Beranda blog Halaman 242

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Polsek Randublatung Laksanakan Patroli Rutin

0

BLORA. – Antisipasi Lonjakan COVID-9, jajaran Polres Blora rutin melakukan patroli. Tak terkecuali anggota kepolisian sektor (Polsek) Randublatung yang setiap hari rutin mengunjungi tempat-tempat vital dan pusat keramaian seperti pasar karena dianggap berpotensi terjadi penularan virus corona.

Seperti dijumpai wartawan pada Minggu (13/6) lalu, tiga personil anggota Polsek Randublatung, Aiptu Suroto, Aipda Paino (Polantas), dan Briptu Anas Beni datang ke Masjid At Taqwa, Randublatung.

Selain menunggu datangnya waktu shalat dzuhur, ketiga abdi negara itu bermaksud menyampaikan pesan dari Kapolsek Randublatung AKP Wismo untuk disampaikan kepada pengurus masjid terkait situasi pandemi yang belum reda hinggga sekarang ini.

“Dalam situasi sekarang ini, masjid harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat, agar situasi kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujar Aipda Paino di depan salah seorang takmir masjid.

“Berkaitan dengan protokol kesehatan, kami dari kepolisian tak henti-hentinya selalu menghimbau kepada masarakat untuk tetap disiplin,” tambahnya. (*).

Puluhan Anak PAUD dan TK Tampilkan Berbagai Tarian di Acara Muwadaah An Nawa

0

BLORA. – Puluhan anak-anak PAUD dan TK An Nawa Blora, Minggu (13/06/2021) tampil menawan di acara Muwaddaah. Ketrampilan dan kepiaiwaian mereka sontak membuat para orang tua bangga dan bertepuk tangan.

Ada beberapa tarian yang disuguhkan. Mulai dari tari adat Manuk Dadali, Tari Tor-Tor, Tari Badindin serta tarian islmi. Yaitu Ya Habibi Ya Muhammad, Isyfa’ Lana, Allahulkahfi serta Asmaul Husna metode Hanifida.

Wakil Kepala PAUD An Nawa Blora Arohmin Solikah mengaku, dalam kesempatan kemarin juga ada penghargaan bagi anak yang hafal Juz 30. Dia adalah Aurelia Ratu Hafshoh dan Muhammad Mahfudz.

“Ada puluhan anak yang wisuda. Hadir juga Abah Yai Mukahror Ali, dan keluarga ndalem,” tambahnya.

Harapannya, bagi yang telah di Wisuda, semoga ilmunya yang telah diperoleh akan tetap terpatri sampai mereka besar. Siap mental menempuh jenjang pendidikan selanjutnya. Sementara bagi yang belum, semoga tambah semangat belajarnya, hingga lulus nanti. “Terlebih semoga mbarokai. Bermanfaat untuk semuanya,” tambahnya.

Sementara itu, Gus Ikhsan pengasuh PAUD An Nawa Blora mengaku bahagia melihat dan menyaksikan anak-anak berkembang dengan baik. Apalagi setelah belajar di AN Nawa, anak-anak menjadi matang dalam berfikir untuk menuju masa depan cerah. Sama-sama bisa membaca Alquran. Bisa mengaji Alquran sesuai makhraj.

“Jadi jangan kaget. Yang awalnya super diam, kalem jadi disiplin, jadi pintar membawa alquran, fasih, tertil membaca. Bisa menghafalkan surat-surat dalam Alquran. Bapak ibu akan tau manfaat dan perkembangan anak-anaknya,” imbuhnya.

Harapapnya, kedepan, peserta didik di AN Nawa cita-citanya, impiannya dijabah Allah Swt. “Selamat kepada wisudawan dan wisudawati di tahun 2021 ini,” ucapnya.

Sementara itu, Maliki, perwakilan orang tua siswa mengucapkan matursuwun, beribu-ribu terimakasih kepada para pengasuh, guru yang telah mendidik anak-anak semua. “Yang marai(mendidik, red) anak-anak kita. Yang awalnya belum tau huruf bisa tau dan fasih. Begitu juga kepada pendidik bisa mendidik dasar-dasar ilmu. Terutama mendidik toto kromo, akhlakqul karimah, sopan santun dan sebagainya,” ucapnya.

An Nawa memang pantas untuk semuanya.

“Kita minta maaf, seandainya saat mendidik anak-anak kita ada yang njengkelno, angel dikandani, dituturi dan sebagainya. “Kita doakan semoga Paud An Nawa semakin lama semakin jaya. Semakin maju, lengkap fasilitasnya dan lengkap segala-galanya. Mohon doa pangestu poro guru, supoyo ilmu lare-lare (Anak-anak, red) berkah, manfaat lan migunani. Saget sae, bener lan pener,” tambahnya. (*)

Diduga Korupsi Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Mantan Kepala Bank Jateng Blora Jadi Tersangka

0

“Untuk Rudatin Pamungkas terjerat dugaan kasus Tipikor, tapi saya tidak bisa menjelaskan lebih jauh. Itu wewenang Bareskrim,” kata Kasat Reskrim Polres Blora AKP Setiyanto.


Satu orang lagi mantan Kepala Bank Jateng Cabang Blora ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi perbankan oleh penyidik Mabes Polri. Dia adalah Rudatin Pamungkas.

Rudatin Pamungkas ditetapkan tersangka dalam perkara Tindak Pidana Korupsi pada Penyaluran Kredit Revolving Credit (R/C), Kredit Proyek dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) di PT Bank Pembangunan Daerah Jateng cabang Blora (Bank Jateng) TA 2018 hingga 2019.

Sejumlah nasabah dimintai keterangan penyidik Mabes Polri di ruang penyidikan Polres Blora. Mereka memenuhi panggilan untuk memberikan keterangan atas tersangka Rudatin Pamungkas.

Pantauan di lokasi pemeriksaan, beberapa nasabah keluar ruang penyidik. Selanjutnya langsung meninggalkan gedung pemeriksaan.

“Intinya diminta mengembalikan susu’an, (kelebihan pinjaman red),” ucap salah satu nasabah usai pemeriksaan.

Selain itu, Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, Tri Nugroho juga nampak hadir ke ruang penyidikan. Alasannya menemui tamu dari Mabes Polri. Tidak dalam rangka pemeriksaan.

“Ini kan ada tamu. Dari Mabes. Aku iku ora iso opo-opo (Saya tidak bisa apa-apa),” ujarnya singkat, Senin (7/6) lalu.

Sementara itu, Rudatin Pamungkas alias Amung, mantan Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, belum merespon konfirmasi yang dilayangkan wartawan.

Sebelumnya, Polres juga telah menetapkan Pimpinan Bank Jateng Cabang Blora, Taufik Zuliatmiko sebagai tersangka dalam dugaan kasus tindak pidana perbankan. (*)

Asset Pemda Bisa Disewa dan Dijual Belikan dengan Bebas

0

BLORA. – Salah seorang yang menempati ruko di deretan bangunan ruko sebelah barat Mapolres Blora adalah Bu Aning yang berjualan minuman dan mie ayam.

Bu Aning mengaku menyewa tempat tersebut dari seseorang secara pribadi dengan harga sewa Rp 6 juta pertahun.

“Kalau ada yang mau kontrak ruko di sebelah saya ini, orangnya minta 8 juta setahun. Ada juga yang mau dijual seharga 120 juta,” katanya.

Lurah Jepon, Suwarno kepada wartawan mencerita-kan, bahwa tanah yang ditempati dereretan ruko itu dulunya bengkok kelurahan Jepon. Tapi setelah dibangun ru-ko, pengelolaan dan pendapatan dari asset itu masuk-nya tidak ke kelurahan tapi langsung dikelola oleh Dinas Perdagangan dan Koperasi.

Ditanya awal mula berdirinya, Suwarno angkat tangan, karena keberadaan ruko itu sudah lama sebelum dia menjadi lurah.

Hal itu dibenarkan oleh Camat Jepon, Any Wahyu Ku-malasari, bahwa ruko di kawasan Blok S berada di Kelurahan Jepon Kecamatan Jepon. Tapi pengelolaannya langsung dibawah Dinas Perdagangan dan Koperasi Blora. “Kami hanya ketempatan, yang mengelola lang-sung kabupaten,” katanya.

Jika sejarahnya dulu adalah tanah bengkok kelurahan, lalu sekarang siapa yang menikmati hasil sewa atau pajak 32 ruko di kawasan Blok “S” ini? (*)

Sepuluh Tahun Lebih Belum Pernah Bayar Sewa ke Pemkab Blora, Pengelola 30 Ruko di Kawasan Blok S Masih Misterius

0

BLORA. – Semangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora yang ingin meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) patut diragukan. Jangankan untuk menciptakan sumber pendapatan baru, bahkan untuk mengelola pendapatan melalui asset yang sudah ada pun masih kedodoran.

Contohnya, keberadaan komplek ruko di kawasan Blok “S”, yang menempati tanah bengkok Kelura-han Jepon. Sudah lebih sepuluh tahun keberadaannya, ternyata belum pernah 1 sen pun memberikan kontribusi PAD kepada Pemkab Blora dalam bentuk pajak ataupun sewa.

Bukan saja sewa atau pajaknya yang belum jelas, siapa pengelola asset berupa 30 ruko yang lokasinya di sebelah barat Mapolres Blora itu pun masih misterius. Instansi terkait yang dihubungi wartawan, semuanya lempar tangan.

Plt Kepala BPPKAD (Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Kabupaten Blora, Slamet Pamuji, melalui Kepala Bi-dang Aset Daerah, Sri Widayaningsih ketika ditemui wartawan, Selasa (8/6) lalu menjelaskan bahwa untuk bangunan ruko Blok “”S”” memang merupakan asset BPPKAD, dan tidak ada masalah.

“Tapi kalau untuk bangunan ruko yang berderet di sebelah barat Polres Blora, itu belum masuk asset kami atau belum ada serah terima,” ujarnya.

Melihat mayoritas yang memanfaatkan ruko adalah pedagang warung makan, warung kopi, apotik, toko kelontong dan lainnya yang masuk kategori UKM, wartawan la-lu menghubungi Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Blora.

Kepada wartawan, Kepala (Dindagkop-UKM) Sarmidi melalui Kabid Perdagangan, Warso membenarkan, bahwa kawasan Blok “”S”” atau Blok Seso itu dibawah pengelolaan Dinas Perdagangan.

Namun ketika ditanya perihal deretan ruko di samping barat Polres, dan bangunannya seolah bersambung dengan bangunan Blok “S”, Warso sempat ragu untuk menjawabnya.

“Harusnya semua masuk kawasan Blok “S”. Tapi untuk lebih jelasnya nanti saya carikan datanya, karena saya tidak hafal semuanya. Lagipula itu kan bangunan sudah lama, jauh sebelum saya menjadi Kabid,” katanya.

Senada dengan Warso, Kasi Sarana dan Prasarana Pasar, Juanis juga membenarkan bahwa pengelolaan pertokoan Blok S dibawah Dinas Perdagangan.

“Namun untuk deretan ruko samping barat Polres, itu tidak masuk dalam pengelolaan kami, karena belum ada serah terima aset itu kepa-da kami,” tegasnya.

Ketika wartawan menanyakan yang dimaksud dengan serah terima dari siapa, Juanis menjawab tidak tahu. Begitu pula ketika ditanya siapa yang membangun ruko tersebut Juanis juga menjawab tidak tahu.

“Saya sendiri tidak tahu dulu siapa yang membangun dan bagaimana prosesnya,” kilahnya ketika ditanya wartawan. (*)

Kades Mulyorejo Resmi Lantik Sekdes Cantik, Tutut Arisona

BOJONEGORO. – Bertempat di balai desa setempat, Kepala Desa Mulyorejo, Sahri, Kamis (10/6) lalu resmi melantik Tutut Arisona sebagai Sekretaris Desa Mulyorejo, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro.

Acara pelantikan dihadiri oleh Camat Tambakrejo, Kades berserta perangkatnya, BPD, Kapolsek, Danramil, beberapa ketua RT/RW, Sekdes terlantik bersama keluarga, dan para undangan yang lain.

Dalam sambutannya, Sahri selaku Kades Mulyorejo berpesan kepada Tutut Arisona agar bersungguh-sungguh dalam mengemban tugas sebagai sekdes, dan berharap supaya pemerintah Desa Mulyorejo bertambah baik lagi.

“Selamat kepada sekdes terlantik, dan semoga segera beradaptasi dan tidak sungkan untuk bertanya kepada yang lebih senior,” harap Kades.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat yang dimulai dari Camat, Kades, Danramil, Kapolsek, pihak kecamatan, lalu perangkat desa. (*)

Desa Jurangjero Deklarasikan “Desa Anti Politik Uang”

0

BLORA. – Banyak dampak negatif yang ditimbulkan oleh politik uang pada setiap penyelenggaraan pemilihan umum. Mulai dari Pilkades, Pemilu Legislatif, hingga pemilihan kepala daerah.

Mengantisipasi hal itu, Rabu (9/60 lalu dilaksanakan kegiatan deklarasi “Desa Anti Politik Uang” yang bertempat di tepi Embung Desa Jurangjero Kecamatan Bogorejo. Acara tersebut dihadiri kepala desa dan tokoh masyarakat setempat, serta disaksikan jajaran Bawaslu Kabupaten Blora.

Ketua Bawaslu Kabupaten Blora, Lulus Mariyonan mengatakan, dipilihnya Desa Jurangjero sebagai Desa Anti Politik Uang merupakan inisiasi antara Bawaslu setelah berdiskusi dengan kepala desa setempat.

Menurut Lulus, Pemilu maupun pemilihan merupakan alat yang digunakan rakyat untuk memilih pemimpin selama 5 tahun. Dan rakyat mempunyai kedaulatan memilih calon pemimpin ketika Pemilu atau pemilihan itu digelar.

“Masyarakat perlu memahami bahwa pemilu merupakan sebuah alat yang sangat penting karena hanya dengan pemilu masyarakat memiliki kuasa untuk memilih pemimpin yang sesuai dengan kehendak masyarakat,” ungkap Lulus.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Jurangjero yang hadir, Bibit, mengungkapkan dukungannya dalam melawan politik uang.

Menurutnya, pemberian uang dalam memilih itu tidak mendidik, bahkan cenderung merendahkan masyarakat dan mendorong adanya korupsi.

“Iming-iming uang yang tak seberapa untuk memilih calon tertentu itu adalah hal yang tidak mendidik, tidak menghargai martabat kita sebagai pemilih, juga sebagai awal adanya korupsi,” ungkap Bibit. (*)

Dalam Sepekan 2 Warga Jiken Tewas Gantung Diri, Ada Wasiat Minta Nisan Warna Merah

0

BLORA. – Dalam sepekan, Kepolisian Sektor (Polsek) Jiken menangani 2 kasus kematian dengan cara gantung diri.

Pada Selasa (8/6) lalu, Sidjiran (78), warga Desa Nglebur RT.04, RW.02, Kecamatan Jiken ditemukan tewas gantung diri di pohon jati dengan menggunakan tali plastik warna biru.

Rusdianto, anak korban, menemukan orangtuanya sudah tergantung di atas pohon jati dibelakang rumah pada pukul 06.00 WIB.

Sementara pada Kamis (10/6) lalu, Sawi (71) warga Desa Ketringan RT.03, RW.01, ditemukan mati gantung diri pada kusen pintu kamar tidur menggunakan selendang warna pink. Surip, adik korban menemukan jasad saudaranya itu pada pukul 08.00 WIB.

Petugas Kepolisian dari Polsek Jiken, Bripka Bowo mengatakan, kedua kasus kematian ini (Sidjiran dan Sawi) murni mati bunuh diri. “Tidak ditemukan bekas penganiayaan pada tubuh korban, ujarnya.

Rusdianto mengatakan, bapaknya yang bernama Sidjiran itu putus asa karena sakit mag dan lambung yang sudah lama tidak kunjung sembuh.

Sementara Surip menceritakan, bahwas saudaranya yang bernama Sawi nekat gantung diri karena sakit stroke yang tidak kunjung sembuh.

Hal menarik yang sempat menjadi perbincangan warga adalah ketika acara pemakaman Sidjiran. Hal itu dikarenakan almharmuh Sidjiran pernah berwasiat kepada keluarga, jika suatu saat dia meninggal, dia meminta untuk diberi batu nisan berwarna merah.

“Bapak (Sidjiran ) berwasiat supaya diberi nisan warna merah karena beliau senang pada partai yang lambangnya berwarna merah,” ujar Rusdianto seraya menceritakan, bahwa bapaknya dulu memang pernah menjadi ketua ranting PDI Desa Nglebur ketika partai politik di Indonesia masih tiga yaitu PDI, GOLKAR, dan PPP. (*)

Berkah Pandemi bagi Penjual Tanaman Hias di Pati, Sehari Bisa Kirim Lebih Sepuluh Pesanan

0

PATI. – Tak semua usaha terpuruk terkena dampak virus Corona. Seperti yang dialami para penjual tanaman hias di wilayah Gembong – Pati ini, omset penjualannya malah meningkat selama masa Pandemi.

Himbauan pemerintah agar masyarakat #dirumahaja, membuat orang lebih banyak menghabiskan waktu untuk berkebun atau memelihara tanaman di rumah.

Seperti yang banyak dilakukan kaum hawa di wilayah Gembong, Kabupaten Pati. Sehari-hari mereka sibuk mempercantik rumahnya dengan tanaman hias.

“Mungkin karena faktor #dirumahaja, banyak orang yang mengisi waktu untuk berkebun di rumah,” ujarnya saat dihubungi wartawan, Kamis (10/5) lalu.

Bonsai Kelapa Ada beberapa jenis tanaman hias yang ia jual, antara lain jenis monstera, keladi, philodendron, palm, aglonema, bahkan tanaman herbal seperti halnya jahe. Harga tanaman yang dibanderol mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 10 juta dengan varian ukuran mulai dari 20 cm sampai 3 meter. “Yang Rp 10 juta ini jenis bonsai, karena harganya sekarang sedang naik. Tingginya harga karena untuk membentuk tanaman ini diperlukan keahlian khusus,” katanya. Meski harganya cukup tinggi, justru jenis monstera paling banyak diminati “Tanaman ini sedang hits karena memiliki corak daun bolong-bolong, sehingga cukup unik dan menarik peminat calon pembeli,” ujar Jhon Rif’an yang mengaku sehari bisa mengirim hingga sekitar 10 sampai 20 pesanan itu. Usaha tanaman hias ini dilakukan oleh Jhon Rif’an dengan santai, di sela-sela kesibukanya mengelola usaha supermarket yang ada di Desa Gembong. ()

EMCL Serahkan Sarana Pengembangan Peternakan Ayam Petelur di Desa Sudu

0

BOJONEGORO. – ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) bersama Asosiasi untuk Demokrasi dan Kesejahteraan Sosial (Ademos), Senin (07/06/2021) lalu melaksanakan serah terima sarana dan prasarana usaha budi daya ayam petelur, di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Serah terima program yang dilaksanakan dengan menggunakan protokol kesehatan tersebut, merupakan tahapan akhir dari rangkaian kegiatan Program Dukungan Pendapatan Masyarakat Melalui Pengembangan Peternakan Ayam, di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.

Hal ini dilaksanakan sebagai media untuk melaporkan capaian, tahapan program, penggunaan anggaran, dan hal lain yang berkaitan dengan program, kepada masyarakat penerima manfaat.

Turut hadir peserta dalam serah terima program tersebut Camat Gayam, Perwakilan EMCL, Kepala Desa Sudu, Perangkat Desa Sudu, dan perwakilan Ademos.

Kepala Desa (Kades) Sudu, Abdul Manan, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada EMCL karena telah mendukung Desa Sudu sehingga pembangunan kandang ayam petelur berikut fasilitas pendukung, seperti gudang penyimpanan dan toilet, yang terletak di Dusun Kembangan RT 001 RW 005 Desa Sudu, dapat terwujud dan saat ini bisa dimanfaatkan.

Abdul Manan berharap, ke depan EMCL akan terus mendukung peningkatan ekonomi masyarakat, apalagi di bidang peternakan ayam petelur seperti saat ini merupakan peluang besar yang dapat ditiru oleh masyarakat di Desa Sudu.

“Terlebih lagi pembuatan kandang yang menggunakan bahan sederhana dan ada di sekitar kita yaitu bambu. Tentunya akan semakin banyak manfaat yang dirasakan khususnya untuk masyarakat di Desa Sudu sendiri,” kata Abdul Manan.

Perwakilan EMCL, Ali Mahmud, menyampaikan terima kasih kepada Ademos dan Pemerintah Desa Sudu yang sudah bekerja sama dalam menyelesaikan proses pembangunan kandang ayam petelur di Desa Sudu.

Ali berharap ke depan Pemerintah Desa Sudu dapat memaksimalkan kandang dan fasilitas yang telah dibangun tersebut.

“Tentu dalam hal ini manajemen kandang juga sangat berpengaruh untuk keberlanjutan peternakan ayam petelur di Desa Sudu agar tetap berkelanjutan.kata Ali Mahmud.

Camat Gayam, Ir Agus Hariyana Panca Putra pada kesempatan tersebut menyampaikan dukungannya untuk peternakan ayam petelur di Desa Sudu.

Agus mengungkapkan bahwa kebutuhan telur di Bojonegoro selama ini masih dipasok dari luar Bojonegoro. Hal ini merupakan peluang besar bagi kita dalam upaya meningkatkan perekonomian masyarakat melalui pengembangan peternakan ayam petelur.

“Tentu upaya-upaya peningkatan perekonomian masyarakat desa tidak bisa terlepas dari dukungan berbagai pihak. Sama halnya dengan peternakan ayam petelur di Sudu ini dengan dukungan dari EMCL, pemerintah desa dan dengan didampingi Ademos.” kata Agus Hariyana.

Sementara itu, M Kundori selaku Ketua Ademos, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Desa dan masyarakat Desa Sudu yang telah bersinergi dalam upaya mewujudkan peternakan ayam petelur di Desa Sudu, sehingga Program Dukungan Pendapatan Masyarakat Melalui Pengembangan Peternakan Ayam di Desa Sudu dapat terlaksana dengan baik.

“Kami juga meminta maaf jika selama pendampingan masih ada kekurangan dan akan kami jadikan evaluasi untuk ke depannya,” kata Kundori.

Dalam acara tersebut dilaksanakan serah terima sarana dan prasarana usaha budi daya ayam petelur secara simbolis oleh Perwakilan EMCL, Ali Mahmud, kepada Kepala Desa Sudu, Abdul Manan. (*)