Beranda blog Halaman 230

Ketua KTNA Blora: Penyusunan Program Kerja Jangan Terlalu Idealis

0

BLORA. – Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Blora mengikuti Kegiatan Pembukaan Rembug Nasional KTNA secara virtual yang dilanjutkan Rembug Madya KTNA Kabupaten Blora.

Kegiatan dilaksanakan di Gedung Pertemuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Blora, Kamis (23/09/2021), dikuti oleh seluruh pengurus KTNA Kabupaten Blora, dan dihadiri para staf Bidang Penyuluhan, Kabid Penyuluhan serta Kepala DPKP Kabupaten Blora.

Ketua KTNA Blora, Sudarwanto dalam sambutannya menginformasikan bahwa sebenarnya kegiatan Rembug Madya sudah diagendakan beberapa bulan lalu karena untuk mendukung suksesnya pelaksanaan kebijakan Pemerintah PPKM Darurat.

Maka baru kali ini setelah Blora berada pada level dua dalam PPKM Darurat, maka Rembug Madya KTNA dapat dilaksanakan sekaligus dibarengkan dengan memperingati Hari Ulang Tahun ke-50 dan mengikuti Pembukaan Rembug Nasional KTNA secara virtual.

Sudarwanto merencanakan bulan depan agenda reorganisasi kepengurusan KTNA tingkat Kecamatan karena sudah habis masa kerja kepengurusan.

Disamping itu juga memotivasi agar para pengurus Koperasi Mustika Tani Sejahtera segera berkiprah agar dapat memberi kontribusi positif bagi eksistensi KTNA dalam membantu petani.

“Penyusunan Program Kerja di masa yang akan datang tidak perlu terlalu idealis yang penting sederhana, praktis dan dapat dilaksanakan bermanfaat bagi para petani,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya validitas data di tingkat lapangan terutama dalam menyusun RDKK, sehingga kebutuhan pupuk bersubsidi dapat tercover sesuai dengan kebutuhan para petani.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kab. Blora, Reni Miharti menyampaikan, mengingat KTNA merupakan mitra kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Maka dalam pelaksanaan kegiatan agar KTNA dapat bekerja sama dan bersinergi baik di tingkat kabupaten, kecamatan maupun di tingkat lapangan terutama dalam kegiatan penyuluhan, pengendalian hama penyakit maupun dalam penyusunan RDKK.

“Apabila ada persoalan di tingkat petani tolong agar ikut juga memberi pencerahan dan solusi. Kemudian dalam pengembangan tehnologi tepat guna KTNA diharapkan ikut berperan serta dalam mentranfer kepada para Petani,” terangnya.

Mengingat keterbatasan jumlah Penyuluh Pertanian Lapangan hanya 110 orang, sementara jumlah desa dan kelurahan di Kabupaten ada 295.

Sementara itu mantan Sekda Blora, Bambang Sulistya, selaku dewan Penasehat KTNA memotivasi dan mendorong supaya KTNA bisa eksis di masyarakat petani.

“Maka segala langkah dan kiprah para pengurus baik di tingkat Kabupaten, maupun tingkat kecamatan hendaknya harus dapat melaksanakan KKN,” kata Bambang.

Yang dimaksudkan bukan Korupsi, Kolosi dan Nepotisme,tapi sebuah akronim yang memiliki nilai positif, yaitu, (K) Konsolidasi artinya pengurus harus mampu membangun kekompakan, soliditas, keguyuban dan rasa persaudaraan.

Serta kekeluargaan di internal organisasi baik di tingkat kabupaten, maupun di tingkat kecamatan terutama mentalitas dan kiprahnya para pengurus harus bisa jadi teladan atau panutan bagi para anggotanya.

Kemudian, (K) Kemitraan,artinya supaya mampu membangun peran secara maksimal dalam membatu petani, para pengurus harus dapat menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan dapat menviptakan hubungan kerja yang harmonis.

Untuk mendukung kemajuan tehnologi, pemasaran dan penyedian sarana produksi kepada para petani dan sekaligus membatu dalam memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi oleh para petani.

“Sedangkan (N) Nekat. Dahulu ada ungkapan jawa sing waras kudu ngalah (Orang yang sehat lahir batin harus mengalah) tapi di era New Normal ungkapan tersebut berubah” sing waras kudu ora ngalah (orang sehat lahir batin harus tidak boleh mengalah),” terangnya.

Sehingga memaknai nekat saat ini adalah segala upaya untuk niat yang baik harus ditempuh agar kehidupan semakin menggembirakan apalagi disaat masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Suharto, penasehat KTNA yang sehari-hari berprofesi sebagai pengusaha besar agung di KabupatenBlora, mendukung pernyataan Bambang Sulistya.

Ia menambahkan pernyataan yang lebih konkrit untuk menyelesaikan persoalan para petani di tingkat lapangan supaya bisa terselesaikan secara sejuk dan damai hendaknya pihak terkait bisa duduk bersama untuk saling berembuk mencari solusi terbaik.

“Bukan saling menyalahkan apalagi saling mencari kebenaran sendiri seperti yang saat ini terjadi adanya polemik harga jagung dan nasib para peternak ayam,” ucapnya.

Ia juga menyoroti selama ini para petani mengeluhkan tentang kwalitas benih jagung yang kurang bagus dan serangan hama tikus yang merajalela di lahan tanaman jagung.

Pertemuan diakhiri dengan penyerapan dan masukan dari para peserta yang hadir sebagai upaya untuk memberikan bahan untuk penyusunan program Kerja KTNA.

Di antaranya, dalam rangka meningkatkan peran Koperasi agar berkontribusi positif bagi kesejahteraan para anggota, perlu adanya penambahan modal kerja bagi koperasi Mustika Tani Sejahtera.

Upaya penumbuhan BUMP yang bisa dikaitkan dengan dengan Kemandirian Koperasi dan partisipasi aktif dari para pengurus untuk mencari solusi terobosan tatkala para petani sedang mengalami musibah seperti jatuhnya harga cabai saat musim panen kemarin.

Para pengurus KTNA ditantang untuk berani mengamalkan sebuah sesanti “wani rekoso amrih mulyo dan wani mlrarat amrih sugih” (*).

1300 Warga Sambong Menerima Suntikan Vaksin COVID-19

0

Sambong, DIVA. – Pemerintah Kabupaten Blora membuka lagi program vaksinasi massal. Program vaksinasi ini dilaksanakan di dua tempat yakni di UPTD Puskesmas Sambong dan di rumah Supratono Ketua PPSMTL Desa Ledok.

”Dalam program vaksinasi ini, Pemkab menyediakan 1.300 dosis vaksin. 1000 vaksin untuk Ledok dan 300 vaksin bertempat di Puskesmas Sambong. Vaksinnya Sinovac,”jelas Plt. Kepala UPTD Puskesmas Sambong Eny Purwaningsih,S.Tr. Keb.

Eny Purwaningsih menyebutkan, dalam rangka pelaksanaan vaksinasi tersebut, warga diminta untuk mendaftar lebih dulu di pemerintah desa setempat. Melalui pendaftaran tersebut, warga perlu tertib agar daftar ulang berjalan lancar.

”Setelah divaksinasi, 28 hari kemudian sasaran akan kembali untuk divaksinasi dosis ke-2 sesuai informasi yang didapat melalui SMS di nomor masing-masing yang telah didaftarkan.”

Vaksinasi dalam rangka melaksanakan program pemerintah untuk vaksinasi masal, dan terlihat antusias masyarakat sudah terlihat dengan datangnya mereka ke tempat kegiatan sebelum petugas vaksinasi memulai.

Camat Sambong Nunik Sulistiyo H,S.Sos beserta Forkopimcam

dan Kepala UPTD Puskesmas Sambong Eny Purwaningsih,S.Tr.Keb

meninjau langsung kegiatan vaksinasi massal di dua tempat yaitu, di UPTD Puskesmas Sambong dan di rumah Supratono Ketua PPSMTL desa Ledok pada Kamis (23/9/2021).

Nunik mengajak masyarakat untuk ikut dan mendukung program Pemkab Blora dalam vaksinasi dengan tetap memperhatikan prokes. Karena pemerintah kecamatan sendiri menargetkan vaksin dapat diberikan kepada warga penduduk Sambong hingga Desember 2021. Harapannya semakin banyak warga yg divaksin maka akan terbentuk herd imunity. Terlebih vaksin terbukti aman.

“Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat di  Kecamatan Sambong yang sadar akan pentingnya vaksin ini. Semoga yang belum divaksin bisa dapat mengikuti yang sudah divaksin,” harapnya. (*)

Aksi Donor Darah, Perhutani KPH Randublatung Sumbang 43 Kantong Darah

0

BLORA. – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung bekerjasama dengan PMI Cabang Blora mengadakan donor darah yang dilaksanakan di Lobi kantor KPH Randublatung, ada puluhan karyawan Perhutani Randublatung melakukan aksi donor darah tersebut. Kamis (23/09/2021).

Kegiatan donor darah ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan karyawan – karyawati perhutani Randublatung setiap 3 bulan, yang bertujuan selain untuk membantu kepada warga yang memerlukan darah, juga untuk menjaga kesehatan bagi para karyawan Perhutani.

Administratur Perhutani KPH Randublatung Dewanto mengatakan bahwa dengan kegiatan donor darah ini saya sangat mengapresiasi para karyawan yang penuh antusias mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan yang telah mengikuti aksi donor darah ini semoga darah yang kita berikan dapat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan dan sekaligus membuat para karyawan selalu sehat,” ungkap Dewanto.

Aksi donor darah yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan Covid-19 ini telah terkumpul 43 kantong darah berbagai golongan, yang telah di ambil dari karyawan-karyawati Perhutani Randublatung.

Sementara itu, Ketua PMI Blora Sutikno Slamet melalui petugas PMI Mulyono yang memimpin pelaksanaan pengambilan darah dari PMI cabang Blora menyampaikan terima kasih kepada segenap jajaran Perhutani KPH Randublatung atas kegiatan donor darah yang dilaksankan saat ini.

“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Perhutani Randublatung dan jajaranya yang dengan sukarela mendornorkan darahnya, ini sangat membantu sekali atas ketersediaan darah di PMI apalagi di masa pandemic ini, semoga kegiatan ini menjadikan amal ibadah kita semua dan mendapatkan kebarokahan dari Allah SWT,” ujar Mulyono.

Salah satu karyawan yang mengikuti aksi donor darah Suherman mengatakan bahwa dirinya melakukan kegiatan sosial ini secara rutin, dan ia juga berharap bahwa aksinya bisa membawa inspirasi rekan-rekan untuk bisa mengikutinya.

“Saya mendengar berita bahwa stok darah PMI semakin berkurang yang disebabkan kebutuhan darah yang banyak tetapi jumlah pendonornya menurun pada masa pandemi ini, untuk itulah kami bersama karyawan lainnya tergerak melakukan aksi donor darah,” ucap Suherman. (*)

Polsek Kradenan Laksanakan Giat Monitoring Vaksinasi di Balai Desa Getas

0

BLORA. – Bhabinsa bersama Bhabinkamtibmas Kecamatan Kradenan, Kamis (23/09/2021) melakukan giat monitoring pelaksanaan Vaksinasi massal dosis 1 dan dosis 2 di Balai Desa Getas Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora denga total peserta 181 orang.

Untuk vaksinasi dosis 1 terdiri atas 96 orang masyarakat umum, 22 orang remaja. Sementara untuk dosis 2 diikuti 43 orang masyarakat umum, 7 orang remaja, 8 orang Lansia, dan dua orang ibu hamil. Semua peserta mendapat Vaksin jenis Sinovax.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Tim Vaksin Puskesmas Kradenan, Kepala Desa Getas Bapak Subowo, Bides Getas Jumarsih A,MD, Keb, Bhabinsa Serda Suhari, Bhabinkamtibmas Bripka Jayadi SH, serta perangkat Desa Getas.

Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko S, SH, MH melalui Bripka Jayadi SH dalam kegiatan tersebut menyampaikan pesan kepada peserta vaksinasi dan masyarakat Desa Getas agar selalu waspada dari bahaya Virus Corona.

“Tetap patuhi protokol kesehatan agar terhindar dari Virus Covid -19 dan sehat selalu,” pesannya. (*)

Camat Malo: Perangkat Desa yang Sudah Dilantik Wajib Ngantor

0


BOJONEGORO. – Bertempat di Pendopo Kecamatan Malo Kabupaten Bojonegoro, empat kepala desa, Rabu (22/9) lalu, masing-masing melantik 4 perangkat desanya yang baru.


Selain dihadiri Camat Malo, pelantikan perades pada hari itu juga dihadiri oleh Kapolsek Malo, Danramil Malo, Kades Tambakromo, Kades Semlaran, Kades Sudah, Kades Tulungagung, beberapa perangkat desa dan BPD dari 4 desa, beberapa ketua RT dan RW, 4 perangkat desa terlantik bersama keluarga masing masing, dan para undangan yang lain.


Dalam sambutannya, Camat Malo Djamari, S.Sos MM mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara dengan lancar. Dan berpesan agar perangkat desa terlantik segera menyesuaikan dengan kantor masing masing.


“Setelah dilantik ini mulai besok pagi kalian sudah wajib ngantor, maka harus menyesuaikan diri dengan kator masing masing,” pesan Camat Malo.


“Kepala dusun harus faham tentang semua hal yang ada di dusunnya, dan bertanggung jawab atas dusun yang dipimpinnya, serta harus berdomisili di dusun masing masing”, tambahnya.


“Saling jalin komunikasi dengan kepala desa dan perangkat desa yang lain”, pungkasnya.


Acara selanjutnya adalah pemberian ucapan selamat yang dimulai dari Camat, 4 Kades, Kapolsek, Danramil, pihak kecamatan, lalu beberapa perangkat desa masing masing.


Berikut ini adalah nama nama dan jabatan perangkat desa terlantik dari 4 desa di Kecamatan Malo:

1. Abdul Majid dilantik sebagai Kasun Ngelo, Desa Tambakromo,

2. Syahrul Aziz dilantik sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum, Desa Sudah,

3. Moh Singgih Pitono dilantik sebagai Kasun Kaweng, Desa Semlaran, dan

4. Moh Roji’in dilantik sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum, Desa Tulungagung. (*)

25 Siswa-siswi SMP 1 Kradenan Jalani Rapid Test, Hasilnya Negatif

0

BLORA. – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora telah melakukan uji coba sekolah tatap muka di beberapa sekolah, salah satunya adalah SMP 1 Kradenan. Terkait giat tersebut, Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko, SH, MH mengingatkan, agar standar protokol kesehatan (prokes) ditingkatkan demi keamanan siswa dan guru di lingkungan sekolah.

“Jangan sampai lengah. Kita harus tetap waspada terhadap bahaya Covid -19 dengan selalu memakai masker dan jaga jarak, serta hindari kerumunan,” ujar Kapolsek saat menghadiri pelaksanaan Rapid Test siswa di SMP 1 Kradenan, Rabu (22/9) lalu.

Sebagaimana pantauan wartawan, menyambut diizinkannya pendidikan tatap muka, pada tanggal 22 September 2021 lalu SMP 1 Kradenan melaksanakan giat Rapid Test Anti Gen terhadap siswa-siswinya.

Kegiatan yang berlangsung mulai jam 09.00 wib hingga selesai itu diikuti 25 siswa.

Selain Kapolsek Kradenan bersama jajaranya, hadir pula pada kegiatan tersebut diantaranya petugas Puskesmas Kradenan, guru, dan para siswa.

Kegiatan Rapid Test dilaksanakan dengan metode uji sampel terhadap 25 siswa SMP 1 Kradenan. Hasilnya pada hari itu, 25 siswa dinyatakan Negatif. (*).

Nyaris Roboh, Tiang Listrik Milik PLN di Desa Ngeper Resahkan Warga

0

BOJONEGORO. – Warga Desa Ngeper Kecamatan Padangan, Bojonegoro, mengaku was-was dan resah ketika melintas jalan poros desa Ngeper, tepatnya di RT/RW 02/01 Dusun Ngeper. Karena di lokasi itu terdapat tiang listrik milik PLN yang kondisinya miring dan nyaris roboh.

Selain membahayakan orang yang melintas di situ, tiang listrik yang sudah doyong tersebut sewaktu waktu bisa roboh dan menimpa rumah di sekitar.

Joko Sriono selaku Kepala Dusun Ngeper (kamituwo), mewakili warga dirinya menjelaskan sudah hampir 3 tahun lebih tiang listrik tersebut kondisinya miring nyaris roboh, dirinya dan warga hawatir akan bahaya robohnya tiang listrik tersebut.

“Perangkat Desa Ngeper berserta beberapa orang warga sudah sering melaporkan hal tersebut ke pihak PLN, namun hingga saat ini belum ada respon”, ungkapnya, pada Senin (20/09/2021).

“Tiang listrik miring tersebut mengancam keselamatan warga, karena kalau sampai tiang listrik roboh akan sangat berbahaya bagi warga sekitar,” tambahnya.

Selaku kasun (kamituwo) dan juga mewakili warga, dirinya sangat berharap tiang listrik miring tersebut segera diperbaiki agar tidak membahayakan warga.

“Saya dan warga sangat berharap semoga tiang listrik miring yang nyaris roboh tersebut segera diperbaiki”, harap Joko.

Sementara Kades Ngeper menjelaskan bahwa kondisi tiang listrik miring nyaris roboh tersebut sudah 3 tahun bahkan lebih.

“Pemerintah Desa sudah melaporkan kepada pihak PLN Padangan, namun hingga sekarang tidak ada tindak lanjut,” tegas Kades.

Kades mengeluhkan bahwa tiang listrik tersebut berbahaya kalau sampai roboh akan membawa korban dan menimpa rumah warga.

“Saya berharap agar segera diperbaiki dan ditegakkan tiang listriknya sebelum memakan korban”, harap Kades.

Begitupun Sriatun, salah seorang warga Dusun Ngeper, RT/RW. 02/01, mengeluhkan bahwa dirinya dan keluarga merasa sangat ketakutan akan bahaya robohnya tiang listrik tersebut dan khawatir menimpa rumahnya jika ada hujan angin.

“Saya berharap tiang listrik miring tersebut segera diperbaiki agar tidak membahayakan warga,” harap Sriatun.

Hingga saat ini kondisi tiang listrik masih tampak miring nyaris roboh. (*)

Rakor se Wilayah Pati: PWRI Blora Tularkan Gerakan Memberi dan Menerima

0

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) se wilayah eks Keresidenan Pati menyelenggarakan rapat koordinasi (rakor) di kantor PWRI Kabupaten Rembang, Senin (20/9/2021).

Rakor diikuti para pengurus PWRI Kabupaten Blora, Rembang, Jepara, Kudus dan Pati. Mereka terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Ketua Kerukunan Wanita Wredatama (KERTA).

Ketua PWRI Blora Bambang Sulitya menyampaikan laporan tentang kiprah , langkah dan kendala selama masa pandemi COVID-19.

Meskipun mendapatkan giliran paling akhir menyampaikan laporan, justru menjadi semangat dan pemantik kiprah PWRI kedepan.

“Saya sampaikan laporan dengan memberikan kesimpulan bahwa eksistensi sebuah organisasi yang bernama Persatuan Wredatama Republik Indonesia(PWRI) akan diperhitungkan dan tampak berperan di masyarakat kalau segenap pengurus dan anggota siap menjadi panutan atau teladan di masyarakat dalam menebar Virus GMM,” kata Ketua PWRI Blora Bambang Sulistya.

Yang dimaksud, bukan Gendis Multi Manis nama pabrik gula di Kabupaten Blora yang dulu sangat dirindukan petani tebu di Blora, namun sebuah akronim yang bermakna, Gerakan Memberi dan Menerima.

Karena saat ini yang ditunggu oleh masyarakat bukan indahnya Visi Misi organisasi tapi bukti karya nyata yang diwujudkan oleh organisasi dan punya nilai manfaat bagi masyarakat yang saat ini butuh bantuan dan uluran tangan bagi kita semua yang punya kepekaan sosial, kemampuan dan kesempatan.

“Karena ulah dari penyakit virus corona telah melumpuhkan dari berbagai sendi-sendi kehidupan kita,” kata mantan Sekda Blora.

Sehingga, menurut Bambang Sulistya, ungkapan yang lugas gerakan atau langkah-langkah apa saja yang telah dilakukan oleh PWRI di saat situasi masyarakat sedang mengalami kesulitan.

“Kalau sudah bisa terjawab dengan bukti karya nyata, saya yakin organisasi PWRI baru akan menerima pengakuan keberadaannya oleh berbagai pihak khususnya pemerintah daerah,” ungkapnya.

Apalagi, tambahnya, kalau kiprahnya punya nilai maanfaat bagi masyarakat.

“Kemudian pada kesempatan rakor saya gunakan juga untuk mempromosikan batik ASRI (Arjuna dan Srikandi) Produk Blora yang punya misi siapapun yang memakai batik tersebut bisa bersikap Sederhana, Berani dan Jujur untuk mengemban amanah dalam kehidupan sehari hari,” ujarnya.

Disamping batik, Bambang Sulistya juga mempromosikan sawo mentega/sawo Belanda/Alkesa adalah sawo langka dari Blora yang bahasa latinnya bernama Pouteria Campechiana.

Dijelaskannya, jus sawo tersebut pernah dinikmati oleh Ganjar Pranowo Gubernur jawa Tenga, karena rasanya enak dan khasiatnya luar biasa.

“Beliau menitipkan pesan agar sawo mentega dikembangkan,” ucapnya.

Manfaat buah sawo mentega ada 5M, Meningkatkan kekebalan tubuh dan imunitas diri cocok untuk menangkal penyakit virus corona.

Menjaga kesehatan mata, Melancarkan Pencernaan, Mencegah kanker dan Membuat awet muda.

“Baik batik maupun Bibit Sawo Mentega masing masing berjumlah 7 buah (orang jawa supaya peserta rakor dapat pitulungan) saya serahkan ke masing-masing PWRI Kabupaten dan Provinsi,” ungkapnya.

Rangkaian acara rakor yakni pembukaan,vdoa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, membaca naskah Pancasila, membaca panca ubaya PWRI, menyanyikan lagu Hymne PWRI, Mars PWRI, dan Mars Kerta Wredatama serta selanjutnya sambutan.

Sambutan diawali ucapan selamat datang yang disampaikan oleh Ketua PWRI Rembang Eddy Kiswanto.

Rakor dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rembang Bapak HM Hanies Cholil Barro.

Kepada peserta Rakor, Wabup Rembang HM Hanies Cholil Barro, dalam sambutannya pertama-tama mengucapkan selamat datang kepada para peserta di Kabupaten Rembang dan sekaligus memberi apresiasi atas kegiatan rakor PWRI dalam rangka meningkatkan eksisitensi dan peran di masyarakat.

“Apalagi Organisasi PWRI yang bersifat Nasional dan sangat menjujung tinggi Persatuan dan Kesatuan serta tetap berjuang untuk tegaknya NKRI yang berlandaskan Idologi Pancasila,” ungkapnya.

Dirinya sangat menghormati karena orang-orang yang berada di organisasi PWRI adalah para senior yang memiliki pengalaman dan ilmu pengetahuan sangat beragam dalam pemerintahan.

Sehingga sangat diharapkan dapat memberikan kontribusi dan bersinergi berupa sumbangsih pemikiran untuk keberhasilan dalam pelayanan dan pembangunan di daerah.

Di masa pandemi COVID-19 saat ini Kabupaten Rembang dalam PPKM Darurat sudah berada di level 2.

Dan mohon doa restu para peserta rakor agar Kabupaten Rembang bisa mempertahankan kondisi tersebut, syukur bisa beranjak lagi ke level 1.

Karena sekarang ini ketentuan untuk naik atau turun level berdasarkan kamampuan daerah dalam mencapai realisasi masyarakat yang sudah divaksinasi.

Wakil Bupati Rembang juga menginformasikan, walau di masa sulit di Kabupaten Rembang telah menoreh sejarah baru mampu mewujudkan wisata baru berupa “Pembangunan Pusaka Lasem”.

Wabup berharap melalui rakor hari ini mampu memberikan hasil keputusan yang srategis bermanfaat bagi internal dan eksternal organisasi.

Di kesempatan itu, Ketua PWRI Jawa Tengah Hendro Martoyo yang juga mantan Bupati Jepara dua periode dalam pengarahannya menekankan sejumlah hal.

Pertama, di masa pandemi COVID-19 Henro sangat mengharapkan kepada seluruh pengurus dan anggota PWRI untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat serta ikut berpartisipasi aktif mendukung suksesnya program vaksinasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

Kedua, bahwa pengurus PWRI Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan agar stesel keanggotaan PWRI dirubah dari stesel aktif menjadi stesel pasif.

Sehingga kalau usulan itu bisa terwujud maka akan terjadi perubahan dinamika organisasi PWRI yang makin mantab dan bersejarah.

Ketiga, Hari Ulang Tahun PWRI ke-59 akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober 2021 di Kabupaten Sragen dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin sehingga berdampak terhadap jumlah peserta hadir di tingkat Kabupaten hanya diberi jatah satu orang.

Kemudian, keempat, Musyawarah Nasional PWRI akan diselenggarakan besuk tanggal 20-22 Oktober 2021 di Jakarta dengan peserta yang sangat terbatas tidak seperti sebelum ada pandemi COVID-19, setiap PWRI Kabupten diundang dua orang (Ketua dan Sekretaris) sekarang hanya perwakilan.

Kelima, adanya isu tentang perubahan pemberian dana pensiun akan mengalami perubahan dengan aturan terbaru yang telah menimbulkan polemik di masyarakat.

Perubahan dana pensiun tersebut, dengan aturan baru hanya untuk ASN yang baru mau pensiun saja tidak berlaku bagi yang sudah pensiun.

Berikutnya, keenam, Hendro Martoyo miminta kepada pengurus kabupaten agar mampu melakukan komunikasi yang baik dengan Bupati/Wakil Bupati sebagai Pembina PWRI Di daerah dan agar tetap berkiprah mendukung program-program pemerintah daerah.

Dalam rakor juga disampaikan laporan dari berbagai kiprah dan kendala dalam mengelola organisasi PWRI oleh masing- masing ketua PWRI Kabupaten.

Berbagai nilai positif yang telah dilaporkan dari masing masing PWRI Kabupaten, di antaranya, Kabupaten Jepara pengurus PWRI berdasarkan laporan Suroto telah mampu mewujudkan kelompok Seni Kroncong untuk wahana penghiburan bagi para anggota PWRi.

Di Kabupaten Kudus, sesuai laporan Thomas Sarja Mulya telah mampu membangun kerjasama yang baik dengan pihak BPJS dan OPD BKD.

Sementara PWRI Kabupaten Rembang disamping telah mendapat bantuan kantor baru di dekat rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, menurut Eddy Kiswoyo selaku pelaksana tugas Ketua PWRI, juga telah dibentuk advokasi hukum untuk membela para pensiunan apabila ada persoalan hukum.

Kemudian dari Kabupaten Pati yang diketuai oleh Poerwanto Soerodiputra, sosok pimpinan yang punya kemampuan berkomunikasi dan mendekati Bupati sehingga PWRI di Pati mendapat perhatian khusus. (*).

World Cleanup Day 2021, Warga Desa Batokan-Kasiman Bersihkan Bantaran Sungai

0


BOJONEGORO. – Hari bersih-bersih sedunia yang dikenal dengan sebutan World Cleanup Day (WCD), Sabtu (18/09/2021) diperingati warga Desa Batokan Kecamatan Kasiman dengan kegiatan sosial, yaitu bersih bersih sampah di bantaran sungai.


Acara seremoni yang ditempatkan di Sendang Sorsambi Desa Batokan, dibuka oleh Kepala Desa Batokan, H. Suntoko dilanjutkan pembagian tugas oleh ketua Tim Aksi Kegiatan.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolsek Kasiman beserta anggota, Babinsa Desa Batokan, Kasi Trantib dan Satpol PP Kasiman, Perangkat Desa Batokan, Tim Word Cleanup Day Bojonegoro, Tim DLH Kabupaten Bojonegoro, Relawan aksi bersih sampah dunia dari Bojonegoro dan Desa Batokan, serta Karang Taruna Desa Batokan.


Kapolsek Kasiman AKP Ekat Sunaryo mengatakan, bahwa kegiatan sosial bersih-bersih bantaran sungai di Desa Batokan diikuti 70 orang dari Lingkungan Hidup Bojonegoro, mahasiswa dan warga, serta Forpimcam Kecamatan Kasiman.


“Yang dibersihkan sampah di pinggiran sungai Desa Batokan, sekitar 300 meter, dimulai jam 08.00 WIB hingga selesai, alhamdulillah berjalan dengan lancar,” tegas Kapolsek.


Pada kesempatan itu juga dilakkan sosialisasi kepada warga sekitar lokasi untuk tidak membuang sampah sembarangan.


Selanjutnya kegiatan aksi bersih sampah di bantaran sungai Batokan dimulai dari sungai dekat Sorsambi hingga Jembatan Batokan – Sorogo, sepanjang 300 meter.


Setelah itu dilanjutkan dengan pemasangan jaring paranet di Jembatan Batokan, untuk menjaga supaya masyarakat tidak membuang sampah di sungai. (*)

Bulan Bakti Pramuka, Kwaran Cepu Gelar Vaksinasi Covid-19

0

BLORA. – Peringati Bulan Bakti Pramuka dan Hari Pramuka ke-60 Tahun 2021, Kwartir Ranting Cepu bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, Rabu (15/9) lalu menggelar kegiatan vaksinasi massal Covid-19 untuk dosis 1 yang pelaksanaannya menempati Aula SMA Negeri 1 Cepu.

Kegiatan vaksinasi masal ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Kwartir Ranting Cepu dalam rangka Bulan Bakti Pramuka Tahun 2021 dengan tujuan untuk mempercepat target kekebalan kelompok atau herd immunity. Setelah sebelumnya Kwarran Cepu juga mengadakan bakti sosial yaitu kegiatan pembagian masker ke pangkalan gugus depan dan masyarakat umum sejumlah 5.000 masker.

Ketua Kwartir Ranting Cepu Kakak Drs. Diana Johan Nusanto saat memantau kegiatan ini menyampaikan, vaksinasi masal yang juga didukung oleh Pemerintah Kabupaten Blora melalui Dinas Kesehatan Kabupaten ini merupakan salah satu bakti Pramuka dalam mendukung program pemerintah untuk memutus penyebaran Covid-19, meskipun kegiatan vaksinansi ini baru bisa dilaksanakan pada bulan September dikarenakan harus menunggu kuota dari Dinas Kesehatan.

“Satu-satunya jalan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 ini yaitu dengan vaksinasi, mudah-mudahan dengan semakin banyak yang ikut vaksinasi maka terbentuk kekebalan kelompok, dan meskipun sudah vaksin harus tetap pakai masker dan mematuhi protokol kesehatan” kata Ketua Kwarran.

Ketua Panitia Vaksinasi Covid-19 Bakti Pramuka Kakak Moedjiyono, S.AP yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kwarran Cepu menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini tidak hanya ditujukan bagi keluarga besar Pramuka dan Pelajar tetapi bagi masyarakat Cepu dan sekitarnya yang belum divaksin tahap pertama. Adapun untuk proses pendaftaran peserta melalui link pendaftaran, jadi kami tidak menerima pendaftaran baru saat pelaksanaan vaksinasi.

Ditempat yang sama, Ketua Kwartir Cabang Blora Kakak Slamet Pamuji, SH, M.Hum melalui Sekretaris Cabang Kakak Sri Handoko, S.Sos, M.Si saat melukan kunjungan di lokasi vaksninasi mengaku gembira kegiatan ini disambut antusias masyarakat yang terlihat dari jumlah peserta yang ikut serta dalam kegiatan vaksinasi.

“Alhamdulillah informasi dari panitia sejumlah 500 dosis untuk Pramuka, Pelajar dan masyarakat dapat diberikan. Untuk Petugas vaksinator sendiri berasal dari Puskesmas Cepu, dan pelaksanaan vaksninasi berjalan dengan aman, tertib dan lancar dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ungkapnya.

“Dan kami juga selalu berdoa semoga Pandemi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga kita semuanya bisa kembali beraktivitas dengan normal,” imbuhnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Camat Cepu mewakili Ketua Mabiran, Pengurus dan Andalan Kwarran Cepu, DKC Cepu dan juga didukung oleh Babinsa Koramil Cepu, Bhabinkamtibmas Polsek Cepu dan Satpol PP Kecamatan Cepu. (*)