Beranda blog Halaman 229

Saka Wanabakti Pangkalan Perhutani KPH Randublatung Lantik 30 Anggota Baru

0

BLORA, Diva. – Bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis (01/10/2021), Saka Wanabakti Pangkalan Perhutani KPH Randublatung melantik 30 orang anggota baru di halaman Sanggar Bhakti.


Administratur Perhutani KPH Randublatung Dewanto, hadir dalam acara tersebut selaku ketua Majelis Pembimbing Saka, Wakil ADM wilayah Utara, Agus Kusnandar hadir selaku ketua Pimpinan Saka Wanabakti Randublatung, Ketua Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Randublatung Lilik Sukahar, dan Pembina Gugus Depan SMA Negeri Randublatung Gunawan SPd, serta Pamong Instruktur Saka Wanabakti Randublatung .


Sebelum dilantik, para calon anggota diharuskan mengikuti serangkaian prosesi adat yang ada di Saka Wanabakti Randublatung antara lain melakukan penjelajahan hutan minimal dua puluh kilo meter yang dilakukan malam hari, Pensucian diri, dan penanaman jiwa Patriot dan cinta tanah air.


Semua proses tersebut telah dilaksanakan oleh para calon anggota dengan melakukan penjelajah hutan di wilayah hutan Randublatung dengan mengambil Start dari Sanggar Bhakti
pada Pkl 19.30 Wib. Finish kembali ke sanggar Bhakti pada pikl. 03.00 Wib dan langsung dilakukan pelantikan oleh Ketua Pimpinan Saka.


Menurut Administratur Perhutani Randublatung, serangkaian prosesi tersebut dilakukan untuk menanamkan rasa bangga dengan bedge Saka yang diperolehnya dengan penuh perjuangan.
“Sehingga para anggota Saka Wanabakti tersebut akan bertanggungjawab apa
yang menjadi tanggungjawabnya,” ujarnya.


Pada awal sambutannya, Administratur Perhutani Randublatung menyampaikan, bahwa adik-adik anggota baru Saka akan belajar banyak tentang kehutanan, yang mana
dalam latihan rutin yang dibimbing oleh para kakak-kakak Insruktur dan
Pamong Saka untuk mendalami empat Krida yang ada di Saka.


“Wanabakti yaitu Krida Tata Wana, Bina Wana, Guna Wana, Reksa Wana, yang semua kegiatannya sangat menarik, mengasyikan dan penuh tantangan sesuai dengan selera generasi muda,” tambah Dewanto.


Sementara itu Isniana Dewi Puspita (17), salah satu anggota baru yang berasal dari Gugus Depan SMA Negeri Randublatung mengaku gembira bisa menjadi anggota Saka Wanabakti.
“Saya sangat gembira dan bangga bisa dilantik menjadi anggota Saka Wanabakti Randublatung. (*).

Zaenun Nasroh Resmi Dilantik sebagai Sekretaris Desa Luwihaji – Ngraho

0

BOJONEGORO. – Jumat (1/10/2021), Kepala Desa Luwihaji, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro telah resmi melantik Zaenun Nasroh sebagai Sekretaris Desa.

Acara yang digelar di balai desa setempat itu dihadiri oleh Camat Ngraho, Kades Luwihaji, Kapolsek, Jajaran Koramil, beberapa perangkat desa dan BPD, beberapa ketua RT dan RW, perangkat desa terlantik bersama keluarga, dan para undangan yang lain.

Dalam sambutannya, Kades Luwihaji, Muntohar mengucapkan terimakasih kepada semua pihak karena acara bisa berjalan lancar.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara pelantikan sehingga berjalan dengan aman dan lancar. Saya atas nama Kepala Desa Luwihaji mengucapkan selamat kepada saudara Zaenun Nasroh, semoga dapat melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya,” ucap kades.

“Saya berharap setelah anda dilantik semoga segera bisa berbaur beradaptasi dengan yang lain, dan menyesuaikan diri dengan Pemdes Luwihaji untuk bekerja sama dengan baik, dengan tujuan agar Desa Luwihaji kedepannya bertambah baik,” harapnya.

“Kita ini pelayan masyarakat, jadi kalau kita mengemban amanah dan melayani masyarakat dengan niat yang baik, maka akan dapat mendatangkan ridlonya Alloh ta’ala”, tutur kades.

Acara selanjutnya adalah pembacaan doa, dan diahiri dengan foto bersama serta pemberian ucapan selamat yang dimulai dari camat, kades, pihak polsek, pihak koramil, pihak kecamatan, lalu beberapa perangkat desa.

Mulai awal hingga ahir acara berjalan dengan aman, lancar, dan mematuhi protokol kesehatan, pada Jumat (01/10/2021). (*)

Desa Nglungger – Kradenan Bentuk Tim Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa

0

BLORA. – Bertempat di balai desa setempat, Kamis (30/09/2021) diselenggarakan sosialisasi dan pemmbentukan Tim Posyantekdes (Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna Desa) Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora.

Kegiatan yang dimulai pada Pkl. 09.30 Wib itu dihadiri Forkompincam Kradenan, Pendamping Desa Nglungger, Babinkamtibmas, Kepala Desa Nglungger, Ketua BPD dan anggota, dan semua perangkat desa.

Nama calon pengurus Pos Pelayan Tekhnologi Tepat Guna Desa Nglungger yang tersusun pada hari itu diantaranya, Aga Prasetya (ketua), Sholikul Amin (sekertaris), Dwi Purwanto (bendahara), Elfrida (seksi Pelayanan), dan Joko Prasetyo (seksi Pengembangan).

Pada hari itu juga, tepatnya pada pkl. 12.30 Wib acara dilanjutkan dengan pengukuhan pengurus yang dilakukan

oleh Kepalan Desa Nglunggeer Nur Sajian.

“Selamat kepada para anggota Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna, sdelanjutnya agar bisa bersinergi dengan pemerintah desa dan membuat lebih maju desanya sendiri,” ujarnya.

Babinkamtibmas Bripka Jarno memberikan himbauan kepada seluruh peserta pembentukan Pos Pelayanan Tekhnologi Tepat Guna agar disiplin melaksanakan Pelayanan Prokes Covid-19 dengan cara melakukan 5M. “Selalu memakai Masker, Menjaga jarak, Mencuci tangan, Menghindari kerumunan, dan mengurangi Mobilitas,” tandasnya. (*)

Jumat Berkah, Pengurus KERTA – PWRI Blora Berbagi untuk Kaum Duafa

0


BLORA. – Hari Jumat tanggal 1, mengawali kalender bulan Oktober 2021 yang bertepatan dengan peringatan hari Kesaktian Pancasila.
Terangnya mentari seterang wajah kaum duafa yang pagi itu sedang mengikuti kegiatan Jumat Berkah di Lapangan Kridosono, Blora.


Mereka tampak bersenda gurau saling menebarkan semangat optimis dan suasana kekeluargaan, kerukunan serta penuh rasa syukur. Karena hari ini masih diberi kesehatan dan rejeki dari Allah walau hanya berupa paket makanan dalam kegiatan Jumat Berkah.


Diantara mereka berasal dari para pekerja informal meliputi tukang becak, pedagang makanan kecil yang ada disekitar lapangan Kridosono, pengangkut sampah, pekerja srabutan, pemulung, asisten rumah tangga, buruh bangunan, tenaga bersih bersih kebon,dan orang orang berhak.
Pelaksanaan Jumat Berkah kali ini didukung sepenuhnya oleh seorang Ibu yang baik hati dan suka berbagi yang tidak mau disebutkan namanya.


Dulu seorang Pejabat Pemda yang dikenal sebagai wanita karier yang sangat aktif bekerja di bidang pemberdayaan peran wanita dan punya kepedulian tinggi terhadap kaum duafa.
Saat ini sebagai pengurus inti di Organisasi Kerukunan Wanita (KERTA) Wredatama dan Pengurus Persatuan Wredatama Seluruh Indonesia(PWRI) Kabupaten Blora.


Alasannya melakasanakan kegiatan Jumat berkah karena merupakan panggilan hati melihat realita saat ini masih banyak saudara saudara kita yang membutuhkan uluran tangan.
Sehingga ia ingin ikut meringankan beban mereka dan sekaligus untuk mengamalkan sebuah ungkapan “Disaat sempit dan lapang agar tetap bersedekah”.


Karena bersedekah bisa membuat hati bungah dan semangat hidup makin bertambah sumringah.
Ia juga sangat berharap mudah-mudahan langkahnya bisa memotivasi dan menginspirasi kepada teman teman yang lain yang saat ini punya kemampuan dan kesempatan.


Berkenaan dengan hal tersebut dan momentum bersejarah dimana baru saja Bupati Blora Arief Rohman telah melakukan pelantikan para pejabat baik di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah maupun di Tempat Makam Pahlawan (TMP) diharapkan semoga juga mampu menggerakan hati mereka untuk peduli kepada kaum duafa yang saat ini menderita.


Acara Jumat Berkah diakhiri doa yang dipimpin oleh Asrok yang sehari-hari sebagai tukang becak. Ia mendoakan kepada para pemimpin bangsa yang saat ini sedang memperingati hari Kesaktian Pancasila di masa pandemi.


“Semoga kepemimpinannya mampu mewujudkan masyarakat yang memiliki kepekaan sosial yang tinggi dan peduli kepada kaum duafa. Kepada yang hari ini memberi bantuan dalam Jumat berkah diberi kesehatan prima dan rejeki yang berlimpah serta mendapat kemudahan dalam kehidupannya,” tutur Asrok. (*).

Warga Sumber – Kradenan Ikuti Kegiatan Vaksinasi Dosis Satu dan Dua

0


Blora, Diva. – Percepatan Program Vaksin, Rabu (29/09/2021) dilaksanakan di Desa Sumber Kecamatan Kradenan Kabupaten Blora. Peserta vaksin sudah memenuhi balai desa setempat sejak kegiatan dimulai pada pkl. 09.00 Wib.


Kegiatan vaksinasi di Desa Sumber pada hari itu dihadiri oleh Tim vaksin dari Puskesmas Kradenan, Bidan Desa Sumber, Babinsa Koramil Kradenan Sertu Suhardi, Babinkamtibmas Polsek Kradenan Briptu Aris Fitriansyah, serta dua anggota Satpol PP Kecamatan Kradenan Eko Setiawan dan Bagas, serta perangkat desa setempat.


Kepada peserta Vaksin, Babinkambmas Briptu Aris Fitriansyah menghimbau agar semua peserta mematuhi protokol kesehatan.


“Semua peserta harus antri dan tetap jaga jarak, serta memakai masker,” pesannya.
Sementara itu Kepala Desa Sumber Aris Susanto mengatakan bahwa program vaksinasi yang diselenggarakan meliputi dosis satu dan dosis dua. Untuk Vaksin jenis Astrazenika dosis satu 319 orang, Vaksin jenis Sinovak dosis satu dan dua 160 orang .


“Terima kasih kepada semua petugas yang terlibat dalam kegiatan ini, sehingga kegiatan dapat berjalan tertib dan lancar serta aman,” ucapnya. (*).

Santanak Dilantik sebagai Sekretaris Desa Kalirejo Kecamatan Ngraho

0

BOJONEGORO. – Bertempat di balai desa setempat, Rabu (29/09/2021), Kepala Desa Kalirejo Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, resmi melantik Santanak sebagai Sekretaris Desa Kalirejo.

Acara tersebut dihadiri oleh Sekcam Ngraho, Kades, pihak polsek, pihak koramil, beberapa perangkat desa dan BPD, beberapa ketua RT dan RW, perangkat desa terlantik bersama keluarga, dan para undangan yang lain.

Dalam sambutannya, Sujud

Kades Kalirejo mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara dengan lancar.

“Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung acara pelantikan sehingga berjalan dengan aman dan lancar”, ucap kades.

“Mudah – mudahan mas Santanak bisa berbaur dengan yang lain, dan semoga bisa bekerja sama dengan baik”, harap kades.

Acara selanjutnya adalah foto bersama dan pemberian ucapan selamat yang dimulai dari Kades, pihak polsek, pihak koramil, pihak kecamatan, lalu beberapa perangkat desa. (*)

Gelar Donor Darah di Balai Desa Doplang, PMI Blora Kumpul 65 Kantong Darah

0

BLORA. – Bertempat di Balai Desa Doplang, Forum Kesehatan Desa (FKD) Desa Doplang Kecamatan Jati, Kabupaten Blora bekerja sama dengan PMI Cabang Blora, Selasa tanggal 28 September 2021 mengadakan giat sosial donor darah yang diikuti oleh masyarakat umum dan TNI serta Polri.


Menurut Kepala Desa Doplang Agus Suprina, kegiatan donor darah hampir empat bulan sekali dilaksanakan di desanya dengan dikoodinir oleh Forum Kesehatan Desa.


“Tujuannya untuk membantu kepada masyarakat yang membutuhkan darah, juga untuk menjaga kesehatan warga Desa Doplang, ujarnya.


Agus Suprina mengaku bangga kepada warga dan TNI Polri yang penuh semangat mengikuti kegiatan donor darah.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga dan TNI Polri
yang telah mengikuti kegiatan donor darah,” tandasnya.


Dalam kegiatan donor darah pada hari itu telah terkumpul sebanyak 65 kantong darah berbagai golongan. Agus berharap semoga kegiatan donor darah bermanfaat bagi orang yang membutuhkan.


Sementara itu Ketua PMI Kabupaten Blora Sutikno Slamet melalui Mulyono
selaku pelaksana pengambilan darah dari PMI Kabupaten Blora menyampaikan banyak terima kasih kepada warga masyarakat dan TNI Polri atas kegiatan donor darah yang dilaksanakan saat pandemi ini.


“Kami sampaikan terima kasih dan apresiasi kepada masyarakat Desa Doplang dengan sukarela mendonorkan darahnya,” ujarnya.

“Donor darah ini sangat membantu

sekali atas kesediaan darah di PMI Cabang Blora. Semoga kegiatan ini

bisa menjadi amal ibadah yang diridhoi Allah SWT,” kata Mulyono. (*)

Warga Wulung – Randublatung Antusias Ikuti Vaksinasi

0

BLORA. – Vaksinasi terus gencar dilaksanakan oleh Pemkab Blora, salah satunya yang digelar di Balai Kelurahan Wulung Kecamatan Randublatung, Senin siang (27/09/2021).

Kepala Kelurahan Wulung, Prisujianto mengatakan kuota vaksin tahap ini terbatas hanya sebanyak 200 dosis, dan dibagi per wilayah RT.

“Dosis 1 untuk masyarakat umum 167 orang, lansia 12 orang, dan remaja 14 orang. Sementara dosis 2 untuk 1 orang,” ujar Prisujianto.

Walaupun acara dimulai pukul 08.00 pagi, namun mulai pukul 07.00, telah banyak warga yang terlihat antusias, datang berbondong-bondong untuk mengantri vaksinasi tersebut.

Untuk menyikapi warga yang sudah telanjur datang, pelayanan antrean tetap berdasarkan pada jadwal yang sudah ada. Warga yang belum saatnya mendapatkan giliran, diminta menunggu di luar Balai Kelurahan Wulung atau kembali lagi sesuai jam yang sudah dijadwalkan.

“Warga Wulung Randublatung antusias mengikuti vaksin covid-19 tahap 1, di bawah pengawasan aparat TNI – Polri yang memantau disiplin prokes Covid-19,” imbuh Lurah Prisujianto.

Pelaksanaan vaksin terpantau aman lancar dan kondusif. Tampak dalam pelaaksanaan Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pol PP Kecamatan dan TKSK Kecamatan Randublatung menyampaikan kepada warga untuk tetap mematuhi prokes. Lurah wulung juga menyedikaan masker gratis untuk warga. Tetapi ternyata warga yang hadir sudah memakai masker semua.

Di sela-sela kegiatan, Lurah Wulung mengucapkan terimakasih kepada semua

petugas yang terlibat dalam kegiatan.

“Saya bersyukur karena sudah mulai tumbuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya Vaksin,” tambah Prisujianto kepada wartawan Diva. (*)

Warisan Penguasa Lama

0

Untuk membantu keluarga pra sejahtera, pemerintah pusat sejak tiga tahun lalu me-luncurkan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Ada 15,5 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, yang 81 ribu adalah keluarga di Kabupaten Blora.


Besarnya bantuan sosial Rp 200 ribu per bulan per KPM dimaksudkan untuk membantu keluarga miskin belanja beras, telur, buah, dan ikan.


Setiap bulan, Pemerintah Pusat langsung memberikan dana 200 ribu kepada KPM by name melalui Kartu Keluarga Sejahtera (semacam kartu ATM). Namun sayangnya KPM tidak boleh menggunakan kartunya untuk belanja di sembarang toko, melainkan harus beli sembako di warung yang ditunjuk oleh pemerintah. Namanya E-Warong.


Panjangnya mata rantai Bantuan Pangan Non Tunai (BP-NT) membuka peluang pihak terkait untuk disalahgunakan. Ternyata E-Warong hanyalah sebatas penyalur, sementara pemasok barang dan penentu harga adalah suplayer yang “ditunjuk” oleh Pemkab. E-Warong hanya diberi keuntungan Rp 14 ribu per KPM.


Sudah lama KPM di Blora mengeluh, karena beras, telur, daging, dan buah yang didapat dari E-Warong kualitasnya rendah. Kalau dihargai wajar, barang belanjaan dari E-Warong itu nilainya hanya Rp 140 ribu per paket.


Namun keluhan itu sepertinya tidak terdengar, atau memang tidak didengarkan oleh Pemkab Blora. Setelah tiga tahun, keluhan itu pun meningkat menjadi jeritan yang akhirnya didengar oleh kantor Kementerian dan Mabes Polri di Jakarta. Mendengar jeritan dari bawah, Tim Kemensos dan Intel Mabes Polri, pekan lalu langsung datang ke Blora untuk mengusut E-Warong.


Dari hasil investigasi lapangan ditemukan banyak kejanggalan. Untuk beras ada bercampur ulat, berwarna hi-tam hingga tidak layak konsumsi. Untuk telur, buah dan daging harganya di atas HET pasar.


Mulai saling lempar, E-Warong tidak mau disalahkan karena semua barang tersebut dikirim oleh suplayer “tunjukan” Pemkab. E-Warong tidak berani ambil barang dari tempat lain karena telah diikat perjanjian oleh suplayer.


Namun anehnya, ada E-Warong di Kecamatan Cepu yang bisa menolak pasokan barang dari suplayer. E-Warong Cepu bisa disebut E-Warong mandiri yang bekerjasama dengan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) untuk pengadaan barangnya.


Dampaknya, KPM di Cepu lebih diuntungkan karena beras, telur, buah, dan daging yang diterimanya lebih berkualitas dengan harga yang bersaing dengan toko dan pasar.


Tidak perlu berlindung di balik lembaga perbankan seperti BNI dan BRI yang katanya paling berwenang menata ulang E-Warong. Jika suplayer dan E-Warong yang bermasalah merupakan warisan penguasa lama, maka tugas pemimpin Blora yang baru adalah segera merombak dengan menata ulang mekanisme penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini.


Jangan sampai aturan lama yang kurang benar malah “dilanjutkan” oleh pemerintahan yang baru, seperti halnya pengangkatan 3 orang Staf Khusus Bupati. (***)

Sengkarut Lahan PT Seijin Fashion Indonesia di Pati, Kuasa Pemilik Tanah sudah Lapor ke Polda Jateng

0

PATI. – Lahan milik PT Seijin Fashion Indonesia (SFI) di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati digugat sejumlah pihak dalam perkara sengketa tanah. Aksi saling lapor, saling gugat, klaim kepemilikan hingga tudingan mafia tanah mewarnai sengkarut lahan pabrik milik anak perusahaan Parkland Co., Ltd. asal Korea Selatan tersebut.

Advokat Utuh Nugroho Tri Antoro, SH., MH. menyatakan, bahwa gabungan kuasa hukum dari pihak ahli waris, kuasa ahli waris dan warga Pati, yang tergabung dalam Masyarakat Pati Anti Mafia Tanah bermaksud menemui Direktur PT SFI pada Selasa (21/9) lalu.

Utuh menyebut dia dan rekan-rekannya berupaya untuk melakukan pendekatan persuasif dengan PT Seijin Fashion Indonesia.

“Agar tidak ada miskomunikasi, kami melakukan pendekatan persuasif dengan mengirimkan copy (salinan) dokumen yang merupakan dasar kami melangkah,” ungkap Utuh melalui keterangan tertulis yang diterima wartawan, Selasa (21/9) lalu.

Penasehat hukum di Kantor Advokat Utuh Nugroho Tri Antoro & Rekan, di jalan Dukuh Jambean No. 61 Sidokerto, Pati itu mengatakan, pihaknya telah melaporkan adanya dugaan tindak pidana dalam proses jual-beli tanah yang kini dimiliki PT Seijin. Menurutnya, ada pihak-pihak yang mencari keuntungan melalui praktik mafia tanah dalam proses jual-beli tersebut.

“Perkara ini secara pidana telah kami laporkan ke Polda Jawa Tengah dan masih dalam (tahap) klarifikasi terhadap para terlapor dan saksi-saksi kunci. Namun SP2HP yang menjadi kewajiban penyidik sampai saat ini belum kami terima,” kata dia.

Pria yang akrab disapa Mbah Utuh itu menerangkan, langkah yang dia tempuh bertujuan agar ada perkembangan berarti dalam penanganan perkara ini.

Lambatnya penanganan perkara yang dilaporkan sejak tahun 2018 itu, kata Utuh, bisa menjadikan tanah di Pati menjadi surga bagi para mafia tanah. Ia pun menegaskan akan mengawal perkara tersebut sampai tuntas.

“Dampak dari lambatnya penanganan terhadap permasalahan tanah, di Pati banyak bermunculan mafia tanah. Siapapun yang diduga terlibat akan diungkap dan dipidanakan,” ujarnya.

Sementara itu, PT SFI membantah lahan pabrik miliknya bermasalah. Kepala Divisi Legal PT Seijin Fashion Indonesia, Maraden Siregar SH. MH., menegaskan perkara jual-beli tanah PT SFI sudah selesai di Pengadilan Negeri (PN) Pati. Maraden menyebut pihaknya telah melapor ke Bareskrim Mabes Polri terkait dugaan pidana dalam silang sengkarut perkara tersebut.

“Kami sudah lapor di Bareskrim Mabes Polri. Tanah yang dibeli oleh PT Seijin itu dibeli dari Tuan Titus. Sementara dari kronologi BPN (Badan Pertanahan Nasio-nal), Titus membeli tanah tersebut dari Sugihartono. Ibarat kami beli mobil dari Si A, tiba-tiba pemilik pertama (mobil tersebut) mengajukan gugatan kepada kami,” tutur Maraden saat dikon-firmasi wartawan, Selasa (21/9) lalu.

Maraden menjelaskan, bahwa PT Seijin datang ke Indonesia atas undangan dari pemerintah RI melalui Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Menurut dia, PT Seijin juga telah menyurati pihak terkait seperti kedutaan dan Kementerian Investasi terkait administrasi pertanahan di BPN.

“Masalahnya kan dari pemilik letter C ke HM. Kenapa kami yang digugat? Kenapa dipermasalahkan ketika PT Seijin sudah beroperasi?” tanya Maraden.

Menurut Maraden, PT SFI juga bersurat kepada BPN Pati yang isinya mempertanyakan apakah dalam proses jual-beli tanah lahan pabrik PT Seijin ada pelanggaran hukum atau tidak. Pihak BPN Pati pun menjawab melalui surat bahwa tidak ada pelanggaran hukum dalam proses tersebut.

Selain itu, lanjut Maraden, gugatan para pihak yang memperkarakan tanah milik PT Seijin juga ditolak dalam putusan PN Pati.

“Dijawab BPN Pati melalui surat, tidak ada pelanggaran hukum. Gugatan mereka juga ditolak melalui putusan PN Pati,” tandasnya.

Sengkarut jual-beli tanah milik PT Seijin bermula dari Sertifikat Hak Milik (SHM) berupa tanah pertanian milik Almarhum Khambari bin Darmo yang terletak di Desa Bumirejo, Kecamatan Margorejo, Pati. Tanah milik Khambari itu kemudian dijual oleh Titus kepada PT SFI atas nama SJCS dan YAW.

Diduga, oknum Kades dan Sekdes menggunakan letter C Desa Bumirejo atas nama Rubinah Ngadirono untuk “mencaplok” letter C atas nama Kamari seluas 16.120 meter persegi yang terletak di tengah lahan pabrik PT Seijin Fashion Indonesia. (*)