Beranda blog Halaman 252

Penyesuaian Pandemi, ASN Diminta Maksimalkan Digitalisasi Pelayanan Publik

0

SEMARANG. – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen meminta kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memaksimalkan digitalisasi pelayanan publik sebagai bentuk penyesuaian di masa pandemi COVID-19.

Hal itu disampaikan Taj Yasin saat memberikan sambutan pada seminar via daring bertajuk “Building Corporate Culture” di ruang kerjanya, Selasa (9/3) lalu.

“ASN harus terbiasa dengan proses digital, sehingga dapat secara maksimal bekerja dalam kondisi new normal,” ucap Taj Yasin.

Penyesuaian itu, untuk mencapai transformasi ke arah yang lebih baik demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang profesional, berintegritas tinggi, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

“Kita harus bisa berinovasi, mampu mengatasi setiap persoalan dalam organisasi secara cepat dan tepat, serta bisa segera menerapkan dalam pelaksanaan kerja dan tugas sehari-hari,” terang Taj Yasin.

Dengan adanya inovasi kekinian yang mampu mengatasi persoalan instansi dan melayani kebutuhan masyarakat, maka era digital society 5.0 dapat terlaksana.

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat beranggapan bahwa penggunaan mesin-mesin berteknologi canggih di era reformasi industri 4.0, akan menekan jumlah pekerjaan dilakukan oleh tenaga manusia. Sehingga mengancam perekonomian dan kesejahteraan sebagian kelompok masyarakat.

“Maka era digital society 5.0 dibuat untuk melayani kebutuhan manusia, supaya masyarakat bisa menikmati hidup dan merasa nyaman. Sinergi manusia dan teknologi bisa terwujud agar masyarakat semakin sejahtera,” tutup Taj Yasin. (*)

Pohon Jati Tumbang, Jalan Raya Cepu-Blora Macet

0

BLORA. – Hujan lebat dengan di sertai angin dan petir yang melanda hampir di seluruh Wilayah Kecamatan Sambong Jumat petang (12/3) lalu mengakibatkan sebuah pohon Jati milik Perhutani KPH Cepu tumbang, melintang di Jalan Raya yang menyebabkan arus lalulintas menjadi macet.

Babinsa Koramil 07/Sambong bersama Bhabinkamtibmas dan BPBD Kabupaten Blora serta warga bergotong royong Evakuasi pohon tumbang yang menutup Jalan Raya Cepu-Blora tepatnya di barat buk Brosot masuk Desa Sambongrejo Kecamatan Sambong pada Sabtu(13/3) lalu.

Babinsa Sambongrejo Serka Sunaryo yang mendapat informasi dari salah satu warga, bersama dengan Bhabinkamtibmas Bripka Suliswanto langsung menuju ke lokasi untuk mengecek kebenarannya.

“Beruntung saat kejadian arus lalulintas sedang sepi hanya mengakibatkan kemacetan arah Cepu maupun Blora, dengan dibantu warga setempat Tim BPBD Kabupaten Blora tak membutuhkan waktu lama untuk mengevakuasi pohon jati yang tumbang ini mengingat ukuranya yang lumayan besar supaya arus lalulintas bisa kembali normal,” kata Serka Sunaryo.

Di tempat berbeda Komandan Koramil 07/Sambong Lettu Inf Lukman Hakim, S.Sos selalu menyampaikan dan menekankan kepada para Babinsanya untuk terus memantau setiap perkembangan yang ada diwilayah binaan mengingat cuaca yang tidak menentu seperti sekarang ini dan tentunya yang paling diwaspadai untuk wilayah Kecamatan Sambong ini sebagian besar merupakan wilayah hutan yang sangat rawan bencana saat hujan dengan disertai angin yang bisa mengakibatkan pohon tumbang seperti yang terjadi di buk brosot.

Setelah selesai membersihkan ranting pohon yang tumbang, Serka Sunaryo bersama Bhabinkamtibmas menghimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi kejadian, agar lebih berhati-hati serta waspada dalam menghadapi musim penghujan sekarang ini.

“Dikarenakan beberapa hari ini selalu disertai angin terutama bagi warga yang rumahnya berdekatan dengan pohon supaya lebih berhati-hati dan waspada,” Imbuh Babinsa Sambongrejo. (*)

Di Tengah Panen Raya, Pemerintah Canangkan Impor Beras

0

JAKARTA. – Sejumlah petani dari sentra produksi padi mulai merasakan harga jual gabah kering panen (GKP) anjlok di tengah wacana impor beras 1,5 juta ton. Kebijakan yang digulirkan pemerintah menjelang panen raya itu disebut petani ‘menyakitkan’.

Sementara itu, pemerintah tetap menggulirkan impor beras dengan dalih sebagai pengaman pangan di masa pandemi hing-ga 2021.

Guru Besar Institut Pertanian Bogor menyebut kebijakan ini tak masuk akal karena sejumlah indikasi menunjukkan produksi padi tahun 2021 akan meningkat.

‘Resesi di depan mata’, petani ‘paling terdampak’ harus hadapi ‘harga yang hancur’

Presiden Jokowi tunjukkan pertumbuhan sektor pertanian, petani justru ‘hilang harapan’

Siasati ‘lockdown’, petani Indonesia dan negara-negara Asia rambah pasar digital

Deni Nurhadiansyah adalah petani di Subang, Jawa Barat. Ia bersama petani lainnya di sana pada awal April mendatang akan merayakan panen yang sekarang tampak mulai menguning dan gemuk.

“Sekarang tanaman padi lagi bagus-bagusnya, lagi sehat-sehatnya. Rata-rata di atas 7 ton (padi per hektar). Artinya serangan hama penyakit nggak banyak,” kata Deni, Selasa (9/3) lalu.

Tapi panen raya kali ini harus dilalui dengan rasa cemas, karena harga gabah kering di tingkat petani terus merosot di tengah wacana impor beras 1,5 juta ton oleh pemerintah.

“Ini sudah terbukti, di Indramayu harga gabah sekarang itu sudah Rp 3500/kilogram harga gabah. Padahal 2 minggu lalu, panen di Demak dan Kudus, Jawa Tengah itu masih Rp 4500/kilogram. Jadi ini koreksinya akan sangat banyak,” kata Deni.

Menurut Deni, meskipun impor beras masih dalam tahap wacana, tapi sudah mempengaruhi harga jual gabah kering petani. Hal ini yang ia se-but akan dimanfaatkan para tengkulak untuk ‘memainkan harga’ sehingga merugikan petani.

“Nggak ada impor misalnya, isu impor digulingkan, impornya nggak jadi, tetap saja harga gabah pasti hancur,” katanya.

Impor sebagai langkah antisipasi krisis pangan

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian di Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Musdhalifah Machmud, mengatakan rencana impor beras sebagai upaya mengamankan persediaan beras dalam negeri di tengah pandemi. “Bulog bersama kementerian perdagangan mengatur masuknya ini untuk jaga stok sampai dengan akhir tahun 2021, jaga stok 1,5 juta ton,” katanya.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan impor beras ini sudah disepakati antar-kementerian. Tujuannya sebagai ‘iron stock’ yang ia sebut sebagai ca-dangan di mana pemerintah melalui bulog bisa memastikan ketersediaan beras itu selalu ada.

“Jadi tidak bisa dipengaruhi oleh panen atau apa pun, karena ini dipakai untuk iron stock dan ini sudah kita sepakati, sudah kita perintahkan waktu tempat dan harga itu di tangan saya,” kata Mendag Muhammad Lutfi beberapa waktu lalu.

Rencana impor beras ini pertama kali dihembuskan Menteri Koodinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam rapat ke-menterian perdagangan pekan lalu. Airlangga mengatakan penyediaan ini diperlukan untuk bantuan sosial berupa beras pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), antisipasi banjir, dan pandemi.

Rencana impor beras yang ini disampaikan ini sehari sebelum Presiden Joko Widodo mengeluarkan seruan untuk mencintai produk dalam negeri.

“Saya juga selalu menyampaikan kepada ke-menterian / lembaga dan semua BUMN untuk memperbesar tingkat komponen dalam negeri (TKDN). Ini harus terus, jangan sampai proyek-proyek pemerintah, proyeknya BUMN, masih memakai barang-barang impor. Kalau itu bisa dikunci, itu akan menaikkan sebuah permintaan produk dalam negeri yang tidak kecil,” kata Persiden Jokowi seperti dikutip dari situs sekretariat negara, Jumat (5/3) lalu.

Keputusan tak masuk akal

Di sisi lain, Ketua Umum Gerakan Petani Nusantara (GPN), Suryo Wioyono, melaporkan tak ada panen padi bermasalah di Jawa, Sumatera hingga Merauke sehingga kebijakan impor tidak diperlukan.

“Impor kalau ada sesuatu, bencana alam, hama, penyakit berskala besar, sehingga terjadi gangguan produksi yang besar sehingga khwatir. misalnya serangan wereng yang besar pada 2017, 2018 impor, itu masuk akal. Tapi ini kan nggak ada sesuatu yang besar terjadi,” kata Suryo, Selasa (9/3) lalu.

Ia melanjutkan, di tengah panen raya petani semestinya pemerintah membantu petani untuk memperluas kapasitas penyerapan padi.

Guru Besar Institut Per-tanian Bogor, Profesor Dwi Andreas Santosa, me-ngatakan keputusan im-por beras sebagai kebijakan ‘tak masuk akal’. Menurutnya, stok beras saat ini masih melimpah terlihat dari harga kering panen yang justru menurun di akhir tahun 2020.

Padahal, kata Prof Dwi Andreas, semestinya harga gabah kering panen naik di akhir tahun karena masuk masa paceklik. Saat itu petani dalam ta-hap mulai merawat tanaman.

“Menurun di akhir tAhun itu justru anomali. Karena gabah kering panen hampir selalu naik, sampai puncaknya di bulan Januari dan Februari, baru Maret turun,” katanya. (*)

Regulator Elpiji Bocor, Rumah Nanik Terbakar

0

BOJONEGORO. – Kebakaran rumah terjadi di Kelurahan Sumbang, Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro, Rabu (10/3) lalu. Kebakaran diduga disebabkan kebocoran saat memasang regulator tabung elpiji.

Kabid Penyelamatan Dinas Damkar Ahmad Adi Wi-narto mengatakan, kebakaran disebabkan karena kebocoran pada regulator terjadi di rumah milik Ibu Nanik tepatnya di Jalan Untung Sorupati. Kebakaran terjadi pukul 16:10 WIB.

“Dan api berhasil dipadamkan oleh Petugas Damkar pukul 16:32 WIB. Yakni, menerjunakan 9 personil dan 2 unit armada dari Pos Kota,” katanya.

Dia menjelaskan, kebakaran disebabkan karena keliru memasang regulator ke tabung elpiji. Sehingga, menye-babkan kebocoran pada regulator dan terjadi kebakaran.

“Selain itu, petugas juga memberikan sosialisasi kepada korban dan warga setempat mengenai cara mencegah kebakaran dan penanganan awal kebakaran,” ungkapnya. (*)

Kebun Blimbing Ramai tapi Sepi Pembeli

0

BOJONEGORO. – Petani belimbing di Bojonegoro pusing tujuh keliling. Pasalnya, meski banyak pengunjung yang datang ke lokasi Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, namun tidak banyak yang membeli belimbing hasil kebun mereka.

Hal tersebut dirasakan Yulis Setyowati. Petani belimbing itu mengaku pendapatannya merosot dibanding sebelum pandemi Covid-19. Biasanya dalam sehari saja dirinya sudah bisa mendapatkan Rp 200 ribu dari penjualan belimbing. “Sekarang Rp 25 ribu kadang dapat, kadang nggak,” ujarnya, Senin (8/3) lalu.

Yulis juga bercerita, kebun belimbing sudah ada di Ngringinrejo sejak puluhan tahun lalu. Jumlah total lahan perkebunan yang tersedia hingga saat ini mencapai 127 hektare.

Tiap tahun, katanya, kerap digelar festival belimbing menyambut sedekah bumi. Dirinya mengingat, sejauh ini festival itu sudah dilaksanakan selama 5 kali berturut-turut, dan dikunjungi para pejabat daerah seperti halnya Bupati maupun Wakil Bupati Bojonegoro. “Dulu pernah waktu mau menyalonkan, yang bu Anna (Bupati) datang,” ungkapnya mengingat kunjungan itu pada 2019.

Setelah momen itu, Bupati Bojonegoro belum pernah lagi mengunjungi aktivitas para petani Agrowisata Kebun Belimbing Desa Ngringinrejo. “Yang pak Wawan (Wakil Bupati Bojonegoro, red) pernah berkunjung di tahun kemarin. Itu pas waktu festival,” kata Yulis.

Sementara itu, Warsito, petani belimbing lainnya mengatakan, pendapatan para petani tidak stabil karena menjualnya hanya di lokalan saja, dan tidak lagi disetorkan hingga ke luar daerah. “Sejak pandemi menjualnya hanya di kebun saja. Dulu, sampai disetorkan ke Babat, Lamongan,” katanya. (*)

95 Pasangan Muda Ajukan Dispensasi Kawin

0

BOJONEGORO. – Angka pernikahan dini di Kabupaten Bojenegoro terbilang cukup tinggi dan cenderung naik setiap tahunnya. Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro, mencatat pada 2 bulan tahun 2021, ada puluhan perkara pemohon yang mengajukan Dispensasi Kawin (Diska).

Ketua Panitera Pengadilan Agama (PA), Sholikin Jamik mengungkapkan, tingginya pemohon Diska itu dipicu karena faktor tingkat pendidikan calon yang rendah, sehingga beranggapan bahwa dengan menikah dini bisa hidup lebih nyaman. Namun bila faktor pendidikan tinggi, pastinya langkah untuk menikah dini itu jauh lebih mengecualikan.

“Tingginya pernikahan dini atau pemohon Diska itu juga disebabkan karena banyaknya remaja yang merasa dengan cepat menikah, mereka bisa hidup lebih nyaman. Tanpa mereka berpikir panjang setelah menikah,” ujarnya, Rabu (10/3) lalu.

Tercatat, pada bulan januari ada 48 perkara dan bulan Februari ada 48 perkara, dan total kedua bulan ada 95 jumlah perkara yang oleh pengadilan agama Bojonegoro, dan tingginya Diska juga karena adanya pemberlakuan batasan usia bagi calon pengantin wanita yang awalnya usia 16 tahun kini batasan usia itu minimal 19 tahun bagi calon pengantin wanita.

“Awal tahun ini sudah cukup banyak pasangan yang mengajukan Diska,” tandasnya.

PA memprediksi angka Diska di Bojonegoro akan terus mengalami kenaikan, seiring banyaknya perkara Diska pada 2 bulan tahun 2021 ini. (*)

Arboretum Park, Batokan – Kasiman. Areal Hutan Jati yang Disulap Menjadi Taman Wisata

0

BOJONEGORO. – Warga masyarakat di wilayah Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro patut senang dan bangga karena hutan penelitian yang berada di komplek Pusbanghut (sekarang Departemen Riset dan Inofasi) akan disulap menjadi tempat wisata.

Salah satu lokasi wisata yang sedang dalam proses pembangunan adalah taman pintu masuk sebelah selatan yang diberi nama “Taman Arboretum Park”.

Lokasi Arboretum Park disiapkan untuk pengunjung yang ingin bersantai bersama keluarga seraya menikmati segarnya udara hutan jati, sambil menikmati aneka makanan/minuman di sembilan kios sebelah taman.

“Kehadiran taman ini merupakan penunjang wahana lainnya yang ada di dalam kompleks hutan penelitian jati ini, semua masih dalam pembenahan,” ungkap salah seorang staf sarana dan prasarana Agus Heriyanto yang ditemui lapangan pada Jum’at (12/3) lalu.

Agus menambahkan, konsep dan ide yang luar biasa merupakan buah pemikiran dari kepala Pusbang yang sekarang. “Ya, alhamdulillah banyak perubahan dan konsepnya memang ingin mengembangkan wisata disini,” ujarnya.

Dari pantauan media, selain taman yang sedang dibangun ada beberapa lokasi yang juga sedang disiapkan diantaranya taman depan kantor, kafe, kolam pancing dan taman bermain lainnya.

Keaneka ragaman jenis pohon jati yang ada di hutan penelitian ini menambah daya tarik wisata edukasi bagi pengunjung, ditambah kesegaran udara yang tidak dipunyai oleh tempat lain.

“Saya sangat rindu tempat seperti ini, Mas. Wisata dekat rumah yang representatip dan edukatip” demikian ungkap Harto, warga Desa Bandar.

Dengan dijadikannya lokasi wisata, diharap-kan akan mampu meru-bah image areal taman jati yang selama ini dikenal sebagai kawasan yang menakutkan. (*)

Belum Setor LHKPN, KPK Soroti 42 Anggota DPRD Bojonegoro

0

BOJONEGORO. – Kepatuhan anggota DPRD Bojonegoro melaporkan harta kekayaannya ternyata masih rendah. Data dipaparkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (9/3) lalu, tingkat kepatuhan wakil rakyat untuk melaporkan harta kekayaan sebagai penyelenggara negara (LHKPN) baru 16 persen. Berarti dari 50 anggota DPRD, baru dela-pan legislator yang melaporkan LHKPN. Selebihnya, 42 anggota DPRD belum setor data LHKPN.

Tentu, anggota DPRD yang belum melaporkan bakal menjadi sorotan KPK. Kepala Satuan Tugas Pencegahan Koordinasi dan Supervisi (Satgas Korsup) Wilayah III KPK Edi Suryanto menjelaskan, pelaporan LHKPN berakhir 31 Maret nanti. Karena itu, pejabat Pemkab Bojonegoro atau anggota DPRD yang belum melaporkan segera melakukan.

‘’Ya diingatkan untuk segera melaporkan. Terutama anggota DPRD yang masih rendah pelaporannya,’’ katanya kemarin. Meski, KPK tidak memberikan sanksi, namun bakal memberikan catatan khusus pejabat atau anggota DPRD belum menyerahkan LHKPN. ‘’Akan menjadi catatan kami, kenapa kok tidak lapor,’’ ujarnya usai rapat koordinasi dengan delapan kepala daerah di pendapa Pemkab Bojonegoro, Selasa (9/3) lalu. (*)

Direlokasi, Dinas Pertanian Boyongan ke Purwosari

0

BLORA. – Lantaran gedungnya akan dijadikan Mal Pelayanan Publik (MPP), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora, Kamis (11/3) lalu mulai boyongan. Barang-barang yang ada di dinas terkait mulai dipindah ke tempat baru, yaitu di Balaih Benih di Desa Purwosari, Kecamatan Blora.

Pada hari itu di komplek gedung Konco Tani, Seso – Jepon, tampak para pagawai sibuk beres-beres. Ada juga yang wira-wiri mengangkuti barang menuju lokasi baru. Pada hari itu, beberapa ruangan juga sudah tampak kosong. Tinggal membersihkan saja.

Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Blora Lilik Setyawan mengungkapkan, diperkirakan Senin (15/3) sudah beres semua. Dinas tersebut mulai melayani masyarakat lagi di Balai Benih. “Senin depan sudah bisa aktif di Balai Benih,” te-rangnya.

“Kita mengikuti saja. Nanti MPP akan dimanfaatkan untuk semua pela-yanan perizinan bagi ma-syarakat Blora. Dalam MPP nanti, semua urusan pelayanan masyarakat dikumpulkan menjadi satu atap,” tambahnya.

Sebelumnya, Bupati Arief Rohman dan Wakil Bupati Tri Yuli Setyowati berkomitmen untuk men dirikan Mal Pelayanan Publik (MPP). Bahkan, program ini termasuk prioritas. Masuk dalam program 99 hari kerja.

Pemkab Blora juga sudah menandatangani ke-sepakatan bersama atau Memorandum Of Understanding (MoU) tentang pendirian MPP dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Gedung Konco Tani Dinas Pertanian ini dipilih sebagai lokasi MPP karena dianggap representatif. Halamannya juga luas untuk parkir. Selain itu lebih hemat dibanding harus membangun gedung baru. (*)

Di HP Ditemukan Banyak Video Porno, 9 Anak Laki dan Perempuan Ditangkap di Kamar Hotel

0

BLORA. – Enam anak perempuan dan tiga anak laki-laki seusia SMP, Selasa siang (9/3) lalu tertangkap basah sedang ngamar di sebuah hotel di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Ketika digrebeg, kesembilan remaja tersebut berada di dalam tiga kamar yang masing-masing kamar berisi tiga orang.

Kasi Trantib Kecamatan Cepu, Listyo Winarno menjelaskan, sedianya kedatangan Pol PP ke lokasi itu untuk mengecek tempat kejadian orang meninggal mendadak. Na-mun ketika hendak balik ke kantor, ia melihat banyak bocah bersepeda motor lari putar balik. “Aku turun (dari mobil) bocah di lantai pertama pada buyar,” ujar Listyo.

Melihat kedatangan petugas berseragam Pol PP, sejumlah anak yang berada di dalam kamar hotel lantai satu kabur.

Listyo pun curiga, akhirnya dia mengecek di lantai dua hotel. Ternyata, dari tiga kamar ditemukan 9 anak terdiri atas 6 anak perempuan dan 3 anak laki-laki. Masing-masing satu kamar diisi 3 anak.

“Yang jelas, 9 anak itu berada di tiga kamar. Yang mrucut (lolos,red) anak yang berada di lantai satu. Soalnya saya hanya dua personel,” ujarnya.

Dari 9 anak yang tertangkap basah langsung digelandang ke kantor kecamatan Cepu untuk menja-lani interogasi. Sementara saat dicek telepon genggam mereka ditemukan ditemukan video porno.

“Di hape itu juga ada kayak aplikasi situs xnxx atau apa gitu,” ujar Listyo.

Listyo mengaku heran, kenapa anak-anak yang belum punya KTP kok bisa ‘ngamar’ di hotel.

Sementara itu, Camat Cepu, Luluk Kusuma Agung Ariyadi mengatakan, atas kejadian itu masing-masing kepala desa dan orangtua dari anak tersebut dipanggil.

Luluk melakukan pembinaan terhadap anak-anak tersebut di depan orangtuanya.

Luluk pun menyayangkan, meski dia tidak tahu apa yang sebenarnya dilakukan di dalam kamar hotel, tetapi di antara anak-anak yang terjaring mengaku habis meneng-gak miras.

“Bukti mirasnya tidak kami temukan, tapi pengakuannya ada yang habis minum,” tandasnya,” ujar Camat Cepu Luluk Kusuma Agung Ariyadi. (*)