Beranda blog Halaman 113

Lapor ke Polisi Motornya Dicuri, Yuda Jadi Tersangka Laporan Palsu

0

BLORA.-

Tim gabungan Resmob Satreskrim Polres Blora bersama Unit Reskrim Polsek Jiken, Polres Blora Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus laporan palsu.
Pengungkapan kasus ini bermula dari adanya laporan bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi pada hari Sabtu tanggal 2 Desember 2023 di Jalan Raya Blora Cepu KM 21, turut Desa Cabak Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora.
Pelapor yan gbernana Yuda Wahyu Prasetyo (24), warga Desa Tambaksari Kecamatan Blora mengaku telah dirampas motornya oleh orang tidak dikenal di hutan Cabak.
Kapolres Blora AKBP Agus Puryadi, SH, SIK, M. Si saat melalui konferensi pers di Mapolsek Jiken, Selasa, (12/12/2023) menyatakan, bahwa pihaknya telah menetapkan Yuda yang mengaku tinggal di Cepu sebagai tersangka akibat laporan palsu dengan berpura-pura menjadi korban pelaku Curas.
Pada saat itu tersangka melaporkan kepada Polsek Jiken, jika dirinya telah menjadi korban pencurian dengan kekerasan di Jalan Raya Blora Cepu turut wilayah desa Cabak yang mengakibatkan pelapor kehilangan satu unit sepeda motor.
“Pada bulan Desember tanggal 2 Tahun 2023, ada laporan ke Polsek Jiken sekitar pukul 18.30 wib Kejadian pencurian dengan kekerasan (Curas) dengan menggunakan senjata tajam oleh 4 orang menurut keterangan korban, ” kata Kapolres Blora.
Masih kata Kapolres, laporan curas tersebut di lakukan oleh Yuda, bersama keluarganya. Kemudian dari laporan tersebut, Polsek Jiken dibantu Satreskrim Polres Blora mengadakan penyelidikan.
“Hasil penyelidikan, ketika penyidik menanyakan kepada salah satu saksi dikatakan bahwa kejadian itu sebenarnya tidak ada. Hari ini tanggal 12 Desember 2023, kasus ini bisa terungkap dengan nyata bahwa kendaraan dan surat surat kendaraan masih ada. Ini kita sita dari seorang penggadai yang ada di Blora. Adapun Sepeda motor ini digadaikan sebesar lima juta rupiah, ” urai Kapolres Blora.
Kapolres menegaskan bahwa motif dari pelaku pembuat laporan palsu ini adalah ketakutan jika ketahuan keluarga, bahwa motornya telah digadaikan untuk membayar hutang.
“Motif dari pelaku ketakutan, jika motor yang sudah digadaikan ini diketahui oleh orangtuanya. Akhirnya melaporkan kepada Polsek bahwa dirinya telah mengalami curas dan motornya dirampas, “tambah Kapolres.
Menurut keterangan tersangka, ia mengakui bahwa sudah beberapa kali menggadaikan barang barang milik orang tua dan dari uang hasil penggadaian tersebut mengarah pada perjudian.
Kemudian menyikapi laporan palsu ini, Kapolres berpesan kepada warga masyarakat terutama warga yang melintas di Jalan Raya Blora Cepu untuk tidak takut. Bahwa Jalan Raya Blora Cepu sampai saat ini aman dan tidak ada kejadian perampasan sepeda motor.
“Kita kenakan pasal 220 KUHP yaitu memberikan keterangan palsu. Sampai saat ini di Blora tidak ada kasus perampasan sepeda motor. Dan ini baru laporan yang pertama. Untuk itu perlu kita luruskan bahwa laporan perampasan motor di Blora itu hoaks,” tandas Kapolres.
Bersamaan dengan penetapan sebagai tersangka itu, petugas juga mengamankan barang bukti berupa Sepeda Motor Honda Vario dan STNK. (*)

Festival Tunas Bahasa Ibu Provinsi Jawa Tengah, Blora Rebut Juara I untuk 2 Cabang

0

“Khusus untuk FTBI, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora akan memberi pembekalan terkait kurikulum muatan lokal, yaitu bahasa jawa. Kami juga selalu memberi pendampingan,” ujar Titik Umiyati.

***
Berprestasi tingkat propinsi adalah luar biasa karena perjuangannya yang sangat ketat. Dan, pujian itu layak diberikan kepada dua orang pelajar asal Blora yang membawa pulang predikat juara 1 dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Provinsi Jateng yang digelar di Hotel Patra Jasa Semarang. Blora dapat 2 juara dan keduanya juara 1 semua dari 4 cabang lomba yang diperebutkan oleh 35 Kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Dua perwakilan siswasiswi dari Kabupaten Blora yang mengikuti kegiatan festival selama tiga hari, mulai Jumat hingga Minggu, (24-26/11) itu adalah Anzilina Nuroniatus Sobah pelajar dari SDN 2 Jetis, Blora yang meraih juara 1 cabang lomba Pidato Putri. Berikutnya Shiren Devina Kurniawan dari SDN 2 Jeruk, Randublatung yang berhasil menggondol Juara 1 cabang lomba menulis Cerkak Putri.
Anzilina mengaku senang dan bahagia bisa menjadi kebanggaan masyarakat Blora. Usahanya terus berlatih giat tanpa kenal lelah dan selalu mendengar nasehat Bapak/Ibu guru serta orang tuanya tak sia-sia.
Pemkab Blora memberikan apresiasi yang luar biasa, baik itu untuk anak anak, guru, dan kepala sekolah yang mendampingi, serta menfasilitasi anak anak tersebut sampai berhasil membawa juara. Nantinya yang juara 1 akan dikirim oleh Balai Bahasa Provinsi ke FTBI tingkat Nasional
“Persaingan yang luar biasa, tapi Blora bisa, ini yang selalu saya sampaikan kepada semua stekholder di pendidikan, jika kita terus belajar, terus berkarya, berbagi pengalaman dan mengembangkan kompetensi, pasti bisa,” papar Titik Umiyati, S.Pd, M.Si, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora sambil menambahkan bahwa perwakilan SMP juga pulang membawa 3 piala.


Tidak hanya tahun ini Blora mampu bicara dalam FTBI tingkat Provinsi karena pada Tahun 2021 Blora juga berhasil menggondol predikat Juara Umum. “Kualitas guru sangat menentukan, karena kita yakini bahwa, kunci keberhasilan capaian dari pembelajaran ada di tangan guru,” ujar wanita yang mendapat gelar S2 dari UNDIP Tahun 2011 dengan predikat Coumlode 3,89 itu.
Khusus untuk FTBI, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora akan memberi pembekalan terkait kurikulum muatan lokal, yaitu bahasa jawa. “Tidak hanya itu, harapannya kami selalu memberi pendampingan,” ujarnya.
Tahun ini menjadi evaluasi untuk Tahun 2024. Menurut Titik, pihaknya tidak hanya mempersiap-kan FTBI tetapi semua event bakat minat. “Target kami, mimpi kami, harapan kami Blora menjadi yang terbaik, juara umum,” tandasnya. (*)

Kabid Sarana dan Prasarana: Bangunan Sekolah di Blora sudah Sesuai Standar

0

“Antara komite sekolah dengan kepala sekolah ini sudah sinkron, sehingga pelaksanaan pembangunan sudah ada kesepakatan. Jika ada permasalahan, pengambil keputusan adalah kepala sekolah,” ujar Sandy Tresna Hadi.

***
HINGGA saat ini, gedung sekolah di wilayah Kabupaten Blora kebanyakan sudah masuk dalam kriteria layak. Sehingga tidak akan mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Apalagi perhatian Bupati Blora Arief Rohman terhadap kemajuan pendididi-kan di bidang sarana dan prasarana sekolah sekaarang ini sangatlah besar.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sandy Tresna Hadi ketika ditemui awak media di kantornya.
“Kriteria layak itu secara umum bangunan sekolah visual bagus, tembok dinding tidak retak, dan masih terlihat rata,” ujarnya menjelaskan.
Perhatian Bupati Blora H. Arief Rohman terhadap dunia pendidikan kabupaten Blora, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Data total pagu anggaran pembangunan sarana prasarana pendidikan bidang pendidikan menyebutkan, Pagu anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Bantuan Provinsi (BAN-PROV) pada Tahun 2021 mencapai Rp 53,487,526,000. kemudian Tahun 2022 naik menjadi Rp 68,845,198,610. sedangkan pada Tahun 2023 bertambah lagi menjadi Rp 117,235,551,110.
Pagu Total Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pendidikan untuk 3 tahun terakhir adalah 113,128,933,000, dengan rincian Sub bidang PAUD sebesar Rp 2,843,656,000, SD Rp 83,273,340,000, SMP Rp 25,927,587,000, sementara untuk Sub Bidang SKB hanya tahun2021 sebesar 1,084,350, 000.
Sandy mengatakan, jika bangunan hanya retak rambut, itu bukan kriteria rusak. “Rusak dan tidak layak itu jika temboknya memang sudah tidak menyatu. Kalau hanya retak rambut dan tidak mengganggu proses belajar mengajar, itu tetap masuk kriteria layak,” terangnya seraya me-nunjukkan contoh.
Mengenai luas ruang belajar, Sandy menjelaskan, untuk ruang kelas SD ukurannya tujuh kali delapan meter. “Standar terbaru ruang kelas untuk SD seluas tujuh kali delapan meter, ditambah teras 2 meter,” terang Sandy.


“Dulu memang enam kali tujuh meter, tetapi sekarang ingin disesuaikan dengan standar terbaru,” imbuhnya.
Berbicara tentang kualitas bangunan, alumnus Institut Teknologi Nasional (ITENAS) ini menyebutkan bahwa semua bangunan yang ada ini sudah berkualitas.
“Sudah terpenuhi sesuai standar. Apalagi di juknis juga sudah jelas. Dan, kelompok penyelenggara swakelola ini semuanya menginginkan ba-ngunan yang bagus, berkualitas, dan bisa dibanggakan,” ujar pria 47 tahun ini.
Sandy menambahkan, kelebi-han pelaksanaan dengan cara swakelola ini adalah rata-rata pengelola bangunan sudah paham betul kebutuhan masing-masing sekolah.
Rencananya, Jika masih di-temui bangunan SD yang berukuran enam kali tujuh meter, pihaknya akan melakukan rehap sesuai standar yang terbaru yang ditetapkan pemerinta. “Sesuai standar ukuran dan standar kualitas. Tetapi jika akan dibuat lebih luas dari ketentuan yang ada, kami tetap memperbolehkan, dengan catatan tidak mengurangi kualitas bangunan,” terang Sandy. (*)

Antar Rombongan ke Goa Terawang, Sopir Rental Asal Semarang Dilaporkan Hilang

0

BLORA.

Polsek Todanan Polres Blora, hari Kamis 7 Desember 2023 mendapat laporan adanya orang hilang di kawasan Goa Terawang, Desa Kedungwungu Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora.
“Korban yang dilaporkan hilang adalah seorang pria bernama Abel Wicaksono, sopir rental, warga Semarang yang datang ke Blora untuk mengantarkan rombongan salah satu partai untuk mengikuti kampanye tertutup di kawasan wisata Goa Terawang dari pukul 07.00 WIB sampai 16.00 WIB,” ujar Kapolsek.


Korban diketahui hilang sekitar pukul 16.00 WIB, setelah acara selesai. Selanjutnya Kapolsek Todanan melakukan kordinasi dengan BPBD Kabupaten Blora untuk mencari korban di lokasi, dan juga mencari saksi terkait keberadaan pada saat kampanye.
“Tetapi korban belum juga ditemukan sampai sekarang,” imbuh dia.
Kabar dari berbagai pihak masih simpang siur dikarenakan dikarenakan lokasi goa yang dikenal mistis. Hingga berita ini ditulis, belum ada kabar bahwa korban telah ditemukan. (*)

Kurangi Dampak Banjir, Kodim Pati Hijaukan Kembali Pegunungan Kendeng

0

PATI.-

Bertempat di Desa Wukirsari Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati berlangsung kegiatan penanaman pohon guna menghijaukan kembali Pegunungan Kendeng, Jum’at 8 Desember 2023. Acara dengan tajuk “SAVE EARTH FOR EARTH” tersebut dipelopori oleh Kodim Pati, bekerja sama dengan Perhutani, Polresta Pati, BPDAS Pemali Jratun, LSM Peduli Kendeng Hijau, Koti MPW Ormas Pemuda Pancasila Kabupaten Pati, Banser, Muspika Kecamatan Tambakromo, PokTan Hut, Pemdes Wukirsari dan adik-adik Pramuka. Sebanyak 1500 tanaman buah didistribusikan dalam kegiatan tersebut.


Dalam sambutannya Camat Tambakromo, Mirza Nur Hidayat berharap agar kegiatan tersebut dapat menghijaukan Kendeng dan dapat mengurangi dampak banjir yang kerap terjadi, serta mampu menyadarkan masyarakat untuk tidak melakukan pembalakan liar.
“Memang butuh proses, Mas. Tapi setidaknya kita telah melakukan langkah nyata dan kegiatan ini adalah untuk yang kesekian kalinya kita lakukan bersama TNI dan pihak terkait,” pungkasnya. (*)

Blora Akan Canangkan “Sekolah Sisan Ngaji”

0

“Dari SD sudah diajarkan pembiasaan hal-hal baik. Ini akan terbawa hingga anak dewasa kelak. Sekolah Sisan Ngaji ini pengaruhnya luas, termasuk pengaruh kepada orang tuanya,” kata Yusman.

***

MESKIPUN tidak se-parah seperti kehidupan remaja di kota besar yang cenderung lebih banyak problematikanya, kenakalan remaja di Kabupaten Blora juga sudah perlu diwaspadai sejak dini. Untuk menanggulangi kenakalan remaja,
Bupati Blora Arief Rohman tidak lama lagi akan mencanangkan program Sekolah Sisan Ngaji. Menurut Plt Kepala Dinas Pendidikan Yusman, program ini merupakan perbaikan dari program sebelumnya.
Ditemui wartawan di ruang kerjanya Yusman menuturkan, setelah mendapat respon positif dari berbagai pihak, program Blora Mengaji diperbaiki, diperbarui, dan dilengkapi. “Sekolah Sisan Ngaji ini embrionya adalah Baca Tulis Al Qur’an yang dimulai Tahun 2022. Setelah menampung banyak masukan positif, jadilah Sekolah Sisan Ngaji yang lebih lengkap,” ujarnya.
Program yang diharapkan bisa membuat Kabupaten Blora menjadi lebih religius ini akan dilaunching awal Tahun 2024. ”InsyaAllah akan dilaunching Bulan Januari 2024, Mas,” kata Yusman.
Sekolah Sisan Ngaji ini digagas sebagai salah satu langkah untuk menghapus 3 dosa besar dalam bidang pendidikan.


“Sekolah Sisan Ngaji digagas untuk mengatasi tiga dosa besar di dunia pendidikan. Ketiganya adalah free sex (seks bebas), bullying (perundungan), dan narkoba. Kami ingin menghapus tiga dosa besar itu,” beber Yusman bersemangat.
Mengenai kenakalan remaja di Kabupaten Blora yang memang tidak terlalu parah, namun maraknya keterlibatan remaja di berbagai tindak kriminal yang ada di Blora menjadikan keprihatinan bagi semua pihak. Oleh karena itu sebagai langkah untuk menekan kondisi tersebut pihaknya berupaya mengantisipasi sejak dini.
Bukan semata mewujudkan Kabupaten Blora yang lebih religius, namun Sekolah Sisan Ngaji diharapkan akan menciptakan kebiasaan baru yang positif. Pembiasaan hal-hal baik inilah yang akan berpengaruh kepada lingkungan sekolah.
Pria yang pernah mengajar di SDN Ngrambitan Japah ini juga mengatakan, untuk mencetak SDM berkualitas unggul, sebaiknya dimulai dari usia dini.
Masih menurut pria yang pernah menjabat sebagai Sekcam Todanan ini, belajar agama itu tidak hanya hafalan, namun bisa ditambah pengetahuan lain yang selama ini belum pernah diajarkan.
“Bisa jadi nanti anak didik juga akan diajari tata cara sholat jenazah. Ini ilmu yang akan bermanfaat ketika kelak anak-anak sudah dewasa dan terjun di masyarakat,” ujar pria asal Gotputuk Ngawen ini.
Mengenai kurikulum, pihaknya sudah menyiapkan teknik demi kesempurnaan proses pembelajaran yang akan dijalankan.
“Kurikulum terukur, output juga terukur. Kedepannya ti-dak ada lagi anak yang tidak mengenal agama. Blora akan menjadi kabupaten makmur karena dimana-mana ada kegiatan yang mengarah pada pendalaman materi agama,” ujarnya optimis.
Dosen Institut Agama Islam Al Muhammad ini menambahkan, pembiasaan hal-hal baik kepada anak didik akan terus dilakukan sampai menghasilkan output yang diharapkan.
“Kami akan bekerja sama dengan pondok pesantren dan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah demi menjaga kualitas. Perangkat penilaian akan kami persiapkan,” katanya. (*)

Sekolah Sisan Ngaji

0

“Bagi sekolah yang belum mampu karena kompetensi pengajarnya, silahkan bekerja sama dengan lembaga non formal yang ada di wilayahnya seperti Madin dan TPQ, atau Jami’iyyah Qurra Wal Huffazh (JQH),” tandas Bupati Blora.

***
Anak dan remaja merupakan aset masa depan yang harus dipersiapkan sejak dini untuk menerima estafet pembangunan di masa yang akan datang. Berbagai upaya terus dilakukan Pemkab Blora untuk menanggulangi kenakalan remaja, salah satunya adalah melaksanakan program yang berkaitan dengan pendalaman ilmu agama.
Program tersebut sekaligus untuk mewujudkan Visi Misi Bupati Blora Arief Rohman yaitu membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter.
Menurut Bupati, kenakalan remaja, khususnya di lingkungan pendidikan harus ditanggulangi sedini mungkin melalui program Sekolah Sisan Ngaji.
“Sekolah Sisan Ngaji merupakan perbaikan dari program Baca Tulis Al-Qur’an yang sudah dilaksanakan serentak di SD dan SMP negeri di wilayah Kabupaten Blora, dalam rangka juga untuk menanggulangi kenakalan,” beber Arief Rohman saat berbincang santai dengan awak media sehari sebelum berangkat Umroh, bulan lalu.
“Bukan sekedar anak bisa baca Al-Qur’an,” tegas bupati yang pernah menjadi guru ngaji di Pondok Pesantren An-Nur, Seren Kecamatan Banjarejo yang diasuh oleh orang tuanya itu.
Program pendalaman BTA untuk SD dan SMP itu sendiri telah dilaunching pada Tahun 2022 lalu melalui Surat Edaran (SE) Bupati Nomor: 421/3665/2022. Kedepannya, bupati juga berkeinginan agar program tersebut diinisiatifkan untuk dijadikan Perbub atau bahkan menjadi Perda. “Program ini kita inisiatifkan, kedepan bisa di-Perda-kan,” kata Arief.
Program Baca Tulis Al-Qur’an menurut bupati, telah disosialisasikan di berbagai kegiatan dan juga dikon-sultasikan dengan para pakar. Dan, untuk mempercepat program bupati tersebut, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora telah merilis tagline “Sekolah Sisan Ngaji”.
Terkait pelaksanaan program tersebut, dinas terkait telah memberikan solusi jika satuan pendidikan nantinya secara SDM belum mampu melaksanakan program BTA secara mandiri dikarenakan kompetensi guru pengajarnya.
Solusi yang disampaikan adalah sekolah yang bersangkutan bisa bekerja sama dengan lembaga non formal di wilayah setempat seperti Madarasah Diniyyah (Madin), Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) dan Jami’iyyah Qurra Wal Huffazh (JQH).
“Bagi sekolah yang belum mampu karena kompetensi pengajarnya, silahkan bekerja sama dengan lembaga non formal yang ada di wilayahnya seperti Madin dan TPQ, atau Jami’iyyah Qurra Wal Huffazh (JQH),” tandas alumni program Pasca Sarjana Universitas Indonesia ini.
Mantan Staf Khusus Menteri PDT RI Tahun 2009-2014 ini berharap, dengan dimaksimalkannya program BTA ini kelak tiga dosa besar dunia pendidikan di Kabupaten Blora bisa hilang. “Tiga dosa besar tersebut yakni free sex (seks bebas), bullying (perundungan), dan narkoba,” katanya
“Kedepan jangan ada lagi, agar kita semua merasa nyaman dengan adanya anak-anak yang berakhlak,” imbuh Gus Arief panggilan akrabnya.
Bupati juga tidak menampik jika program BTA yang digagas masih perlu masu-kan agar kedepannya dapat dilakukan pembenahan dan perbaikan.
“Sudah berjalan bagus, namun dengan adanya banyak masukan positif, kami akan melakukan perbaikan dan penambahan materi. Jadi bukan hanya target anak bisa hafalan namun lebih dari itu, anak juga diajari tata cara sholat, berwudlu, dan lainnya,” terang Gus Arief.
Arief Rohman juga menginisiasi bagi siswa yang telah memenuhi kompetensi yang disyaratkan dalam program BTA ini bisa diberikan sahadah sebagai indikator kemampuan, sehingga bisa menjadi pertimbangan ketika masuk jenjang sekolah yang lebih tinggi.


Sejalan dengan program tersebut suami Ainia Shalichah ini mengatakan, para tahfidz Qur’an yang diprogramkan satu desa satu hafidz bisa turut andil dalam mengajarkan Al Qur’an di wilayah masing-masing.
“Para hafidz Qur’an yang ada di desa masing-masing merupakan pionir untuk mengajar-kan Al-Qur’an di wilayahnya,” kata alumni SMA Negeri 1 Blora Tahun 1998 itu.
Sebelum karir politiknya berada di puncak seperti ini, Gus Arief merupakan Guru mengaji di Pondok Pesantren An-Nur Seren Banjarejo milik orang tuanya. Hal itu pula yang menjadikan alumnus Universitas Darul Ulum Jombang ini semakin mantap menjalankan programnya .
“Sekolah Sisan Ngaji, akan menjadi program unggulan setelah melalui perbaikan, untuk meningkatkan sumber daya manusia dan menanggulangi kenakalan remaja,” ujarnya mantap.
Mengadopsi dari Blitar
Rencana Bupati Blora menyukseskan program Sekolah Sisan Ngaji ternyata cukup serius. Langkah yang akan diambil oleh jajaranya adalah mengadopsi program yang telah diterapkan di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Dalam menerapkan program mengaji, Dinas Pendidikan Kabupaten Blora rencananya akan mengundang dan mengumpulkan seluruh guru PAI tingkat SD dan SMP untuk menerima pengarahan teknik oleh nara sumber dari Blitar Jawa Timur sesuai tagline yang digaungkan yaitu sekolah sisan ngaji.
“Untuk bagaimana tekniknya, kami akan undang nara sumber dari Blitar yang sudah sukses melaksanakan program serupa untuk memberikan pengarahan dan bimbingan bagi guru-guru agama di Kabupaten Blora yang nantinya akan menjadi leader kegiatan di masing-masing sekolah,” terang Bupati.
Kegiatan ini diterapkan secara terjadwal sehingga tidak monoton. Harapanya, anak-anak di Blora akan lebih meningkat pengetahuan agamanya sehingga mereka nantinya tidak hanya unggul di bidang ilmu umum tetapi juga unggul di bidang agama.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan, jika sekolah sisan ngaji rencananya akan dilaunching sekitar Januari 2024.
Sasaran program ini tidak hanya siswa tetapi juga seka-ligus guru-gurunya agar ikut meningkatkan kompetensi keagamaannya, terutama bagi yang muslim. Sedangkan untuk non muslim juga diberikan kebebasan untuk menambah pengetahuan sesuai keyakinan yang dianutnya. (*)

Logo Pemkab

0

MASALAH Bimtek (Bimbingan Teknis) kepala desa Blora yang dilaksanakan di Jogja bulan November lalu kian menjadi polemik. Bila Dinas PMD menuding Praja Blora selaku penyelenggara, dan sebaliknya Praja Blora balik menuding bahwa yang punya gawe Bimtek di Jogja adalah Dinas PMD. Maka beda lagi jika hal itu kita tanyakan pada kepala desa yang menjadi peserta Bimtek dan yang dikenakan iuran Rp 6 juta per orang.

Para Kades malah menyebut Bimtek Jogja adalah acaranya Kejaksaan Negeri Blora. Lho…?
Walapun tergolong orang-orang cerdas di desa masing-masing, informasi dari Kades seperti itu tentunya tak bisa langsung ditelan mentah. Masih perlu pendalaman.
Tapi apa yang disampaikan oleh para Kades juga tidak terlalu salah, karena dalam acara Bimtek dengan tema “Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Program Jaga Desa se-Kabupaten Blora” itu Kajari Blora hadir sebagai pemateri utama.
Bagi orang awam, ketika semua pihak berusaha lepas tangan maka Pemkab Blora cq Dinas PMD Blora tetaplah yang dituntut untuk bertanggung jawab. Karena satu-satunya logo yang terpasang pada latar belakang atau Backdrop adalah logo Pemkab Blora. Tidak ada logo Praja, logo Kejaksaan, apalagi logo EO.
Kalau memang tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, sekaligus untuk segera mengakhiri polemik seyogyanya Pemkab Blora segera menyampaikan klarifikasi seputar penyelenggaraan acara Bimtek yang menimbulkan polemik di kalangan umum maupun birokrasi itu.
Dimulai dari masyarakat pingin tau tujuan diselenggarakannya Bimtek, masyarakat juga pingin tau alasan Bimtek digelar di Jogjakarta, masyarakat juga perlu penjelasan atas dilibatkannya biro jasa EO dari Bandung serta besaran biaya yang dikenakan pada peserta yaitu Rp 6 juta per Kades.
Jika dihitung berdasarkan jumlah 271 kades se-Kabupaten Blora dikalikan Rp 6 juta, maka biaya penyelenggaraan Bimtek di Jogjakarta sangat fantastis yaitu sebesar Rp 1.626.000.000 (1,6 miliar). Siapa pun penyelenggaranya, mau Pemkab, Kejaksaan, Praja ataupun EO ambil keuntungannya terlalu besar.
Walaupun EO boleh memasang tarif jasanya di atas rata-rata, namun tetap ada yang namanya batas kelaziman. Apalagi narasumber yang dihadirkan hampir semuanya pejabat eselon yang tarif per jam nya sudah diatur oleh pemerintah dan diketahui oleh publik.
Bila dalam penyelenggaraan Bimntek di Jogja, perusahaan EO bekerja selama tiga hari dan bisa mengantongi keuntungan 1 miliar lebih itu juga kurang lazim rasanya, kecuali dalam acara Bimtek di Jogja pada waktu itu juga didatangkan artis papan atas yang tarif per jamnya naudzubillah.
Karena itu klarifikasi dari Pemkab Blora tetap dinantikan oleh khalayak, karena bila dibiarkan polemik Bimtek di Blora ini akan terus menggelinding menjadi bola liar, dan tidak menutup kemungkinan akan bergulir hingga ke Jakarta.
Tentu saja lembaga negara yang melaksanakan kekuasaan negara seperti kejaksaan, yang tidak ikut-ikutan dalam pengelolaan Bimtek akan terkena getahnya.
***

Penyelenggaraan Bimtek Kades di Jogja Masih Jadi Polemik, EO Bandung Diduga Fiktif

0

“Kegiatan Bimtek Kades di Jogja diduga ada unsur korupsi. EO Bandung yang tidak bisa dihubungi itu diduga juga fiktif,” tandas praktisi hukum di Blora, Farid Rudiantoro, SH.

*

POLEMIK penyelenggaraan Bimtek (Bimbingan Teknis) di Jogja masih berkelanjutan karena antara Dinas Pemerintahan Desa (PMD) dan Ketua Praja Kabupaten Blora masih saling tuding seolah lepas tanggung jawab.
Kepala Dinas PMD Yayuk Windrati ketika ditemui wartawan mengatakan, Bimtek yang diikuti 271 kepala desa itu adalah inisiatif Praja Kabupaten Blora. “Karena tidak mampu mengumpulkan seluruh pengurus, maka Praja kabupaten minta bantuan PMD untuk mengundang seluruh pengurus Praja kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Praja Kabupaten Blora Agung Heri Susanto bersikukuh mengatakan, bahwa Bimtek yang menghadirkan Kajari Blora selaku pemateri utama itu pemrakarsanya adalah Dinas PMD Blora. “Coba nanti saya bicarakan dengan bupati sepulang umroh,” pungkas Agung Heri mengakhiri wawancara, Kamis (23/11/2023).
Bimtek yang dibuka langsung oleh Bupati Blora Arief Rohman dan dihadiri oleh Ketua DPRD Blora itu menjadi polemik karena adanya pungutan terhadap 271 kepala desa yang menjadi peserta masing-masing senilai Rp 6 juta. Jika dihitung berdasarkan jumlah 271 kades se-Kabupaten Blora, maka angkanya secara keseluruhan Rp 1.626.000.000 (1,6 miliar). Nilai yang cukup fantastis.
Baik Dinas PMD maupun Praja Blora mengatakan, bahwa pelaksanaan Bimtek di Jogja ditangani oleh event organizer (EO) dari Bandung termasuk yang menerima uang pembayaran peserta. Namun ketika diminta memperlihatkan proposal atau penawaran dari EO keduanya tidak bisa menunjukkan kepada wartawan.
Pengelola EO asal Bandung bernama Adrian Azharfi Akbar Harahap. Wartawan yang mencoba menelpon nomor WhatsApp nya tidak diangkat, tak lama ada balasan “Izin berkenan wa dulu mas. Saya sedang pemulihan”. “Nanti agak sorean, kalau mendingan, saya call ya.” Namun selanjutnya tidak ada konfirmasi.
Masih melalui WA, wartawan minta copy proposal yang dikirim ke PMD atau Praja Blora, hingga malam tidak ada jawaban. Dan setelah itu nomor tersebut sudah tidak bisa dihubungi. (*)

Bersyukur Jalannya Dibangun, Warga Dua Desa Gelar Sholawatan

0

BLORA.-

Bertempat di halaman rumah kediaman kepala Desa Temulus digelar sholawatan warga bersama antara Desa Tumulus (Kecamatan Randublatung) dan Desa Sumber (Kecamatan Kradenan), Kabupaten Blora, Selasa (28/11/2023). Sholawatan yang menghadirkan Habib Fahmi dari Malang dan Habib Husain dari Tuban Jawa Timur itu digelar sebagi rasa syukur masyarakat kedua desa karena akses jalan Temulus sampai Sumber telah dibangun dengan cor beton menggunakan Dana Inpres sebesar 25 miyar lebih.
Acara dihadiri Fokompincam Kecamatan Randublatung dan Kecamatan Kradenan, dan dua kepala desa serta masyarakat dua desa. Guyuran hujan tidak menyurutkan semangat para jama’ah mengikuti solawatan hingga selesai.
Sekitar pukul 19,30 Wib kedua Habib dan Fokompincam sudah naik panggung pertanda dimulainya acara sholawatan yang diawali pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjut sambutan kedua kepala desa.


Kades Temulus Hartono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten maupun pusat yang selalu merhatikan masyarakat bawah khususnya masalah infrastruktur jalan.
“Kita patut bersukur kepada Allah karena kita masih diberi kesempatan masih bisa berkumpul di acara solawatan bersama Habib Fahmi dan Habib Husain,” ujarnya.
Lebih lanjut Hartono mengatakan bahwa terselenggaranya acara ini merupakan ide dirinya bersama Kades Sumber dan didukung masyarakat kedua desa,” tambah Hartono.
Acara sholawatan langsung dipimpin oleh kedua habib yang dalam tausiyahnya Habib Fahmi berpesan agar umat Islam senantiasa bersyukur. “Manusia harus pandai bersyukur, karena orang yang bersukur dan sabar akan selamat dunia dan akhirat,” pesannya. (*).