Beranda blog Halaman 97

Polsek Randublatung Umumkan Dua Anggota yang Naik Pangkat pada Acara Tasyakuran HUT Bhayangkara ke-78

0

Korandiva-BLORA.- Bertempat di halaman Mapolsek, jajaran Polsek Randublatung Polres Blora menggelar acara tasyakuran dalam rangka HUT Bhayangkara ke-78 dengan tema Polri Presisi untuk Negeri, Pemilu Damai menuju Indonesia Emas, Sabtu (6/7/2024).

Pada acara yang dirangkai dengan pengajian serta dimeriahkan dengan orgen tunggal dari Mendenrejo-Kradenan itu juga diumumkan dua nama anggota Polsek Randublatung yang naik pangkat setingkat lebih tinggi dan sudah dilantik di Mapolres Blora.

Kapolsek Randublatung AKP Pujiono SH dalam sambutan pembukaannya menegaskan, bahwa pihaknya merasa tidak bisa berbuat banyak tanpa dukungan dari masyarakat.

“Utamanya dukungan dari Bapak Camat dan juga Bapak Danramil beserta jajarannya, sehingga sampai hari ini Randublatung tetap aman dan kondusif,” kata Pujiono.

Pada kesempatan itu Kapolsek juga memberikan ucapan selamat kepada dua anggotanya yang telah naik pangkat satu tingkat lebih tinggi. “Selamat kepada saudara Maryono dan Fachrudin, semoga bisa lebih semangat dalam tugas dan melayani masyarakat,” tuturnya.

Di puncak acara tasyakuran, Camat Randublatung, Bukhri yang bertindak sebagai mubalig dan juga sebagai kya menyampaikan tauziah yang mudah dipahami oleh para tamu undangan khususnya anggota jajaran Polsek.

“Selamat kepada Polri yang saat ini sudah berusia 78, semoga Polri semakin kokoh dalam mengemban tugas sebagai pelindung masyarakat di wilayah hukum masing-masing,” ujar Camat Bukhri.

“Seorang yang menjadi pejabat kalau ingin masuk surga Allah ada beberapa sarat yang harus dijalani dan yang dihindari. Yang utama itu ikhlas dalam melayani masyarakat, jangan mempersulit yang sebetulnya itu mudah, tolonglah kalau itu butuh pertolongan, dan hindari perbuatan tercela apa lagi kebohongan,” pesan Bukhri sebagai mubalig. (*).

Ikuti FORDA di Purwokerto, KORMI Blora Pamitan ke Dinporabudpar

Korandiva-BLORA.- Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Blora, bersama sebagian pengurus Induk Olahraga (Inorga) yang tergabung dalam KORMI berpamitan ke Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan Pariwisata (Dinporabudpar) untuk mengikuti Festival Olahraga Daerah (FORDA) di Purwokerto.

Rombongan diterima langsung oleh Sekretaris Dinporabudpar Mustakim dan Kabid Pemuda dan Olahraga Rustam, Jumat (5/7/2024).

“Kami menyampaikan ucapan terimakasih atas dukungan, bantuan dan motivasi kepada pengurus KORMI sehingga dapat mengikuti FORDA Jateng 5-7 Juli 2024 di Kabupaten Banyumas,” kata H. Harsono wakil ketua KORMI atas nama Ketua KORMI Blora H. Subekti.

Dijelaskan, peserta dari Inorga yang akan tampil dan berkompetisi dari kota sate adalah ASIAFI (Asosiasi Instruktur Aerobik dan Fitnes Indonesia), ASKI (Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia), BAVETI (Barisan Atlit Veteran Tenis Indonesia),YJI (Yayasan Jantung Indonesia) dan PLBSI (Persatuan Liong dan Barongse Indonesia).

Selain itu H.Harsono yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha, juga mohon doa restu, arahan dan motivasi agar tim peserta FORDA dari Blora dapat memberi kontribusi positif dan berperan serta untuk membawa nama harum Kabupaten Blora dalam arena olahraga rekreasi Republik Indonesia tingkat Jateng.

Sekretaris Dinporabudpar Mustakim mewakili Kepala Dinporabudpar Kab. Blora, Iwan Setiyarso memberi apresiasi positif atas kiprah pengurus KORMI Kabupaten Blora bisa memberangkatkan para atlet dan ofisial dalam FORDA Jateng.

Ia mewanti-wanti kepada pengurus dan peserta FORDA dari Blora agar dapat menjaga kekompakan, kekeluargaan dan kesehatan serta semangat sesarengan mbangun Blora dalam bidang kesehatan melalui kegiatan olahraga rekreasi.

“Kami sangat berharap tim FORDA dari Blora dapat mengukir sejarah dan mempromosikan Kabupaten Blora sebagai peserta FORDA yang S3 Satun,Sportif dan Semangat,” tuturnya.

Sementara Ketua Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kabupaten Blora Achmad Nur Hidayat memberi spirit kepada para peserta yang akan berlaga di FORDA Jateng harus dapat mengamalkan dengan satu kata ASRI.
“Akrobatik, Semangat, Rekreatif dan Inovatif,” ucapnya. (*)

Kredit Macet

0

BUPATI Blora, Arief Rohman beberapa waktu lalu memecat Direktur Umum dan Pemasa-ran Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Blora Artha, Sigit Arie Heryanto. Sigit dipecat karena melanggar kode etik karena telah menerima atau meminta imbalan terkait pemberian kredit yang diterima nasabah setelah pencairan kredit.

Buntut pemecatan direktur umum dan pemasaran ini akhirnya membuka tabir adanya kredit macet di BPR Blora Artha yang angkanya mencapai Rp 20 milyar. Angka yang cukup fantastis untuk ukuran sebuah BPR milik BUMD kabupaten.

Jika Sigit sudah dipecat karena menerima gratifikasi, lalu siapa yang harus bertanggung jawab atas terjadinya kredit macet?
Logikanya bank itu tidak per-nah rugi, termasuk jika terjadi kredit macet. Karena bank dalam menyalurkan kredit nilainya jauh di bawah nilai jaminan. Jika terjadi kredit macet, bank akan bertindak sesuai SOP-nya, yaitu melakukan penyitaan terhadap asset yang dijaminkan.

Kalau dalam kasus kredit macet tersebut menimbulkan kerugian di pihak bank pasti ada prinsip-prinsip perbankan yang telah dilanggar, yaitu over appraisal atau mencair-kan kredit yang nilainya di atas nilai asset yang dijaminkan.

Over appraisal harusnya sulit terjadi karena proses pencairan kredit melalui berbagai tahapan dan melibatkan pejabat bank dari berbagai tingkatan mulai marketing, kepala bidang, hingga direksi. Apalagi jika pencairan kredit yang nilainya sudah ratusan juta hingga milyaran, sudah tentu seorang direktur utama juga ikut tanda tangan.

Maka jika perbankan sekelas BPR mengalami kredit macet hingga puluhan milyar, bisa dipastikan adanya kongkalikong antara nasabah dengan pejabat dalam bank tersebut.

Kongkalikong atau KKN di tubuh perbankan akan mengabaikan prinsip-prinsip sebagai syarat utama untuk memberikan kredit kepada nasabah salah satunya adalah capacity.

Capacity merupakan kemampuan pihak debitur untuk melunasi kredit yang diajukan. Kriteria ini dapat ditentukan oleh dua hal, yaitu pendapatan dan kondisi usaha atau perusahaan yang dimiliki.

Dengan prinsip ini, bank berusaha untuk menilai kemampuan debitur untuk mengembalikan kredit terkait dengan kemampuan mereka untuk menjalankan bisnis yang dimiliki dan menghasilkan keuntungan. Semakin banyak sumber pendapatan, semakin besar kemampuan untuk mengembalikan kredit.

Ketika usaha yang dijalankan memiliki banyak permasalahan terutama di bagian keuangan, maka pihak pemberi kredit dapat menolak pengajuan yang dilakukan. Apalagi kalau usahanya fiktif, atau caleg gagal, tentunya berpotensi terjadinya kredit macet.

Kedua adalah collateral, yaitu jaminan yang akan diserahkan pada pihak bank. Bila kredit yang diterima nasabah nilainya lebih besar dari nilai jaminan, ini adalah kebodohan pihak bank. Karena nasabah menganggap urusan sudah selesai, nasabah menganggap assetnya sudah dibeli oleh bank dengan harga lebih mahal dari harga pasar.

Jika Sigit dipecat karena terbukti telah menerima atau meminta imbalan kepada nasabah, bagaimana dengan pejabat bank yang telah melakukan kongkalikong atau KKN dan mengakibatkan kredit macet hingga milyaran rupiah?
***

Pengadilan Agama Blora Terima Hampir Seribu Perkara Perceraian

0

Korandiva – BLORA.- Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Blora, Jawa Tengah telah menerima hampir seribu perkara perceraian selama enam bulan pertama di tahun 2024.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Blora, Anjar Wisnugroho mengatakan, selama bulan Januari sampai Juni 2024, angka gugatan perceraian sebanyak 948 perkara.

“Secara spesifik untuk jumlah perkara yang diterima, cerai talak itu ada 237 perkara masuk, kemudian untuk cerai gugat ada 711 perkara masuk,” terangnya kepada awak media, Rabu (3/7/2024).

Anjar menambahkan, berdasarkan gugatan yang masuk, alasan pasangan tersebut memilih untuk berpisah karena disebabkan oleh beberapa faktor.

Pada umumnya, mereka memilih untuk bercerai dari pasangannya karena faktor perselisihan dan pertengkaran secara terus menerus, ada juga yang karena faktor ekonomi. Selain itu, ada salah satu pihak yang meninggalkan pasangannya sehingga digugat cerai.

“Selanjutnya ada faktor judi termasuk judi online, madat, poligami, kemudian salah satu pasangan di penjara, ada KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) juga. Jadi bisa dikatakan bahwa judi online bisa menjadi penyebab perceraian,” tambahnya.

Lanjutnya, bahkan, dari ratusan orang yang mengajukan perceraian tersebut termasuk didalamnya merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Alasannya (ASN) mengajukan perceraian biasanya pertengkaran terus menerus, bisa karena kesenjangan ekonomi atau penghasilan juga,” ujarnya. (*)

Kegiatan Polisi RW di Desa Pelem Kecamatan Jati Dihadiri Jajaran Polres Blora

0

Korandiva-BLORA.- Kegiatan Jumat Curhat atau dikenal dengan kegiatan Polisi RW yang biasa digelar pada hari Jumat, giliran di Sendang Pelem Desa Pelem Kecamatan Jati pelaksanaannya diadakan pada hari Kamis dengan alasan waktu kegiatan pada hari Jumat sangat pendek.

Warga desa setempat terlihat antusias mengikuti kegiatan yang dipandu oleh KBO Humas Polres Blora Iptu Sugiyono SH. Acara yang dirangkai dengan tanya jawab itu berlangsung mulai pukul 9.39 Wib hingga pukul 12,30 Wib, Kamis (27/6/2024).

Hadir dalam acara tersebut diantaranya Plt Camat Jati beserta Satpol PP, Kapolsek Jati dan jajarannya, Danramil Jati beserta anggota, kepala desa Pelem dan perangkat serta tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Desa Suyoto pada hari itu berlangsung gayeng. Dalam acara itu ia mengucapkan rasa terima kasih kepada jajaran Polres Blora maupun dari Forkopimcam dan warga desa serta tokoh masyarakat setempat.

Suyoto mengaku lega dengan terlaksananya kegiatan Jumat Curhat atau Polisi RW ini karena bisa menambah wawasan positif bagi warga desa.

“Kepada bapak dan ibu ibu, kalau ada unek unek yang bersifat membangun langsung tanyakan kepada narasumber,” pesan Yoto pada pidato pembukaan.

Kapolres Blora yang wakili KBO Humas Iptu sugiyono SH mengatakan, program Polisi RW tersebut untuk melakukan komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat di tingkat RW. sehingga petugas lebih intensif dalam deteksi dan antisipasi seluruh permasalah di masyarakat.

“Saya bersyukur karena bisa bertemu dangan masyarakat Desa Pelem pada hari ini, sehingga semua permasalahan tidak menjadi lebih besar dan gak harus bermuara pada proses penegakan hukum,” tutur Sugiyono.

Sementara itu Kapolsek Jati AKP Sugiman SH menyampaikan silaturahmi ini dilakukan dalam program Polisi RW agar masyarakat tahu dan paham akan pelayanan kepolisian terhadap seluruh masyarakat.

“Kami harapkan masyarakat dapat lebih dekat dengan anggota Polri, lebih terbuka untuk menyampaikan keinginan/ harapan yang berhubungan pelayanan, juga mempermudah komunikasi apabila terjadi permasalahan baik tindak pidana, bencana alam dan lain sebagainya,” pungkas Sugiman.

Pada kesempatan terakir digunakan oleh Plt Camat Jati Bambang Setyo Kunanto untuk memperkenalkan diri sekaligus menghimbau kepada masyarakat khususnya warga desa Pelem agar tidak membakar sampah atau dami karena sekarang sudah memasuki musim kemarau.

“Kami mohon masyarakat jangan membakar sampah maupun dami sisa dimakan sapi di dekat rumah karena itu samua dapat mengakibatkan kebakaran rumah. Maka sekali lagi kami himbau anak anak kecil jangan sampai main api ditepi rumah,” pesan Bambang. (*).

Refleksi Perjalanan Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto dalam Buku Terbaru Ahmad Adirin

0

Korandiva-BLORA.- Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto baru saja merilis bukunya yang ditulis Jurnalis Ahmad Adirin. Buku tersebut berjudul ‘Siswanto, Meniti Jalan Demokrasi’

“Hari ini sudah terbit buku berjudul ‘Siswanto, Meniti Jalan Demokrasi’ karya Ahmad Adirin beserta tim. Ini sudah terbit dari Mata Kata Inspirasi, Terima kasih,” ujar Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto kepada awak media ini, ditulis Rabu (2/7/2024).

Buku setebal lebih dari 100 halaman itu digarap kurang dari satu tahun yang merupakan refleksi dari perjuangan, dedikasi, dan komitmen diri Siswanto sebagai seorang aktivis yang kemudian bertransformasi menjadi anggota legislatif.

Kisah perjalanan dimulai dari pergerakan dan pergolakan sebagai seorang aktivisme di jalanan. Siswanto melihat dan merasakan langsung berbagai problem kepentingan yang dialami masyarakat.

“Keinginan untuk memperjuangkan hal itulah yang membawa saya terlibat dalam berbagai kegiatan sosial,” jelas Siswanto.
Dalam buku ini, diulas sekilas kisah tentang Siswanto yang akhirnya menjadi politisi Partai Golkar yang menjabat sebagai anggota DPRD Blora dan saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Blora. Siswanto juga terpilih kembali untuk masa bakti 2024 sampai 2029.

“Sebagai aktivis, politisi, dan pejabat publik, saya pastikan, saya menjadi bagian dari perubahan masyarakat dan bermanfaat baik di RT, desa, kecamatan, maupun kabupaten,” ucapnya.
Sementara itu, Ahmad Adirin sebagai penulis berharap, buku ini bisa menjadi inspirasi bagi anak muda, khususnya pemuda Blora.
“Saya berharap buku ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus berjuang dan berkontribusi bagi masyarakat,” kata alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Blora ini.

Sebagai informasi, Ahmad Adirin sebelumnya telah meluncurkan buku pertamanya yang sempat menjadi best seller berjudul ‘Mengawal Program Bantuan Pangan di Blora’.

Buku keduanya berjudul ‘Ngaji Bareng Abah Yai Muharror Ali’, disusul buku ketiganya berjudul ‘Ketut Sanjaya, Jejak Kesenian Si Anak Dangdut’, dan buku keempatnya berjudul ‘Mas Arief dari Santri Jadi Bupati: Menjemput Perubahan Blora’. (*)

Bupati Blora Dampingi APTRI Audiensi dengan Dirut Bulog

Korandiva-JAKARTA.- Pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora Jateng telah membuat sejarah baru dalam upaya membela dan memperjuangkan nasib petani tebu di Bumi Blora.

Jumat 28 Juni 2024, pengurus APTRI di bawah komando Sunoto yang didampingi Bupati Blora Arief Rohman dan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternaakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora Ngaliman serta Kabid DP4 drh Rosalia Dyah Erawati menghadap langsung Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog) Bayu Krisnamurthi di jl Gatot Subroto Kav.49 Jakarta.

Turut mendampingi Dirut Bulog adalah Sekretaris Bulog Pusat, Arwakhudin Widiarso, Plt Dirut GMM Bulog/Direktur Keuangan dan SDM PTGMM Bulog dan mantan Direktur Utama PT GMM Bulog Ikhsan.

Dalam mengawali audensi yang dikemas dengan suasana kekeluargaan, kebersamaan dan kegembiraan Bupati Blora menyampaikan ucapan terimakasih atas diterimanya rombongan sebagian pengurus APTRI yang ingin memperoleh pencerahan,solusi dan kebijakan langsung dari bapak Dirut Bolog terhadap berbagai persoalan dan permasalahan pertebuan yang dialami para petani tebu dengan pihak managemen PT GMM Bulog di Kabupaten Blora.

Bupati sangat berharap agar kejayaan PT GMM Bulog yang pernah menjadi kiblat pertebuan di tingkat Nasional kembali berjaya lagi dan para petani tebu Blora bisa merasakan manisnya rasa gula serta meningkatnya kesejahteraan mereka.

Ketua APTRI Blora Sunoto, mengukapkan managemen kemitraan antara para petani tebu dengan pihak Direksi PT GMM Bulog belum sesuai harapan seperti yang pernah dirasakan ketika masa kepemimpinan Dirut PT GMM era Lie Kamajaya dan Dirut PT GMM Bulog zaman Rahmad Pambudi.

“Utamanya yang menyangkut upaya penyediaan bibit unggul bagi para petani tebu yang masak awal, tengah dan akhir,” ucapnya.
Kemudian, langkah terobosan untuk memperoleh pupuk yang mencukupi dan tepat waktu sesuai masa pemeliharaan tebu.
Disamping ikhtiar untuk mengucurkan dana usaha tani tebu dari pihak perbankan dimana pihak pabrik gula siap menjadi avalis.
“Termasuk berbagai kiprah dalam memperluas areal tebu di wilayah perhutanan,” ujarnya.

Sementara dari sekretaris APTRI Anton Sudibdyo menuturkan secara blak-blakan yang ditumpahkan kepada Bayu Krisnamurthi tentang memori masa lalu saat acara seremonial akan dimulainya pembangunan pabrik gula Gendis Multi Manis di Todanan Blora.

Ia mengingatkan dulu ketika pabrik gula GMM dibangun saat itu Dirut hadir sebagai Wakil Menteri Perdagangan dan sosok seorang pemimpin asli Blora yang sukses.
“Beliau mengucapkan kedepan PG GMM akan memberi peningkatan kesejahteraan bagi para petani tebu dan akan berdampak positif terhadap terwujudnya Blora Kuncara,” kata Anton.

Namun setelah berjalannya waktu sekarang kondisinya belum memberi kontribusi positif bagi peningkatan pendapatan petani tebu bahkan sangat memprihatinkan, indikasinya masih banyak petani tebu yang menjual produksi tebunya keluar dari Kabupaten Blora.

Kinerja pencapaian rendemen rendah dan sering mesin pabrik gula mengalami kerusakan.
Anton sangat mengharapkan PG GMM Bulog dapat dikelola oleh orang-orang yang memiliki profesional dalam mengelola managemen pertebuan dan memiliki integritas dan kapabilitas yang mumpuni dan bisa membangun komunikasi yang ramah lingkungan dengan wong cilik/petani tebu.

Sebelum mengakhiri orasi Anton menyodorkan buku album kenangan kepada bapak Dirut Bulog saat peletakan batu pertama berdirinya Pabrik Gula GMM sambil mensitir bait lagu dulu yang mengawali dan sekarang mengakhiri.

“Dengan harapan Bapak Bayu Krisnamurthi mampu menciptakan PT GMM Bulog menjadi pabrik gula yang dapat menjadi teladan dalam pengelolaan tebu di tingkat Nasional dan menjadikan petani tebu sejahtera,” ungkapnya.

Bambang Sulistya, selaku penasehat APTRI mengajukan tiga hal pesan yang didapatkan dari arus bawah.
“Pertama, budaya yang selama ini mulai diabaikan oleh pihak managemen PT GMM Bulog agar dihidupkan kembali prosesi budaya yang biasanya dilakukan sebelum pabrik gula melaksanakan proses penggilingan tebu,” kata Bambang.

Tentu dengan harapan agar masyarakat terhibur dan proses giling berjalan lancar tidak mengalami gangguan kerusakan mesin giling.

Kedua, mohon agar para petani tebu bisa memperoleh Coporate Social Responsibility (CSR) dari PT. GMM Bulog berupa barang bersifat produktif yang mendukung keberhasilan dalam berusahatani tebu seperti alat tranportasi tebu, pengolahan lahan dan alat pompa air.

Ketiga, guna menumbuhkan spirit baru bagi para petani tebu yang saat ini masih meninggalkan agunan sertifikat tanah untuk tunggakan kredit sebesar Rp3 miliar agar mendapat solusi yang bijaksana dari Bapak Dirut Bulog apalagi bisa diambil keputusan kebijakan pemutihan kredit.

Berbagai masukan para pengurus APTRI ternyata memperoleh respon positif dari Dirut Bulog diantaranya sebagai berikut: Ia menginformasikan kondisi yang saat ini terjadi di PTGMM Bulog yang perlu mendapatkan penangan yang serius dan secara totalitas utamanya mengenahi persoalan beban masa lalu dan saat ini yang harus dituntaskan dengan pihak perbankan.

Ia sedang mengupayakan solusinya mudah mudahan persoalan tersebut segera selasai.
Secara vulgar mempertanyakan siapa yang salah sehingga bisa terjadi persoalan yang dilematis dan kritis di PT GMM Bulog ?
Ia menjawab sendiri tak ada yang salah karena semuanya sebagai dampak dari kebijakan politis.
Dirut Bulog mengucapkan terimakasih atas berbagai masukan dan akan segera ditindak lanjuti.
Pihak Bulog siap mengantarkan pengurus APTRI ke pihak pabrikan untuk mendapatkan jatah pupuk sesuai kebutuhan petani tebu dan tepat waktu, serta siap memfasilitasi untuk berkujung ke tempat sumber pembibitan varietas bibit unggul tebu.

Berkaitan dengan dana untuk usahatani tebu Ia menyanggupi akan mengkomunikasikan dan menghadirkan pihak perbankan untuk memberi fasilitas pendanaan. Untuk kegiatan perluasan tebu di lahan hutan segera akan dihubungi dengan pihak Perhutani.

Sementara secara jujur dan terbuka Krisna Murthi menjawab mengenahi bantuan CSR dari PT. GMM Bulog belum dimungkinkan. Namun akan diupayakan dibantu dari CSR Bulog kepada para petani tebu.

Pertemuan diakhiri dengan penyerahan buah tangan dari Bupati ke Dirut Bulog dan seusai foto bersama rombongan pengurus APTRI Blora mendapat pelayan istimewa dari Sekretaris Bulog.
Sedangkan kesan dari Ngaliman Kepala DP4 Blora bahwa audensi para pengurus APTRI ke Dirut Bulog perlu mendapatkan apresiasi positif dan sangat memberikan harapan yang menggemberikan bagi peningkatan kesejahteraan para petani di bumi Blora. (*).

Mitos Etan-Kulon

0

PILKADA Blora 2024 sepertinya akan memunculkan kontradiksi lagi karena dianggap melanggar mitos turun temurun yang sudah menjadi kepercayaan masyarakat. Arief Rohman dikabarkan akan maju berpasangan dengan tokoh wanita asal Blora akan mengubah keyakinan masyarakat Blora selama ini, bahwa pasangan bupati dan wakil bupati harus ada unsur etan-kulon (timur-barat).

Menilik sejarah pasangan bupati dan wakil bupati yang jumeneng sebelumnya antara lain;
Tahun 1999-2004:
Basuki Widodo (timur) dengan Subronto (barat)
Tahun 2004:
Basuki Widodo (timur) dengan Yudhi Sancoyo (barat)
Tahun 2010 – 2015:
Joko Nugroho (timur) dengan Abu Nafi (barat)
Tahun 2016 – 2021:
Joko Nugroho (timur) dengan Arief Rohman (barat)
Tahun 2021 – sekarang:
Arief Rohman (barat) dengan Tri Yuli Setyowati (timur).

Prediksi pada Pilkada Blora 2024 nanti, Arief Rohman yang representasi Blora barat akan berpasangan dengan Sri Setyorini yang juga merupakan representasi Blora barat. Begitu pula pasangan lain, Aan Rokhayanto dikabarkan akan berpasangan dengan Prayogo Nugroho.

Padahal, Aan dikenal sebagai pengusaha asal Cepu dan Yoyok (panggilan akrab Prayogo) dikenal sebagai keturunan keluarga Cepu. Aan representasi timur dan Yoyok juga representasi timur.

Keyakinan masyarakat Blora terhadap unsur barat dan timur merupakan mitos realita, yaitu kepercayaan yang berlangsung di masyarakat, muncul akibat cerita turun – temurun dengan dibenarkan atas pembuktian nyata.
Ada sebagian umum meyakini mitos tersebut dengan alasan sejarah bupati dan wakil bupati yang pernah memimpin Blora, dan sesuai dengan yang diceritakan dalam mitos.

Ada pula masyarakat yang tidak percaya karena adanya mitos yang pernah dilanggar tetapi tidak terjadi apa-apa. Hal itu mungkin yang ada dalam benak dan keyakinan Arief Rohman, bahwa pada pencalonan dirinya sebagai calon bupati tiga tahun silam juga sempat menimbulkan kontradiksi di kalangan masyarakat karena dianggap melanggar mitos.

Mitos yang dilanggar Arief Rohman pada saat itu adalah keyakinan orang Jawa bahwa wakil gak bakal bisa jadi kepala, wakil presiden gak bakal jadi presiden, wakil gubernur gak mungkin jadi gubernur, begitu juga wakil bupati gak ada peluangnya jadi bupati.
Contohnya, Megawati Soekarnoputri yang pernah menjadi wakil presiden di era Gusdur, gagal ketika dirinya maju sebagai calon presiden pada Tahun 2007.

Rustriningsih yang pernah menjabat wakil gubernur mendampingi Bibit Waluyo periode 2008–2013, juga gagal terpilih sebagai gubernur pada Pilgub Tahun 2013.

Abu Nafi yang pernah menjabat wakil bupati Blora pada periode 2010 – 2015 mendampingi Joko Nugroho, akhirnya gagal terpilih sebagai bupati pada Pilkada Blora Tahun 2016.

Namun faktanya, pada Pilkada Blora Tahun 2021 Arief Rohman terpilih sebagai bupati Blora berpasangan dengan Tri Yuli Setyowati.

Sebagai orang yang pernah memecahkan salah satu mitos, tentu saja Arief Rohman memiliki keyakinan lebih bahwa mitos yang lain juga akan bisa dipecahkan juga yaitu mistis etan-kulon.(*)

PMI Cepu Gelar Donor Darah di Desa Nglungger – Kradenan

0

Korandiva – BLORA.– Bertempat di Balai Desa Nglungger, Palang Merah Indonesia (PMI) cabang Cepu menyelenggarakan kegiatan donor darah, Senin (24/6/2024). Kegiatan donor darah tersebut merupakan kegiatan rutin yang digelar tiga bulan sekali sejak Desa Nglungger ditetapkan sebagai Kampung Donor pada Tahun 2022.

Masyarakat Desa Nglungger Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora tampak antusias mengikuti kegiatan donor darah di Desanya. Salah seorang warga setempat yang juga anggota PMI Desa Nglungger, Mulyadi (34) tahun membenarkan, bahwa kegiatan donor darah dilaksanakan tiap tri wulan.

“Hari ini hanya diikuti 67 orang pendonor, 1 orang yang tidak hadir karena kondisinya kurang sehat. Masing masing pendonor diberikan paket sembako dari desa,” ujar Mul panggilan akrab pria itu.

Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Nglungger Nurdiyanto, bahwa setiap tiga bulan sekali diadakan donor. Dia juga mengaku senang melihat antusias wargarnya yang rutin dono darah.

“Saya yang dituakan di desa ini merasa senang karena warga mulai sadar bahwa manfaat donor darah bisa untuk menolong orang lain yang membutuhkan, dan saya harap kegiatan ini bisa diintensifkan lagi,” tutur Nurdiyanto.

Rombongan petugas PMI Cepu yang yang datang diketuai oleh Ibu Ari dibantu tiga orang staf bernama Eko Nofianto, Umi Safah, dan Cantiko Fasya. Mereka mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Nglungger, karena orangnya sangat ramah. (*).

Kredit Macet Rp 20 Milyar di BPR Bank Blora Artha, DPRD: Proses Pencairan Bermasalah

0

Korandiva – BLORA.- Dugaan adanya kongkalikong yang dilakukan oleh nasabah kepada Direktur Umum dan Pemasaran BPR Bank Blora Artha menguat. Kongkalikong dilakukan dalam proses pencairan kredit yang ujung-ujungnya macet. Hal itu mengemuka saat DPRD Kabupaten Blora mengundang Dewan Pengawas dan Direksi Bank Blora Artha, Rabu (26/06/2024).

“Ya kita tanyakan tadi begitu. Ada kongkalikong, ada dugaan gratifikasi dari nasabah ke pejabat BPR. Ada Rp 11 Milyar kredit macet diluar kota, bahkan luar pulau. Harus ditagih sampai kembali. Kalau nggak, wajib lelang agunan, kekayaan daerah harus kembali,” ucap Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora Siswanto saat ditanya media usai rapat.

Siswanto menambahkan, agunan berupa aset bergerak dan tidak bergerak harus diinventarisir lagi. “Nominal agunan harus kita pastikan diatas jumlah pinjaman. Hitung pakai apprasial, ” terangnya.
Saat ditanya langkah apa yang disepakati dalam rapat, Siswanto menegaskan penagihan jumlah Rp. 20 Milyar itu adalah kunci.

“Dirut BPR Bank Blora Artha sanggup menangih. Kami kasih deadline. Proses pencairan kredit janggal. Perusahaan harus kembali sehat,” paparnya. (*)