Beranda blog Halaman 139

Setelah Dua Tahun Libur Pandemi, Anggota KERTA Wredatama Blora Hadiri Halalbihalal dengan Busana Trendi

0

“Marilah Ibu-ibu rapatkan barisan, untuk menggalang persatuan, gotong royong di satu barisan, memenuhi gerak perjuangan, Kerta wadah wanita dan istri pensiunan sipil utama, Ikut membangun masyarakat Indonesia, Adil makmur bahagia.”

***
SYAIR lagu di atas merupakan penggalan lagu “Mars Kerta Wredatama” itu terdengar merdu dinyayikan oleh para ibu yang tergabung dalam Kerukunan Wanita (KERTA) Wredatama RI Kabupaten Blora saat menghelat kegiatan halalbihalal di Aula Kantor PWRI Kabupaten Blora, Jumat (19/5/2023).
Semangat dan antusias yang menggelora terungkap dan terekspresikan dari penampilan para ibu-ibu yang pada hari itu berbusana trendi dan rapi hingga enak dipandang mata. Kegiatan halalbihalal dihadiri oleh para anggota pengurus Kerta dan tim kesehatan dari Rumah Sakit Permata Blora.
Ketua Kerta Kabupaten Blora Tri Murdjiati yang diwakili oleh Ibu Dwi Santosa, isteri mantan pejabat eselon dua yang saat ini aktif sebagai pengurus PKK Kabupaten Blora menyampaikan, bahwa kegiatan halalbihalal Kerta sempat tiga tahun fakum karena dampak Pandemi Covid-19.
“Sehingga sangat wajar kalau kegiatan halalbihalal kali ini disambut suka cita oleh ibu-ibu Kerta,” ucapnya.
Bahkan ibu-ibu merasa bangga dan bahagia bisa mengikuti halalbihalal karena dapat bertemu dan bercanda ria sejenak melepaskan rutinitas kehidupan.
Ibu Dwi juga mengungkapkan, bahwa penyelenggaraan kegiatan halalbihal mendapat bantuan dan dukungan dari Rumah Sakit Permata Blora.
“Saya sangat berharap, semoga kegiatan halalbihalal mampu mewujudkan rasa kekeluargaan, kegembiraan, kebahagian, kerukunan dan kebersamaan,” pesannya.
Sementara itu Bambang Sulistya selaku penasehat memberikan apresiasi positif atas terselenggaranya kegiatan halalbihalal oleh para ibu yang termasuk kasta KEREN atau Kelompok Rentan.
“Melihat ibu-ibu tampil rapi dan menawan, menjadikan hidup ini makin berarti dan penuh dengan harapan,” ujarnya.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya menyampaikan spirit kehidupan agar dalam menikmati hidup makin bahagia dan sehat dengan mengamalkan akronim RAPI.
(R): Rajin berolah raga adalah merupakan menu utama bagi para ibu wredatama agar kesehatan tetap terjaga dan prima. Karena orang yang sehat akan lebih bermanfaat dan bahagia.
Disamping itu Ibu-ibu juga harus semakin rajin beribadah, baik yang wajib maupun yang sunah. Apalagi bisa melaksanakan puasa Senin Kamis dan mengamalkan budaya kepyur kepada kaum duafa.
(A): Aktif menumbuhkan semangat bersilaturahmi dan menebarkan aura kebaikan agar hidup makin berkah dan bermanfaat. Stop kebiasaan ngrumpi, gibah apalagi suka membuat fitnah.
Kemudian, (P): Pandai bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Bijaksana. Hindari kebiasaan mengeluh dan mudah bersumbu pendek serta berhoby mencari kambing hitam kalau sedang menerima musibah dan ujian dalam kehidupan.
Selanjutnya, (I): Indahnya hidup bila dapat melakukan tindakan untuk saling menghormati, saling memperhatikan, saling membantu dan saling menyayangi dalam pergaulan hidup sehari hari di masyarakat.
“Sehingga semangat Bhineka Tunggal Ika harus menjadi perekat dalam membangun persaudaraan kerukunan umat,” tuturnya.
Kemudian diakhir acara halalbihalal disampaikan pencerahan tentang pentingnya menjaga kesehatan bagi para manula oleh dr Rizal dari Rumah Sakit Permata Blora.
Kegembiraan dan suasana menjadi segar dan penuh gelak tawa ketika para peserta menikmati menu makanan ala empat sehat lima sempurna dari masakan sendiri ibu ibu kerta.Ada salah seorang peserta berucap semoga tahun depan masih diberikan kesempatan untuk menikmati halalbihalal lagi. (*).

Halalbihalal IPPK Blora Dihadiri Kepala Dinas Pendidikan

0

BLORA.-

Acara halalbihal keluarga besar Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK) Kabupaten Blora, Rabu (17/5/2023) berlangsung dalam suasana kekeluargaan, guyuban, dan ceria penuh kebahagian.
Acara yang dihelat di salah satu tempat kuliner Taman Sarbini Blora itu dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora (mewakili bupati), ketua PWRI Kabupaten Blora, para penasihat IPPK, pengurus IPPK kabupaten dan seluruh ketua IPPK kecamatan.
Menurut ketua panitia halalbihalal Hj. Dwi Puji Rahayu yang merupakan mantan anggota DPRD Blora mengatakan, bahwa penyelenggaraan kegiatan halalbihalal didasarkan pada program kerja IPPK 2023 dan hasil rapat pleno pengurus yang bertujuan untuk meningkatkan tali silaturahmi dan menciptakan kerukunan serta kebersamaan.
Kemudian ketua IPPK H. Suparjan dalam sambutannya mengukapkan semangat perjuangan para pengurus IPPK Kabupaten dalam upaya membentuk kepengurusan yang baru ditingkat kecamatan dan mempromosikan keberadaan serta manfaat mengikuti IPPK kepada calon anggota.
Walapun dengan keterbatasan dana namun dengan spirit pengabdian yang tinggi ternyata mampu membuahkan hasil.
Terbukti pada awal 2023 jumlah anggota 1.524 orang saat ini anggota IPPK di seluruh kabupaten Blora sudah mencapai 1.879 orang. Ia siap mensukseskan program pendidikan di Kabupaten Blora.
Pihaknya juga mohon pentujuk dan kebijakan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora terhadap dukungan pendanaan untuk operasional IPPK.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora H. Aunur Rofiq, mengawali sambutan menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bupati karena adanya kesibukan kedinasan sehingga ia diminta untuk mewakilinya.
Ia merespon positif atas usulan untuk mendapatkan dukungan dana operasional bagi kegiatan IPPK. Selanjutnya ia menyampaikan persoalan ATS (Anak Tidak Sekolah) yang perlu mendapat perhatian dan dukungan semua pihak termasuk IPPK melalui program gerakan kembali sekolah.
“Untuk itu Pemerintah Daerah telah mengeluarkan Kartu pintar dan menjalin kerja sama dengan Baznas untuk mendukung program tersebut,” ucapnya.
Bambang Sulistya (mantan Sekda Blora) selaku sesepuh dan Ketua PWRI Kabupaten Blora diminta untuk memberikan wawasan dan motivasi agar para pengurus IPPK memiliki semangat juang dalam pengabdian di masyarakat. Apalagi sebagian pengurus dan anggota IPPK juga ikut di PWRI.
“Karena nuansa para pengurus IPPK mayoritas berasal dari Dinas Pendidikan maka saya sampaikan sebuah akronim S3 kalau di dunia pendidikan jenjang doktor namun disini akronim tersebut merupkan sikap mental positif yang sangat bermanfaat untuk mendukung karya pengabdian di masyarakat,” tuturnya.
S1: Semangat untuk selalu mereformasi diri agar dapat mengikuti perkembangan zaman yang saat ini sudah memasuki era digital.
Saat ini sedang marak budaya Flexing, yaitu budaya pamer yang bisa menimbulkan kecemburan di masyarakat. Mengingat yang dipamerkan kemewahan dan semangat hendonisme.
“Namun saya mengajurkan kepada para purna tugas untuk pamer 6A: Awak Sehat, Akeh kancane, Atine seneng, Awet uripe, Ana gunane dan Ajek ibadahe agar aura positif tersebut menjadi motivasi diri dalam mengh adapi realita kehidupan,” ujarnya.
Disamping itu, Bambang Sulistya mengajak untuk memupuk dan memelihara semangat silaturahmi agar membuahkan manfaat bagi kehidupan kita utamanya hidup akan berkah, rejeki melimpah dan umur akan bertambah panjang.
Apalagi saat ini memasuki tahun politik orang suka bersilaturahmi pasti memiliki peluang besar kalau yang bersangkutan mengikuti kompetisi menjadi wakil rakyat pasti akan jadi.
S2: Sumeleh secara sederhana adalah sikap untuk menerima realita kehidupan tanpa tedensi dan menerima tanpa pretensi, sering sumeleh dimaknai dengan istilah nrimo ing pandum yang merupakan sikap menerima semua pemberian apa adanya dari Tuhan Yang Maha Pemurah dengan penuh rasa syukur dan menghindari sikap suka ngeluh/sambat dan tidak puas.
Konsep nrimo ing pandum dalam agama Islam berarti tawakal adalah sikap mental menerima atas apa yang ditakdirkan oleh Allah.
Kalau sumeleh dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari kita bisa menyembuhkan penyakit hati yang sedang populer di masyarakat,yaitu Melihat orang senang jadi sedih dan melihat orang sedih jadi seneng.
S3 : Sedekah/berbagi/kepyur jadikan kebutuhan hidup sehari hari. Mulai dari hal kecil, dari dirinya sendiri dan mulai saat ini budayakan senyum kepada siapapun, kapanpun dan dimanapun kita berada.
Karena senyum merupakan sedekah yang paling mudah dan akan menghadirkan hormon kebahagian dan meningkatkan imunitas diri alias menambah sehat walafiat. Disisi lain ada ungkapan siapa yang suka sedekah/berbagi/kepyur bakal mujur dan makmur.
Sementara kegiatan siraman rohani disampaikan oleh KH Nurkholis. Ia mengawali tausiahnya dengan ungkapan syair lagu jawa Suwe ora jamu, jamu pisan godong telo suwe ora ketemu ketemu pisan ojo gelo.
Ungkapan tersebut sebagai wujud kerinduan para peserta setelah hampir tiga tahun fakum tidak melaksanakan kegiatan halalbihal karena adanya pandemi Covid-19.
Ia menjelaskan pentingnya menyelenggarakan kegiatan halabihalal dan hikmah yang diperoleh ketika menyelenggarakan kegiatan halalbihal bagi umat yang beriman.
Selain untuk membangkitkan semangat untuk bersilaturahmi,kegiatan halalbihal juga menjadi perekat kerukunan,kekeluargaan dan kebersamaan serta untuk memperoleh siraman spiritual.
Disamping itu juga dapat dijadikan ajang untuk menumbuhkan semangat toleransi dan solusi permasalahan yang sedang dialami oleh masyarakat.
Ia memberikan saran kepada para peserta halalbihalal agar dalam pergaulan hidup dimasyarakat untuk bisa belajar ilmunya padi makin tua makin merunduk dan makin berisi.
Diingatkan ada ungkapan bijaksana, Hidup dengan ilmu menjadi mudah,hidup dengan seni menjadi indah,hidup dengan agama menjadi terarah dan hidup dengan olah raga menjadi gagah. (*).

Gandeng Petani Tebu Masyarakat Tlogotuwung Kerja Bakti Nguruk Jalan

0

BLORA.-

Selama dua hari dimulai hari Rabu (17/5/2023), warga Desa Tlogotuwung Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora mengadakan kerja bakti memperbaiki jalan sepanjang kurang lebih 1 Km. Akses jalan dari Desa Getas menuju Desa Tlogotuwung itu diuruk dengan tanah pedel secara gotong royong atau kerja bakti.
Kerja bakti diprakarsai oleh dua orang perangkat desa setempat yaitu Widodo selaku Plt Kades dan Siswadi selaku Sekdes desa setempat. Menurut Widodo, kerja bakiti ini dilakukan bekerjasama sama dengan petani tebu yang punya lahan tebu di wilayah sekitar hutan.
“Ya, alhamdhulillah kami dibantu alat berat Bego untuk menggali dan menaikkan tanah tanah naik ke atas dum truk yang mengusung sampai ke lokasi. Lalu dikerjakan secara gotong royong oleh masyarakat,” tutur Widodo.


Seorang warga, Samidi (52) di sela-sela kerja bakti mengatakan kepada awak media, bahwa sebetulnya akses jalan Getas menuju desa Gempol lewat Tlogotuwung sudah dicor beton, namun baru sekitar satu kilo meter.
“Gih pak sampun dipun cor namung nembe setunggal kilo (Ya pak sudah ada yang dicor tapi baru 1 kilo meter),”ujar Samidi.
Sementara salah seorang sopir dum truk yang tidak mau disebut identitasnya menuturkan, terkait kegiatannya mengangkut tanah uruk itu adalah suka rela.
“Ya, yang namanya gotong royong, semua angkutan gratis karena yang punya armada juga warga Tlogotuwung sendiri,”pungkas si sopir. (*).

Kasus Pencurian Dilaporkan Sebulan setelah Kejadian, Pelaku Berhasil Diamankan Jajaran Polsek Kradenan

0

BLORA.-

Unit Reskrim Polsek Kradenan Polres Blora berhasil mengamankan seorang pria berinisial FAF (36), warga Dukuh Nglaren RT 02/08 Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora. Diduga FAF merupakan pelaku pencurian di rumah Muzaidi (57), warga Dukuh Goito RT.01/01 Desa Mendenrejo tindak kejadian tersebut terjadi pada tanggal 3 April 2023. Namun korban baru melapor kasus pencurian ini ke Polsek Kradenan pada Rabu (10/5/2023).
Berkat kerja keras Unit Reskrim Polsek Kradenan bersama Tim Remob Polres Blora, kasus tindak pencurian dan pemberatan ini akirnya bisa diungkap.
“Kami menangkap pelaku di rumahnya sekaligus mengamankan barang bukti,” ujar Kapolsek Kradenan, Iptu Umbaran Wibowo kepada awak media, Sabtu (13/5/2023).
Sebagaimana keterangan korban, peristiwa pencurian terjadi pada Senin malam tanggal 3 April 2023 sekitar pukul 20.30 Wib. Pada saat itu Muzaidi bersama anaknya sedang melaksanakan shalat trawih di Masjid Baitu’naim. Ketika keduanya pulang ke rumah dan langsung menuju kamar pribadinya, melihat rumah dalam keadaan berantakan.
Lalu korban bersama anaknya memeriksa barang barang-barang pribadi miliknya yang ada di dalam rumah. Setelah dicek, korban yang bekerja sebagai Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora itu mengaku kehilangan 1 buah Handphone merk Oppo A5S warna hitam dan uang seratus ribu yang ditaruh di dalam dompet.
“Atas kejadian tersebut pelapor mengalami kerugian sebesar Rp 2.199.000,- (dua juta seratus sembilan puluh sembilan rupiah)” terang Iptu Umbaran, Sabtu (13/5/2023).
Dalam pemeriksaan singkat di kantor polisi, pelaku telah mengakui perbuatannya. Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa 1 buah Hendphon merk Oppo A5S , 1 buah jaket warna biru 1 buah kain tutup muka, dan 1 unit Sepeda motor Honda Grand tanpa plat nomor.
“Atas perbuatan tersebut, pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana,” tandasnya. (*).

Pemalak

0

SEJAK lama Kabupaten Blora dikenal sebagai penghasil minyak bumi mentah. Cepu juga disebut-sebut sebagai salah satu ladang minyak tertua di dunia, bahkan sempat mendapat perhatian dunia internasional ketika di kawasan Blok Cepu ditemukan cadangan minyak bumi mencapai 250 juta barel.

Di wilayah kecamatan Sambong dan Jepon banyak tinggalan sumur minyak bumi buatan Belanda. Namun, walau dikatakan hidup diatas kekayaan minyak ternyata rakyat Blora masih hidup dalam kemiskinan.
Walaupun sudah sering berganti, banyak pemimpin di Blora masih berpikir untuk kepentingan diri pribadi dan golongannya sendiri, kepentingan untuk rakyat masih dinomor-tigakan. Eksploitasi sumber daya alam (SDA) seperti halnya sumur minyak tua selama ini belum diorientasikan untuk kemakmuran rakyat melainkan masih untuk kepentingan pribadi pejabat dan penguasa.
Dengan kondisi sumber daya alam yang hampir sama dengan kabupaten tetangga pada 30 tahun silam, Blora sekarang tertinggal jauh dibanding Kabupaten Bojonegoro. Padahal dua kabupaten yang hanya dipisahkan oleh Bengawan Solo ini juga memiliki potensi hutan kayu jati dan cadangan minyak bumi yang melimpah.
Selain tidak bisa membuat betah ExxonMobil bermarkas di Cepu, Blora ternyata juga tidak mampu ngopeni sumur minyak tua tinggalan Belanda. Dari jumlah 558 sumur yang tersebar di beberapa kecamatan, sumur tua yang berproduksi di Blora hanya berkisar 125. Sementara Bojonegoro yang memiliki potensi 493 sumur minyak tua, yang berproduksi 250 sumur.
Kalau sumur tua Blora setiap bulannya setor sekitar 800 ribu liter ke Pertamina, sumur tua Bojonegoro mampu mengirim minyak mentah hampir 2 juta liter setiap bulannya.
Pungutan sebesar 23 persen yang dibandrol oleh BPE tidak hanya membuat investor luar tidak tertarik mengelola sumur tua di Blora, bahkan beberapa pengusaha asal Bumi Samin ini banyak yang lebih memilih bekerjasama dengan penambang minyak di Bojonegoro.
Adanya paguyuban atau perkumpulan dan paguyuban di Blora dianggap sebagai kepanjangan tangan dari BPE untuk meminta bagian dari hasil usaha penambang dan investor. Kalau keberadaan paguyuban atau perkumpulan penambang itu tidak memiliki landasan hukum, maka pungutan yang dilakukan bisa dikategorikan pemalakan.
Kondisi ini tentunya sudah dipahami oleh BPE yang sempat kebakaran jenggot ketika ada pihak yang mengancam dan mau mengungkap persekongkolannya dengan perkumpulan penambang dalam melakukan pungutan terhadap penambang. Kalau pungutan yang ada dianggap hal wajar, kenapa BPE harus ketakutan hingga mau bayar 50 juta untuk berdamai dengan oknum wartawan?
Bahkan, ada dugaan uang hasil pungutan yang dilakukan oleh perkumpulan penambang minyak ini juga ada yang mengalir ke atas hingga pada sejumlah pejabat dan penguasa.
Jika benar kondisi di Blora seperti ini, maka tak salah bila mulut sumur Blok Cepu yang dulunya berada di Kabupaten Blora itu sekarang berpindah ke Bojonegoro.
***

Ketua PKN Blora, Sukisman: Perkumpulan Penambang Minyak Harus Dibubarkan

0

BLORA.-

“Kasus Ledok” yang berusaha ditutup-tutupi oleh Dirut PT. BPE hingga mau bayar 50 juta untuk berdamai dengan kelompok wartawan diduga terkait pungutan yang dilakukan oleh paguyuban atau perkumpulan penambang minyak setempat. Pungutan yang dilakukan oleh Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL) terhadap para penambang ini besarannya lebih setengah miliar per bulan. Dan, sebagian hasil pungutan ini diduga juga rutin mengalir kepada penguasa dan sejumlah pejabat di Blora.
Ketua Pemantau Keuangan Negara (PKN) Blora, Sukisman mengatakan, bahwa ratusan penambang di Desa Ledok terikat kerjasama dengan PT. BPE selaku pemegang izin pengusahaan sumur tua di Kabupaten Blora. Sebagai kompensasi, hasil setoran minyak dari penambang ke Pertamina dipotong 23 persen oleh PT. BPE. “Dari jumlah potongan tersebut, yang 5,7 persen menjadi pendapatan asli daerah (PAD) Blora, sementara sisahnya yang 17,3 diberikan kepada perkumpulan,” ujar Suksiman.
Di kawasan Ledok ada 196 sumur tua, namun yang masih bisa diproduksi atau mengeluarkan minyak tersisa 125 sumur. Dari jumlah itu, total minyak mentah yang disetor oleh penambang Ledok ke Pertamina berkisar 800 ribu liter per bulan.
Jika per liter minyak mentah dihargai Rp 4 ribu, maka Pertamina menyetor ke rekening BPE sebesar Rp 3,2 miliar setiap bulannya. Dari nilai tersebut, yang 77 persen dibayarkan kepada penambang (Rp 2,464 M), dan 17,3 persen diberikan ke perkumpulan (Rp 553,600.000). “PAD Blora hanya mendapat 5,7 persen atau Rp 182.400.000.” papar Kisman.


Menurut Sukisman, potongan sebesar 23 persen yang diterapkan oleh BUMD Blora ini ternyata memberatkan penambang dan investor sumur tua di Blora. Sama-sama memiliki usaha sumur tua, BUMD Grobogan hanya memungut 7 persen, sementara BUMD Rembang juga hanya memungut 6 persen, tanpa ada pungutan lain termasuk oleh perkumpulan. “BUMD Bojonegoro memungut 10 persen, tapi yang 4 persen diberikan kepada pemerintahan desa dan kecamatan,” tandasnya.
Sekarang ini Blora masih memiliki ratusan sumur tua di wilayah Ledok dan Semanggi yang belum dioperasikan. Investor tidak berani masuk Blora karena potongan dari BPE dan paguyuban yang 23 persen itu dianggap memberatkan. Di Bojonegoro, penambang bisa bekerjasama langsung dengan BUMD setempat tanpa melalui paguyuban atau perkumpulan.
Melihat kondisi seperti itu, Sukisman menyarankan kepada Pemkab Blora segera mengevaluasi keberadaan paguyuban atau perkumpulan yang menurutnya tidak memiliki landasan hukum. “Keberadaan perkumpulan penambang selama ini hanya dijadikan kepanjangan tangan penguasa dan sejumlah pejabat untuk melakukan pungutan,” tandas ketua PKN itu.
“Karena sudah terbukti menghambat masuknya investor ke Blora, sebaiknya perkumpulan penambang yang ada segera dibubarkan saja,” tukas Sukisman. (*)

Tutupi Kasus Ledok, Dirut BPE Mengaku Diperas Wartawan

0

“Kemarin kedatangan perwakilan wartawan, dipimpin oleh Habibie Nasution. Memaksakan minta atensi 50 juta untuk sarana, prasarana kantor sekretariatnya (total anggaran proposal 300 jt-an), jika tidak dikabulkan akan memberitakan kasus Ledok ke media. Kami lanjut melakukan rapat dengan PPMSTL membahas hal ini… dengan pertimbangan banyak hal maka disepakati direalisasikan.” Itu kalimat dalam WA yang disampaikan Tri Harjianto kepada atasannya ketika masih menjabat Dirut BPE.

***

Aroma busuk pengelolaan sumur minyak di kawasan Ledok Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora tiba-tiba menyebar keluar. Hal itu setelah screenshott WA Direktur Utama PT. Blora Patra Energi (BPE), Tri Harjiyanto kepada direksi tersiar melalui medsos Cerita Dari Blora (CDB), akhir April lalu. Dalam WA tersebut Tri mengaku telah didatangi sekelompok wartawan yang minta uang Rp 50 juta. Dan jika tidak dikabulkan, mereka mengancam akan mengungkap kasus Ledok.
Kepada awak media Tri mengakui bahwa WA itu memang dirinya yang membuat. “Ya, itu sebagai laporan internal direktur kepada komisaris,” ujarnya.
Tri juga mengaku, bahwa pemberian sejumlah uang tersebut memang soal kasus sumur tua yang jadi tambang minyak di Desa Ledok. “Ya, soal sumur minyak di Ledok,” tambahnya.
Namun ketika ditanya kasus apa yang terjadi di Desa Ledok, Tri enggan menjelaskan kepada wartawan.
Komisaris PT. BPE Blora Lilik Sugianto ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, sebenarnya tidak ada kasus yang krusial di dalam tubuh BPE. Terkait kiriman screenshot potongan WA di Grup CDB Lilik menegaskan, bahwa itu semua itu sebagai pembelajaran bersama.
“Kalau ada yang menyalahi aturan pasti kita sudah ditangkapi, Mas. BPE mampu berkontribusi Rp 1,2 M pada Tahun 2022, BPE jangan diintimidasi biar ada investor yang masuk ke sini,” ujar Lilik, Senin (1/5/2023).
Kepada wartawan, Bupati Blora Arief Rohman menyampaikan, bahwa buntut kisruh BPE selama kepemimpinan Tri Harjianto, pada Kamis, 4 Mei lalu telah digelar RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT. BPE. “Point ketiga hari ini yakni membahas tentang pengunduran diri Pak Tri,” ujarnya kepada awak media. (*)

Partai Demokrat Blora Daftarkan 45 Bacaleg, Tety: Kami Minta Masyarakat Ikut Mengawal Pemilu

0

BLORA.-

Rombongan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Blora bersama Bakal Calon Legislatif (Bacaleg), pukul 14.00 WIB, Minggu (14/05/2023) mendatangi Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Blora di Jl. Halmahera No.11 Blora.
DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora pada hari itu resmi mendaftarkan 45 Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) ke KPU setempat.
Ketua DPC Partai Demokrat Kab Blora, Tety Indarti mengatakan, bahwa pukul 14.00 WIB menjadi salah satu angka keberuntungan. Mengingat angka 14 adalah nomor urut Partai Demokrat pada Pemilu 2024 mendatang.


”Pada Hari Ini Tanggal 14 Mei 2023 Jam 14.00 DPC Partai Denokrat Kab Blora resmi mengantar berkas Calon Legislatif ke KPU Kabupaten Blora,” ujar Tety Indarti.
Hingga saat ini kata Tety, solidaritas pengurus DPC Partai Demokrat Blora beserta fraksi tetap solid dan dalam satu komando.
”Kami minta do’a restu seluruh masyarakat Kabupaten Blora ikut mengawal Pemilu yang akan datang benar-benar Pemilu yang jujur bersih tidak ada kendala satu apapun. Insyaallah Partai Demokrat akan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Blora dengan perubahan-perubahan dan perbaikan,” tandasnya
Pada kesempatan itu Tety juga menyampaikian, bahwa Partai Demokrat Blora menargetkan kursi sebanyak-banyaknya. Di setiap Dapil tetap ada keterwakilan anggota dewannya. (*)

Halalbihalal PWRI Kecamatan Bogorejo Diikuti Pengurus dan Anggota IPPK

0

BLORA.-

Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan halalbihalal Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora, Jateng yang diselenggarakan pada Rabu (10/5/2023). Kegiatan halalbihalal yang dilaksanakan di rumah pribadi ketua PWRI Kecamatan Bogorejo H. Suliman, itu juga diikuti pengurus dan anggota Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan (IPPK).
Peristiwa langka ini bisa terlaksana karena H. Suliman selain ketua PWRI juga merangkap jabatan sebagai ketua IPPK Kecamatan Bogorejo.
“Pada saat IPPK lahir 1973 namanya Ikatan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan, namun sejak 2020 berubah menjadi Perkumpulan Insan Purnakaryawan Pendidikan dan Kebudayaan,” kata Suliman.
Suasana kegiatan halalbihalal gayeng, guyub rukun, suka cita dan penuh rasa kekeluargaan.
Dalam sambutannya H. Suliman menyampaikan bahwa kegiatan halalbihalal sengaja dihadirkan peserta dari PWRI dan IPPK sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kerukunan dan persaudaraan di antara para peserta yang sama sama sudah purna tugas.
Karena PWRI adalah wadah organisasi dari seluruh para pensiunan ASN/Pegawai Negeri, tetapi kalau IPPK anggotanya hanya berasal dari para pensiunan Dinas Pendidikan. Sehingga sangat logis kalau dari segi pengembangan anggota PWRI bisa berkembang pesat.
Pada saat H. Suliman diberi amanah tahun 2021 anggota PWRI Kecamatan Bogorejo hanya 30 orang kini sudah mencapai 84 orang anggota PWRI.
Berbagai aktivitas yang telah dilakukan oleh pengurus PWRI selama ini selain pertemuan rutin dalam memberikan semangat kepada anggota agar tetap berkarya nyata untuk menjadi manusia yang bermanfaat melaluhi kegiatan pengabdian di masyarakat, juga dilaksanakan kegiatan senam kesegaran jasmani bersama forkompicam bertempat di halaman kantor kecamatan.
Bahkan untuk mewujudkan anjuran Gubernur Jateng agar para wredatama dapat melaksanakan Program BS (Bahagia Sehat), maka setiap tiga bulan sekali secara gotong royong diselenggarakan kegiatan wisata mandiri ke objek wisata baik didalam daerah maupun diluar Kabupaten Blora.
Satu jurus yang diterapkan oleh H.Suliman dalam mengembangkan anggota PWRI, yaitu dengan rajin bersilaturahmi dan memberi seragam gratis bagi angota yang baru masuk.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya memberi apresiasi positif atas terselenggara kegiatan halalbihalal dengan model kolaborasi antara PWRI dengan IPPK secara harmonis dan penuh nuansa kebahagiaan.
Bahkan kalau dikaitkan dengan tahun politik halalbihal kali ini termasuk bentuk Koalisi Wreda Mustika yang bisa menjadi perekat kerukunan para Purna Tugas di Bumi Samin Blora.
“Saya juga memberikan semangat kepada para peserta yang hadir agar para pensiunan tidak lagi terjebak oleh berita-berita yang membuat suasana kurang kondusif dan menakutkan,” tutur Mantan Sekda Blora itu.
Tentang cuaca panas yang akhir-akhir ini dirasakan oleh seluruh warga masyarakat Indonesia. Bahkan ada berita hoaks yang sudah beredar bahwa Indonesia akan dilanda gelombang panas (Heatwave) seperti yang tengah tejadi di Negara Asian lainnya Thailand, India, Bangladesh, Myanmar, Tiongkok dan Laos.
Namun menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan suhu panas yang terjadi saat ini di wilayah Indonesia merupakan fenomena alam dari gerak semu matahari yang merupakan suatu siklus yang biasa dan terjadi setiap tahun.
Sehingga potensi suhu panas seperti ini juga dapat berulang pada periode yang sama tiap tahunnya.
Ia memastikan bahwa Indonesia tidak sedang dilanda gelombang panas.Ada beberapa tip atau iktiar yang disarankan oleh Kementrian Kesehatan RI kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap paparan cuaca panas dengan upaya sebagai berikut.
Pertama, minum air putih yang banyak tak menunggu haus dan jangan minum air dingin. Kedua hindari minuman berkafein, berinergi, alkhohol dan minuman terlalu manis. ,
Ketiga, hindari kontak matahari secara langsung dan lebih baik menggunakan topi atau payung Keempat, pakailah baju yang berbahan ringan dan longgar, hindari memakai baju berwarna gelap agar tidak menyerap panas.
“Teladan memakai baju putih ala bapak Joko Widodo bisa ditiru,” kata Bambang Sulistya.
Kelima, hindari keluar ruang antara jam 11.00 hingga 15.00. Keenam jangan meninggalkan siapapun di dalam kendaraan kondisi parkir baik dengan cendela terbuka maupun tertutup. Ketujuh, gunakan sunscreen 30 SPF pada kulit yang tidak tertutup baju.
Selanjutnya Bambang Sulistya mengingatkan barang kali suhu PANAS sebagai pepeling atau tanda-tanda alam dari pemilik langit agar umat manusia semakin hati-hati dan waspada dalam menghadapi realita kehidupan.
Bahkan jadikan PANAS sebagai akronim yang memberikan spirit agar manusia makin taqwa.
Dengan memaknai, P: Pengendalian diri tetap menjadi kunci utama dalam pergaulan hidup sehari hari.Baik dalam bersikap,berucap maupun bertidak jangan lepas kendali. Apalagi di tahun politik semua hal bisa digoreng menjadi kegaduan baru.
“Ingat orang yang mudah bersumbu pendek dapat dipastikan bisa menimbulkan dampak buruk baik bagi diri sendiri maupun kepada orang lain,” jelasnya.
Sehingga sudah saatnya mulai saat ini kita stop untuk menebar berita hoaks, fitnah dan provokasi yang menyebapkan perpecahan umat.
Kemudian, A: Aktif untuk melakukan kiprah yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat. Termasuk aktif dalam bersilaturahmi kepada kaum lemah yang saat ini sangat mengharapkan perhatian dan bantuan kita.
N: Netralitas dan niat baik tetap harus dijaga dalam membangun komunikasi dengan sesama umat. Tebarkan semangat kasih sayang, kekeluargaan dan kerukunan agar harmonisasi kehidupan di masyarakat makin damai dan kondusif.
Berikutnya, S: Sedekah/berbagi/Kepyur jadi kebutuhan hidup. Parikan atau patun ala Blora “menyang Blora numpak sepur sopo sing pingin mulyo kudu wani kepyur” (Pergi ke Blora naik kereta api siapa yang ingin sejahtera harus berani berbagi) jadikan motivasi diri dalam kehidupan sehari hari.
Jangan diplesetkan karena tahun ini tahun politik menjadi menyang Mblora numpak sepur sopo sing pingin golek bolo kudu wani kepyur (Pergi ke Blora naik kereta api siapa yang ingin mendapat suara harus berani keluar dana).
“Ingat ada ungkapan sejatinya kebahagian hidup itu akan terwujud kalau kita mampu berbagi setulus hati kepada orang orang yang belum beruntung,” jelasnya.
Sementara sambutan Ketua IPPK Kabupaten Blora H.Suparjan yang juga pengurus PWRI Kecamatan Kunduran menyampaikan ucapan terimakasih atas terwujudnya sinergitas antara Pengurus PWRI dan Pengurus IPPK.
Sehingga bisa dilaksanakan kegiatan halalbihal yang bersejarah dan mampu membangun perekat kerukanan diantara para Wredatama.
Ia menjelaskan bahwa para purna tugas yang bergabung di IPPK yang merupakan para pensiunan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan baik Guru maupun karyawan yang setiap bulan dilatih kepyur dengan menyisihkan dana sebesar Rp30 ribu per orang dan nanti kalau meninggal dunia mendapat uang kematian sebesar Rp 17.200.000 per orang.
“Itulah daya tarik manfaat ikut sebagai anggota IPPK,” jelasnya.
Disamping itu bagi yang beragama Islam kalau meninggal dunia dibacakan Al-Qur’an oleh seluruh anggota.
Karena menurut H. Suparjan, di alam kubur Al-Qur’an sebagai penghibur, di Sirot sebagai penerang dan Surga sebagai sahabat.
Ada motivasi bagi para pensiunan bahwa ternyata para Wredatama itu sekarang mudah untuk mendapatkan uang hanya dengan cara gedak-gedek, memanggut- manggut, mengerdipkan mata dan berucap dengan hurap A dana pensiun sudah bisa dicairkan.
Selanjutnya siraman rohani disampaikan oleh KH Nur Aini. Ia menjelaskan bahwa Fase kehidupan manusia ada lima fase, yaitu alam ruh, alam rahim, alam dunia, alam kubur dan alam akhirat.
Fase di dunia sangat menentukan dalan perjalanan ke fase berikutnya sehingga perlu mendapatkan perhatian yang utama.
Mumpung kita masih diberi kesempaten di fase ke tiga berbuatlah terbaik dengan melaksanakan perintahNya dan meninggalkan Larangan-Nya.
Ia juga mengingatkan bahwa manusia itu diciptakan dalam bentuk sebaik baiknya sebagaimana yang tersurat dalam Al-Qur’an Surat At Tin ayat 4, sehingga manusia memiliki potensi besar untuk memberi kemanfaatan alam semesta. Jangan menjadi manusia yang justru akan merusak dan merugikan lingkungan hidup.
Disamping itu Ia mengukapkan mumpung kita masih hidup hendaknya kita harus berbakti kepada orang tua. Karena berbakti kepada orang tua atau Birrul walidain itu hukumnya wajib sesuai yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An Nisa ayat 36.
Halalbihalal diakhiri dengan bersalam salaman dan makan bersama dengan menu ala empat sehat lima sempurna. (*)

Kegiatan Halalbihalal Paguyuban Sepeda Pancal BJJ, Diawali dengan Gowes Bersama Keliling Kota Blora

0

BLORA.-

Kegiatan halalbihalal di bulan Syawal bak merebaknya jamur di musim hujan. Setelah dua tahun vakum akibat pandemi, paguyuban sepeda pancal BJJ menyelenggarakan kegiatan halalbihalal di rumah pribadi H. Soedadyo selaku ketua pada Selasa (9/5/2023).
Uniknya, halalbihalal anggota BJJ ini diawali dengan kegiatan bersepeda santai dengan menelusuri panorama indahnya Kota Sate Blora Mustika selama satu setengah jam lalu menuju ke rumah kediaman mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial Kabupaten Blora di kawasan Kridosono, Blora.
Para peserta gowes mengaku bersyukur karena selain bisa merasakan suasana kehangatan, kekeluargaan, kegembiraan dan kebugaran, juga masih bisa menikmati kegiatan halalbihalal secara GG (Gawe Guyub, Gawe Guyu, Gratis Gratisan, Gawe Gagasan dan Golek Ganjaran).
Pada kesempatan tersebut mantan Sekda Blora yang juga Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya diminta untuk memberikan spirit agar pertemuan ada nilai manfaatnya.
“Saya menyampaikan sebuah kata populer yang saat ini hampir setiap hari keluar atau dimuat di masmedia baik cetak maupun elektronik, yaitu Koalisi,” jelasnya.
Dijelaskan, kita pun paham bahwa tahun politik ternyata telah memberi suguhan yang menarik dan menghibur tentang sekelompok elit politik di tingkat nasional mengotak-atik saling melakukan manuver dan pendekatan agar terbentuknya koalisi ideal yang mampu menarik dan menjadi daya pikat kepada masyarakat yang kelak koalisi tersebut mampu menyuguhkan pasangan Capres-Cawapres yang akan memenangkan kompetisi di tahun 2024.
“Ada yang memaknai koalisi adalah sebuah atau sekelompok persekutuan, gabungan, atau aliansi beberapa unsur yang dalam kerjasamanya masing masing memiliki kepentingannya sendiri sendiri,” terangnya.
Koalisi seperti ini mungkin bersifat sementara atau berasas manfaat.
Sementara menurut KBBI koalisi merupakan kerjasama antara beberapa partai untuk memperoleh kelebihan suara dalam parlemen.
“Namun disini Koalisi saya maknai sebagai sebuah akronim yang mampu memberi semangat dan ketegaran untuk berkarya nyata dalam hidup di zaman yang penuh dengan tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan,” bebernya.
Yaitu, K:Komitmen kita adalah tetap seperti di saat bulan Ramadan, yaitu melaksanakan perintahNya dan meninggalkan laranganNya serta menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang banyak. Sehingga sikap ke hati hatian dan waspada menjadi pilihan utama.
Stop kebiasaan menilai orang lain dari sisi negatif dan suka menebarkan berita hoaxs serta memiliki Sikap mental WTS (Waton Suloya) selalu menghujat dan berprasangka buruk apapun kebijakan dilakukan pemerintah.
O:Optimis dalam menghadapi hidup sehari hari. Apalagi hidup itu misteri segala peristiwa atau kejadian yang akan menimpa kita tak pernah kita ketahui.
Sehingga pilihan kita dalam setiap melangkah harus dilandasi oleh niat baik dan semangat optimis karena ada ungkapan setiap kesulitan pasti ada kemudahan,setiap masalah pasti ada solusi dan setiap penyakit pasti ada obatnya.
Berikutnya, A:Aktif bersilaturahmi baik kepada saudara,teman maupun kepada orang orang yang kurang beruntung.Karena orang yang suka silaturahmi dijamin hidupnya akan bahagia dan ada harapan menjadi manusia yang mulia dan kelak masuk surga.
Apalagi saat ini masih banyak saudara saudara kita yang menderita yang sangat membutuhkan perhatian dan sentuhan jiwa.
L:Libatkan Allah dalam setiap langkah kita baik dalam duka dan suka.Berhentilah kebiasaan mengeluh apalagi suka pasang status di HP disaat kita sedang dirundung kesedian, kegalaun dan kesulitan hidup.
“Curhatlah kepada Tuhan Yang Maha Bijaksana agar diberi jalan yang terbaik dalam kehidupan,” tuturnya.
Gelorakan motivasi diri agar setiap saat kita selalu bersyukur dan bersabar dalam menghadapi ujian kehidupan.
I:Ingat bahwa kita adalah sebagai manusia yang tidak sempurna yang memiliki keterbatasan dan kekurangan.Sehingga kiprah yang harus kita lakukan adalah untuk menciptakan semangat saling asah,asih dan asuh kepada sesama umat.
Tebarkan budaya kasih sayang kepada siapapun,kapanpun dan dimanapun kita berada agar hidup makin terarah dan berkah dan hindari sikap permusuhan apalagi sikap yang selalu mengagap dirinya paling benar dan suka mengkafirkan orang lain.
Kemudian, S: Sedekah/berbagi/kepyur jadikan kebutuhan hidup.Bahkan sedekah/berbagi/kepyur menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah dalam kehidupan.
Ada ungkapan jawa sopo sing seneng kepyur uripe bakal makmur lan mujur (Siapa yang suka berbagi hidupnya akan sejahtera dan selamat).
I:Ibadah makin ditingkat mantapkan apalagi siap diamalkan dalam hidup sehari hari.Termasuk ungkapan satunya kata satunya dalam perbuatan dan hindari langkah yang tersirat dalam ungkapan jawa esuk dele sore tempe.
Kemudian disampakan tausiah oleh H.Soedadyo yang sehari-hari aktif menjadi imam di berbagai masjid dan diberi amanah sebagai salah satu unsur pimpinan Organisasi Muhammadiyah Kabupaten Blora.
Ia mencoba menjabarkan langkah yang mestinya dilakukan umat setelah bulan Ramadan dengan Akronim L5.
L1: Lebaran artinya bulan Ramadaan sudah selesai memasuki bulan Syawal bulan peningkatan dalam pengendalian diri dan peningkatan ibadah baik yang wajib maupun sunah.
Selanjutnya L2 : Luberan artinya memberikan sedekah/berbagi/kepyur bagi yang memiliki kesempatan atau kelebihan kepada kaum duafa.
L3: Leburan yaitu upaya melebur dosa saling memberi maaf satu dengan yang lain baik dosa yang disengaja maupun maupun yang tidak disengaja.
L4: Laburan artinya kembali hati menjadi putih atau suci sehingga upaya menjaga hati tetap menjadi bersih tetap ditingkat mantapkan dalam menampak kehidupan ke masa depan.
Berikutnya, L5:Liburan artinya sudah prei/berhenti untuk tidak lagi melakukan tindakan yang menimbulkan dosa.
Disamping itu H.Soedadyo menjelaskan makna Kupat dalam bahasa jawa laku papat (tindakan empat) yang harus dilaksanakan dalam memasuki bulan syawal yang sesuai surat Ali Imron 134-134, yaitu pertama bersegeralah untuk mendapat ampunan dari Allah, kedua bersedekah kepada kaum duafa disaat sempit maupun lapang.
Ketiga bersikap sabar setiap menghadapi ujian dan musibah.Menahan amarah menjadi kunci utama dalam membangun kondusifitas di masyarakat. Keempat sikap saling memaafkan adalah perilaku terpuji yang sangat dicintai Allah.
H.Soedaya juga menjelaskan simbolisasi tentang punakawan Semar,Gareng, Petruk dan Bagong dalam pewayangan sebagai gambaran perilaku dan pitutur baik bagi kita semua.
Dirinya mengingatkan bahwa di bulan Syawal adalah bulan peningkat agar amalan amalan di bulan Ramadan terus dimantabkan seakan akan kita memasuki bulan Ramadan lagi.
Bahkan menganjurkan puasa sunah enam hari dibulan Syawal yang pahalanya seperti puasa selama satu tahun.Kegiatan halalbihal diakhiri dengan bersalam salaman dan swafoto. (*).