Beranda blog Halaman 140

Halalbihalal PWRI Kecamatan Todanan-Blora Diikuti Seratus Lebih Anggota

0

BLORA.-

Setelah dua tahun vakum akibat pandemi Covid-19, kegiatan halalbihalal kini kembali merebak dengan berbagai kreativitas dan penyelenggaraannya pun sangat beragam.
Bertempat di pendopo Kantor Kecamatan Todanan, pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Jateng menghelat acara halalbihalal, Sabtu (6/5/2023).
Acara yang diikuti lebih seratus lebih anggota dan pengurus PWRI itu juga dihadiri oleh Forkompincam Kecamatan Todanan. Suasana kekeluargaan pada hari itu semakin meriah karena dibumbui tausiah oleh Achmad Alipian, seorang penceramah milenial yang jenaka, cerdas, motivatif dan inspiratif.
Ketua PWRI Kecamatan Todanan H. Madji Rahardjo dalam sambutannya mengajak kepada seluruh peserta yang hadir untuk selalu pandai bersyukur atas berbagai nikmat yang diberikan oleh Sang Maha Pemurah.
“Termasuk mensyukuri, hari ini kita diberi kesehatan dan bisa hadir mengikuti kegiatan halalbihalal dengan semangat suka cita dan penuh rasa kekeluargaan,” katanya.
Ia mengingatkan kembali tentang perjuangan pengurus PWRI Kabupaten Blora untuk mendapatkan gaji 13 pada tahun 2017 dengan melayangkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo dan kini gaji ke 13 sudah bisa kita nikmati.
Kemudian Mbah Madji sapaan akrabnya, juga mengukapkan kiprah yang lain yang telah dilaksanakan pengurus PWRI Kabupaten, yaitu pemberian kalender PWRI 2023 secara gratis dan pemberian tersebut sudah dibudayakan lebih dari lima tahun.
Kesempatan menyalurkan bantuan paket sembako kepada kaum duafa dari Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto yang merupakan putra terbaik di Bumi Blora Mustika sebanyak tiga kali penyaluran, dan terakhir ikut berpartisipasi menyumbang musibah bencana alam di Cianjur.
Mbah Madji memotivasi kepada para peserta, walaupun kita Wredatama namun jangan pernah lelah apalagi putus asa untuk terus berbuat baik dengan siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada karena berbuat baik itu kebutuhan hidup yang mulia.
Sambutan diakhiri dengan yel-yel ala PWRI Blora setiap kali mengucapkan yel-yel disambut dengan tepuk tangan tertawa dari para peserta.
Yel-yel tersebut dirumuskan dalam akronim 6A yaitu Awak Sehat, Akeh Kancane, Ati Seneng, Awet uripe, Ano gunane dan Ajeg ibadahe.
Kemudian dilanjutkan sambutan dari Camat Todanan yang diwakili oleh Sekcam Todanan, Mugiyono. Pihaknya memberikan ucapan terimakasih atas terwujudnya kegiatan halalbihalal karena mampu menggalang kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan para senior yang telah banyak memberikan sumbangsih kepada Pemerintah Daerah termasuk dirinya dulu juga pernah dibina dan dibimbingnya.
Mugiyono memberi apresiasi positif kepada para pengurus PWRI Kecamatan Todanan yang telah ikut mendukung dan membantu program Pemerintah Daerah terutama pada saat menghadapi pandemi Covid-19 untuk ikut berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan penerapan protokol kesehatan 5M.
Dirinya masih sangat berharap adanya berbagai masukan, ide dan pengawasan agar dapat melaksanakan pengabdian dan pelayanan prima kepada masyarakat dengan lancar dan baik.
Di acara yang sama, Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kabupaten Blora menyampaikan ucapan terimakasih atas semangat dan kekompakan dalam mewujudkan agenda halalbihalal yang merupakan budaya adi luhung yang mampu menjadi wahana untuk silahturahmi dan perekat kerukunan umat.
“Saya memberi acungan jempol kepada pengurus PWRI Kecamatan Todanan yang menampilkan penceramah dari generasi milenial,” ucap mantan Sekda Blora itu.
Itu berarti merupakan sumbangsih PWRI untuk ikut mempromosikan dan bangga atas potensi SDM lokal yang dimiliki.
“Semoga kelak menjadi penceramah yang handal dan terkenal di Nusantara,” harapnya.
Kemudian, saat ini kita berada di bulan Syawal menurut para alim ulama bulan Syawal adalah bulan peningkatan, maka momentum halalbihalal hendaknya bisa dijadikan upaya peningkatan kuwalitas diri dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Ada empat hal yang perlu kita tingkat mantabkan dalam kehidupan sehari-hari
Pertama, pengendalian diri baik dalam berucap, bersikap maupun bertindak.Kalau dulu ada ungkapan mulutmu harimaumu, tapi saat ini adalah jarimu harimaumu.
Untuk itu kendalikan agar kita tidak mudah mengeshare berita hoaks, fitnah dan memecah belah kerukunan umat.
“Kirimkan berita berita yang positif, edukatif, motivatif dan membangkitkan semangat bhineka tunggal ika serta mampu menciptakan situasi yang kondusif di masyarakat,” tuturnya.
Sehingga mulai saat ini stop kebiasaan menggunjing/ngrumpi, ghibah, iri, dengki srei. Apalagi kini memasuki tahun politik kita harus hati-hati dan waspada dalam memberikan statement kepada para kandidat calon presiden yang sudah mulai bermunculan.
Kedua, silaturahmi, merupakan langkah yang positif dalam membangun komunikasi di masyarakat. Karena orang yang gemar bersilaturahmi akan dicintai Allah dan rejeki akan berlimpah.
Bahkan ada ungkapan Jawa Sopo sing seneng silaturahmi bakal entuk rejeki sing nyenengke ati lan bakal awet uripe (Siapa yang suka besilaturahmi akan mendapat rejeki yang membuat hati senang dan umurnya panjang).
Saat ini juga ada pendapat keberhasilan seseorang juga dipengaruhi oleh kegiatan untuk bersilaturahmi, makin intensif seseorang melakukan kegiatan bersilaturahmi kepada siapapun maka makin nyata kesuksesan seseorang dapat terwujud.
Ketiga, sedekah/berbagi/kepyur jadikan kebutuhan hidup sehari-hari.Karena orang yang suka sedekah/berbagi /kepyur hidupnya berkah, rejeki melimpah dan amanah.
Bahkan dijamin akan mendapatkan akronim SURGA. Selalu dimudahkan dalam menghadapi masalah, umurnya akan diperpanjang, rejeki akan melimpah, digagalkan musibah yang menimpa dan ada garansi bebas dari api neraka atau jaminan masuk surga.
Keempat, ibadah wajib dan sunah jangan diabaikan tapi makin ditingkatmantapkan. Apalagi mumpung saat bulan Syawal lakukan puasa sunah selama enam hari niscaya kita akan mendapatkan pahala yang melimpah.
“Kalau dikristalisasi empat langkah tersebut agar mudah diingat dalam pengamalan hidup sehari hari maka dapat dirumuskan menjadi sebuah akronim PSSI,” tambahnya.
Sebuah organisasi olah raga yang sangat digemari oleh masyarakat Indonesia. Sehingga ke depan agar hidup itu makin terarah dan bermanfaat untuk orang lain marilah kita bersama sama untuk menggelorakan semangat dan peningkatan PSSI.
Sementara tausiah yang diberikan oleh Gus milenial bernama Achmad Alipian putra asli Todanan telah memberikan sajian menarik, suara enak didengar, materinya mudah dipahami dan mampu memberi tuntunan pencerahan hati serta menghibur para Wredatama yang hadir dalam halal bi halal.
Ia memberi penilaian bahwa kegiatan halalbihalal itu sangat penting dan bermanfaat bagi umat manusia. Karena bisa dimanfaatkan untuk ajang bersilaturahmi dan kesempatan untuk saling memberikan maaf atas kesalahan yang telah kita lakukan baik disengaja maupun tidak disengaja selama ini.
Dirinya meyakinkan bahwa perbuatan yang menimbulkan dosa kepada sesama umat manusia lebih sulit dihapuskan dari pada perbuatan yang menimbulkan dosa kepada Allah.
Mengingat kalau perbuatan dosa dengan manusia kita harus saling bertemu dan secara iklhas bersedia untuk saling memaafkan.
Sementara perbuatan dosa kepada Allah dapat dilakukan dengan mengucapkan istighfar dan dengan melakukan amal soleh.
Gus Achmad menceritakan tentang orang- orang yang bangkrut akibat dosa-dosa kepada manusia yang belum dapat dilebur.
Ia juga mengingatkan kepada peserta yang hadir bahwa ibadah wajib harus menjadi prioritas utama dari pada ibadah sunah, contoh seperti kejadian di bulan Ramadan masih ada seseorang yang bersemangat untuk mengikuti tarswih tapi salat subuh dilewatkan.
Diakhir percerahannya Gus Achmad menitipkan harapan agar kita harus dapat merawat dan meningkatkan hasil diklat di bulan Ramadan dengan meningkatkan ibadah, sedekah dan berbuat baik kepada sesama umat agar hidup ini menjadi berkah dan menjadi manusia yang bertaqwa. (*).

Wujudkan Program Bahagia dan sehat, PWRI Kelurahan Karangjati-Blora Halalbihalal Sambil Wisata di Pantai Boom Tuban

0

BLORA.-

Merealisasikan program BS (bahagia dan sehat), pengurus dan anggota PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora Kabupaten Blora, Jateng, Kamis (4/5/2023) menghelat kegiatan halalbihalal sambil menikmati wisata Pantai Boom di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Menurut Ketua PWRI Karangjati, H. Edy Widodo, tujuan diselenggarakan kegiatan halalbihalal tersebut selain untuk wahana silahturahmi dan rekreasi juga sebagai ikhtiar agar para kaum wredatama bisa menikmati kehidupan dengan penuh rasa syukur dan sabar.
“Setelah satu bulan penuh berjuang secara lahir batin melawan hawa nafsu di Bulan Ramadhan, kini menikmati kemenangan sebagai pijakan untuk menata kehidupan di masa yang akan datang,” kata Edy Widodo.
Menurut Edy, penyelenggaraan kegiatan silaturahmi di tempat wisata ini baru pertama kali dilakukan, sebagai wujud riil rasa syukur para purna tugas yang tergabung dalam PWRI atas telah diterimanya gaji ke-13.
Karena setiap peserta yang mengikuti halalbihalal dengan suka cita iuran sebesar Rp 100 ribu per orang untuk biaya tranportasi, akomodasi (snack dan makan) dan biaya masuk lokasi tempat wisata.
Animo untuk mengikuti agenda halalbihalal yang dikolaborasikan dengan rekreasi di tempat wisata ternyata mendapat respon sangat luar biasa terutama dari pihak anggota keluarga banyak yang berminat akan mengikuti.
Namun karena pertimbangan tertentu hanya sebagai perekat K3, kerukunan, kekeluargaan dan kebersamaan, maka pesertanya hanya dari para anggota dan pengurus PWRI.
Berbagai ungkapan dari para peserta yang mengikuti kegiatan hampir semua memberi respon positif dan merasa puas,terhibur dan tambah sedulur.


Terilhami kegiatan halalbihalal ini ada sebagian peserta yang mengusulkan kepada para pengurus agar mulai bulan depan diadakan iuran dana dari para anggota untuk kegiatan rekreasi religi secara swadaya agar bisa menciptakan spirit awet muda.
Sebagai ketua PWRI Kabupaten Blora, H. Bambang Sulistya memberikan apresiasi positif atas langkah cerdas dari para pengurus PWRI Kelurahan Karangjati yang merealisasikan gagasan halalbihalal di tempat wisata di luar kabupaten Blora.
“Semoga dapat memberikan nilai manfaat, inspirasi dan menjadi motivasi bagi kita semua dalam upaya membumikan dan melestarikan budaya bangsa Indonesia,” ungkapnya.
Dipilihnya Bumi Wali Tuban untuk acara halalbihalal dan wisata sejatinya sangat pas.
Menurut catatan sejarah, Raden Tumenggung Wilotikto merupakan Bupati Blora pertama di tahun 1749 – 1762.
Pengangkatan Raden Tumenggung Wilotikto sebagai Bupati Blora, pada 11 Desember 1749, ditetapkan sebagai awal mula Kabupaten Blora.
Sehingga publik Blora perlu mengetahui, sebagai bentuk penghormatan dan mengenang para pendahulu.
Bahkan dalam rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Blora, Bupati Blora Arief Rohman melakukan ziarah ke makam yang berada di Komplek Pemakaman Keluarga Tjitrosoman, Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Makam Bupati pertama Blora ini berada di sebelah pemakaman keluarga Raden Tumenggung Tjitrosuman VII yang tidak lain adalah Bupati Tuban tempo dulu. Tokoh ini sekaligus mertua dari Raden Tumenggung Wilotikto (Bupati pertama Blora).
Bupati bersama rombongan lantas memanjatkan doa, membaca tahlil, dan tabur bunga di pusara makam RT Wilotikto beserta istrinya.
Agenda itu menjadi momentum napak tilas sejarah Bupati Blora pertama yang menjabat 1749 – 1762. Makamnya di Tuban, karena menantu Bupati Tuban, agar kita tidak lupa dengan sejarah kepemimpinan di Blora,
Dengan demikian Blora sebenarnya mempunyai hubungan sejarah dengan Tuban. Selain Wilotikto yang dimakamkan di Tuban, ada juga Sunan Pojok Blora yang dulu pernah menjabat Bupati Tuban.
Ada prasasti silsilah Bupati Tuban, ada juga tertulis nama Bupati Blora disitu. Blora – Tuban memang bersaudara. Sehingga sejarah ini bisa terus digali agar kelak bisa menjadi pembelajaran bagi generasi muda Blora. (*).

Hama Wereng Kembali Merajalela, Menyerang Sawah di Ngawen Selatan

0

BLORA.-

Para petani di Kabupaten Blora, Jawa Tengah harus mewaspadai munculnya hama wereng karena sejumlah tanaman padi mulai diserang hama yang menjadi musuh utama para petani.
Seperti dialami petani di wilayah Ngawen Selatan, tepatnya di Desa Gedebeg, Bergolo, Rowobungkul, dan sekitarnya. Petani di wilayah ini mengaku pasrah, menyaksikan hama wereng menyerang padi di sawahnya.
Menurut petani di wilayah ini, hama wereng susah sekali penanganannya karena penyebarannhya sangat cepat.
Sujiman, salah seorang petani di Desa Gedebeg ketika ditemui wartawan, Jumat (5/5/2023) mengatakan, bahwa petani akan mengalami gagal panen jika tidak cepat menanganinya.
“Musim ketigo ko ije ono wereng, saumpomo ko nganti gagal panen, wes, rugine khatah, wes obate larang, tenogo mundak kabeh, modale soko pinjam nak gagal orah panen bingung lee nyaur,” ujarnya.
Sujiman berharap, agar dinas terkait di Kabupaten Blora cepat tanggap, untuk membantu petani membasmi hama wereng.
“Kalau bisa dinas menerjunkan petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan ke wilayah ini,” harapnya. (*)

Halal bi Halal di Puskesmas Randulawang Dihadiri Camat Jati

0

BLORA.-

Bertempat di Aula Puskesmas Randulawang, Rabu (4/5/2023) dilaksanakan kegiatan halal bi halal karyawan-karyawati Puskesmas Randulawang Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.
Acara yang dimulai pukul 10.30 Wib itu dihadiri Camat Jati Drs Muhari, Kapolsek Jati Iptu Subardi, perwakilan Koramil Jati, Kepela Puskesmas Doplang Surahman S.Kes.M.Kep, Kepala Puskesmas Randulawang H. Sugino S.Kep. Ners beserta karyawan, dan perangkat Desa Randulawang, serta tamu undangan lainnya.
Kegiatan halal bi halal diawali dengan tahlil dan membaca sulawat Nariyah bersama, dilanjutkan pidato pembukaan oleh Kepala Puskesmas Randulawang, H. Sugino.


“Suasana masih di bulan Sawal, mari kita saling memaafkan dan kita tingkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Kita sebagai aparat sipil negara (ASN) harus melayani masyarakat dengan tulus,” kata Sugino.
Puncak acara berupa tausiyah agama disampaikan oleh Romo Kiai Syafi,i dari Grobogan yang memberi wejangan kepada semua hadirin agar dalam hidup bermasyarakat harus bisa bersyukur.
“Kalau kita ingin selamat dunia akhirat, sabar, tawakal, dan ikhtiar. Sabar dalam menerima apa adanya, tawakal harus rajin ibadahnya/sholat, ikhtiar kita hidup harus berusaha seperti gak akan mati. Itu semua kalau bisa istiqomah insya Allah selamat dunia akhirat,” pesan kiai. (*)

Diduga Ada Pungli Jabatan, Pemuda Pancasila Audiensi ke Dinkes Blora

0

BLORA.-

Dipimpin langsung oleh ketuanya, Munaji, ormas Pemuda Pancasila (PP) Blora Rabu (3/5/2023) mendatangi kantor Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Blora. Kedatangan organisasi paramiliter Indonesia ini untuk melakukan audiensi terkait dugaan pungutan liar (pungli) pengisian jabatan kepala Pukesmas yang ada di Kabupaten Blora.
“Kedatangan kami hari ini juga terkait dugaan masalah dalam proyek pengadaan alat kesehatan di DKK Blora,” ujar Munaji.
Kedatangan pengurus PP Blora diterima langsung oleh Kepala DKK Blora, Edy Widayat di ruang pertemuan DKK. Munaji yang akrab disapa Mbah Mun menjelaskan, bahwa tujuan audiensi untuk klarifikasi terkait isu pungli jabatan.
“Kedatangan kami kesini sesuai dengan surat audiensi yang kami layangkan, yaitu untuk klarifikasi terkait dugaan pungli jabatan,” ujarnya.
Menurut Munaji, pihaknya menerima laporan dari internal dan laporan masyarakat, adanya dugaan pengisian jabatan kepala Puskesmas yangdi duga ada perbuatan melawan hukum, seperti pungli.
“Inisial orang yang kita laporkan yaitu TGH, HR dan oknum Dinkes, yang akan kita laporkan ke APH dalam waktu dekat,” lanjut Mbah Mun.
PP melihat ini jelas merugikan masyarakat.
“PP menolak pungli jabatan, karena jelas akan merugikan masyarakat. Pelayanan di Pukesmas, nantinya akan terganggu”, pungkas Munaji.
Namun kedua dugaan PP diatas di bantah oleh kepala DKK Blora. “Tidak ada itu pungli dalam pengisian jabatan Puskesmas dan tidak ada gratifikasi dalam proyek pengadaan Alkes,” kata Edy Widayat.
“Kami menerima masukan PP dan akan melakukan evaluasi internal terkait dugaan yang disampaikan,” tandasnya. (*)

Angkut 30 Penumpang, Odong-odong Terjun ke Sawah di Kawasan Bukit Serut

0

BLORA.-

Sebuah odong-odong (kendaraan modivikasi) bermuatan puluhan penumpang, Rabu sore (3/5/2023) terjun bebas ke area persawahan di kawasan wisata di Blora, Jawa Tengah. Akibatnya, 10 orang mengalami luka-luka, 7 diantaranya masih berusia anak-anak.
Odong-odong itu dikemudikan Miko Pamulu (20), warga Desa Tutup Kecamatan Tunjungan. Kendaraan tersebut mengangkut 30 penumpang terdiri anak-anak dan ibunya, mereka warga Desa Keser yang mau berwisata ke Bukit Serut.
“Iya ini baru cek korban di Pukesmas Jiken. Orang tua sama anak-anak. 10 orang mengalami luka-luka, 3 dewasa, 7 lainnya anak-anak,” ungkap Kapolsek Jiken AKP Zenul Arifin saat dikonfirmasi, Rabu (3/5/2023).
Menurut Kapolsek, odong-odong tersebut terjun ke sawah di area Bukit Serut Desa Singonegoro, Kecamatan jiken sekitar pukul 16.00 WIB.


Setelah mendapat laporan tentang adanya kecelakaan mobil yang sudah dikodifikasi ini, pihak kepolisian langsung menuju Pukesmas setempat.
“Sekitar sore pukul 17.09 WIB saya dapat laporan dari kepala desa, ada kejadian odong-odong yang diduga rem blong terjadi laka lantas. Tindak lanjut saya langsung meluncur ke Pukesmas ngecek ternyata di stlitu ada 10 korban”, terangnnya.
AKP Zaenul Arifin mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Selain anak-anak, 3 orang dewasa mengalami luka-luka. Yang 3 diduga patah, dirujuk ke RSUD Blora. Korban jiwa tidak ada”, paparnya. (*)

Halal bi Halal KTNA Blora Menjadi Ajang Diskusi Pertanian dan Peternakan

0

BLORA.-

Bertempat di Buonasera Resto Cafe Kota Blora, pengurus dan anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora menggelar acara hala bi halal, Sabtu (29/4/2023).
Kegiatan halalbihalal yang dihadiri Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan dan Perikanan (P4) Kabupaten Blora H. Gundala Wejasena itu juga dimanfaatkan sebagai ajang diskusi oleh sebagian anggota beserta pengurus KTNA Kabupaten Blora.
Mengawali kegiatan, Ketua KTNA Kabupaten Blora Sudarwanto menyampaikan bahwa kegiatan halal bi halal terselenggara berkat bantuan serta dukungan dari seorang tokoh dan pengusaha non muslim, Bambang Suharto.
“Saya sangat berharap kegiatan semacam ini bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan rasa kekeluargaan dan semangat baru dalam berkiprah dan berkarya nyata untuk memberikan kontribusi positif bagi kemajuan petani di Kabupaten Blora,” ujar Sudarwanto.
Bambang Suharto yang merupakan salah seorang Dewan Penasehat KTNA Kabupaten Blora, dalam kesehariannya adalah pemilik usaha CV Sumber Tani yang bergerak di bidang agribisnis komoditas jagung yang memiliki mesin pengering jagung berkapasitas 300- 400 ton per hari.
“Ini patut menjadi teladan, motivasi dan inspirasi bagi kita, di tengah keberagaman masyarakat yang saat ini sedang berada di tahun politik,” tambah Sudarwanto.
Bambang Suharto merupakan sosok seseorang yang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib petani yang saat ini masih butuh perhatian dan bimbingan, serta bantuan untuk meningkatkan kesejahteraannya.
Bambang Suharto selaku pemrakarsa dan sponsor tunggal kegiatan halal bi halal pada kesempatan itu mengukapkan, bahwa kegembiraan dan kebahagian adalah milik kita semua. Sebagai wujud ungkapan tersebut ia dengan tulus ikhlas ingin berbagi kebahagiaan dengan cara menyelenggarakan kegiatan halal bi halal.
“Dengan harapan semoga makin memperteguh dan mempererat tali persaudaraan kita untuk saling mengukapkan permohonan maaf dan rasa kegembiraan,” tuturnya.
Bambang Suharto mengingatkan, bahwa tiga minggu lagi di Blora akan memasuki penen raya jagung, karena itu seluruh pengurus dan anggota KTNA agar dapat memanfaat peluang tersebut melalui kegiatan pembelian hasil panen jagung dari para petani.
“Bila para pengurus dan anggota KTNA dapat menyalurkan hasil panen jagung petani dijual langsung ke CV Sumber Tani dengan harga yang berlaku di pasaran maka akan mendapat tambahan insentif harga yang dapat menambah pendapat keluarga,” tambahnya.
Apalagi jika ditangani oleh Koperasi KTNA yang saat ini sudah berbadan hukum, maka transaksi itu akan memberi kontribusi positif bagi penambahan pemasukan dana ke Koperasi KTNA.
Kalau ajakan itu dapat terealisasi menurut Bambang Suharto, KTNA Blora sudah bisa membantu petani jagung dalam kesulitan di bidang pemasaran jagung. Ia memberi quota kepada KTNA setiap kecamatan di Kabupaten Blora adalah 200 ton per bulan.
Selain itu Bambang Suharto juga mengajak kerjasama dengan KTNA Blora dalam pengembangan di bidang ternak sapi dan domba di wilayah Greneng Kecamatan Tujungan.
Bahkan bercita-cita ke depan wilayah Greneng jadi wisata agriwisata yang edukatif dan mampu memberi nilai manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
Di wilayah tersebut Bambang Suharto memiliki lahan seluas 15 ha yang saat ini sudah dikembangkan tanaman buah buahan mulai dari tanaman alpukat, kelengkeng, durian, jambu kristal, sawo, mangga dan sirkaya.
“Untuk pengembangan ternak sapi dan domba di wilayah Greneng, kami mengikuti petunjuk Profesor Ali Agus dari UGM yang merupakan putra daerah Blora juga,” paparnya.
Sementara arahan dari H.Gundala Wijasena, memberi apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan halal bi halal yang dikemas dengan cara inovatif dan kreatif. Karena selain untuk meningkatkan silaturahmi juga dapat dimanfaat untuk kepentingan para anggota dan pengurus KTNA.
Gundala menekankan agar ke depan Blora harus bisa memanfaat potensi yang ada untuk menggunakan pupuk kandang/pupuk organik dalam berusaha tani karena Blora dikenal sebagai gudangnya ternak Jawa Tengah.
Bahkan baru baru ini Presiden Joko Widodo dalam memimpin rapat terbatas bersama jajarannya di Istana Merdeka meminta pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia dengan meningkatkan penggunaan pupuk organik bagi para petani.
Pengalaman masa lalu ternyata penggunaan pupuk unorganik belum memberikan hasil produksi yang memuaskan sebagai dampak dari lahan/tanah sudah banyak mengalami kerusakan.
Gundala juga meminta agar penggunaan pupuk organik harus sudah menjadi prioritas dan sasaran utama dalam budi daya tanaman pangan.
“Kalau perlu kita harus mampu memproduksi pupuk organik untuk kebutuhan sendiri dan memberikan contoh nyata bahwa penggunaan pupuk organik mampu memberikan produksi yang menguntungkan dan sekaligus untuk memperbaiki kerusakan tanah,” tegasnya.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku penasehat KTNA Kabupaten Blora meminta kepada seluruh peserta yang hadir untuk belajar bersyukur atas realita saat ini, karena bisa menyelenggarakan halal bi halal bersejarah yang diprakarsai dan dibantu sepenuhnya oleh pengusaha non muslim.
“Barangkali itu teladan toleransi yang patut kita jadikan perekat kebersamaan, kekeluargaan dan kerukunan di masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, melalui kegiatan halal bi halal kita memperoleh berbagai motivasi dari Kepala Dinas P4 dan tawaran menarik dari pengusaha Bambang Suharto untuk berkiprah dalam pemasaran jagung.
“Berkenaan dengan hal tersebut saya sangat mengharapkan kepada peserta halal bi halal agar bisa memanfaat akronim KTNA sebagai spirit perjuangan dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan petani,” ungkapnya.
Yaitu (K): Komitmen kita selaku pengurus dan anggota KTNA harus memiliki semangat pengabdian yang tinggi dalam mendukung dan membatu petani agar kehidupan mereka semakin sejahtera, termasuk harus bisa menangkap peluang yang ditawarkan untuk membantu penanganan pemasaran pembelian hasil jagung petani dan ikut berperan aktif mensosialisasikan penggunaan pupuk organik dalam berusahatani di Kabupaten Blora.
(T): Tanggap dalam mensikapi persoalan/masalah yang sedang dihadapi oleh petani utamanya ketersedian sarana produksi dan pemasaran hasil produk petani disamping berbagai ancaman, habatan dan ganguan hama dan penyakit.
(N): Niat baik dalam memperjuangkan petani adalah berbagai upaya yang dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan petani.
Termasuk berkiprah dalam mengikhtiarkan agar berbagai kelemahan yang selama ini dihadapi petani dapat diatasi baik persoalan permodalan maupun dalam hal tehnologi dan pemasaran hasil.
(A): Aktif bersilaturahmi untuk membangun kemitraan dan meningkatkan komunikasi yang ramah lingkungan kepada para petani.
Halalbihalal diakhiri dengan acara diskusi yang memberikan gambaran riil di masyarakat bahwa saat ini para peternak sapi di Kabupaten Blora masih dihantui oleh penyakit PMK dan penyakit lato lato yang perlu penanganan intensif.
Hadirnya pemerintah daerah untuk memberikan dukungan dan bantuan penanganan penyakit tersebut terus dimaksimalkan. (*).

Abu Nafi: Jaga dan Lestarikan Seni Budaya Kita, agar Tidak Hilang di Era Global

0

“Dewasa ini seni budaya bagian paling utama bagi kita dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara, karena itu harus tetap dilestarikan di berbagai daerah agar tidak punah,” ujar Abu Nafi.

***
BERTEMPAT di Gedung NU, Jl. Sumodarsono Blora, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Abu Nafi, SH, Minggu (30 April 2023), melakukan sosialisasi kebijakan melalui Media Tradisional bertema “Seni Budaya Sebagai Perekat Kebhinekaan Bangsa”.
Kegiatan sosialisasi melibatkan sekitar 100 orang warga, tidak terkecuali puluhan awak media di wilayah Kabupaten Blora. Semua yang hadir tampak terhibur menyaksikan Tarian Sukoreno Blora, Seni Tayub dari Sanggar Sekar Melati, Angklung Jalanan Blora dan orgen tunggal.
Menurut Abu Nafi, kehadiran seni budaya diharapkan mampu mempererat tali kerukunan bangsa dan negara, seperti halnya Sunan Kalijaga dalam berdakwah di masa lalu.


“Kita harus menghargai perjuangan seniman seniman jalanan di Blora, karena itu berikanlah kesempatan bagi mereka untuk tampil dan dikenal melalui berbagai media,” papar Mbah Abu, sapaan akrabnya.
Menurut Mbah Abu, seni budaya merupakan hal penting bagi kehidupan masa depan berbangsa dan bernegara, generasi penerus serta dapat memupuk rasa nasionalisme.
“Karena itu jangan mudah terpengaruh dan tidak mudah untuk dimasuki oleh budaya asing,” tandas politisi senior dari partai bergambar ka’bah itu.
Menurutnya, begitu banyak warisan budaya nusantara yang mendunia di antaranya Angklung, Wayang Kulit, Batik, Reog, Seni Ukir, Seni Grabah dan masih banyak lagi kesenian yang perlu dijaga kelestariannya.
“Mari jaga, lestarikan dan pertahankan, serta kita tingkatkan agar tidak hilang di era modern dan era global seperti saat ini,” pungkasnya. (*)

Penyidikan Dugaan Kasus Honor Narsum, Anggota DPRD Blora Menyatakan Siap Diperiksa

0

BLORA.-

Usai memeriksa para pegawai di lingkungan Sekretariat DPRD Blora terkait kasus dugaan korupsi honor narasumber anggota dewan, Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora terus bergerak cepat memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam persoalan honorarium narasumber para wakil rakyat tersebut.
Langkah aparat penegak hukum (APH)dalam penanganan kasus dugaan korupsi Honor Narsum DPRD Blora itu sempat menimbulkan debat panas dalam WA Group Cerita Dari Blora (CDB). Para anggota grup saling memberi komentar dan membeberkan temuan lapangan terkait isu yang sedang viral dan sedang dalam proses hukum di APH.
Salah seorang anggota DPRD Blora Yang Terhormat, Warsit meyatakan siap diperiksa terkait dugaan kasus Honor Narsum. Hal ini seperti disampaikan yang bersangkutan dalam percakapan WA Group CDB, beberapa waktu lalu.
“Saya justru terima kasih kepada aparat penegak hukum sudah mengadakan Lidik biar segera kelihatan mana yang benar dan yang salah,” kata Warsit.
Bahkan Warsit menyatakan berani diperiksa sekarang. “Wani jujur, wani kapan, siap besok, sekarang siap. Kalo perlu saya yang diperiksa pertama,” seloroh Warsit dalam cuitannya.
Seperti diberitakan sebelumnya, dugaan korupsi honorarium narasumber anggota DPRD Blora yang sempat menghebohkan publik kini sudah memasuki proses hukum. Pasalnya, aduan dugaan korupsi anggaran honorarium narasumber DPRD Blora Tahun 2021 ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, kini sedang diproses di Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora.
Kasi Intel Kejari Blora Jatmiko mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah untuk melakukan pengumpulan data (puldata), serta pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) terkait persoalan tersebut.
Pihaknya mengaku akan segera bergerak cepat memanggil sejumlah pihak yang terlibat dalam persoalan honorarium narasumber para wakil rakyat tersebut.
“Jadi kami langsung melapor ke pimpinan. Dan pimpinan langsung bergerak cepat dan Insyaallah dalam waktu dekat kita akan laksanakan pemanggilan pihak-pihak terkait,” kata dia.
Menurutnya, proses puldata dan proses pulbaket akan dilaporkan secara bertahap dan berkelanjutan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.
Mensikapi dinamika yang berkembang, Ketua PKN Blora Sukisman meyampaikan dukungan dan apresiasi kepada pihak Kejaksaan Negeri Blora yang telah melakukan proses Lidik.
“Saya ikuti perkembangan Lidik, dan sudah banyak pihak yang dipanggil. Setelah beberapa staf Setwan saya dapat info pekan depan ada panggilan klarifikasi lagi. Dan jika benar anggota dewan sudah siap untuk dipanggil kejaksaan saya tentu sangat senang,” ujar Sukisman, Jumat (28/4/2023). (*)

Purna Tugas, Sutarso Akhiri Masa Jabatan Camat Randublatung

0

BLORA.-

Bertempat di Pendopo Kantor Camat Randublatung, Kamis (27/04/2023) dilaksanakan penyerahan buku memory jabatan secara simbolis dari Camat Randublatung Sutarso,S.Sos M.Si kepada Sekcam Randublatung Wahyu Triatmoko S.KOM.MM. Penyerahan buku memory tersebut merupakan akhir masa jabatan Sutarso sebagai camat Randublatung sekaligus purna tugas sebagai aparatur sipil negara (ASN).
Hadir menyaksikan kegiatan tersebut diantaranya Danramil 09 Randublatung Kapten Chb Sudiyono beserta isteri, Kapolsek Randublatung AKP Les Pujiyanto beserta isteri, Ka Dinas / Ka UPTD, Kalur /Kades se Kecamtan Randublatung, Ketua TP PKK Randublatung, karyawan dan staf Kecamatan Randublatung, Tomas dan Toga Randublatung.
Mengingat masih dalam suasana bulan Syawal, acara yang dikemas kekeluargaan itu berlangsung penuh rasa haru. Usai penyerahan buku memory, Sutarso dalam berpamitan kepada para tamu undangan menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan dinas maupun pribadi selama menjabat di Kecamatan di Randublatung.


“Secara dinas maupun pribadi saya sangat berterima kasih kepada semua istansi terkait, Danramil dan Kapolsek Randublatung, atas dukungan dan kerja samanya selama saya bertugas di Randublatung hingga purna tugas berjalan dengan baik dan selamat,” ujarnya.
“Apabila selama saya memimpin di Kecamatan Randublatung ini ada kekurangan atau tutur kata yang kurang berkenan di hati, saya dan keluarga mohon maaf yang sebesar-besarnya.” pungkas Sutarso.
Sementara itu Danramil 09 Randublatung Kapten Chb Sudiyono dalam sambutannya mengatakan, bahwa pelepasan purna tugas Camat Randublatung pada hari itu kurang lebih menggambarkan bahwa waktu berjalan dengan begitu cepat. “Karena selama hubungan dengan Bapak Sutarso selaku Camat Randublatung telah terjalin kerja sama yang baik dan harmonis,” ucap Sudiyono. (*).