Beranda blog Halaman 228

Sertijab, M. Irawan Jabat Lurah Tambakromo – Cepu

0

BLORA. – Bertempat di balai kelurahan, Jumat (15/10/2021) berlangsung serah terima jabatan (sertijab) kepala kantor Kelurahan Tambakromo Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Hadir dalam acara sertijab, Camat Cepu Drs Bambang Soegiyatno MM, Lurah lama Sumarsono SE, Lurah baru M. Irawan S.STP. Msi, Babinsa Korami 05 Cepu, Babinkamtibmas Polsek Cepu, Ketua TP PKK Kecamatan Cepu dan Bunda Paud Cepu, serta tokoh masyarakat Kelurahan Tembakromo, dan Ketua RT RW se-kelurahan.

Setelah pembacaan Surat Keputusan oleh petugas acara dilanjut dengan penanda tanganan oleh pejabat lama dan pejabat baru disaksikan Camat Cepu.

Lurah lama Sumarsono SE dalam sambutannya mengucapan terimakasih kapada semua staf kelurahan yang telah membantu dengan baik selama

bertugas di Kelurahan Tambakromo.\

“Saya manusia biasa mohon maaf apa bila ada kekurangan kekilafan sengaja maupun tidak,” ujarnya.

Sementara itu lurah baru M. Irawan menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberika Rahcmat dan Hidayah-Nya sehingga kita bisa ketumu di balai kelurahan.

Camat Cepu dalam sambutannya mengajak semua pihak untuk ikut memajukan Kabupaten Blora. “Mari kita mbangun Blora Sesarengan melalui Wilayah Kecamatan masing – masing dengan harapan Blora bisa maju, makmur dan sejahtera,” pesannya. (*).

PWRI Kelurahan Kunden – Blora Adakan Kegiatan Posbindu

0

Anggota Persatuan Wredatama Republik Indonesia ( PWRI ) sebagian besar sudah termasuk usia lanjut, karena pada saat memasuki masa pensiun minimal sudah berusia 58 tahun. Walau ada juga yang pensiun lebih muda dikarenakan mengajukan pensiun dini namun tidak banyak jumlahnya.


Namun demikian walau anggota PWRI sudah termasuk usia lanjut di beberapa hal mereka masih bisa dikatakan berani tampil sebagai contoh atau motivator untuk generasi yang lebih muda.

Sebagaimana halnya anggota PWRI kelurahan Kunden kabupaten Blora, setiap kali pertemuan selalu bekerja sama dengan bidan kelurahan selaku penanggung jawab bidang kesehatan di kelurahan mengadakan kegiatan Posbindu atau Pos Pembinaan Terpadu. Sebagaimana dijelaskan oleh ibu Tri Wahyuningsih, Amd Keb. selaku bidan kelurahan Kunden, tujuan diadakannya kegiatan Posbindu ini sebagai scraning awal untuk mengantisipasi agar jangan sampai ada penyakit tidak menular yang diderita oleh masyarakat dan terlambat diketahui.

Adapun kegiatannya antara lain memberikan pelayanan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, check tekanan darah, chek kandungan lemak perut dan lemak dalam tubuh.Juga ada pelayanan Check Laborat sederhana meliputi chek kolesterol, gula darah dan Asam Urat.


Pelayanan check tekanan darah, kandungan lemak perut dan lemak dalam tubuh serta pengukuran tinggi badan dan penimbangan berat badan dilayani dengan Cuma Cuma alias gratis, sedangkan untuk check laborat sederhana dikenakan biaya sebesar Rp. 22.000 untuk check Kolesterol, Rp. 10.000,- untuk check Asam Urat dan Rp. 7.500,- untuk Check Gula Darah kalau yang mengikuti check ketiga tigany dikenakan biaya hanya Rp. 35.000,- Biaya tersebut digunakan untuk pengadaan kembali peralatan yang diperlukan.


Walaupun harus mengeluarkan biaya namun hal ini tidak menjadi halangan bagi para anggota PWRI kelurahan Kunden, dengan dibuktikan banyaknya yang mengikuti check kesehatan tersebut. Hal ini sebagai bukti bahwa kaum lanjut usia masih juga semangat untuk tetap menjaga kesehatan diri dan kesehatan lingkungan.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah kelurahan sebagaimana yang diharapkan oleh Umiyati, S.H. selaku kepala kelurahan Kunden agar dalam pelayanan Posbindu bisa secara aktif dan apabila perlu dengan sistem jemput bola.


Semoga para lanjut usia diseluruh pelosok negara khususnya di kabupaten Blora masih semangat untuk memberikan contoh kepada masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan badan. (*)

Waspada di Masa Pandemi, Wredanada Mustika Ajak Anggota PWRI Blora Bernyanyi

0

Di tepi jalan si miskin menjerit,
Hidup meminta dan menerima,
Si kaya tertawa berpesta pora,
Hidup menumpang di kecurangan.
Sadarlah kau cara hidupmu,
Yang hanya menelan korban yang lain,
Bintang jatuh hari Kiamat,
Pengadilan yang penghabisan.


LAGU berjudul “Hari Kiamat” itu, Kamis (14/10/2021) terdengar menggema dari dalam Gedung PWRI Blora di Jl. Sudarman, Blora Kota. Lagu yang populer di era 70-an itu bukan dibawakan oleh penyanyi aslinya, Hengky (Black Brothers) melainkan oleh para pensiunan yang tergabung dalam wadah Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Blora.
Ketua PWRI Blora, Bambang Sulistya menjelaskan, pada hari itu digelar rapat dengan agenda utama konsolidasi.


“Selain penyampaian hasil rapat koordinasi PWRI eks Karesiden Pati Raya di Rembang dan Resepsi Hari Ulang tahun ke-59 PWRI Tingkat Jateng di Sragen, juga disampaikan motivasi kehidupan,” ujarnya.


Untuk penghiburan diri, lanjut Bambang di akhir acara diisi dengan hiburan musik solo orgen Wredanada Mustika (WM) yang dikoordinir oleh Winarno, mantan kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Blora.


Di masa pandemi Covid-19 saat ini menurut Bambang, ternyata masih dibutuhkan sikap kewaspadaan, ke hati-hatian dan semangat untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin.


Disamping itu, upaya untuk meningkatkan imunitas diri tetap dilestarikan baik melaluhi olah raga, menjaga asupan makanan bergizi dan seimbang, membiasakan berpikir positif, maupun dalam pengendalian emosi serta upaya meningkatkan kualitas ibadah utamanya ibadah sosial.
Ada dua buah lagu yang dinyanyikan bersama-sama, yaitu lagu Tanah Airku karya Ibu Soed dan lagu Hari Kiamat yang dinyanyikan Black Brothers.


“Itu lagu kenangan yang sangat populer menduduki tangga lagu lagu diblantika musik Indonesia sekitar tahun 1970-1980,” ujarnya, di Blora, Jumat (15/10/2021).


Dikatakan mantan Sekda Blora itu, kedua lagu itu sengaja dipilih untuk dinyanyikan bersama para peserta rapat dengan motivasi dan harapan untuk membangkitkan kembali semangat Nasionalisme sehingga di saat sulit dan prihatin seperti saat ini kita tetap kokoh dan mantab rasa kebangsaan kita.


Seperti sepenggal Syair dalam Lagu Tanah Airku “Tanah air Ku tidak kulupakan, Kan Terkenang selama hidupku, Biarpun saya pergi jauh, Tidakkan hilang dari kalbu.Tanah ku yang kucintai,Engkau kuhargahi”


Demikian pula lagu Hari Kiamat untuk dinyanyikan sebagai upaya untuk untuk bahan instropeksi diri dan peningkatan kepekaan sosial.


Seperti terungkap dalam syair lagu Hari Kiamat, Di tepi jalan si miskin menjerit, Hidup meminta dan menerima, Si kaya tertawa berpesta pora, Hidup menumpang di kecurangan. Sadarlah kau cara hidupmu, Yang hanya menelan korban yang lain, Bintang jatuh hari Kiamat, Pengadilan yang penghabisan.


Dalam acara penghiburan diri lagu-lagu yang dinyanyanyikan terbatas hanya pada lagu nostalgia dan campusari dengan irama pop dan keroncong.


“Ternyata kegiatan tersebut mampu menyegarkan badan dan nurani, semua kepenatan, beban hidup dan pikiran yang ruwet terasa bisa terurai lepas menjadi sebuah hiburan diri yang tak ternilai, menggembirakan dan membahagiakan,” ungkapnya.


Dirinya berharap, mudah-mudahan langkah itu akan berkontribusi positif untuk meningkatkan imunitas diri dari para peserta rapat dan juga mampu menumbuhkan suasana kekeluargaan, persaudaraan serta setya kawan di masa pandemi.


“Penghiburan diri merupakan sebuah jawaban dan promosi yang merupakan salah satu manfaat kita bergabung untuk ikut organasisasi PWRI karena saat ini stesel keanggotaan aktif,” kata dia.
Menurutnya, selama ini selalu muncul pertanyaan setiap ASN mau memasuki masa pensiun ditawari masuk organisasi PWRI .


“Apa manfaatnya ikut PWRI. Untuk mengantisipasi hal tersebut saya akhirnya memaknai pengertian PWRI sebagai sebuah akronim yang memiliki manfaat,” jelasnya.
Yang dimaksudkan adalah (P) Penghiburan diri, (W) Waras atau Wasis artinya masuk jadi anggota PWRI tambah sehat dan pintar. (R)Relasi atau rejeki maksudnya kiprah di PWRI banyak teman dan rejeki.
“Kemudian, (I) Iman, artinya ikut PWRI harapan imannya meningkat karena setiap rapat rutin bulanan selalu saya hadirkan nara sumber untuk memberikan pencerahan,” tuturnya.
Dirinya berharap semoga Munas PWRI yang akan berlangsung di Jakarta tanggal 20- 22 Oktober 2021 selain dapat memilih Ketua Umum yang baru juga dapat menghasilkan ketetapan keanggotaan PWRI dari aktif ke pasif. (*).

Mulutmu Bisa Menjadi Sumber Penyakit

0

Dulu ada ungkapan, “Mulutmu Harimaumu”. Mulut yang tidak terjaga sangat berbahaya, bahkan bisa menjadi sumber penyakit kalau sering melakukan “5B”.


Akronim 5B yang dapat menimbulkan penyakit dalam kehidupan di masa pandemi Covid-19 adalah pertama, (B) Banyak Makan. Secara medis, terlalu banyak makan bisa menimbulkan kelebihan berat badan (obesitas) dan lemak dalam tubuh, bisa menimbulkan risiko terkena penyakit jantung, diabetes dan stroke.


Dari sisi medis, banyak makan bisa mengganggu fungsi otak, khususnya untuk kasta Keren (Kelompok Rentan) bisa menurunkan daya ingat dan menjadi pikun.


Sementara dari aspek psikologis dan moral, banyak makan terutama makan jatah bantuan sosial untuk kaum duafa atau wong cilik terdampak musibah pandemi virus corona bisa menimbulkan penyakit kebutaan hati dan keresahan di masyarakat.


Kedua, (B) Banyak Bicara. Dulu ada ungkapan tong ko-song berbunyi nyaring, terlalu banyak berbicara akan menimbulkan penyakit hati.
Apalagi yang dibicarakan tentang kekurangan orang lain, aib orang lain kesalahan orang lain dan rahasia orang lain.


Selanjutnya yang ketiga, (B) Banyak Tertawa. Dari segi medis tertawa merupakan hal positif namun jika berlebihan dapat mempengaruhi kinerja jantung.
Sementara dari segi agama, terlalu banyak tertawa sangat tidak dianjurkan karena dapat mengeraskan hati. Dan jika hati sudah keras sulit untuk menerima nasihat.
Janganlah mentertawakan orang lain karena boleh jadi orang yang ditertawakan lebih baik dari yang mentertawakan.


Sedangkan yang keempat, (B) Banyak Bertanya. Terutama bertanya tentang sesuatu yang sudah diketahui, dan menanyakan hal-hal yang tidak baik termasuk menanyakan privasi seseorang yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.


Berikutnya yang kelima, (B) Banyak Mengeluh. Suka mengeluh ternyata tidak bagus karena bisa memicu orang untuk berpikir negatif, menurunkan imunitas diri, membuat suasana hati makin memburuk, kreativitas menurun, menimbulkan stress, gangguan pencernaan, sakit kepala dan tekanan darah tinggi.


Salah satu upaya pengendalian diri sebagai ikhtiar untuk menghindarkan mulut dari berbagai penyakit adalah dengan “poso bisu” (puasa tidak berbicara).


Penulis adalah: Ketua PD Muhammadiyah Kabupaten Blora dan Sekretaris PWRI Kabupaten Blora.

Tidak Ada Sosialisasi, Aktivitas Pipanisasi di Desa Nglanjuk Resahkan Warga

0

BLORA. – Belum terjawab pertanyaan warga perihal keberadaan alat berat di area persawahan yang berada di depan balai Desa Nglanjuk, sekarang warga malah dibuat resah dengan aktivitas alat berat yang mulai membuat galian pipa dari tepian Bengawan Solo melintas di tengah persawahan warga, tepatnya di Desa Nglanjuk Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora.

Kepala Desa Nglanjuk, Wiji ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/10) lalu mengatakan pihaknya tidak tahu menahu perihal aktivitas alat berat yang berada di desanya.

“Saya tidak tahu siapa pelaksana pekerjaannya maupun sumber anggarannya,” ujar Wiji.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang pengurus BPD Nglanjuk, bahwa kegiatan yang sudah berjalan beberapa hari itu belum pernah disosialisasikan ke warga desa maupun pengurus BPD.

“Itu anggaran dari mana tidak tahu, kontraktornya siapa gak tau, karena papan proyeknya tidak ada, Mas” ujarnya.

Dari berbagai pihak yang dikonfirmasi, hingga berita ini diturunkan tidak ada kejelasan siapa penanggung jawab proyek tersebut.

Salah seorang warga bernama Ronggo yang mengaku sebagai perwakilan dari kelompok petani Tambakromo mengatakan, bahwa kegiatan tersebut merupakan proyek dari Kementerian Pertanian yang dialokasikan untuk keompok tani.

“Itu proyek pipanisasi untuk menyalurkan air dari Bengawan Solo dari Desa Nglanjuk, melewati Desa Mulyorejo menuju Embung Desa Tambak Romo,” katanya. (*)

Sertijab, Slamet Dwi Cahyono Jabat Lurah Cepu

0

BLORA. – Bertempat di aula kantor Kecamatan Cepu, Rabu (13/10/2021) berlangsung kegiatan serah terima jabatan (sertijab) Lurah Cepu, dari pejabat lama Endah Ekawati S.sos.Msi kepada pejabat yang baru, Drs Slamet Dwi Cahyono MPd.


Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Camat Cepu Drs Bambang Soegiyanto MM, Dan Ramil 05 Cepu Kapten INf Puryanto, Kapolsek Cepu AKP Agus Budiana SH, Ketua TP PKK dan Bunda Paud Kecamatan Cepu, kepala kelurahan dan kepala desa se- Kecamatan Cepu, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.


Endah Ekawati S.Sos. MSi dalam sambutannya mengucapkan terima
kasih kepada semua staf Kelurahan Cepu karena selama ini telah bekerja sama dengan baik.
“Mohon maaf apa bila ada tutur kata tingkah laku saya yang kurang berkenan. Dan jangan putus silaturahmi, mari kita saling mendoakan,” ujarnya.


Sebagai pejabat baru di Kelurahan Cepu, Slamet Dwi Cahyono menyampaikan terimakasih kepada tamu undangan yang hadir ikut menyaksikan acara sertijab Lurah Cepu.


“Saya mohon dukungang dari semua pihak. Lurah tidak bisa berbuat apa-apa tanpa dukungan staf serta masyarakat. Mudah-mudahan Kota Cepu bisa lebih baik,” paparnya.


Sementara itu Camat Cepu Drs Bambang Soegiyatno MM dalam pesannya menyampaikan ucapan selamat kepada lurah lama semoga sukses mengemban tugas di tempat baru.


“Kepada lurah yang baru agar segera beradaptasi dengan instansi terkait yang ada di Cepu,” ujarnya. (*)

DPRD Blora Komisi C Hadiri Sertijab Camat Kradenan

0

BLORA. – Bertempat di pendopo kantor kecamatan, Jumat (08/10/2021) dilaksanakan giat serah terima jabatan Camat Kradenan dari pejabat lama Sutarso, S.Sos, MSI, kepada pejabat baru Nunik Sulistiyo Herniyati, S.SOS.

Hadir dalam acara tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Irfan Agustian Iswandaru AP,M.I, Danramil 10 Kradenan Kapten Supriyanto, Kapolsek Kradenan AKP Lilik Eko S,SH.MH, Ka Dinas / UPTD tingkat Kecamatan Kradenan, kepala desa se Kecamatan Kradenan, perwakilan Toga dan Tomas Kecamatan Kradenan, PNPM Kecamatan Kradenan, dan PLKB Kecamatan Kradenan.

Acara diawali dangan diperdengarkan lagu Indonesia raya, pembacaan do’a, dan dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan, diikuti penandatanganan surat keputusan oleh pejabat lama dan baru.

Pejabat lama Sutarso S.Sos,MSI dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada semua staf kantor Kecamatan Kradenan yang telah bekerja sama dalam membangun wilayah Kecamatan Kradenan dangan baik.

“Mohon maaf apabila selama menjabat sebagai Camat pernah ada tingkah laku tutur kata yang kurang berkenan baik sengaja maupun tidak,” ucap Sutarso.

Sementara itu pejabat baru Nunik Sulistiya Herniyati S.Sos dalam sambutannya menyampaikan ucapan teramakasiih kepada semua staf Kecamatan Kradenan dan para para tamu undangan yang telah menyambut keadatangannya dengan antosias sebagai pejabat baru.

“Dan, nantinya saya mohon dukungannya kepada semua staf dan instansi terkait, sehingga dapat melanjutkan apa yang sudah diprogramkan oleh pejabat lama,” ujarnya.

“Kedepan, semoga bisa membangun wilayah Kecamatan Kradenan lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD Blora dari Komisi C, H.M.Warsit, Spd.SH,MM menyoroti dana CSR dan anggaran APBD

Kecamatan Kradenan yang medapatkan lima belas milyar untuk pembangunan jalan.

“Semoga jalan yang berada di Kradenan bisa Cor semua sehingga kedepan bisa menjadi ramai kerena jalan sudah baik,” ujar Warsit. (*).

Sertijab Dihadiri Istri Bupati Blora, Sutarso Jabat Camat Randublatung

0

BLORA.-

Bertempat di pendopo kecamatan, Kamis (07/10/21) dilaksanakan serah terima jabatan Camat Randublatung Kabupaten Blora.

Hadir dalam kegiatan tersebut, istri Bupati Blora, Ibu Ainia Salichah Arief Rohman selaku ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Irfan Agustian Iswandaru AP,M.SI, camat lama Budiman S.STP.MTP.MM, camat baru Sutarso S.Sos MSI, Danramil 09 Randublatung Kapten Chb Sudiyono beserta istri, Kapolsek Randublatung AKP Wismo beserta istri, Adm Perhutani Randublatung Dewanto, Kepala Dinas / UPT Tingkat Kecamatan Randublatung, Ketua MWC NU Mahmud Salim S,AG, Ketua PCM Muhammadiyah Siddiq Zein S,AGAG, kepala desa se Kecamatan Randublatung, Ketua PWRI Randublatung, Ketua IGTK Randublarung, Perwakilan Kepala SMP dan SMA se-Randublatung,TP PKK se-Kecamatan Randublatung, Perwakilan Tomas dan Toga se- Kecamatan Randublatung.

Pembukaan acara dibuka dengan pentas penyanyi anak difabel, Adik Noviana, putri dari pasangan Bapak Slamet dan Ibu Partini dari Desa Temulus Kecamatan Randublatung.

Berikutnya ada penyerahan bantuan kepada anak disabilitas dan kaum duafa sekitar wilayah Randublatung.

Memasuki acara inti, diperdengarkan Lagu Indonesia Raya dan Mars PKK. Sementara acara do’a dibacakan oleh Kepala KUA Randublatung Mujayin S,AG.

Setelah itu dibacakan Surat Keputusan Bupati Blora yang diikuti penanda-tanganan surat keputusan oleh pejabat lama dan pejabat baru.

Camat lama, Budiman S.STP.MM dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

“Juga terima kasih kepada seluruh karyawn-karyawati Kecamatan Randublatung serta semua kepala desa se-Kecamatan Randublatung atas kerja samanya, kekompakan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban dalam membangun Wilayah Kecamatan Randublatung. Dan, mohon maaf apabila selama bertugas sebagai Camat Randublatung pernah ada tingkah laku ataupun tutur kata yang menyinggung perasaan baik disengaja atau tidak. Dengan kata akhir, jauh di mata dekat di hati,” ujarnya.

Sementara itu camat baru Sutarso S.SOS,MSI mengatakan mohon ijin kepada seluruh jajaran Pemerintah Kecamatan Randublatung untuk bergabung dan bersama membangun wilayah Randublatung.

“Sekaligus kita lanjutkan dan kita tingkatkan program yang sudah direncanakan sebelumnya,” ucapnya.

Kepala Desa Bekutuk selaku ketua paguyuban Kades se-Kecamatan Randublatung menyampaikan ucapan selamat jalan kepada pejabat lama, semoga sukses di tempat tugas yang baru. “Dan dengan kepindahan tugas tidak memutus tali silaturahmi,” ujarnya.

“Kepada pejabat yang baru diharapkan betah bertugas di Randublatung dan mampu membawa wilayah ini menjadi lebih baik dan maju dalam segala sektor,” imbuhnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Irfan AgusAgustian AP,MSI menyapaikan ucapan selamat kepada pejabat yang baru dan lama, agar segera menyusuaikan diri di tempat yang baru.

Irfan menambahkan, agar camat baru bisa menjalin kerjasama dan saling bersinergi yang baik dengan jajaran pemerintahan dari pusat hingga kebawah.

“Semoga semakin sukses di tempat tugas masing-masing,” tandasnya.

Acara dilanjutkan sambutan istri bupati selaku Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Blora.

Dalam tatanan birokrasi pemerintahan ujar istri bupati, mutasi merupakan hal yang biasa karena itu jangan dipolitisir atau disalah-artikan.

“Mutasi ini dilakukan dalam rangka penyegaran kerja bagi pegawai. Peran camat sangatlah penting disamping menyelenggarakan urusan pemerintahan umum, camat bertugas mengombinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat, menyelenggarakan ketentraman dan ketertiban umum, serta tugas-tugas lain yang melekat berdasarkan peraturan perundang undangan yang berlaku,” pesannya.

Istri bupoati juga mengucapkan terima kasih kepada Camat lama atas jasa-jasa dan baktinya selama ini dalam membangun Kecamatan Randublatung. Sedangkan untuk Camat yang baru semoga kedepannya dapat bekerja dengan arif dan iklas.

“Dengan adanya penyegaran ini, kinerja Pemerintah Daerah akan

lebih baik lagi kedepannya, agar Camat dapat berperan mendorong pencapaian visi dan misi Bupati dan wakil Bupati serta dapat melaksanakan tugas dengan jujur dan iklas,” pungkasnya. (*).

PPKM Bukan Peningkatan Wabah Corona

0

BLORA. –

Pemerintah mengumumkan perpanjangan PPKM Darurat dari 5 Oktober hingga 18 Oktober 2021. Kemendagri pun mengeluarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 47 tahun 2021 tentang PPKM Level 4 hingga 1. Dan, berdasarkan Imendagri tersebut status Kabupaten Blora kembali naik dari 2 menjadi Level 3.


Tidak saja menjadi perbincangan, kabar tersebut sudah menimbulkan keresahan baru di kalangan pelaku usaha informal yang saat ini baru mulai menggeliat.


Mengetahui predikat Blora masuk level 3 lagi, ada kesan bahwa Virus Corona kembali merajalela dan memunculkan kebijakan yang akan membatasi aktivitas usaha.


Tetapi menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blora, bahwa parameter penentuan level PPKM saat ini berbeda dari ketentuan sebelumnya.


Dulu, orientasi PPKM berkaitan dengan ketentuan yang dipersyaratkan oleh World Health Organanization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia yang menyangkut 6 kriteria, meliputi Testing, Tracing, Treatmen, kasus terpapar Covid-19, Rawat Inap dan Kematian.


Sebenarnya jika mengacu kreteria WHO, saat ini Kabupaten Blora saat ini berada pada level satu. Namun karena yang dijadikan kriteria saat ini adalah pencapaian target vaksinasi maka Blora naik level, dari Level 2 ke Level 3.


Seperti dalam ketentuan daerah yang masuk level 2 PPKM, syaratnya Vaksinasi per hari harus mencapai 11.000 dosis. Sementara Blora hanya mampu sekitar 6.000 dosis vaksin karena disesuaikan dengan ketersedian vaksin yang ada di Kabupaten Blora.


Padahal total target vaksi-nasi di Blora adalah 715.441 dosis dengan sasaran remaja, umum, tenaga kesehatan, publik, lanjut usia dan ibu hamil.


Berbagai upaya sudah dan akan ditempuh Pemkab Blora untuk menurunkan ke level 2 sampai level 1. Pertama, Memohon kepada Menteri Kesehatan dan Propinsi untuk dapat tambahan dosis vaksin.


Kedua, membentuk tim Vaksinator di 295 desa/kelurahan melibatkan Kepolisian, TNI dan Desa/Kelurahan.


Ketiga, pendekatan khusus kepada anggota DPR-RI Komisi IX, pada Juli telah membantu vaksin 14.000 dosis dan awal September 2021, 26.000 dosis.


Yang perlu dipahami sekali lagi, level dalam PPKM bukan lagi mencerminkan mewabahnya kembali Virus Corona namun belum tercapainya target vaksinasi.
Semoga virus corona segera sayonara dari bumi Nusantara.

——————
Penulis adalah: Ketua PWRI Kabupaten Blora, yang juga mantan Sekda Kabupaten. Blora.

Pembahasan Listrik di Dusun Bacem-Turi Diwarnai Ketegangan

BOJONEGORO.-
Rapat pembahasan terkait pemasangan listrik baru di Dusun Bacem, Desa Turi, Kec Tambakrejo, Bojonegoro, Selasa (5/10) lalu sempat diwarnai ketegangan.


Warga kecewa kepada pihak rekanan selaku pelaksana karena sejak Tahun 2018 telah membayar uang muka kepada pihak panitia untuk pemasangan listrik baru di dusun mereka, namun hingga saat ini listrik belum juga menyala.


Selain itu warga mengaku keberatan jika dipaksa memasang listrik dengan kapasitas voltase 1300 VA. Karena untuk kebutuhan warga dua dusun yang mayoritas keluarga miskin itu, dengan listrik kapasitas Voltase 900 VA saja sudah berlebihan.


Salah seorang warga berinisial (P) selaku perwakilan dari warga Dusun Bacem, kepada wartawan menceritakan bahwa pada sekitar Tahun 2018 pihak warga sudah membayar uang muka sebesar Rp 1.100.000 untuk cicilan pertama pembayaran pemasangan listrik tersebut.


“Dulu sekitar tahun 2018 kami sudah membayar 1.100.000 untuk pembayaran cicilan awal, yang mana kesepakatan pembayaran dilunasi sebanyak 3 kali angsuran,” ucap warga yang enggan dipublikasi namanya.


Kondisi hingga sekarang, listrik belum juga terealisasi dan warga diminta bayar 1 juta lagi untuk angsuran tahap ke 2, jika dijumlah total pembayaran yang harus dikeluarkan dan dilunasi oleh warga kepada pihak panitia adalah sebesar Rp 3.100.000.


“Kami sangat kecewa karena terlalu lama belum ada realisasi, dan saya berharap agar pihak PLN secara langsung segera merespon keluhan warga,” tegasnya.


Hadir dalam rapat tersebut diantaranya Kepala Desa Turi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pihak rekanan, pihak panitia, dan beberapa warga Dusun Bacem serta Dusun Sukosewu.


Riyadi, Kades Turi dalam sambutannya menyampaikan bahwa dirinya menjamin terkait voltase listrik 1300 VA bisa diturunkan dengan syarat menyala selama 6 bulan baru bisa diturunkan dengan gratis.


Dan, jika daya listrik tidak bisa diturunkan maka dirinya siap membantu dan atau memfasilitasi warga Dusun Bacem dan Sukosewu untuk penurunan daya listrik.


“Setelah listrik menyala selama 6 bulan, maka voltase 1300 VA baru bisa diturunkan secara gratis,” ucap Kades.


Begitupun M. Riyanto selaku perwakilan pihak rekanan PLN (vendor) menyatakan bahwa alasan keterlambatan pemasangan listrik di dusun ter-sebut dikarenakan dampak dari Pandemi Covid-19.


“Memang selama ini listrik di dusun ini belum dapat menyala karena dampak Pandemi Covid-19”, ucap Riyanto.


Hingga rapat ditutup, beberapa orang warga masih tampak kecewa kepada pihak rekanan, dan tidak puas atas hasil rapat terse-but. (*)