir muncul argumen baru berupa surat Tanggapan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan DIY atas konsultasi DPRD Gunungkidul terkait honor Narsum.
Dalam surat itu BPKP DIY memberikan persepsi bahwa pemberian honor Narsum kepada DPRD sesuai dengan Perpres 33 tahun 2020. Akan tetapi BPKP juga menyampaikan bahwa tanggapan BPKP sifatnya tidak mengikat sehingga keputusan penganggaran honor Narsum menjadi tanggungjawab manajemen Sekretariat DPRD Gunung Kidul.
Sikap Ngeyel PKN dan Dewan yang ditunjukkan kepada publik jelas menarik, semua pendapat dan dalih yang muncul menjadikan dugaan kasus korupsi Honor Narsum semakin ramai diperbincangkan. Sekarang, masyarakat tinggal menunggu apa yang akan dilakukan aparat penegak hukum (APH) atas laporan dugaan kasus ini. Apakah akan macet atau segera bergulir dengan panggilan pemeriksaan?
***

Monumen di Halaman Dinperinaker Blora adalah Patung Karya Mantan Kepala Disnakertransos pada Era 2004

0

BLORA.-

Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengaku tidak pernah menduga bakal menemui pemandangan unik dan menarik ketika melakukan kegiatan olahraga sepeda santai dan bersilaturahmi ke salah satu organisasi Pemerintah Daerah (OPD) Kabupaten Blora.
Seperti pada Minggu (5/2/2023) lalu, di halaman sebuah kantor terdapat sepasang patung bertuliskan dalam prasasti Monumen Nakertransos yang ditandatangani Soedadyo, mantan Kepala Disnakertransos setempat pada 26 Februari 2004.
“Barangkali keberadaan patung itu selain menambah keindahan lingkungan juga ada misi khusus yang ingin disampaikan dari kehadiran patung tersebut tentunya yang memahami adalah yang membuat patung,” jelasnya di Blora, Minggu (5/2/2023).
Menurut, H. Soedadyo mantan kepala Dinas Nakertransos yang memiliki multitalen dan aktif berperan lebih dari 15 buah organisasi kemasyarakatan termasuk diantaranya sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora, menceritakan bahwa ide dan pembuatan patung itu dari dirinya sendiri.
Semula patung tersebut dibuat saat menjabat jadi Mantri Polisi Kecamatan Jepon dan patung ditempatkan di batas kota kecamatan Jepon sebagai patung selamat datang.
Namun seiring perjalanan waktu dengan adanya penataan Struktur Organisasi Tata Kerja atau Susunan Organisasi Tata Kelola (SOTK) yang baru, ia diberi amanah sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Tranmigrasi dan Sosial (Nakertransos) Kabupaten Blora sehingga patung dipindah ke dinas yang baru dengan merenovasi yang disesuaikan identitas nama dinas.
“Hanya membutuhkan waktu lebih dari tiga hari kegiatan memperbaiki dan memasang patung sudah selesai. Peresmian patung sebagai identitas kantor dilakukan oleh H. Basuki Widodo,” jelasnya.
Makna patung dijelaskan oleh H. Soedadyo, tangan yang mengadah adalah perlambang ikhtiar untuk memberi bantuan sosial kepada kaum yang belum beruntung, kemudian gambar dua petani laki-laki dan perempuan adalah kesiapan anggota masyarakat di Blora yang mayoritas petani untuk mengikuti program Transmigrasi.
Sementara gambar roda sebagai simbolisasi upaya menggerakan tenaga kerja agar dapat berkarya nyata menggali potensi Kabupaten Blora.
Sayangnya di tempat patung tersebut nama saat ini sudah berubah menjadi Dinas Perindutrisna dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora.
H. Soedadyo sendiri selain memiliki keahlian membuat patung juga ahli melukis. Ia untuk mematangkan keahlian autodidak yang dimiliki tersebut juga berguru di Pulau Dewata selama lebih dari lima tahun.
Untuk menularkan ilmunya ia mendirikan Sanggar Putu Alip yang anggotanya terdiri dari para seniman muda dan berbakat di Kabupaten Blora.
Melalui sanggar tersebut telah beberapa kali setiap memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekan Republik Indonesia melakukan pameran hasil karya mereka bertempat di Blok T dan Lapangan Kridosono.
Saat ini Sanggar Putu Alip telah berubah namanya menjadi Paguyuban Perupa Blora dan ia sebagai penasehat.
Soedadyo menuturkan di era Orde Baru pernah mendapatkan tawaran dari Gubernur Jawa Tengah H. Munadi untuk membuat patung para Pahlawan Kemerdekaan RI dengan nilai anggaran Rp 400 juta
Sebagai seorang seniman autodidak yang sudah profesional dan berpengalaman saat ini masih memiliki gagasan atau ide cerdas semoga dikelak kemudian hari di Kabupaten Blora Mustika ada patung yang merefleksikan gerakan Visi Bupati Blora “Sesarengan Mbangun Blora”.
Menurutnya dengan hadirnya patung dapat dijadikan wahana bersejarah yang mampu sebagai motivator dan inspirator bagi masyarakat untuk ikut berperan serta dalam pembangun sekaligus sebagai promosi serta tempat rekreasi di era zaman swafoto bagi generasi masa kini
Mengingat, kata Soedadyo, patung memiliki fungsi sebagai dekorasi, kerajinan, arsitektur, religi, seni dan monumen yang dapat memberikan kontribusi positif bagi kegembiraan dan kebahagian masyarakat. (*).

Forkompincam Kecamatan Japah Hadiri Pesta Siaga Kwartir Cabang Tahun 2023

0

BLORA.-

Bertempat di lapangan Sekolah Dasar Negeri Tlogowungu Kecamatan Japah Kabupaten Blora, Sabtu (4/2/2023) telah dilaksanakan pesta siaga Tahun 2023.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Japah AKP Isnaeni,SH,MH beserta Forkopincam Japah dan pejabat Pramuka setempat serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan berlangsung ramai dan meriah. Diawali dengan upacara pembukaan kemudian dilanjutkan kegiatan perlombaan.
Kapolsek Japah AKP Isnaeni mengungkapkan bahwa kehadiran dirinya beserta anggota, selain untuk mengamankan jalannya kegiatan sekaligus sebagai wujud sinergitas Polri, dalam hal ini Polsek Japah Polres Blora dengan lintas sektoral yang ada di wilayah.
“Hari ini kita ikuti kegiatan pesta siaga, ini adalah salah satu sinergitas Polri dengan lintas sektoral. Harapannya dapat mempererat sinergitas dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah kecamatan Japah,” ucap Kapolsek Japah.

Endang Pangestuningdyah pembina upacara Pesta Siaga

Sementara itu Endang Pangestuningdyah selaku inspektur upacara menekankan adanya kejujuran terhadap anak didik, sehingga dapat membentuk pribadi anak didik berbudi pekerti yang baik / berahlakul karimah. “Selain itu juga untuk memupuk kebersamaan dalam berorganisasi Kepramukaan,” tandas Endang.
Dalam Pesta Siaga ini juga di adakan10 perlombaan ,salah satu di antaranya : lomba baris berbaris, permainan Holaho Taman Al quran, membaca ayat ayat pendek Alqur an .
Sakah satu Tujuan diadakan Pesta Siaga ini menurut Ngatini S,pd Guru SD N Bogorejo 2, untuk teetap menjaga tali silaturahmi dan menumbuhkan kerja sama di antara para murid dalam ke Pramukaan tandasnya.
Upacara Pesta Siaga kuwartir cabang Kecamatan Japah berahir jam 2, dengan ditandai upacara penutupan Pesta siaga. (*)

Ada Dugaan Pungli dalam Pengisian Kios Pasar Ngawen, Ormas PP Akan Lapor ke APH

0

BLORA.-

Ormas Pemuda Pancasila (PP) MPC Kabupaten Blora bersama Pedagang pasar Ngawen menuntut transparansi pengisian pedagang di Blok Y Pasar Ngawen, Kabupaten Blora. Rabu (1/2/2023) mereka menggelar audiensi di kantor UPTD Pasar Wilayah III tepatnya di Ngawen.

Munaji, Ketua PP MPC Blora menyampaikan, audiensi ini digelar karena ada dugaan tidak transparan serta adanya dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengisian kios di Blok Y Pasar Ngawen.

“Ada yang meminta dan berjanji memberikan kios, padahal pedagang sudah memberikan sejumlah uang. Hal ini terjadi lagi di Blora. Pokoknya pengisian kios pasar harus murni, jangan sampe ada muatan manipulasi data apa uang. Kita enggak mau,” ungkap Munaji.

Di hadapan awak media, Munaji juga menyampaikan, pihaknya akan membawa masalah ini ke aparat penegak hukum (APH).

“Insyaallah, besok Pemuda Pancasila akan melaporkan masalah ini ke Polres Blora. Biar ada penindakan dari APH,” tandasnya.

Sementara itu Kepala UPTD Pasar Wilayah III (Ngawen, Kunduran, dan Todanan), Listiyo Utomo mengungkapkan, Total ada 22 kios dan 130 los, serta 2 los untuk kantor dan ruang kesehatan laktasi. Dan, untuk bisa mengisi kios dan los di Blok Y Pasar Ngawen ini, pedagang harus memenuhi beberapa kriteria.

“Untuk kios pedagang besar yang terdampak langsung pembangunan pasar Blok Y. Yang jelas yang bersangkutan sudah berjualan di Blok Y. Termasuk yang los juga sama, intinya seperti itu,” ungkap Listiyo Utomo kepada Diva, Rabu (1/2/2023).

Listiyo Utomo menegaskan, pihaknya tetap transparan dan tidak ada permainan dalam pengisian ini.

“Terkait transparansi, kami ada tim. Jadi data nanti akan diverifikasi ke Dindagkop UKM Kabupaten Blora, barulah ke Kejaksaan Negeri Blora, sudah termasuk data awal. Kalau kriteria tidak masuk, ya dicoret,” tegasnya.

Tak hanya itu, pihak pengelola juga meyakini tidak ada pungli dalam pengisian pedagang di pasar yang selesai direvitalisasi pada Desember 2022 itu.

“Kami sudah komitmen dari awal, tidak ada permainan, jual beli atau pungli se-Rupiah pun untuk penempatan pedagang. Jika nantinya ada oknum pasar yang bermain, itu sudah urusan pribadi. Itu urusannya dengan penegak hukum. Tanggung jawab dengan tindakannya masing-masing,” tambah Listiyo Utomo.

Pasca audiensi dengan ormas PP bersama pedagang, Pengelola akan berkoordinasi dengan Dindagkop UKM Kabupaten Blora.

“Tadi audiensi meminta keputusan. Kami harus berkoordinasi dengan dinas terlebih dahulu. Level kami bukan memutuskan, itu kan ada di dinas,” pungkasnya. (*)