Beranda blog Halaman 231

Jumat Berkah, Kerta Blora Berbagi Paket Makanan dan Masker untuk Duafa

0

BLORA. – Kerukunan Wanita Wredatama (Kerta) Republik Indonesia Kabupaten Blora, Jumat (17/9/2021) melaksanakan bhakti sosial di Lapangan Kridosono Blora.

Ketua Kerukunan Wanita Wredatama Tri Murjiati yang pada awal reformasi pernah menjadi anggota DPRD Blora mengungkapkan, bahwa kegiatan sosial yang dijalankan pada pagi itu ibarat menyelam minum air.

Dalam tataran riil wujudnya sambil olahraga pagi jalan santai untuk meningkatkan imunitas diri dilanjutkan berbagi kepada kaum duafa.

“Kegiatan Kerta dalam Jumat berkah diilhami oleh kenyataan bahwa saat ini banyak masyarakat mengalami kesulitan, khususnya kaum duafa sebagai dampak musibah pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Sehingga ikhtiar untuk ikut meringankan beban derita kaum duafa menjadi motivasi.

Disamping itu pihaknya juga ingin mengamalkan ungkapan yang ada di lagu Mars Kerta Wredatama,

Marilah ibu ibu, Rapatkan barisan untuk menggalang persatuan, Gotong royong di satu barisan guna memenuhi gerak perjuangan ikut membangun masyarakat yang saat ini sedang membutuhkan uluran tangan karena sedang dalam kesusahan.

Dalam Jumat berkah ini selain memberikan bingkisan paket makanan untuk makan pagi juga dibagikan masker.

Peserta yang hadir terdiri dari para tukang becak, pemulung, pekerja srabutan, pengangkut sampah, pekerja buruh bangunan dan orang orang yang berhak.

Ada ungkapan dari para peserta Jumat berkah selain ekspresi kegembiraan dan ucapan terimakasih juga mereka ingin menanamkan harapan mudah-mudahan masih ada di Jumat berkah ini bantuan selain bentuk makanan dari para kaum dermawan dan siapun yang digerakkan hatinya oleh sang pemilik langit.

Bahkan selain hari Jumat mereka juga sangat merindukan masih adanya bantuhan untuk kaum duafa seperti hari jumat berkah,agar bisa menompang kehidupan yang saat ini semakin rekoso (sulit).

“Kita semua sangat berharap semoga musibah pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan tentunya kita harus siap bersatu padu. Untuk saling bahu membahu, saling tolong menolong dan saling bergandengan tangan dan bersama sama melawan penyakit Virus Corona,” ucapnya.

Salah satunya ikhtiar kita, kata Tri Murjiati, adalah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin walaupun di Blora dalam PPKM Darurat sudah level 2.

“Teruslah berbuat baik walaupun melelahkan dan menguras tenaga dan pikiran serta perasan kita karena kebaikan itu nantinya akan membuahkan kebahagian. Salam seger waras dari Ibu ibu Kerukunan Wanita Wredatama Kabupaten Blora,” kata dia.

Pada Jumat berkah sepenggal pantun dipersembahkan oleh salah satu pengurus Kerta Wredatama Kabupaten Blora, Bunga melati harum semerbak wewangi, Kiprah Kerukunan Wanita PWRI, Adalah peduli dan berbagi di masa pandemi,

Sangat berarti bagi Ibu Pertiwi, Jumat berkah penuh pahala dan rejeki, Bagi siapapun yang berhati nurani, Karena hidup ini saling memberi, Semoga penyakit virus Corona segera pergi dan mati. (*).

Ratusan Siswa SMP di Sambong Ikuti Vaksinasi Dosis Pertama

0

BLORA. – Percepatan vaksinasi terus diupayakan oleh pemerintah, setelah masyarakat umum sekarang giliran vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun. Seperti halnya yang telah digelar oleh SMP Negeri 1 Sambong, Kamis (16/09/2021) dengan memberikan suntikan vaksin dosis pertama pada siswa siswinya.

Dalam pelaksanaanya, Serma Ali Sodri selaku Bati Bhakti TNI Koramil 07/Sambong turut berpartisipasi dalam mendampingi siswa siswi sebagai langkah untuk memberikan rasa aman baik untuk tenaga medis UPTD Puskesmas maupun para siswa.

Pada kesempatan tersebut Serma Ali Sodri mengatakan, bahwa TNI akan selalu bahu-membahu bersama instansi terkait dalam mendukung program vaksinasi nasional terutama dalam hal ini vaksinasi anak dan pelajar usia 12 sampai 17 tahun.

“Saya yakin anak-anak ingin secepatnya belajar tatap muka, karena masa sekolah itu masa yang paling indah, jadi heard Immunity pelajar ini harus segera tercipta agar PTM segera bisa segera dilakukan,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt. Kepala UPTD Puskesmas Sambong Eny Purwaningsih,S.Tr. Keb menuturkan, bahwa terlaksananya kegiatan vaksinasi ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah Kabupaten Blora, tenaga kesehatan sebagai garda terdepan serta TNI-Polri kepada tenaga pendidik dan siswa-siswi.

“Tujuannya, untuk meningkatkan imunitas tubuh agar saat berlangsung pembelajaran secara tatap muka dapat terhindar dari penyebaran virus covid-19,” ucapnya.

Sebanyak 439 siswa SMP Negeri 1 Sambong telah divaksin pada hari itu dengan menggunakan vaksin sinovac dan proses vaksinasi berjalan aman tertib dan lancar. (*)

Serentak, 11 Desa di Kecamatan Ngraho Selenggarakan Tes Perangkat Desa

0


BOJONEGORO. – Bertempat di gedung SMP Negeri 1 Ngraho, sebelas (11) desa di Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (16/09/2021) menyelenggarakan tes pengisian perangkat desa.
Adapun 11 Desa yang melaksanakan ujian seleksi perangkat desa diantaranya adalah Desa Pandan, Desa Kalirejo, Desa Payaman, Desa Sugihwaras, Desa Tanggungan, Desa Nganti, Desa Bacer, Desa Luwihaji, Desa Ngraho, Desa Mojorejo, Desa Sumberagung.
Dalam pelaksanaan ujian seleksi perangkat, 11 Pemdes se Kecamatan Ngraho menggandeng STIE YAPAN Surabaya sebagai pihak ketiga. Diikuti 249 peserta untuk memperebutkan 19 formasi perangkat desa se – Kecamatan Ngraho.
Berikut peraih nilai tertinggi hasil tes perades di Kecamatan Ngraho:
A. Desa Nganti: Sekdes, Pratama Budi Wicaksono (Nilai: 88), Kaur Perencanaan, Arga Saputra (Nilai: 84).
B. Desa Tangungan: Kasun Sekaran, Abdul Aripin (Nilai: 93), Kasi Pelayanan, Khamim (Nilai: 91).
C. Kaur Perencanaan: Risky Maulana (Nilai: 94).
D. Desa Payaman: Sekdes, Anisatul Ain (Nilai: 93), Kasi Pelayanan, Ahmad Totok (Nilai: 92).
E. Desa Desa Mojorejo: Kasun Mangkang, Antok (Nilai: 84), Kaur Keuangan, Ahmad Koirul (Nilai: 84), Kasi Pelayanan, M. Nofiyan Anugrah Amirul Afif (Nilai: 86).
F. Desa Kalirejo: Sekdes, Santanak (Nilai: 93).
G. Desa Sumberagung: Kasun Dadapan, M.Yatno (Nilai: 83), Kasi Pemerintahan, Ariyanto (Nilai: 85).
H. Desa Luwihaji: Sekdes, Zaenun Nasroh SHI (Nilai: 87).
I. Desa Sugihwaras: Sekdes, Ratna Ayu (Nilai: 99), Kasun, Mohammat Yanto (Nilai: 84).
J. Desa Ngraho: Sekdes, Farid Achiar Mahmudin (Nilai: 92).
K. Desa Bancer: Sekdes, Retno Dwi Aprillia (Nilai: 88).
L. Desa Pandan: Sekdes, Erwin Ariyanto (Nilai: 91). (*)

Di Masa Pandemi, Wanita Dituntut Bisa Membagi antara Tugas Keluarga dan Tugas Sosial

0

BLORA. – Emansipasi wanita Indonesia saat ini boleh dibilang sudah luar biasa, setara dengan kaum adam atau laki-laki. Kalimat itu disampaikan Ketua KERTA Wredatama PWRI Blora, Tri Murjiati, Kamis (16/9/2021) dalam acara gelar wicara Wredatama Menyapa di LPPL Gagak Rimang Blora dengan tema “Peran Wanita di Masa Pandemi COVID-19”.

Dikatakannya, wanita sekarang bisa bekerja di berbagai tempat dan bisa menduduki jabatan mulai dari jabatan Kepala Desa/Kepala Kelurahan, Camat, Bupati atau Wakil Bupati.

“Seperti saat ini di Blora, Wakil Bupati dijabat oleh wanita, Ibu Tri Yuli Setyowati,” ucap wanita yang dulu pernah menjadi anggota DPRD Blora.

Contoh lain, wanita ada yang jadi gubernur/wakil gubernur, menteri wanita,

Seperti saat ini ada Ibu Sri Mulyani Endrawati yang dikenal sebagai menteri Keuangan yang profesional dan cerdas, juga ada Ibu Retno Marsudi Menteri Luar Negeri yang dikenal ahli berkomunikasi.

Kemudian, lanjutnya, kita punya Presiden Wanita, yakni Ibu Megawati Sukarno Putri, Presiden RI ke-5.

Walaupun telah berkiprah dan berkarya nyata, di masa pandemi Covid-19 wanita tetap saja dituntut untuk dapat membagi waktu dan perannya baik untuk keluarga, untuk bekerja maupun bersosialisasi di tengah-tengah masyarakat.

“Tak salah jika ada ungkapan wanita itu serba mungkin dan serba bisa, bahkan ada yang memberi predikat Super Woman,” ujarnya.

Di lingkungan organisasi PWRI dibentuk Kerukunan Wanita Wredatama, disebut Kerta Wredatama, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari PWRI, dan anggotanya terdiri atas semua anggota wanita dan anggota luar biasa wanita PWRI.

Kerta Wredatama dapat bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan wanita lainnya.

Ia menambahkan, Kerta merupakan organisasi yang anggotanya berasal dari para istri pensiunan ASN atau Pensiunan PNS saat ini termasuk di Kabupaten Blora dalam Kasta Keren (Kelompok Rentan).

Walau Keren semangat pengabdian untuk masyarakat tak pernah padam bahkan makin bergelora sampai diakhir usia.

“Saya berharap mudah-mudahan apa yang saya sampaikan dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta mampu memberi semangat bagi para pendengar LPPL Gagak Rimang di kota Sate,” kata Tri Murjiati.

Sebab, sudah selayaknya bersemangat bagi saudara-saudara para wanita yang malam Jumat Legi ini mendengar siaran Wredatama Menyapa.

“Saya sangat bersyukur di masa pelaksanaan PPKM Darurat Kabupaten Blora sudah berada di level 2 untuk itu saya tetap mengingatkan jangan lengah untuk tetap melaksanakan anjuran pemerintah 3W, yaitu, Wajib Aman, Wajib Iman dan Wajib Iman,” terangnya.

Khusus untuk Wajib Aman, kata dia, agar seluruh warga masyarakat melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin dengan menerapkan 5M dalam kehidupan sehari-hari.

Yaitu, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Dikatakannya, peran wanita bisa kita saksikan dan hayati ketika wanita atau ibu di rumah tangga yang sering disebut sebagai ratu rumah tangga sangat menentukan perannya di masa pandemi COVID-19.

“Bagaimana ibu mampu menciptakan suatu rumah menjadi surga. Sehingga sering ada ungkapan, rumahku adalah surgaku,” ucapnya.

Tentu hal itu tak gampang butuh keahlihan yang hanya dimiliki oleh seorang wanita.

Agar tidak terjadi kerutinan yang membuat kejenuhan dan kebosanan penghuni rumah, maka disini dibutuhkan peran seorang wanita yang cerdas penuh kasih sayang baik dalam membawa suasana keluarga yang dinamis maupun dalam menciptakan komunikasi yang ramah lingkungan serta dibarengi penyajian informasi dan hiburan yang membangun.

Apalagi masih ditambah kemampuan menyajikan makanan keluarga yang bervariasi dan gizi. Kalau hal itu terwujud berarti minimal telah bisa membantu suasana keluarga yang harmonis di masa pandemi.

Untuk selanjutnya, suasana kedamaian yang sudah tercipta di keluarga bisa digunakan oleh ibu dalam mendidik dan menemani anak-anaknya yang sedang belajar dirumah baik dalam melengkapi pendidikan dan pengamalan agama, memasukkan pendidikan etika dan budi pekerti.

“Bahkan dalam meningkatkan imunitas diri peran wanita juga mampu mendorong kegiatan olah raga bersama dirumah dan berkebun dengan memanfaatkan fasilitas yang ada,” kata dia.

Demikian pula dalam menghibur diri bisa diupayakan kegiatan bersama membaca dengan cerita yang lucu dan bermanfaat, menyaksikan acara televisi yang menghibur, bernyanyi bersama dengan lagu-lagu gembira dan memberikan semangat, serta melakukan ibadah yang disertai dengan suasana kebersamaan dan persaudaraan.

“Sebagai Ibu rumah tangga, seorang ibu harus punya keberanian mengingatkan suami dan anak-anak dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin,” tegasnya.

Kalau tadi kiprah para wanita di rumah tangga sekarang apa yang bisa dilakukan di masyarakat pada masa pandemi.

Wanita dengan niat baik bisa melakukan kegiatan penggalangan dana untuk mengadakan sembako dan alat pelindung diri (APD) untuk nantinya diperbantukan kepada kaum duafa dan para medis yang berjuang di garda paling depan.

Kemudian, lanjutnya, melibatkan diri dalam kegiatan menyediakan dapur umum untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19 dan menyalurkan sembako ke tempat isololasi mandiri.

Tidak kalah hebatnya wanita juga bisa berperan sebagai relawan yang bertugas memberikan sosialisai pencegahan dan penanggulangan penyakit virus corona ke masyarakat dan membagikan sembako dan masker di masyarakat.

Bahkan wanita sangat pintar, satun dan lembut dalam membangun komunikasi dengan kelompok khusus seperti kelompok disabilitas, anak-anak, lansia dan warga miskin.

“Peran wanita di dalam pekerjaan di bidang apapun, wanita bisa jadi teladan dan andalan dalam melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin, karena wanita dalam bekerja selalu mengedapan pertimbangan nurani,” ujarnya.

Sehingga berbagai anjuran yang akan membawa keselamatan diri pasti akan dipatuhi.

Tri Murjiati mengatakan, realita yang ada banyak para wanita yang berkerja di bidang kesehatan baik sebagai perawat, bidan, dokter maupun dibidang medis lainnya.

Mereka bekerja di garda paling depan dan berjibaku mempertaruhkan nyawa untuk menyelamatkan saudara saudara kita yang terpapar COVID-19.

“Sungguh sangat ironis mereka berjuang dan berkorban dengan ikhlas tapi meraka malahan menjadi korban, bahkan meninggal dunia,” katanya.

Untuk itu melaluhi siaran dalam Wredatama Menyapa, atas nama ibu-ibu Kerukunan Wanita PWRI Kabupaten Blora dirinya menyampaikan apresiasi yang luar biasa dan ucapan terimakasih kepada tim medis yang saat ini menjadi garda terdepan dalam penanggulangan pandemi COVID-19.

“Saya juga ikut berduka cita atas meninggalnya Tim Medis dalam mengemban tugas, semoga arwah beliau diterima disisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan mendapatkan kekuatan dan ketabahan.Amin,” ungkapnya.

Tri Murjiati pun mempersembahkan sepenggal sajak untuk mereka yang telah berjuang di medan pertempuran pada masa pandemi COVID-19.

Mereka bekerja siang maupun malam, Semangat pengabdian tak pernah padam, Laksana Pelita terangi malam,Perjuangan dan Pengorbananmu membuat hati tentram.

Engkau Pahlawan Kesehatan,Jasa jasamu tak mudah dilupakan, Selalu dikenang di sepanjang zaman, Sebagai teladan Penyelamat Kehidupan.

“Akhirnya saya mengucapkan terimakasih dan mohon maaf bila ada sesuatu yang kurang berkenan. Salam seger waras,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua PWRI Blora H. Bambang Sulistya menyampaikan pesan, dalam meningkatkan peran wanita dimanapun berada di masa pandemi COVID-19 jangan lupa tiga spirit dari langit.

Pertama, wanita adalah tiang negara, maknanya jika baik wanitanya maka baiklah negaranya dan jika rusak wanitanya, maka rusak pula negaranya.

Wanita tiang negara adalah sebagai bentuk kokoh kekuatan dan penghidupan.

Kedua, surga berada di telapak kaki ibu, maknanya adalah rasa rendah diri kepatuhan dan tak membakang kepada ibu adalah faktor penyebab masuk surga.

Ketiga, Ridha Allah terdapat pada ridha ibu. Nabi Muhammad SAW menyuruh kita untuk berbuat baik tiga kali lebih besar kepada ibu dibanding bapak.

“Demikian semoga tiga spirit tersebut bisa mengilhami dan membangkitkan diri bagi para wanita untuk lebih berperan di mana pun mereka berada di masa sulit dan lemahnya sendi-sendi kehidupan seperti saat ini,” tuturnya. (*).

Dari Kabareskrim Polri untuk Duafa, PWRI Blora Salurkan Bantuan 1.000 Paket Sembako

0

BLORA. – Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora mendapat amanah dari Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto, menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako kepada kaum duafa di Kabupaten Blora pada Kamis, 16 September 2021.

Ketua PWRI Kabupaten Blora, Bambang Sulistya mengatakan, bahwa Kamis, 16 September 2021 merupakan hari bersejarah, karena baru pertama kali PWRI Kabupaten Blora mendapat kesempatan untuk menyalurkan bantuan sembako sebanyak 1.000 paket (setiap paket 5 kg beras kualitas super dan 1 liter minyak goreng kualitas istimewa) dari Bapak Kabareskrim Komjen Pol Agus Andrianto, kepada para Kaum duafa.

“Atas nama lembaga dan pribadi, saya mengucapkan terima kasih atas amanah yang diberikan oleh Kabareskrim Polri yang juga salah satu putra terbaik dari Blora,” ujar Bambang Sulistya yang juga mantan Sekda Blora itu.

“Semoga langkah Bapak Agus Andrianto yang mulia ini mendapat balasan dari Allah SWT, juga senantiasa diberi kesehatan yang prima dan kebahagian beserta seluruh keluarga, rezeki yang barokah dan melimpah serta karier yang amanah dan cemerlang,” ungkapnya.

Pada hari itu, secara simbolis Bambang Sulistya menyerahkan kepada 40 orang yang terdiri dari para tukang becak, janda, manula, pemulung, buruh bangunan, pengangkut sampah, asisten rumah tangga, buruh tani, tenaga kerja srabutan, tukang parkir dan Satpam Perumnas Kelurahan Karangjati kecamatan Blora. Penyerahan dilaksanakan di halaman depan kantor PWRI, Jalan Sudarman Blora.

Bantuan sembako tersebut disalurkan ke 25 tempat PWRI kecamatan dan kelurahan yang ada di seluruh Kabupaten Blora. Kemudian oleh pengurus PWRI kecamatan dan kelurahan disalurkan langsung kepada duafa.

Ada berbagai ungkapan positif dari para pengurus PWRI baik dari kabupaten, kecamatan dan kelurahan berkenaan dengan bantuan tersebut, di antaranya, pertama memberi bantuan sembako saat masyarakat sedang mengalami kesulitan dan penderitaan adalah keputusan yang bijak dan cerdas apalagi diberikan saat musim kemarau.

Kedua, dengan adanya kesempatan pengurus PWRI amanah untuk menyalurkan kepada kaum duafa secara tidak langsung memberi pelajaran yang sangat berharga untuk meningkatkan kepekaan sosial kepada kaum lemah dengan belajar berbagi.

Ketiga, langkah berbagi dalam masa pandemi merupakan teladan yang baik, terutama bagi para pemimpin, pejabat, pengusaha dan berbagai elemen masyarakat yang berkemampuan dan berkesempatan dengan ikhlas menyisihkan sebagian rezeki kepada kaum duafa.

“Apalagi ada ungkapan bijak dari para leluhur kita sebagai berikut, Sopo sing seneng weweh bakal oleh (Siapa yang suka memberi bakal memperoleh),” ucapnya.

Ada sepenggal pantun yang dipersembahkan oleh Bambang Sulistya, “Pergi ke Blora beli lontong tahu, Jangan lupa ajak teman dan kerabatmu, Mari kita saling membantu, Agar musibah pandemi segera berlalu. Nasehat baik jangan dilupakan, Berbuat baik sangat diharapkan, Allah telah memerintahkan, Saling menolong dalam kebaikan”

Dalam kesempatan penyerahan bantuan tersebut ada salah satu warga yang mewakili para peserta yakni Sadikin atau modin Perumnas, alamat RT 05/RW 03 Nglawiyan Karangjati yang menyampaikan ucapan terima kasih dan ungkapan rasa gembira, bahagia atas perhatian istimewa memperoleh bantuan ini.

“Diparingi (diberi) kesehatan, umur panjang, rezeki yang berkah, jabatan yang amanah dan dalam masa yang akan datang para kaum duafa di Blora masih mendapat perhatian dari beliau,” ungkapnya. (*)

Lakukan Konsolidasi, PWRI Bogorejo Rintis Gerakan KPK untuk Kaum Duafa

0

BLORA. – Sejak dilantik pada 22 Mei 2021 lalu, Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kecamatan Bogorejo Kabupaten Blora sudah berhasil menunjukkan dinamika organisasi yang luar biasa.

Hal itu mengemuka pada pertemuan konsolidasi PWRI Kecamatan Bogorejo, Minggu (12/9/2021). Pertemuan diselenggaran di rumah salah satu anggota bernama Juariah sambil memperingati seribu hari wafat suaminya.

“Ada sebuah kebahagian dan kebanggaan ketika hari ini, Minggu 12 September 2021, saya diundang di pertemuan konsolidasi PWRI Kecamatan Bogorejo,” kata Bambang Sulistya, Ketua PWRI Blora.

Agenda kegiatan diawali dengan acara tahlilan dilanjutkan laporan ketua PWRI bapak H. Suliman mantan pengawas Guru SD seluruh Kecamatan Bogorejo.

“Pada saat dilantik anggota PWRI Kecamatan Bogorejo hanya 43 orang, sekarang sudah menjadi 71 orang. Meningkat 53%,” ujar H. Suliman dengan nada bangga karena pada pertemuan hari itu dihadiri hampir 95% dari total anggota.

Disamping itu, tambah Suliman, di dalam organisasinya juga telah tumbuh jiwa kepekaan sosial. Contohnya dalam pertemuan pada hari itu, pengurus dan anggota tidak dibebani biaya snack dan makan siang karena dikaitkan dengan acara ritual.

“Perlu saya laporkan, seluruh anggota PWRI sudah mengikuti vaksinasi,” tandasnya.

Mendengar laporan seperti itu, Bambang Sulistya mengaku senang dan bangga sekaligus memberi apresiasi positif.

“Itu berarti teman-teman anggota dan pengurus PWRI Bogorejo sudah mengikuti anjuran Nabi Muhammad SAW untuk belajar menjadi orang yang bermanfaat ikhlas dan semangat,” ujarnya.

Yang lebih membuat Bambang Sulistya bangga pada pertemuan di Bogorejo itu, di masa sulit seperti saat ini para pengurus dan anggota PWRI juga merintis gerakan KPK (Kepekaan, Peduli, Kepyur) yang wujud riilnya menyisihkan dana secara ikhlas yang nantinya untuk disumbangkan kepada yang berhak.

Untuk memantapkan semangat juang para pengurus anggota PWRI, Bambang Sulistya menyampaikan arahan agar di masa pandemi COVID-19 tetap sehat dan eksis serta bermanfaat.

Maka, ajaknya amalkan semangat “DPRD” dimanapun dan kapanpun kita berada. Jadikan Semangat “DPRD” sebagai motivator dan inspirator serta provokator. Sebuah akronim yang sudah sangat populer dan melekat di hati masyarakat.

Kali ini Akronim DPRD maknanya sebagai berikut: (D) Dream, artinya dalam bahasa pergaulan, mimpi, visi, cita-cita, harapan dan keinginan.

Dalam situasi seperti saat ini hendaknya seluruh anggota dan pengurus PWRI kalau mau bermanfaat dan tetap eksis harus punya mimpi jelas,harapan yang selalu digelorakan untuk menjadi manusia sehat, bermanfat dan punya kepedulian sosial untuk selalu berbagi kepada kaum lemah.

Untuk mewujudkan hal tersebut langkah berikutnya kita harus melaksanakan (P) Pray (Berdoa).

“Mari di masa pandemi saat ini kita tingkat mantapkan doa kita agar apa yang kita cita-citakan dapat terwujud,” ujarnya.

Dalam praktisnya, lanjut Bambang, mulai saat ini setiap kita akan melaksanakan aktivitas apapun kita awali dengan mengucapkan Bismilah tentu dengan niat baik dan setiap mengakhiri kegitan dengan mengucapkan Alhamdulih.

Dengan harapan setiap melaksanakan tugas kita berusaha melibatkan hadirnya Allah agar semua berjalan sesuai harapan.

Kemudian tahap berikutnya adalah langkah (R) Reaction-Reaksi, tanggapan dan respon.

Artinya apapun yang sudah kita impikan dan doakan tentu ada respon aksi dengan berbagai kegiatan yang konkrit yang mendukung dan berkorelasi dengan harapan akan kita wujudkan.

Ada ungkapan di Jawa, lamun siro iso ngomong nanging kudu iso mbukteke (Siapa saja yang bisa berbicara harus bisa membuktikan).

“Jangan hanya jarkoni bisa ngomong tapi tak bisa menjalani.Oleh karenanya setiap cita-cita harus disertai laku atau langkah yang konkrit,” terangnya.

Berikutnya (D) Disciplin – Disiplin, artinya semua tahapan dan proses dalam mewujudkan harapan harus dilandasi sikap disiplin, kepatuhan dan ketaatan kepada tata tertib,aturan maupun dalam menjalankan komitmen.

Salah satu sikap disiplin yang harus dimiliki saat ini adalah mampu mengembangkan pribadi yang dapat mengendalikan diri dengan baik, tidak emosi apalagi bersumbu pendek.

khirnya saya meminta kepada seluruh yang hadir untuk menyebarluaskan semangat “DPRD” di masyarakat agar dapat memberi kontribusi positif bagi kebangkitan kita untuk tetap waspada.

“Dan jangan lengah dalam memerangi penyakit virus corona, walaupun Kabupaten Blora dalam PPKM Darurat sudah di level 2,” tuturnya. (*).

Polres Blora Gelar Vaksinasi di Ponpes Fatimah Az Zahra Randublatung

0

BLORA. – Vaksinasi Covid-19 terus dilakukan Polres Blora di berbagai lini kehidupan masyarakat. Tak hanya menyasar masyarakat umum dan pelajar, kali ini Polri kembali melakukan vaksinasi secara serentak di Pondok Pesantren dan Rumah Ibadah.

Seperti yang dilakukan oleh Polres Blora, Senin siang hingga sore (13/09/2021), menggelar vaksinasi di Ponpes Fatimah Az Zahra kecamatan Randublatung.

Bersama dengan Forkopimda Kabupaten Blora, yang terdiri dari Bupati Blora H. Arief Rohman,SIP,M.Si, Dandim 0721/Blora Dan Pejabat lainnya, Kapolres AKBP Wiraga Dimas Tama,SIK terjun langsung mengecek vaksinasi di pondok pesantren tersebut.

Pengecekan vaksinasi ini pun dilakukan untuk memastikan jika kegiatan ini berlangsung lancar dan aman tanpa ada hambatan apapun yang berarti. Selain itu, menurut AKBP Wiraga kegiatan vaksinasi terus dilakukan Polres Blora untuk mensukseskan program vaksinasi dari pemerintah.

Ditemui di sela-sela kunjungannya AKBP Wiraha menjelaskan jika target vaksinasi hari ini sebanyak 1000 dosis. “Kami menyediakan 1000 dosis vaksin, untuk masyarakat yang belum vaksin silahkan bisa mengikuti,” kata Kapolres Blora.

Sang pemilik tongkat komando di Polres Blor tersebut menjelaskan jika vaksin yang diberikan kepada santri dan santriwati di pondok pesantren hari ini merupakan vaksin Sinovac. “Untuk santri di ponpes, kami mengikuti regulasi dari pemerintah pusat yakni Sinovac. Bisa untuk dosis tahap 1 dan 2,” ujar AKBP Wiraga.

Kegiatan Vaksin Massa oleh Ponpes Fatimah Az-Zahra Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung, Blora. (*)

Ketua Kerta Kabupaten Blora: Jangan Kendor Terapkan Prokes

0

BLORA. – Bertempat di Kantor PWRI Kabupaten Blora, Kamis (9/9/2021) digelar pertemuan rutin bulanan Pengurus Kerukunan Wanita (Kerta) Wredatama RI Kabupaten Blora.

Selain untuk mengaktifkan kembali agenda pertemuan rutin, pertemuan pada hari itu sekaligus untuk konsilidasi organisasi yang diikuti oleh para anggota pengurus kabupaten.

Konsolidasi dimaksudkan sebagai upaya mendukung suksesnya PPKM Darurat di Kabupaten Blora, yang semula pada level 4 dan kini sudah berada di level 2. Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan pembagian masker untuk para peserta.

Dalam sambutannya, Ketua Kerta PWRI Blora Tri Murdjiati menyampaikan, walaupun Blora sudah masuk level 2, namun kita tetap waspada dan jangan kendor untuk melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat.

“Ibu pengurus dan anggota agar dapat menggerakkan dan memotivasi para ibu lansia di lingkungannya untuk mengikuti vaksin Virus Corona,” ujarnya.

“Juga untuk meringankan beban masyarakat sebagai dampak musibah pandemi Covid-19, ibu-ibu kerta diharapkan bisa ikut menggalang kepedulian sosial untuk memberikan bantuan sembako kepada kaum duafa,” tambahnya.

Ketua Kerta juga menyampaikan, bahwa para ibu Kerta juga akan memberikan dukungan kegiatan Jumat Berkah bersama kaum duafa di Lapangan Kridosono pada Jumat terakhir di bulan September 2021.

“Untuk menjaga imunitas diri mari setiap minggu sekali kita mengadakan Senam kesehatan jasmani bersama ibu-ibu lansia,” ajaknya.

Pada kesempatan yang sama Ibu Subronto Yusup (isteri Wakil Bupati Blora 2000-2005) selaku pembina Kerta Kabupaten Blora memberi spirit kepada para anggota dan pengurus agar di masa pandemi Virus Corona selalu menjaga imunitas diri dan memanfaatkan waktu yang ada agar diisi dengan berbagai aktivitas positif.

Misalnya, untuk memperdalam pengetahuan agama dan kegiatan berkebun dengan menanam dan memelihara tanaman yang kelak hasilnya dapat dibagikan ke tetangga.

“Jangan lupa tetap berolahraga yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi kekuatan kita masing- masing, jangan memaksakan diri untuk melakukan aktifitas harus ada waktu jeda untuk istirahat,” ucapnya

Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora, Bambang Sulistya, menyampaikan kiat tujuh langkah menuju Sehat Lahir Batin di masa pandemi yang terangkum dalam satu kata akronim,yaitu “SESANTI”

Menurutnya, dalam pengertian awam sesanti memiliki makna nasehat, wejangan, slogan dan semboyan.

Namun akronim SESANTI memiliki arti sebagai berikut, (S) Semangat, artinya dalam menghadapi situasi sulit saat ini kita harus punya semangat yang membara untuk tetap sehat, untuk tetap survive dan eksis baik di keluarga maupun di masyarakat.

Semangat utuk berolahraga untuk meningkatkan imunitas diri jadikan kebutuhan hidup, semangat untuk melaksanakan protokol kesehatan secara disiplin, semangat untuk membangun rasa kekeluargaan, rasa persaudaraan.

Rasa setia kawan, rasa kerukunan jadikan pemenuhan kebutuhan sosial. Karena ada ungkapan untuk meraih kesuksesan hidup seseorang akan sangat tergantung dari semangat yang dimiliki dari yang bersangkutan.

“Ada baiknya ucapan Tetap Semangat menjadi buah bibir yang terus kita gulirkan di masyarakat,” ucapnya.

Kemudian, (E) Enyahkan, mulai saat ini semua pimikiran, sikap, perasaan, ucapan dan tindakan yang berkonotosi negatif untuk bersikap positif dalam hidup keseharian.

“Redam prasangka buruk, suka mengeluh, sikap iri dengki srei, gibah dan gemar memfitnah,” jelasnya.

Berikutnya, (S) Suka memberi atau suka berbagi, artinya tumbuh kembangkan di masa musibah ini sikap kepedulian sosial yang tinggi kepada saudara saudara kita yang sedang menderita untuk memberi perhatian, menolong, membantu dan menyayangi agar hidup ini semakin berarti.

Sedangkan, (A) Awali dalam setiap melaksanakan kegiatan apapun dengan ucapan Bismilah dan Akhiri setiap menunaikan tugas/kegitan dengan Alhamdulilah.

“Karena dengan mengucapkan kata tersebut berarti kita telah menghadirkan dan melibatkan Allah dalam setiap iktiar yang kita lakukan dengan penuh rasa syukur,” tuturnya.

Selanjutnya, (N) Niat, maksudnya setiap aktivitas apapun yang kita lakukan landasi dengan niat baik, kalau sudah dengan niat baik jangan ragu apalagi bimbang segera lakukan langkah terbaik untuk mewujudkannya dalam kehidupan di masyarakat.

Kemudian, (T) Tebarkan kebaikan di dalam kehidupan dimasyarakat, mulai dari tataran ringan tebar senyum,tebarkan ucapan yang sejuk dan motivatif sampai sampai ditataran tinggi tebarkan semangat membangun persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Karena ada sesanti, Siapa yang menebar kebaikan maka akan menuai Kebagian dan Siapa yang menebar kebahagian maka akan menuai kesuksesan,” tuturnya.

Terakhir, (I) Ibadah, semakin kita tingkatkan baik secara kwantitas maupun secara kwalitas.Dalam masa pandemi Covid-19 ibadah yang memiliki demensi realistis adalah ibadah sosial.

Sehingga kegiatan bersedakah, berbagi, atau kepyur mesti makin meningkat di saat Ibu Pertiwi sedang berduka hati seperti saat ini.

“Akhirnya kita semua berharap mudah dengan mengamalkan akronim SESANTI dalam kehidupan di masyarakat mampu memberi kontribusi positif dalam menekan ulah virus corona syukur dapat mengakiri musibah dari Bumi Nusantara khususnya dari Bumi Mustika Blora,” kata Bambang Sulistya yang mantan Sekda Blora itu. (*).

Perhutani Randublatung ‘Roadshow’ Sarasehan bersama LMDH

0

BLORA. – Dalam rangka penggalian dan peningkatan pendapatan masyarakat desa hutan, dan membangun hutan lestari, Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Randublatung menggelar roadshow sarasehan ke sejumlah Lembga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) wilayah kerjanya.

“Sarasehan ini kita lakukan untuk mengajak LMDH, agar memiliki inovasi dan menggali potensi kawasan hutan, yang masih bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Desa Hutan.” ungkap Administratur (Adm) Perhutani KPH Randublatung Dewanto, Jumat (10/9/2021).

Banyak hal yang masih bisa digali dan dikembangkan dalam kawasan hutan, lanjut Dewanto, seperti budidaya tanaman buah, wisata, empon empon dll.

“Sehingga, LMDH, bisa berkembang dan mendapatkan hasil yang berkelanjutan dan menjadikan LMDH yang mandiri serta membawa kesejahteraan bagi masyaraukat,” jelas Dewanto.

Kegiatan diikuti oleh 34 Desa diwilayah kerja KPH Randublatung yang berada di lima Kecamatan di Kabupaten Blora.

Pelaksanaanya digelar di 9 tempat dengan waktu yang berbeda, sehingga tidak menimbulkan kerumunan di masa pandemi ini.

Sementara ketua Paguyuban LMDH Randublatung Sumaji menyambut baik dan menyampaikan terima kasih kepada Perhutani Randublatung atas kegiatan ini.

“Kami selaku ketua paguyuban LMDH se KPH Randublatung menyambut baik dan merasa senang atas kegiatan sarasehan ini, dimana dalam sarasehan ini akan memunculkan gagasan-gagasan baru terkait peningkatan petani hutan dalam menuju Hutan Lestari dan Masyarakat sejahtera,” ujar Sumaji. (*)

Masyarakat Desa Kasiman Datangkan Pakar Jamban dari Unair Surabaya

0

BOJONEGORO, Diva – Guna memberikan pemahaman kepada masyarakat akan arti pentingnya jamban sehat, Pemerintah Desa Kasiman Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (04/09/2021) mendatangkan “pakar jamban”.

Tidak tanggung-tanggung, ahli urusan kakus yang datang dari Universitas Airlangga Surabaya (Unair) yang sedang mengadakan kegiatan bertajuk Local Community Sanitation, Program Pendidikan Masyarakat Sehat dalam Upaya Pemanfaatan Jamban Sehat dan Berkelanjutan.

Kegiatan ini diikuti oleh 50-an peserta yang terdiri dari para tokoh penggerak pembangunan desa seperti, Tim PKK, Karang Taruna, Perangkat Desa, tokoh pemuda dan tokoh masyarakt.

Materi kegiatan yang bisa dibilang sangat langka ini disampaikan oleh Koen Irianto Uripan dari Unair Surabaya.

“Targetnya adalah bagaimana mengubah perilaku yang negatif jadi positif. Yaitu, yang biasanya buang air besar sembarangan menjadi tidak sembarangan,” jelas Koen, begitu panggilan akrab pria yang baru selesai mencapai gelar doktor dengan lulusan terbaik itu.

Koen menambahkan, untuk mengubah itu semua diperlukan fasilitas yaitu Jamban Sehat. Tentunya dengan biaya yang terjangkau.

Kepala Desa Kasiman, Gozali mengatakan, dari data yang ada untuk Desa Kasiman tinggal 40% atau kalau dihitung paling tinggal empat puluhan rumah yang belum terfasilitasi.

“Targetnya akhir tahun ini seluruh masyarakat Desa Kasiman bebas BABS (Buang Air Besar Sembarangan),” terang Gozali.

Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini meliputi cara membuat jamban sehat dengan harga terjangkau, efek BABS dan penyakit yang akan ditimbulkan serta bagaimana meningkatkan ekonomi masyarakt dengan memproduksi jamban mandiri. (*)