Beranda blog Halaman 123

Tiga Rumah Terbakar di Sonokidul, Sapi Jantan Seharga 15 Juta Hangus Terpanggang

0

BLORA.-

Tiga rumah di Desa Sonokidul Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora terbakar pada pukul 09.51 WIB, Rabu (20/9/2023). Peristiwa yang terjadi di RT 02 RW 01 itu membuat warga Sonokidul berhamburan meninggalkan rumah untuk membantu memadamkan api yang berkobar.
Warni, salah satu korban yang rumahnya terbakar mengkau lupa memadamkan api usai masak di dapur. Nenek berusia 83 tahun itu tinggal bersama di rumah anaknya bernama Darno.
Api yang masih nyala merambat dan membakar sampah yang menempel dengan dinding yang terbuat dari kayu, lalu api menjadi lebih besar dan dalam waktu kurang dari 15 menit langsung menghanguskan tiga rumah warga yang berdekatan.
Darno (65), pemilik rumah terlihat syok atas kejadian tersebut. Selain rumahnya yang hangus, sapi jantan yang harga jualnya senilai 15 jutaan pun ikut hangus terbakar.
Rumah Murtadho (35) yang berdekatan dengan rumah Darmo pun ikut terbakar. Bahkan Rumah Karman (63) yang merupakan mertua Murtadho juga raib termakan kobaran api.


Kapolsek Kunduran AKP. Kumaidi setelah melakukan olah TKP membenarkan atas kejadian kebakaran yang menimpa rumah warga Sonokidul tersebut.
“Ada tiga rumah yang terbakar habis, namun kejadian ini tidak menelan korban jiwa. Ada satu hewan ternak, yaitu seekor sapi jantan milik sdr Darno ikut terbakar”. terangnya.
“Karena api yang begitu besar dan jarak antar rumah berdekatan sehingga api dengan cepat menjalar ke rumah tetangganya yang bersebelahan,” tambah AKP Kumaidi.
Sebelum melakukan olah TKP, Kapolsek Kunduran bersama pasukannya juga ikut membantu warga sekitar untuk memadamkan api yang masih menyala. Respon Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Blora cukup cepat, sehingga api cepat padam dan tidak menjalar ke rumah warga lainya.
Kepala Desa Sonokidul Subari beserta perangkat desa setempat juga bergerak cepat dalam membantu memadamkan api tersebut. Kebetulan rumah korban kebakaran ini dekat dan berada di belakang Kantor Desa Sonokidul.
Kades Subari membenarkan, bahwa dalam kebakaran yang menghabiskan tiga rumah warganya itu tidak sampai menelakn korban jiwa.
“Kalau kerugian material mencapai 150.000.000 juta rupiah. Belum termasuk perhiasan dan surat-surat serta dokumen berharga lainnya,” ujar Kades. (*)

PWRI Blora: Tetap Sejuk di Tempat Panas, Tetap Manis di Tempat Pahit

0

BLORA.-

Hanyalah kata “bersyukur” yang patut diamalkan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Ungkapan tersebut disampaikan oleh H. Rajiman Santarko yang merupakan salah satu pengurus PWRI Kabupaten Blora dan juga ketua PWRI Kecamatan Jepon, di rumah pribadinya, Kamis (14/9/2023).
Rapat pengurus PWRI Kabupaten Blora yang dilaksanakan di Desa Gresi, Kecamatan Jepon Kabupaten Blora ini bisa dibilang sejarah baru karena agenda rapat organisasi dikolaborasikan dengan kegiatan syukuran keluarga Rajiman, yang mana putranya terpilih menjadi kepala Desa Gresi Kecamatan Jepon untuk periode kedua, serta putra menantunya diberi amanah sebagai Plt Camat Randublatung.
Pengurus PWRI yang hadir sebagai peserta rapat pada hari itu mengenakan seragam batik ASRI (Arjuna-Srikandi) sebagai pencerminan kepemimpinan Kabupaten Blora. Bupati H. Arief Rohman dalam pewayangan diibaratkan Arjuna, dan Wakil Bupati Hj Tri Yuli Setyowati simbolisasi dari Srikandi. Hadir pula dalam kegiatan itu pengurus PWRI Kecamatan Jepon.
Kegiatan pada hari itu diawali pembacaan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars dan Hymne PWRI, dilanjut sambutan tuan rumah dan sambutan Ketua PWRI Kabupaten. Setelah sesi foto bersama, acara diakhiri dengan makan bersama menu istimewa ala desa. Kegiatan berlangsung penuh kekeluargaan, keguyuban, canda ria dan gelak tawa.
Dalam sambutannya H. Rajiman mengucap puji syukur kepada Allah dan menyampaikan terimakasih atas kehadiran para pengurus PWRI Kabupaten dan pengurus PWRI Kecamatan Jepon.
“Saya merasa mongkok dan bahagia atas kehadiran bapak ibu dan bisa kembali menceritakan kisah perjuangan hidup sebagai ASN masa lalu,” ucap Rajiman mantan Camat Tunjungan itu.
Rajiman yang sehari-hari disapa Pak Kondir itu menceritakan perjalanan karirnya yang pernah menjadi Ketua KUD, Kepala Kelurahan, Camat dan terakhir sebagai anggota DPRD Blora.
Cara Rajiman bercerita dan curhat memicu gelak tawa dan menghibur peserta sehingga pertemuan menjadi gayeng. “Kita harus dapat memanfaatkan waktu dalam purna tugas untuk terus berkarya nyata yang memiliki nilai manfaat untuk orang lain,” pesan Rajiman.
Rajiman menceritakan, bahwa dirinya sekarang masih aktif bekerja di bidang pertanian dan beternak bebek. “Selain untuk mengisi kesibukan, juga sebagai usaha sambilan guna menambah penghasilan keluarga,” paparnya.
Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya memberikan apresiasi kepada Rajiman yang telah menggabungkan acara syukurun dengan pertemuan rapat sehingga memiliki nilai maanfaat sebagai perekat K3: yaitu Kekeluargaan, Kerukunan dan Kebersamaan yang mampu menciptakan nilai tambah dan kebahagian hidup.
Bambang Sulistya yang dikenal dengan sapaan Kaji GG juga menyampaikan serapan hasil mengikuti puncak peringatan HUT PWRI ke-61 di Kabupaten Brebes sebagai upaya menumbuhkan etos pengabdian. “Peserta HUT PWRI ke 61 yang paling jauh adalah peserta dari Blora,” ucapnya.
Kalau hanya dibayangkan jauhnya jarak tempuh dan biaya yang dikeluarkan mungkin peserta dari Blora tidak akan hadir. Namun yang memotivasi untuk hadir adalah keinginan untuk mengamalkan silaturahmi dan menambah Ilmu, serta pengetahunan yang barangkali sangat bermanfaat bagi keluarga besar PWRI Kabupaten Blora.
Beberapa nilai positif disampaikan oleh mantan Sekda itu kepada peserta rapat sebagai oleh-oleh dari acara HUT PWRI ke 61 di Kabupaten Brebes.
Pertama, peran serta Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan HUT PWRI ke 61 sangat responsif dan memberikan dukungan sepenuhnya baik dalam penyedian tempat, konsumsi, kehadiran unsur Forkompida dan dinas terkait, sajian hiburan, pameran UMKM dan pemberian buah tangan kepada peserta berupa bibit Sukun Madu dan produk unggulan telur asin juga brambang goreng.
“Hal tersebut mengindikasikan bahwa hubungan pengurus PWRI Kabupaten Brebes dengan Bupati selaku pembina PWRI sangat baik dan harmonis,” ungkapnya.
Kedua, peran PWRI sangat stategis dan sebagai subyek pembangunan. Sehingga pengurus PWRI harus bisa menjadi panutan dalam mendukung program pembangunan dan pelayan di daerah dan mampu memberikan masukan, ide cerdas dan memberi spirit agar pelaksanakan program berjalan lancar dan sukses.
Karena para pengurus dan anggota PWRI memiliki jam terbang dan pengalaman yang bisa memberikan kontribusi positif terhadap Pemerintah Daerah.
Ketiga, pengurus dan anggota PWRI agar dalam memasuki tahun politik dapat memberikan keteladanan yang baik guna mewujudkan kedamaian dan situasi yang kondusif serta mendukung agar pesta demokrasi berjalan lancar, aman, jurdil dan bermartabat.
Keempat, para anggota dan pengurus PWRI harus memiliki kepekaan, kemandirian dan pandai bersyukur terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah.
Termasuk cerdas untuk mensyukuri atas kenaikan gaji para pensiunan ASN sebesar 12% besok tahun 2024 yang telah dinaikkan oleh Presiden RI Joko Widodo.
Dalam mensikapi kehidupan yang semakin sulit, Bambang Sulistya mengajak mengamalkan petuah bijak, “Tetaplah sejuk di tempat yang panas, tetaplah manis di tempat yang pahit, tetaplah merasa kecil walaupun telah menjadi besar dan tetaplah tenang di tengah badai yang paling hebat”
“Karena semua yang ada didunia tak ada yang abadi kecuali yang memiliki langit. PWRI Semangat, Bangkit dan Sejahtera,” tuturnya. (*).

Peduli Kekeringan, Perhutani KPH Randublatung Bantu 0 Tangki Air Bersih di Tiga Kecamatan

0

BLORA.-

Untuk membantu air bersih kepada masyarakat Kabupaten Blora yang kesulitan untuk mendapatkan air, Perhutani KPH Randublatung memberikan bantuan 30 tangki air bersih di tiga kecamatan. Salah satu yang mendapatkan bantuan air bersih adalah warga Dukuh Trembes Desa Doplang, Kecamatan Jati Kabupaten Blora pada Rabu (13/9/2023).
Administratur Kepala KPH Randublatung Ida Jatiyana S.Hut melalui Kepala Sub Seksi Kemitraan Produktif Jumadi mengatakan, Kegiatan penyaluran bantuan air bersih di dukuh Trembes ini merupakan kegiatan Aksi peduli karyawan KPH Perhutani Randublatung.
Menurut Jumadi, jumlah bantuan tiga puluh tangki air bersih diperuntukkan 12 desa yang berada di 3 kecamatan diantaranya, Kecamatan Kunduran, Jati, dan Randublatung.
“Yang 10 tangki berasal dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sedangkan yang 20 tangki berasal dari Aksi peduli Karyawan Perhutani KPH Randublatung,” papar Jumadi.
Ditemui wartawan usai menerima bantuan air, salah seorang warga Dukuh Trembes bernama Juri (45) mengucapkan terimakasih kepada karyawan Perhutani dan TJSL yang mengucurkan air bersih di Dukuh Trembes.
“Bantuan air bersih ini bisa meringankan beban pada masyarakat di sekitar hutan sini, khususnya di Dukuh Trembes. Semoga bapak bapak yang membantu dapat balasan dari Allah SWT,” ucapnya. (*)

Diduga Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Kades Sambiroto Dilaporkan ke Polisi

0

BLORA.-

Empat warga Desa Sambiroto Kecamatan Kunduran, Selasa (12/09/2023) melaporkan kepala desanya ke Polres Blora terkait dugaan jual beli jabatan atau soal tes ujian tertulis pengisian Perangkat Desa (Perades) yang dilaksanakan di Desa Sambiroto, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora. Sebelum ke Polres Blora, salah seorang warga bernama Budi Santoso mengaku juga memberikan surat keberatan ke kantor Bupati Blora.
Yohanes selaku kuasa hukum Budi Santoso mengatakan, inti pengaduan adalah indikasi jual beli jabatan, dan penyalahgunaan tanah bengkok. “Sebagai kuasa hukum, saya sangat mengharapkan agar masalah ini bisa benar-benar dicerna, dicermati secara mendalam oleh bupati dan aparat penegak hukum,” katanya di depan awak media.
Warga Desa Sambiroto tersebut kecewa dengan hasil seleksi Perades yang dinilai janggal, karena dari 5 peserta yang lolos mendapatkan nilai terpaut jauh dari peserta lainnya, bahkan untuk tes tertulis ada yang mendapat nilai 100.
“Itu kan janggal, Pak. Saya yang belajar lama aja nilai saya di bawah 60,” ucap salah seorang calon perangkat desa.


Menanggapi hal itu, Kepala Desa (Kades) Sambiroto, Sukarno mengatakan, bahwa ujian tes tertulis Perades yang mengatas namakan Pemerintahan Desa dan dijalankan oleh panitia pengisian perangkat desa sudah sesuai prosedur.
“Dari mulai tes komputer serta pembobotan, dan prosedur aturan yang berlaku, dilaksanakan secara terbuka secara umum dan saya rasa tidak ada hal yang ditutup-tutupi,” ujarnya.
Terkait dugaan kebocoran soal meyakini hal itu tidak ada. Menurutnya, panitia berangkat pada hari Senin tanggal 4, dan kemudian soal diambil hari Selasa tanggal 5 September, lalu pelaksanaan test pada Rabu 6 September. Dan soal itu dititipkan di Polsek Kunduran untuk pengamannya.
“Saya rasa berkaitan dengan waktu pengambilan materi atau soal sampai hari “H” dan pelaksanaam ujian tidak ada kebocoran-kebocoran soal,” tambahnya.
Menurut Sukarno hingga pengumuman usai tes tertulis, di desanya tidak ada apa-apa. “Karena semua calon perangkat desa itu yang menang juga sudah menerima kemenangannya dan yang kalah sudah menerima kekalahannya,” tandasnya. (*)

Sakit Gak Kunjung Sembuh, Pria 35 Tahun Gantung Diri di Pohon Kresen

0

BLORA.-

Warga Desa Kediren Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora digegerkan atas penemuan seorang laki-laki yang gantung diri di pohon Kresen, Selasa (12/9/2023). Pria gantung diri itu diketahui bernama Jasmin (35), warga RT.06/RW.02 Dukuh Ploso Kulon Desa Kediren.
Diceritakan oleh saksi bernama Harno (45), keluarga korban yang tinggal satu rumah. Pagi itu sekitar pukul 05.00 Wib, Harno ketika bangun tidur melihat sandal milik Jasmin di dapur, namun sudah tidak ada orangnya. “Lalu saya cari di belakang rumah, dan saya melihat tubuh korban tergantung di pohon kresen yang berada di sawah,” katanya.
Harno lalu memberi tahu kepada keluarga dan warga lain, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Randublatung.
Kapolsek Randulatung AKP Pujiyono SH,MH, bersama Kanit Reskrim Aiptu Marsono, dan anggota datang ke lokasi diikuti petugas medis dari Puskesmas Randublatung.
Hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh petugas medis tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan. “Korban gantung pakai tali plastik warna biru ukuran panjang 2 meter,” ujar Kapolsek.
“Kejadian tersebut murni bunuh diri. Korban sebelumnya sempat depresi, karena penyakit yang diderita tidak kunjung sembuh, kemudian korban kami serahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,” ungkap Pujiyono.
Petugas medis di lokasi kejadian memberikan keterangan, bahwa pada lubang kemaluan korban mengeluarkan cairan, pada leher korban terdapat bekas jeratan tali dan perut korban membesar, dan pada tubuh korbab tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan. (*).

Dukung APH Tangani Kasus Jual Beli Jabatan Perangkat Desa, Capraga bersama Pemuda Pancasila Datangi Mapolresta Pati

0

PATI.-

Senin tanggal 11 September 2023, ratusan massa yang tergabung dalam forum Capraga dan KOTI MPW Pemuda Pancasila Laskar Bumi Pesantenan Kabupaten Pati, mendatangi kantor Mapolresta Pati.
Maksud dan tujuan ratusan massa mendatangi Mapolresta Pati adalah sebagai bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini jajaran Polresta Pati untuk menegakkan hukum terkait dugaan jual beli jabatan, pemalsuan dokumen dan penyalahgunaan wewenang dalam kasus pengisian perangkat desa di Kabupaten Pati.
Kasus tersebut sudah berjalan lebih dari satu tahun namun belum menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Bahkan ada laporan serupa yang terjadi di Desa Tambakromo sudah 7 (tujuh ) tahun lamanya namun belum menemui titik terang juga,” ujar Muhammad Chundori selaku Ketua Forum Capraga Kabupaten Pati.
Chundori yang juga sebagai penanggung jawab aksi berharap agar kasus tersebut segera diselesaikan. “Kami siap mendatangkan massa dukungan lebih banyak lagi jika sampai kasus tersebut berulang tahun,” tambahnya.


Sementara itu Onny Firdiansyah, selaku Ketua Laskar Bumi Pesantenan Pati berharap agar APH serius dalam menangani kasus tersebut. “Juga kasus-kasus hukum lain yang berkaitan dengan jual beli jabatan, Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), karena jelas itu bertentangan dengan Pancasila dan itu musuh kita bersama,” tandasnya.
Selain berorasi menyampaikan dukungan, Capraga juga menyerahkan kue ulang tahun kepada Kapolresta Pati, dalam hal ini diwakili oleh Wakasat Reskrim Polresta Pati, Iptu Selamet Haryono,SH MH.
Wakasat Reskrim pada kesempatan itu mengatakan, bahwa penanganan kasus tersebut sudah berjalan, namun permasalahannya tidak semudah yang diharapkan karena terlapor sendiri sempat beberapa kali mangkir dari panggilan.
“Namun pada panggilan terakhir terlapor hadir dan pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Inspektorat Kabupaten Pati,” paparnya.
Untuk perkembangan kasus tersebut menurut Kasat, Polresta Pati akan segera menyampaikan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan) kepada pelapor. “Dalam hal ini Mas Chundori,” pungkasnya.
Selesai memberikan dukungan, massa pun kembali ke Markas KOTI MPW Pemuda Pancasila Laskar Bumi Pesantenan di Jalan Supriyadi dengan tertib dan aman. (*)

Dapat Layanan Cepat Waktu Operasi di RS Kariadi, Warga Putat-Sambongrejo Ucapkan Terimakasih Dibantu Bambang Sadono

0

BLORA.-

Kunadi (59), warga Dukuh Putat, Desa Sambongrejo Kecamatan Tunjungan, Blora, Jumat (8/9) siang itu wajahnya terlihat berbinar. Senyum kegembiraan lepas, saat menyambut kedatangan tamu ‘istimewa’ di teras rumahnya bersama Suparmi (istri) dan Sarji (menantunya).
Tamu ‘istimewa’ yang mengunjungi pria lansia (lanjut usia) yang baru pulang dari perawatan di Rumah Sakit Dr. Kariadi Semarang itu adalah Bambang Sadono, Caleg DPR RI Partai Golkar kelahiran Jambangan, Desa Sukorejo, Kecamatan Tunjungan yang merupakan warga tetangga desanya.
Di mata Kunadi, politikus senior Partai Golkar yang mantan wartawan itu telah dianggapnya sebagai ‘sosok’ istimewa karena telah membantu proses pengobatan dirinya di RS Dr. Kariadi Semarang beberapa waktu lalu.
“Matur suwun Pak Bambang, berkat bantuan Pak Bambang saya dapat menjalani operasi, dan mendapat perawatan yang sangat baik di RS Dr. Kariadi Semarang, ” ungkap Kunadi langsung pada Bambang Sadono yang mengunjungi rumahnya di Dukuh Putat, Sambongrejo.
Diungkapkan oleh Sarji menantu Kunadi, baik mertua maupun dirinya, sebenarnya belum pernah bertemu langsung dengan BS (pangilang akrab Bambang Sadono), tapi sudah sangat mengenal nama BS dan keluarganya yang ada di Jambangan.
Maka saat ayah mertuanya (Kunadi-red) akan menjali operasi penyakit gondok (kelenjar tiroid-red) di RS Kariadi, Sarji memberanikan diri meminta bantuan ke BS.
“Dan Alhamdulillah Pak BS berkenan membantu mengakseskan ke RS Dr Kariadi, sehingga operasi bapak berjalan lancar dan mendapat perawatan yang sangat baik di RS Kariadi,” terang Sarji.
Bagi Bambang Sadono yang pernah menjadi salah satu pimpinan dewan di DPRD Provinsi Jateng, permohonan bantuan warga Blora yang ingin berobat di RS Kariadi Semarang memang bukan kali pertama melainkan sudah banyak untuk yang ke sekian kali.
“Karena kebetulan saya punya akses ke Direktur RS Dr Kariadi dan kami mintakan bantuannya untuk operasi Pak Kunadi, akhirnya operasi bisa cepat dilakukan, dan pasien juga mendapat perawatan yang sangat bagus pasca operasi,” jelas BS.


MENYAPA WARGA
Kunjungan ke rumah Kunadi di Dukuh Putat, Ds Sambongrejo, Tunjungan ini bagian dari kegiatan BS blusukan Sambang Desa Menyapa Warga dalam sosialisasi proses pencalegannya di DPR RI dari Dapil Jateng III (Pati, Blora, Rembang dan Grobogan).
Selain mengunjungi Kunadi, dalam kunjungan ke daerah kelahirannya Tunjungan, Ketua Golkar Jateng (2004-2028) yang pernah ikut kontestasi Pilgub Jateng berpasangan dengan Moh Adnan (Ketua PWNU Jateng), juga melaksanakan sholat Jumat di Masjid Al Mahruf, Nglarangan, Sambongrejo.
Di Dukuh Putat pula, BS juga sempat jagong manten di rumah Sunarto, bayan Putat dan melihat dari dekat pembangunan masjid di Dukuh Putat.
Sementara pada hari Minggu (10/9) BS bertemu dengan para mahasiswa IAIN Kudus yang sedang menjalani Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Desa Sukorejo yang kebetulan menggunakan rumah BS yang di Jambangan sebagai basecamp KKL nya.
BS sempat memberikan motivasi kepada para mahasiswa yang minggu pagi itu tengah menggelar senam bersama dengan anak-anak di pelataran Pendopo Rumah Joglo Yosodiharjo, Jambangan.
Masih di hari Minggu pagi itu juga ayahanda Padmasari Mestikajati, angota DPRD Provinsi Jateng ini juga melihat Baksos yang digelar oleh Dr. Endang Sri Hanani dosen UNNES Semarang di Balai Sukorejo. Didampingi kakak dan adik perempuannya, Endang Suhartini dan Endang Sri Hanani, BS ikut melakukan pemeriksaan kesehatan di acara Baksos tersebut.
Selesai mengikuti kegiatan baksos di Sukorejo, BS langsung menuju ke Desa Gondoriyo Todanan untuk jagong manten. “Ya jagong di rumah Pak Lilik Purwanto yang sedang mantu, atas undangan Pak Rasto Raharjo,” terang BS perihal acara jagongnya di Todanan, Blora. (*)

KKN, Mahasiswa IAIN Kudus Kunjungi Situs Jati Denok di Desa Jati Klampok

0

BLORA.-

Tuju belas mahasiswa Instintut Agama Islam Negeri (IAIN) Kudus dari berbagai jurusan melaksakan kegiatan kerja bakti di lokasi situs budaya Jati Dinok yang bertempat di Desa Jati Klampok Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora Jawa Tengah, Sabtu (9/9/2023).
Kegiatan KKN pada hari pertama dengan melaksanakan bersih-bersih dilokasi Jati Denok itu didampingi oleh Kabag Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH) Temanjang Marsudi, Kepala (RPH) Jambean, Kepala(RPH)Gumeng, dan Kepala (RPH) Yemetes.
Administratur Kepala KPH Randublatung Ida Jatiyana S.Hut melalui kepala BKPH Temanjang Mashudi menyampaikan selamat datang kepada para peserta KKN di Situs Jati Denok.
“Selamat datang di lokasi Jati Dedok yang konon sudah berusia ratusan tahun. Sekarang kita berada di BKPH Temanjang KPH Randublatung, masuk Desa Jati Klampok Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora,” ujar Marsudi.
Sementara itu ketua mahasiswa IAIN Kudus Adib Muhtar menyampaikan bahwa, kegiatan bersih situs dilakukan merupakan rangkaian kegiatan KKN di Desa Jati Klampok selama 35 hari sesuai jadwal dari Kampus.
“Ahamdhulillah saya dan teman-teman bisa melaksanakan kegiatan bersih-bersih di situs Jati Denok bersama karyawan Perhutani. Ini sangat luar biasa, ternyata masih ada pohon jati sebesar ini semoga tetap lestar,” kata Adib. (*)

Dua Kadus Desa Getas Dilantik, Camat Kradenan: Perangkat Harus Standbay 24 Jam

0

BLORA.-

Didik Maulana sebagai Kedung Dowo, dan Galih Prasetiyo sebagai Kadus Kedung gede Desa Getas Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora telah dilantik dan diambil sumpahnya di balai desa setempat, Kamis (7/9/2023).
Di tengah udara panas, pelantikan dan pengambilan sumpah yang baru dilaksankan pad apukul 14.30 Wib berlangsung dengan penuh semangat. Tampak hadir pada acara tersebut diantaranya Kadin PMD Blora Yayuk Windarri S.IP, Camat Kradenan Tarkun SH,M.Si beserta staf kecamatan, perwakilan Koramil Kradenan, perwakilan dari Polsek Kradenan, Kepala Desa Getas Subowo, Ketua BPD Getas, dan LKMD Getas, serta Linmas dan tokoh masyarakat desa setempat,
Usai pembacaan SK Kepala Desa Getas dan pengambilan sumpah, pelantikan kedua Kadus dilaksanakan oleh kepala desa yang dilanjutkan dengan penandatanganan SK.
Kepala Desa Getas Subowo pada kesempatan itu menyampaikan ucapan selamat kepada kedua Kadus yang baru.
“Kamu berdua telah dilantik menjadi Kamituwo–kalau sekarang Kadus, tentunya kalian segara–kalau bisa besuk sudah mulai masuk kantor. Dan saya harap kalian bisa memberi pelayanan terhadap masyarakat yang sebaik baiknya,” pesan Bowo.
Kepala Dinas PMD Blora Yayuk Windarti S.IP dalam sambutanya mengatakan, bahwa kedua Kadus tentu merasa senang dan bahagia karena apa yang dicita-citakan bisa terwujud karena sudah dilantik oleh Kades.
“Menjadi perangkat, sekarang harus melek komputer karena semua administrasi menggunakan aplikasi. Maka kalau belum pinter komputer harus segera belajar,” pesannya.


Sementara Camat Kradenan Tarkun SH,M.Si pada kesempatan itu menegaskan, bahwa menjadi perangkat harus standbay dua puluh empat jam untuk melayani masyarakat.
“Mulai hari ini, Mas Galih dan Didik secepatnya menyesuaikan diri dengan senior-seniornya. Minta arahan terkait tugas tiap hari agar bisa berjalan baik,” tutur Camat berkumis itu. (*).

Tiga Rumah di Desa Wotbakah, Ludes Dilalap si Jago Merah

0

BLORA.-

Tiga rumah warga di Desa Wotbakah Kecamatan Japah, Kabupaten Blora ludes terbakar pada pukul 01.00 WIB, Jumat (8/9) dini hari. Ketiga rumah tersebut adalah milik Jariman, Sutarji dan Puryono yang ketiganya adalah warga RT.05/RW.02 Desa Wotbakah.
Diduga kebakaran terjadi akibat korsleting listrik arus pendek.
Anak menantu Jariman bernama Warso menceritakan, bahwa dirinya baru pulang dari kegiatan kerjabakti sekitar pukul 00.45 Wib. Ketika ia hendak istrahat di kamar, tiba-tiba mendengar suara letusan bolam lampu dari ruang tempat sholat. “Di ruang sholat saya melihat kasur lantai dan mukena sudah terbakar,” katanya.
Warso berusaha memadamkan api yang membakar mukena, namun api semakin membesar dan membakar dinding rumah mertuanya yang terbuat dari kayu. Lalu ia berteriak meminta tolong, hingga datanglah keluarga Jariman yang lain bersama warga sekitar.
“Percikan api dari listrik itu nempel ke mukena. Itulah awalnya penyebab kebakaran ini,” katanya.
Menurut Warso, api yang membesar terus membakar rumah milik Jariman, dan akhirnya api juga menyulut ke rumah milik Sutarji dan rumah milik Puryono. Kedua rumah itu berjarak satu meteran dari rumah Jariman.
Polsek Japah yang mendapat laporan langsung koordinasi dengan Damkar eks Kawedanan Ngawen. Dalam waktu tidak lebih 15 menit, jajaran kepolisian bersama Tim Damkar sampai ke lokasi dan melakukan penyemprotan.
Kapolsek Japah AKP Isnaeni, SH mengerahkan jajarannya untuk ikut membantu warga untuk mengamankan dan memadamkan api ditempat keja-dian. Begitu juga Camat Japah yang datang dengan didampingi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) langsung ikut membantu warga memadamkan api yang telah melalap tiga rumah tersebut.
Menurut petugas, dari hasil olah TKP, diduga kebakaran disebabkan adanya korsleting listrik di tempat sholat rumah Jariman. Barang bukti yang diamakan antara lain kabel listrik bekas terbakar sepanjang 5 meter, dan kain kasur lantai dalam keadaan hangus.


Adapun total kerugian mencapai Rp. 340.000.000, dengan rincian sebagai berikut: Jariman menderita kerugian sekitar Rp. 120.000.000,- Sutarji mengalami kerugian Rp. 160.000.000,- dan Puryono mengalami kerugian Rp. 60.000.000,-.
Sementara itu Kepala Desa Wotbakah, Etik Dwi Andrayani membenarkan kejadian yang menimpa rumah warganya yang lokasinya di depan Kantor Kepala Desa Wotbakah.
Etik mengaku bersukur karena Tim Pemadam Kebakaran eks Kawedanan Ngawen cepat datang. “Hanya ditemput 15 menit sudah sampai, sehingga mampu dan segera bisa memadamkan api ini,” ujarnya pada awak media. (*)