Beranda blog Halaman 253

Bambang Ungkit Mahar, Kader Demokrat Kecewa

0

Blora, Diva. – Selain berencana akan menggugat Partai Demokrat, Bambang Susilo yang pertengahan Februari lalu dicopot dari jabatan Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora itu juga bicara blak-blakan soal mahar politik yang membuatnya tak bisa maju Pilkada 2020. Bambang mengaku butuh mahar sebesar Rp 600 juta untuk mendapatkan rekomendasi partai demi maju Pilkada Blora 2020.

Menanggapi hal itu, Plt. Ketua DPC Partai Demokrat Blora Tety Indarti mengingatkan bahwa menjadi orang itu jangan mau enaknya saja. Seperti halnya Bambang Susilo yang pernah menjadi anggota dan ketua DPRD dengan segala fasilitasnya. “Jangan sekarang menjelek-jelekan partai,” ujarnya.

Perihal Bambang Susilo yang mengaku sakit hati karena tidak mendapat rekom partainya ketika mau maju bupati Blora pada tahun 2020 lalu, Tety menegaskan, bahwa untuk maju calon bupati itu ada syaratnya.

Masih menurut Tety, Demokrat di Blora itu hanya 3 kursi. Tidak bisa maju sebagai calon bupati karena ada ketentuannya calon bupati harus diusung minimal 9 kursi.

“Kursi Demokrat tidak cukup, sedangkan Pak Bambang tidak bisa menyediakan kekurangannya,” katanya.

“Sempat nyebut-nyebut nama partai pendukung, tetapi belum ngantongi rekomendasi. Partai kita tidak mau spekulasi, tambah Tety.

Terkait isu mahar yang selalu dihembuskan oleh Bambang Susilo, Tety enggan berkomentar banyak. “Terkait mahar tanyakan Bu Tutik (calon bupati Blora dari Demokrat), tidak ada mahar itu. Kalau memang ada transaksi, silahkan buktikan,” tantangnya.

Sementara itu Anggota Komisi VIII DPR RI Harmusa Oktaviani juga mengaku kecewa terhadap sikap Bambang Susilo yang mendukung KLB.

“Saya tidak mau bicarakan alasan beliau mengikuti KLB, tetapi sebagai kader partai saya sangat kecewa sekali dengan apa yang telah dilakukan Pak Bambang,” ujar Harmusa.

Menurut wanita asal Rembang itu, apa yang dilakukan mantan ketua DPRD Blora itu termasuk mencoret namanya sendiri. Karena Bambang Susilo adalah kader yang sudah lama, dan bisa dibilang senior di Demokrat.

“Bahkan dari Partai Demokrat, beliau bisa duduk sebagai anggota dan ketua DPRD,” pungkasnya. (*)

Dipimpin Tety, DPC Demokrat Blora Solid Dukung AHY

0

Blora, Diva. – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Blora, Minggu (14/03/21) menggelar konsolidasi partai. Pertemuan yang dikemas dalam acara doa bersama itu untuk menyatukan tekad mendukung penuh kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum partai berlambang Mercy.

Bertempat di Gedung KSP Sumber Rejeki, Jl. Blora-Rembang, Karangjati, Blora, semua kader Demokrat Kota Barongan menyatakan tak terpengaruh terkait upaya-upaya yang mencoba menggoyang kepemimpinan sah AHY.

“Kita bersama teman-teman sebagai kader Demokrat tetap setia kepada Ketum AHY, setia kepada SBY, dan tunduk patuh terhadap Partai Demokrat,” ujar Plt. Ketua DPC Demokrat Kabupaten Blora Tety Indiarti.

Selain jajaran pengurus DPC dan pengurus anak cabang (PAC) Partai Demokrat, kegiatan yang dibuka dan dipimpin langsung oleh Tety itu juga diikuti oleh seluruh anggota Fraksi Demokrat DPRD Blora.

Tampak hadir dalam kegiatan itu antara lain Anggota Komisi VIII DPR RI Harmusa Oktaviani, Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Rembang H. Harno, dan mantan anggota DPRD Blora yang juga mantan Sekda Blora H. Bambang Sulistya.

Dalam sambutannya wanita yang akrab disapoa Mbak Tety itu menegaskan, bahwa Partai Demokrat Kabupaten Blora sangat menolak KLB abal-bal atau KLB bodong.

“Kita menolak adanya KLB,” ujar wanita asal Solo itu yang spontan mendapat jawaban dari seluruh kader, “Setujuuu….!!?”

Terkait kader Demokrat Blora yang menghadiri Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang pada 5 Maret lalu, Tety selaku Plt. Ketua DPC Demokrat Blora dengan tegas menyatakan tidak pernah memberikan mandat apapun, kepada siapapun untuk menghadiri KLB Deli Serdang

“Seandainya nanti ada yang mengatasnamakan perwakilan dari Partai Demokrat Blora, akan saya tuntut. Karena saya sebagai pemegang hak suara tidak pernah mendelegasikan kepada siapapun untuk hadir ke KLB,” katanya.

Sebagaimana diberitakan pada akhir Februari lalu, Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Blora, Bambang Susilo, dicopot dari jabatannya terkait isu kudeta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD.

Sebagai tindak lanjut, DPP Partai Demokrat mengeluarkan SK pengangkatan Tety Indarti sebagai Plt Ketua DPC Partai Demokrat Blora. Tety sekarang masih menjabat wakil ketua DPD Demokrat Propinsi Jawa Tengah.

“Kita bersama teman-teman sebagai kader Demokrat tetap setia kepada Ketum AHY, setia kepada SBY, dan tunduk patuh terhadap Partai Demokrat,” pungkasnya. (*)

Kembalikan Kejayaan Partai Demokrat, Tety Gelar Konsolidasi

0

BLORA. – Pada pertemuan awal bersama jajaran pengurus DPC dan PAC di Gedung Koperasi Sumber Rejeki, Blora, Minggu (14/03/21), Plt. Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blora Tety Indarti berupaya mengajak semua kadernya untuk bersatu-padu dalam membesarkan partai berlambang Mercy itu.

“Per tanggal 15 Februari 2021, saya diperintah DPP Partai Demokrat untuk menjadi Plt Ketua DPC. Untuk itu saya minta doa dan dukungannya. Tanpa kalian maka saya tidak ada artinya apa,” ujar Tety di hadapan para kadernya.

Mengetahui Partai Demokrat yang hanya memiliki 3 orang perwakilan di DPRD, Tety yang sekarang juga menjabat wakil ketua DPD Partai Demokrat Propinsi Jateng itu mengaku prihatin.

“Kita harus bisa mengembalikan kejayaan yang pernah diraih Partai Demokrat seperti pada periode 2014–2019, memiliki 8 kursi di DPRD Blora,” tandasnya.

Mendukung program DPC, kader Demokrat dari Kecamatan Japah, Eko meminta pada ketua DPC untuk segera turun lapangan guna mencari Caleg yang berbobot.

“Untuk dapat suara banyak itu harus punya caleg berbobot yang punya bondo di tiap-tiap dapil,” ujar Eko.

Sementara Budi, kader Demokrat asal Kedungtuban berharap agar ketua DPC yang akan datang adalah orang yang sudah berpengalaman, dan orang yang benar-benar cinta pada Demokrat. “Bukan karena motif tertentu,” tandas Budi. (*)

Babinsa Koramil 07 Sambong Dampingi Pelaksanaan Vaksinasi Lansia

0

BLORA. – Bertempat di UPTD Puskesmas Kecamatan Sambong Kabupaten Blora, Babinsa Koramil 07/Sambong Kodim 0721/Blora Sertu Suparji dan Sertu Sunaryo, Selasa (09/03) lalu melaksanakan monitoring dan pendampingan dalam kegiatan Vaksinasi Sinovac bagi perangkat desa dan petugas publik tahap ke II serta Lansia Desa Gadu dan Desa Sambong.

Perangkat desa serta petugas publik dan Lansia merupakan daftar prioritas sebagai penerima vaksin covid-19, hal tersebut dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk menjaga para petugas publik serta berupaya mengantisipasi lansia yang dikarenakan memang sangatlah rentan terkena virus covid-19. 

Pelaksanakan injeksi vaksin sinovac pada hari itu diikuti perangkat desa dan petugas publik sejumlah 22 orang, serta Lansia Desa Gadu dan Desa Sambong dengan jumlah penerima vaksin masing-masing desa 20 orang dengan di dampingi Babinsanya. 

Sertu Suparji selaku Babinsa Gadu Kecamatan Sambong mengatakan, bahwa sesuai jadwal pelaksanaan, Vaksinasi Sinovac hari itu diberikan kepada Lansia Desa Gadu dan Desa Sambong.

“Memang ada beberapa Lansia desa binaan kami yang merasa kecewa karena harus ditunda pelaksanaan vaksinya dikarenakan tensi tinggi atau hipertensi mengingat usia yang sudah renta. Namun demikian, alhamdulillah dalam pelaksanaanya berjalan dengan aman dan lancar tanpa hambatan yang berarti,” ujarnya. (*)

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Sekeluarga di Rembang, 4 Orang Sekeluarga Dihabisi Pakai Kayu Gamelan

0

REMBANG. – Polres Rembang, Kamis (4/3) lalu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan 4 orang sekeluarga pemilik padepokan seni Ongko Joyo, Rembang. Tersangka pembunuhan bernama Sumani (44) memperagakan puluhan adegan dalam rekonstruksi tersebut, salah satunya adalah menghabisi nyawa keempat korbannya meng gunakan kayu gamelan.

Kapolres Rembang AKBP Kurniawan Tandi Rongre menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan dan rekonstruksi dipastikan alat yang digunakan tersangka menghabisi nyawa keempat korban memakai kayu gamelan. Pemukulan dilakukan pelaku berkali-kali.

“Menggunakan benda tumpul kayu gamelan,” jelas Kurniawan kepada wartawan di lokasi rekon-struksi.

Di sisi lain, pihak kepolisian mengakui belum mampu mendapatkan barang bukti kayu gamelan tersebut. Sebab, barang bukti telah dibuang oleh tersangka dan belum ditemukan.

“Sampai saat ini barang bukti ini masih dalam pencarian, namun demikian bukti-bukti yang lain yaitu bukti scientifikasi itu tetap kita pegang sebagai ranah penyidikan, yang nanti menjadi bukti di pengadilan,” paparnya.

“Kalaupun tidak ditemukan bendanya itu tidak masalah. karena bukti-bukti lain, pengakuan tersangka, barang-barang yang digunakan korban itu ada di rumah tersangka pada saat kita melakukan penggeledahan,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, polisi menetapkan Sumani (44) warga Kecamatan Sulang, Rembang, sebagai tersangka tunggal dalam pembunuhan tersebut.

Pembunuhan ini menewaskan dalang Ki Anom Subekti (60), Tripurwati (50), Alfitri Saidantina (13), Galuh Lintang Laras Kinanti (10). Keempat korban, ditemukan dalam kondisi tewas di ruang kamar masing-masing di Padepokan Seni Ongko Joyo, Desa Turusgede, Kecamatan Kota Rembang, 4 Februari lalu. (*)

Amankan Pilkades Serentak, Polres Pati Siagakan 1.603 Personel

0

PATI. – Polres Pati, Jawa Tengah siap melakukan pengamanan pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di daerah setempat dengan menyiagakan sebanyak 1.603 personel gabungan.

“Dari ratusan personel tersebut, meliputi 898 personel Polres Pati, 300 personel BKO Pam TPS dari Polres Rembang, Blora, Grobogan, Kudus dan Jepara serta 405 personel BKO Ikatan Pleton dari Polres Blora, Grobogan, Demak, Semarang, Kendal, Dalmas Polda Jateng dan Brimob Polda Jateng,” kata Kapolres Pati AKBP Arie Prasetya Syafa’at saat pemaparan kesiapan pengamanan Pilkades serentak gelombang 1 tahun 2021 Kabupaten Pati di Aula Sarja Arya Racana Polres Pati, Kamis (4/3) lalu.

Ia mengungkapkan jumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades di Kabupaten Pati sebanyak 219 desa yang tersebar di 21 kecamatan.

Dari jumlah tersebut, yang termasuk kriteria aman sebanyak 169 desa dan kriteria rawan 50 desa. Jumlah itu sesuai pemetaan sementara karena saat ini masih tahap pendaftaran selain itu terdapat desa rawan banjir.

Selain upaya pendekatan, upaya lain untuk menyukseskan Pilkades serentak tahun 2021, di antaranya membentuk Satgas anti judi dan politik uang, melaksanakan apel bersama Babinkamtibmas dan Babinsa, melaksanakan deklarasi damai dan pernyataan sikap serta melaksanakan pemusnahan minuman keras.

Terkait dengan masa pandemi COVID-19, Pemerintah Kabupaten Pati juga menerbitkan Peraturan Bupati nomor 88/2020 yang pelaksanaannya disesuaikan dengan masa pandemi COVID-19.

Perbub nomor 88/2020 tentang Pelaksanaan Pilkades di Masa Pandemi COVID-19 tersebut, juga ada pembenahan dibandingkan perbub sebelumnya. Sudah ada beberapa revisi untuk disesuaikan kondisi pandemi COVID-19 seperti sekarang. (*)

Beri Hadiah Istri Motor Curian, Imam Ditangkap Polisi

0

SEMARANG. – Sudah lama Imam Muakir (56) ingin memberi hadiah sepeda motor kepada istrinya. Dan, pada awal Oktober 2020 lalu berhasil ia wujudkan.

Namun hal itulah yang membuat warga Banyuwangi itu dibekuk jajaran Polsek Semarang Utama. Sebab, yang diberikan adalah motor hasil mencuri.

Imam ditangkap di Pangkalan Bun, Kalimantan pada 24 Februari 2021. Barang bukti motor Honda Scoopy juga turut diamankan.

“Pengakuannya diberikan kepada istri sebagai hadiah. Istrinya juga sudah kita mintai keterangan, tidak mau makai, takut karena nggak ada surat-suratnya,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Semarang Utara, CR Haryono Senin (1/3) lalu.

Kasus ini sebenarnya sudah lama dan baru terungkap. Terjadi pada 1 Oktober 2020, sekitar pukul 09.30. Lokasi kejadiannya di dalam gudang samping perusahaan tempat pelaku bekerja, di Jalan Ronggo Warsito Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara.

“Modus operandi tersangka mengambil kunci di rumah terlebih dahulu kemudian mengambil sepeda motor yang berada di gudang,” bebernya.

Tersangka sangat leluasa saat melakukan aksi. Sebab, merupakan karyawan korban. Sehingga warga sekitar juga tidak menaruh curiga saat membawa kabur motor Scoopy bernopol H-2008-IP. (*)

Ke Jogja, Ganjar Mampir ke Tempat Indekosnya saat Kuliah

0

YOGYAKARTA. – Mbah Bisanto (64) dan istrinya Sumaryanti, warga Sorosutan Umbulharjo, Yogyakarta pada hari Minggu (7/3) lalu mendapat kejutan. Tanpa menyangka sebelumnya, pasutri itu kedatangan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pasangan lansia ini terpaku saat melihat Ganjar tiba pada siang itu. Keduanya seolah tak percaya pria berambut putih di hadapan mereka adalah Ganjar Pranowo.

Ingatan Bisanto langsung kembali ke puluhan tahun silam. Saat itu, Ganjar masih tinggal bersama mereka di rumah sederhana tersebut.

Mbah Bisanto dan Sumaryanti adalah pemilik rumah yang dulu ditempati Ganjar saat pria kelahiran Karanganyar itu menimba ilmu di bangku SMA hingga kuliah di Yogyakarta.

Dahulu Ganjar menempati kamar berukuran 3×2 di rumah tersebut. Saat ini, ruangan tersebut sudah menjadi gudang. Seorang anak kampung asal Purworejo yang hidup bersama pasangan itu kini menjadi orang nomor satu di Jawa Tengah.

“Ya Allah, ngimpi opo aku, Om Ga (panggilan untuk Ganjar, red). Ayo mlebu (mari masuk),” kata Sumaryanti dengan mata berkaca-kaca.

Ketiganya terlibat obrolan hangat. Kenangan-kenangan lampau menghiasi pembicaraan bertiga apalagi, saat Ganjar melihat bekas kamarnya.

Ganjar yang mengajak putra semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar, tampak senyum-senyum sendiri mendengar cerita-cerita tempo dulu dari Mbah Bisanto dan istrinya.

Ganjar juga menunjukkan kamarnya dahulu kepada Alam yang baru masuk di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada tahun ini.

“Dulu itu kamar ayah, masih sama persis tidak berubah. Hanya dulu tidak dicat, sekarang sudah dicat,” kata Ganjar pada anaknya.

“Mas Alam kosnya di mana? Kalau belum dapat kos, tinggal di sini saja,” timpal Sumaryanti.

Kenangan Mbah Bisanto dan Sumaryanti pada sosok Ganjar masih sangat membekas. Keduanya ingat betul kehidupan Ganjar muda saat tinggal di rumah mereka selama empat tahun.

Sosok Ganjar muda, menurut Mbah Bisanto, adalah remaja yang apa adanya dan hidup prihatin. Hampir setiap hari, Ganjar jalan kaki dari indekosnya sampai ke jalan raya yang jaraknya sekitar 1,5 km. Kemudian, Ganjar melanjutkan dengan naik angkutan umum ke sekolah atau ke kampusnya.

“Anaknya baik sekali, saya ngalem (memuji) bukan karena sekarang jadi Gubernur, tapi memang anaknya dari dulu prihatin tenan. Anaknya nerimo, jadi kalau mau berangkat kuliah jalan kaki dari rumah, terus naik colt kampus (angkutan kampus). Nrimo lan prihatin sekali anaknya,” kenang Mbah Bisanto.

Menurutnya, Ganjar juga tidak pernah pilih-pilih dalam hal makanan. Zaman dulu, makanan kesukaan Ganjar ialah sambal korek dan lele goreng.

“Itu saja sudah, ndak neko-neko makanannya,” timpal Sumaryanti.

Mbah Bisanto dan Sumaryanti tak menyangka, pemuda yang dulu tinggal di rumahnya dengan kehidupan sehari-hari yang prihatin, kini jadi orang sukses.

“Mboten nyongko (tidak menyangka). Tapi kalau dilihat dari silsilah keluarganya, Om Ga itu dari keluarga terdidik. Itu sekeluarga pinter-pinter semuanya,” kata Mbah Bisanto.

Meski sudah jadi orang sukses, menurut Mbah Bisanto, Ganjar tidak berubah. Dia tetap seorang Ganjar yang tidak sombong dan berhati besar.

“Seneng banget diparani Om Ga, meski saiki dadhi wong gedhe (meski sekarang jadi pejabat), tetep kelingan (masih ingat). Dumeh dadi wong gedhe (meski jadi pejabat), piyambake ora sombong (tidak sombong),” ucap Mbah Bisanto.

Ganjar memang sengaja mampir indekosnya itu saat melakukan kunjungan kerja ke Jogja sekaligus mencarikan tempat tinggal bagi putranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar.

“Mereka ini sudah seperti saudara saya sendiri. Saya tinggal dari SMA sampai kuliah awal-awal di UGM,” kenang Ganjar.

Selain silaturahmi dan bernostalgia, Ganjar juga bermaksud mendidik putranya. Dia mengharapkan Alam mengetahui sejarah kehidupannya saat menempa diri di Kota Gudeg itu.

“Biar Alam tahu sejarahnya bahwa kabeh nganggo laku (semua ada prosesnya),” pungkas Ganjar. (*)

Dukung Penjualan Produk Unggulan, Dindagkop UKM Blora Gagas Pendirian INDORA

0

BLORA. – Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mene-ngah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora menggagas pendirian tempat penjualan produk unggulan Blora yang dinamakan INDORA.

Gagasan itu disampaikan oleh Kepala Dindagkop UKM Blora, Sarmidi dengan tujuan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat dari sektor UKM dan produk unggulan di Kabupaten Blora.

“Kita sedang menggagas pendirian tempat penjualan produk unggulan Blora, namanya INDORA, atau akronim dari Indo Blora,” jelas Sarmidi, Rabu (3/3) lalu.

Menurut dia, INDORA sendiri nanti akan mengadopsi dari managemen pasar modern. “Gagasan kami, INDORA nantinya akan bersaing dengan pasar modern, hanya saja kita khususkan untuk produk unggulan berbasis kearifan lokal Blora,” tambahnya.

Apalagi, lanjutnya, Blora sudah punya bandar udara di Ngloram Cepu, sehingga INDORA ini nanti bisa didirikan di sekitar bandara sebagai pusat perbelanjaan dan oleh-oleh dari Blora. “Mulai batik, kerajinan kayu, handicraft, furniture, makanan olahan dan lainnya, nanti dapat dengan mudah dicari oleh para penumpang pesawat terbang melalui Bandara Ngloram,” kata Sarmidi.

Tidak hanya di bandara Ngloram, kedepan pihaknya juga menggagas pendirian INDORA di sekitar bandara lainnya yang prospektif untuk menjual produk unggulan Blora.

Sarmidi menambahkan, rencananya nanti INDORA pertamakali akan diresmikan oleh Bupati Blora H. Arief Rohman. “Mengenai waktu dan tempatnya, masih kita bahas. Mohon doanya semoga INDORA segera terwujud,” harapnya. (*)

Pensiun, Bagyo Tekuni Usaha Batik Blora

0

BLORA. – Tak pernah dibayangkan sebelumnya, jika sekarang harus menekuni usaha di bidang industri dan penjualan kain batik.

H. Subagyo Spd MM yang empat tahun lalu purna tugas dari SMA Negeri 1 Blora itu kini kesehariannya berkutat dengan kain, pensil, dan peralatan batik yang lain.

Rumah tinggalnya di Jl. Nusantara 41 Blora yang sejak beberapa tahun lalu disulap menjadi show room “Mustika Art Gallery” tak pernah sepi dari pengunjung dan pembeli. “Kalau hari Minggu banyak masyarakat umum yang datang ke sini,” ujar suami Hurip Indriani itu, Selasa (2/3) lalu.

Batik yang diproduksi Mustika Art Gallery adalah batik blora yang memi-liki corak khas dengan gambar daun jati, burung merak, macan tutul, dan ayam alas. Untuk pembatiknya, Bagyo mempekerjakan tenaga lokal yang bisa dibilang masih tetangga sendiri.

“Biasanya ibu-ibu bekerja di sini setelah suaminya berangkat kerja, dan sudah menyelesaikan tugas rumah,” tambah Bagyo yang di dalam kepengurusan PWRI Kabupaten Blora aktif sebagai koordinator wilayah itu.

Mustika Art Gallery yang bisa dibilang perintis batik blora sejak Tahun 2009 ini produksinya sudah terlempar jauh hingga ke manca negara. Menurut Bagyo, direktur pabrik gula Blora, Kama Jaya pada waktu itu pernah membawa batik buatannya ke Inggris dan Jerman.

Ditambahkan oleh Bagyo, Presiden Jokowi dan Gubernur Ganjar Pranowo ketika mengunjungi Kampung Samin pada Tahun 2015 juga sempat mampir ke stand Mustika Art Gallery.

Harga batik di tempat ini relatif terjangkau, mulai 115 ribu hingga 500 ribu rupiah. Pelanggan Mustika Art Gallery kebanyakan kantor, dinas dan sekolah. “Ada rumah sakit swasta yang pesan batik di sini sampai ratusan lembar untuk seragam karyawannya,” ujar pria kelahiran Demak itu.

Yang membedakan Mustika Art Gallery dengan toko batik lain, di tempat ini calon pembeli bisa pesan motif atau bawak desain sendiri. “Ini kami juga sedang mengerjakan batik Asri pesanan dari PWRI Blora,” ujar Bagyo sambil menunjukkan kain batik dengan gambar Arjuna dan Sri-kandi.

Di masa pandemi seper-ti sekarang ini, kata Bag-yo, usaha batik juga terkena dampaknya. Karena itu ia berharap adanya bantuan pemerintah mulai dari permodalan atau bentuk subsidi lainnya.

Khususnya kebijakan Pemkab Blora dalam hal melindungi hak cipta batik blora, Bagyo berharap bisa segera di-patent-kan agar tidak diproduksi oleh industri batik luar Blora.

“Di Blora kan ada puluhan industri batik, harusnya untuk seragam karyawan kantor dan instansi di Blora diarahkan untuk beli produk lokal Blora,” harapnya. (*)