BLORA. – Bertempat di Gedung Sasono Rinenggo Kelurahan Randublatung, Kecamatan Randublatung Kabupaten Blora, Senin (14/06/2021), digelar rapat kordinasi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.
Dipimpin Camat Randublatung, Budiman, S.STP, MM, rapat kordidinasi diikuti Komandan Koramil 09 dan Kapolsek Randublatung bersama Babinsa dan Babin Kamtibmas, serta kepala kelurahan dan kepala desa se-Kecamatan Randublatung.
Tampak hadir dalam rakor tersebut, Tim Satgas Covid 19 Kabupaten Blora dan Tim Satgas Covit 19 Kecamatan Randublatung.
Camat Randublatung dalam sambutannya mengatakan, bahwa terhitung mulai 15 Juni 2021, semua izin hiburan dihentikan sementara.
“Tujuannya, untuk memutus berkembangnya Covid-19 di wilayah Kecamatan Randublatung,” ujarnya.
Camat Budiman menambahkan, PPKM Mikro saat ini merupakan perintah dari pemerintah pusat kepada daerah.
“Guna mendukung terlaksananya
PPKM berbasis Mikro, perlu bersinergi antara kelurahan, kepala desa, Babinsa, Babinkamtibmas dan Tim Kesehatan,” tandasnya.
Semua pihak mehami, lanjut Camat Budiman, bahwa kelurahan dan kepala desa adalah yang paling mengetahui kondisi di wilayahnya.
“Karena kelurahan dan kepala desa merupakan ujung tombak dalam pemberian izin pelaksanaan kegiatan sosial yang ada di wilayahnya,” tambahnya.
Danramil 09 Randublatung, Kapten Chb Sudiyono dalam sambutannya, berharap seluruh Babinsa dan Babinkamtibmas bisa memunculkan gagasan atau program kerja sama dengan kelurahan dan kepala desa guna menangkal berkembangnya virus Corona.
“Lurah atau Kades bisa membuat peraturan jam malam di wilayah masing-masing. Contohnya, tamu dari luar yang mau berkunjung di batasi waktunya,” pesannya.
“Untuk mencegah berkembangnya
Covid-19 di kelurahan / desa, harus dilakukan monitor perkembangan setiap hari,” tambah Danramil.
Sementara itu Kapolsek Randublatung AKP. Wismo menjelaskan, bahwa isolasi mandiri yang terpusat di tingkat Kecamatan, masih menunggu hasil rapat camat di Kabupaten untuk segera ditindaklanjuti.
“Nantinya, perlu kebersamaan pada saat evakuasi dari isolasi mandiri dari desa-desa menuju
tempat yang disiapkan di Wisma Perhutani Randublatung. Dan untuk selanjutnya perlu dilakukan penjagaan dari istansi terkait,” ikar Wismo.
Penanganan Covid 19 di wilayah Randublatung, menurut Wismo, jaris dlakukan dengan serius, dengan melaksanakan langkah langkah yang tepat dan sesuai situasi dan kondisi wilayah.
“Salah satunya adalah mengurangi potensi kerumunan
BLORA. – Pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Pertanian Kabupaten Blora yang tergabung dalam Paguyuban Wreda Agri Makmur mengajak warga masyarakat agar bisa memanfaatkan pekarangan yang dimiliki untuk menanam sayuran dan tanaman empon-empon yang berfungsi untuk apotik hidup.
Ajakan itu mengemuka melalui agenda silahturahmi pertemuan rutin yang dirangkai dengan acara halal bi halal ala pandemi Covid- 19 di rumah Ketua Paguyuban Wreda Agri Makmur, Soebekti, jalan Cempaka No 9 Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora, Sabtu (12/6/2021).
Soebekti, yang juga mantan Kepala Kantor Kehutanan Blora, mengemukakan, selain memanfaatkan pekarangan untuk ditanami sayuran dan empon-empon, juga mengimbau kepada anggota paguyuban supaya lebih memperketat pengendalian persebaran Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.
“Disamping itu, agar tetap menjaga kesehatan dengan cara berolahraga secara teratur, istirahat yang cukup dan makan yang bergizi,” kata Soebekti, yang juga Ketua PWRI Kelurahan Mlangsen Blora.
Soebekti, semasa bertugas dulu merupakan sosok pemimpin yang memiliki dedikasi tinggi, punya loyalitas mantab, tanggung jawab besar, suka berbagi dan jujur. Ia adalah Kakak Kabareskrim Polri Jendral Agus Andrianto.
MOTIVASI SAWO Pada kesempatan itu penasehat paguyuban Wreda Agri Makmur, Bambang Sulistya yang juga mantan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blora, mengajak kepada anggota paguyuban dan masyarakat supaya mensukseskan gerakan 5M sebagai kunci mengakhiri Covid-19. Yaitu, Memakai Masker saat berada di luar rumah, atau ketika berkumpul bersama kerabat di mana pun berada. Mencuci Tangan menggunakan air mengalir dan sabun secara berkala. “Jika tak ada air dan sabun, bisa menggunakan hand sanitizer untuk membersihkan tangan dari kuman-kuman yang menempel,” terangnya. Kemudian, Menjaga Jarak. Jika ada keperluan mendesak yang membuat harus pergi ke luar rumah, ingatlah untuk menjaga jarak satu sama lain. Jarak yang dianjurkan adalah 1 hingga 2 meter dari orang sekitar. Menjauhi Kerumunan saat berada di luar rumah. “Ingat, semakin banyak dan sering anda bertemu orang, kemungkinan terinfeksi virus Corona bisa semakin tinggi,” ucapnya Berikutnya, mengurangi mobilitas. Jika tidak ada keperluan yang mendesak, tetaplah berada di rumah. Meski sehat dan tidak ada gejala penyakit, belum tentu pulang ke rumah dengan keadaan yang masih sama. “Alhamdulilah setelah sekian tahun saya tidak bersua, bersuka cita dan menebar berita bahagia dengan teman-teman para pensiunan yang berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten Blora yang tergabung dalam Paguyuban Wreda Agri Makmur,” ungkap Bambang Sulistya yang juga Ketua PWRI Blora. Mengingat semua punya kemampuan dasar di bidang pertanian, kata Bambang Sulistya, maka hari ini mengajak semua yang hadir untuk mendukung imbauan Bupati Blora H. Arief Rohman, agar kita semua melakukan gerakan penanaman di Blora dengan semangat GKM (Gerakan Keren Menanam). “Kemarin saya baru saja memberi bibit Sawo Belanda kepada pengurus PWRI Kecamatan Jati. Itu merupakan tanaman buah langka di Blora dan proepektif dibudidayakan,” tuturnya. Sebagai wujud nyata Gerakan Keren Menanam, secara simbolis juga diserahkan bibit Sawo Blora kepada ketua paguyuban. Semua yang hadir juga siap melaksanakan penanaman sawo di pekarangan atau di depan rumah masing masing. Agar ada semangatnya dan maknanya bagi kehidupan, maka Sawo dijadikan akronim untuk motivasi diri dalam kehidupan di rumah dan di masyarakat. (S) Semangat, artinya dalam menghadapi masa pandemi Covid-19 kita harus tetap memiliki semangat untuk terus berikhtiar agar tetap sehat dan semangat untuk meningkatkan ibadah agar semakin yakin Allah pasti akan melindungi pada umat-Nya dan musibah pandemi Covid-19 pasti akan berakhir. Kemudian, (A) Aktif, artinya kita harus tetap aktif berkiprah dan berkarya nyata baik di rumah maupun di masyarakat yang memiliki nilai tambah dan bermanfaat bagi orang lain. “Jangan pernah berpangku tangan hanya diam dan tidak pernah aktif berbuat apapun,” tuturnya. Selanjutnya, (W) Wani, artinya berani melakukan kebiasaan- kebisaan baru untuk melawan lupa dan kondisi yang ada dengan menumbuhkan semangat gemar membaca, gemar mencari imformasi yg bermanfaat bagi kehidupan, gemar menanam, gemar memelihara ternak dan gemar membangun silahturahmi. Sedangkan, (O) Ojo dumeh, artinya jangan menyombongkan diri untuk selalu menujukan status sosial, mengagungkan jabatan masa lalu dan mengagap dirinya lebih sehat, hebat dan lebih relegius dari orang lain. Mantan Sekda Blora itu berharap semoga Gerakan Keren (kelompok retan) Menanam, segera diikuti seluruh para Wredatama dan bergulir bagaikan bola salju turun ke Bumi Blora Mustika dengan spirit Sesarengan mBangun Blora agar masyarakat makin sejahtera. “Ingat ada ungkapan bijak, setiap kita menanam satu pohon tanaman maka akan bermanfat bagi seribu kehidupan,” kata Bambang Sulistya. ().
BLORA. – Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Dindagkop UKM) Kabupaten Blora Sarmidi, SP.MM mengambil sikap cerdas dan taktis ketika melihat sendiri adanya fenomena setiap hari ratusan truk yang bermuatan tebu lewat di depan kantorna, menuju arah ke luar Blora. Dan, juga mendengar secara langsung jeritan petani tebu tentang harga tebu yang belum berpihak kepada petani.
Pihaknya langsung menggelar rapat kordinasi dengan berbagai pihak terkait guna mencari solusi.
Rapat diselenggarakan Senin (14 /6/2021) di Aula Dindagkop UKM Kabupaten Blora, diikuti peserta yang hadir dari unsur para petani penyangga, para Ketua KPTR Mustika Manis, KPTR Tunas Harapan Sejati, KPTR Mandiri Tebu (Manteb) dan KPTR Mandiri Sejahtera Bersama, Dinas Pertanian dan Ketahanan Blora, ketua dan anggota Komisi B DPRD dan 3 orang Wakil Ketua DPRD.
Pimpinan rapat langsung dipimpin oleh Kadin Dindagkop dan UKM. Dalam sambutannya, Sarmidi memohon kepada seluruh yang hadir agar pertemuan hari ini dapat memberi solusi terbaik atas persoalan harga tebu petani belum memberikan keberpihakan kepada petani.
Terbukti, kata dia, walau harga tebu pada hari Sabtu tanggal 12 Juni sudah dinaikan oleh PT GMM Bulog dari harga Rp 580.000 per kwt menjadi Rp 610.000 per kwt untuk tebu dari dalam Kabupaten Blora dan tebu luar dari harga Rp 600.000 per kwt menjadi Rp 630.000 per kwt, ternyata masih banyak truk bermuatan tebu lewat di didepan kantor keluar dari Blora.
Kesempatan pertama diberikan ke pihak PT GMM yang diwakili oleh Suyudi. Ia menjelaskan bahwa walau PT GMM sudah mulai giling pada bulan april 2021 namun dalam pelaksanaannya muncul berbagai kendala salah satunya adalah kerusakan mesin pabrik gula sehingga kinerja belum sesuai dengan rencana termasuk upaya peningkatan harga tebu.
Ia berkeyakinan akan tetap berupaya agar tebu Blora tidak lari bertamasya keluar Blora.
Berbagai tanggapan muncul mulai dari Achmad Soepaidi, mewakili petani mengatakan, kenaikan harga yang ditetapkan oleh PT GMM tebu belum sesuai dengan harapan petani.
“Apalagi PT GMM merupakan pabrik baru yang menjadi kiblatnya para petani Blora untuk bisa meningkatkan kesejahteraannya,” kata dia.
Kemudian ungkapan yang lain cukup dinamis disampaikan oleh petani winasis yang bernama Anton Soedibyo atau sering dijuluki Kyai Lemhanas.
Dirinya mengukapkan, sejatinya kalau pihak pabrik gula berpihak kepada kaum petani yang saat sedang mendetita karena dampak pandemi Covid-19 harga tebu sudah naik sejak awal. Tapi kenapa baru kali ini dinaikan dan kenaikan harga tebu saat ini juga masih belum sesuai harapan.
Apalagi PT GMM dulu dengan penerapan standarisasi MBS Potlot dalam manajemen pengelolaan tebu menjadi contoh bagi pabrik-pabrik gula di luar Blora.
Anton berharap ke depan para petani tebu dan pihak pabrik bisa bersenyawa menuju terminal kemakmuran.
Tentunya salah satu syarat adalah harga tebu selalu sesuai dengan harapan petani.
Tanggapan dari unsur KPTR diwakili dari KPTR Manteb dan KPTR Mustika Manis.
Bambang Sulistya, selaku yang mewakili KPTR Manteb menyampaikan hal sebagai berikut, mengingatkan bahwa dulu Pabrik Gula GMM didirikan prioritas utama untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora.
Dalam rangka memberikan kekuatan nilai bargaining bagi para petani oleh pabrik gula didirikan Koperasi.
Sehingga kalau hari ini tebunya petani Blora banyak dijual ke pabrik di luar blora alamat koperasi akan bangkrut.
Kemudian perlu diintensifkan komunikasi antar para petani dengan pabrik gula dan pihak terkait .
“Dengan harapan agar setiap persoalan petani segera teratasi dan tidak menimbulkan gejolak,” harapnya.
Kemudian mengenahi persoalan harga, melalui rapat hari ini hendaknya segera dapat ada jawaban dari pabrik gula.
“Kalau perlu hasil rapat segera dikirimkan secara tertulis ke Direktur Utama PT GMM BULOG,” kata dia.
Sementara usulan Eko A yang mewakili KPTR Mustika Manis memberikan gambaran harga tebu saat ini layak bisa diterima oleh para petani tebu Blora berkisar antara Rp 640.000 s/d Rp650.000 per kwintal tebu.
Adapun tanggapan dari DPRD yang diwakili Mustofa, meminta tolong agar pihak pabrik gula konsisten dalam pencairan dana hasil pembelian tebu dan untuk kenaikan harga tebu memberi batasan dalam satu minggu kalau tidak ada informasi kenaikan harga tebu maka Direktur PT GMM kita hadirkan rapat semacam ini untuk memberikan kepastian harga tebu.
Dalam mendorong kenaikan harga tebu perlu ada pembanding dari pabrik gula lain yang bernaung di BUMN agar bisa realistis.
Akhirnya oleh pimpinan rapat setelah mendengar berbagai masukan dapat diputuskan sebagai berikut.
Pertama harga kenaikan tebu yang baru saja dinaikkan oleh pihak managemen PT GMM belum sesuai dengan harapan petani Blora perlu ditinjau kembali.
Kedua, dalam batas waktu tertentu harapan dari dewan (Mustofa) didukung para petani dan KPTR satu minggu sudah ada imformasi kenaikan harga dari Pabrik Gula.
Ketiga, Pelaksana rapat kordinasi seperti hari ini akan digelar kembali manakala belum ada informasi mengenahi kenaikan harga tebu yg berpihak sesuai dg harapan petani tebu dengan menghadirkan Direktur utama PT GMM BULOG.
Demikian rapat diakhiri dengan suasana keluargaan makan bersama di Warung “Kandang.Macan”, Semoga upaya upaya tersebut membuahkan hasil yg manis kepada para petani tebu,karena ada ungkapan “Manis Tebuku Mulyo Uripku”.
“Saya memberikan apresiasi positif atas sikap cepat dan tanggap dari Kadin Didagkop dan UKM yang telah mengambil prakarsa menyelenggarakan rapat koordinasi untuk mencari solusi persoalan harga tebu yang kurang menguntungkan bagi petani tebu Blora dan juga memberikan penghormatan kepada DPRD yang secara antusias dan serius dapat menghadiri rapat, mencari solusi bagi persoalan yang menerpa kepada petani tebu saat ini, semoga dapat memberi kontribusi positif bagi peningkatan kesejahteraan bagi petani tebu,” kata Bambang. (*).
KUDUS. – Lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus nyatanya berdampak luas pada kegiatan industri manufaktur yang menurun sampai 20%. Sejumlah pabrikan sepatu harus terkena dampak penurunan tingkat produksi.
Direktur Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Firman Bakrie mengungkapkan bahwa banyak karyawan pabrik yang mengajukan izin sehingga aktivitas produksi tidak bisa berjalan normal.
“Kudus peningkatan Covid-19 luar biasa. Ada pabrik di sekitar Kudus seperti Pati, Rembang dan Jepara. Kita sudah berimbas dari peningkatan Covid-19, kemudian produktivitas menurun sampai 20%. Dari peningkatan Covid-19, sebagian nggak masuk karena isolasi mandiri, angkanya signifikan sampai 18%-20% tingkat absensi,” katanya kepada CNBC Indonesia, Senin (14/6/21).
Padahal, beberapa pabrik di wilayah itu merupakan relokasi dari kawasan Banten dan Jabodetabek. Meski tergolong baru pindah, namun hadangan aktivitas produksi sudah ada di depan mata. Di sisi lain, permintaan ekspor sepatu tetap tinggi, terlihat dari pertumbuhannya yang mencapai 8,7% di tahun 2020 lalu.
Demi menghindari penurunan produksi, industri alas kaki meminta bantuan Pemerintah dalam prioritas proses vaksinasi. Apalagi jumlah pekerjanya juga tidak sedikit, sekitar 30 ribu tenaga kerja.
“Kita industri padat karya, satu ruangan bisa ratusan atau ribuan pekerja. peningkatan Covid-19 di Jateng, khususnya di Kudus dan 8 daerah merah seperti Kudus, Pati, Rembang, Brebes merupakan daerah sentra industri, harapannya bisa dibantu dari Pemerintah vaksinasi karyawan kita terutama daerah krusial ini,” kata Firman.
Peningkatan kasus ini menjadi kekhawatiran banyak pihak. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengingatkan wilayah sekitar untuk berhati-hati.
“Yang Brebes itu sudah menularkan Kabupaten Tegal, terus kemudian yang Kudus ternyata merembet juga. Yang Kudus ini merembetnya satu kelompok, jadi nampaknya kok terkonfirmasi ya, Jepara, Pati Demak, Grobogan, sampai ke Sragen,” kata Ganjar di kantornya, Semarang, beberapa waktu lalu.
“Artinya Rembang, Blora siap-siap. Kota Semarang, Boyolali siap-siap sampai nanti Solo, Karanganyar,” imbuhnya. (*)
BOJONEGORO. – Enam desa yang ditetapkan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sebagai desa penghasil Minyak dan Gas Bumi (Migas), adalah desa yang memiliki status Desa Mandiri. Status tersebut merupakan ukuran keberhasilan desa yang tolok ukurnya berasal dari skor Indeks Desa Membangun (IDM).
Kepala Dinas (Kadin) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bojonegoro, Machmuddin mengatakan, dalam IDM terdapat beberapa indikator yang dipakai untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu desa. Apakah masih tertinggal, sudah maju, ataukah mandiri. Penilaian tersebut dilakukan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes, PDTT).
“Bojonegoro, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Di tahun 2021 ini desa mandiri kita sebanyak 103. Kemudian 254 berstatus desa maju, dan sisanya 62 desa berstatus berkembang,” terangnya, Rabu (09/06/2021).
Diketahui, dari data Dinas PMD, ada sejumlah desa yang ditetapkan oleh Bapenda Kabupaten Bojonegoro sebagai desa penghasil migas, merupakan desa berstatus desa mandiri. Dengan rentang nilai pada IDM lebih dari 0,8155. Yakni Desa Campurejo, Ngampel, Gayam, Beged, Mojodelik, dan Begadon.
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Perimbangan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lainnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bojonegoro, Achmad Suryadi mengatakan, sebanyak enam desa telah ditetapkan sebagai desa penghasil migas. Diantaranya adalah Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, dan Desa Campurejo, Kecamatan Kota.
“Empat desa penghasil migas lainnya ada di Kecamatan Gayam, meliputi Desa Gayam, Mojodelik, Beged dan Desa Begadon,” terangnya.(*)
BOJONEGORO. – Pengapalan ke 700, minyak mentah Blok Cepu kargo bagian Pemerintah dan Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI) Blok Cepu kepada Pertamina dilaksanakan di kapal air muat terapung atau floating storage and offloading (FSO) Gagak Rimang, di Tuban, Jawa Timur, Rabu (9/6/2021). Jumlah total minyak mentah yang dikapalkan hari ini mencapai 1 juta barel.
Ketua Badan Kerja Sama (BKS) Blok Cepu, Hadi Ismoyo menyampaikan, dari total pengapalan minyak Blok Cepu hari ini sebesar 1 juta barel, jatah BKS sebanyak 150.000 barel. Sedangkan jatah pemerintah dalam co load (litfiing bersama) adalah 850.000 barel.
Jatah BKS Blok Cepu sebesar 150.000 barel ini, lanjut Hadi, dibagi empat BUMD yang tergabung dalam penyertaan modal (participating interest/PI) 10%. Yakni BUMD Bojonegoro, PT. Asri Dharma Sejahtera (ADS) mendapat 4,5%; BUMD Provinsi Jatim, PT. Petrogas Jatim Utama (PJU) 2,2%; BUMD Blora, PT Blora Patragas Hulu (BPH) 2,28 %; dan BUMD Provinsi Jateng, Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) 1,1%.
“Untuk minyak jatah BKS pembagiannya sesuai persentase yang diterima masing-masing BUMD,” tegas pria yang menjabat Presiden Direktur PT. PJU ini.
Hadi menambahkan, jatah minyak Blok Cepu yang diterima BKS sekarang ini tidak lagi diekspor. Melainkan untuk kebutuhan domestik.
“Yang di-exsport cuma November, Desember 2020, Januari dan Februari 2021. Selanjutnya domestik,” pungkasnya.
Pengapalan ke-700 minyak mentah Blok Cepu kargo bagian Pemerintah dan Badan Kerja Sama Participating Interest (BKS PI) Blok Cepu hari ini disaksikan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif.
Menteri Arifin menyampaikan, lifting ke-700 dari Blok Cepu ini menjadi milestone penting bagi ketahanan energi Indonesia serta memberikan harapan bahwa potensi hulu migas Indonesia masih menjanjikan.
“Penghargaan kami sampaikan kepada Exxon Cepu atas atas upayanya dari mulai menemukan cadangan dari mulai 450 juta barel sampai bisa mengidentifikasi sumber yang 940 juta barel. Produksi sudah di mulai sejak tahun 2016, dari 160 ribu barel per hari hingga sekarang yang sudah bisa mencapai lebih dari 200 ribu barel per hari. Suatu capaian yang luar biasa,” ujar Arifin melalui keterangan tertulisnya.
Arifin menilai capaian tersebut hanya didapat dari hasil kerja keras dan kemapuan teknis yang dimiliki.
“Kita berharap kemampuan ini bisa terus dikembangkan untuk bisa mengoptimalkan produksi minyak dan gas di Indonesia. Kita bekerjasama bahu membahu saling berbagi pengetahuan untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal demi kesejahteraan masyarakat Indonesia,” lanjut Arifin.
Di samping itu, Arifin juga mengapresiasi penerapan kaidah keselamatan kerja yang baik yang diterapkan ExxonMobil dalam menjalankan operasinya. Sehingga sejak beroperasi tidak pernah terjadi kecelakaan kerja.
“Kami berharap potensi-potensi yang ada agar segera bisa dikembangkan, sehingga bisa dijadikan cadangan untuk kemudian bisa dilakukan proses produksinya,” pungkas Arifin.
Di tempat yang sama, Kepala SKK Migas Dwi Soecipto menyampaikan produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dimulai pada tahun 2008 dan fasilitas produksi utama mulai dioperasikan pada kuartal 4 tahun 2015.
“Lapangan Banyu Urip telah berada pada tingkat produksi plateau yang stabil dengan tingkat produksi lebih dari 220.000 barel per hari (bopd) selama 5 (lima) tahun. Tingkat produksi plateu ini jauh lebih tinggi dari rencana dalam PoD, di mana sebelumnya diperkirakan produksi rata-rata sebesar 165 ribu bopd selama dua tahun,” ujar Dwi.
Berdasarkan penilaian teknis, cadangan minyak Lapangan Banyu Urip telah meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 940 juta barel dari 450 juta barel saat final investment decision (FID). Meski demikian, seperti halnya karakteristik reservoir yang berlaku umum di seluruh dunia, tingkat produksi minyak dari Lapangan Banyu Urip itu kini sudah mulai menurun secara alamiah.
“Realisasi cadangan dan produksi Blok Cepu ini membuka kenyataan bahwa potensi cadangan migas di Indonesia masih menjanjikan. Saat ini SKK Migas terus mengawal ExxonMobil bersama para mitra Blok Cepu untuk mendiskusikan berbagai inisiatif untuk mengelola penurunan produksi yang mulai terjadi, termasuk menjajaki peluang-peluang baru di Blok Cepu,” jelas Dwi.
Pada kesempatan yang sama, President ExxonMobil Indonesia Irtiza Sayyed mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan seluruh pemangku kepentingan sehingga mendukung keberhasilan operasi Blok Cepu yang aman, andal, dan efisien dengan memastikan langkah pencegahan dan mitigasi Covid-19 yang efektif.
“Dengan dukungan pemerintah dan para mitra, kami terus memberikan kinerja keselamatan dan keandalan yang unggul hingga mencatatkan angka kecelakaan nihil tahun ini,” ucap Irtiza.
KKKS ExxonMobil Cepu Limited juga mendukung program ramah lingkungan yang diinisiasi pemerintah, melalui berbagai program pengembangan masyarakat bidang lingkungan. Beberapa program tersebut di antaranya penanaman 57.000 pohon pada lahan seluas lebih dari 235 hektar, pembangunan 223 reaktor biogas untuk hampir 1.000 anggota masyarakat, pembangunan dan pengelolaan 35 fasilitas air bersih untuk lebih dari 38.000 anggota masyarakat, serta pembentukan 5 program pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan untuk lebih dari 1.300 anggota masyarakat. (*)
BOJONEGORO. – Pohon kelapa yang biasanya tinggi menjulang ternyata bisa disulap menjadi bonsai yang unik. Kegiatan di musim pandemi ini dilakukan oleh Suparman, warga Desa Sambeng RT 19 RW 6 Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro.
Bonsai kelapa tersebut tidak menggunakan media tanah untuk menanamnya tapi menggunakan air yang ditaruh di dalam toples layaknya aquarium sehingga keindahan akarnya bisa terlihat jelas
“ini keunikannya, Mas. Dengan menggunakan air sebagai media tanam maka akan terlihat akar-akarnya. Selain uniknya bonsai pohon kelapa itu sendiri, yang biasanya menjulang tinggi kini bisa dinikmati di dalam rumah”, ujar Suparman dengan semangat.
Suparman menambahkan untuk proses pembuatannya sebenarnya sangat mudah, hanya saja butuh ketelatenan.
Siapkan dahulu tunas kelapa yang sudah dibersihkan sabutnya lalu ditaruh di atas toples dengan akarnya mengarah ke bagian dalam, terus dengan dipasang kawat untuk menggantungnya.
Untuk bahan baku atau buah kelapanya Suparman mendatangkan dari daerah Magelang, bekerja sama dengan pedagang kelapa yang memasarkan di daerah Kasiman ini.
“Bibitnya kualitas bagus sehingga hasilnyapun cukup memuaskan, karena ini kita datangkan langsung dari daerah penghasil kelapa yaitu Magelang-Jawa Tengah,” demikian promo Suparman.
Dari hasil kreatifnya ini sudah banyak yang memesannya. Untuk bonsai kelapa yang sudah bagus Suparman membandrolnya dengan harga lima ratus ribu rupiah. Bagi yang berminat bisa langsung datang ke alamat Jl. Wonosari Desa Sambeng RT 19 RW 6 Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro. (*)
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin ingin pemerintah meninjau kembali pembatalan haji jika nantinya ada keputusan dari Kerajaan Arab Saudi. Seperti diketahui, Arab Saudi belum mengumumkan undangan haji kepada negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).
“Keputusan pemerintah tentang pembatalan haji kiranya dapat ditinjau kembali, jika nanti ada keputusan Kerajaan Saudi Arabia. Sesuai surat yang beredar baik dari Dubes Saudi di Jakarta maupun dari Dubes RI di Riyadh, ternyata pemerintah Kerajaan Saudi Arabia belum mengumumkan undangan haji kepada negara-negara anggota OKI,” kata Din, Jumat (11/06/2021) lalu.
Mantan Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini menyarankan sebaiknya pada tingkat ini pemerintah mengintensifkan komunikasi dan diplomasi. Bila perlu, kata Din, Presiden Jokowi menelepon Raja Salman, atau Wapres Ma’ruf Amin mengajak sejumlah tokoh Islam untuk bertemu Raja Salman. “Diyakini bahwa Kerajaan Saudi Arabia akan memperhatikan Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar di dunia,” tuturnya.
“Masalahnya, apakah Pemerintah Indonesia siap menyelenggarakan haji tahun ini jika nanti diberi kuota. Termasuk, apakah pemerintah Indonesia mau menyesuaikan vaksinasi yang disetujui pihak Saudi Arabia atas rekomendasi WHO (yang belum memasukkan Sinovac),” tambah Din.
Din menilai tidak etis dan salah alamat kalau ada pihak, khususnya dari umat Islam, mendemo Kedubes Saudi di Jakarta. Pembatalan haji Indonesia bukan keputusan pemerintah Saudi tapi keputusan Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Agama.
“Justru masyarakat termasuk DPR perlu meminta penjelasan/transparansi pemerintah Indonesia mengapa membatalkan pemberangkatan haji tahun ini, benarkah karena alasan Covid-19? Pembatalan pemberangkatan haji dapat dinilai pemerintah tidak menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 29 bahwa pemerintah harus melayani rakyat dalam menjalankan ibadat,” jelas Presidium KAMI itu.
Sebagai informasi, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Coumas memastikan pemerintah tidak memberangkatkan jemaah haji Indonesia 1442 H/2021 M. Pembatalan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021.
Gus Menteri sapaan akrabnya, menyebut pembatalan pemberangkatan jemaah haji dikarenakan pandemi Covid-19 belum berlalu. Di samping itu, Kerajaan Arab Saudi hingga saat ini belum mengundang Indonesia untuk membahas dan menandatangani Nota Kesepahaman tentang Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 H/2021 M.
Karena belum ada penandatanganan nota kesepahaman itu, maka Indonesia maupun sejumlah negara lainnya belum mendapatkan kepastian kuota haji 1442 Hijriah. Alhasil, pemerintah memutukan untuk membatalkan pemberangkatan haji tahun ini. (*)
Pembatalan rencana keberangkatan jemaah haji Indonesia pada musim haji 1442H/2021 menjadi pelajaran bagi pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama.
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan, pembatalan pemberangkatan jemaah haji ini murni karena pandemi virus corona baru (Covid-19).
Meski demikian Politisi PKB itu berjanji akan membahas soal pelaksanaan haji lebih awal dengan Arab Saudi pada tahun 2022 mendatang.
“Kami akan sesegera mungkin membahas persiapan haji 2022 dengan Arab Saudi,” kata Pria yang karib disapa Gus Yaqut, Kamis (10/06/21) lalu.
Pria yang juga Ketum GP Ansor itu menyatakan, pemerintah sebenarnya telah melakukan persiapan dini untuk pemberangkatan jemaah haji tahun ini. Diakui Gus Yaqut, pihaknya bahkan telah membentuk tim manajemen krisi penyelenggaraan ibadah haji.
“Tugasnya melakukan persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji. Beragam skenario dan persiapan telah dilakukan,” tandasnya.
Gus Yaqut menjelaskan, semua persiapan kalah dengan pandemi Covid-19 yang masih mewabah. Se-lain itu, pemerintah Arab Saudi juga hingga kini belum memberikan informasi dan kepastian terkait penyelenggaraan ibadah haji.
Lebih jauh, politisi yang juga karib disapa Gus Menteri ini menegaskan, pembatalan pemberangkatan jemaah haji karena pemerintah mengedepankan keselamatan dan kesehatan para jemaah itu sendiri.
“Dalam kondisi pandemi, keselamatan dan keamanan ibadah menjadi hal utama yang harus dikedepankan,” pungkasnya. (*)
Pemerintah Indonesia mengumumkan nasib pemberangkatan Haji 2021. Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas memastikan Indonesia tidak memberangkatkan haji 2021.
“Pemerintah melalui Kementerian Agama menerbitkan keputusan Menag RI Nomor 660 Tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jemaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 H 2021 M,” kata Menag Yaqut dalam konferensi pers yang disiarkan langsung di akun Instagram Kementerian Agama, Kamis (3/6) lalu.
Hadir dalam pengumuman soal haji 2021 tersebut pimpinan Komisi VIII DPR, Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Sekjen Majelis Ulama Indonesia, dan Kepala BPKH.
Per Senin (31/5/2021), dilihat di Twitter resmi Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi, @MOISaudiArabia, 11 negara diizinkan masuk, dari Amerika Serikat, Jepang, hingga Uni Emirat Arab. Tak ada Indonesia dalam daftar tersebut.
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad sempat menyatakan mendengar Indonesia tidak mendapatkan kuota untuk beribadah haji 2021 ini. Soal vaksin yang digunakan di Indonesia jadi faktor belum keluarnya kuota untuk jemaah Indonesia.
“Ya sementara kita nggak usah bahas itu dulu (vaksin jemaah haji). Karena informasi terbaru yang kita dengar bahwa kita nggak dapat kuota haji. Nah, ini untuk pelajaran juga bagi kita supaya soal vaksin ini kita akan lebih perhatikan agar tidak terjadi hal-hal seperti ini,” kata Dasco mengakhiri komentarnya, Senin (31/5) lalu. (*)