Beranda blog Halaman 83

Perum Perhutani KPH Randublatung Beri Bantuan TJSL Kepada Dua TK Tunas Rimba

0

Korandiva-BLORA,- Bertempat di Ruang rapat 01 Perhutani KPH Randublatung telah dilaksanakan penyerahan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non PUMK kepada dua TK Tunas Rimba Selasa (29/10/2024).

Adapun yang mendapat bantuan yaitu TK Tunas Rimba 2 Doplang menerima bantuan Rp 20.000.000, dan TK Rimba 3 Banyuurip menerima Rp 20.000.000,
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Kasi SDM Umum dan IT Irwan Susanto di ruang rapat 01 Kantor KPH Randublatung.

Hadir di penyerahan bantuan tersebut Kasi SDM Umum dan IT Irwan Susanto, Ketua yayasan YTRP Tunas Rimba Rini Yuliani, Kepala TK Tunas Rimba 2 Doplang, Kepala TK Tunas Rimba 3 Banyuurip,KSS HKAPK Junaidi, KSS keuangan Supriyadi dan Stap keuangan KPH Randublatung.

Administratur KPH Randublatung Herry Merkusyanto dalam sambutannya melalui Kasi SDM umum dan IT Irwan Susanto menuturkan bahwa bantuan yang di berikan kapada dua TK Tunas Rimba jumlahnya Rp 40.000.000, untuk perbaikan sarana dan prasarana ke dua TK tersebut.

“Kita wajir bersyukur kepada Allah yang Maha Kuasa karena kita masih diberi kesahatan kesempatan sehingga kita bisa menyalurkan bantuan untuk perbaikan kedua TK Tunas Rumba 2 Doplang dan TK Tunas Rimba 3 Bnyuurip yang semuanya di bawah naungan Perhutani KPH Rndublatung” kata Irwan.

Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan ini kami mohon dipergunakan yang sebaik baiknya untuk perbikan sarana dan prasarana kedua TK dan semoga bermanfaat demi anak cucu kita kedepan” pesan Irwan.

Pada kesempatan itu Ketua Yayasan YTRP Tunas Rimba Rini Yulaini menyampaikan rasa terima kasih kepada Perum Perhutani KPH Randublatung yang memberi bantuan TJSL Non PUMK.

” Saya selaku ketua Yayasan Tunas Rimba,kami sangat terama kasih kepad para pejabat Perum Perhutani yang memperhatikan terhadap pendidikan khususnya Pendidika Usia Dini( Paud ) dan Taman Kanak Kanak (TK) dan bantuan ini akan kami pergunakan sebaik mungkin” ucap Rini.(*).

Tampil di Balai Desa Ngalapan, Dalang Cilik Geza Haidar Abimanyu Bawakan Lakon “Perang Gagal”

0

Korandiva-PATI.- Bertempat di Desa Ngalapan, Kecamatan Jakenan Kabupaten Pati, dalang cilik, Geza Haidar Abimanyu (5 tahun), murid TK A Kemala Bhayangkari 43 Pati menampilkan performanya. Dalang binaan sanggar Laksono Laras Pati (pimpinan Ki Eko Wisnu Prilaksono) itu mampu memukau ribuan masyarakat yang hadir pada malam itu.

Dalam pertunjukan yang digelar dalam rangka menyongsong Hari Wayang Dunia sekaligus Hari Wayang Nasional itu Geza membawakan lakon “Perang Gagal”, yaitu pertempuran antara Setyaki melawan Aswatama dan Surtayu.

Tidak sendiri, anak pertama dari pasangan Cahyo Heru Saputro dan Fita Mirawati yang beralamat di Dukuh Gambiran Rt.05,Rw.04, Desa Sukoharjo, Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati itu tampil bersama 8 dalang cili lainnya.

Menurut Cahyo Heru, anaknya menyukai pewayangan semenjak usia 3 tahun. Cahyo berharap agar pemerintah daerah lebih memperhatikan potensi budaya dan mampu menciptakan panggung atau pagelaran wayang kulit lebih intens sebagai ajang mengasah bakat dalang-dalang muda di Kabupaten Pati.

“Agar warisan budaya yang kita miliki dapat terus terjaga serta mampu menjaring bakat dan minat sejak usia dini,” harapnya. (cun)

HM. Kusnanto, Jabat Ketua Perkumpulan Bhakti Praja Kabupaten Blora

0

Korandiva-BLORA.- Mengisi kekosongan pasca wafatnya ketua lama Haryono SD, Perkumpulan Bhakti Praja Kabupaten Blora menggelar musyawarah pengurus untuk memilih ketua yang baru pada Rabu (30/10/2024).

Bertempat di RM Jati Manis jl Kol. Sunandor no 26 Jetis Blora, kegiatan musyawarah yang dipimpin oleh Sekretaris Bhakti Praja H. Budi Suryono, dikemas dalam suasana K3, yaitu; Kekeluargaan, Kerukunan dan Kegembiraan.

“Kita bersyukur kepada Allah, Tuhan Yang Maha Bijaksana karena semua masih diberi nikmat sehat, semangat dan nikmat sempat untuk bisa bersilaturahmi sekaligus untuk bermusyawarah dalam memilih ketua perkumpulan Bhakti Praja,” kata Penasehat Bhakti Praja Drs. H. R Soebronto Yoesoef, mantan Wakil Bupati Blora, mengawali sambutan.

Ia mengajak semua yang hadir untuk mendoakan kepada almarhum H. Haryono SD. “Semoga arwah beliau diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan,” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam memilih pemimpin atau ketua ibarat memilih pasangan hidup. Bukan hanya rekam jejak yang perlu kita ketahui tetapi juga kepribadian dan karakter kandidat yang akan kita pilih.

Soebronto Yoesoef membeberkan, ada referensi warisan dari tradisi Jawa yang selama ini selalu jadi pegangan dalam memilih calon pasangan hidup.
Hal itu dirumuskan dalam akronim B-3, yaitu Bibit (garis keturunan atau asal usul), Bobot (kepribadian dan pendidikan) dan Bebet (status sosial-ekonominya).

Soebronto Yoesoef sangat mengharapkan pedoman tersebut jangan dimaknai secara kaku dan leterlek. Mengingat organisasi Bhakti Praja merupakan perkumpulan para matan anggota DPRD yang mayoritas sudah senior dan wisdom.

“Untuk itu hendaknya pemilihan ketua dilakukan secara musyawarah untuk mufakat agar nuansa kerukunan dan kekeluargaan tetap terjaga dan terjamin,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu pimpinan musyawarah Budi Suryono menawarkan bahwa dalam pemilihan ketua bisa dilakukan dengan secara voting dan musyawarah untuk mufakat.
Ternyata setelah ditawarkan kepada para peserta musyawarah untuk memilih apakah pemilihan secara voting atau musyawarah. Semua peserta musyawarah pemilihaan Ketua Perkumpulan Bhakti Praja dengan nada kegembiraan memilih secara musyawarah untuk mufakat.

Hasilnya, HM Kusnanto, SH terpilih sebagai Ketua Perkumpulan Bhakti Praja masa Bhakti 2023-2028.
HM. Kusnanto adalah mantan Ketua DPRD Kabupaten Blora dan saat ini juga diberi amanah sebagai ketua DHD 45, Ketua HKTI dan ketua perkumpulan mantan kepala desa se Kabupaten Blora.

Dalam sambutannya, HM Kusnanto mengucapkan terimakasih kepada para peserta musyawarah yang telah memberikan kepercayaan untuk mengemban mandat sebagai ketua Perkumpulan Bhakti Praja Kabupaten Blora semoga berkah dan amanah.

Dirinya segera akan mengadakan konsolidasi ke dalam dan koordinasi ke unsur pimpinan DPRD Kabupaten Blora serta ke pimpinan daerah Kabupaten Blora.
Disampaikan HM Kusnanto, bahwa dalam mengemban amanah selalu termotivasi oleh kata kata bijak dari Presiden Amerika Serikat ke 35 John F.Kennedy.

“Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu,” ucapnya.

Ia juga berharap kepada para anggota perkumpulan Bhakti Praja tetap guyub rukun paseduluran sak lawase dan menjadikan organisasi Perkumpulan Bhakti Praja sebagai wahana untuk bersilaturahmi dan tempat pengabdian di masa purna tugas sesarengan mbangun Blora.

Adapun susunan kepengurusan perkumpulan Bhakti Praja masa bhakti 2023-2028 sebagai berikut ;
Penasehat Soeharso BA, Drs H.R. Soebronto Yoesoef, Kolonel Purnawirawan Suprapto mantan ajudan Gubernur Jateng HM Ismail.
Ketua HM Kusnanto SH, Wakil Ketua Singgih Hartono, Sekretaris Budi Suryono SPdi, Wakil Sekretaris Budi Hariyanto SH, Bendahara Dwi Puji Rahayu SE MM, Wakil Bendahara Endang Masbakhah.
Pengawas Ir Bambang Sulistya MMA, Rawuh Siswanto dan Moch Shodiq Abdulhayyi.
Untuk diketahui Bhakti Praja merupakan kumpulan para matan anggota DPRD Kabupaten Blora. (*).

SMP Negeri 4 Ngawen Gelar Workshop Jurnalistik Era AI dan Luncurkan Kelas Kreator Cerdas AI

0

Korandiva-BLORA.– SMP Negeri 4 Ngawen resmi menjadi SMP negeri pertama di Indonesia yang memperkenalkan Kelas Kreator Cerdas AI, sebuah program yang bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan jurnalistik dan kemampuan mengolah konten berbasis teknologi kecerdasan buatan.

Program ini diluncurkan pada Jumat, 25 Oktober 2024, di Laboratorium Komputer SMP Negeri 4 Ngawen, dalam sebuah kegiatan yang juga mencakup Workshop Jurnalistik di Era Artificial Intelligence (AI), serta dihadiri oleh para pejabat pendidikan setempat. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, S.Pd., M.Si., hadir secara langsung untuk meluncurkan program ini.

Amin Mudi Utomo, S.Pd., M.Pd., Kepala SMP Negeri 4 Ngawen, menyampaikan bahwa peluncuran Kelas Kreator Cerdas AI adalah upaya untuk menjadikan siswa lebih siap dalam menghadapi perkembangan dunia digital yang terus berubah.

“Kelas ini kami rancang untuk menanamkan keterampilan jurnalistik dasar, kemampuan mengedit konten, hingga penerapan AI dalam proses kreatif. Melalui kelas ini, kami berharap siswa dapat lebih adaptif, kreatif, dan kritis dalam menyikapi informasi digital serta mampu memanfaatkan teknologi secara produktif,” jelas Amin.

Dalam kesempatan yang sama, Amin juga mengemukakan bahwa workshop yang dilaksanakan memberikan landasan penting bagi siswa dan guru untuk memahami peran jurnalistik dan teknologi AI di era digital.

“Tujuan kami adalah membekali siswa dan guru dengan keterampilan digital yang semakin dibutuhkan saat ini, terutama dalam memahami media secara kritis dan beretika,” tambahnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sunaryo, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh SMP Negeri 4 Ngawen. Ia menegaskan bahwa kecakapan digital kini merupakan kompetensi yang sangat penting bagi generasi muda, terutama dalam menguasai teknologi yang semakin berkembang.

“Kami sangat mengapresiasi inovasi ini sebagai langkah awal dalam memperkenalkan teknologi AI di kalangan siswa. Penguasaan teknologi, termasuk AI, adalah hal penting untuk masa depan pendidikan dan karier siswa. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Blora untuk turut mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi,” ungkap Sunaryo.

Sunaryo menambahkan bahwa pihaknya akan memberikan dukungan moril penuh terhadap inisiatif ini, agar pelaksanaan Kelas Kreator Cerdas AI dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi siswa.

“Kami percaya bahwa langkah ini akan memberikan pengalaman berharga bagi siswa dan membantu mereka mempersiapkan diri menghadapi tantangan di era digital,” tambahnya.

Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan Gunawan Trihantoro, S.Pd.I. Sekretaris Forum Kreator Era AI Jawa Tengah, sebagai salah satu narasumber. Gunawan dalam sesi pemaparannya menekankan pentingnya kemampuan adaptasi bagi guru dan siswa di era kecerdasan buatan.

“AI bisa membantu meningkatkan kreativitas siswa di bidang pendidikan, seperti melatih keterampilan menulis, menggambar, hingga menciptakan karya musik,” ujar Gunawan.

Suhartutik, S.Pd., M.Pd., Pengawas SMP, turut memberikan pandangan bahwa peluncuran Kelas Kreator Cerdas AI di SMP N4 Ngawen adalah langkah tepat untuk membangun masa depan pendidikan yang lebih berkualitas.

“Kita adalah hasil dari masa lalu kita sendiri, dan langkah ini akan memberi dampak positif bagi generasi penerus, dengan pendidikan berbasis AI yang akan membantu mereka mencapai masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.

Dengan adanya Kelas Kreator Cerdas AI, SMP N4 Ngawen diharapkan dapat menjadi pelopor dalam memperkenalkan teknologi AI dan jurnalistik di dunia pendidikan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan era digital. (*)

24 Kelompok Tani Tembakau di Blora Terima Bantuan Alat Pertanian

0

Korandiva-BLORA.- Budidaya tanaman tembakau di wilayah Kabupaten Blora saat ini berkembang cukup pesat. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pangan Pertanian Peternakan dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora, Ngaliman, SP, MMA., bahwa pada masa tanam 2024 luas areal tanaman tembakau di Blora sudah mencapai 2.775 Ha.

“Varietas yang dikembangkan adalah Kasturi, Gilang Mancung dan Gilang Banteng. Sedangkan produktivitas tembakau 1-2 ton/ha,” ujarnya, di Blora, Sabtu (26/10/2024).

Dikatakannya, pola pengembangan budidaya tanaman tembakau sebagian besar dilakukan melalui pola kemitraan dengan PT Sadana Arif Nusa.
Model kemitraan yang terbangun semua kebutuhan saprodi disediakan oleh PT. Sadana dan pengembalian kredit dibayar ketika panen (Yarnen).

Ngaliman menyampaikan untuk mendukung keberhasilan para petani tembakau dalam berusaha tani tembakau pihah mitra kerja menyiapkan/menyediakan petugas pendamping yang berperan dalam memberi bimbingan teknis sehingga mampu mewujudkan keberhasilan dalam pemeliharan dan pengolahan tembakau sesuai dengan standar kualitas yang sudah ditentukan. Disamping itu pihak mitra kerja juga sudah memberi jaminan harga saat panen tiba.

“Harga tembakau saat panen mencapai kurang lebih Rp 40.000 per kg.Pendapatan bersih yang diterima petani berkisar antara Rp 25 juta sampai Rp40 juta per ha,” terangnya.

Meski demikian berdasarkan kenyataan di lapangan masih yang ada sebagian petani tembakau yang berusaha tani secara mandiri.
Semua kebutuhan saprodi dipenuhi sendiri dan penjualan hasil dilakukan secara bebas bisa dijual ke pedagang lokal atau ke lain pihak yang harganya lebih menguntungkan.

Dalam rangka memotivasi para petani tembakau untuk bersemangat pengembangan areal tembakau dan memantapkan kreget para petani tembakau di Kabupaten Blora oleh Bupati Blora Arief Rohman beberapa waktu yang lalu telah memerintahkan kepada Kepala DP4 agar mengupayakan untuk memperoleh dukungan dan bantuan berbagai alat pertanian kepada para petani tembakau dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.

Berkat komunikasi yang intensif dan kinerja yang diwujudkan oleh DP4 dalam perluasan tembakau di Kabupaten Blora telah dibagikan bantuan kepada 24 kelompok tani tembakau pada Jumat (25/10/2024)
Bantuan itu berupa alat alat pertanian: Cultivator 5 buah, handtraktor 10 buah, power sprayer 5 buah dan alat penyiang gulma 4 buah.

Bantuan alat alat pertanian tersebut berasal dari bantuan DBH-CHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.
Pembagian alat-alat pertanian berlangsung di halaman DP4 Blora.

“Tolong bantuan yang diterima agar dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan sebaik baiknya serta jadikan sebagai spirit dalam menumbuhkan kerukunan,kinerja dan kegotong royongan para petani tembakau,” pesan Ngaliman.

Hal itu dikarenakan pada tahun 2025 di Kabupaten Blora target pengembangan perluasan areal tanam tembakau meningkat menjadi seluas 3.300 ha.

Sementara ada seorang penerima bantuan bernama Nur Cholis dari desa Klokah Kecamatan Kundurun secara khusus menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Blora Arief Rohman yang telah ikut berupaya agar para ketua kelompok tani tembakau mendapat bantuan dari alat-alat pertanian dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jateng.
“Semoga berkah dan amanah serta bermanfaat untuk menambah guyub rukun dalam berusahatani tembakau,” ucapnya. (*).

Alokasi Kinerja Dana Desa 2024, 52 Desa di Kabupaten Blora dapat Insentif dari Pemerintah Pusat

0

Korandiva-BLORA.- Sebanyak 52 desa di Kabupaten Blora mendapatkan penghargaan berupa Alokasi Kinerja Dana Desa Tahun 2024, atau insentif dari Pemerintah Pusat yang disalurkan melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Seperti disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinas PMD) Yayuk Windrati, S.IP., bahwa penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kinerja desa yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan oleh Kemenkeu.

“Insentif ini diberikan kepada desa-desa yang dinilai memiliki kinerja terbaik. Tahun ini ada 52 desa di Kabupaten Blora yang mendapat alokasi insentif desa. Setiap desa menerima dana sebesar Rp 138.495.000, dengan total anggaran mencapai Rp 7.201.740.000,” ungkap Yayuk, Rabu (23/10/2024).

Menurut data yang ada, desa-desa penerima insentif itu tersebar di berbagai kecamatan seperti: Kecamatan Jati (1 desa), Randublatung (3 desa), Kradenan (4 desa), Kedungtuban (1 desa), Cepu (5 desa), Jiken (1 desa), Jepon (3 desa), Ngawen (7 desa), Kunduran (11 desa), Todanan (6 desa), Bogorejo (4 desa), dan Japah (5 desa).

Menurut Yayuk, alokasi ini didasarkan pada penilaian kinerja yang dilakukan Kemenkeu berdasarkan berbagai kriteria. “Penilaian kinerja ini sangat komprehensif, meliputi kinerja keuangan, pembangunan, tata kelola, serta penghargaan yang diterima desa,” tambahnya.

Secara nasional, pada tahun 2024, insentif desa diberikan kepada 15.124 desa di seluruh Indonesia, dengan total anggaran sebesar Rp 2 triliun. Dana ini merupakan bagian dari total Dana Desa yang disalurkan oleh Pemerintah Pusat, yang mencapai Rp 71 triliun, dengan alokasi reguler sebesar Rp 69 triliun dan insentif desa Rp 2 triliun.

“Penghargaan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi desa-desa di Blora untuk terus meningkatkan kinerja mereka. Kami berharap, desa-desa yang belum mendapat alokasi tahun ini bisa terpacu untuk lebih baik di tahun-tahun mendatang,” harap Yayuk.

Kriteria utama yang digunakan dalam penilaian kinerja desa mencakup desa yang bebas dari korupsi, penyaluran Dana Desa tahap I, serta penganggaran dana yang sesuai ketentuan. Selain itu, penilaian juga melibatkan beberapa aspek, seperti tata kelola keuangan, akuntabilitas, dan pembangunan yang berkelanjutan.

Desa-desa yang mendapatkan penghargaan kinerja ini juga diperoleh dari data yang dikelola oleh berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Badan Pusat Statistik (BPS), Kementerian Dalam Negeri, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dana insentif desa ini dapat dimanfaatkan untuk program pemulihan ekonomi, seperti perlindungan sosial, penanganan kemiskinan ekstrem, program ketahanan pangan, serta upaya penurunan stunting di desa. Selain itu, dana ini juga bisa digunakan untuk program pembangunan yang sesuai dengan potensi lokal desa, termasuk penyertaan modal pada badan usaha milik desa (BUMDes).

“Dengan adanya insentif ini, kami berharap desa-desa di Blora dapat lebih meningkatkan pembangunan dan pemberdayaan masyarakatnya. Ini merupakan salah satu langkah penting menuju pemerataan pembangunan antara desa dan kota, yang pada akhirnya akan mendukung visi Indonesia Emas 2045,” kata Yayuk. (*).

Acara Pengucapan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Blora Masa Jabatan 2024-2029 Dibanjiri Karangan Bunga

0

Korandiva-BLORA.- Banyaknya karangan bunga yang terpasang di sepanjang pagar menyisakan kenangan yang penuh makna pasca pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Blora masa jabatan 2024-2029.

Mantan Anggota DPRD Blora Ir. H. Bambang Sulistya, M.MA mengungkapkan, karangan bunga berisi ucapan selamat dan sukses atas dilantiknya para pimpinan DPRD bisa dimaknai dengan beragam tafsir sesuai dengan latar belakang dari si pengirim bunga masing-masing. Menurutnya, itu fenomena yang menarik dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Blora pada Kamis (17/10/2024).

Tidak hanya sekedar pengucapan sumpah/janji pimpinan DPRD Kabupaten Blora masa jabatan 2024-2029 yaitu Ketua DPRD Mustopa (PKB), Wakil Ketua HM Dasum (PDI-P), Wakil Ketua Siswanto (Partai Golkar), Wakil Ketua Lanova Candra Tirtaka (Partai Gerindra). Namun terjadinya sebuah anomali baru yaitu pemandangan yang menarik berupa barisan karangangan bunga ucapan selamat dan sukses yang berasal dari berbagai pihak yang dipajang di pelataran dan di pagar kantor DPRD Blora.

Mulai kiriman karangan bunga ucapan dari Bupati Blora, PLT Bupati Blora, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Sekretariat DPRD, OPD, Organisasi Partai politik, BUMD dan lain-lain.

“Bagi saya secara pribadi yang pernah menjadi anggota DPRD, peristiwa tersebut bisa dimaknai sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa bahwa prosesi pengambilan sumpah janji dari pimpinan DPRD telah dilaksanakan dan berjalan lancar,” ungkapnya di Blora, Minggu (20/10/2024).

Sehingga lanjut Bambang, roda pelaksanaan kegiatan di dewan sangat diharapkan akan segera berjalan secara dinamis dan normatif.
Disamping itu pengiriman karangan bunga juga dapat dimaknai sebagai bentuk empati komunikasi agar kemitraan yang selama ini sudah berjalan baik ke depan masih tetap langgeng dan harmonis.

“Tentu terselip sebuah harapan semoga kinerja dari para anggota dewan saat ini akan lebih baik dari kinerja anggota dewan periode tahun lalu. Mengingat saat ini unsur pimpinan DPRD Blora didominasi oleh figur generasi muda yang memiliki KPK (Kecerdasan, Protensi dan Komitmen) yang tidak perlu diragukan lagi dalam mengemban amanah rakyat,” tambah Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora itu.

Bahkan sangat diharapkan agar agenda pengucapan sumpah janji dapat dijadikan momentum bagi para anggota dewan untuk mereformasi diri dalam upaya membangkitkan kinerja dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Sehingga roda pelaksanaan kegiatan di dewan sangat diharapkan akan segera berjalan secara dinamis dan normatif.

“Sementara tentang terjadinya peristiwa dialog ekstrim di luar kelaziman tersebut hendaknya di masa mendatang tidak terulang kembali. Karena akan memberi dampak yang kurang baik bagi citra yang terhormat wakil rakyat,” tuturnya. (*).

Di Usia 73 Tahun, Soemardjan Rayakan Ulang Tahun Pernikahan dengan Naik Sepeda Pancal

0

Korandiva-BLORA.- Club sepeda pancal Ario Penangsang bersukacita berkeliling menyusuri jalan-jalan di Kota Sate, Blora, Jumat Pon (18/10/2024).

Aktivitas membumikan olahraga bersepeda kali ini bersamaan dengan ulang tahun pernikahan salah satu anggota club sepeda pancal Ario Penangsang yakni H. Soemardjan, mantan Kepala SDN 2 Jetis Blora.

Jadi, kegiatan bersepeda ini selain olahraga, juga ikut merayakan ulang tahun pernikahan anggota club sepeda pancal Ario Penangsang, yakni H. Soemardjan. “Ulang tahun ke enam untuk pernikahan kedua, (pernikahan pertama istri meninggal dunia, red),” kata Soedadyo, ketua Club Sepeda Pancal Ario Penangsang Blora.

Setelah menempuh perjalan hampir satu setengah jam rombongan beristirahat di warung sederhana di Kota Blora.
Suara musik dari orgen tunggal telah menciptakan nuansa hati yang penuh suka cita dari para peserta gowes yang berada di warung sederhana.
Apalagi telah pula disiapkan sajian menu makanan beraneka ragam dan bergizi mulai dari pecel, opor, telur ayam, tahu, tempe, kerupuk, nasi, lontong dan sayur lodeh.Terasa seperti sajian empat sehat lima sempurna ala warung sederhana.

Bahkan ada yang nyeletuk, itu contoh sajian program makan bergizi gratis salah satu kebijakan populer dan merakyat dari Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang akan dilaksanakan mulai 2025.
H. Soedadyo yang mantan kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan sosial Kabupaten Blora menyampaikan teladan yang baik dari pasanganH.Soemardjan untuk mensyukuri nikmat dari Tuhan Yang Maha Bijaksana.

“Beliau berdua mengajak kita semua untuk menikmati hiburan musik solo orjen dan sajian makan bergizi gratis untuk memupuk rasa kekeluargaan dan kerukunan,” ujarnya.

Dirinya berharap semoga pasangan ideal ini bisa jadi teladan kita semua karena resep berumah tangga adalah S3.
Pertama, Saling menerima apa adanya segala kekurangan dan kelebihan diantara satu dengan lainnya. Kedua, selalu berkomitmen dalam berumah tangga siap berkorban untuk mewujudkan keluarga yang sakinah,mawadah dan warahmah (Samawa).
Ketiga, sayangi pasangan hidupmu seperti menyayangi dirimu sendiri. Karena mereka berdua sudah saling meyakini bahwa pasangan hidupnya adalah pemberian terbaik dari Allah SWT.

“Mari kita doakan semoga beliau berdua menjadi pasangan yang selalu dalam lindungan-Nya, Sehat bahagia dan tetap produktif berguna bagi nusa bangsa serta keluarga,” kata dia.

Dalam kesempatan itu H. Soemardjan mengucapkan terimakasih atas doa dan perhatian dari teman teman dalam mengayubagya ulang tahun pernikahan ke enam. Saat ini Ia sudah berumur 73 tahun dalam keadaan sehat walafiat.

Kebetulan Hari Ulang Tahun pernikahannya sama dengan ulang tahun kelahiran Presiden terpilih Jenderal Purnawirawan TNI H. Prabowo Subianto.
Pada saat yang istimewa ini H. Soemardjan juga menyampaikan ucapan selamat hari ulang tahun Presiden RI terpilih Prabowo Subianto.
“Semoga dalam memimpin Negara Indonesia nanti diberi kekuatan, kesabaran dan keberanian untuk mewujudkan Indonesia makin unggul, maju,sejahtera dan membuat wong cilik gumuyu,” ungkapnya.

Suasana semakin gayeng penuh gelak tawa ketika semua yang hadir di warung sederhana menyanyikan lagu bersama judul lagu Ayo Guyu yang lagu itu populer dinyanyanyikan oleh penyanyi legendaris Jawa, yaitu Waldjinah.
Sepenggal bait syair lagu Ayo Guyu yang sudah direnovasi yang disesuaikan dengan suasana Blora.
“Kota Blora, yo mas kota Mustika. Ajo lali, yo mas sate ayamnya. Wujudkan kerukunan dan kebersamaan kita.Insya Allah Blora maju dan sejahtera. Ayo ngguyu (Ha Ha Ha). Ngguyu maneh (Ha Ha Ha),Yen ngguyu ajo seru-seru”
Di luar dugaan kata “GUYU” oleh mantan Asisten dua Setda Blora H. Umartono, SH dijadikan akronim dalam memberikan spirit menyambut kepemimpinan Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia Emas.

(G) – Gelorakan terus sesanti guyub rukun paseduluran saklawase, rukun agawe berkah cerah agawe bubrah. Ciptakan kerukunan agar persatuan dan kesatuan umat semakin mantap.
(U) – Ujudkan tekat dan semangat gotong royong dalam sesarengan membangun masyarakat yang memiliki sumber daya manusia berkualitas, berdaya saing dan berkarakter.
(Y) – Yakini dengan kepemimpinan yang baru Indonesia semakin aman, damai, sejahtera, maju dan membuat wong cilik makin bahagia.
(U) – Upayakan keterlibatan seluruh elemen masyarakat khususnya generasi milenial untuk berkiprah dalam pembangunan dan pelayanan berkualitas kepada masyarakat. (*).

TMMD ke-122 Kodim 0721/Blora di Desa Sidomulyo, Dinas PMD Blora: TMMD Percepat Pembangunan Desa Tertinggal

0

Korandiva-BLORA.- Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 Kodim 0721/Blora di Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo mengalami kemajuan yang maksimal.

Hal itu diketahui saat review Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD, yakni tim dari Staf Teritorial Angkatan Darat (Sterad), Kamis (17/10/2024).

Tim Wasev dari Sterad yang turun langsung meninjau tersebut, diantaranya Waaster Kasad Bidang Tahwil, Komsos dan Bakti TNI, Brigjen TNI Taufik Shobri, M. Han dan Pabandya-2/Binanev dan Staf Data Spaban I/Ren Sterad, Letkol Inf Hari Sandra.

Ikut mendampingi, Danrem 073/Makutarama, Kolonel Inf Ari Prasetya, SE, M.Han, Plt Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Yayuk Windrati, Waaster Kasdam IV/Diponegoro, Letkol Inf. Dipo Sabungan Lumban Gaol, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto.

Dengan kemajuan yang cukup signifikan itu, Dandim 0721/Blora selaku Dansatgas TMMD ke-122.
Letkol Czi Yuli Hartanto, optimis semua target TMMD yang dilaksanakan satu bulan, dibuka sejak 2 Oktober 2024 lalu, baik fisik maupun non fisik akan rampung sebelum penutupan nanti.

Diketahui, di program terpadu antara TNI dan pemerintah daerah setempat dengan tujuan mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah tersebut, pada tahun 2004 ini Kodim Blora menyasar Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo.

Selama satu bulan, dimulai tanggal 2 Oktober 2024 lalu, TNI bersinergi dengan warga setempat, mengerjakan sejumlah pembangunan fisik dan non fisik.
Cukup banyak sasaran fisik di TMMD Reguler ke-122 Kodim Blora di Desa Sidomulyo tersebut. Di samping sejumlah program non fisik.

Untuk program fisik antara lain, pembangunan jalan makadam sepanjang 1.700 Meter dengan lebar 3 Meter, membangun sebuah jembatan sepanjang 6 Meter dengan lebar 3,7 Meter dan tinggi 3,5 Meter.

Berikut ini pembangunan tiga buah talud, pembangunan 3 unit sumur bor, rehabilitasi sembilan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga desa sasaran, dan pembangunan rumah warga Desa Sidomulyo.

*90 Persen
Berikut perkembangan TMMD di Sidomulyo saat meninjau Tim Wasev Mabes TNI AD. Untuk sasaran rehabilitasi fisik sembilan RTLH, rata-rata sudah diatas 90 persen. Masing-masing, rumah Suwadi sebesar 96 %, Damijah 99 %, Darsini 99 %, Paini 99 %, Karwati bahkan sudah selesai 100 %.
Untuk rehab RTLH milik Sri Muryani 99 %, Jaritun 99%, Sucipto 99 %, rumah Wakimin juga sudah 99%. Sementara itu untuk pembuatan rumah dua anak yatim ( Johan dan Tirta ), hingga saat ini sudah mencapai 80%.

Sementara itu, untuk sasaran fisik pembangunan jembatan panjang 6 Meter dengan lebar 3,7 Meter dan tinggi 3,5 Meter sudah mencapai 82 persen, dan pembangunan jalan makadam sepanjang 1.700 Meter dengan lebar 3 Meter progresnya sudah mencapai 55 %.

Semua sasaran fisik dimaksud, satu persatu ditinjau oleh Brigjen TNI Taufik Shobri bersama rombongan. Disela-sela itu sekaligus meresmikan RTLH dan menyerahkan kunci rumah kepada Karwati, warga RT 06 /RW 05 Dukuh Kedung Kenongo, yang sudah selesai direhab.

”Saya lihat pelaksanaan program, baik fisik maupun non fisik di TMMD Kodim Blora tahun 2024, dimana seluruhnya berasal dari kebutuhan dan urgensi masyarakat sudah dilaksanakan dengan baik,” papar Brigjen TNI Taufik Shobri.

Kepada masyarakat, Brigjen Taufik Shobri berpesan untuk dapat memanfaatkan hasil TMMD tersebut dengan maksimal dan masyarakat diimbau untuk selalu merawat serta menjaga dengan baik.

”Saya sangat bangga dengan kebersamaan Forkopimda Blora dan masyarakatnya juga sangat antusias dalam pelaksanaan TMMD ini. Sehingga semua berjalan lancar, semoga hasil TMMD ini bisa bermanfaat dan menjaga hasil yang baik dari program ini,” ungkapnya.
Plt Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, ST, MM, mengatakan, kunjungan Tim Pengawas dan Evaluasi TMMD di Blora, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri.

”Terima kasih serta diberikan penghargaan kepada TNI atas kontribusinya melalui program TMMD untuk masyarakat Blora,” kata Plt Bupati Blora Tri Yuli Setyowati.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Yayuk Windrati kepada wartawan mengatakan, kegiatan TMMD bertujuan untuk membangun infrastruktur desa dalam meningkatkan pembangunan dan peran masyarakat demi kemajuan dan kesejahteraan desa.

“Sehingga dari kegiatan TMMD dapat mempercepat pembangunan pada wilayah desa yang terisolir dan tertinggal,” ujar Yayuk ketika dikonfirmasi wartawan, Jumat (18/10/2024). (*)

Keruk Tanah Milik Warga, Kades Sinomwidodo Dilaporkan ke Polres Pati

0

Korandiva-PATI.- Ditemui di Kantor Desa Sinomwidodo, Rakimin, kepala Desa Sinomwidodo Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati mengaku belum mengetahui pokok permasalahan yang membuat dirinya dilaporkan ke polisi oleh warganya sendiri.

Justru dia mengetahui kalau telah dilaporkan ke Mapolresta Pati dari salah satu media yang meminta klarifikasi terhadap dirinya. “Terus terang saya tidak tahu kalau dilaporkan oleh Mas Hadi,” ujarnya, Jumat, 11 Oktober 2024.

Menurut Rakimin, jika yang dipermasalahkan Hadi itu soal pohon jati yang hilang dia menegaskan, bahwa tidak mungkin dirinya yang melakukan. “Buat apa saya mengambil pohon jati miliknya. Saya sendiri punya pohon Jati, dan tidak kurang kalau saya gunakan untuk membuat bangunan,” tambahnya.

Bahkan menurut Rakimin, dia meyakini warga Sinomwidodo yang lain juga tidak akan melakukan hal tersebut karena dia tahu karakter warganya.
Sementara terkait lahan tanah yang akan digunakan untuk jalan, Rakimin mengaku sebelumnya sudah berembug dengan pemilik lahan kanan kirinya. Namun ketika diminta menunjukkan surat perjanjian hitam di atas putih terkait hal tersebut, Rakimin mengaku tidak ada. “Hanya kesepakatan saja,” jelasnya.

Sementara Hadi, warga yang melaporkan Kades Sinomwidodo ke Mapolresta Pati mengaku kecewa dengan sikap dan tindakan yang dilakukan oleh sang Kades. Pasalnya, dirinya merasa tidak pernah diajak komunikasi terkait pembuatan jalan akses yang melewati atau memakan lahan miliknya.

Terlebih lagi di lahan tersebut juga ada pohon jati yang rencananya akan dia pergunakan, dan pohon jati di lokasi tersebut sudah raib–hanya meninggalkan akar yang menjungkal saja.

Menurut Hadi, ada dua pohon jati besar yang hilang. Kemudian tanah dan batu hasil kerukan digunakan oleh Kades untuk pengurugan proyek jalan yang anggarannya 150 juta. Sebagian lagi gunakan untuk ngurug lahan milik Kades di wilayah Gabus.

“Ini kan jelas perbuatan yang tidak bisa dibenarkan, dia mau untung tapi merugikan warga yang lain,” ungkapnya kesal. Sementara itu Reni, warga yang lahannya juga terkena imbas mengaku mengizinkan sang Kades membuat akses jalan ke lahan miliknya lantaran tidak mengetahui jika tanah yang dikeruk sampai securam itu–bahkan hingga membuat dirinya kesulitan untuk membawa pupuk ke lahan miliknya.

Menurut Reni, sebelumnya dia bisa membawa pupuk menggunakan sepeda motor langsung ke lokasi lahan, namun setelah tanahnya dikeruk untuk akses jalan, dirinya harus susah payah untuk membawa pupuk ke lahan pribadinya karena tanahnya terlalu curam, sehingga sepeda motor tidak dapat masuk.

“Kalau tahu seperti ini jadinya, terus terang saya tidak mengizinkan, karena justru membuat saya susah,” jelas Reni sambil menunjukkan raut penyesalan.

Hal senada juga disampaikan keluarga Yoto, warga Gunungpanti. Sang Istri menjelaskan kalau tanahnya berkurang sampai 9 meteran, imbas dari pembuatan akses jalan yang dibuat oleh Kades Sinomwidodo. Hal itu diperkuat oleh adik kandung korban, Warjo yang juga merupakan anggota BPD desa Tambakromo. Bahkan korban sempat menunjukkan fotocopy sertifikat tanahnya.
Akibat peristiwa tersebut sang Kades kini dilaporkan ke pihak berwajib oleh Hadi pada Senin, 30 September 2024. (*)