Beranda blog Halaman 95

Menteri Desa PDTT: Arief Rohman, Bupati Blora Pertama yang Laksanakan RPL Desa

0

Korandiva-BLORA.- Menteri Desa PDTT Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskandar, M.Pd mengapresiasi komitmen dan keseriusan Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP.,M.Si terhadap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya di desa-desa yang ada di Kabupaten Blora.

Hal tersebut disampaikan Menteri Desa PDTT saat menyampaikan materi kuliah umum melalui rekaman video, Selasa (30/7/2024) di Pendopo Kabupaten Blora, di hadapan ratusan mahasiswa peserta program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Universitas Negeri Semarang (UNNES) asal Kabupaten Blora.

“Sahabatku Bupati Blora H. Arief Rohman mengambil keputusan yang cepat demi meningkatkan kapasitas dan kualitas kepala desa, perangkat desa, pengurus Bum-desa, pendamping desa dan pegiat desa lainnya di Kabupaten Blora dengan menyediakan beasiswa pendidikan melalui program RPL desa di Universitas Negeri Semarang,” ungkap Menteri.

Disampaikan, bahwa Bupati Arief adalah Bupati Blora pertama yang melaksanakan RPL desa. Disampaikan mereka, peserta RPL Desa, memulai kegiatan pada Tahun Ajaran 2023/2024 yang itu artinya saat ini sudah menyelesaikan dua semester, dan memasuki semester ketiga.

“Mas Arief Rohman dan juga Kabupaten Blora bersiaplah memetik buahnya atas kebijakan yang sangat luar biasa, menyambut sarjana desa segera lulus sebagai sarjana dan siap mengabdi untuk percepatan pembangunan Kabupaten Blora mulai dari desa,” paparnya.

Adapun, kuliah umum dengan pemateri yakni Menteri Desa PDTT Dr. (HC) Drs. A. Halim Iskan-dar, M.Pd yang memberikan materi melalui rekaman video, serta hadir langsung dari Tim RPL UNNES Prof. Dr. Nanik Wijayanti, M.Si Kepala Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Enirawan, SP, M.Si, dan Bupati Blora H. Arief Rohman, S.IP.,M.Si.
Senada dengan hal itu, Bupati Blora H. Arief Rohman, menyambut baik dan mendukung program RPL tersebut.

Ia menyampaikan bahwa adanya program RPL desa tersebut merupakan salah satu bentuk upaya Pemkab Blora untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, yang dimulai dari desa-desa.

Bahkan diharapkan kedepan semakin banyak masyarakat Blora yang bisa melanjutkan hingga perguruan tinggi.

“Ini adalah bentuk keseriusan kita bahwa peningkatan SDM itu penting, kita memang sedang menggalakan tentang SDM karena dari data yang kami punya untuk lulusan SLTA ini yang melanjutkan kuliah ini baru 30 persen, dari seluruh lulusan baik negeri maupun swasta,” terang Bupati.

Disampaikan Bupati, kedepan diharapkan setidaknya 50 persen lebih lulusan SLTA sederajat di Blora bisa menempuh pendidikan tinggi.

“Salah satu kunci pengentasan kemiskinan tercepat adalah lewat pendidikan,” tambahnya.

Bupati berharap, agar program yang bermanfaat ini tidak berhenti di angkatan ini saja, semoga nanti tahun depan untuk S1 dapat dibuka lagi.

“Ini adalah program yang bagus dari Kemendes PDTT kami ucapkan terima kasih sudah merancang mendesain program ini,” tandasnya.

Salah satu Peserta RPL Desa asal Desa Banjarejo, Puji Dwi, menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Pemkab Blora yang telah mendukung mereka untuk menempuh pendidikan di UNNES.

“Ilmu yang kita dapatkan dari UNNES nantinya dapat kita terapkan di desa kita masing-masing,” harapnya.

Pihaknya menceritakan seputar perkuliahan yang ia laksanakan. Di saat menjalankan kegiatannya di desa, pihaknya tetap mengikuti perkuliahan daring dan mengerjakan tugas kuliah.

Senada dengan hal tersebut, Indarsih, peserta asal Desa Brabowan, Kec. Sambong, prodi Manajemen juga mengucapkan terima kasihnya kepada Pemkab Blora atas dukungan dan bantuannya sehingga mereka bisa mengikuti RPL desa di UNNES.

“Saya berterimakasih kepada Pemkab Blora yang mana sudah memberikan kami peluang kesempatan untuk bisa kuliah,” tambahnya.

Perwakilan mahasiswa RPL Desa tersebut juga membagikan kisahnya selama mengikuti perkuliahan daring, termasuk kendala dan hambatan yang kerap dialami peserta.

Beberapa di antaranya adalah berkaitan dengan kendala sinyal saat mengikuti zoom meting, khususnya ketika cuaca tengah hujan, maupun mereka yang berada di wilayah pelosok desa hutan. (*).

Ajak Wartawan Tinjau Lokasi Proyek, Ketua RW.03 Cepu Cekik Leher Warganya

0

Korandiva-BLORA.- Pembangunan talud Kali Bacin di RT. 04 RW.03 Kelurahan/Kecamatan Cepu berbuntut perkelahian. Pembangunan talud yang awalnya diajukan dari Timur ke Barat, setelah anggaran turun volume pekerjaannya tidak sesuai, dan pengerjaannya dimulai dari Barat ke Timur.

Kondisi ini mendorong salah seorang warga bernama Saeran menemui Direktur CV. Putro Sembodo Dwi Cahyono selaku pelaksana proyek.
“Ada kesepakatan dengan Dwi Cahyono bahwa proyek talud akan dikerjakan dari Timur ke Barat, hanya tingginya akan dikurangi sesuai dengan volume pekerjaan,” ujar Saeran ketika mengajak awak media ke lokasi proyek, Selasa (23/7/2024).

Pada hari berikutnya, Rabu 24 Juli 2024 pada pukul 08.00 Wib, Danan yang menjabat ketua RW.03 dan juga suplayer material bangunan tiba-tiba datang ke lokasi proyek, lalu mencekik leher Saeran. “Saya tidak terima ada warga yang mendatangkan wartawan tanpa mengetahui ketua RW,” ujar Danan sebagaimana ditirukan oleh Saeran. Ketika Saeran mengatakan akan lapor polisi, Danan mengatakan, silahkan.

Deny dari Dinas Perumahan, Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora yang membidangi pembangunan pekerjaan ini ketika dikonfirmasi awak media lewat whatsApp menyatakan, penggarapan proyek talud harus dimulai dari titik awal sesuai pengajuan yaitu dari Timur ke Barat. “Sesuai arahan awal pengajuan titik awal tetep ditangani ” ujarnya.

Apa yang membuat emosi Danan hingga melakukan pencekikan terhadap Saeran masih menjadi pertanyaan besar. Bahkan warga mulai mempertanyakan volume dan kualitas proyek senilai Rp 88.650.000 yang bersumber dari APBD Blora itu, sampai-sampai media tidak diperbolehkan datang ke dilokasi proyek.

Pada pukul 16.00 WIB, Selasa 30 Juli 2024, Mulyono, SH selaku kuasa hukum yang ditunjuk oleh Saeran sudah memasukkan berkas laporan ke Polsek Cepu untuk melakukan pendampingan.
“Saya akan melakukan pendampingan sesuai hukum yang berlaku terkait kasus dugaan pencekian leher Saeran,” ujar Mulyono. (*)

Permudah Layanan kepada Masyarakat, Puskesmas Sambong Laksanakan 18 Inovasi

0

Korandiva-BLORA.- Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah kerjanya, Puskesmas Sambong terus berinovasi. Hal itu sesuai visi yang telah dicanangkan, “Terwujudnya Masyarakat Kecamatan Sambong Sehat, UPTD Puskesmas Sambong berusaha mengermbangkan inovasi untuk mempermudah layanan kepada masyarakat agar tercapai masyarakat Sambong sehat”.

Ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kepala Puskesmas Sambong, Eny Purwaningsih, S.Tr. Keb. Bdn, memperkenalkan 18 inovasi yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan warga Sambong.

“Inovasi ini merupakan hasil dari evaluasi dan kebutuhan yang kami identifikasi bersama dengan masyarakat. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dan memastikan akses kesehatan yang mudah dan berkualitas bagi semua warga,” ujarnya pada Jumat, 2 Agustus 2024.

“18 Inovasi yang kami laksanakan sejak Tahun 2022 hingga sekarang (2024) ini bukan saja untuk pelayanan di dalam gedung melainkan juga untuk pelayanan di luar gedung,” lanjut Eny.

Berikut adalah 18 Inovasi yang diperkenalkan oleh Puskesmas Sambong:
(1) Si MANTUL (Sistem Managemen Terpadu Kepuasan Pengguna Layanan)
(2) PEMEAN GUNTING (Pemeriksaan Mantoux pada Anak Gizi Buruk dan Stunting)
(3) LAIN SEHATI LAIN SEKINKER (Layanan Informasi Kesehatan Sepenuh Hati dan Layanan Informasi Skrening Kesehatan Terkoordiner)
(4) WASIAT SILUMAN (Awasi Kesehatan Lingkungan Fasilitas Umum agar Aman)
(5) KEDAI BATIN (Kendalikan Diabetes dengan Obat Rutin)
(6) BANDAR CENTIL (Bank Darah Cegah Kematian Ibu Hamil)
(7) PEMAIN BAL (Pemberian Sertifikat Imunisasi Untuk Imunisasi Rutin Lengkap)
(8) TIGER PASUKAN (Tim Gerak Cepat Penanganan Kasus Kesehatan)
(9) PATAS (Penanganan yang Aman Terintegrasi Sistematis)
(10) INTERKOM MILYARDER PLUS (Intergritas Terpadu, Komperhensif, Ibu Hamil Dengan Pelayanan dan Pendampingan Kader Plus USG Gratis TM 1 dan TME Gratis)
(11) LYONTIN EMAS PLUS (Layanan Konseling Catin Menuju Elimnasi Stunting)
(12) ELSITOL KEPUSAT (Edukasi Lansia Dan Lansia Resiko Tinggi Oleh Nakes Dengan Pola Hidup Sehat Tanpa Obat)
(13) LOR OMAH TERSINGKIR (Layanan Obat Dirumah bagi Pasien Mangkir)
(14) PERGI SI DINI (Periksa Gigi Sejak Dini)
(15) BINDER KADES (Pembentukan Kader Kesehatan Di Sekolah)
(16) PETA GUNUNG TERBELAH (Peran Serta Guru Dalam Penemuan Kasus TBC di Sekolah)
(17) KUPAS BESTI (Kunjungan dan Pantau Ibu dan Bayi Beresiko Tinggi)
(18) BINDER KADES (Pembinaan Kader Kesehatan di Sekolah)

Semua inovasi menunjang program-program pemerintah di bidang kesehatan, seperti untuk saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya mengentaskan stunting, Puskesmas Sambong meluncurkan Inovasi LIONTIN EMAS PLUS, yaitu penanganan konseling calon penganting menuju eliminasi stunting.

“Jadi, stunting kita tangani sejak dini. Sejak pasangan menjadi calon pengantin sudah kita edukasi agar nanti bisa menjalani reproduksi sehat sehingga malahirkan anak anak yang sehat terhindar dari stunting,” papar Eny.

Selain itu dari program penyakit menular, Puskesmas Sambong juga mengeluarkan Inovasi PEMEAN GUNTING (Pemeriksaan Mantoux pada anak Gizi Buruk dan Stunting).

“Jadi, semua anak Gizi Buruk dan Stunting kita lakukan pemeriksaan Mantoux untuk mendeteksi penyakit penyerta TBC pada anak, sehingga bisa ditangani sedini mungkin, dan semua di layani secara gratis,” katanya.

Eny menambahkan, bahwa dalam pelaksanaan inovasi, UPTD Puskesmas Sambong berkolaborasi dengan lintas sektoral hingga kader kesehatan desa agar pelaksanaannya berjalan lancar, sehingga semua lini masyarakat dapat merasakan manfaatnya.

Dengan berbagai inovasi tersebut, diharapkan Puskesmas Sambong dapat terus meningkatkan pelayanan dan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kami akan terus berinovasi dan mendengarkan kebutuhan masyarakat untuk menciptakan layanan kesehatan yang lebih baik,” pugkas Eny. (*)

190 Relawan Pemulasaran Jenazah Ikuti Pelatihan

Korandiv-BLORA.- Staf Ahli Bupati Blora Bidang Sosial Budaya dan Kemasyarakatan, Retno Kusumowati, S.Sos., M.Si., memberi apresiasi positif terhadap terselenggaranya kegiatan pelatihan relawan pemulasaran jenazah perempuan yang diselenggarakan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Blora di pendopo Rumah dinas Bupati Blora, Rabu 31 Juli 2024.

“Karena sangat bermanfaat bagi umat dan termasuk upaya ikut meringankan beban bagi keluarga yang sedang menerima musibah,” kata Retno Kusumowati, S.Sos., M.Si. saat membacakan sambutan Bupati Blora Arief Rohman, S.IP., M.Si.

Pihaknya memotivasi bagi para relawan pemulasaran jenazah perempuan bahwa ketika sedang melaksanakan tugas hendaknya dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, ibarat sedang melaksanakan ibadah.

Bupati Blora Arief Rohman juga siap mendukung dan membantu, di tahun depan, kegiatan pelatihan semacam itu akan ditingkatkan jumlah peserta dan jumlah nilai insentif bagi para peserta. Hal itu supaya lebih dapat menjangkau sasaran yang lebih banyak dan berdaya guna bagi umat Islam di Kabupaten Blora. Selaras dan seirama dengan semangat sesarengan mbangun Blora yang berkelanjutan

Ketua MUI Kabupaten Blora KH. Muharror Ali menginformasikan bahwa kegiatan pelatihan tenaga relawan pamulasaran jenasah perempuan merupakan bentuk kerja sama dengan pengurus Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Blora yang diketuai oleh H. Sutaat, S.Pd.

“Kegiatan pelatihan tersebut juga pernah diselenggarakan 2023 dengan jumlah peserta pelatian sebanyak 100 relawan sedangkan saat ini diikuti 190 relawan. Bahkan animo masyarakat untuk menjadi relawan pamulasaran jenazah perempuan di Blora semakin meningkat,” terangnya dalam sambutan.

Sehingga di tahun depan akan diupayakan pesertanya bertambah sesuai dukungan bantuan anggaran dari Baznas.
Diakui oleh KH.Muharror Ali yang karismatik dan berwibawa, yang sehari-hari sebagai pengasuh pondok pesantren Khozinatul Ulum, bahwa pelatihan tenaga relawan pemulasaran merupakan salah satu program MUI Kabupaten Blora yang urgen dan realistis serta sangat dibutuhkan dan bermanfaat bagi umat muslim di Kabupaten Blora.

Program itu diilhami oleh pengalaman pribadi ketika ibundanya sendiri juga berperan sebagai tokoh yang selalu mendapatkan amanah dari masyarakat untuk memandikan jenazah perempuan. Bahkan, ketika ibunda KH.Muharror Ali meninggal dunia para takziah yang datang sangat banyak.

Indikasi itu meyakinkannya, berarti para relawan pemulasaran jenazah adalah profesi yang mulia dan kelak akan mendapatkan pahala dari Allah. Dalam pelatihan dihadirkan instruktur/pelatih yang profesional dan handal.

“Jangan sampai terjadi, memandikan jenazah perempuan dilakukan oleh laki-laki, itu tidak elok dan nanti bisa menimbulkan imaginasi baru, yang bisa membuahkan dosa dan nestapa,” pesannya.

KH. Muharror Ali menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Blora H. Arief Rohman yang telah mendukung dan membantu atas terselenggaranya pelatihan tenaga relawan pemulasaran jenazah perempuan.

Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada Ketua Baznas yang telah mau bekerja sama dengan MUI kabupaten Blora untuk mewujudkan pelatihan tersebut.
“Semoga niat baik ini diridhoi oleh Allah dan dapat memberi manfaat bagi umat Islam di Blora,” ucapnya.

Sementara itu Ketua Baznas Blora H. Sutaat menyatakan siap melaksanakan keberlanjutan pola kerja sama dengan MUI Blora dan akan berupaya meningkatkan jumlah peserta pelatihan tenaga pamulasaran jenazah perempuan pada tahun 2025.

Pelatihan dihadiri oleh unsur Forkompinda, Ketua Baznas Kabupten Blora, Kepala Kemenag Blora, Ketua NU, Ketua Muhammadiyah, Ketua Ormas Islam dan pihak terkait lainnya. (*).

Test The Water

0

EMPAT partai besar yang akan menduduki kursi ketua dan wakil ketua DPRD Blora periode 2024-2029 adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Golkar, dan Partai Gerindra.

Menuju pesta demokrasi Pilkada Blora 2024, ternyata keempat partai besar itu sudah mempraktikkan strategi politik test the water untuk mengetes psikologi dan reaksi publik tentang siapa yang layak diterima menjadi calon bupati (cabup) 2024-2029.

Diawali oleh PDI-P yang jelang akhir Tahun 2023 lalu mengumpulkan sejumlah kader di kantor DPC PDI-P Blora. Jagoan dari banteng moncong putih yang juga menjabat wakil Bupati Blora dan mencoba menarik simpati pendukungnya itu sempat viral ketika video bagi-bagi uang hingga ratusan juta rupiah tersebar di medsos.

Pada April 2024, DPD Partai Golkar Kabupaten Blora juga merilis dua nama bakal calon Bupati Blora untuk Pilkada 2024. Dua nama itu yakni Ketua DPD Golkar Blora Siswanto dan pengusaha gula, Lie Kamadjaya.

Sementara itu mantan bupati Blora Joko Nugroho yang gagal menjodohkan putranya untuk maju berpasangan dengan Arief Rohman, pada Mei 2024 mendorong Prayogo Nugroho alias Yoyok untuk ikut meramaikan bursa Pilkada 2024 melalui Partai Gerindra Blora yang dipimpinnya.

Pada bulan Juni 2024, baliho bergambar wajah Aan Rochayanto tersebar di sejumlah ruas jalan di wilayah Blora. Dalam baliho tersebut, tertera tulisan Aan Rochayanto calon bupati blora. Aan merupakan ketua umum relawan Jokowi Plat K sekaligus seorang pengusaha asal Cepu Blora.

Baliho Kisworini juga ikut mewarnai ruas-ruas jalan di Blora khususnya di wilayah Selatan dan Barat. Polisi wanita (Polwan) yang masih aktif bertugas di Mabes Polri ini tampaknya juga ingin turun di kancah perpolitikan kepala daerah di Blora.

Arief Rohman yang sudah lama dijagokan oleh PKB Blora, memastikan dirinya akan maju sebagai calon petahana berpasangan dengan Sri Setyorini yang merupakan kakak kandung Wakapolri, Komjen. Pol. Drs. Agus Andrianto.

Memasuki bulan Juli 2024, baliho pasangan Arief Rohman-Sri Setyorini tersebar merata di wilayah Kabupaten Blora de-ngan tagline “BLORA ASRI”, sesarengan mbangun Blora berkelanjutan.
Dalam kurun satu semester itu pula para nitizen berspekulasi memunculkan pasangan calon bupati dan wakil bupati di media sosial (medsos) diantaranya; Yoyok-Etik, Aan-Etik, Abu-Etik, Aan-Siswanto, Yoyok-Siswanto, dan Arief-Rini.

Tentu saja dengan banyaknya wacana pasangan calon bupati dan wakil bupati, publik Blora meyakini Pilkada Blora yang dilaksanakan pada November 2024 nanti akan berlangsung seru. Bisa tiga pasangan calon? minimal dua pasangan calon lah.

Namun hingga memasuki tahapan pendaftaran calon pada bulan Agustus, belum terdengar koalisi partai politik yang menyatakan siap mengusung calonnya pada Pilkada Blora 2024 kecuali koalisi PKB.
Bila akhirnya tidak ada lagi partai politik di Blora yang mendaftarkan pasangan calon selain PKB, bisa dipastikan dari hasil survey atau penjajagan melalui test the water yang pernah dilakukan, jagoannya mendapat persepsi buruk atau kurang disukai publik.
***

Pelapor Dugaan Korupsi Honor Narsum DPRD Blora, Sukisman Dimintai Keterangan di Kejaksaan

0

Korandiva-BLORA.- Beredar surat Kejaksaan Agung Republik Indonesia yang akan meminta keterangan kepada Sukisman. Melalui surat bernomor B-1380/M.3.28/Fd.1/07/2024 itu Sukisman selaku pelapor kasus dugaan korupsi diminta datang ke kantor Kejaksaan Negeri Blora pada hari Senin, 29 Juli 2024 untuk menghadap Tandyo Sugondo, SH dan kawan-kawan.

Selain dimintai keterangan, kedatangan Sukisman di kantor Kejari Blora juga diminta membawa dokumen-dokumen terkait dugaan pidana korupsi dugaan penyalahgunaan keuangan dana nara sumber pada sekretariat DPRD Kabupaten Blora Tahun Anggaran 2021.

Ketika dikonfirmasi, Sukisman yang sekarang menjabat ketua MPKN menyatakan siap memenuhi panggilan tersebut dan menilai, bahwa permintaan keterangan ini sebagai bukti formal bahwa laporan dirinya terhadap dugaan kasus korupsi ini faktual.
“Surat ini menjadii dokumen untuk saya yang mengawal kasus ini jika nanti mandeg atau misal dinyatakan tidak memenuhi unsur pidana atau dianggap kesalahan administratif saja karena lebih bayar saja,” ujarnya.

Menurut Sukisman, surat ini menjadi dasar untuk pelapor membawa kasus ini ke tingkat atas yaitu KPK, Satgas 53 Kejagung dan lain-lain jika kasus korupsi ini macet.
Dimintai keterangan sebagai pelapor juga momen untuk membangun opini publik, bahwa kasus dugaan korupsi honor narsum DPRD masih berjalan.

“Saya juga menuntut kejaksaan setelah penyelidikan di Pidsus selesai, segera melakukan ekspose perkara, dan menaikkan status menjadi Sidik serta dilanjutkan penetapan tersangka,” pungkasnya. (*)

Catatan Perjalanan Tokoh Blora ke Sumatera Barat, Temukan Makam Samin Surosentiko di Sawahlunto

0

Korandiva-BLORA.- Ini seperti cerita dongeng tapi ini benar-benar kisah perjalanan yang dilakukan oleh para kesatriya asal Blora. Bukan fiksi seperti misteri Gunung Merapi yang tokohnya adalah Mak Lampir, tapi ini adalah sebuah perjalanan spiritual—sebuah perjalanan budaya yang dilakukan oleh tiga tokoh asal Blora yaitu Bambang Sulistya, Gundala Wejasena, dan Ngaliman.

Bambang Sulistya adalah mantan kepala Dinas Pertanian Blora, mantan Sekda Blora, mantan anggota DPRD Blora yang juga penasihat Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Blora.
Gundala Wejasena pada waktu masih menjabat kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blora atau disingkat DP4, dan Ngaliman yang ketika itu masih sekretaris tapi sekarang menjabat kepala DP4 Blora.

Kejadian ini dialami ketiga tokoh tersebut satu tahun silam, tepatnya ketika sedang mengikuti PENAS XVI pada Juni 2023 di Kota Padang. Pada waktu itu ketiganya bersepakat “mumpung” sedang berada di Sumatera Barat, “kita harus mampir ke Sawahlunto, kita akan mencari makam Samin Surosentiko.”

Sebenarnya pada waktu itu Gundala, salah satu dari mereka dalam kondisi sakit akibat cuaca di Kota Padang yang terlalu panas. Tetapi karena sudah menjadi tekad mereka, maka diputuskan untuk tetap harus berangkat bersama.
Selain mereka bertiga, ada juga beberapa staf DP4 bidang penyuluhan yang juga turut diantaranya Slamet Istiyono, Ira, dan Joko. Mereka berangkat pukul 13.00 WIB (bakda sholat dhuhur). Mereka berangkat menggunakan mobil carteran dengan tujuan Kota Sawahlunto yang benar-benar belum mereka ketahui.

Ternyata Kota Sawahlunto cukup jauh dari Kota Padang, memasuki waktu Magrib rombongan baru tiba di kota tersebut. Mereka mampir di sebuah rumah makan yang menyediakan menu sate padang, untuk mengisi perut sekaligus melaksanakan salat magrib.
Diantara mereka sudah terlihat lelah, dan tampak putus asa karena hampir setengah hari berada di lokasi panas lalu dilanjutkan perjalanan yang cukup jauh.
Akhirnya, hanya Bambang Sulistya, Gundala, dan Ngaliman yang berangkat diantar oleh sopir dan seorang tukang parkir yang mengaku tahu keberadaan makam di atas bukit.

Ternyata keberadaan makam tersebut belum banyak diketahui warga, namun kebetulan ada tukang parkir yang mengaku tahu dan bersedia mengantar.
Selama perjalanan menuju makam, mobil merayap lamban karena kondisi jalan berliku-liku dan menanjak ke atas bukit yang bertuliskan “Sawahlunto” dalam ukuran besar. Dari informasi yang dikumpulkan, ternyata tempat tersebut merupakan lokasi penambangan batubara.

Begitu sampai di sebuah pertigaan, tukang parkir menyuruh mobil naik ke atas alias belok ke kanan. Ternyata jalan jalan tanjakan di situ cukup curam, hampir 70 derajat.
“Apa mobil bisa naik sampai ke lokasi?,” tanya Bambang Sulistya kepada tukang parkir.
Belum sempat dijawab, Bambang bertanya lagi, “Apa pernah ada mobil sampai ke atas sana?”
“Belum pernah,” jawab tukang parkir singkat. Mendengar jawaban itu, Bambang minta pada sopir untuk berhenti, lalu rombongan memutuskan untuk naik ke atas dengan jalan kaki.

Bambang Sulistya sempat ragu, tapi Gundala berkata, “Jauh-jauh dari Blora kita hanya ingin ziarah ke makam Samin Surosentiko dan kita sudah sampai, kenapa harus mundur?”.
Mendengar apa yang disampaikan pria brewok itu, berkobar lagi semangat Bambang dan Ngaliman pada malam itu. Mereka berjalan sambil menembus kegelapan, tanpa tahu mereka sedang berjalan di hutan belantara.

Suara jangkrik dan binatang liar membuat bulu kuduk mereka berdiri. Di sebuiah tanjakan mereka berjalan agak pelan, tiba-tiba si tukang parkir menarik tangan Bambang lalu dengan cepat menuntunnya ke atas bukit.
Dalam kegelapan dan kelelahan, tangan Gundala selalu digandeng oleh Ngaliman. “Nafasku tinggal satu-satu Pak,” keluh Gundala menceritakan kondisinya yang kurang fit.

“Kuatkan Pak Gundala, kita harus sampai ke atas,” ujar Ngaliman memberikan semangat.
“Ya, kita harus sampai ke atas,” balas Gundala.
Bayangan sosok Bambang Sulistya bersama tukang parkir tiba-tiba lenyap dari pandangan Gundala dan Ngaliman. Bahkan keduanya sudah tidak melihat lagi jalan setapak yang dilewatinya. Keduanya berjalan hanya mengikuti perasaan hati bahwa yang mereka lalui itu adalah sebuah jalan menuju cita-cita bersama, yaitu makam Mbah Samin Surosentiko.

Sudah satu jam perjalanan tapi mereka belum juga melihat tanda-tanda adanya makam. Gundala dan Ngaliman baru sadar bahwa mereka telah kehilangan bopo Bambang.
Suara gonggongan anjing dari kejauhan membuat bulu kuduk bergidik. Tiba-tiba Gundala berteriak memanggil Bambang Sulistya. Tidak ada sahutan, akhirnya Ngaliman pun ikut berteriak dengan suara hampir menangis. “Pak Bambaaaaaaang…””
Masih belum ada jawaban juga, Gundala yang baru ingat kalau dirinya membahwa HP lalu mencoba menghubungi Bambang Sulistya. “Saya ada di depan jenengan,” jawab Bambang yang membuat Gundala lega.
“Tunggu, Pak,” teriak Gundala.
Setelah berjalan menanjak hingga setengah jam, baru mereka bertemu Bambang yang masih didampingi tukang parkir.
“Dimana makam itu,” tanya Bambang pada orang yang mendampingi.
“Di sana,” jawab tukang parkir itu sambil menunjuk arah, lalu mereka berempat bergerak naik.
Hingga sampailah mereka di sebuah tempat seperti rumah adat dengan tiang-tiang yang cukup besar. Mereka pun menebak-nebak, mungkinkah ini makam Mbah Samin? “Luar biasa bagusnya,” ucap mereka pelan namun hampir bersamaan.

Tiba-tiba sosok wanita cantik keluar dari dalam rumah hingga membuat perasaan tratap bagi semua mata yang melihatnya.
Lalu Gundala bertanya kepada wanita itu tentang keberadaan makam Mbah Samin Surosentiko. Sosok wanita yang didampingi seorang laki-laki dan seorang wanita tua pada malam itu menjawab, tidak tahu.

Lalu wanita itu mempersilahkan rombongan dari Blora untuk duduk di kursi yang ada di ruang tamu. Selanjutnya terlibat diskusi tentang keberadaan makam tokoh dari Blora bernama Mbah Samin Surosentiko.
Sambil manggut-manggut lelaki yang mendampingi wanita itu berkata, bahwa di tempat itu memang ada makam orang Jawa, yaitu orang-orang rantai yang dipimpin orang bernama Mbah Suro.
“Nah, dia itu yang kita cari, Mbah Suro atau Surosentiko. Nama lengkapnya Samin Surosentiko,” ujar mereka bertiga hampir bersamaan.

Kemudian laki-laki itu melanjutkan ceritanya, bahwa dulu di zaman Be-landa ada orang-orang Jawa yang dirantai dan bekerja untuk Belanda melakukan penambangan batubara. Pemimpin dari orang rantai tersebut adalah Mbah Suro, dan Mbah Suro meninggal di dalam sebuah lubang penambangan batubara yang sampai sekarang terkenal dengan sebutan goa Orang Rantai.

“Mereka dimakamkan di pemakaman umum, di bawah sana,” jelas lelaki itu sambil menunjuk ke sebuah arah.
Ditambahkan oleh lelaki itu, bahwa letak makam berada di bawah per-tigaan. Artinya, di bawah lokasi mobil yang diparkir.

Namun tiba-tiba, perempuan cantik itu mendekat ke telinga Bambang sambil berbisik, namun tidak ada yang tahu apa yang dibisikkan.
Setelah selesai minum jamuan kopi, rombongan Blora turun menuju tem-pat mobil diparkir dengan berjalan kaki. Di dalam kegelapan, Gundala yang sejak berangkat badannya kurang sehat sempat mengajak berhenti di beberapa tempat karena kelelahan.

Sampailah juga mereka di tempat mobil diparkir. Dengan diantar oleh Pak Sopir, mereka menuruni jalanan secara bersama-sama. Di perjalanan, mereka sempat bertemu dengan sekelompok orang yang sedang minum kopi di warung.
Kebetulan salah seorang dari kelompok itu adalah ketua RW setempat, dan bersedia mengantar rombongan ke tempat makam Orang Rantai yang diyakini sebagai makam Mbah Samin Surosentiko.
Di lokasi makam tidak bisa diketahui mana yang makam Mbah Samin Surosentiko karena di situ terdapat beberapa makam orang rantai. Di tempat itu mereka sempat foto bersama dalam kegelapan malam. Walaupun menggunakan cahaya HP, tetap saja hasil fotonya tidak tampak dengan jelas.

Setelah menjalani semua ritual, mereka pun pamit pulang. Masih ber-sama tukang parkir menuju rumah makan sate Padang untuk menjemput tiga orang staf DP4 yang menunggu di tempat itu.
Di perjalanan semua penumpang membisu, tak ada yang berkata-kata karena benar-benar kelelahan. Setelah menurunkan tukang parkir, rombongan Blora yang sudah komplit meluncur kembali ke Kota Padang.

Di dalam mobil, Bambang Sulistya baru menceritakan tentang bisikan wanita cantik yang sempat dikira makhluk halus itu, “Kenapa bapak bersama orang itu (tukang parkir), dia itu orang yang agak stress dan sudah hampir dua kali terjun dari puncak bukit yang ada tulisan Sawahlunto”. Mendadak semua bergidik, “Untung Pak Bambang tidak diajak terjun,” ucap Gundala.

Seperti diceritakan Gundala dalam tulisan ini, dia masih berharap pada suatu saat nanti bisa datang lagi ke Sawahlunto namun pada siang hari agar bisa melihat dengan jelas keberadaan makam Mbah Samin Surosentiko, tokoh dari Blora. (*)

Kades Diizinkan Bangun Balai Desa yang Tidak Layak

0

Korandiva-BLORA.- “Kami sudah menghitung untuk Tahun 2025 nanti akan diberikan kenaikan Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari Pemerintah Kabupaten untuk membiayai penghasilan tetap dan tunjangan jabatan serta operasionalnya, kemudian pemberian THR untuk Kades dan perangkat, besarannya melihat kemampuan anggaran daerahnya nanti seperti apa,” ujar Bupati Arief Rohman pada acara sosia Undang Undang Desa yang dikemas dalam seminar sehari di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora pada Kamis, 25 Juli 2024.

***
Rasa senang dan gembira tampak terlihat dari raut wajah ratusan kepala desa yang hadir dalam acara seminar sehari yang digelar oleh Forum Pemred Media Blora pada hari itu. Terlebih ketika bupati melanjutkan kalimatnya, bahwa bupati akan memberikan izin dan bantuan untuk pembangunan balai desa yang sudah tidak layak.

Seminar sehari yang diinisiasi oleh empat media yang tergabung dalam Forum Pemred yaitu Korandiva, Media Edukasi, Monitor Ekonomi, dan Opini Publik itu terselenggara berkat bekerjasama dengan DPC APDESI Kabupaten Blora, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Blora.

Tiga Narasumber utama yang menyampaikan materi dalam seminar dengan tema “Bersinergi untuk membangun kemakmuran dan kesejahteraan Desa” antara lain Arief Rohman (bupati Blora), Dr. Sutoro Eko Yunanto (ketua STPMD Yogyakarta), dan Agung Heri Susanto (ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Blora).

Dalam paparannya, Ketua DPC APDESI Kabupaten Blora, Agung Heri Susanto mengungkapkan kronologis perubahan Undang-Undang Desa ke Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Meskipun sempat menuai pro dan kontra, karena salah satu pasalnya meminta perpanjangan masa jabatan dari 6 tahun menjadi 9 tahun, yang akhirnya disetujui menjadi 8 tahun.

“Saya didampingi Dr. Sutoro Eko Yunanto ini mengajukan revisi Undang-Undang Desa Nomor 6 Tahun 2014, menjadi Undang-Undang Desa Nomor 3 Tahun 2024, dengan maksud untuk mewujudkan pemerintahan desa yang mandiri dan berdaulat, unruk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Desa di seluruh Indonesia, karena ujung tombak pembangunan dan pengentasan kemiskinan ada di perdesaan, jadi tanggungjawab Kepala Desa dan Perangkat itu besar sekali, untuk melayani masyarakat di perdesaan, kami berharap.ADD bisa dinaikkan, untuk meningkatkan pelayanan masyarakat,” ujar pria yang menjabat Kades Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban ini.

Sementara itu Ketua Sekolah Tinggi Pemberdayaan Masyarakat Desa (STPMD) Yogyakarta, Dr. Sutoro Eko Yunanto mendorong para kepala desa menjadi pemimpin desa yang progresif, bukan menjadi konservatif. “Kepala desa harus berani meningkatkan kapasitasnya untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya, dengan berbasis potensi yang ada, dengan melaksanakan ekonomi gotong royong,” ujarnya.

Menurut Sutoro, kepala desa harus berpikir progresif, berani melakukan terobosan untuk mensejahterakan rakyatnya, mengembangkan potensi yang ada di desanya dengan melaksanakan ekonomi gotong royong.
Contohnya menurut Sutoro, di bidang pertanian, APBDes bisa digunakan untuk membeli hasil pertanian warganya, dengan selisih harga di atas pasaran, tentunya warga petaninya senang, hasil panennya dibeli tinggi oleh Bumdes, kemudian berkonsolidasi dengan Pemerintah Daerah yang menyediakan gudang pengepulnya.

“Selanjutnya Bupati menawarkan produk tersebut kepada perusahaan. Misalnya pabrik pengolahannya membeli dengan harga yang kompetitif namun masih menguntungkan untuk petani, Bumdes dan Pabriknya itu sendiri, inilah ekonomi gotong royong itu,” papar Dr. Sutoro Eko Yunanto. (*)

Dawis Garuda, Juara Lomba Bank Sampah di Desa Mojorembun

0

Korandiva-BLORA.- Lomba Bank Sampah yang digelar di Balai Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora, Senin (22/7/2024) diikuti 14 dasa wisma (Dawis) desa setempat.

Dalam kegiatan lomba masing-masing kelompok Dawis menunjukan kreativitasnya seperti membikin bunga terbuat dari botol aqua bekas, ada juga kain perca dibuat jadi dompet, sampah plastik jadi ecobrick dirangkai jadi kursi, dan lain lain.

Rifai, selaku ketua panitia lomba menceritakan kepada wartawan perihal sistem lomba bank sampah yang digelar di desanya.

“Dari 14 kelompom Dawis setelah diseleksi tinggal lima peserta yaitu; Dawis Nusa Indah, Dawis Garuda, Dawis Bougenvile, Dawi Kenanga, dan Dawis Melon. Dan akhirnya yang jadi juara 1 adalah Dawis Garuda,” kata Rifai.

Ditemui di sela-sela pelaksanaan lomba, Kepala Desa Mojorembun Saifudin Zuhkri mengaku senang melihat warga desanya yang tampak antusias mengikuti kegiatan lomba bank sampah.

“Saya sangat berterima kasih kepada panitia yang memiliki inisiatif menggelar lomba, dan saya juga mengapresiasi kreativitas warga desa yang dalam kreativitasnya mengarah kepada lingkungan bersih dan sehat. Mudah-mudahan kedepan bertambah giat lagi,” tutur Kades yang akrab disapa Pak Asep ini. (*).

Kulakan Ilmu Pertanian, KTNA Blora Ikuti Rembug Utama di Tabanan Bali

Korandiva – BLORA.- Pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora berangkat ke Tabanan Bali untuk mengikuti Rembug Utama mulai Jumat 26 Juli 2024 hingga Senin 29 Juli 2024.

“Tujuan untuk mengikuti Rembug Utama untuk kulakan ilmu dan mendapat berbagai serapan informasi dan teknologi yang sangat bermanfaat bagi upaya peningkatan hasil dalam budidaya pertanian,” kata Ketua KTNA Blora Sugiyanto, Kamis (25/7/2024).

Ia menjelaskan peserta yang mengikuti Rembug Utama dari Kabupaten Blora sebanyak 32 orang yang terdiri dari para pengurus KTNA Kabupaten dan Kecamatan. Turut mendampingi Kabid Penyuluhan Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Ir. Slamet Istiono beserta staf penyuluhan.

Sugiyanto yang juga mantan kepala desa Gombang kecamatan Bogorejo menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Blora Arief Rohman yang telah memberi spirit dan bantuan sehingga Pengurus KTNA Blora bisa berangkat mengikuti Rebug Utama di Bali.

Sementara itu Ir. Slamet Istiono, mewakili Kepala DP4 Kabupaten Blora Ngaliman, SP., MMA menyampaikan ucapan terimakasih kepada para pengurus KTNA yang dengan semangat Berdikari tetap gaspol berangkat mengikuti Rembug KTNA Nasional 2024. Hal itu dikarenakan peluang untuk mengikuti Rembug KTNA hanya digelar dalam kurun waktu empat tahun sekali.

“Untuk tahun 2024 rencana akan diikuti oleh sekitar 3000 peserta dari seluruh Nusantara. Menurut rencana pembukaan Rembug KTNA Nasional akan dibuka langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr.Ir.H.Andi Amran Sulaiman MP,” jelasnya.

Dijelaskan Kabid Penyuluhan DP4 Kabupaten Blora, dalam pelaksanaan Rembug Utama ada berbagai kegiatan yang bakal dilakukan peserta mulai dari pembukaan dan penutupan, berbagai seminar teknologi Pertanian, Pameran atau expo KTNA Nasional, kegiatan studi banding, widyawisata dan kunjungan berbagai obyek wisata yang menarik dan menghibur.
Farid Darwanto, Sekretaris KTNA Kabupaten Blora menyampaikan pesan dari Bupati Blora Arief Rohman agar para peserta Rembug KTNA dapat memanfaat kesempatan untuk menimba ilmu, teknologi dan pengalaman untuk sesarengan mbangun pertanian di Bumi Blora. Disamping itu Arief Rohman juga menitipkan bantuan dana kepada para peserta untuk menambah motivasi dan semangat selama mengikuti Rembug Utama. (*).