Beranda blog Halaman 96

Berbasis Organik, KTNA bersama Petani Milenial di Blora Kembangkan Pertanian Pangan

Korandiva-BLORA.- Bupati Blora Arief Rohman menegaskan, sektor pertanian pangan menjadi salah satu fokus utama pembangunan ke depan, termasuk dalam konteks pembangunan nasional. Untuk itu, Bupati Blora secara tegas membuka pintu bagi komunitas petani untuk berdiskusi bersama.

Pernyataan ini disampaikan saat menerima kunjungan Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora di rumah dinasnya pada Jumat 19 Juli 2024. Ia pun mengucapkan terima kasih atas kunjungan serta masukan dan saran yang diberikan KTNA.

“Semoga sektor pertanian pangan Blora dapat terus berkembang, dengan berbasis pertanian organik yang sehat, bersama para petani milenial. Semangat Sesarengan mbangun Blora berkelanjutan,” ujar Bupati Blora Arief Rohman.

Kabupaten Blora dikenal memiliki potensi unggulan di sektor pertanian, termasuk sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Tengah. Produksi tanaman padi dan jagung yang melimpah berperan penting dalam mencapai kedaulatan pangan dan swasembada. Selain itu, Blora juga terkenal sebagai penghasil sapi terbaik di Jawa Tengah.

Bupati Blora berharap agar Pengurus KTNA dapat meningkatkan peranannya dengan lebih sinergis bersama penyuluh pertanian untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Dia juga menginginkan adanya program konkret yang dapat memberikan manfaat serta memotivasi para petani untuk meningkatkan produksi pangan.

Bupati juga meminta Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, yang turut hadir dalam pertemuan, untuk mendampingi dan memberikan dukungan serta bantuan kepada KTNA agar dapat lebih berkontribusi dalam pembangunan pertanian. Hal ini diharapkan akan menjadi prioritas dalam menyusun Visi dan Misi Bupati di bidang pertanian untuk Kabupaten Blora.

Kepala DP4 Ngaliman mengungkapkan, berbagai bentuk perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi yang memiliki jurusan pertanian telah terwujud. Bantuan dana dari tingkat provinsi dan pusat juga telah dialokasikan untuk pembangunan pertanian di Kabupaten Blora.

“Saat ini, kami telah berhasil membangun rumah potong hewan yang modern dan memadai,” katanya.

Ngaliman berkomitmen, dinasnya akan terus mendampingi dan memperkuat kinerja KTNA dalam upaya meningkatkan kesejahteraan petani Blora. Dia juga berencana untuk menggelar program pelatihan dengan menghadirkan narasumber dari kalangan pakar perguruan tinggi dan wirausahawan agribisnis yang sukses.

Dalam forum tersebut, berbagai usulan, masukan, dan ide dari pengurus KTNA mendapatkan perhatian khusus dari Bupati Blora. Salah satunya adalah pentingnya dukungan finansial bagi KTNA untuk mendukung berbagai kegiatan pembinaan petani, serta perlunya fasilitas kantor yang memadai bagi aktivitas pengurus.

Upaya untuk mendirikan showroom sebagai sarana promosi dan penjualan produk pertanian unggulan juga diusulkan, serta perlunya program peremajaan untuk memperkenalkan generasi milenial ke Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan di perguruan tinggi.

Selain itu, perlunya kegiatan rutin peningkatan kualitas SDM seperti kursus, pelatihan, magang, dan studi banding juga diusulkan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan serta mengadopsi teknologi tepat guna.

KTNA siap bersinergi dengan pemda
Ketua KTNA Blora Sugiyanto menjelaskan, pengurus KTNA merupakan individu yang berpengalaman dan memiliki keahlian di bidang pertanian. KTNA sendiri merupakan wadah musyawarah bagi petani dan nelayan serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan pertanian.

“Pengurus KTNA siap bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan kedaulatan dan swasembada pangan di Bumi Blora Mustika,” tegasnya.

Selain itu, Ketua KTNA juga memohon doa restu kepada Bupati Blora untuk mengikuti kegiatan Rembug Utama KTNA Nasional yang akan diadakan pada 25-29 Juli 2024 di Tabanan, Bali. Kegiatan ini diharapkan akan menguatkan semangat swadaya dan kemandirian KTNA Blora. (*)

Peringati Weton Kelahiran, Kades Biting-Sambong Gelar Acara Joget Gayeng dan Syukuran di Malam Suro

0

Korandiva-BLORA.- Pada Sabtu malam (20/07/2024) puluhan mata terfokus pada sosok Marsono dan Ngatino yang tampak asyik berjoget mengikuti iringan gending “ngidam sari” yang ditabu oleh karawitan Marsudi Laras Iromo.

Tangan, kaki, dan kepala mantan Lurah Tambakromo dan Kades Biting terus bergerak ngepaskan irama seolah mengabaikan ratusan tamu dan undangan yang hadir pada acara “joged gayeng” yang digelar di Balai Desa Biting Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Acara joget gayeng di malam Bulan Suro ini digelar bersamaan dengan syukuran weton kelahiran (Minggu Wage) Ngatino, Kepala Desa Biting Kecamatan Sambong. Dalam cara yang dimulai pukul 20.30 Wib itu tersaji hidangan tumpeng ayam panggang dan soto Ayam.

Menurut Ngatino, sengaja syukuran weton kelahiran dibarengi dengan seni krawitan Marsudi Laras Iromo untuk mengasah skill pengrawit dan sinden. “Karena selama bulan suro tidak ada job maka dibuatlah kegiatan joget gayeng yang rutin diadakan selama tiga tahun berturut-turut seperti malam ini,” ujarnya.

Pimpinan kesenian krawitan Marsudi Laras Iromo adalah Santoso, warga Desa Biting yang menjabat Ketua RW 01. Menurut Marsudi, walaupun grup kesenian krawitan Marsudi Laras Iromo ini baru berumur tiga tahun, tapi siap di job di acara syukuran sunatan, pernikahan dan lain-lain.

Ditambahkan oleh Santoso, dengan harga di bawah pasaran grup kesenian ini tetap siap di job dengan tujuan untuk pengenalan. “Semua pengrawit sudah terlatih dan trampil untuk memainkan membuat para penjoget puas bisa menikmati ketika memaikan,” ujar Santoso saat ditemui awak media di sela-sela acara.

“Jika alat krawitan yang dimiliki Desa Biting ini kedepannya lebih maju dan terkenal bisa dapat job terus, maka dengan otomatis meningkatkan ekonomi pengerawit yang ikut bergabung dalam kelompok seni krawitan Marsudi Laras Iromo,” ujar Kades Biting, Ngatino menambahkan. (*)

AKBP Jaka Wahyudi Promosi sebagai Wakapolresta Cilacap, AKBP Wawan Andi Susanto Menjabat Kapolres Blora

0

Korandiva-BLORA.- Pucuk pimpinan Kepolisian Resor Blora (Polres Blora) mengalami pergantian di Tahun 2024, yaitu AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Regident Ditlantas Polda Nusa Tenggara Barat, menjabat sebagai Kapolres Blora menggantikan AKBP Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si., yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakapolresta Cilacap Polda Jawa Tengah.

AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama istri memasuki Mapolres Blora disambut oleh tradisi pedang pora dan juga barisan Pejabat Utama Polres Blora, Sabtu (20/7/2024).

Setelah memotong pita sebagai simbolis menempati jabatan sebagai kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., bersama AKBP Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si., mengambil Apel Welcome and Farawell di Lapangan Depan Polres Blora.

“Saya ucapkan syukur Alhamdulillah, pada hari ini kita masih diberikan kesehatan dan kekuatan, dimana ini adalah hari terakhir saya bertatap muka dengan rekan rekan dan mitra saya semua. Ada pertemuan pasti ada perpisahan, Polres Blora adalah bagian dari rumah saya dan rekan rekan adalah keluarga saya, ” ucap Pejabat Lama Kapolres Blora AKBP Jaka Wahyudi.

AKBP Jaka Wahyudi menyampaikan ucapan terimakasih dan permohonan maafnya kepada anggota Polres Blora.

“Kepada rekan rekan semua Terima kasih atas support dan dukungan dari rekan rekan semua, dan Saya juga sampaikan permintaan maaf jika ada salah dan khilaf selama berkumpul bersama rekan rekan. Kemudian juga saya mohon doa semoga bisa melaksanakan tugas dengan baik di tempat yang baru, ” tambahnya.

Sementara itu, dalam wawancara dengan awak media, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan sanggup melanjutkan tugas dari AKBP Jaka Wahyudi, S.H., S.I.K., M.Si. sebagai Kapolres Blora.

“Kami akan meneruskan apa yang telah dilakukan oleh Kapolres Blora yang lama sehingga kami butuh dukungan dari rekan-rekan semuanya.” tutur AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H. (*)

Produksi Capai 135 Ton per Hektar, Tebu Mustika A Digadang Jadi Varietas Andalan Blora

Korandiva-BLORA.- Bupati Blora Arief Rohman merespon positif tentang pengembangan varietas tebu unggul Mustika A sehingga dapat dijadikan varietas andalan dalam pengembangan tebu di kabupaten setempat.

“Intinya kita merespon positif tentang pengembangan verietas tebu unggul Mustika A untuk dikembangkan di Blora, dan setuju tentang rencana studi banding ke Kabupaten Sidoarjo juga Pasuruan Jatim,” kata Bupati Arief Rohman saat menerima kunjungan pengurus APTRI Kabupaten Blora mendampingi tim utusan dari Ketua Dewan Pakar Presiden terpilih/mantan Direktur PT GMM Bulog Prof Dr. Ir. Rahmat Pambudy, MS, di rumah dinasnya, Rabu (17/7/2024).

Disamping itu Bupati sepakat penyerahan CSR dari Dirut Bulog di Rumah Dinas Bupati Blora. Gus Arief juga menyampaikan ucapan terimakasih atas upaya perluasan lahan tebu 100 Ha yang dibantu oleh bapak angkat Lie Kamajaya.

Dalam silaturahmi dan konsultasi, Anton Sudibdyo, sekretaris APTRI melaporkan sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu, sudah melakukan langkah akrobatik dengan menyelenggarkan pembibitan varietas baru dari Thailand yang memiliki potensi produksi 135 ton/ha dan rendemen 10%.
Atas hasil musyawarah pengurus APTRI Blora dan sekaligus bernuansa otonomi daerah, varietas tersebut diberi nama Varietas Mustika A.

“Mohon dukungan kepada Bupati agar varietas Mustika A dapat dijadikan varietas andalan dalam pengembangan tebu di Bumi Blora Mustika. Disamping itu mohon petunjuk untuk menambah wawasan tentang bibit tebu unggul dan berkualitas pengurus APTRI akan merencanakan kegiatan studi banding ke Sidoharjo dan Pasuruan Jatim,” kata Anton Sudibyo.

Kemudian utusan dari Jakarta, Prawoto Indarto didampingi Sri Wahyuningtyas menyampaikan tujuan kedatangan ke Blora dalam rangka untuk mendomentasikan atau memotret realita kemitraan yang terbangun saat ini antara para petani tebu dengan pihak managemen direksi PT GMM Bulog dan hubungan kerja sama dengan pihak pemerintah daerah dalam mengembangkan dan memajukan pertebuan di kabupaten Blora.

Mengingat sejak kepemimpinan Lie Kamajaya mantan Direktur Utama PT GMM Bulog dan Prof.Dr.Ir.Rachmat Pambudy,MS mantan Direktur PT GMM Bulog, kemitraan dan kinerja manajemen pengelolaan tebu menjadi panutan dan kebanggaan di tingkat Nasional dalam mewujudkan swasembada gula.

Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan, perhatian dan bantuan dari Bupati Rohman bahkan juga diberi buah tangan sebuah buku yang sangat menarik dengan judul, “Diplomasi Kuliner, jurus jitu Mas Arief Mbangun Blora”.

Dalam kesempatan itu, Ketua APTRI Blora melaporkan kepada Bupati Arief, bahwa usulan pengurus APTRI untuk memperoleh CSR dari Direktur Utama Bulog Prof.Dr.Ir Bayu Krisnamurthi MS akan segera terealisasi dan rencana penyerahan bantuan CSR di Pendopo Rumah Dinas Bupati.

“Karena sebagai simbolisasi bahwa bangkitnya langkah dan kiprah pengurus APTRI untuk membela dan memperjuangkan petani tebu salah satunya berkat spirit, dukungan dan bantuan dari Bupati,” kata Sunoto.

Kemudian, para pengurus APTRI mendukung upaya perluasan areal tebu akan mengembangkan penanaman tebu seluas 100 Ha dalam masa tanam 2024 dan 2025 yang disponsori sepenuhnya oleh bapak Angkat Lie Kamajaya sebagai pendekar Onto Seno yang memilki kepedulian tinggi dengan wong cilik. (*).

Di Luar Blora

0

MAKSUD dan tujuan didirikannya lembaga pembiyaan seperti BPR Bank Blora Artha adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Blora, selain untuk menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Blora. Mestinya, area atau wilayah kerja BPR Blora Artha adalah tidak keluar dari 16 kecamatan yang ada.

Tentu sulit diterima oleh akal sehat jika terjadinya kredit macet sebesar Rp 20 Miliar yang dialami BPR Blora Artha tahun ini ternyata di dalamnya ada nasabah dengan domisili di luar Blora, di Propinsi Riau.

Sesuai SOP atau tidak, jika benar Bank Artha Blora menangani nasabah sampai di luar Jawa itu adalah sebuah kebodohan. Apakah sudah tidak lagi ada nasabah di Blora yang membutuhkan kredit?
Melihat kondisi calon nasabah, dan melakukan survey jaminan yang akan diagunkan merupakan prinsip yang harus dipatuhi lembaga perbankan sebelum mencairkan kredit.

Dengan melihat langsung kondisi usaha nasabah, pihak bank bisa menilai prospek usaha calon nasabah sekaligus memprediksi risiko kemungkinan gagal bayar dari calon debitur. Tapi kalau calon nasabahnya tinggal jauh di luar Jawa, bagaimana BPR Blora Artha bisa tahu kalau usaha yang dikelola calon nasabah masih berjalan lancar atau sedang berkembang?
Bisa jadi calon nasabah membuat usaha fiktif, atau mengakui usaha milik orang lain. Bisa juga calon nasabah menyulap tempat usaha yang sudah lama bangkrut–lalu “disulap” untuk hidup satu hari hanya guna mempertunjukkan pada tim survey perbankan yang datang pada hari itu.

Asset yang akan dijaminkan juga harus terlebih dahulu diteliti keabsahannya oleh pihak bank, karena jaminan ini berfungsi sebagai pelindung dari risiko keuangan, juga sebagai jalan keluar jika debitur wanprestasi.
Jika jaminan itu berupa tanah dan bangunan, tim survey harus paham harga pasar selain berpedoman pada NJOP yang ditentukan oleh pemerin-tah daerah setempat. Akibat jarak yang jauh, di luar Jawa, tim survey tidak punya banyak waktu untuk mencari informasi terkait tanah dan bangunan yang akan diagunkan.
Bisa jadi bangunan tersebut sudah dicap negatif oleh masyarakat karena punya masa lalu negatif, sebagai lokasi angker atau bekas TKP pembunuhan.

Sesuai SOP atau tidak, jika benar Bank Artha Blora melayani nasabah sampai di luar Jawa itu adalah sebuah kebodohan. Berapa anggaran perjalanan tim survey untuk membiayai tiket penerbangan ke luar Jawa? Atau tim survey kredit gak sampai ke lokasi?
Jika terjadi kredit macet untuk nasabah di luar Jawa, maka BPR Blora Artha harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit ketika akan melakukan ek-sekusi jaminan. Dikarenakan harus melibatkan kejaksaan, pengadilan, balai lelang, dan tim lelang yang ada di propinsi tersebut.

BPR Blora Artha tidak seharusnya berkompetisi pasar dengan bank-bank nasional sekelas BRI atau BCA, selain bermodal besar, mereka sudah memiliki cabang dimana-mana.
Kenapa BPR Blora Artha malah membiarkan market lokal yang ada di sekitar Pasar Induk Blora, Pasar Jepon, Pasar Cepu, Pasar Randu, dan Pasar Ngawen digarap oleh koperasi-koperasi dan BPR dari Rembang, Purwodadi, Bojone-goro, Ngawi, dan bahkan Solo?
Ini benar-benar bodoh, padahal orang bank tidak boleh bodoh.
***

Anggota DPRD Jateng Ajak Generasi Milenial di Blora Ikut Lestarikan Seni Budaya Warisan Leluhur

Korandiva-BLORA.- Anggota DPRD Komisi B Jawa Tengah H. Abu Nafi, SH, mendorong mengajak para purna tugas dan purnawirawan berperan aktif ikut melestarikan serta memotivasi generasi milenial dan generasi Z terhadap seni budaya warisan leluhur.

“Kami berharap para pensiunan untuk kersa atau mau nguri-uri budaya adi luhung warisan para leluhur kita baik ikut kelompok nostalgia tembang kenangan maupun ikut memotivasi generasi milenial agar mencintai baik wayang kulit, musik keroncong, tayub dan seni barongan yang menjadi kecintaan masyarakat Blora,” kata H. Abu Nafi saat sosialisasi kebijakan melalui media tradisional di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Blora, Kamis, 11 Juli 2024.

H. Abu Nafi mengingatkan di era digital dan moderen seperti saat ini menjaga dan melestarikan budaya serta tradisi merupakan tanggungjawab bersama dalam mewujudkan masyarakat Blora yang rukun, damai penuh harmoni dan toleransi.

Sosialisasi kebijakan melalui media tradisional mengusung tema “Seni Tradisional Indonesia: Pelestarian dan Penerusannya”.
Abu Nafi mengajak semua peserta untuk tetap guyub rukun, paseduluran sak lawase dalam upaya melestarikan seni tradisional.

Didik Lukardono mantan Sekretaris DPRD Blora dan sebagai tokoh masyarakat yang getol dan sangat peduli dengan kemajuan Budaya tradisional di bumi Blora Mustika mengungkapkan bahwa nguri-uri dan melestarikan nilai-nilai luhur dari budaya kita adalah penting dan sangat positif bagi terwujudnya kondusifitas dan kelancaran dalam sesarengan Mbangun Blora.

“Mengingat budaya tradisional di kabupaten Blora memiliki akar yang kuat dan mampu memberi pitutur yang baik serta menghibur bagi masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora Bambang Sulistya meminta kepada para wredatama agar bisa menjadi teladan dan panutan dalam melestarikan budaya kita khususnya budaya tradisional yang ada di Kabupaten Blora.

“Mari mulai saat ini kita nguri nguri budaya kalau bukan kita siapa lagi, kalau tidak sekarang kapan lagi. Itu yang perlu kita sengkuyung bersama dan lestarikan,” tegasnya.

Dikatakannya, ralam tataran pragmatis kalau kita bisa mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari untuk selalu menyanyikan/mendedangkan lagu atau gending Jawa baik disaat senang dan duka ternyata dapat memberi manfaat bagi kehidupan kita.

“Di antaranya, dapat sebagai upaya untuk menghibur diri dan sebagai tombo ati,” jelas Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora itu.
Disamping itu juga untuk menghibur orang lain dan menjaga imunitas diri serta memberi motivasi diri bahwa bahagia itu sederhana hanya dengan menyanyi hidup terasa indah dan berkah.
“Oleh karena itu agar dalam menikmati masa senja kita tetap sehat dan bahagia bumikan sesanti S3,” tuturnya.

S1-Singing /bernyanyanyi jadikan kebutuhan hidup sehari-hari. S2- Speaking/Ngobrol dengan sesama umat tentang hal hal positif yang bermanfaat bagi kehidupan, S3-Sporting/olahraga rutin dan tidak memforsir diri untuk menjaga kesehatan tetap prima.

Hadir dalam sosialisasi tersebut ketua Pepabri Kabupaten Blora Letkol Purn Sri Harjanto.
Suasana pertemuan gayeng,gembira penuh rasa kekeluargaan dan kerukunan.
Apalagi para peserta diberi kesempatan untuk menyumbangkan suara emasnya yang diiringi musik keroncong dari para seniman kota sate dan dihadirkan pula penyanyi wanita yang berparas cantik yang siap duet dengan para pensiunan. (*).

Gunakan Limbah Berbahaya (B3) untuk Pengerasan Jalan, Warga Desa Langgenharjo Protes ke DLH Pati

0

Korandiva – PATI.- Pembangungan Talud dan Pengerasan Jalan di Desa Langgenharjo Kecamatan Juana Kabupaten Pati diprotes warga. Pasalnya dalam pembangungan tersebut terdapat beberapa material yang diduga berasal dari Limbah Berbahaya (B3).

Sastam, salah satu warga yang juga merupakan perwakilan dari petani desa setempat, mengaku ikut mendatangi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati beberapa waktu lalu guna mendapatkan kejelasan dan kepastian dari dinas terkait.

“Kami khawatir jika proyek di desa penggunaan material limbah dari PT. New Ramon akan mengakibat kerugian dan dampak membahayakan bagi para petani di wilayah ini,” ujarnya, Kamis 11 Juli 2024.

Sementara itu Suja’i selaku TPK dan juga Perangkat Desa Langgenharjo mengaku tidak mengetahui akan keberadaan dan penggunaan material limbah yang diduga berbahaya tersebut. “Karena penggunaan material urugan tersebut tidak termasuk dalam RAB (Rencana Anggaran Belanja) dalam proyek talud yang kami tangani,” katanya.

Suja’i mengaku bertanggung jawab dalam pembangungan talut yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun 2024 sebesar Rp. 217.762.000 itu.

Pihaknya juga akan segera mengeluarkan dan membersihkan material limbah tersebut dari lokasi proyek dan mengembalikan ke tempat asalnya. “Nanti kita kembalikan ketempat semula, ke PT.New Ramon Star,” tegasnya.

Sementara itu Iwan, selaku pengawas dari Dinas Lingkungan Hidup berharap agar warga bersabar untuk memastikan apakah kandungan material yang terdapat dalam limbah tersebut berbahaya atau tidak. Pihaknya membutuhkan proses, yaitu Uji Lab.

“Namun apapun hasilnya, karena limbah tersebut sudah menimbulkan kecemasan di masyarakat, alangkah baiknya jika limbah tersebut dikembalikan ketempat asal,” pungkasnya. (*)

Kementerian Desa PDTT Gelar Bimtek Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial di Blora

0

Korandiva – BLORA.- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) berhasil menyelenggarakan Bimbingan Teknis Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial di Kabupaten Blora yang difasilitasi oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Blora, TAPM, Pendamping Desa, serta Pemerintah Desa lokus, dari tanggal 3 hingga 4 Juli 2024.

Kabupaten Blora terpilih sebagai lokasi Fasilitas Pengembangan Desa Inklusif dan Akuntabilitas Sosial yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal (Dirjen) Pembangunan Desa dan Perdesaan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT) Tahun 2024.

Kepala DPMD Kabupaten Blora, Yayuk Windrati dalam sambutannya saat membuka acara Bimtek di Desa Ngampel menyampaikan, ada 4 desa di Kabupaten Blora yang menjadi lokus pelaksanaan Bimtek kali ini, yaitu Desa Ngampel Kec Blora, Desa Bangsri Kec Jepon, Desa Plosorejo Kec Banjarejo dan Desa Mojorembun Kec Kradenan.

“Program ini sebagai perwujudan pengembangan Program Penguatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) sub Komponen 2B, yang melibatkan 192 desa di 48 kabupaten dan 15 provinsi,” ujar Yayuk.

Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Desa Inklusif dan Sistem Akuntabilitas Sosial di Kabupaten Blora diawali Bimtek selama 2 hari dengan peserta dari unsur pemerintah desa, BPD, masyarakat penerima manfaat PAUD, Posyandu, Adminduk, Sanitasi/Air Bersih (4 pelayanan dasar), kaum marginal/masyarakat rentan (disabilitas, lansia, anak, wanita hamil dll).

Bimtek dilaksanakan pada tanggal 3 dan 4 Juli 2024 di Desa Ngampel dan Desa Bangsri). Tanggal 5 dan 6 Juli 2024 di Desa Plosorejo dan Desa Mojorembun.

Dua pejabat dari Kemendes PDTT RI yang hadir selaku narasumber dalam Pelaksanaan Bimtek di desa-desa lokus di Blora antara lain Ayu Yuningsih, S.Psi (Penelaah Teknis Kebijakan pada Direktorat Pengembangan Sosial Budaya dan Lingkungan Desa dan Perdesaan), dan Yusuf Anshori (staf di direktorat pengembangan sosial budaya dan lingkungan desa dan perdesaan).

Hadir juga tiga orang pejabat dari Kemendes PDTT RI dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Bimtek di Kabupaten Blora antara lain Tomy Risqi Dinihari (Team Leader), Mohammad Qodri (Koordinator Subkomponen 2B), dan Abdul Hamid (Tenaga Pendukung Program).

Sementara bertindak selaku fasilitator dari DPMD Blora adalah Heksa Wismaningsih (Sekretaris Dinas PMD), dan Difa Adi Suwandaru (P3K).

Menurut Yayuk, setelah Bimtek dibentuk kader pengembangan desa inklusif dan akunsos di masing-masing desa lokus untuk memandu praktek nilai-nilai inklusif serta pengembangan sistem akuntabilitas sosial di desa.

“Inklusif adalah pendekatan untuk membangun dan mengembangkan lingkungan yang lebih terbuka atau dengan kata lain inklusif bertujuan untuk mengajak dan ikut serta semua org yang memiliki latar belakang berbeda,” ujar Yayuk.

Menurut Yayuk, sikap inklusif bermanfaat untuk menerapkan dan memahami masalah secara obyektif dan bisa menghindarkan pada subyektifitas kelompok.
“Sikap inklusif akan membantu menjaga hubungan antar manusia dengan memahami perbedaan dengan latar belakang etnis, agama dan budaya, status sosial, jenis kelamin dan lain sebagainya,” tambahnya.

Desa merupakan kesatuan antara pemerintahan desa dengan masyarakatnya, maka dalam tata kelolanya mengharuskan keterlibatan semuanya. “Maka harus ada langkah kongkrit yang merupakan aksi afirmasi terhadap kelompok yang selama ini terpinggirkan, kaum marginal dan rentan agar terlibat dalam perencanaan, proses dan evaluasi pengawasan pembangunan di desa,” tandasnya. (*)

Baret Gamal sebagai Upaya Percepat Deteksi Kesehatan Jiwa

0

GANGGUAN jiwa merupakan permasalahan internasional yang apabila tidak dapat ditangani akan cenderung meningkat setiap tahunnya. World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa pada Tahun 2017 burden of disaese akibat penyakit jiwa adalah 2,463.29 per 100.000 penduduk.

Kementerian Kesehatan RI berkomitmen untuk memanusiakan Orang Dengan Gangguan Jiwa melalui transisi layanan kesehatan jiwa yang berfokus pada promotif dan preventif. Upaya preventif primer berorientasi pada kelompok masyarakat yang belum mengalami masalah maupun gangguan jiwa.

Dari data yang ada, di wilayah kerja Puskesmas Randublatung sekarang ini terdapat pasien penyakit jiwa sebanyak 125 orang. Angka yang sudah perlu mendapat perhatian khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blora.

Melihat jumlah ODGJ yang terus bertambah, maka selain upaya pengobatan dan perawatan pasien yang ada, Puskesmas Randublatung membuat inovasi untuk deteksi dini atau skrining kesehatan jiwa bagi anak sekolah dan masyarakat umum.

Sebagai upaya deteksi dini, Puskesmas Randublatung menempatkan “barcode” di masing-masing sekolah untuk mendapatkan data kejiwaan murid-murid di sekolah SLTP dan SLTA yang ada.

Barcode ini berisi kuisioner skrining deteksi dini masalah mental emosional meliputi data diri, dan 20 pertanyaan yang mengindikasikan ada tidaknya gangguan mental emosional pada seseorang.

Skrining kesehatan jiwa yang dilakukan adalah sebagai salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang bertujuan mendeteksi dini siswa siswi yang mengalami masalah kesehatan agar segera mendapatkan penanganan sedini mungkin untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Dalam sebuah kegiatan mini lokakarya lintas sektoral yang digelar oleh Puskesmas Randublatung pada Januari 2024 lalu, penempatan barcode di sekolah-sekolah menjadi materi pembahasan menarik. Pendataan kesehatan siswa yang sebelumnya menggunakan kertas formulir sekarang bisa di-entry melalui aplikasi komputer atau HP android.

Inovasi yang belum diterapkan oleh Puskesmas lain ini mendapat dukungan banyak pihak, khususnya Forkompincam Kecamatan Randublatung karena selain tidak menggunakan kertas (paper les), data kesehatan jiwa bisa cepat sampai ke tim kesehatan sehingga penanganan bisa lebih cepat. Dan, peserta rapat sepakat memberikan nama pada inovasi baru itu “BARET GAMAL” yang merupakan kependekan dari Barcode Gangguan Mental Emosional.

Selain kegiatan deteksi dini belum maksimal, di era serba digital sekarang ini segala aspek kehidupan tidak bisa terpisahkan dengan teknologi. Sejalan dengan hal itu, maka bidang pelayanan kesehatan pun dituntut bisa mengikuti perkembangan teknologi.

Semua komponen perlu berbenah dengan memaksimalkan teknologi informasi atau IT guna mencapai efektivitas dan efesiansi sumber daya. Hal itulah yang menginisiasi saya membuat pencatatan secara digital yang sekarang diberi nama “BARET GAMAL”. (*).
——————-
*) Penulis adalah karyawan di Puskesmas Randublatung, Kabupaten Blora yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Kesehatan Jiwa.

Pendekar Metal, Layanan Posyandu Melalui Aplikasi Digital

0

INOVASI tanpa henti terus dilakukan oleh Puskesmas Randublatung guna meningkatkan layanan terhadap masyarakat di wilayah kerjanya. Kali ini, salah seorang petugas di bagian penanggung jawab promosi kesehatan bernama Rachman Ramadhana, SKM menciptakan aplikasi melalui HP Android untuk digunakan oleh Bidan dan Kader dalam melakukan pencatatan data pasien.

Selama ini kegiatan Posyandu dikenal hanya melayani bayi balita, namun di era ILP (Integrasi Layanan Primer) layanan Posyandu mencakup seluruh siklus hidup yaitu, ibu hamil dan menyusui, bayi dan balita, usia sekolah dan remaja, usia produktif serta lanjut usia. Berdasarkan petunjuk teknis panduan pengelolaan Posyandu Kesehatan Kementerian Kesahatan tahun 2023 Posyandu di era ILP, diharapkan melalui Posyandu layanan dasar bidang keshatan untuk seluruh siklus hidup menjadi lebih dekat ke masyarakat.

Posyandu dalam kerangka LKD/K sudah dilengkapi dengan tempat permanen, pengurus dan kader yang memadai, anggaran operasional memadai serta prasarana kesatan yang memenuhi standar peralatan kesehatan, Untuk pencatatan dan pelaporan terdapat enam kartu bantu yang harus ada yaitu;
(a). Kartu bantu pemeriksaan ibu hamil, melahirkan/nifas.
(b). Kartu bantu pemeriksaan kesehatan bayi, balita dan anak pra sekolah.
(c). Kartu bantu pemeriksaan kesahatan anak usia sekolah dan remaja.
(d). Kartu bantu pemeriksaan kesehatan usia produktif dan lansia.
(e). Kartu buku bantu data sasaran (nama sasaran, jumlah sasaran di wilayah posyandu).
(f). Kartu/buku rekapitulasi hari buka (jumlah sasaran datang tidak, normal/ masalah, rujuk tidak).

Fakta di lapangan kegiatan posyandu masih belum mendapatkan porsi anggaran yang cukup dalam pengadaan 6 kartu tersebut, hingga banyak kader Posyandu yang menggandakan kartu-kartu tersebut dengan cara di foto copy guna memenuhi kebutuhan kegiatan administrasi.
Melihat kendala yang dihadapi para kader Posyandu di lapangan, tercetus ide ide untuk membuat aplikasi pencatatan secara digital yang diberi nama PENDEKAR METAL (Pelayanan Posyandu dengan Kader Melek Digital).

PENDEKAR METAL merupakan aplikasi yang berisikan saran kegiatan posyandu, hasil penimbangan ibu hamil,bayi balita, anak usia sekolah dan remaja, serta dewasa lansia.
Aplikasi ini bisa digunakan oleh kader langkah ke-2 penimbangan, langkah ke-3 pencatan, dan langkah ke-4 pelayanan kesehatan. Kader pada langkah ke-2 penimbangan mengisikan hasil pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar tangan dan lingkar kepala diaplikasi.
Kader di langkah ke-3 pencatatan melakukan ploting di buku KIA sesuai hasil penimbangan, lalu melakukan penilaian kesimpulan hasil penimbangan dalam aplikasi.
Kader langkah ke-4 pelayanan kesehatan melakukan skrining dan layanan lalu diisikan dalam aplikasi.

Hasil dari aplikasi ini bisa dikirimkan kepada pasien melalui pesan WhatApp atau di print out layaknya struk belanja pada minimarket sebagai pengingat.
Aplikasi ini sekarang sudah digunakan di 8 desa wilayah kerja Puskesmas Randublatung dan di jadikan contoh oleh Puskesmas Sonokidul untuk diberlakukan di wilayah kerjanya. Dengan menggunakan aplikasi ini memudahkan kader dan bidan untuk mendapatkan data permasalahan keshatan setelah kegiatan posyandu sehingga permasalahan tentang gizi dan penyakit tidak menular di masyarakat mudah ditindak lanjuti.
Aplikasi yang didapat dari hasil belajar mandiri program melalui Youtube ini sekarang menghasilkan pemandangan baru untuk kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Randublatung, yaitu para pasien ketika pulang langsung mendapat kertas struk yang berisi data kesehatan masing-masing.

——————-
*) Penulis adalah karyawan di Puskesmas Randublatung, Kabupaten Blora yang bertugas sebagai Penanggung Jawab Promosi Kesehatan.