Beranda blog Halaman 137

Warga Kadengan-Randublatung Gelar Hajatan Sedekah Bumi

0

BLORA.-

Warga Dukuh Kadengan, Desa Kadengan Kecamatan Randublatumg, Kabupaten Blora, Kamis (8/6/2023) menggelar tradisi tahunan yaitu acara sedekah bumi.
Kepala Desa Kadengan Munawar mengatakan, acara sedekah bumi sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas berkah, rizki dan kesehatan warga Dukuh Kadengan semuanya.
Selain itu sedekah bumi sebagai bentuk persatuan dan kekompakan para pemuda karang taruna juga tokoh masyatakat. Semua warga sepakat untuk mengadakan penggalangan dana dari tiap tiap rumah.
“Alhamdullilah, acara sedekah bumi tahun ini bisa memberikan hiburan rakyat di sendang yang letaknya di sebelah barat dukuh kadengan,” ujar Munawar.
Sementara itu Sucipto (51), salah satu tokoh masyarakat setempat mengatakan bahwa acara kenduri dilaksanakan setelah dibuka dengan satu gending lagu selesai.
“Tradisi dan istiadat yang berlaku selama ini, warga Kadengan juga mengundang masyarakat dukuh lainya yang berdekatan untuk menjaga kerukunan,” ujar Sucipto. (*)

Anak Perusahaan

0

PT. Blora Patra Energi yang biasa disebut dengan nama BPE adalah badan usaha milik daerah (BUMD) Kabupaten Blora yang bergerak di bidang pengusahaan sumur tua.

Perusahaan ini didirikan dengan semangat untuk menangkap peluang usaha setelah diterbitkannya Peraturan Menteri ESDM No.1 Tahun 2008. Bahwa yang diizinkan untuk mengelola sumur minyak tua adalah KUD dan BUMD.
Sebelum adanya Peraturan Menteri ESDM No.1 Tahun 2008, izin pengusahaan minyak sumur tua di Kabupaten Blora dikelola oleh Koperasi Karyawan Pertamina atau Kokaptraya.
Dan BPE baru bisa menapak ke lahan sumur tua setelah BPE dan Pertamina EP menandatangani Perjanjian Memproduksikan Minyak Bumi pada November 2010.
Sepuluh tahun sejak mengawali usahanya BPE terus mengalami defisit, dan baru pada tahun 2018 mencatatkan laba sebesar Rp 500 juta. Walaupun pernah mengklaim memperoleh laba di atas Rp 1 M pada tahun 2019, keuntungan BPE pada Tahun 2021 turun menjadi Rp 400 juta dan turun lagi ke angka Rp 328 juta pada Tahun 2022.
Laba yang dilaporkan itupun masih dibilang laba kotor. Karena selama defisit, operasi-onal BPE disubsidi oleh Pemkab Blora. Gaji direksi, gaji komisaris, gaji pegawai, kendaraan operasional dan kantor menggunakan fasilitas Pemkab Blora.
Kalaupun dibilang sudah Break Even Point (BEP) itu masih sebatas untuk operasional. Posisi dimana perusahaan tidak memperoleh laba dan ti-dak menderita kerugian.
Di saat belum mampu menunjukkan prestasinya, BPE dikabarkan sudah memiliki anak perusahaan. Anak peru-sahaan pertama bernama PT. Banyubang Blora Energi (BBE), dan kedua PT. Blora Sarana Sejahtera (BSS) yang semuanya juga bergerak di bidang Migas.
Umumnya, anak perusahaan didirikan oleh sebuah perusahaan yang sedang berkembang dengan manajemen yang baik. Karena perusahaan induk atau holding company adalah perusahaan utama yang akan memimpin anak perusahaan.
Selain mengawasi dan mela-kukan kontrol, perusahaan induk harus bisa memberikan contoh kinerja yang baik ke-pada anak perusahaan, salah satunya pencapaian omset pendapatan, dan laba.
Sebagai BUMD yang memiliki hak eksklusif pengusahaan sumur tua di Kabupaten Blora, faktanya BPE belum mampu menunjukkan kinerja yang optimal dalam pengusahaan sumur minyak yang tersebar di beberapa lapangan minyak.
Sumur minyak di Lapangan Ledok (kecamatan Sambong) dan Lapangan Semanggi (kecamatan Jepon) yang sekarang dikerjakan, adalah warisan dari pengelola sebelumnya, Kokaptraya.
Berstatus sebagai perusahaan daerah, BPE sejajar dengan BUMD lain seperti Bank Jateng Cabang Blora, PDAM Blora, BPR Blora Artha, BPR BKK, Blora Patragas Hulu, dan Blora Wirausaha yang memiliki ak-ses dan tanggung jawab langsung kepada Bupati selaku pembina.
Namun berbeda dengan BBE dan BSS yang berstatus anak perusahaan, pembinaan terhadap keduanya akan dilakukan oleh direksi BPE.
Melihat kinerja BPE yang masih belum optimal, maka prestasi apa yang harus dicontoh oleh BBE dan BSS selaku anak perusahaan?
***

Terganggu Pemasangan Garis Polisi di Sumur Minyak 27, Penambang Desak Polisi Segera Tuntaskan Penyelidikan di Ledok

0

“Kalau jumlah kerugian saya tidak bisa menaksir, tetapi yang jelas sudah lebih tiga bulan tidak bisa produksi,” kata kuasa hukum PPMSTL, Pasuyanto saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (9/6/2023).

***
Para penambang minyak yang tergabung dalam Perkumpulan Penambang Minyak Sumur Timba Ledok (PPMSTL) mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Jateng untuk segera menuntaskan penyelidikan yang dilakukan di kawasan sumur tua di Desa Ledok Kecamatan Sambong. Dan, mereka minta agar garis polisi yang terpasang sejak bulan Maret di sumur 27 segera dicabut karena mengganggu kegiatan produksi.
“Kalau jumlah kerugian saya tidak bisa menaksir, tetapi yang jelas sudah lebih tiga bulan tidak bisa produksi,” kata kuasa hukum PPMSTL, Pasuyanto saat ditemui, Jumat (9/6/2023).
Pasuyanto mengatakan, Polda Jateng saat ini tengah menyelidiki adanya dugaan tata kelola yang tidak sesuai aturan dalam penambangan sumur minyak tua di Ledok. “Namun proses penyelidikan itu berjalan terlalu lama,” tambah Pasuyanto.
Agar penambang tidak terlalu dirugikan akibat kegiatan produksi yang saat ini terhambat, pihaknya berharap penanganan masalah hukum pada penambangan itu segera diselesaikan.
“Kalau dinaikkan jadi penyidikan silahkan dinaikkan. Kami siap gelar perkara,” tandasnya ketika dikonfirmasi awak media.
Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Dwi Subagio mengatakan bahwa proses penyelidikan saat ini masih belum selesai.
“Kasusnya masih dalam penyelidikan, belum naik ke penyidikan. Tipidter Bareskrim sedang meng-kaji dan mengasistensi kita dalam penanganannya,” jelasnya. (*)

Bertambah Lagi, Mantan Sekwan dan Mantan Kepala Dinkominfo Menjadi Anggota PWRI Kabupaten Blora

0

BLORA.-

Rapat rutin pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Kamis (8/6/2023) lalu makin gayeng dan penuh gelak tawa karena anggota PWRI bertambah lagi– menyusul bergabungnya Sugiyono mantan Sekretaris DPRD Blora (Sekwan) yang juga mantan Kepala Dinkominfo.
Sejarah baru di PWRI Blora pun kembali terukir, sebab Sugiyono dikenal ramah itu sejak muda suka berorganisasi.
Dengan demikian ada dua mantan Sekwan yang bergabung di PWRI, satunya adalah H. Pujianto Said.
Pada saat memperkenalkan diri, Sugiyono mengungkapkan, mengapa dirinya dengan kerelaan hati ingin bergabung masuk PWRI.
Karena sejak muda suka berorganisasi dan setelah istirahat selama satu tahun ada sesuatu yang hilang dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami meyakini bahwa melalui kegiatan di organisasi dapat diperoleh banyak manfaat, selain tambah teman juga menambah wawasan dan makin memberi nilai manfaat bagi dinamika kehidupan,” kata Sugiyono.
Disamping itu menyaksikan sendiri teman- teman yang sudah masuk ke PWRI kelihatan kompak, penuh dengan rasa kekeluargaan dan masih bisa melakukan pengabdian yang dapat memberi kontribusi positif bagi masyarakat.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya menyambut positif dan gembira dengan hadirnya Sugiyono bergabung PWRI.
“Mudah-mudahan akan memberi pengaruh positif bagi para pensiunan yang belum masuk menjadi anggota PWRI,” kata Bambang Sulistya.
Mengingat siapapun para purna tugas dengan keikhlasan berminat jadi anggota PWRI akan memperoleh empat manfaat dengan memaknai akronim PWRI.
P – Penghiburan diri merupakan salah satu nilai manfaat diperoleh ketika seseorang masuk ke PWRI karena kita bisa bertemu dengan teman teman dimasa perjuang masa lalu sebagai abdi masyarakat.Ibarat reuni dan bernostalgia suka duka saat bekerja.
Sehingga setiap pertemuan selalu kita ciptakan berbagai informasi yang dapat memberikan hiburan bagi para peserta rapat dengan memberikan kesempatan setiap anggota untuk curhat dan mengukapkan anekdut selama bekerja.
“Hindari setiap pertemuan suasana formal kedinasan dan hadirkan suasana imformal kekeluargaan,” tuturnya
Bahkan ketika acara pertemuan diselingi dengan kegiatan menyanyi bersama oleh para peserta rapat yang diiringi solo urgen tunggal.
W – Waras artinya sehat bahwa melaluhi aktifitas pengurus PWRI telah diwujudkan berbagai kegiatan bagi anggota PWRI untuk meningkatkan kesehatan tubuh baik berupa kegiatan sepeda santai maupun senam kesegaran jasmani.
“Bahkan pada saat pertemuan/rapat rutin kadang kala kita hadirkan nara sumber dari Dinas kesehatan atau produsen obat herbal untuk memberikan pencerahan tentang hidup sehat tanpa obat,” jelasnya
R-Relasi teman bergaul dan bersaudara makin bertambah karena bisa bergaul dengan beragam para purna tugas.
I-Iman para anggota PWRI diharapkan makin meningkat. Mengingat secara insidentil tiap rapat rutin juga kita hadirkan mubalig/ustad/ penceramah yang dapat memberikan pencerahan tentang ilmu agama.
Disamping itu kita adakan sharing dengan memberikan kesempatan setiap peserta untuk mengukapkan pengalaman spiritual agar dapat memberikan spirit keimanan kepada para anggota lainnya. (*).

Kasus Mafia Tanah di Blora, Berkas Aminudin sudah di JPU Kejati

0

BLORA.-

Sri Budiyono datang ke Gedung DPR RI di Jakarta. Dia mengadukan permasalahannya dengan Abdullah Aminudin, salah satu anggota DPRD Blora ke Komisi II DPR RI. Budi, sapaanya juga menyurati Menkopolhukam Mafhud MD.
Kasus bermula pada 2020 silam. Saat itu Budi meminjam uang sebesar Rp 150 juta pada Abdullah Aminudin. Jaminannya sertifikat tanah seluas 1.310 meter persegi. Budi berjanji akan mengembalikan pinjaman itu dalam waktu tiga bulan.
“Setelah 3 bulan lebih sedikit saya kembalikan uangnya. Ternyata sertifikat justru sudah dibalik nama. Padahal taksiran harga lahan dan bangunan seluas 1.310 meter sekitar Rp 900 juta dan dari awal tidak ada perjanjian seperti itu,” ujar Budi.
Budi lantas melaporkan kasus ini ke kepolisian pada Agustus 2021. Laporannya atas perkara tindak pidana penipuan, penggelapan, dan akta autentik palsu.
Sudah ditetapkan sebagai tersangka oknum anggota DPRD Kabupaten Blora bernama Abdullah Aminudin dan oknum notaris bernama Elizabeth Estiningsih, sejak 5 bulan yang lalu. “Tapi hingga saat ini keduanya belum ditahan,” ungkapnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Iqbal Alqudussy menegaskan kasus ini masih berjalan sesuai dengan aturan. Ini sudah tahap 1. Tidak ada kasus yang mangkrak ya semua tetap Running sesuai proses penyidikan, tuturnya.
“Berkas perkara sudah di jaksa penuntut umum (JPU/Kejaksaan Tinggi semarang). Masih menunggu dari JPU,” kata wakil Direktur kriminal umum (Wadirkrimum) Polda Jateng, AKBP Budi priyanto saat dikonfirmasi, Rabu (31/5/2023). Wadirkrimum AKBP Budi menyatakan pemberkasan sudah P19. Lalu, pihaknya sudah melengkapi kemudian menyerahkan kembali ke JPU.
Terpisah, Sekretaris DPRD Blora Catur Pambudi mengaku tidak mengetahui adanya kasus tersebut .
“Mohon maaf, saya malah kurang paham. Karena secara kedinasan tidak ada kaitannya dengan sekretariatan,” ungkapnya. (*)

Panas… dingin

0

POLEMIK dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Blora Tahun 2021 yang dibungkus dalam paket “honorarium nara sumber” mewarnai sempat perbincangan masyarakat Blora pada awal Tahun Baru 2023. Dan benar-benar menjadi masalah hukum ketika Ketua PKN Blora Sukisman pada tanggal 19 Januari 2023 mengadukan dugaan tindak pidana korupsi dana APBD Blora itu ke Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah di Semarang. Kok tidak diadukan ke Kejari Blora?

Aduan kasus honorarium ke Kejati Jateng membuat suhu di Kota Blora memanas, terlebih suhu di kantor DPRD di Jalan A. Yani. Para wakil rakyat di gedung itu sebenarnya tidak terlalu takut terhadap ancaman pidana, tetapi yang mereka takuti adalah jika harus mengembalikan selisih honor yang telah ia terima yang nilainya mulai puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Suhu panas ternyata hanya sesaat, karena setelah itu berubah menjadi hangat lalu dingin dan membeku bak es batu. Dalam kurun beberapa bulan tidak ada gerakan yang dilakukan oleh lembaga hukum yang berkedudukan di ibu kota pro-vinsi itu terkait aduan dari Blora.
Tiba-tiba pada awal April 2023 Kejaksaan Negeri Blora menyampaikan pernyataan, bahwa pihaknya akan mulai melakukan pendalaman dugaan korupsi honor narasumber di lingkungan DPRD Blora yang pernah diadukan ke Kejati Jateng.
Tentu saja kabar itu menjadikan suhu di Kabupaten Samin ini menjadi panas kembali. Mata dan telinga yang biasa dipakai memutar Youtube untuk mengikuti perkembang-an politik nasional, langsung dialihkan ke Medsos dan koran lokal untuk mengikuti tahapan penyelidikan kasus “honorarium”.
Pemanggilan terhadap ketua PKN Sukisman selaku pihak pelapor pada tanggal 4 April 2023 oleh Kejari Blora menambah semangat warga Blora untuk memelototi medsos dan media online lokal. Ditambah lagi setelah diikuti pemang-gilan 5 orang staf Setwan pada tanggal 6 April 2023. Bak ditetesi air hujan, benih-benih kepercayaan terhadap penegakan hukum di Blora mulai tumbuh. Setelah itu?
Pada bulan Mei hingga me-masuki Juni 2023 ini tidak ada lagi tetesan informasi dari Kejaksaan Negeri. Nyaris tak terdengar perkembangan penyidikan atau penyelidikan, apalagi rencana pelimpahan kasus yang merugikan negara miliaran rupiah itu ke pengadilan. Sepertinya penanganan kasus honorarium di Kejaksaan Negeri Blora sudah dingin lagi.
Bukan tanpa alasan, jika kepercayaan warga terhadap penegakan hukum di Blora menurun lagi. Beberapa kasus besar yang sempat mencuat dan viral di dunia maya ternyata bisa beku di kabupaten Blora.
Hari lahir Pancasila baru saja diperingati oleh seluruh rakyat Indonesia, khususnya oleh para pejabat dan aparat sipil negara (ASN) yang salah satu semboyannya dituntut memiliki akhlak yang baik.
Untuk bisa merubah Blora dari status kabupaten miskin di Jawa Tengah, salah satu satunya adalah dengan mene-gakkan hukum di kabupaten ini. Dan, aparat penegak hukum adalah ASN yang harusnya menjadi agen-agen perubahan.
***

Kasus Jual Beli Kios Pasar Randublatung, Diduga Pedagang Ditarik Rp 120 Juta untuk Satu Kios

0

“Kami akan memeriksa ahli dari Semarang untuk melengkapi dokumen sebelum menentukan tersangka,” ujar Kasi Intelijen Kejari Blora, Djatmiko.

***

Dugaan kasus jual beli kios Pasar Randublatung masih menggelinding di Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora. Sebanyak 20 saksi telah diperiksa, mulai pedagang hingga pengurus pasar. Jaksa penyidik bakal datangkan ahli melengkapi penetapan tersangka.
Kasi Intelijen Kejari Blora Djatmiko mengatakan, kasus jual beli kios Pasar Randublatung masih dilakukan penyelidikan lebih dalam. Pihaknya memanggil sekitar 20 saksi dimintai keterangan dan unsur keterlibatan oknum pegawai pasar.
“Tunggu perkembangannya, kami masih pendalaman memanggil saksi sekitar 15 pedagang dan lainya pegawai pasar. Jadi ada 20 saksi kami mintai keterangan,” bebernya.
Jatmiko menjelaskan, belum ada menjadi tersangka karena butuh melengkapi perkara. Pihaknya mengaku mendatangkan saksi ahli dalam kasus merugikan pedagang tersebut.
“Kami akan memeriksa ahli dari Semarang untuk melengkapi dokumen sebelum menentukan tersangka,” jelasnya, Rabu (31/5/2023).
Dari keterangan digali oleh tim penyidik kejari, para pedagang ditarik uang sebesar Rp 120 juta untuk satu kios. Dugaan besar mengarah kepada oknum pegawai pasar menjabat pada 2018 lalu.
Kepala Bidang (Kabid) Pasar Daerah Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Blora Soni Supriyanto mengatakan, telah dimintai keterangan dugaan kasus jual beli kios di Pasar Randublatung. Tidak ada upaya menghalangi. Dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.
“Kami berikan keterangan sesuai tupoksi. Hanya terbatas karena kejadian beberapa tahun tahun lalu,” katanya. (*)

Reses di Desa Pojokwatu-Sambong, Ir. Siswanto Berikan Bantuan Pompa Air dan Alat Kadroh

0

BLORA.-

Bertempat di kediaman Ibu Parsini, salah satu warga Kecamatan Sambong Kabupaten Blora yang beralamat di RT 03 / RW 02 Dukuh Watubrem Desa Pojokwatu, Minggu malam (4/6/2023) dilaksanakan kegiatan Reses anggota DPRD Blora. Hadir sebagai narasumber tunggal adalah Ir. Siswanto, anggota DPRD Blora dari Fraksi Partai Golkar.
Kehadiran anggota DPRD dua periode dari Dapil 2 (Sambong, Cepu, dan Kedungtuban) yang dielu-elukan warga setempat itu bertujuan untuk menampung aspirasi masyarakat. Kegiatan Reses yang diikuti lebih dari 50 orang warga yang terdiri dari laki dan perempuan itu terlihat sangat kompak dengan suasana kekeluargaan yang guyub rukun.
Di depan wakil rakyat itu warga Dukuh Watubrem yang mayoritas petani mengeluhkan sulitnya untuk mendapatkan air yang merupakan kebutuhan sehari-hari. Sebagai wakil rakyat yang tanggap kesulitan rakyat, Ir. Siswanto langsung memberikan bantuan berupa pompa air (sibel).
“Dengan menggunakan pompa sibel diharapkan hasil pertanian di sini bisa melimpah, yang otomatis pendapatan warga di sini juga akan bertambah,” ujarnya.
Pada kesempatan itu Ir. Siswanto mendorong warga untuk meminta bantuan melalui aspirasi dewan yang nilainya di atas 100 juta untuk memajukan serta memakmurkan warga desa. “Kalau untuk beli pompa sibel yang hanya Rp 3 juta bisa pakai uang pribadi saya. Tapi kalau meminta aspirasi senilai 100 juta lebih, saya siap mengawal mulai tahapan awal hingga sukses dan berhasil,” tandasnya.
“Dana aspirasi diutamakan untuk memberdayakan masyarakat,” tambah Siswanto.
Sementara itu di lingkuran RT 03/RW 02 Ir. Siswanto terdapat musholah Al-Iklas yang ibu-ibu jamaahnya semangat berlatih kesenian kadroh. Pada kegiatan Reses malam itu minta bantuan seperangkat alat kadroh. “Saya siap memberikan aspirasi untuk masyarakat luas yang memang perlu diperjuangkan,” katanya.
Melihat wakil rakyatnya yang cukup perhatian, Ketua RT setempat, Juwanto lengsung mengucap terimakasih. “Semoga di Tahun 2024 nanti Pak Siswanto tetap bisa mengemban amanah, kembali menjadi wakil rakyat (DPRD ),” ujarnya. (*)

Halal bihalal IPSI Blora, Dasum: Saya Akan Berikan Aspirasi berupa Matras

0

BLORA.-

Lengkingan suara gadis cilik, Nusaiba Alkarima Hasanudin pada acara halal bihalal Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Blora yang digelar Sabtu (3/6/2023), membuat puluhan tamu dan undangan yang hadir di sekertariat IPSI, di kawasan GOR Mustika Blora bedecak kagum.
Nusaibah yang masih duduk di bangku kelas 5 SD Muhamdyah Blora dan juga mengikuti pendidikan ekstrakulikuler di perguruan Tapak Suci itu cukup tartil dalam membacakan Kitab Suci Al-qur’an.
Selain diikuti seluruh pengurus IPSI Blora, tampak hadir perwakilan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (DINPORABUDPAR) Kabupaten Blora, Ketua Umum KONI Blora Hery Sutiyono, dan perwakilan perguruan yang tergabung di IPSI Blora diantarnya Setyawan dari Perguruan Merpati Putih Cabang Blora.


Acara inti halal bihalal diisi dengan tauziah oleh Drs. Yusman M.Pd.I yang menitip pesan agar anggota IPSI Blora kedepan selalu mengutamakan kesatuan dan kebersamaan. “Semoga semua perguruan di IPSI Blora selalu guyub rukun,” pesannya.
Sementara itu Ketua Umum IPSI Blora H.M Dasum SE.MMA dalam pidatonya menyampaikan wejangan kepada seluruh anggota IPSI Blora agar terus mengobarkan api semangat. “Jangan dibilang IPSI Blora mati suri,” ujarnya lantang.
Pada kesempatan itu Dasum menyatakan siap memberikan kontribusi. Dan untuk menciptakan atlit-atlit handal, dia akan memberikan aspirasi berupa matras. “Walaupun usia sudah tua, tetap semangat seperti usia muda,” tambahnya.
Salah seorang tamu yang hadir, Ida Sri Wahyuni ST memberikan apresiasi atas suport yang diberikan oleh Ketua DPRD Blora itu. Menurutnya, semua peserta halal bihalal sangat gembira menyambut kedatangan Dasum pada acara halal bihalal IPSI Blora. “Beliau dianggap seorang pemimpin yang amanah dan peduli, karena itu perlu di perjuangkan,” ujar Ida. (*)

Jadikan 1 Juni sebagai Momentum untuk Meneguhkan Kecintaan kepada Pancasila

0

BLORA.-

Kamis (1/6/2023), bangsa Indonesia kembali memperingati hari kelahiran (harlah) Pancasila yang istimewa dan bersejarah. Sebagai seorang mantan Sekda Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengaku bersyukur karena dengan adanya peringatan harlah tersebut dapat dia gunakan sebagai momentum untuk selalu meneguhkan kecintaannya kepada Pancasila.
“Sebagai komitmen untuk merawat dan mengamalkan Pancasila dalam pergaulan hidup sehari hari di masyarakat,” ujarnya.
Disamping itu melalui peringatan Hari Kelahiran Pancasila yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila.
Kita semua disadarkan kembali tentang arti dan peran penting Pancasila sebagai dasar Negara, Ideologi, Falsafah hidup bangsa, serta sumber kepribadian bangsa Indonesia.
Berkenaan dengan hal tersebut Bambang Sulistya bersama Sugeng Saptono mantan pejabat eselon tiga yang baru satu tahun purna tugas mencoba pagi hari, dalam rangka ikut serta memeriahkan harlah Pancasila tahun 2023.
Dengan cara melakukan kegiatan bersepeda santai menelusuri tempat tempat nostalgia sambil membangkitkan semangat berbagi kepada orang yang kurang beruntung.
“Salah satu tempat yang saya datangi adalah di halaman Kantor Setda Kabupaten Blora,” ucapnya.
Karena di halaman kantor Setda ini 14 tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 Juni 2009 pada saat apel pagi ada seong staf Pemda golongan satu yang berani tampil di depan apel pagi untuk mengucapkan sila sila dalam Pancasila tanpa membaca teks Pancasila yang diikuti dan ditirukan oleh seluruh peserta apel pagi.
“Berkat keberanian tersebut yang bersangkutan mendapatkan seekor kambing dari bapak Bupati Blora,” kenangnya.
Diungkapkan susana saat penyerahan kambing menjadi gayeng penuh gelak tawa dari peserta apel dan bisa menjadi teladan kehidupan.
“Ternyata panutan bisa diperoleh dari orang orang yang berasal dari wong cilik dan tidak harus mencotoh orang-orang yang termasuk kelompok Bhrahmana,” tutur Bambang Sulistya yang kini dipercaya sebagai Ketua PWRI Blora.
Selanjutnya tema dalam memperingati harlah Pancasila tahun 2023 adalah “Gotong Royong Membangun Peradapan dan Pertumbuhan Global”.
Sedangkan tagline yang dipakai dalam peringatan harlah Pancasila tahun ini Aktualisasi Pancasi,Energi Pertumbuhan Indonesia.
“Sebagai ketua PWRI Kabupaten Blora dalam memperingati harlah Pancasila saya ikut cawe-cawe kepada seluruh anggota PWRI di Kabupaten Blora agar bisa menjadi panutan bagi mayarakat dalam merawat Pancasila dengan cara mengamalkan nilai- nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Stop budaya Jarkoni (bisa ujar tapi tidak pernah nglakoni/ melaksanakan) seperti yang saat ini terjadi masih banyak para pemangku kepentingan yang selalu menggelorakan dengan bahasa pembangunan yang meneduhkan hati tapi ditataran pelaksana seperti ungkapan jauh panggang dari api atau hanya asmuni asal muni/bicara.
“Sehingga semangat kita adalah berbuat sesuai hati nurani yang dapat memberi manfaat bagi umat.Selamat Hari Pancasila semoga Pancasila tetap jaya,” ucapnya. (*).