Beranda blog Halaman 143

Belum Genap 6 Bulan, Proyek Jalan Senilai 2 Miliar sudah Rusak

0

BLORA.-

Kondisi jalan Ngawengan-Pasar Sore-Temengeng-Gubungpayung Kecamatan Sambong yang sudah pada rontok aspalnya di sana-sini. Padahal, proyek jalan yang dibiayai APBD Blora senilai Rp 2 miliar lebih itu baru selesai dibangun pada Desember 2022.
Ketua Lembaga Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora Sukisman menyimpulkan bahwa kontraktor dalam dalam melaksanakan pekerjaan tidak sesuai surat perintah kerja (SPK) yang di dalamnya tercantum spesifikasi material seperti aspal, koral, pasir, dan abu batu.
Menurut Sukisman, hot mix yang digelar di jalan Temengeng-Pasar Sore itu bukan buatan pabrik melainkan rekanan membakar aspal sendiri yang biasa dengan istilah latasir, yaitu lapisan aspal pasir. “Yang seperti ini pasti beda harganya di RAB, karena secara teknis mengerjakannya juga beda,” papar Sukisman, Jumat (31/3/2023).
PPKom lanjut Sukisman, seharusnya tidak boleh menerima pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi proyek dimaksud, dan itu jelas ada saksi hukumnya karena ada unsur pembiaran.
“Proyek yang buruk jelas merugikan rakyat karena sumber anggaran dari APBN maupun APBD itu 80% bersumber dari pajak yang dibayar oleh rakyat,” ujarnya.
“Kerugiannya lagi, masyarakat menikmati fisik pro-yek hanya berjangka waktu pendek yang itu juga berdampak pada pertumbuhan ekokomi,” tambahnya.
Yang patut dipertanyakan adalah tanggung jawab konsultan pengawas yang sepertinya membiarkan saja. “Apabila pelaksana proyek tersebut terbukti melakukan tindakan melawan hukum yaitu korupsi, PKN gak segan-segan membawa ke ranah hukum,” tandas Kisman. (*)

Status Tuan Rumah Piala Dunia U-20 Dicabut, Indonesia Perlu Perbaiki Persepakbolaan

0

BLORA.-

Sungguh tak pernah terbayangkan oleh seluruh bangsa Indonesia terkait badai kehidupan yang menimpa sepak bola Indonesia di dalam bulan Ramadan 1444 Hijriah.
Di bulan yang penuh ampunan, kemulian dan bulan penuh harapan akan terjadi peristiwa bersejarah yang meluluh lantakan mimpi dan harapan bagi bangsa Indonesia, khususnys para pemain sepak bola, para pengurus sepak bola, suporter dan pencinta sepak bola di seluruh penjuru Nusantara.
Mereka meneteskan air mata sebagai refleksi perasaan duka nestapa, sedih, gundah, jengkel, mangkel (kecewa) dan marah bercampur bersenyawa menjadi satu.
Hal itu karena status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 dicabut dan dibatalkan oleh FIFA.
Tentu pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tidak serta merta tanpa ada penyebabnya. FIFA memang tak menjelaskan dengan alasan yang pasti pembatalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. FIFA hanya menyebut Republik Indonesia gagal jadi tuan rumah karena situasi yang terjadi saat ini.
Adanya kegaduhan penolakan terhadap Timnas Israel yang bertanding di Indonesia. Meskipun Presiden Joko Widodo telah menegaskan dan memberi jaminan keamanan terhadap keikutsertaan tim sepak bola Israel namun fakta tetap saja ada Kepala Daerah (Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo) yang melakukan penolakan.
“Ibarat nasi sudah menjadi bubur kita tinggal menunggu sanksi berikutnya yang akan diberikan oleh FIFA,” kata Bambang Sulistya, peminat dan pemerhati sepak bola, di Blora, Minggu (2/4/2023).
Yang jelas saat ini batalnya Indonesia jadi tuan rumah juga membuat status keikutsertaan Garuda Muda di Piala Dunia U-20 2023 dicabut.
Hal ini karena Indonesia lolos dengan status sebagai tuan rumah.Tim yang berhak wakil Asia karena maju ke semifinal adalah Uzbekkistan, Irak, Jepang dan Korea Selatan.
“Disamping itu kegagalan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 juga mengakibatkan empat kerugian,” tutur Bambang yang Ketua PWRI Blora.
Pertama rusaknya reputasi dan nama Indonesia dimata dunia internasional karena dianggap tak punya komitmen.
“Kedua, mubazir persiapan-persiapan yang telah dilakukan dan membuat kekecewaan berat dan putusnya harapan kepada para pemain sepak bola untuk berbuat terbaik bagi bangsa dan negara Indonesia,” jelasnya.
Termasuk para suporter dan para pecinta sepak bola Indonesia yang merasa kehilangan hiburan dan kebanggaan terhadap pemain Indonesia yang bisa berlaga diajang internasional.
“Ketiga, adanya kerugian material akibat dana negara telah dikeluarkan untuk persiapan penyelenggara Piala Dunia U-20,” tambahnya.
Disebut Bambang dari berbagai sumber, Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk persiapan Piala Dunia U-20 dialokasikan dana Rp 500 miliar dan Kementerian PUPR menyuntik dana Rp 314 miliar untuk renovasi stadion.
“Keempat kerugian potensial, benefit atau keuntungan ekonomi yang bisa dihasilkan jika perhelatan itu bisa dilakukan di Indonesia,” lanjutnya.
Bahkan menurut peneliti Institute For Development of Economic and Finance (Indef) Nailul Huda mengukapkan Indonesia kehilangan potensi nilai ekonomi yang mencapai Rp 188 triliun menyusul gagalnya Indonesia jadi tuan rumah piala Dunia U-20.
Menyadari banyak anggota masyarakat yang kecewa dan sedih atas keputusan pencabutan FIFA tersebut sebagai bangsa yang besar Presiden Joko Widodo mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar menjadi momentum untuk berbenah diri dan memperbaiki persepakbolaan Indonesia terus berjalan dan berkembang kearah menjadi lebih baik dan profesional.
Sekaligus menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua bahwa olahraga sepak bola bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa bukan menjadi alat untuk perpecahan bangsa sehingga meminta semua pihak tidak saling menyalahkan setelah Piala Dunia U-20 batal digelar di Indonesia.
Berkenaan tersebut, untuk menjadi catatan bersejarah ada ungkapan dan bentuk simpati dari berbagai elemen masyarakat yang pernah berkecimpung di dunia persepakbolaan di Bumi Blora Mustika atas terjadinya musibah dibatalkannya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Seperti yang disampaikan Widarto atau nama panggilan Setek, dulu di tahun 90an sebagai pemain handal di Persikaba dan saat ini sebagai pejabat yang menangani olahraga di Dinas Kepemudaan, Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.
“Sangat sedih bin prihatin karena kesempatan emas lepas bagi generasi muda harapan bangsa untuk tampil di pentas di ajang sepakbola tingkat Internasional dan sangat mustahil peluang tersebut bisa terulang kembali,” ungkap Widarto.
Ia sangat berharap semoga duka sepakbola di Indonesia hanya sebatas pembatalan sebagai tuan rumah saja tidak ada sanksi lain yang berdampak pada partisipasi Timnas Indonesia untuk berkiprah ke level dunia.
Dirinya juga memberi spirit kepada para pemain untuk tetap semangat dan berprestasi.
Kemudian, Agus Puryanto yang saat ini berdomisili di Kecamatan Ngawen Blora yang dari tahun 1995-2012 pernah berkecimpung menjadi pemain Persis Solo, Asyabab Surabaya, Persibat Batang, PSKPS Padang Sidempuan dan Persipur Purwodadi. Pada tahun 2014-2018 pernah menjadi manager Teknik Persikaba.
Ia sangat menyayangkan dan sedih kesempatan untuk jadi Tuan rumah Piala Dunia U-20 dibatalkan oleh FIFA, Perjuangan semua pihak yang ingin jadi tuan rumah jadi sia sia belaka lebih khusus impian para pemain U-20 musnah.
Dirinya memberi motivasi kepada seluruh pemain Timnas U-20 agar tetap tegar dan jangan putus asa badai pasti akan berlalu karena sepak bola sudah menjadi pilihan hidup maka harus tetap semangat dan yakin esok pasti akan datang hadiah dari langit yang memberi kesempatan yang lebih baik untuk berjuang demi kejayaan persepakbolaan Nusantara.
“Berharap tata kelola sepak bola di bawah Kepengurusan PSSI yang baru lebih bagus profesional dan komitmen dengan segala programnya,” harapnya.
Sementara H. Kunto Aji yang saat ini menjadi kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora dulu pernah jadi pengurus Persikaba mengukapkan rasa gelo ketika harapan Indonesia menjadi tuan rumah piala Dunia U-20 gagal.
Secara singkat memberi semangat kepada para pemain Timnas U-20 dengan ucapan tetap semagat dan bersabar semoga Allah akan segera memberi peluang terbaik.
Lain halnya yang di sampaikan oleh H. Abu Nafi mantan Wakil Bupati Blora yang saat ini sebagai anggota DPRD Provinsi Jateng Komisi B.
Kyai yang dikenal santun dan ramah kepada umat itu dulu tahun 1985-1987 pernah mimpin klub sepak bola Kurnia Putra di Blora dan sebagai wakil ketua Persikaba.
Selama mengelola sepak bola di Blora mampu mewujudkan prestasi yang luar biasa walau hanya menggunakan pemain lokal bisa lolos masuk di Galakarya tingkat Nasional.
Mbah Abu, sapaannya, juga pernah mimpin olahraga Panahan, Bulu tangkis dan dayung di tingkat Jateng tak pernah bergeser dari Blora, jadi juara di tingkat Jateng.
Saat ini merasa ikut prihatin dan sedih atas gagalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20.
Berharap karena semua sudah terjadi sebagai orang beriman tak perlu lama-lama disesali, mari segara bangkit dan optimis untuk terus menerima realita sebagai bekal kesuksesan dimasa yang akan datang.
“Selamat berjuang adik-adik pemain Timnas jadikan pelajaran yang sangat berharga dalam menggapai masa depan yang gemilang,” ungkapnya.
Selanjutnya ada K3 yang bisa kita peroleh atas musibah Kegagalan Indonesia mendapat amanah sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20.
Pertama komitmen adalah kunci utama untuk menjadi pegangan dan landasan dalam menunaikan tugas harus dapat kita jaga dan amankan sampai realisasi kegiatan terwujud. Kedua, komunikasi yang ramah lingkungan dan berdasarkan etika birokrasi harus menjadi pegangan dari seorang pemimpin pemerintahan.
Jangan sampai memberikan pendapat atau statemen akan menimbulkan kegaduhan dan ketidakharmonisan di masyarakat. Seperti ungkapan di Jawa Lamun siro iso ngomong nanging ojo brebeki kuping (kalau anda bisa bicara jangan sampai memerahkan telinga).
Ketiga, kenetralan sikap agar dunia olahraga khususnya sepak bola tidak dijadikan alat untuk berpolitik.
“Akhirnya lagu “Hilang Permataku” bisa menjadi hiburan di saat tersadar bahwa hari ini saya masih menjalankan ibadah puasa penuh dengan harapan semoga ke depan Persepakbolaan Indonesia makin jaya dan menjanjikan,” ungkap Bambang Sulistya, mantan Sekda Blora. (*).

Belum Genap 6 Bulan, Proyek Jalan Senilai 2 Miliar sudah Rusak

0

“Kalau waktu diserahterimakan dalam kondisi bagus itu masih ada masa perawatan. Tapi kalau kualitasnya buruk seperti ini ya harusnya dibongkar total,” tandas Singgih Hartono.

***
Pengerjaan infrastruktur jalan di Kabupaten Blora kualitasnya sangat buruk, salah satunya pembangunan jalan Ngawengan-Pasar Sore-Temengeng-Gubungpayung Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Belum genap enam bulan selesai dibangun, proyek jalan yang dibiayai APBD Blora Tahun 2022 sebesar Rp 2.058.114. 000. itu sudah hancur.
Mendapati kondisi seperti itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Samgautama seolah tidak terlalu menyoal. Menurutnya, hingga saat ini jalan tersebut masih dalam pemeliharaan secara berkala oleh kontraktor pelaksana, CV. Arum Jaya. “Masih masa pemeliharaan,” ungkapnya.
Sukardi, salah seorang staf Bidang Bina Marga DPUPR menyebutkan ada sebelas titik kerusakan yang diperbaiki oleh rekanan. “Yang kelihatan rawan, langsung kita gelar aspal sekalian,” ujarnya ketika ditemui wartawan di lokasi proyek, Rabu (29/3/2023).


“Di satu kilometer pertama memang kondisi tanahnya agak labil. Jadi ketika ada tekanan lebih berat bisa saja terjadi kerusakan,” imbuhnya.
Seorang konsultan pengawas proyek infrastruktur di Blora, Singgih Hartono ketika melihat langsung ke lokasi proyek jalan di Temengeng mengaku kecewa dengan sikap jajaran DPUPR dan Inspektorat yang dianggapnya terlalu lunak terhadap kontraktor yang bekerja asal-asalan.
“Yang seperti ini jelas gak bener lah. Secara visual saya lihat aspal hot mix koq warnanya blorok,” ujarnya.
“Jalan hot mix jika terkena beban berat mestinya ambles. Tapi kalo ini malah ambyar aspalnya,” tambahnya.
Sikap kepala DPUPR yang begitu saja mau menerima hasil pekerjaan yang buruk dengan dalih masih ada masa perawatan, menurut Singgih itu sangat keliru.
“Kalau waktu diserah-terimakan dalam kondisi bagus itu masih ada masa perawatan. Tapi kalo kualitasnya buruk seperti ini ya harusnya dibongkar total,” tandas Singgih Hartono. (*)

Ditinggal Pulang Penjaganya, Gudang Oven Nampu di Desa Sumber Terbakar

0

BLORA.-

Sebuah gudang yang di dalamnya terdapat Oven Nampu milik Ngateno (43), warga Dukuh Mulyorejo RT 07/11, Desa Sumber Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora terbakar, Kamis (30/3/2023).
Oven nampu tersebut difungsikan oleh pemiliknya untuk membuat bahan-bahan parfum. Adapun Oven Nampu menggunakan bahan bakar dari abu rontokan tempurung kelapa.
Menurut saksi mata, Ali Mustajab (27) yang bekerja sebagai penjaga gudang oven, sebelum terjadi kebakaran dia sempat memeriksa bahan bakar oven yang terbuat dari rontokan tempurung kelapa. Setelah dirasa aman kemudian Ali Mustajab pulang ke rumah tinggalnya yang berada di seberang gudang oven nampu tersebut,
“Sekitar pukul 18.30 WIB saya mendengar suara ledakan dari gudang, dan saya melihat ada api yang menyala di bagian dalam gudang,” ujar Ali ketika ditemui wartawan di lokasi kebakaran.
Sontak Ali berteriak minta tolong, suara itu didengar tetangga dekat, Karjan Wibisono (52) dan Dwi Setiawan (23) yang selanjutnya bersama warga sekitar mendatangi lokasi gudang oven nampu, dan berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.
Ngateno yang sedang berada di rumah tinggalnya mendapat kabar dari warga bahwa rumah ovennya terbakar langsung melaporkan kejadian tersebut kepada kepala desa setempat.
Kades Sumber, Aris Susanto (33) selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kradenan.
Mendapat laporan tersebut, anggota Polsek Kradenan bersama petugas pemadam kebakaran dari Kecamatan Randublatung mendatangi lokasi kejadian. Kemudian petugas bersama-sama ikut memadamkan api yang tersisa hingga apinya padam.
“Kebakaran tersebut diduga berasal dari nampu yang telah dibakar dan apinya menyambar bagian atap yang terbuat dari plastik fiber dan terdapat bolam lampu yang jaraknya sekitar 1,5 meter dari nampu yang dibakar tersebut,” terang Kapolsek Kradenan Iptu Umbaran.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun total kerugian mencapai 50 juta rupiah.
“Barang yang terbakar adalah nampu sebanyak 7 ton. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah),” tandasnya. (*)

Dugaan Korupsi Honorarium DPRD, Kejari Blora Mulai Lakukan Penyelidikan

0

“Tanggal 30 Maret 2023 kami menerima surat dari Kejaksaan Tinggi, yang intinya meminta kepada kami untuk melakukan puldata dan pulbaket,” ucap Kasi Intel Kejari Blora, Jatmiko.

***
Anggaran honorarium narasumber anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora yang sempat menghebohkan publik, kini memasuki proses hukum. Pasalnya, aduan dugaan korupsi anggaran honorarium narasumber DPRD Blora Tahun 2021 ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, kini sedang diproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Kasi Intel Kejari Blora, Jatmiko mengatakan pihaknya telah menerima surat dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, untuk melakukan pengumpulan data (puldata), serta pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait persoalan tersebut.
Pihaknya mengaku akan segera bergerak cepat memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam persoalan honorarium narasumber para wakil rakyat tersebut.
“Jadi kami langsung melapor ke pimpinan. Dan pimpinan langsung bergerak cepat dan Insyaallah dalam waktu dekat kita akan laksanakan pemanggilan pihak-pihak terkait,” kata dia.
Menurutnya, proses puldata dan proses pulbaket akan dilaporkan secara bertahap dan berkelanjutan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
“Kepala kejaksaan Negeri Blora juga sudah mengeluarkan surat perintah untuk melaksanakan klarifikasi. Karena ini masih sifatnya penyelidikan, jadi kami tidak bisa mengungkapkan seluruhnya,” tambahnya.
Sekadar diketahui, dugaan penyelewengan honorarium narasumber DPRD Blora diadukan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, pada 19 Januari 2023 lalu. Diduga terdapat kebocoran dokumen terkait rekapitulasi honorarium narasumber DPRD pada tahun 2021 yang menghabiskan dana hingga Rp 11 Miliar.
Muncul juga daftar lengkap 45 nama masing-masing anggota DPRD penerima honorarium plus berserta besarannya selama setahun. Sebelumnya juga sempat diberitakan, salah seorang tenaga ahli DPR RI, Seno Margo Utomo mengadukan honorarium narasumber dewan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ada di Jakarta, pada 14 Februari 2023 lalu. Dalam surat aduan tersebut, diduga pertanggungjawaban honor dilakukan tidak sesuai ketentuan. Dalam hal ini ketidaksesuaian besaran honor dengan standar honorarium dalam Perpres Nomor 33 Tahun 2020, kegiatan fiktif, hingga ketidakwajaran waktu pelaksana-an kegiatan. Pihak yang diadukannya yaitu 45 anggota DPRD Blora periode 2019 – 2024. (*)

Musyawarah Antar Desa, Jalan Akses Desa Jati-Jegong Sepakat Dibangun Cor Beton 

0
BLORA.
Bertempat di Balai Desa Jati Kecamatan Jati Kabupaten Blora, Rabu (29/03/2023) digelar kegiatan Musyawarah Antar Desa (MAD) yang diikuti dua desa yaitu Desa Jati dan Desa Jegong Kecamatan Jati. Forum tersebut mengedepankan musyawarah untuk mencapai mufakat kedua desa.
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Jati Drs Muhari beserta staf, Kepala Desa Jati, Kepala Desa Jegong yang diwakili oleh Sekdes dan perangkatnya, Bhabinsa, Babinkamtibmas, Ketua BPD Desa Jati, Ketua BPD Desa Jegong, serta 10 orang tamu undangan.
Dalam kesempatan itu Camat Jati Drs Muhari menyampaikan rencana akan dibangunnya jalan antar desa yang merupakan akses utama Desa Jati dan Desa Jegong.
“Dengan dibangunnya jalan antar desa  tentunya akan lebih meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di wilayah Desa Jati dan Desa Jegong, dan diharapkan bisa mensejahterakan tarap hidup masyarakat sekelilingnya juga,” tandas Muhari.
Dalam musyawarah kedua desa mufakat, bahwa akses jalan Desa Jati ke Desa Jegong sepanjang 407 meter yang tadinya direncanakan dipaving akan dibangun dengan Cor Beton. Hal itu mengingat di lokasi tersebut tanahnya labil dan sering dilewati truk bermuatan berat. (*).

Jadikan Buka Puasa Bersama sebagai Media untuk Saling Berbagi

0
Oleh: H. Bambang Sulistya,
Mantan Sekda Blora yang sekarang menjabat Ketua PWRI Blora
SELAMA dalam bulan Ramadan 1444 Hijriah, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengeluarkan larangan menggelar kegiatan buka puasa bersama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Dasar pertimbangannya, proses penanganan Covid-19 masih dalam transisi dari pandemi menuju endemi sehingga masih diperlukan kehati-hatian dan demi efisien anggaran.
Ternyata keputusan presiden tersebut memunculkan ragam pendapat dan beda penafsiran yang dapat menjadikan suasana Ramadan makin dinamis.
Secara pribadi saya menilai keputusan Presiden sudah tepat dan tidak perlu dicabut. Karena aturan itu hanya diberlakukan terhadap ASN dan pejabat pemerintah yang dalam melaksanakan kegiatan buka puasa bersama (bukber) akan menggunakan anggaran pemerintah.
Ditiadakannya kegiatan bukber maka dana yang tersedia bisa dialihkan untuk membantu masyarakat, utamanya kepada warga yang kurang beruntung.
Dengan melarang kegiatan bukber bagi ASN dan pejabat, berarti presiden telah mengambil kebijakan yang masuk dalam kategori BBC (Bijaksana, Berani dan Cerdas).
Di tengah situasi masyarakat yang sedang mengalami kesulitan hidup dan menderita  Presiden Jokowi berani mengambil keputusan bijaksana, apalagi di bulan Ramadan ini para pejabat dan ASN dimotivasi untuk melakukan penggalangan dana bagi warga miskin agar bisa berbuka puasa bersama. Kalau langkah itu dapat dilakukan maka akan tercipta silaturahmi antar warga miskin makin meningkat.
Sementara itu budaya kepyur/sedekah/berbagi di bulan suci dari orang-orang yang berkemampuan  seperti para pejabat dan ASN jika dapat digalakkan dapat membuat situasi masyarakat makin kundusif, karena wong cilik bisa menikmati bulan Ramadan dengan rasa suka cita dan penuh rasa syukur.
Buka bersama bagi masyarakat Indonesia sudah menjadi tren, terutama bagi generasi melenia. Berbagai manfaat ajang berbuka puasa bersama antara lain, Pertama; untuk meningkatkan silahturahmi dan memperkokoh persaudaraan bahkan bisa sebagai perekat kerukunan umat.
Kedua, buka bersama menjadi media dan ruang untuk saling berbagi sekaligus untuk membumikan budaya komunikasi ramah lingkungan yang mampu mencairkan kebuntuan hubungan.
Ketiga, sebagai wahana rekreasi keluarga yang paling murah tapi meriah yang langsung bisa dirasakan dan menghibur.
Selanjutnya keempat, bisa dimanfaatkan buka bersama sebagai ajang reuni dan merayakan hari ulang tahun. Seperti yang kemarin saya lakukan, sambil berbuka puasa dengan keluarga bisa dimanfaatkan untuk merayakan ulang tahun.
Rasanya hidup itu nikmat dan bahagia disaat berbuka puasa bersama bisa merayakan ulang tahun dan berada di tengah keluarga.
Kelima, berbuka puasa bersama mampu menumbuhkan spirit ritual makin berkualitas. Karena selesai berbuka puasa bersama dapat dilanjutkan dengan kegiatan ibadah solat berjamah.
Keenam, mengungkit perekonomian masyarakat karena berbuka puasa bersama dapat dimanfaatkan untuk pemberdayaan pengusaha UMKM melalui pemanfaatan dan pembelian produk-produknya untuk buka puasa bersama.
Ketujuh, berbuka puasa bersama juga bisa sebagai wujud untuk mengamalkan keimanan dalam kehidupan nyata di masyarakat. (*).

Tingkatkan Perekonomian Mikro, Pemerintah Desa Gaplokan Lakukan Betonisasi Jalan Poros dan JUT

0

BLORA.-

Pembangunan infrastruktur jalan diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sebuah desa. Hal itu yang menjadi tujuan Pemerintah Desa Gaplokan Kecamatan Japah, Kabupaten Blora membangun jalan poros desa dan jalan usaha tani (JUT) pada awal Ramadhan, yang dimulai pada tanggal 24 Maret 2023 lalu.
Jalan poros desa yang dibangun, lokasinya berada di lingkungan Rt. 02 Rw 01 dengan 662 meter dan lebar 3 meter, dengan tebal Cor setebal 15 cm. Sementara jalan JUT berada di lingkunga Rt.01 Rw 01 dengan panjang 170 meter dan lebar 2,50 meter, dengan tebal cor 15 cm. Mutu Beton K.250.
Berada di kawasan perbukitan yang banyak ditumbuhi pohon Jati, Desa Gaplokan yang berjarak 6 Km dari kota Kecamatan Japah ini merupakan akses menuju Bendungan Randugunting yang berada di Desa Kalinanas.
Kepala Desa Gaplokan Tomo mengatakan, bahwa pembangunan jalan poros dan jalan JUT dengan menggunakan betonisasi itu menelan biaya Rp 406.000.000 yang dikeluarkan dari anggaran Dana Desa Tahun 2023.
“Dibangunnya jalan ini diharapkan bisa meningkatkan roda perekonomian sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga desa,” ujarnya kepada wartawan, Senin (27/3/2023).


Menurut Tomo, dengan dibangunnya jalan poros menuju lokasi wisata Bendungan Randugunting diharapkan juga bisa bisa meningkatkan perekonomian mikro di Desa Gaplokan, khususnya usaha kuliner.
“Sehari-hari di sepanjang jalan ini selalu ramai. Apalagi saat malam minggu, banyak kawula muda yang datang ke wilayah ini untuk sekedar refreshing,” tambah Tomo.
“Di bulan Puasa seperti sekarang ini banyak pengunjung yang datang ke bendungan untuk ngabuburit, menunggu waktu buka puasa,” paparnya.
Desa Gaplokan yang memiliki udara sejuk dan nyaman, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani. Disamping itu ada juga warga desanya yang berstatus sebagai petani hutan dengan memanfaatkan lahan Perhutani yang tidak produktif dengan model kerja sama.
“Dengan memiliki jalan bagus, diharapkan warga Desa Gaplokan bisa lebih berinovatif sehingga kedepannya bisa memiliki kehidupan yang lebih sejahtera,” pungkas Tomo. (*)

SILPA APBD Tahun 2022 setara Hutang Daerah, PKN: Kinerja Keuangan Pemkab Blora Buruk

0

BLORA. –

Bupati Blora Arief Rohman, menyerahkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) pelaksanaan APBD 2022 kepada pimpinan DPRD, Senin (27/3/2023).
Di dalam LKPJ yang diserahkan melalui Rapat Paripurna DPRD Blora itu disebutkan, ringkasan pelaksanaan anggaran APBD Kabupaten Blora Tahun 2022. Masing-masing pendapatan daerah ditargetkan Rp 2.203.164.422.569,00 tercapai 2.176.850.305.646 atau 98,81 persen.
Pendapatan tersebut terdiri dari PAD yang ditargetkan Rp 314.441.617.697,00 ternyata tercapai hingga 103,67 persen, yakni sebesar Rp 325.966.473.177,00.
Sedangkan Pendapatan dari Dana Transfer Pusat menurut Bupati dari target Rp 1.888.722.804.872,00 tercapai Rp 1.850.883.832.469,00 atau 98 persen.
Sementara itu untuk belanja daerah yang diperkirakan Rp 2.575.860.759.798,00 telah terealisasi sebesar 93,03 persen. Yakni sebesar Rp 2.396.215.621.703,00. Kemudian pembiayaan daerah daerah target Rp 375.496.337.229,00 terealisasikan Rp 365.321.093.790,00 atau 97,29 persen. Terdapat SILPA Rp 145.955.777.733,00.
‘’Kami berharap capaian ini bisa ditingkatkan lagi di Tahun 2023 ini. Mengingat kebutuhan pembangunan di Kabupaten Blora masih banyak,’’ ujar Bupati.
Adapun indikator capaian kerja tahun 2022, IPM mencapai 69,9 %, Indeks Pembangunan Gender 84,92 %, tingkat Pembangunan Infrastruktur Daerah 78,92 %, Indeks Kualitas Lingkungan Hidup 71,31 %, Indeks Reformasi Birokrasi 59,23 %, Pertumbuhan Ekonomi 2,68 %, Laju Inflasi 6,4 %, Angka Kemiskinan 11,53 %.
Dalam sidang Paripurna yang berlangsung di ruang rapat Paripurna DPRD dan dipimpin Wakil Ketua DPRD, Mustopa dengan didampingi Sekda Komang Gede Irawadi, Bupati berharap LKPJ tersebut bisa dibahas bersama dengan teman-teman DPRD. Sehingga nantinya bisa ditetapkan sebagai Perda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2022.
“Tahun 2023 ini, kami bertekad untuk meningkatkan capaian kinerja. Tentunya dengan dukungan teman teman legislatif dari DPRD. Saat ini beberapa pembangunan infrastruktur 2023 juga sudah kita mulai, selebihnya masih proses perencanaan yang diharapkan April nanti bisa mulai dilaksanakan. Mohon doanya,” pungkas Bupati.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD, Mustopa, meminta agar dokumen LKPJ yang diserahkan Bupati bisa segera ditindaklanjuti untuk dibahas bersama. “DPRD memiliki waktu selama tiga puluh hari untuk melaksanakan pembahasan LKPJ ini. Semoga nanti berjalan lancar,” paparnya.
Secara terpisah sekretaris PKN, Fuad Musofa menilai LKPJ APBD 2022 perlu dikritisi. “Bagi PKN ada beberapa catatan kritis dalam LKPJ yang disampaikan Bupati Blora,” tandasnya.
“Pertama terkait rendahnya realisasi anggaran terlihat dari SILPA sebesar 146 Miliar atau setara jumlah Pinjaman Daerah yang diajukan ke Bank Jateng. Ini menunjukkan Kinerja Keuangan Pemkab buruk. Seharusnya angka SILPA sebesar itu bisa dihindari jika perencanaan dan pelaksanaannya berjalan bagus,” tambah Fuad.
Pria yang akrab disapa Gus Fuad ini menambahkan, banyaknya proyek fisik yang dikerjakan di akhir tahun, jelas merugikan masyarakat. Kualitas proyek dipastikan tidak sesuai standard dan itu sekarang banyak ditemukan di lapangan.
“Kedua, indikator kinerja tidak banyak berubah. Angka kemiskinan Blora masih 11,53% atau lebih tinggi dari angka kemiskinan Nasional 9,57%, dan juga masih lebih tinggi dari angka kemiskinan Jateng 10.98%. Dan Blora masih berada di peringkat ke 14 kabupaten termiskin di Jateng, artinya masyarakat belum mendapatkan dampak dari pembangunan”, pungkasnya. (*)

Bambang Sulistya: Ketakwaan Bisa Terwujud bila Umat Islam Memaknai Akronim PUASA

0

BLORA.-

Suasana Ramadan 1444 H di Masjid Nurul Falah RW V Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jateng mampu menebarkan aroma baru dan menciptakan spirit umat makin bergairah dalam menunaikan ibadah.
Memasuki hari pertama Ramadhan, mantan Sekda Blora H. Bambang Sulistya mendapat amanah untuk menyampaikan kuliah tujuh menit (Kultum) pada kegiatan salat Tarawih berjamaah.
“Saya mengucapkan terima kasih karena sudah 11 tahun sejak purna tugas sebagai abdi masyarakat dan abdi negara, setiap Ramadan bisa berdiri di mimbar kehormatan ini,” ucapnya sebelum menyampaikan materi kultum, di Blora, Senin (27/3/2023).
Pada malam itu, tema kultum yang disampaikan oleh Bambang adalah memaknai akronim PUASA dalam bulan Ramadan. Dijelaskan, umat Islam dimanapun berada patut bersyukur karena memiliki bulan Ramadan, yaitu bulan istimewa yang penuh keutamaan untuk menciptakan manusia yang bertakwa.
Ketakwaan itu bisa terwujud bila umat Islam mau memaknai akronim PUASA.
Yaitu, (P)-Pengendalian diri merupakan kemampuan untuk mengendalikan dirinya sendiri secara sadar agar menghasilkan perilaku selama bulan Ramadan agar tidak membatalkan ibadah puasa.
Secara lahiriah mampu mengendalikan tiga dasar kebutuhan hidup, yaitu makan, minum dan berhubungan seksual dari saat terbit matahari sampai saat matahari terbenam.
Kemudian selama berpuasa harus mampu mengendalikan atau menjaga panca indera kita terutama lisan karena ada ungkapan Mulutmu Harimaumu.
Bahkan untuk saat ini yang harus dikendalikan juga jari jemari tangan kita karena ada ungkapan baru Jarimu Harimaumu.
Sehingga sangat cerdas kalau di bulan Ramadan ada semangat untuk berhenti untuk menebarkan berita hoaks, fitnah dan berita menimbulkan perpecahan dan kebencian antar umat beragama.
“Dalam hal pengendalian di jawa ada pitutur luhur yang perlu direvitalisasi lagi, yaitu nutupi babahan howo songo artinya menutup sembilan lubang yang ada pada diri manusia agar tidak menimbulkan hawa nafsu yang bisa membatalkan puasa Ramadan,” tuturnya.
Menutup dua mata, dua lubang telinga, dua lubang hidung, mulut, lubang kemaluan dan lubang dubur.
(U)-Untuk orang beriman perintah dari Allah agar melaksanakan ibadah puasa di dalam bulan Ramadan. Sehingga selain orang beriman tidak berkewajiban untuk melaksanakan puasa Ramadan seperti orang gila dan atheis atau orang yang tidak percaya kepada Allah dan Rasulnya.
Sebagaimana tersurat dalam surat Al-Baqarah :183, “Hai orang orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Kemudian, (A)-Amalan-amalan sebagai umat muslim yang sedang berpuasa di dalam bulan Ramadan sebaiknya dapat dilaksanakan secara ikhlas dan penuh semangat.
Ada sejumlah amalan sunah dalan bulan Ramadan yang bisa dilakukan diantaranya ibadah malam (Qiyamul Lail), membaca Al-Qur’an,mendirikan salat tarawih, itikaf di masjid, mengakirkan sahur, menyegerakan berbuka puasa, memberikan makan buka puasa, bersilaturahmi ,bersedekah, mengkhatamkan Al-Qur’an, mengucapkan tasbih, takmid dan takbir, beristifar dan mencari lailatul qadar.Dengan amalan tersebut dapat membersihkan jiwa dan meningkat kepekaan spiritual.
Selanjutnya, (S)-Sambutlah bulan Ramadan dengan gembira dan semangat menggelora,karena setiap hari dalam bulan Ramadan mengandung K3 (Keberkahan, Keutamaan, Keistimewaan).
Ada ungkapan barang siapa gembira dengan masuknya bulan Ramadan ,maka Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.
Realita di masyarakat dalam bulan Ramadan tumbuhnya gairah dan semangat solidaritas dan umat muslim berlomba lomba untuk berbuat kebaikan kepada kaum yang lemah.
Berikutnya, (A)-Ada Jaminan orang yang berpuasa di bulan Ramadan masuk surga. Menurut Hadist Riwayat Bukhari Muslim, “Orang yang berpuasa di bulan Ramadan tidak hanya mendapatkan berkah,rahmat dan ampunan, namun Allah juga menjajikan kepada orang yang berpuasa terbebas dari panas api neraka.
Bahkan ada pendapat dari para ulama bahwa ada empat golongan manusia yang dirindukan surga, karena kegiatanya dalam kehidupan didunia di antaranya, pertama berpuasa di bulan Ramadan. Karena berbekal puasa kelak manusia menjadi jujur,sabar,takwa, dan selulu menebar kebaikan.
Kedua,mereka yang senantiasa membaca Al-Qur’an. Ketiga, mereka yang selalu menjaga lidahnya. Empat, mereka yang memberi makan orang yang kelaparan.
“Akhirnya kultum saya tutup dengan patun Ramadan, Buah mangga manis rasanya, Enaknya dimakan saat berbuka puasa, Ikhlaskan niat dalam berpuasa, Semoga terhapus segala dosa kita,” ucapnya. (*).