Beranda blog Halaman 142

Ramadan, Jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati Adakan Kultum Dua Kali dalam Sehari

0

BLORA.-

Hari ke-20 bulan Ramadan 1444 H, disambut dengan antusias tinggi dengan spirit keimanan yang lebih mantap oleh jamaah Masjid Nurul Falah Perumnas RW V Kelurahan Karangjati Kabupaten Blora. Hal itu terlihat pada kegiatan kultum (kuliah tujuh menit) yang dilaksanakan sebelum salat tarawih berjamaah, Senin (10/42023).
Kultum biasa diisi oleh jamaah yang telah ditunjuk dan dijadwalkan oleh penitia. Dan bertindak sebagai penceramah pada malam itu adalah tokoh masyarakat setempat yang pernah menjabat Sekda dan pernah menjadi anggota DPRD Blora, yaitu H. Bambang Sulistya.
“Untuk yang ketiga kali saya menyampaikan kultum, kali ini dengan tema Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi,” kata Bambang Sulistya ketika ditemui wartawan, Rabu (12/4/2023).
Dijelaskan oleh Bambang, Ramadan disebut bulan ibadah karena aktivitas ibadah pada bulan ini makin meningkat baik ibadah wajib maupun sunah.
“Dengan peningkatan ibadah berarti pencegahan diri kita terhadap kemungkaran dan kemaksiatan makin intensif dan diharapkan kita menjadi orang yang bertaqwa,” tambahnya.
Diharapkan setelah Ramadan nanti tingkat kedisiplinan kita dalam melaksanakan ketentuan Allah dan meninggalkan larangan laranganNya akan semakin baik.
“Ada yang memaknai Ramadan bulan dakwah karena dalam bulan Ramadan kegiatan dakwah meningkat baik di masjid, mushola, perkantoran, kampus maupun dakwah yang dilakukan di media massa,” paparnya.
Seperti di Masjid Nurul Falah, dalam bulan Ramadan kultum dilaksanakan dua kali, yaitu sebelum salat tarawih dan sesudah salat Subuh berjamaah.
Bahkan dakwah dalam bulan Ramadan bisa dijadikan titik tolak penggairahan dakwah di masyarakat yang saat ini banyak bertaburan berita hoaks, fitnah dan pemecah belah persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia.
Selanjutnya menurut Bambang, Ramadan adalah bulan jamaah. Ditandai hubungan sesasama umat muslim makin erat karena di bulan Ramadan umat muslim banyak melaksanakan ibadah wajib maupun sunah dilaksanakan secara berjamaah.
“Hal ini berarti komunikasi antar sesama umat muslim dapat terjalin dengan intensif dan harmonis sehingga berbagai persoalan bisa kita tuntaskan,” lanjutnya.
Ramadan juga sebagi bulan Qur’an (Syahrul Qur’an) karena pada bulan Ramadan itulah Allah pertama kali menurunkan Al Qur’an.
Hal itu yang mendorong tiap bulan Ramadan setiap umat muslim mendekatkan dirinya kepada Al-Qur’an, baik dengan membaca, memahami maupun mengamalkannya.
“Sementara ada yang maknai Ramadan adalah bulan pendidikan. Sebutan ini menggambarkan bahwa pada bulan inilah kaum muslimin dididik secara langsung oleh Allah SWT agar kepribadian umat islam makin berkualitas,” sambungnya.
Demikian pula ada ungkapan yang memberi predikat Ramadan adalah bulan Kepyur/Sedekah/Berbagi.
Karena di bulan Ramadan Allah menjajikan siapapun yang melakasanakan kepyur/sedekah/berbagi di bulan Ramadan Allah akan melipat gandakan pahalanya.
Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat At Tirmidzi bahwa sedekah paling utama adalah sedekah di bulan Ramadan.
Sedekah salah satu amalan yang paling disukai oleh Allah dan Rasulullah SAW. Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dan ia semakin meningkat sedekahnya saat berada di bulan Ramadan.
Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan memijamkan kepada Allah dengan pinjaman yang baik,akan dilipat gandakan balasannya bagi mereka dan mereka akan mendapat pahala yang mulis(QS : Al-Hadid : 18).
Bambang menjelaskan, kepyur/sedekah/berbagi dapat dilakukan kapan saja tidak menunggu harus kaya dulu baru kepyur.
Hal itu sesuai dengan tuntunan yang tersurat dalam QS Ali Imran:133-134. “Paling utama kepyur itu harus dilandasi keikhlasan. Apapun yang dimiliki dapat dikepyurkan kepada orang lain,” tuturnya.
Baik berupa dana, barang, ucapan maupun sikap dan empati. Mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir itu kepyur, melakukan tindakan baik itu kepyur, mencegah kemungkaran dan menyuruh kebaikan itu juga kepyur. Mengucapkan kata kata baik termasuk kepyur.
Sehingga dalam tataran pragmatis suka senyum, sapa dan bersikap sopan dengan siapapun adalah budaya kepyur yang harus kita tumbuh kembangkan di bulan Ramadan.
Seseorang yang suka kepyur dalam bulan Ramadan adalah orang termasuk golongan yang berakhlak positif.
Di alam telah dicontohkan bahwa dalam Ilmu Kimia molekul dan atom yang melepas elektron menjadi bermuatan positif dan dikenal dengan nama kation, sedangkan molekul dan atom yang menerima atau mendapatkan elektron menjadi bermuatan negatif dan disebut dengan anion.
Kemudian siapapun yang gemar kepyur akan mendapat SURGA. SURGA disini merupakan sebuah akronim yang akan memberi nilai tambah bagi orang melakukan kepyur dalam kehidupan sehari-hari.
(S): Selalu mendapat kemudahan disaat mengalami permasalahan kehidupan.Fakta ini secara logika sulit dicerna dan diterima dengan akal sehat namun bila dipahami secara keimanan maka semakin yakin bahwa kepyur itu merupan solusi problema kehidupan.
(U): Umur orang yang suka kepyur maka umurnya akan diperpanjang.Sebagaimana tersurat dalam Hadist Riwayat Thabrani : “Sesungguhnya sedekah orang muslim itu dapat menambah umurnya dan dapat mencegah kematian buruk.”
(R): Rejeki orang yang suka bersedekah akan melimpah berdasarkan Surat Al Baqarah 261.
Berikutnya, (G) : Gagalkan malapetaka atau musibah kepada orang yang suka kepyur. “Bersegeralah bersedekah sebab bala bencana dan musibah tidak bisa mendahului sedekah” (HR Abu Daud).
(A): Ada jaminan orang yang suka kepyur/bersedekah/berbagi mendapat jaminan masuk surga.
Rasulullah SAW bersabda sedekah dapat menghapus dosa dan dijamin masuk surga (HR Tirmidzi).
Bambang Sulistya juga menyampaikan pantun ala Blora “Menyang MBlora numpak Sepur, Sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur” (Pergi ke Blora naik kereta, Siapa yang ingin sejahtera harus berani kepyur/sedekah/berbagi).
Untuk menandai bulan kepyur seusai kultum dibagikan bibit buah-buahan kepada jemaah yang hadir dan paket eggroll untuk bapak ibu yang menjalankan tadarus Al-Qur’an.
“Semoga berkah dan makin mantap beribadah di bulan kepyur,” ucapnya. (*)

Berkah Kiyai Balun di Makam Cungkup, Cepu

0

BLORA.-

Tidak jauh dari Stasiun KA Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah dan berada tepat di seberang Masjid Jamik Al-Mujahidin Balun di Jalan Aryo Jipang, Cepu, tempatnya di dalam area Makam Cungkup, terdapat sebuah punden yang sangat disakralkan oleh masyarakat.
Di dalam punden itu terdapat makam Mbah Penjaringan yang diyakini dan diakui sebagai salah satu cikal bakal babat alas Desa Balun yang dikenal sangat membawa berkah bagi siapapun yang mengunjunginya.
Punden itu disebut masyarakat Desa Balun dengan sebutan Punden Mbah Penjaringan–berjuluk Kiyai Balun yang pada abad 15 mendapat tugas dari Sunan Kudus untuk mengawasi Jipang Panolan. Bertugas mengawasi Pangeran Benowo yang berkarakter menekan pada rakyat, Mbah Penjaringan dalam menjalankan tugasnya pada waktu itu didampingi para punggawa dari Kudus.
Kisah itu diceritakan oleh Intok, pemerhati sejarah yang tinggal di Balun Gg V, Cepu, Jumat (7/4/2023). Dengan alasan mencari kitab pusaka yang hilang, Mbah Penjaringan akhirnya berkeluarga dan menetap di Balun, tidak mau kembali ke Kudus.


“Di sini beliau mendirikan padepokan, mengajarkan kepada masyarakat tentang tata cara bertani dan mengaji,” ujar pria yang memiliki nama lengkap, Ristanto itu.
Pria berusia 46 tahun yang dikenal penghobi barang antik seperti radio, tivi kuno, sepatu, dan keris itu menjelaskan, di dalam punden terdapat tiga buah makam antara lain makam Mbah Penjaringan, Eyang Srikaton (istri), dan Roro Sekar (putri). “Mbah Penjaringan atau Kyai Balun itu kakaknya putri Jipang, garwane Aryo Penangsang,” tambah pria yang juga dikenal sebagai jago suwuk itu.
Punden mbah Penjaringan ini berada diantara makam umum (TPU) Desa Balun yang dijaga oleh seorang Juru Kunci Punden bernama Sugik. “Kalau juru kunci kuburan namanya Pak Tik,” tambah Intok.
Tidak ada yang tau kapan pertama kali punden itu berdiri, tetapi Intok mengaku melakukan renovasi pada Tahun 2020 lalu. Sebelum direnovasi menurut bapak dua orang anak itu, kondisi bangunan punden sudah rusak dan tidak terurus. Walaupun bangunan berukuran 3×5 M3 itu sekarang kondisinya sudah bagus, namun suasana sakral masih terasa karena batu nisan dan batu bata kuno masih tetap menghiasi lokasi itu.
Memperbaiki atau membangun tempat bersejarah bagi Intok bukan kali pertama dilakukan pada punden Mbah Penjaringan. Sebelumnya, pria berambut gondrong itu juga pernah memugar punden di wilayah Malo dan di Desa Sudu Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.


Intok mengaku terpanggil untuk melakukan renovasi punden Mbah Penjaringan setelah adanya pengalaman goib. Berawal pada tiga tahun lalu, ketika dia berziarah ke kubur orang tuanya yang lokasinya berjarak kurang dari 10 meter. Tiba-tiba Intok melihat mbahe (Mbah Penjaringan, Red.) melambaikan tangan memanggilnya sambil berucap, “Le rene Le”.
“Nggih, enten nopo, mbah?” tanya Intok.
“Kabeh-kabeh mbok urusi, koq panggonmu dewe gak mbok urusi.” ucap Intok menirukan kalimat yang disampaikan Mbah Penjaringan.
Setelah renovasi selesai, Intok mengaku ditemui lagi oleh mbahe sambil berpesan, “Nek wis dadi, ndang diwenehi nyawa”.
Intok yang mengartikan nyawa adalah kehidupan, maka dia menterjemahkan keinginan mbahe untuk mengisi kegiatan di dalam punden. “Tentunya kegiatan yang berhubungan dengan batin,” kata Intok.
Maka sejak Tahun 2020, setiap malam Jumat Kliwon diadakan kegiatan Tahlil dan Yasinan di punden Mbah Penjaringan ini. “Setelah itu saya majukan menjadi seminggu sekali, setiap malam Jumat,” jelasnya.
Supaya batin entuk dan dhohir entuk, Intok juga memberi kegiatan kepada 12 orang rekan-rekannya yang tinggal di sekitar makam untuk membersihkan makam. “Dari kegiatan bersih-bersih itu mereka dapat penghasilan, dan setiap malam Jumat ikut tahlilan,” paparnya.


Dalam acara tahlilan rutin yang diikuti sekitar 25 hingga 30 orang itu, Intok juga menyediakan makanan yang bisa disantap besama. Kadang ada warga yang datang membawa makanan, lalu digabung untuk dimakan bareng-bareng.
“Kalo kita bersedekah, gak mungkin kita gak dibalas, tapi saya tidak berharap. Itu hukum alam, tapi niat saya bersedekah pada Jumat berkah,” tandasnya.
MAQOM HABIB MUHAMMAD ALHADAR
Di lokasi yang berdekatan dengan punden Mbah Penjaringan juga terdapat Maqom Habib Muhammad Alhadar yang sering dikunjungi pengurus dan santri pondok dari wilayah Kudus dan Pati. Sebelum berziarah ke makam Syekh, pengunjung berdoa terlebih dahulu di makam Mbah Penjaringan.
Pejabat, pengusaha, dan masyarakat Cepu juga banyak yang berziarah ke punden Mbah Penjaringan. Diantara pejabat juga ada yang rutin ikut tahlilan setiap malam Jumat.
*SENANG BERZIARAH
Alasan Intok melakukan pemugaran dan merawat punden adalah karena dirinya senang sejarah.”Merawat makam bersejarah atau makam leluhur itu tunjuannya supaya anak cucu gak kehilangan enggok,” tandasnya.
Menurutnya, orang hidup tidak boleh meninggalkan akar, karena akar itu yang memberi kehidupan. “Kalau kita merawat akar, yang pasti rezeki dan apapun yang kita lakukan akan berbuah enak,” ujar pria kelahiran Cepu itu.
Bagi Intok untuk memugar dan membiayai kegiatan punden tidak pernah mengalami kesulitan. Sebagai praktisi yang sering dimintai tolong orang atau didatangi para calon pejabat, tinggal menyampaikan kalau dia ada tugas membangun punden.
“Mereka yang sudah puas bisa menjadi pejabat desa, rata-rata mau bantu. Dan saya senang karena tugas saya juga dibantu,” pungkas Intok. (*)

Jelang Lebaran, Warga Bulakan-Pilang Sukarela Perbaiki Jalan

0

BLORA.-

Lebaran identik dengan kedatangan para pemudik yang pulang ke desa. Menyambut Hari Lebaran Idul Fitri 1444 H warga Dukuh Bulakan Desa Pilang, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora mengadakan kegiatan perbaikan jalan, Senin (10/4/2023).


Perbaikan jalan sepanjang 1,5 km itu dilakukan secara swadaya oleh warga Dukuh Bulakan yang dipandegani Sobirin (modin) dan Nyampan (pengusaha), mengingat sudah puluhan tahun jalan yang rusak parah itu belum pernah mendapat perhatian dari Pemkab Blora maupun Pemerintah Desa Pilang.
Karena perbaikan dilakukan secara sukarela pada bulan puasa, maka pengerjaannya dilakukan pada malam hari setelah shalat tarawih. Sementara dana yang digunakan untuk belanja material berasal dari hasil iuran warga secara sukarela.
“Dana yang dikumpulkan Bapak Shobirin dan Bapak Nyampan adalah hasil pungutan dari para pengusaha di Dukuh Bulakan, ketua kelompok tani dan dari warga yang bekerja di luar kota dengan cara transfer,” ujar Suparjo, warga setempat.
Menurut pria yang akrab disapa Mbah Jo itu, tidak adanya perhatian dari Pemerintahan Desa Pilang membuat warga Dukuh Bulakan kecewa, hingga melakukan perbaikan jalan dengan cara swadaya. “Kepala desa juga tidak pernah berkunjung atau mendatangi undangan warga di sini,” pungkasnya. (*)

Tertabrak Kereta Api Barang, Wanita Setengah Baya Meninggal Dunia

0

Blora Diva.-

Seorang wanita bernama Sukarti (48), Sabtu (8/2023) sekira pukul 10.25 Wib tewas setelah disambar kereta api barang di Km 65+1 Doplang Randublatung, turut Kelurahan Wulung RT 01 RW.03 Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora.
Menurut saksi mata Lasmijan, Satpam PT KAI yang sedang piket di stasiun, sekira pukul 10,25 Wib datang kereta api barang bernomor 2524 dari Jakarta menuju Surabaya, berhenti di Stasiun Randunlatung. Kemudian masinis bernama Sulaiman dan asisten masinis bernama Topi Tirwanto melapor bahwa kereta api yang dikemudikan telah menabrak korban yang sedang berjalan kaki dari barat ke timur di pinggir perlintasan rel kereta api.


Usai mendapat laporan saksi Lasmijan langsung mendatangi TKP, sementara kereta api barang tersebut melanjutkan perjalanan ke Surabaya. “Saya bersama anggota Polsek Randublatung dan Tim medis Puskesmas Randublatung mendatangi TKP, dan benar ada orang meninggal dunia tertabrak kereta api,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan ditemukan di bagian belakang kepala sebelah kiri mengalami luka robek sepanjang 10 cm lebar 2 cm. Patah leher dalam (Revitasi servical), keluar darah dari hidung, luka lecet pada tangan kiri, dan luka robek pada siku lengan kanan.
“Pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda tanda kekerasan atau penganiayaan dan disimpulkan bahwa korban meninggal dunia akibat tertabrak kereta api,” papar dr Sapta E.P bersama tim medis Puskesmas Randublatung. (*)

Hasil Otopsi Mayat Bayi Mengapung di Irigasi, Diduga Tewas Dibekap

0

BLORA.-

Tim Disaster Victim Identification (DVI)Polda Jawa Tengah telah menyelesaikan autopsi terhadap mayat bayi perempuan yang ditemukan warga di aliran irigasi persawahan di Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa (04/04/2023).
Dari hasil pemeriksaan team DVI Polda Jawa Tengah Selasa malam (04/04/2023), terdapat luka bekap pada wajah bayi yang diperkirakan laki-laki tersebut.
KBO Reskrim Polres Blora Iptu Suhari mengatakan, jenis kelamin bayi tersebut adalah perempuan, penyebab tewasnya bayi yang diduga dibunuh oleh orang tuanya.
“Dari hasil autopsi team DVI Polda Jawa Tengah terdapat luka bekap pada wajah bayi,” kata Iptu Suhari, Selasa malam (04/04/2023) seusai otopsi.
Lebih lanjut, Iptu Suhari menambahkan, bayi tersebut normal lahir sembilan bulan, secara fisik ada bekas bekapan. Dan bayi meninggal belum ada satu hari lahir.
Iptu Suhari mengaku, polisi belum mendapatkan tanda-tanda identitas orang tua yang tega membuang bayi tersebut.
“Untuk orang tua yang tega membunuh dan membuang bayi tersebut masih dalam penyelidikan,” lanjut Iptu Suhari.
Sebelumnya, Selasa siang (04/04/2023) warga Dukuh Pojok, Desa Buluroto, Kecamatan Banjarejo digegerkan adanya temuan jasat bayi diduga berjenis kelamin laki-laki, mengapung di aliran irigasi persawahan.
Bayi pertama kali ditemukan oleh anak-anak yang sedang mencari ikan di aliran irigasi itu. Awalnya mengira boneka, namun setelah didekati ternyata bayi. (*)

Diperiksa di Kejaksaan, Sukisman Sampaikan Bukti Realisasi Honorarium yang Sudah Ditandatangani Sekretaris DPRD Blora

0

BLORA.-

Sukisman ketua PKN Blora, Selasa (4/4/2023) memenuhi panggilan Kejaksaan Negeri Blora. Sukisman diperiksa Kasie Intel Kejari Blora, Djatmiko dalam kapasitas sebagai pelapor kasus dugaan korupsi honorarium DPRD Blora.
“Hari ini saya datang ke kejaksaan memenuhi panggilan untuk dimintai keterangan sebagai pelapor,” jelas Sukisman.
Selama dua jam lebih, Sukisman sejak sekitar jam 10 menjalani pemeriksaan di ruang kerja kasie Intel Kejari Blora. Keluar dari ruang pemeriksaan, Sukisman langsung menemui awak media yang sudah menunggu dari pagi.
Didampingi Jubir PKN Seno Margo, di depan jurnalis Sukiman menyampaikan hasil pemberian keterangan atas laporannya ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, pertengahan Februari lalu.
“Saya menjawab beberapa pertanyaan dan memberikan beberapa keterangan seputar pokok laporan saya terkait dugaan kasus Honor Narsum DPRD Blora,” papar Sukisman.
Menurut Sukisman, ada 3 dugaan pelanggaran dalam kasus tersebut antara lain dugaan pelanggaran regulasi, yaitu melanggar Perpres 33 tahun 2020. Kemudian dugaan kegiatan fiktif, karena pada Tahun 2021 status Blora masih PPKM akibat wabah Covid. “Selanjutnya dugaan ketidakwajaran. Karena ada temuan, seorang dewan bisa menjadi narsum selama 100 sampai 140 jam dalam sebulan,” tandasnya.
Pada hari itu Sukisman juga menambahkan bukti baru kepada Kasie Intel Kejari Blora, yaitu realisasi anggaran Honor Narsum Tahun 2021. “Bukti ini official, karena sudah diberi cap dan tanda tangan Sekwan” imbuhnya.
Pasca dirinya diperiksa, Sukisman menyampaikan bahwa kejaksaan akan segera memanggil dan meminta keterangan Sekwan.
“Ya setelah ini pihak Sekwan akan dimintai keterangan. Kalau tidak besok ya lusa, pokoknya segera, begitu komitmen Pak Djatmiko kepada saya tadi di dalam” pungkasnya. (*)

Ikuti Sosialisasi Empat Pilar di Rembang, para Wredatama Terlihat Bahagia

0

BLORA.-

Bekerja sama dengan Anggota DPD RI, Dapil Jateng H. Bambang Sutrisno, pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Jawa Tengah menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di tengah bulan Ramadhan 1444 H. Kegiatan dilaksanakan, Minggu (2/4/2023) di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rembang.
Peserta yang hadir dalam kegiatan sosialisasi sebanyak 100 orang berasal dari para pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Rembang, Instansi dan ormas terkait: Koordinator PWRI eks karesidenan Pati dan sebagian Pengurus PWRI Jateng.
Dalam laporan ketua panitia, Eddy Kiswanto yang sehari-hari sebagai Ketua PWRI Rembang menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati yang telah memberi dukungan dan membantu menyediakan fasilitas tempat pendopo untuk agenda kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ketua PWRI Jateng H. Hendro Martoyo yang telah memberikan kepercayaan kepada pengurus PWRI untuk melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kabupaten Rembang.
“Demikian pula Kepada bapak Ir. H. Bambang Sutrisno MM yang telah memberi dukungan material dan dana dalam penyelenggaraan sosialisasi ini,” katanya.
Ia juga mengukapkan perasaan senang dan bangga dari para pengurus PWRI dan para peserta sosialisasi karena bisa untuk mengenang dan menyegarkan kembali ingatan mereka tentang Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945.
Wakil Bupati Rembang H. Mochamad Hanies Cholil Barro memberikan ucapan terima kasih, apresiasi positif dan rasa takjub atas penyelenggara jegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bisa dipercayakan kepada pengurus PWRI Rembang.
Pihaknya juga merasa kagum atas semangat para purna tugas ternyata masih memiliki greget dalam pengabdi dan berbuat terbaik bagi Bangsa dan Negara.
Wabup Rembang berpesan agar hasil Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dapat disebarluaskan dan ditularkan ke masyarakat supaya bisa memberikan kontribusi positif terhadap keguyuban dan kerukunan umat.
Ia menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan terobosan dalam menanamkan nilai nilai luhur yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan.
“Karena selama ini khususnya generasi muda rata-rata sudah merasa asing bahkan sudah luntur mengenal nilai-nilai luhur tersebut,” tuturnya.
Berkenaan dengan itu H.Mochamad Hanies Cholil Barro meminta kepada para peserta sosialisasi agar kegiatan seperti hari ini ibarat para peserta diberi Vaksin NKRI harga mati sebagai upaya menangkal berbagai aliran yang akan memecah belah keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.
Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada Ketua PWRI Jateng yang dianggap sebagai seniornya mantan Bupati Jepara dua pereode yang selalu rajin hadir ke Rembang untuk memberikan perhatian dan pembinaan ke PWRI Kabupaten Rembang.
Ucapan terima kasih juga ditujukan ke Anggota DPD RI H.Bambang Sutrisno yang telah memberi bantuan atas terselenggaranya kegiatan sosialisasi.
“Semoga kedepan bisa kita bangun sinergi antara Pemkab Rembang dan DPD RI dalam mendukung Kemajuan Kabupaten Rembang,” ucapnya.
Sebelum mengakhiri sambutan Wakil Bupati membuka secara resmi acara sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan. Kemudian dilanjutkan sambutan Anggota DPD RI H.Bambang Sutrisno.
Ia mengawali sambutan dengan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa semoga di bulan Ramadan 1444 H ini kita mendapatkan berkah, pahala dan ampunan dari Allah SWT.
Disamping itu H.Bambang Sutrisno mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati Rembang yang telah berkenan memberi fasilitas tempat beserta kelengkapannya serta kehadirannya sehingga Sosialisasi Empat Pilar dapat terlaksana.
H.Bambang Sutrisno menjelaskan dan mengingatkan kembali kepada para peserta bahwa kita patut bersyukur Indonesia memiliki Pancasila yang merupakan dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia(NKRI) yang berfungsi sangat fundamental.
Pancasila juga sebagai sumber dari segala sumber hukum, bersifat Filosofis dan Pancasila merupakan rujukan, acuan, sekaligus tujuan dalam Pembangunan Karakter Bangsa.
Pembangunan karakter bangsa memiliki makna membangun manusia dan bangsa Indonesia yang berkarakter Pancasila. Manusia yang berkarakter Pancasila adalah manusia dan bangsa Indonesia yang memiliki ciri dan watak relegius, nasionalis, demokratis dan mengutamakan kesejahteraan rakyat.
Nilai-nilai luhur Pancasila tertuang dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945. Oleh karena itu landasan kedua yang harus menjadi acuan dalam pembangunan karakter bangsa adalah norma konstitusional UUD 1945.
Keluhuran nilai yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 memancarkan tekad dan komitmen bangsa Indonesia untuk tetap mempertahankan pembukaan itu dan bahkan tidak akan mengubahnya.
Ia memaparkan, ada empat alasan untuk tidak mengubah isi yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945.
Pertama, di dalam pembukaan UUD 1945 terdapat norma dasar universal bagi berdiri tegaknya sebuah Negara yang Merdeka dan Berdaulat.
Kedua, dalam pembukaan UUD 1945 terdapat norma yang terkait dengan tujuan negara atau tujuan nasional yang merupakan cita-cita pendiri bangsa atas berdirinya NKRI.
Tujuan negara meliputi empat butir, melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertipan dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi,dan keadilan sosial.
Ketiga, pembukaan UUD 1945 mengatur ketatanegaraan Indonesia khususnya tentang bentuk negara dan sistem pemerintahan. Keempat, karena nilainya sangat tinggi bagi bangsa dan negara Republik Indonesia sebagaimana tersurat di dalam pembukaan UUD 1945 terdapat rumusan dasar negara,yaitu Pancasila.
Oleh karena itu dalam pengembangan karakter bangsa, norma-norma konstitusional UUD 1945 menjadi landasan negara yang harus ditegakkan untuk kukuh berdirinya Negara Republik Indonesia.
Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan dipandu langsung oleh nara sumber Hendro Martojo yang sehari- hari sebagai Ketua PWRI Provinsi Jateng.
Hendro Martojo menyajikan dan menyampaikan materi Sosialisasi Empat Pilar.
Yaitu, Pancasila sebagai Dasar dan Idologi Negara, UUD NRI tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, NKRI sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai Semboyan Negara.
Sajian materi yang disampaikan H. Hendro Martojo sangat menarik, mudah dipahami dan diberikan contoh pengalaman yang aplikatif bisa dijadikan referensi dalam kehidupan sehari hari.
Dirinya menekankan pentingnya pengamalan Pancasila yang diterapkan dalam perilaku kehidupan sehari-hari.
Motivasi para peserta sosialisasi walaupun bulan Ramadan tetap bersemangat dan memiliki antusias yang tinggi untuk menyampaikan uneg uneg dan pertanyaan saat dibuka acara tanya jawab.
Di antaranya menyoal tentang usulan agar butir-butir Pancasila diajarkan kembali kepada anak sekolah dan anggota masyarakat. Karena saat ini masih banyak anggota masyarakat bahkan para pejabat tidak hafal sila-sila dalam Pancasila.
Disamping itu muncul keresahan para pensiun dengan adanya berita bahwa gaji pensiun akan diganti sistim baru yang kurang menghargai nilai nilai pengabdian dan perjuangan yang telah diberikan kepada negara.
Dan ungkapan sulitnya mengembangkan anggota PWRI walaupun dalam AD/ART PWRI yang baru keanggotaan PWRI dengan stesel pasif. Semua pertanyaan dan ungkapan dari para peserta dijawab dengan jelas dan tuntas oleh Bapak H.Hendro Martoyo.
Ia mengingatkan bahwa PWRI adalah satu satunya organisasi perjuangan bagi para pensiun PNS/ASN terutama untuk meningkatkan kesejahteraan.
Selama ini PWRI sudah melakukan upaya konkrit untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota salah satu hasilnya adalah para pensiunan mendapat gaji ke 13 dan gaji ke 14 (THR) serta mendapatkan tunjangan beras.
Berdasarkan hasil pengamatan dan realisasi pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Rembang menurut Bambang Sulistya selaku koordinator PWRI eks Karesdinan Pati dapat berjalan lancar dan sukses serta mampu membuat peserta gumuyu karena para peserta mendapat tambahan ilmu dan bebungah dari pantia.
“Bunga melati bunga kamboja, sosialisasi Empat Pilar hari ini membuat bahagia para Wredatama,” ucapnya. (*).

Serahkan Surat Permohonan Perlindungan Hukum dan Keadilan, DPC Partai Demokrat Blora Geruduk PN Blora

0

BLORA.-

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Blora, Tety Indarti bersama anggota fraksi, pengurus dan bagian hukum dari Partai Demokrat mendatangi Kantor Pengadilan Negeri (PN) Blora, Selasa (4/4/2023). Kedatangan unsur pimpinan Partai Demokrat Blora itu untuk menyerahkan surat permohonan perlindungan hukum dan keadilan kepada Ketua Mahkamah Agung RI.
Pantauan wartawan, massa datang dengan seragam biru menggunakan kendaraan roda empat pada pukul 10.30 WIB. Mereka langsung masuk kantor PN Blora dan menunggu pimpinan untuk menyerahkan surat secara langsung.
Setelah menunggu beberapa saat, Ketua DPC Partai Demokrat Blora bersama anggota ditemui Wakil Ketua PN Blora, Muhamad Fauzan Haryadi. Setelah sesaat berdiskusi, terlihat pengurus DPC Demokrat Blora menyerahkan surat. Setelah itu berfoto bareng.
“Hari ini kami penyerahan permohonan perlindungan hukum Partai Demokrat yang sekiranya dari Pak Muldoko, KLB yang kalah terus itu mengajukan PK kembali. Walaupun dia sudah kalah sekitar 16 kali,” jelas Tety.
Pihaknya juga menyayangkan langkah dan sikap Muldoko. “Ya disayangkan sekali. Sebetulnya beliau orang terhormat jadi tidak terhormat karena seperti itu. Ibaratnya tidak daftar tentara tapi pingin jadi Kasad. Ya itulah. Orang tidak sekolah pendidikan guru, tidak predikat guru pingin jadi kepala sekolah,” tegasnya.


Menurutnya, nuansa politiknya sangat kental sekali. Untuk itu, dia berharap Pak Muldoko cepat sadar. Bahwa sebenarnya celah sudah tidak ada. “Kita tahu, saya kader lama partai demokrat. Dan kita tahu beliau tidak ada berdarah-darah di Partai Demokrat. Ujungnya mana pangkalnya mana beliau tidak tahu. Kita berdoa saja semoga beliau kembali ke jalan yang benar,” paparnya.
Tety menambahkan, PN Blora merespon baik kedatangannya bersama anggota. “Ke Pengadilan Negeri ini kita sifatnya pemberitahuan saja,” tambahnya.
Diketahui, permohonan perlindungan hukum yang dilakukan DPC PD Blora ini akibat buntut panjang dari adanya penyelenggaraan Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat pada tanggal 5 Maret 2021, dengan mengubah AD/ART Partai Demokrat oleh KSP Moeldoko yang dinilai ilegal oleh para elite Partai Demokrat.
Sebelumnya Pemerintah juga telah mengeluarkan SK Menkumham RI No.M.HH.UM.01.01-47, tertanggal 31 Maret 2021, tentang Penolakan Permohonan Pengesahan Perubahan AD/ART Partai Demokrat, (Versi KLB KSP Moeldoko). Dan, sikap tegas pemerintah dalam wujud penegakan hukum ini tercermin saat Menkumham RI bersama Menkopolhukam RI, menyatakan secara resmi bahwa berdasarkan hasil verifikasi KLB Partai Demokrat yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden Moeldoko tidak memenuhi tata cara Pendaftaran Partai Politik yang diatur oleh Permenkumham dan AD/ART Partai Demokrat yang telah disahkan dan diakui oleh Negara.
Namun karena sepanjang tahun 2021 hingga tahun 2022 KSP Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun, mengajukan upaya hukum di 3 tingkatan Pengadilan, dengan keputusan menolak permohonan kasasi dari para Pemohon Kasasi dari Moeldoko dan Jhonny Allen Marbun. Selanjutnya dengan alasan adanya 4 bukti baru (Novum), KSP Moeldoko dan JAM pada 3 Maret 2023 mengajukan permohonan Peninjauan Kembali (PK) ke MA RI, dimana ke 4 Novum tersebut faktanya bukan merupakan bukti baru, sudah pernah dijadikan bukti pada persidangan sebelumnya di PTUN. (*)

Ndhelikake Proyek

0

HINGGA menjelang akhir Desember tahun lalu banyak proyek pembangunan infrastruktur di Blora yang belum kelar, sampai-sampai kontraktor bekerja model kejar tayang dan hasilnya pun aspal-aspalan (asal-asalan, Red.)

Keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan infrastuktur tahun lalu disimpulkan akibat proses perencanaan dan pemilihan rekanan yang terlambat. Karena itulah Bupati Blora mengintruksikan agar di Tahun 2023 ini pelaksanaan pembangunan bisa berjalan lebih awal.
Lebih cepat dari keinginan Bupati, proyek pavingisasi di Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung nekat mendahului start. Bahkan pada bulan Maret ini proyek dengan jumlah anggaran di atas 500 juta itu sudah selesai dikerjakan.
Walaupun nilai anggarannya di atas 500 juta namun proyek pemasangan paving ini tidak perlu dilelang. Panitia yang sudah mengantongi jam terbang puluhan tahun itu mengakalinya dengan memecah anggaran di satu kelurahan ini menjadi 7 paket dengan sistem PL (penunjukan langsung).
Seperti paket pekerjaan di Dukuh Taman, Sambong, dan di Jln. Stasiun dan yang lain. Nilainya bervariasi mulai puluhan juta hingga 100 jutaan.
Untuk menghindari sorotan pegiat dan pengamat, biasanya proyek yang dipecah menjadi paket kecil-kecil ini didhelikake di wilayah terpencil seperti Randublatung contohnya.
Namun sepandai-pandainya Pemkab ndhelikake proyek, Yang terhormat anggota dewan selalu tahu. Sebagai kompensasinya, sosok yang mewakili rakyat dalam melakukan pengawasan itu minta jatah yang dikemas dalam paket aspirasi. Di Kelurahan Wulung, paket paving dan draina-se merupakan paket aspirasi dari tiga orang anggota dewan.
Sudah menjadi rahasia umum, paket aspirasi ini biasanya ditawarkan kepada pemangku wilayah yang akan ditempati proyek dhelikan tersebut. Dengan mahar dibayar sebelum pekerjaan berjalan, setelah itu anggota dewan bisa melenggang aman.
Beberapa tahun terakhir muncul permasalahan, setelah mahar dibayarkan ternyata paket proyek yang dijanjikan tak pernah datang. Usut-punya usut, paket proyek itu sudah dipindah ke wilayah lain oleh penguasa tanpa memberitahu Yang terhormat anggota dewan.
Dari pengalaman yang kurang sedap itu, pemberi mahar sekarang menolak bayar di depan. Mengikuti trend transaksi di era milenial maka disepakatilah model Cash on delivery (COD). Entah bagaimana caranya, walaupun anggaran belum cair, paket dhelikan sudah dikerjakan dan mahar bisa diterimakan. Tujuan lain, supaya paket dhelikan ini tidak akan dipindahkan.
Pada pekerjaan paving dan drainase di Kelurahan Wulung ini bukan hanya lokasinya yang ndhelik, tapi papan proyeknya juga didhelikake. Ini yang melanggar aturan. Pekerjaan boleh saja dimulai tapi prinsip transparansi harus ditepati, seperti halnya pemasangan Papan Proyek agar warga masyarakat bisa melakukan kontrol. Juga ketika ada yang menanyakan RAB harus ditunjukkan. Kalau pekejaan sudah sesuai spek yang ada pada RAB, kenapa sih harus ada yang disembunyikan?
Melihat proyek tanpa ada papan informasi, tugas Pemerintah cq. Dinas yang membidangi adalah segera melakukan evaluasi. Apakah sudah sesuai RAB pada proyek dhelikan ini?
***

Jelang Lebaran, Jalan Randublatung-Cepu Diperbaiki

0

BLORA.-

Menjelang Lebaran, jalan provinsi Randublatung-Cepu mulai diperbaiki dengan menutup lubang jalan menggunakan aspal goreng manual pada tanggal 27 Maret 2023.
Dengan jumlah pekerja 12 orang, jalan sepanjang 1,5 Km mulai Desa Sumberejo-Kediren hingga Desa Jape (kuburan kembar), Dinas PU Provinsi Jawa Tengan dikerjakan menggunakan fasilitas satu alat berat (slender).
Petugas DPU Jateng wilayah Blora, Suroso (49) asal mengatakan mulai tanggal 27 Maret 2023 sampai H-7 Lebaran diperkirakan jalan provinsi penghubung Randublatung-Cepu sudah selesai. “Sudah tidak ada lubang lagi, dan Insya Allah setelah Lebaran akan dilanjutkan perbaikan dengan sistem Cor beton,” ujar Suroso. (*)