Semua tulisan dari Prayitno

Spirit SBY untuk Meraih Predikat Haji Mabrur

BLORA.-

Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Sabtu (19/6/2022) menggelar acara khusus di ruang kantor PWRI untuk memberikan spirit dan doa restu kepada salah satu pengurus yang akan berangkat haji bersama isterinya tanggal 30 Juni 2022, ikut dalam kloter 40.

“Yang mau berangkat haji itu Pak Pujianto Said, mantan Sekretaris DPRD Kabupaten Blora,” ujar Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya, Senin (20/6/2022).

Bambang Sulistya mengungkapkan, ibadah haji merupakan pelaksanaan Rukun Islam kelima dan sekaligus sebagai proses untuk menemukan kembali jati diri yang hilang akibat tertimbun oleh sifat-sifat kurang baik.

Disamping itu ibadah haji diharapkan mampu mendorong manusia untuk merenungkan kembali asal-usul dan keberadaannya sebagai makhluk yang berakhlak, beradab dan berperikemanusiaan.

“Setiap muslim pasti memiliki cita-cita untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci karena hukumnya wajib bagi umat muslim yang mampu,” tuturnya.

Mereka juga sangat merindukan dapat meraih haji mabrur. Pada agenda khusus diawali sambutan oleh calon haji dengan menyampaikan ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kesempatan untuk melaksanakan haji tahun 2022.

“Sebenarnya sudah dua tahun yang lalu berangkat ke Tanah Suci Mekkah. Namun karena adanya pandemi Covid-19 diundur 2022,” kata Pujianto Said.

Dirinya juga mengucapkan permohonan maaf atas segala kesalahan baik di sengaja maupun tidak sengaja yang telah diperbuat selama ini dan mohon doa restu semoga dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar dan sukses meraih predikat haji mabrur.

“Disamping itu sangat berharap apabila bapak/ibu menyayangi saya dan isteri mohon berkenan bila akan mengadakan silaturahmi ke rumah saya seyogyanya dapat dilakukan setelah saya dan isteri selesai melaksanakan ibadah haji,” harapnya.

Karena langkah bijak itu sebagai upaya preventif dan sekaligus untuk melaksanakan imbauan dari pihak yang berwajib agar ia dan isteriya bisa berangkat haji dengan sehat dan bugar tanpa terindikasi adanya penyakit virus corona.

Kemudian, Bambang Sulistya selaku ketua PWRI memberikan motivasi dan spirit serta dukungan moral agar dalam melaksanakan ibadah haji di tanah suci bisa berjalan lancar dan sukses serta meraih predikat haji mabrur dengan sebuah akronim SBY.

Yang maknanya, (S)-Semangat untuk meluruskan niat beribadah selama berada ditanah suci secara disiplin dan konsisten.

Tunaikan ibadah haji sebagai bentuk ketaatan terhadap perintah agama dan memenuhi Rukun Islam kelima.

Dengan meluruskan niat maka kita akan menjaga kemurnian tujuan berhaji. Jauhkan pikiran dari hasrat untuk menaikkan status sosial atau sekedar pamer kesalehan dengan predikat haji.

“Apalagi bangga memasang huruf “H” di depan nama pribadi,” ucapnya.

Disamping itu sikap sabar dan syukur hendaknya menjadi penguat dan pegangan selama menjalani ibadah haji.

Karena selama melaksanakan ibadah haji pasti akan menemui banyak hambatan, persoalan, ujian dan cobaan.Untuk itu sangat dibutuhkan sikap tenang dan kepala dingin dalam menghadapi hal tersebut sebagai implementasi sikap sabar dan syukur.

“Jangan lupa selalu menjaga kondisi fisik agar tetap sehat dan bugar dengan upaya istirahat yang cukup dan memberikan asupan makan bergizi yang cukup berupa makan sayur sayuran dan buah buahan serta minum suplemen mineral dan vitamin,” jelas Bambang Sulistya.

Mengingat Ibadah haji selain merupakan ibadah rohani juga ibadah fisik. Perlu diketahui rangkaian ibadah haji sangat padat dan banyak berjalan kaki yang membutuhkan stamina prima.

Berikutnya, Huruf (B)-Berbuatlah banyak kebaikan kepada kehidupan yang kita jumpai selama menjalankan ibadah haji baik kepada tanaman, hewan apalagi kepada manusia.

Disamping itu pahami filosofi dibalik rukun haji dan wajib haji. Selain itu kuasai bacaan doa,dan tahapan-tahapan ibadah haji.

Hal itu sangat membantu kelancaran dan kekhusukkan ketika kita beribadah.

Sedangkan huruf (Y)-Yakinkan pada diri kita masing- masing ketika kita sudah di tanah suci pasti sudah dijamin oleh Allah SWT bahwa kita mampu untuk melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji.

Dengan tetap memfokuskan pikiran dan energi untuk melakukan rukun haji dan wajib haji secara mantab dan penuh keyakinan.

Sekadar memberikan motivasi diri salah satu bukti bahwa seorang telah meraih haji mabrur adalah ketika Ia kembali di tanah air menjadi lebih baik dari sebelumnya, makin rajin beribadah, aktif bersedekah/berbagi/kepyur untuk saudara saudara yang kurang beruntung dan selalu memakmurkan masjid serta terus berusaha mengurangi perbuatan maksiat.

Pertemuan ditutup doa bersama yang dipimpin oleh H.Soedadyo mantan kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora dan saat ini sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora dan Ketua Muhamadiyah Kabupaten Blora.

Ia mengawali doa dengan permohonan khusus semoga Pujianto Said dan esteri dalam melaksanakan ibadah haji diberi kesehatan prima, kelancaran dan kesuksesan serta memperoleh haji yang mabrur yang sangat bermanfaat bagi umat islam dan masyarakat sekitarnya. (*).

Kelompok Sepeda Pancal, Makan Ikan besama Bapak Blora berpredikat “Otak Kanan”

BLORA.-

Kelompok sepeda pancal yang merupakan pos daya PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kabupaten Blora, Selasa (14/6/2022) kembali menghelat gowes bersama. Suasana ceria, guyub rukun, canda tawa pun terpantul bersama temaran sinar matahari pagi.

“Sudah menjadi kelaziman, sebelum berangkat bersepeda diawali dengan doa bersama dilanjutkan menentukan rute perjalanan yang akan dilalui,” kata H. Soedadyo, Ketua kelompok sepeda pancal Blora Mustika yang juga mantan kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora itu.

Kemudian agenda terakhir makan bersama di warung makan yang berlebel murah meriah, penuh asupan gizi ala empat sehat lima sempurna.

Namun, khusus untuk kegiatan gowes kelompok sepeda pancal pada hari itu, acara tidak berakhir di warung makan karena harus memenuhi undangan syukuran di rumah H.Umartono, mantan Asisten 2 Setda Kabupaten Blora.

“Istirahat mengikuti acara syukuran terasa lebih nikmat dan segar, setelah mengayuh sepeda mengelilingi Kota Blora yang hampir memakan waktu satu jam,” kata Soedadyo.

Acara syukuran diawali dengan sambutan oleh bapak berpredikat “Otak Kanan”, H. Umartono yang setiap melangkah, berkiprah dan bertindak selalu ada indikasi menggunakan otak kanan. Spontanitas dan di luar pakem, tapi untuk kebaikan dan kemanfaatan orang banyak.

Seperti syukuran yang digelar pada hari itu di luar dugaan dia menjelaskan, bahwa beberapa waktu yang lalu mendapatkan seekor Ikan Patin (Pangasius sp) dari hamba Allah yang beratnya lebih dari dua Kg.

Semula ikan itu dipelihara dicampur dengan ikan lain, tapi karena ukuran ikan patin yang cukup besar ternyata menimbulkan gangguan ikan-ikan lain yang bisa menyebabkan kematian.

Ia akhirnya memutuskan ide untuk menyantap ikan patin bersama teman-teman kelompok sepeda pancal.

Atas dasar bentuk syukur yang selama ini keluarga besar Umartono diberi kesehatan dan keselamatan oleh Allah SWT.

Di samping itu ikan patin sendiri merupakan salah satu ikan yang memiliki sumber protein hewani bernutrisi tingggi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan manusia.

Agar nilai manfaat ikan patin bisa dirasakan oleh orang banyak dan sambil promosi budaya makan ikan patin maka saya putuskan untuk menyelenggaran syukuran dengan menu utama ikan patin.

Ternyata ide syukuran itu mendapat respon dan dukungan dari istri Umartono.

Bahkan oleh istri Umartono ikan patin dimasak bumbu merica (kelo mrica), masakan istimewa dan enak rasanya yang digemari oleh para peserta goes sepeda pancal.

Menu yang lain juga tersaji sate ayam Blora, sayur gudangan, pepes ikan, tempe mendoan, kerupuk dan berbagai jenis makanan selingan untuk snak serta buah buahan.

Umartono sendiri juga hobby mancing dan paham betul tentang kasiat berbagai jenis ikan.

Ia menjelaskan khusus ikan patin memiliki berbagai manfaat bagi manusia, di antaranya mencegah penyakit jantung dan turunkan kolesterol karena ikan patin mengandung lemak omega 3 dan omega 6 yang baik untuk jantung dan pembuluh darah.

Bahkan ada yang meyakini memakan ikan patin dapat meningkatkan vitalitas. Selanjutnya ikan patin juga dapat menjaga kesehatan otak dan meningkatkan memori serta konsentrasi pada lansia sekaligus mengurangi resiko terjadinya penyakit demensia dan alzheirmer/pikun.

Mencegah anemia dan mengontrol berat badan serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Kemudian selesai ungkapan Umartono dilanjutkan acara pencerahan dan doa oleh Soedadyo yang saat ini menjabat sebagai Ketua Muhammadiyah Kabupaten Blora dan Sekretaris PWRI Kabupaten Blora Soedadyo memberikan apresiasi positif implementasi bersyukur model Umartono tidak berteori langsung dibuktikan dan bisa dinikmati oleh orang banyak.

Ia mengajak kepada seluruh para peserta kelompok sepeda pancal agar bisa membumikan sikap syukur dalam kehidupan sehari hari di masa sulit saat ini.

Sudah menjadikan kwajiban bagi manusia untuk selalu bersyukur kepada Allah SWT.

“Karena syukur, bentuk terima kasih atas segala pemberian dan nikmat yang diperoleh manusia selama menjalani kehidupan di dunia,” kata Soedadyo.

Bahkan sebagai umat Islam bersyukur dapat dilakukan melalui perbuatan, lisan termasuk hanya dalam hati.

Dengan memperbanyak bersyukur maka kenikmatan dan pahala yang diperoleh seseorang akan berlipat ganda.

Sebagaimana yang terkandung dalam Al-Qur’an surat Ibrahim: 7, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu dan jika kamu mengingkari nikmatku, maka sesungguhnya azabku sangat pedih.

Di samping itu kalau kita pandai bersyukur maka hidup penuh berkah dan terhindar dari penyakit hati seperti sombong, iri, dengki dan dendam.

Dalam budaya Jawa ada ungkapan kalau hidup akan tenang dan damai jangan bersikap Adigang, Adigung dan Adiguna .

Melalui kegiatan syukuran hari ini ada pelajaran yang sangat berharga bahwa Gerakan memasyarakatkan makan ikan (Gemarikan) terutama ikan patin penting untuk menjaga kesehatan untuk terwujudnya manusia yang sehat, kuat dan cerdas.

Di samping itu nembumikan syukur dalam kehidupan sehari-hari dapat menciptakan hidup makin berkah, terarah dan nikmat serta pahala makin bertambah. (*).

Belum Dapat Dukungan APBD, Pengurus KORMI Blora Swadaya Ikuti Pembukaan FORDA Jateng 2022

BLORA.-

Pengurus KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kabupaten Blora, Sabtu (11/6/2022) mengikuti pembukaan Festival Olahraga Rekreasi Daerah (FORDA) Jawa Tengah yang digelar di Gedung Olah Raga (GOR) Satria Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Ketua KORMI Blora, H. Subekti, yang juga juga sebagai pengurus inti PWRI Kabupaten Blora menjelaskan bahwa kedatangannya bersma sejumlah pengurus pada acara pembukaan FORDA, selain ingin menyerap ilmu dan pengalaman serta mengenal berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan juga untuk berekreasi yang nantinya bisa disosialisasikan dan diamalkan di Kabupaten Blora.

“Memang sampai saat ini Organisasi KORMI Blora belum mendapat dukungan dana dari APBD Blora. Namun tidak pernah patah arang dengan semangat swadaya murni atas dukungan dana secara ikhlas dari para pengurus siap mengemudikan amanah yang diemban,” kata Subekti yang juga mantan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Blora itu, Senin (13/6/2022).

Keberangkatannya pada pembukaan KORMI di Banyumas, terinspirasi oleh slogan Bung Karno, Presiden RI pertama yang dimuat dalam buku Dibawah Bendera Revolusi “Rawe Rawe Rantas Malang Malang Putung”.

Hanya berbekal petunjuk dan doa serta restu dari Kunto Aji, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora di bawah komando H. Subekti selaku ketua, diikuti H. Harsono (wakil ketua), H. Soedayo (Sekretaris), dan Mulyono berangkat ke Banyumas.

Dijelaskannya, berbagai even sudah digelar di kabupaten Blora diantaranya Gebyar KORMI bersama Bupati Blora.

“Dalam FORDA tersebut Blora hanya mengikutkan satu cabang olahraga yaitu senam kesegaran jasmani secara swadaya,” ucapnya.

Disampaikannya, pelaksanaan FORDA se Jateng dihadiri oleh 35 Kabupaten/Kota dan cabang olahraga yang dipertandingkan ada 23 cabang olahraga yang berlangsung mulai dari 10 hingga 12 Juni 2022.

Peresmian pembukaan dilakukan oleh Ketua Umum KORMI Jateng RR Maria Tri Mangesti.

Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa kegiatan Festival Olahraga Rekreasi baru pertama kali dilakukan setelah fakum selama dua tahun sebagai akibat adanya pandemi Covid-19.

Maria bersyukur kegiatan FORDA bisa digelar kembali yang mendapat respon antusias karena bisa dihadiri seluruh kabupaten/kota di Jateng.

Pihaknya berpesan agar kesempatan yang baik melalui kegiatan FORDA bisa dibangun semangat bertading yang dilandasi suasana kerukunan, keguyuban, kebugaran dan kebersamaan dalam menciptakan Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

“Jadikan referensi berbagai kegiatan yang ada di FORDA untuk dikembangkan di daerah masing masing guna memberi konstribusi positif sebagai wahana rekreasi dan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Sementara Wakil Bupati Banyumas Sadewo Trilastiono dalam dalam sambutannya mengucapkan terimakasih telah ada FORDA even besar tingkat Jawa Tengah yang digelar di Purwokerto sehingga bisa menjadi ajang promosi pariwisata Banyumas.

Wabup Banyumas itu juga sangat mengharapkan kepada peserta FORDA untuk memanfaatkan kesempatan agar berekreasi di Banyumas.

Menurutnya, di Banyumas banyak tempat rekreasi yang cocok untuk menghibur keluarga, diataranya, menara teratai, Mas Kumambang, Baturaden dan masih banyak tempat wisata lainnya.

Setelah mengikuti dan mengamati berbagai kegiatan di FORDA, Soedayo selaku Sekretaris KORMI Blora tergerak hatinya untuk segera menyebarluaskan berbagai kegiatan olahraga rekreasi di Kabupaten Blora utamanya kegiatan olahraga permainan untuk anak-anak sekolah.

Karena sebelum berangkat ke Banyumas dirinya sudah membuat alat olahraga egrang dan sandal bakiak. Bahkan sudah dipraktikkan dan dilombakan secara terbatas.

Semangat yang sama juga digelorakan H.Harsono walau belum ada dukungan dana dari Pemerintah Daerah untuk KORMI. Ia siap mengikhtiarkan agar KORMI tetap Eksis dan berguna bagi kesehatan masyarakat.

“Ibarat peribahasa, sekali layar terkembang surut kita berpantang. Sekali kita sudah siap menerima amanah sebagai Pengurus KORMI pantang mundur untuk tetap berkarya nyata untuk kebugaran dan kesehatan masyarakat Blora walau belum ada dukungan dana,” ungkapnya. (*).

Bumikan Silaturahmi, Pengurus KPTR Manteb Blora Jenguk Keluarga Anggota yang Sakit

BLORA.-

Mendengar salah satu anggota pengawas koperasi sedang mengalami ujian dari Allah SWT, para pengurus Koperasi Petani Tebu Rakyat Mandiri Tebu (KPTR Manteb) Kabupaten Blora, Minggu (5/6/2022) langsung melaksanakan silaturahmi ke Kabupaten Grobogan.

Ketua KPTR Manteb Blora Bambang Sulistya mengatakan, bahwa kunjungannya ke rumah Murmin di Purwodadi, Grobogan untuk menjenguk istri pengawas koperasi tersebut yang sempat mengalami kecelakaan.

“Sementara Pak Murmin yang merupakan seorang anggota militer, bulan depan juga akan memasuki purna tugas,” ujar Bambang Sulistya.

Menurut Bambang, silaturahmi dilakukan sekaligus dalam upaya menumbuhkan semangat kekeluargaan, keguyuban, kerukunan dan kebersamaan keluarga besar Koperasi Petani Tebu Rakyat Mandiri Tebu (KPTR Manteb) Kabupaten Blora.

Ikut dalam kegiatan silaturahmi diantaranya KH.Abu Nafi (Ketua Pengawas Koperasi), Suwignyo (bendahara koperasi), dan Suti (karyawati koperasi).

“Saya bersyukur, di tengah kesibukan yang luar biasa KH Abu Nafi masih dapat menyempatkan diri untuk ikut bersilaturahmi. Karena beliau saat ini mendapat amanah menjadi Anggota DPRD Provinsi Jateng,” ujar Bambang Sulistya.

Menurutnya, KH Abu Nafi yang juga mantan Wakil Bupati Blora itu juga aktif sebagai mubaligh. “Ia seorang figur sosok pimpinan di Kabupaten Blora yang memiliki hobby bersilaturahmi,” sambungnya.

Karena kegiatan silaturahmi diyakini sebagai salah satu sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan sangat bermanfaat baik di dunia maupun diakhirat nanti.

Disamping berbagai keutamaan lainnya, yaitu, menjaga kerukunan dan keharmonisan dengan sesama umat, menjadi makhluk yang paling mulia, dijauhkan dari api neraka.

Kemuduan, dapat memperoleh tambahan ilmu dan hikmah hidup, memperpanjang umur serta melapangkan rezeki.

Sebagamana sabda Rasululallah SAW, “Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali Silaturahmi” (HR Bukhari-Muslim).

“Ternyata keutamaan silaturahmi yang telah diungkapan oleh mbah Abu itu betul. Ketika sudah ketemu pak Murmin sekeluarga. Apalagi saat mendengar ungkapan pak Murmin selama menghadapi cobaan, mulai dari berbagai lika-liku ikhtiar untuk mencari kesembuhan,” bebernya.

Juga, sampai menata hati untuk belajar sabar dan syukur. Bahkan ada berbagai kejadian terungkap penuh dengan keajaiban dan mesteri yang makin meningkatkan diri kepada Ilahi Tuhan Yang Maha penyembuh.

“Ketika saya mendengar semua cerita dari pak Murmin dari awal sampai akhir semakin meyakinkan kepada saya bahwa kegiatan silaturahmi memiliki manfaat yang luar biasa,” ungkapnya.

Mampu membangkitkan rasa simpati dan empati serta mampu menggugah nurani untuk semakin taat melaksanakan perintahNya dan menjahui laranganNya.

Ada ungkapan bijak bahwa hidup ini anugrah, waktu adalah kesempatan maka manfaatkan waktu yang kita miliki saat ini untuk berbuat baik, tetap rendah hati dan terus tebarkan cinta kasih kepada sesama.

Niscaya hidup kita akan damai, sejahtera dan bahagia dunia dan akherat. “Semoga ujian pak Murmin segara berahkir dan membuahkan kelimpahan kebahagian dan kesuksesan,” harapnya.

Disisi yang lain mari kita semua mumpung masih diberi kesempatan untuk melihat matahari jadikan kegiatan silaturahmi menjadi kebutuhan hidup agar disisa hidup ini menjadi barokah dan bermanfaat bagi banyak orang. (*).

Paguyuban MAOS Blora Siap Membumikan Pancasila

BLORA.-

Paguyuban MAOS (Manut Obahe Sikil) yang bisa diartikan mengikuti geraknya kaki, Kamis (2/6) lalu menyelenggarakan kegiatan resepsi Ulang Tahun ke-14. Ibarat peribahasa, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kegiatan dengan banyak agenda itu dihelat di ruang pertemuan Rumah Makan Nirwana, Jepon, Kabupaten Blora.

Selain kegiatan utama berupa resepsi ulang tahun, pada kesempatan itu juga diadakan kegiatan penyerahan bantuan dana dari paguyuban MAOS ke Yayasan Darul Hadlonah Desa Sukorame Blora dan Aisyiah Putri PDM Blora.

Usai menyimak tausiah halalbihalal yang disampaikan KH. Suwandi, pengurus dan anggota MAOS tampak terbuai menikmati suasana syahdu dan damai dalam syair lagu “Tuhan” yang dibawakan oleh Tomy Suyitno yang memiliki suara emas mirip suara penyanyi Tomy J. Pissa.

Sebagai upaya membumikan Pancasila pada anggota MAOS, seluruh peserta yang hadir diajak mengucapkan Pancasila tanpa membaca teks.

Paguyuban MAOS yang dipimpin oleh H. Soepandi memiliki anggota 106 orang dengan latar belakang profesi, tempat tinggal, status sosial, agama maupun umur yang sangat beragam.

Melihat kondisi tersebut Paguyuban MAOS bak miniatur NKRI-nya Blora. Berbagai figur yang cukup dikenal di Kota Blora seperti H. Mukino, H. Harsono, H. Suwandi dan Suprapto ikut bergabung di paguyuban MAOS.

Soepandi dalam sambutannya mengatakan, ada 7 (tujuh) kegiatan yang telah diprogramkan di MAOS diantaranya kegiatan joging atau jalan kaki, lari-lari kecil di Alon-alon Kota Blora sekaligus Alon-alon menjadi kantornya MAOS.

“Kemudian gowes atau sepeda santai, senam kebugaran tubuh, kegiatan anjang sana menengok orang sedang sakit,” jelas Soepandi.

Berikutnya, wisata mandiri, bakti sosial memberikan bantuan orang sedang mendapatkan musibah termasuk menyalurkan bantuan sembako kepada kaum duafa pada saat pandemi Covid-19 dan memberikan bantuan air bersih saat musim kemarau.

Terakhir kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama Majelis Ar Rohman yang diketuai H Umartono, mantan Asisten 2 Setda Blora yang berlangsung di tempatnya H.Mukino.

Kemudian di MAOS ada tiga sesanti yang dijadikan yel yel membangun semangat bagi para anggota.

“Pertama, kalau mau sehat ikut MAOS. Kedua, kalau mau sejahtera ikut MAOS, dan ketiga kalau mau masuk surga ikut MAOS,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam membangun rasa kekeluargaan, kerukunan dan keguyuban setiap anggota yang berulang tahun selalu dimeriahkan dengan acara makan bersama sama para anggota, menu makanan ala empat sehat lima sempurna secara gratis yang didukung oleh para peserta yang berkemampuan.

Kegiatannya diselenggarakan di Alon-alon Blora. Demikian pula bila ada anggota yang sedang sakit secara kompak dijenguk untuk memberikan doa dan spirit agar segera sembuh.

“Khusus untuk kegiatan hari ulang tahun ke-14 MAOS bisa terselenggara berkat partisipasi aktif dari para sponsor dan para anggota secara suka rela sesuai dengan kemampuan dan keiklasan dari yang bersangkutan,” imbuhnya.

Mengingat sudah dua tahun ini akibat pandemi Covid-19 intensitas kegiatan wisata berkurang, maka seiring suasana gangguan Virus Corona sudah mulai mereda MAOS akan segera mengagendakan kembali dan membangkitkan semangat berwisata mandiri.

Menurut catatan H. Soepadi para anggota Maos sudah berangkat ke pulau Dewata dua kali, obyek-obyek wisata di Jateng dan Jatim hampir semua sudah dikunjungi.

Sementara H. Bambang Sulistya selaku pembina MAOS menyampaikan pesan dan spirit kepada para pengurus dan para anggota.

Pertama untuk menindaklanjuti anjuran bapak Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila 2022 di Ende NTT yang meminta agar seluruh bangsa Indonesia dapat membumikan nilai nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dikehidupan sehari hari.

“Maka saya meminta kepada ketua Paguyuban MAOS untuk tampil lagi mengucapkan kelima Sila dalam Pancasila tanpa membaca teks yang ditirukan oleh seluruh peserta yang hadir,” paparnya.

Suasana pertemuan makin dinamis dan antusias kembali diingatkan masa lalu saat mengikuti setiap upacara resmi. Kemudian selesai pengucapan Pancasila.

“Saya memohon kepada seluruh peserta mulai saat ini jangan pernah malu dan takut mengucapkan kata Pancasila dalam setiap pertemuan dimanapun kita berada,” tuturnya.

Hal itu, karena Pancasila telah terbukti menjadi perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa.Bahkan Pancasila juga menjadi pedoman kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, memberikan apresiasi positif atas segala aktivitas, kegiatan dan kiprah yang telah dilakukan oleh pengurus dan para anggota untuk meningkat kualitas diri sumber daya manusia dan peduli serta berbagi kepada saudara kita yang belum beruntung.

“Berkenaan dengan hal tersebut mohon kepada bapak ketua paguyuban dan bapak Harsono untuk bisa membangun sinergi sesarengan mbangun Blora dengan bapak Bupati agar Paguyuban MAOS kedepan makin eksis dalam memberi kontribusi positif kepada masyarakat,” lanjutnya.

Mantan Sekda Blora itu sangat berharap semoga pada saat ulang tahun MAOS tahun 2023 dapat diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Ketiga, jadikan MAOS sebagai sebuah akronim untuk memotivasi diri dan peningkatan kualitas diri dalam berkiprah dan bertindak di dalam keluarga dan masyarakat.

Yaitu, dengan memaknahi MAOS sebagai berikut; (M) Maju dalam berpikir, bersikap dan bertindak untuk mewujudkan kebaikan dan memberikan nilai manfaat kepada orang lain.

Jadikan ungkapan bijak “Berpikir Global bertindak lokal” sebagai inspirasi dan jimat dalam setiap kita melangkah.

Selanjutnya huruf (A) Aktif untuk selalu meningkatkan kwalitas diri dan imunitas diri serta mengimplementasikan ibadah sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan kegiatan silahturahmi dan berbagi kepada kaum duafa menjadi menu kebutuhan hidup,” ajaknya.

(O) Ojo dumeh yang selalu menjadi pitutur bijak kepada kita semua hendaknya bisa sebagai pepeling (pengingat) dalam pergaulan di masyarakat.

Apalagi sikap adigang, adigung, adiguna merupakan peringatan kepada siapun yang saat ini memiliki kelebihan kekuatan,kekuasaan dan kepinteran agar tidak bertidak sombong dan mlete.

Karena saat ini masih banyak anggota masyarakat yang menderita dan mudah bersumbu pendek sebagai dampak pandemi Covid-19.

Selanjutnya huruf (S) Syukurilah apa yang kita miliki, apa yang kita hadapi, apa yang kita capai peroleh dalam kehidupan di zaman Omicron ini.

Karena apapun kenyataan itu yang terbaik buat kita dan apabila kita selalu bersyukur hidup akan semakin damai,nyaman dan tidak mudah kufur.

Akhirnya perhelaan hari ulang tahun ke-14 MAOS dilanjutkan pemotongan tumpeng ulang tahun dan diakhiri tausiah halalbihalal oleh KH Suwandi yang menekan dan memotivasi agar dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita harus saling asah, asuh dan asih terhadap sesama umat serta berlindung dan bersandar diri pada Kuasa Ilahi Tuhan Yang Maha Bijaksana.

Di paguyuban MAOS pengamalan Pancasila sudah dilaksanakan secara baik dan konsisten.

Terbukti di paguyuban MAOS para anggota dan pengurus sudah tercipta hubungan yang harmonis guyub rukun dan migunani.

Sering bersedekah/kepyur/berbagi kepada kaum duafa dan membudayakan semangat mengaji untuk mendekatkan diri kepada Sang Ilahi Gusti. (*)

Wujudkan Kebahagiaan Hidup dengan Lestarikan Amalan Bulan Ramadhan

BLORA.-

Peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2022 yang bertepatan pada bulan Syawal 1443 Hijriah, oleh pengurus PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) dimanfaatkan untuk memacu diri untuk membangkitan semangat pengabdian serta meningkatkan tali silahturami antar pengurus.

Seperti disampaikan Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya pada acara halalbihalal yang digelar secara sederhana di ruang pertemuan PWRI Kabupaten Blora, Sabtu (21/05/2022).

Halalbihalal dengan tema “Melestarikan Amalan Bulan Ramadan untuk Mewujudkan Kebahagian Hidup” dengan menghadirkan mubalig KH. Ishad Sofami, mantan pejabat Kemenag berusia 79 tahun yang pernah diundang oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara.

“Saat ini masih banyak aktivitas yang dilakukan, selain masih aktif mengajar juga selaku ketua PWRI Kelurahan Tambahrejo Kecamatan Blora,” tambah Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora.

Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh H.Soedadyo mantan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris PWRI Kabupaten Blora dan Ketua Muhammadiyah Kabupaten Blora.

“Saya memulai sambatun dengan menyampaikan ucapan seorang bijak, yaitu, apabila setiap umat manusia dapat memenuhi tiga kebutuhan hidupnya baik kebutuhan individualnya, kebutuhan sosial maupun kebutuhan spiritualnya, maka niscaya hidupnya akan bahagia dan sejahtera,” terangnya.

Saat ini masih bulan Syawal, bulan peningkatan, mestinya sebagai orang beriman tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan hidup tersebut dengan melakukan amalan-amalan seperti ketika kita mengikuti diklat di bulan Ramadan.

“Secara khusus saya memaknai “AMALAN” sebagai sebagai sebuah akronim yang mencerminkan langkah langkah untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang,” tuturnya.

Adapun kiprah tersebut diawali dengan hurup, (A) Aktif memakmurkan di masjid, di lingkungan masyarakat dan upaya memakmurkan pada diri sendiri dengan berbagai aktifitas yang positif dan yang mampu memberikan nilai manfaat bagi orang lain.

Selanjutnya huruf, (M) Mantabkan hubungan tali silahturahmi dengan berbagai pihak yang mampu memberikan sinergi untuk menumbuhkan kepekaan sosial dan rasa kekeluargaan, kerukunan, keguyuban dan kebersamaan di masyarakat.

“Gulirkan semangat bersama kita bisa. Bisa membangkitkan ekonomi masyarakat dan tumbuhnya semangat Berdikari (berdiri diatas kaki sendiri) dari seluruh elemen masyarakat,” tambahnya.

(A) Adopsi dari berbagai informasi dan teknologi yang akan memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas diri manusia dan stop berbagai informasi yang akan menimbulkan kegaduan,perpecahan dan intoleransi di masyarakat.

Kemudian huruf, (L) Lakukan terus upaya untuk selalu mengendalikan diri saat kita sedang menghadapi persoalan apapun baik dalam berpikir, bersikap, berucap dan bertindak. Ibarat dalam pitutur bijak, kapan saja dimanapun kita berada tebarkan kasih sayang untuk menumbuhkan bahwa kita adalah saudara,saudara sebangsa dan setanah air yang berdasarkan ideologi Pancasila.

Berikutnya huruf, (A) – Adab dalam bertetangga dan bergaul di masyarakat hendak bisa mencermin dan menciptakan suasana penuh kedamaian dan perilaku positif serta Islami. Kikis sikap egoisme dan hanya mementingkan kepentingan pribadi serta kelompoknya. Ingat adab yang baik dapat menumbuhkan kecintaan seseorang terhadap sesama manusia dan dapat mencegah manusia dalam melakukan tindakan tercela atau keji.

Terakhir huruf, (N) Niat ikhlas hendaknya mendasari dalam melakukan berbagai aktifitas,kiprah dan perbuatan dalam kehidupan sehari hari. Sehingga setiap melakukan perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang lain selalu dimaknahi sebagai bentuk ibadah.Puncak acara halalbihalal disampaikan tausiah oleh KH Ishad Sofani yang memperdalam pemahaman berbagai amalan dalam bulan Ramadan yang mestinya terus dilestarikan mulai saat ini sampai bulan Ramadan yang akan datang.

Amalan tersebut meliputi salat lima waktu berjamaah, salat sunah tahajud, dhuha, dzikir, membaca Al-Qur’an, istighfar, itikaf, berpuasa, memperbanyak sedekah.

Ia menyampaikan Hadist Riwayat Tirmidzi, Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, iringilah keburukan dengan kebaikan niscaya kebaikan tersebut akan menghapuskan keburukan. Dan bergaullah dengan manusia yang berakhlak mulia.

Hadist tersebut mengandung tiga wasiat yang sangat penting, yakni wasiat tentang hubungan secara vertikal manusia dengan Allah (Habluminanallah) dan secara horisontal sesama manusia (habluminannas).

“Pertama, perintah bertakwa dimanapun berada. Dua tidak menunda-nunda amal sholeh. Ketiga memiliki akhlak yang mulia dalam berhubungan dengan manusia,” tuturnya.

Ia memberikan penekanan utama saat ini amalan Ramadan yang perlu dilestarikan selain peningkatan kualitas ibadah spiritual juga ibadah sosial terutama sedekah. Orang suka kepyur dijamin makmur dan mujur dalam kehidupannya serta dijamin masuk surga.

Secara khusus bapak KH Ishad Sofami memberi resep awat muda dengan resep SMS. Yaitu, (S)-Syukur atas segala yang dimiliki dan diterima, (M)-Masih terus mengajar terutama memberi ilmu kepada anak anak. (S)-Sabar dalam setiap menghadapi persoalan hidup.

“Demikian semoga kita dapat menjadi insan yang dicintai Allah dengan terus melestarikan amalan amalan bulan Ramadan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat,” katanya. (*).

Bambang Sulistya: PMK, Spirit Menggapai Kehidupan yang Lebih Baik

PADA acara halal bihalal PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kelurahan Karangjati Kecamatan Blora, Selasa (17/5) lalu, Ketua PWRI Kabupaten Blora Bambang Sulistya sempat mengajukan sebuah pertanyaan kepada para peserta yang hadir, “Apa yang dimaksudkan dengan PMK?”.

Menurut Bambang, gencarnya pemberitaan seputar PMK di media massa telah menimbulkan dinamika baru di masyarakat. Hingga Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meyakinkan kepada masyarakat bahwa Penyakit Mulut dan Kuku yang menyakiti hewan ternak sapi tidak akan membahayakan manusia.

“Untuk itu, diminta kepada kita semua jangan panik dengan PMK,” ucap mantan Sekda Blora itu.

Justru Bambang menjadikan akronim PMK untuk spirit menggapai kualitas kehidupan yang semakin baik dan mantab di masa mendatang.

Dengan memaknahi huruf (P): Pengendalian diri di masa sulit seperti saat ini seharus semakin dimantabkan. Tidak mudah bersumbu pendek dalam menghadapi persoalan baik di internal keluarga maupun di masyarakat.

Kemudian huruf (M): Menjalin silahturahmi dalam kehidupan saat ini jadikan kebutuhan hidup.

Sehingga melalui silahturahmi diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pada tataran praktis di masyarakat orang yang suka bersilahturahmi akan mendapatkan rejeki yang berlimpah dan hidup makin berkah,” ujar mantan Sekda Blora itu.

Selanjutnya huruf (K): Kepedulian dan kepekaan hidup di masyarakat harus semakin ditingkat-mantabkan. Karena saat ini masih banyak di lingkungan kita saudara saudara yang belum beruntung yang sangat mengharap adanya bantuan dari orang-orang berkemampuan dan dermawan.

“Dengan demikian kalau akronim PMK dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari maka hidup makin bergairah dan terarah,” tandasnya. (*)

Jadikan PMK sebagai Spirit Menggapai Kualitas Kehidupan yang Lebih Baik

BLORA.-

Semangat untuk menyambung silahturami sepertinya sudah menjadi sebuah keniscayaan yang diwujudkan dalam kehidupan bangsa Indonesia khususnya masyarakat di Kabupaten Blora.

Selama bulan Syawal, hampir setiap hari berbagai organisasi kemasyarakatan berlomba-lomba mengemas agenda pertemuan yang dirangkaikan dengan acara halalbihalal, dalam rangka menyambung silaturahmi setelah dua tahun fakum karena pandemi COVID-19.

Salah satunya seperti yang dilakukan Pengurus Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Karangjati Kecamatan Blora, Selasa (17/5/2022) menggelar pertemuan rutin dan kegiatan halalbihalal di Rumah Makan Latansa di Kelurahan Karangjati.

Menurut ketua PWRI Kelurahan Karangjati Edy Widodo, kegiatan pertemuan rutin yang dikolaborasikan dengan kegiatan halalbihalal merupakan hasil musyawarah dari para pengurus dan anggota dengan tujuan untuk memantabkan tali silaturahmi guna mewujudkan rasa kekeluargaan, kebersamaan, kerukunan dan keguyuban para peserta dalam keluarga besar PWRI Kelurahan Karangjati.

“Acara dikemas dalam suasana santai dengan menghadirkan penyanyi berserta solo diharapkan bisa menghibur para peserta,” kata Edy, Kamis (19/5/2022).

Pada kesempatan itu dihadirkan pula Kyai Gaul yang memberi tausiah, menambah suasa pertemuan semakin gaul penuh gelak tawa dan pitutur yang bermagna.

Masih dimantabkan dengan pemberian doorprize yang disponsori oleh Kepala Kelurahan Karangjati dan doorprize sayembara dari Bukit Efendi (Ketua RW V Perumnas Karangjati) yang dikenal memiliki predikat Ustad Pujangga.

Dalam menyampaikan sambutan atau kultum, ia selalu membacakan pantun pantun ciptaannya yang lucu dan menghibur.

Hal ini mengingat di Kabupaten Blora dikenal sebagai Gudangnya Sapi Jawa Tengah dan saat ini sedang ramai dibicarakan tentang PMK (Penyakit Mulut dan Kuku)

Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya mengawali sambutan mengajukan sebuah pertanyaan kepada para peserta yang hadir, “Apa yang dimaksudkan dengan PMK?” ucapnya.

Bagi peserta bisa menjelaskan langsung mendapatkan doorprize langsung dari langit berupa amplop yang berisi fulus. Ternyata, banyak peserta yang mengangkat tangan siap menjawab. Akhirnya memilih salah satu peserta untuk menjawab.

PMK adalah Penyakit Mulut dan Kuku yang saat ini sedang menyerang sapi di berbagai Kabupaten di Jawa Timur dan Propinsi Aceh.

Sebagai akibat pemberitaan tentang PMK diberbagai mass media yang gencar dan intensif telah menimbulkan dinamika baru di masyarakat.

Sampai Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meyakinkan kepada masyarakat bahwa Penyakit Mulut dan Kuku yang menyakiti hewan ternak sapi tidak akan membahayakan manusia.

Karena berdasarkan hasil diskusi Kementrian Kesehatan dengan Organisasi Kesehatan Dunia(WHO) dan Badan Kesehatan Hewan Dunia(OIE) menegaskan bahwa Penyakit Mulut dan Kuku ini hanya menulari ke hewan saja.

“Untuk itu, diminta kepada kita semua jangan panik dengan PMK,” ucapnya.

Justru jadikan Akronim PMK untuk spirit menggapai kualitas kehidupan yang semakin baik dan mantab di masa mendatang.

Dengan memaknahi huruf (P): Pengendalian diri dimasa sulit seperti saat ini seharus semakin dimantabkan.

Tidak mudah bersumbu pendek dalam menghadapi persoalan baik di internal keluarga maupun di masyarakat.

Ciptakan suasana guyup rukun,tentram dan damai di masyarakat. Gulirkan semangat Bhineka Tunggal Ika dan rukun agawe santosa crah agawe bubrah. Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh.

Kemudian huruf (M): Menjalin silahturahmi dalam kehidupan saat ini jadikan kebutuhan hidup.

Sehingga melalui silahturahmi diharapkan mampu menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Pada tataran praktis di masyarakat orang yang suka bersilahturahmi akan mendapatkan rejeki yang berlimpah dan hidup makin berkah,” ujar mantan Sekda Blora itu.

Selanjutnya huruf K:Kepedulian dan kepekaan hidup di masyarakat harus semakin ditingkat-mantabkan.

Karena saat ini masih banyak di lingkungan kita saudara saudara yang belum beruntung yang sangat mengharap adanya bantuan dari orang orang berkemampuan dan dermawan.

“Kita gunakan adalah siapa yang suka kepyur akan makmur dan mujur,siapa yang suka berbagi akan mukti dan siapa yang suka sedekah rejeki akan melimpah serta hidup makin berkah,” imbuhnya.

Dengan demikian kalau akronim PMK dapat kita amalkan dalam kehidupan sehari hari maka hidup makin bergairah dan terarah.

Tidak lagi dihantuhi perasaan resah, gelisah dan takut menghadapi realita kehidupan.

Terakhir, kegiatan halalbihalal disampaikan tausiah dari Kyai Gaul Perumnas Karangjati, Imam masjid Nurul Falah.

Topik pembahasan mengenai upaya membangun silahturahmi dan komunikasi di masyarakat.Salah ungkapan yang menggelitik adalah seseorang yang tidak pernah bersilahturahmi berarti orang tersebut sudah tidak ada di masyarakat.

“Lakukan komunikasi dengan hati kepada siapapun niscaya akan memberikan peluang yang berarti bagi kehidupan yang sedang dihadapi,” tambahnya.

Terbukt, kata Kyai Gaul selama bulan Ramadan 1443 H dengan komunikasi hati yang dibangun mampu menyadarkan umat untuk memberi dukungan pengadaan mobil dan kelengkapan peralatan jenasah di Masjid Nurul Falah. (*).

Bagikan Paket Sembako untuk Petugas Kebersihan, KORMI Blora Siap Ikuti FORDA 2022

BLORA.-

Meskipun sejak dilantik oleh Bupati Blora pada awal Desember 2021 hingga saat ini belum ada dukungan dana dari Pemerintah Daerah, tekad dan semangat untuk beraktivitas serta berkiprah para pengurus KORMI (Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kabupaten Blora tidak pernah padam dalam rangka mendukung kesehatan, kebugaran dan kegembiraan masyarakat Blora.

Di bawah kepemimpinan H. Subekti, pada awal Januari 2022 pengurus KORMI bersama Bupati/Wakil Bupati Blora telah mengadakan Gebyar KORMI dengan kegiatan sepeda santai dan senam kebugaran jasmani di Alun alun Blora. Disertai pembagian paket sembako untuk kaum duafa dan pembagian paket doorprize yang jumlahnya lebih dari 70 buah untuk para peserta sepeda santai dan peserta senam kebugaran jasmani.

Dan, pada Selasa tanggal 17 Mei 2022 KORMI kembali menggelar rapat konsolidasi dan halalbihalal secara sederhana di ruang Kantor PWRI Kabupaten Blora.

“Sebelum dilaksanakan rapat konsilodasi dan halalbihalal, kegiatan diawali dengan penyaluran paket sembako bantuan dari Bapak Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andriyanto kepada para petugas kebersihan di Kecamatan Blora yang bernaung di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora.” ujar Ketua KORMI Kabupaten Blora H.Subekti, Rabu (18/5/2022)

Sebelum menyerahkan bantuan Ia memberikan sambutan yang menjelaskan bahwa bantuan sembako yang berasal Komjen Pol Agus Andrianto, adalah putra terbaik asli Blora.

“Untuk hari ini memang hanya diberikan kepada petugas kebersihan yang secara ikhlas tiap hari bekerja dan menjaga agar Kota Blora tetap bersih dan indah,” ungkapnya.

Semoga bantuan sembako ini yang merupakan bentuk perhatian istimewa dari Komjen Pol Agus Andrianto dapat memberikan semangat pengabdian yang tinggi dan makin rajin bekerja bagi para petugas kebersihan di Kabupaten Blora.

Karena ada ungkapan kebersihan adalah sebagian dari iman dan menjaga kebersihan merupakan pangkal kesehatan.

“Andaikata para petugas kebersihan tidak melaksanakan tugas mereka dengan baik bisa dibayangkan pada liburan Hari Raya Idulfitri 1443 H pasti Kota Blora sekitarnya akan kelihatan kumuh dan kurang menarik,” kata Subekti.

Tentu saja hal itu akan menimbulkan kesan yang kurang baik bagi para pemudik yang datang ke Blora. Penyerahan bantuan sembako dilaksanakan di halaman kantor PWRI Blora. Pada kesempatan itu Subekti juga menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan karya nyata para petugas kebersihan yang telah bekerja dengan baik.

“Karena masih di dalam bulan Syawal, saya pribadi dan atas nama pengurus KORMI Blora mengucapkan selamat hari raya Idulfitri mohon maaf lahir batin,” ucapnya.

Awakmedia melihat wajah-wajah petugas kebersihan yang menerima bantuan paket sembako tampak gembira. Diantara mereka ada yang mengucap puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, karena di tengah situasi sulit seperti saat ini masih ada pejabat dari pusat yang peduli dan berbagi untuk para pejuang kebersihan.

Mereka juga berterimakasih dan berdoa semoga Komjen Pol Agus Andrionto beserta keluarga selalu dalam lindunganNya sehat walafiat, rejeki melimpah dan diparingi karier cemerlang.

Pada kesempatan yang sama, Istadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora juga mengucapan terimakasih kepada Komjen. Pol. Agus Andrianto yang telah peduli membantu paket sembako kepada para petugas kebersihan. Karena para petugas kebersihan berada dibawah tanggung jawabnya.

Selesai penyerahan sembako para pengurus KORMI satu persatu menyalami para petugas kebersihan sebagai ungkapan simpati atas kegembiraan para petugas kebersihan yang menerima bantuan sembako sambil mengucapkan Selamat hari raya Idulfitri mohon maaf lahir batin.

Kemudian dilanjutkan kegiatan rapat konsolidasi dan halalbihal pengurus KORMI Kabupaten Blora.

Adapun hasil rapat konsolidasi adalah sebagai berikut, pertama, Pengurus KORMI telah menyepakati berbagai program yang akan dilaksanakan di tahun 2022 dengan catatan kegiatan akan dilaksanakan disesuaikan dengan tersedianya dukungan dana yang ada.

Kedua, KORMI Kabupaten telah menyiapkan berbagai hal untuk kegiatan FORDA 2022 yang akan dilaksanakan besok bulan Juni 2022 di Banyumas.

Ketiga, semua program dan persiapan Forda 2022 akan dikordinasikan dengan dinas terkait dan akan dikonsultasikan juga kepada Bupati.

Akhirnya melalui rapat konsulidasi dan halalbihalal KORMI siap berbakti dan mengabdi sesarengan mbangun Blora untuk mendukung memasyarakatkan olahraga rekreasi dan mengolahkan olah raga rekreasi masyarakat dalam mewujudkan kesehatan,kebugaran dan kegembiraan. (*).

Semangat JIMAT dalam Halalbihalal PWRI Kecamatan Bogorejo, Blora

BLORA.-

Suasana kekeluargaan dan kegembiraan mewarnai kegiatan halalbihalal pengurus dan anggota PWRI (Persatuan Wredatama Republik Indonesia) Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora, Minggu (15/5/2022).

Berkali-kali gelak tawa terdengar meledak dari para peserta yang hadir, seolah mereka terhibur setelah dua tahun kerinduan tidak bisa terasalur akibat Pandemi Covid-19.

Pitutur dalam ceramah yang disajikan oleh KH Sugeng sangat melegakan hati. Tersajinya berbagai menu makanan khas desa juga bisa menjadi teman dalam menyimak ceramah dari seorang profesional yang lucu itu.

KH Sugeng yang dalam materi ceramahnya menyampaikan pentingnya bersilahturahmi, juga menegaskan bahwa orang tua kita adalah Jimat kita yang wajib kita jaga. Maka, rawatlah. “Dan harus mendapat prioritas utama tatkala kita bersilahturahmi di bulan Syawal,” pesannya.

Setiap peserta yang hadir selain disajikan makan prasmanan masih diberi bingkisan berkat yang berisi nasi, lauk dan buah buahan.

Dalam sambutannya, Ketua PWRI Kecamatan Bogoreja Suliman mengaku bersyukur karena sejak diberi amanah menjadi ketua PWRI Kecamatan pada Tahun 2020, baru sekarang bisa menyelenggarakan halalbihalal di tempat tinggalnya, dalam susana penuh keberkahan.

“Awal saya pimpin anggota PWRI di Kecamatan Bogorejo hanya 38 orang, sekarang sudah berkembang anggotanya menjadi 85 orang,” ujar Suliman, mantan pengawas guru SD dan sekarang juga menjadi ketua paguyuban Koperasi Mitra Sejati yang beranggotakan 250 orang dan memiliki modal Rp 750 juta.

Menurut Suliman, salah satu kiat dipercaya orang dan mampu mengemban serta mengembangkan organisasi adalah dengan rajin bersilahturahmi, jujur, dan suka kepyur (berbagi sedekah).

“Termasuk kegiatan halalbihalal ini diselenggarakan dengan managemen GG (Gawe Guyub, Gawe Guyu, Gratis Gratisan, Gawe Gagasan, dan Golek Ganjaran),” ucapnya.

Pengurus dan anggota PWRI Kecamatan Bogorejo dibawah kepemimpinan Suliman juga aktif berkoordinasi hingga sangat familiar dengan instansi di tingkat kecamatan, dan memiliki hubungan dengan camat setempat.

Tak heran dalam program pengendalian COVID-19 Tahun 2021, seluruh anggota PWRI di Kecamatan Bogoreja mendapatkan prioritas vaksinasi COVID-19. Dan, bahkan seluruh pengurus dan anggotanya sudah memperoleh vaksin booster.

Sementara itu Ketua PWRI Kabupaten Blora H. Bambang Sulistya dalam sambutannya menyampaikan sebuah motivasi berupa “JIMAT” agar di bulan Syawal dan bulan-bulan yang akan datang bisa lebih bergairah dalam mengabdi dan berkiprah di masyarakat.

Adapun “JIMAT” yang dimaksud, bukannya suatu benda, barang atau tulisan yang selama ini banyak diyakini memiliki kesaktian untuk melindungi pemiliknya, sekaligus bisa menangkal penyakit atau tolak balak.

“Namun JIMAT kali ini adalah sebuah akronim yang merupakan langkah-langkah untuk meningkatkan kwalitas kehidupan di masa yang akan datang,” ucap mantan Sekda Blora itu.

Diawali huruf (J): Jagalah hati agar dalam kegiatan sehari-hari kita selalu di jalan yang diridhohi Gusti Yang Maha Sakti. Sehingga predikat takwa yang dihasilkan dari Diklat Ramadan bisa kita jaga dan pelihara.

Ada karya lagu dari KH Abdullah Gymnastiar yang barangkali bisa menjadi pelipur lara dalam memotivasi diri kita. Sepenggal baitnya sebagai berikut;

Jagalah hati jangan kau kotori, Jagalah hati lentera hidup ini. Jagalah hati jangan kau nodahi. Jagalah hati cahaya Illahi.

Bila hati kian bersih, pikiran pun akan jernih, prestasi mudah diraih. Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh, seakan akan dikejar musuh. Dengan Allah kian jauh.

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti, pribadi menawan hati, dirimu disegani. Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk, akhlak kian terpuruk. Jadi makhluk terkutuk.

Selajutnya huruf (I): Ikhlas selalu mendasari setiap langkah, kiprah dan perbuatan dalam kehidupan sehari hari. Ikhlas untuk berbuat melakukan sesuatu dengan mengharap ridha Allah semata dan tidak mengharapkan mendapatkan sanjungan dan pujian dari manusia.

Kalau semua umat manusia mampu mengamalkan sikap Ikhlas dalam membantu kepada orang yang kurang beruntung niscaya suasana masyarakat akan menjadi tentram, damai dan guyub rukun pasti akan tercipta.

Kemudian huruf (M): Menjalin tali silahturahmi semakin dimantabkan baik ke atas, ke samping maupun ke arus bawah atau kaum duafa. Karena selain silahturahmi merupakan amalan yang paling cepat mendatangkan pahala dan kebaikan.

Silahturahmi juga dapat melapangkan rejeki dan dipanjangkan umurnya. Sebagaimana sabda Allah dalam Hadist Riwayat Bukhari, “Siapa yang suka dilapangkan rejekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahmi”.

Sedangkan huruf (A): Amalkan perintah kapanpun dan dimanapun berada mulai saat ini untuk melaksanakan perintahNya dan dan menjauhi laranganNya.

Dalam tataran praktis lakukan solat wajib dan Sunah tepat waktu dan berjamaah. Syukur mulai stop nge-share berita hoax dan fitnah yang bisa menimbulkan kegaduhan dan ketakutan di masyarakat.

Terakhir huruf (T): Tetaplah bersyukur dalam menghadapi keadaan saat ini. Terimalah apa adanya apa yang kita miliki,apa yang kita hadapi dan apa yang kita capai dengan penuh rasa syukur.Karena kalau kita pandai bersyukur maka kenikmatan dan kelimpahan akan ditambahkan olehNya kepada kita.

“Ada ungkapan bijak bahwa siapa yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan adalah seseorang yang selalu rendah hati walaupun memiliki kedudukan tinggi,” tuturnya.

“Tetap sejuk walaupun berada dalam keadaan panas. Tetaplah manis walaupun keadaan terasa pait dan tetap merasa kecil walaupun menjadi orang besar. Serta tetaplah tenang walau di tengah badai kehidupan,” tambah Bambang.

“Selamat berlebaran semoga kita selalu dalam lindunganNya, sehat, bahagia, dan makin takwa serta masih diberi kesempatan untuk menikmati Lebaran Tahun 2023,” tutupnya. (*)