Beranda blog Halaman 236

Jumat, Hari Berbagi Kebahagian untuk Kaum Duafa

0

BLORA. – Ada suatu pandangan yang menarik dalam masa pandemi covid 19 terutama sejak dilaksanakan kebijakan Pemerintah tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Bumi Mustika Blora, tepatnya di pojok sebelah selatan Lapangan Kridosono.

Setiap hari Jumat ada sekelompok orang yang berjumlah lebih dari tujuh orang didominasi para tukang becak sedang duduk duduk santai berkumpul ngobrol tentang kehidupan yang di rasa semakin sulit sambil menunggu datang rejeki yang tidak pasti.

“Saya mencoba ikut bergabung dan ngobrol dari hati ke hati untuk menyelami keadaan kehidupan mereka, yang saat ini dirasakan. Sungguh di luar dugaan terungkap sebuah fakta bahwa masa pandemi telah menciptakan kondisi ekonomi mereka semakin berantakan dan ajur-ajuran,” ungkap Bambang Sulistya, Ketua PWRI Kab. Blora, Jumat (5/8/2021).

Bisa dibayangkan selama musibah pandemi Covid -19 tiap minggu rata-rata, sebagai tukang becak hanya bisa menarik penumpang dua kali, kalau dinilai uang sekitar Rp 50.000 selebihnya blong tidak menarik penumpang sama sekali.

Untuk memenuhi kehidupan keluarga mereka menjual aset keluarga yang dimiliki, bekerja serabutan apa yang bisa dilakukan.

“Bahkan kalau sudah kepepet ada yang nekat cari pinjaman ke tetangga yang berkemampuan dengan jaminan korban perasaan,” ucapnya.

Menurut mantan Sekda Blora itu, ada yang menceritakan sebelum pandemi setiap bulan mendapat hasil dari mengantar anak-anak sekolah pergi pulang rata-rata per bulan Rp 1,8 juta.

“Namun karena sekarang belajar di rumah penghasilan dari mengantar anak sekolah hilang,” ujarnya.

Hebatnya mereka saat ini masih sabar, punya semangat dan masih mampu menghibur diri ditengah kesulitan ekonomi keluarga.

Setiap hari Jumat mereka masih setia menunggu di pojok lapangan Kridosono, datangnya rejeki dari para donatur, dermawan dan para anggota masyarakat yang tersentuh hatinya untuk peduli bagi kaum duafa.

“Karena diyakini setiap hari Jumat merupakan hari istimewa untuk melakukan sedekah atau berbagi ,kata mereka menyebut hari, Jumat Berkah,” tambahnya.

Demikian pula pada Jumat (5/8/2021), ada sekitar 30 orang terdiri tukang becak, buruh bangunan dan pengangkut sampah berkumpul di pojok Lapangan Kridosono dengan tetap menaati protokol kesehatan.

“Karena mendapat informasi, ada seorang pejabat pemerintah daerah membagikan kotak makanan utuk makan pagi kepada mereka,” ungkapnya.

Pejabat tersebut, tidak kerso (mau) disebut namanya. Sebab, niat berbagi semata-mata sebagai wujud rasa syukur karena sampai hari ini masih selalu dalam lindungan Allah sehat walafiat dan masih dapat menjalankan tugas sesuai dengan amanah.

“Disamping itu merasa terharu mendengar kehidupan para pekerja imformal.Sehingga tergerak hatinya untuk berbagi,” ujarnya.

Hal itu juga untuk menindaklanjuti arahan dari Bupati agar para pejabat pemerintah daerah ikut berpartisipasi meringankan beban kehidupan anggota masyarakat yang saat ini terdampak Covid-19.

Diungkapkan Bambang Sulistya, sungguh luar biasa kalau seandainya semua unsur pemangku kepentingan dan para anggota masyarakat yang mempunyai kemampuan serta kesempatan bisa bersinergi saling bekerjasama, bergotong-royong, dan bergandengan tangan untuk membantu meringankan beban kehidupan masyarakat.

“Memang momentum jumat berkah bisa digunakan sebagai faktor pendorong tumbuhnya kepekaan sosial di masyarakat,” terangnya.

Ia mengungkapkan, menurut Kyai Gaul Agus Budi Sukisno, Imam Masjid Nurul Falah Perumnas Karangjati kecamatan Blora, hari jumat adalah rajanya hari atau disebut “Sayyidul Ayyam” hari berbagi kebahagian untuk kaum duafa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Jumat merupakan sebaik-baiknya hari.

Sehingga ada yang berpendapat sedekah pada hari Jumat akan memperoleh pahala yang berlipat ganda, walau sedekah memang dapat dilakukan kapan saja.

Bagi kaum muslim hari Jumat memiliki keistimewaan dan keutamaan sendiri, di antaranya waktu mustajab memohon kepada Allah, memperbanyak dzikir, doa, dan bersalawat, menunaikan salat Jumat dan bersedekah.

“Marilah kita budayakan Jumat Berkah menjadi hari yang istimewa untuk berbuat baik, bersedekah, berbagi, bersinergi membangun kebersamaan untuk melawan penyakit Virus Corona dan melalui Jumat berkah kita dipermudah, dibukakan pintu rejeki yang berkah dan pintu kebahagiaan yang amanah,” tuturnya. (*).

Polsek Gembong-Pati, Gelar Vaksinasi Massal Tahap 2

0

PATI. – Polsek Gembong – Pati, Kamis (05/08/2021) menggelar Vaksinasi Massal Tahap 2 di halaman Mapolsek Gembong kamis. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mensukseskan Vaksin Merdeka Candi yang secara serentak dilaksanakan di seluruh Polres Jajaran Polda Jateng.

Bripka Karnawi selalu BA intelkam mengatakan gerakan Vaksin Merdeka Candi ini merupakan kado spesial bagi masyarakat, khususnya warga Desa Gembong, dalam merayakan HUT Kemerdekaan RI.

“Target kami 250 dosis untuk 2hari atau sesuai stok vaksin yang ada,” kata petugas jaga di lokasi

Dalam kesempatan itu, Kapolsek mengapresiasi seluruh stakeholder yang mendukung kegiatan ini, baik dari TNI, Dinas Kesehatan, maupun para nakes sebagai garda terdepan pejuang melawan Covid19 ini.

“Kegiatan Vaksinasi Massal Merdeka Candi 2021, sebagai upaya membantu pemerintah dalam percepatan terwujudnya herd imunity

Kapolsek berharap warga yang belum memperoleh vaksin Covid-19, dapat memanfaatkan kegiatan tersebut, tetapi dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Bagi warga khususnya yang belum mendapatkan suntikan vaksin dosis 2 diharapkan dapat memanfaatkan Vaksin Merdeka Candi ini, sehingga Desa Gembong dapat segera terwujud herd immunity-nya atau kekebalan komunal, sehingga masyarakat dapat beraktifitas normal dan diharapkan dapat memengaruhi pertumbuhan perekonomian masyarakat kecamatan gembong acara tersebut juga di saksikan secara langsung oleh Camat Gembong, Cipto Mangun Oneng, SH MH. (*)

Didik Harmanto, Dilantik Jadi Sekretaris Desa Gembyungan – Randublatung

0

BLORA. – Pelantikan sekretaris Desa Gembyungan hasil seleksi internal sekretaris Desa Tahun 2021, Rabu (04/08/2021) dilaksanakan di Balai Desa Gembyungan Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora.

Pelantikan Sekdes yang dilakukan Kepala Desa Gembyungan Gofilul Koadib disaksikan oleh Camat Randublatung Budiman SSTP, MM, Kapolsek Randublatung AKP Wismo, Kasi Pemerintahan Siti Khasnah, Kanit IK Polsek Randublatung, Babinkamtibmas Bripka Mujianto, Babinsa Sertu Suparyadi, Perangkat Desa Gembyungan, Toga dan Tomas Desa Gembyungan, serta Ketua Tim PKK beserta Kadernya .

Pembacaan SK Kades Gembyungan No.141.3 / 15 / 21 Tanggal 4 Agustus 2021 tentang pengangkatan Didik Harmanto dalam jabatan Sekdes dari jabatan sebelumnya Kadus Jonggol Desa Gembyungan.

Kepala Desa Gofelul Koadib

mengucapkan rasa syukur kepada Allah yang selalu memberi Rahmad-Nya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang hadir dalam kegiatan pelantikan Sekdes Desa Gembyungan, karena memang selama ini Jabatan Sekdes sedang kosong,” ujarnya.

“Sekdes yang baru segera bisa menyesuaikan diri sehingga bisa melaksanakan tugas baru dengan baik,” tambah Gofelul.

Sementara itu Camat Randublatung Budiman SSTP, MM dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukurnya, karena masih diberi kesempatan hadir dalam keadaan sehat.

“Baru saja kita saksikan pelantikan sekertaris Desa Gembyungan yang berjalan dengan khidmat. Saya ucapkan terima kasih kepada panitia yang telah malaksanakan semua proses seleksi sampai dengan pelantikan pada hari ini,” ucap Camat.

“Kepada Saudara Didik Harmanto yang telah dilantik, agar segera menyesuaikan diri dengan Tupoksi yang baru yang tentunya lebih berat dibanding dengan sebelumnya ketika menjadi Kadus. Semoga bisa menjadi penggerak untuk lebih baik dan selalu berkoordinasi dengan kepala desa,” pungkasnya. (*)

Desa Sambongwangan – Randublatung Laksanakan Tes Tertulis, Seleksi Internal Sekdes

0

BLORA. – Bertempat di balai desa setempat, Pemerintah Desa Sambongwangan Kecamatan Randublatung, Selasa (03/08/2021) melaksanakan kegiatan tes tertulis, seleksi internal sekertaris desa.

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Desa Sambongwangan Wahyudi itu pelaksanaannya dimulai pkl. 08.00 Wib. Dan, bagi peserta yang lolos tes langsung dilakukan pelantikan pada pkl. 11.00 Wib.

Hadir dalam acara tersebut, Forkopimcam Randublatung diantaranya Kasi Pemerintahan, Ketua BPD beserta anggotanya, Babinkamtibmas, Babinsa, Pendamping Desa Kecamatan Randublatung, seluruh perangkat Desa Sambongwangan, dan Ketua Tim PKK Desa Sambongwangan beserta kadernya .

Peserta yang lolos dan langsung mengikuti pelantikan adalah: Muslim, yang selumnya menjabat Kaur Pemerintahan Desa dilantik menjadi Sekretaris Desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sambongwangan, Wahyudi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah hadir dalam acara seleksi mutasi internal Sekdes tahun 2021.

“Dengan terpilihnya Sekdes yang baru semoga bisa bekerjasama secara harmonis untuk memajukan Desa Sambongwangan agar gemah ripah loh jinawi,” ujar Kades.

Sementara itu Kapolsek Randublatung AKP Wismo yang pada kesempatan itu diwakili Babinkamtibmas Bripka Mujiyanto sempat menghimbau kepada seluruh tamu undangan agar senantiasa mematuhi anjuran pemerintah dengan protokol kesehatan.

“Terapkan protokol kesehatan untuk mencegah menjalarnya Covid-19,” pesannya. (*).

Tidak Pasang Papan Informasi, Pembangunan TPT Desa Tanjung-Sukorejo Diduga Proyek Siluman

0

BOJONEGORO. – Maraknya proyek siluman di Kabupaten Bojonegoro diduga karena lemahnya pengawasan. Akbiatnya, banyak pelaksana proyek yang tidak memasang papan informasi di lokasi pembangunan.

Seharusnya pelaksana proyek mengerti akan aturan dan keberadaan UU pemerintah terkait pengerjaan proyek sebagaimana diatur dalam UU No.14 Tahun 2008, bahwa pengerjaan proyek merupakan satu paket dengan identitas proyek.

Seperti halnya yang terlihat di sisi jalan poros kecamatan dari Desa Tanjung menuju Desa Sukorejo, Kecamatan Tambakrejo, Senin (02/08/2021). Wartawan mendapati adanya kegiatan proyek siluman alias proyek tanpa papan nama informasi proyek, padahal kegiatan proyek sudah berlangsung sekitar satu bulan.

Proyek dari dinas PU yang didanai oleh APBD yaitu pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sisi jalan poros penghubung Kecamatan Ngraho dan Tambakrejo, tepatnya masuk wilayah Desa Tanjung dan Sukorejo, Tambakrejo, Bojonegoro, diduga melanggar undang undang KIP.

Pasalnya di lokasi proyek, masyarakat umum tidak menemukan papan informasi proyek.

Sementara awak media juga tidak mendapati pihak pengawas maupun pihak pelaksana proyek di lokasi tersebut.

Salah seorang pekerja proyek yang akrab disapa Pak Gik saat ditanya terkait proyek yang sedang berlangsung menyatakan bahwa dirinya tidak tahu nama PT atau CV yang melaksanakan.

Dan proyek tersebut sudah berlangsung selama kurang lebih satu bulan, terkait papan nama informasi proyek belum dipasang dan belum dipampang secara umum, pada Senin (02/08/2021).

“Untuk papan nama proyeknya memang belum dipasang”, ujar salah seorang pekerja proyek tersebut. (*)

Petani Blora Bertahan di Tengah Fluktuasi Harga Cabai

0

BLORA. – Harga cabai terus mengalami fluktuasi, bahkan sejak diberlakukannya Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPPKM) Darurat, harga cabai mengalami kenaikan di tingkat petani Blora.

Penasihat Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengemukakan, komoditas pertanian yang populer dan sering menjadi perbincangan publik adalah cabai, terutama karena harganya yang selalu fluktuatif.

“Awal dilaksanakan PPKM Darurat harga cabai mengalami kenaikan. Walaupun logistik untuk bahan pangan tidak dibatasi selama PPKM Darurat, tapi adanya berbagai hambatan dalam transportasi, serta menurunnya permintaan cabai di sejumlah daerah akibat berkurangnya kegiatan usaha kuliner,” ungkap pria yang pernah menjabat Kepala Dinas Pertanian di Blora itu, Senin (2/8/2021).

Menurut Bambang yang juga mantan Sekda Blora itu, merupakan anomali bagi kenaikan harga cabai tahun 2021 dan baru kali ini terjadi.

“Secara normal karena pengaruh iklim setiap tahun harga cabai selalu mengalami pasang surut,” ucap dia.

Pada masa pademi COVID-19 saat ini, Cabai juga dapat dijadikan akronim untuk memotivasi diri, dengan pengertian, (C)-Corona datang pasti akan membawa pesan disamping telah menimbulkan musibah pasti akan ada hikmah.

(A)-Aktif artinya pada masa pandemi COVID-19 ini, harus semakin aktif berolah raga, aktif hidup sehat dengan makan empat sehat lima sempurna dan menjaga kebersihan, aktif membangun persaudaraan, kekeluargaan dan kesetiakawan, aktif berbagi, aktif berpikir positif dan aktif meningkatkan kualitas ibadah.

Kemudian, (B)-Berinovasi artinya dengan datang musibah agar kita tetap sehat muncul berbagai inovasi baik untuk mendapatkan kesembuhan maupun upaya mencegah supaya tidak tertular virus corona.

Berikutnya, (A)-Ada kesempatan untuk menata kehidupan semakan baik karena kita sering bertemu dengan keluarga yang selama ini disibukkan dengan berbagai kegiatan dinas atau pekerjaan sehingga intensitas berkumpul dengan keluarga kurang.

Selanjutnya, (I)-Indahkan anjuran Pemerintah untuk melaksanakan Protokol Kesehatan secara disiplin. “Semoga cabai di masa pandemi mampu menggugah semangat kita untuk tegar dan tawakal dalam menerima realita dengan sesanti “Kecil kecil cabai rawit, walaupun kita dalam kesulitan ayo tetap bangkit,” katanya.

Sementara itu, seorang petani cabai Blora asal Desa Kemiri, Kecamatan Jepon, Suhud (61), yang sudah menekuni pertanian cabai selama 27 tahun mengemukakan, sebagai petani cabai dan pengamatan yang dilandasi ilmu titen (kebiasaan) dirasakan harga cabai setiap tahun pasti mengalami naik turun.

Hal itu, selain karena berkurang atau lebih pasokan cabai dari daerah penghasil sebagai dampak dari musim kemarau akan memengaruhi pada proses penanaman, cuaca terlalu panas, pasokan air berkurang akan memunculkan berbagai hama pada tanaman cabai, yakni trip daun dan kutu kebul yang mengakibatkan daun tak bisa berkembang sehingga tak bisa berbuah. Hujan yang tinggi juga akan memengaruhi produksi karena akan muncul penyakit bakteri dan jamur.

Disamping itu fluktuatif harga juga karena merupakan hukum ekonomi, kalau permintaan cabai lebih lebih besar dari pasokan cabai pasti harga akan naik, sebaliknya kalau permintaan lebih rendah dari pasokan dapat dipastikan harga akan turun.

Apalagi kalau masih ditambah membanjirnya produk cabai impor yang berasal dari luar negeri yang kualitasnya baik dengan harga yang lebih rendah, maka akan terjadi pukulan berat bagi petani lokal karena harga cabai pasti akan jatuh.

“Dan itu pernah terjadi pada tahun lalu harga cabai jatuh jauh di bawah standar normal sehingga pada waktu itu sampai ada imbauan dari Bupati Blora agar para ASN membeli cabai hasil panen dari petani,” ucapnya.

Figur Suhud adalah petani yang t…

Desa Ngliron – Randublatung, Gelar Sosialisasi Mutasi Internal Sekdes Tahun 2021

0

BLORA. – Pemdes Desa Ngliron Kecamatan Randublatung, Kamis (29/07/2021), menggelar sosialisasi internal mutasi Sekdes Tahun 2021. Camat Randublatung Budiman S.S.T.P, MM, bersama Forkopimcam Randublatung menghadiri acara yang digelar di balai desa setempat.

Kepala Desa Ngliron Muntono S.Sos. dalam sambutan pembukaannya mengatakan, bahwa susuai prosedur, pada hari itu akan dilakukan sosialisasi dalam rangka pelaksanaan mutasi Sekdes Desa Ngliron Tahun 2021.

“Diharapkan dalam pelaksanaan mutasi Sekdes Desa Ngliron Tahun 2021 dapat berjalan aman dan kondusip, sesuai himbauan pemerintah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Camat Randublatung, Budiman S.ST.P. M.M menegaskan, bahwah sistim pengisian perangkat desa dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mutasi internal (antar perangkat) dan seleksi dari pihak luar.

Tentunya, lanjut Camat, untuk pelaksanaan pengisian diserahkan sepenuhnya kepada desa masing masing .

“Termasuk kegiatan hari ini, kegiatan sosialisasi adalah tahapan awal untuk membahas pembentukan panitia seleksi mutasi sebagai syarat tahapan berikutnya,” kata Camat Randublatung.

“Untuk Desa Ngliron ada 2 calon perangkat yang akan mengikuti seleksi pengisian Sekdes. Yaitu Bapak Dasar selaku Kasi Pemerintahan dan Bapak Jatmiko selaku Kasie Pelayanan,” tambahnya.

Sementara itu Kapolsek Randublatung, AKP Wismo menyampaikan, dalam kegiatan sosialisasi juga akan dibahas proses dan mekanisme pelaksanaan mutasi internal Sekdes.
Belajar dari Kecamatan lain, “Diharapkan dalam pelaksanaannya bisa berjalan kondusif dan tidak terjadi protes yang dapat mengarah pada tindakan anarkis,” pesan Kapolsek.
Hal senada disampaikan Danramil 09 Randublatung, Kpt Cbh Sudiyono, bahwa mutasi Sekdes Tahun 2021 Desa Ngliron harus dilaksanakan secara jujur, adil dan transparan serta tidak memihak sebelah.


“Semoga pelaksanaan mutasi Sekdes di wilayah Randublatung berjalan aman dan kondusif,” pesannya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain, Kasi Pemerintahan Siti Khasanah, Kanit Intel Polsek Randublatung, Babinsa dan Babinkamtibmas, Ketua BPD Desa Ngliron, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Desa Ngliron, serta perangkat Desa Ngliron. (*)

Pembangunan Jalan di Desa Bageng Tidak Ada Papan Proyek

0

PATI. – Pembangunan proyek rabat beton dan talud di Dukuh Randu Desa Bageng, Kecamatan Gembong Kabupaten Pati mulai disoroti oleh warga.

Pasalnya, Pekerjaan proyek yang sudah berjalan hampir satu minggu ini tanpa dilengkapi papan proyek.

“Proyek tanpa papan informasi itu indikasinya sebagai trik untuk membohongi masyarakat agar tidak diketahui besar anggaran dan sumber anggaran,” ujar salah satu warga yg tidak mau di sebutkan namanya pada awak media, (28/07/2021).

Masyarakat sekitar proyek sangat menyayangkan sikap pengawas lapangan dan pihak terkait yang harusnya mengi-ngatkan rekanan agar memasang papan infor-masi proyek saat dimulai pekerjaan.

CV Karya Barokah milik Sunaryo ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon mengatakan, bahwa perusahaannya hanya dimintai pihak desa untuk nge-sub pekerja tukangnya saja. Urus-an lain Naryo mengaku tidak tau.

Bahkan Naryo menyuruh awak media untuk langsung menggubungi perangkat desa setempat.

Sekdes Desa Bageng ketika diklarifikasi melalui WhatsApp menjawab, YA TERIMA KASIH ATAS KOREKSINYA NANTI TAK SURUH-NYA PASANG PAPAN NAMANYA.

Menurut, amanah Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 Tahun 2012, dimana mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang dibiayai negara wajib memasang papan nama proyek, dimana memuat jenis kegiatan, lokasi proyek, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.

Pemasangan papan nama proyek merupakan implementasi azas transparansi, sehingga masyarakat dapat ikut mengawasi proses proyek tersebut. (*)

HUT ke-59, PWRI Blora Bagikan Sembako kepada Kaum Duafa

0

BLORA. – Pengurus dan anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Rabu, (28/7/2021) menyelengarakan kegiatan PWRI Peduli dan Berbagi kepada kaum duafa serta Testimoni pengurus PWRI yang sembuh terpapar COVID-19.

Acara dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 PWRI, bertempat di ruang pertemuan kantor PWRI Blora dengan menerapkan protokol kesehatan COVID-19.

“Alhamdulilah, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-59 PWRI, hari ini Rabu, tanggal 28 juli 2021, angka 28 merupakan kelipatan angka tujuh harapan orang jawa ada pitulungan/pertolongan, Pengurus dan Anggota PWRI Kabupaten Blora menyelengarakan dua kegiatan, yaitu, PWRI Peduli dan Berbagi kepada kaum duafa serta Testimoni pengurus PWRI yang terpapar COVID-19,” ujar Ketua PWRI Blora, H. Bambang Sulistya.

Peserta yang hadir menerima paket sembako, mereka yang bekerja di sektor imformal meliputi penjual sayur keliling,buruh bangunan, pengakut sampah, penjual angkringan, tenaga bersih pekarangan, tukang becak dan Satpam Perumnas Karangjati Kec. Blora.

Dalam kesempatan itu, Sadikin (54) atau sering disebut Mbah Modin, warga Nglawiyan Rt05/RW II Kelurahan Karangjati, Kec. Blora mewakili penerima bantuan sembako mengucapkan terima kasih atas pemberian bantuan sembako dari perkumpulan para pensiunan.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada bapak dan ibu pensiunan atas bantuan sembako. Kami juga bersyukur di tengah keprihatinan dan kesulitan akibat musibah Covid-19 ternyata masih ada uluran tangan dari para pensiunan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya sangat menyentuh hati dan merasa diuwongke (dihargai/diperhatikan).Semoga bantuan tersebut dapat menambah semangat dan ketegaran dalam menghadapi bencana ini.

“Atas nama penerima bantuan ikut mendoakan semoga seluruh keluarga besar PWRI Kabupaten Blora khususnya yang saat ini hadir selalu dalam lindunganNya sehat walafiat, rejeki melimpah dan bebas dari penyakit virus COVID-19,”ujarnya..

Dirinya juga berharap, semoga di masa yang akan datang PWRI masih bisa berbagi kepada kaum duafa dalam jumlah yang lebih besar dan peserta yang lebih banyak.

Kemudian untuk kegiatan testimoni dari pengurus PWRI Kabupaten Blora yang telah sembuh dari penyakit virus Corona ada empat orang.

Mereka menyampaikankan, pengalaman mulai dari gejala yang dialami sampai ikhtiar yang mereka lakukan.

Keempat orang tersebut adalah, Sutiyam, mantan Kepala SD, Sudadyo matan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial, Pujianto Said matan Sekwan dan Bukit Effendi mantan pejabat BPN.

Dalam testimoninya, mereka menyampaikan, gejala yang muncul ketika mengalami serangan virus COVID-19Hal itu di antaranya, mulai dari nafsu makan berkurang, lemas, tidur, demam, kepala pusing, pilek, gangguan tenggorokan, batuk, tak bisa membahu termasuk membau kotoran sendiri.

Kemudian tidak bisa merasakan makanan, sesak, dan nafsu seks juga turun.

Adapun berbagai upaya yang dilakukan selama perang dengan virus corona selain tetap melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat, juga melakukan beberapa hal, seperti memaksa makan makanan bergizi, minum berbagai mutivitamin, jus jambu, alpukat dan jeruk.

Berikutnya, minum air hangat dan menghindari air dingin, minum madu dicampur jeruk nipis, minum air ramuan dari satu sendok nasi satu sendok gula dicampur satu gelas air hangat.

Tidak kalah penting, tetap melaksanakan olahraga di rumah, kegiatan berjemur pagi hari, banyak beristirahat, meningkatkan kualitas ibadah,membaca Al-Qur’an, meningkatkan sedekah dan doa mohon perlindungan diri dengan melaksanakan dzikir pagi dan petang.

Selain berbagai langkah tersebut perlu ditumbuhkan semangat dan motivasi diri jangan takut, resah, panik apalagi putus asa dalam menerima musibah dan melaksanakan isolasi mandiri namun tetap besarkan hati, optimis dan tanamkan harapan bahwa penyakit virus corona bisa disembuhkan.

Ada beberapa saran dari mereka menyampaikan testimoni, di antaranya agar perlu diwaspadai orang tanpa gejela berada di sekitar kita sehingga hindari kumpul-kumpul dengan orang-orang yang belum jelas status kesehatannya.

Selanjutnya, program jogo tonggo (jaga tetangga) terutama di pedesaan agar diintensifkan dan disosialisasikan secara masif.

Perlunya dukungan moral bagi anggota masyarakat yang terpapar virus Corona jangan dikucilkan apalagi dijadikan kambing hitam penyebap parahnya musibah COVID-19.

Berikutnya, tumbuhkan kepekaan sosial kepada seluruh eleman masyarakat agar saling membantu, saling bergadengan tangan,saling mengingatkan dan saling membangun komitmen bahwa penyakit virus Corona adalah musuh kita bersama maka harus kita lawan bersama.

Di akhir acara, Ketua PWRI Blora yang juga mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya mengajak, marilah kita semua dalam menghadapi musibah COVID-19 tetap mengikuti dan menaati anjuran pemerintah untuk melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan mendukung PPKM Level 3 agar berlangsung dengan sukses.

“Khusus kepada para pengurus dan anggota PWRI Kabupaten Blora, jadikan peringatan Hari Ulang Tahun PWRI sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kesehatan dan kepedulian kepada sesama dan lingkungan,” tuturnya. (*).

Berbagi Kasih, Danramil Randublatung Berikan Bantuan pada Korban Kebakaran

0

BLORA. – Peduli terhadap nasib warga RT.01 / RW. 02 Kelurahan Wulung yang rumahnya terbakar, Komandan Koramil 09 Randublatung Kpt Chb Sudiyono, bersama Forkompincam Kecamatan Randublatung, Senin (26/07/2021) memberikan sejumlah paket sembako kepada lima keluarga korban kebakaran.

Turut hadir dalam kegiatan yang dikemas dalam acara “berbagi kasih” tersebut antara lain Camat Randublatung, Budiman, S.STP, Kapolsek Randublatung AKP Wismo, Babinsa dan Babinkamtibmas, Lurah Wulung beserta warga korban kebakaran.

Komandan Koramil 09 Randublatung menyerahkan sejumlah paket sembako kepada korban, disaksikan Camat Randublatung dan rombongan.

“Saya ikut prihatin atas musibah kebakaran yang menimpa warga Wulung,” ujar Kapten Chb Sudiyono.

Bantuan yang diberikan berupa paket sembako berupa beras, mie instan, minyak goreng, sarden, gula dan kopi.

Menurut Danramil, bantuan ini tidak lepas dari rasa kemanusiaan sesama anak bangsa dan melihat kondisi para korban kebakaran yang membutuhkan bantuan dari semua pihak.

“Tempat tinggal dan harta benda sebagian habis terbakar. Ini bentuk kepedulian TNI kepada rakyat, semoga bantuan ini bermanfaat,” tambah Danramil. (*).