Beranda blog Halaman 200

Paguyuban MAOS Blora Siap Membumikan Pancasila

0

BLORA.-

Paguyuban MAOS (Manut Obahe Sikil) yang bisa diartikan mengikuti geraknya kaki, Kamis (2/6) lalu menyelenggarakan kegiatan resepsi Ulang Tahun ke-14. Ibarat peribahasa, sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, kegiatan dengan banyak agenda itu dihelat di ruang pertemuan Rumah Makan Nirwana, Jepon, Kabupaten Blora.

Selain kegiatan utama berupa resepsi ulang tahun, pada kesempatan itu juga diadakan kegiatan penyerahan bantuan dana dari paguyuban MAOS ke Yayasan Darul Hadlonah Desa Sukorame Blora dan Aisyiah Putri PDM Blora.

Usai menyimak tausiah halalbihalal yang disampaikan KH. Suwandi, pengurus dan anggota MAOS tampak terbuai menikmati suasana syahdu dan damai dalam syair lagu “Tuhan” yang dibawakan oleh Tomy Suyitno yang memiliki suara emas mirip suara penyanyi Tomy J. Pissa.

Sebagai upaya membumikan Pancasila pada anggota MAOS, seluruh peserta yang hadir diajak mengucapkan Pancasila tanpa membaca teks.

Paguyuban MAOS yang dipimpin oleh H. Soepandi memiliki anggota 106 orang dengan latar belakang profesi, tempat tinggal, status sosial, agama maupun umur yang sangat beragam.

Melihat kondisi tersebut Paguyuban MAOS bak miniatur NKRI-nya Blora. Berbagai figur yang cukup dikenal di Kota Blora seperti H. Mukino, H. Harsono, H. Suwandi dan Suprapto ikut bergabung di paguyuban MAOS.

Soepandi dalam sambutannya mengatakan, ada 7 (tujuh) kegiatan yang telah diprogramkan di MAOS diantaranya kegiatan joging atau jalan kaki, lari-lari kecil di Alon-alon Kota Blora sekaligus Alon-alon menjadi kantornya MAOS.

“Kemudian gowes atau sepeda santai, senam kebugaran tubuh, kegiatan anjang sana menengok orang sedang sakit,” jelas Soepandi.

Berikutnya, wisata mandiri, bakti sosial memberikan bantuan orang sedang mendapatkan musibah termasuk menyalurkan bantuan sembako kepada kaum duafa pada saat pandemi Covid-19 dan memberikan bantuan air bersih saat musim kemarau.

Terakhir kegiatan mengaji Al-Qur’an bersama Majelis Ar Rohman yang diketuai H Umartono, mantan Asisten 2 Setda Blora yang berlangsung di tempatnya H.Mukino.

Kemudian di MAOS ada tiga sesanti yang dijadikan yel yel membangun semangat bagi para anggota.

“Pertama, kalau mau sehat ikut MAOS. Kedua, kalau mau sejahtera ikut MAOS, dan ketiga kalau mau masuk surga ikut MAOS,” ungkapnya.

Selanjutnya dalam membangun rasa kekeluargaan, kerukunan dan keguyuban setiap anggota yang berulang tahun selalu dimeriahkan dengan acara makan bersama sama para anggota, menu makanan ala empat sehat lima sempurna secara gratis yang didukung oleh para peserta yang berkemampuan.

Kegiatannya diselenggarakan di Alon-alon Blora. Demikian pula bila ada anggota yang sedang sakit secara kompak dijenguk untuk memberikan doa dan spirit agar segera sembuh.

“Khusus untuk kegiatan hari ulang tahun ke-14 MAOS bisa terselenggara berkat partisipasi aktif dari para sponsor dan para anggota secara suka rela sesuai dengan kemampuan dan keiklasan dari yang bersangkutan,” imbuhnya.

Mengingat sudah dua tahun ini akibat pandemi Covid-19 intensitas kegiatan wisata berkurang, maka seiring suasana gangguan Virus Corona sudah mulai mereda MAOS akan segera mengagendakan kembali dan membangkitkan semangat berwisata mandiri.

Menurut catatan H. Soepadi para anggota Maos sudah berangkat ke pulau Dewata dua kali, obyek-obyek wisata di Jateng dan Jatim hampir semua sudah dikunjungi.

Sementara H. Bambang Sulistya selaku pembina MAOS menyampaikan pesan dan spirit kepada para pengurus dan para anggota.

Pertama untuk menindaklanjuti anjuran bapak Presiden Joko Widodo saat memperingati Hari Lahir Pancasila 2022 di Ende NTT yang meminta agar seluruh bangsa Indonesia dapat membumikan nilai nilai luhur yang terkandung dalam Pancasila dikehidupan sehari hari.

“Maka saya meminta kepada ketua Paguyuban MAOS untuk tampil lagi mengucapkan kelima Sila dalam Pancasila tanpa membaca teks yang ditirukan oleh seluruh peserta yang hadir,” paparnya.

Suasana pertemuan makin dinamis dan antusias kembali diingatkan masa lalu saat mengikuti setiap upacara resmi. Kemudian selesai pengucapan Pancasila.

“Saya memohon kepada seluruh peserta mulai saat ini jangan pernah malu dan takut mengucapkan kata Pancasila dalam setiap pertemuan dimanapun kita berada,” tuturnya.

Hal itu, karena Pancasila telah terbukti menjadi perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa.Bahkan Pancasila juga menjadi pedoman kehidupan dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kedua, memberikan apresiasi positif atas segala aktivitas, kegiatan dan kiprah yang telah dilakukan oleh pengurus dan para anggota untuk meningkat kualitas diri sumber daya manusia dan peduli serta berbagi kepada saudara kita yang belum beruntung.

“Berkenaan dengan hal tersebut mohon kepada bapak ketua paguyuban dan bapak Harsono untuk bisa membangun sinergi sesarengan mbangun Blora dengan bapak Bupati agar Paguyuban MAOS kedepan makin eksis dalam memberi kontribusi positif kepada masyarakat,” lanjutnya.

Mantan Sekda Blora itu sangat berharap semoga pada saat ulang tahun MAOS tahun 2023 dapat diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora.

Ketiga, jadikan MAOS sebagai sebuah akronim untuk memotivasi diri dan peningkatan kualitas diri dalam berkiprah dan bertindak di dalam keluarga dan masyarakat.

Yaitu, dengan memaknahi MAOS sebagai berikut; (M) Maju dalam berpikir, bersikap dan bertindak untuk mewujudkan kebaikan dan memberikan nilai manfaat kepada orang lain.

Jadikan ungkapan bijak “Berpikir Global bertindak lokal” sebagai inspirasi dan jimat dalam setiap kita melangkah.

Selanjutnya huruf (A) Aktif untuk selalu meningkatkan kwalitas diri dan imunitas diri serta mengimplementasikan ibadah sosial dalam kehidupan sehari-hari.

“Jadikan kegiatan silahturahmi dan berbagi kepada kaum duafa menjadi menu kebutuhan hidup,” ajaknya.

(O) Ojo dumeh yang selalu menjadi pitutur bijak kepada kita semua hendaknya bisa sebagai pepeling (pengingat) dalam pergaulan di masyarakat.

Apalagi sikap adigang, adigung, adiguna merupakan peringatan kepada siapun yang saat ini memiliki kelebihan kekuatan,kekuasaan dan kepinteran agar tidak bertidak sombong dan mlete.

Karena saat ini masih banyak anggota masyarakat yang menderita dan mudah bersumbu pendek sebagai dampak pandemi Covid-19.

Selanjutnya huruf (S) Syukurilah apa yang kita miliki, apa yang kita hadapi, apa yang kita capai peroleh dalam kehidupan di zaman Omicron ini.

Karena apapun kenyataan itu yang terbaik buat kita dan apabila kita selalu bersyukur hidup akan semakin damai,nyaman dan tidak mudah kufur.

Akhirnya perhelaan hari ulang tahun ke-14 MAOS dilanjutkan pemotongan tumpeng ulang tahun dan diakhiri tausiah halalbihalal oleh KH Suwandi yang menekan dan memotivasi agar dalam menjalani kehidupan di dunia ini kita harus saling asah, asuh dan asih terhadap sesama umat serta berlindung dan bersandar diri pada Kuasa Ilahi Tuhan Yang Maha Bijaksana.

Di paguyuban MAOS pengamalan Pancasila sudah dilaksanakan secara baik dan konsisten.

Terbukti di paguyuban MAOS para anggota dan pengurus sudah tercipta hubungan yang harmonis guyub rukun dan migunani.

Sering bersedekah/kepyur/berbagi kepada kaum duafa dan membudayakan semangat mengaji untuk mendekatkan diri kepada Sang Ilahi Gusti. (*)

Suparman, Pedagang Susu Yang Siap Maju Dalam Pemilu

0

BOJONEGORO –

Dalam demokrasi modern, sarat menjadi wakil rakyat tidak harus yang mampu secara logistik saja, melainkan panggilan jiwa untuk ikut memperjuangkan apa yang menurutnya bermanfaat bagi masyarakat. Berangkat dari situlah, Suparman seorang pedagang susu keliling bertekad maju sebagai Calon Legislatif (Caleg) pada pesta demokrasi 2024 mendatang.

Suparman (52) yang berasal dari Desa Ngaglik Kecamatan Kasiman Kabupaten Bojonegoro ini bergabung dengan Partai NasDem sudah lumayan lama, pria sarat pengalaman ini yakin dirinya mendapatkan dukungan yang signifikan khususnya dari warga Desa Ngaglik dimana dia tinggal. “Saya maju atas dorongan warga yang menginginkan perubahan mas,” ungkap Gus Man, sapaan akrab Suparman kepada korandiva.co

Lanjut Gus Man, dengan berbekal dukungan itulah saya bertekad maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 nanti. Saya akan berusaha sekuat tenaga tapi tetap mengedepankan rasionalitas mas,” ungkapnya dengan sedikit berkelakar.

Berangkat lewat Dapil (Daerah Pemilihan) V memang tidak mudah, karena para caleg petahana yang sampai saat ini duduk di kursi dewan masih akan bertarung kembali, sesuai dengan hasil Pileg 2019 yang lalu, PKB keluar sebagai jawaranya Dapil V dengan 3 kursi, disusul Gerindra 2 kursi dan partai lainya masing-masing 1 kursi. Dengan 8 kecamatan yang ada, memang tidak mudah, tapi segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Dengan berjualan susu keliling seperti ini, saya semakin tahu apa keinginan warga pada para wakilnya di kursi dewan,” ujar Gus Man sambil menunjukan sebuah catatan yang ditulis rapi berupa masukan-masukan warga yang sudah ditemuinya. Saya tidak mengiming-imingi mereka dengan janji yang muluk-muluk tapi saya sampaikan dan berikan jaminan sebuah kerja keras untuk memajukan perekonomianya.

Dengan bernaung di Partai NasDem, Suparman merasa apa yang diperolehnya sudah cukup sebagai bekal nya besuk. Partai yang mengusung jargon besarnya Politik Tanpa Mahar itu tentu akan mengakomodir keinginanya dalam memperjuangkan masyarakat Dapil V melalui kontestasi politik 2024.

” Saya yakin selalu ada jalan buat niat baik saya ini mas,” begitu ungkapnya sambil memperlihatkan foto-foto saat berinteraksi dengan warga pada korandiva.co

Politik memang terkadang menggelitik, tapi jangan sampai kita malah terjerumus apalagi tercekik. Berlaku bijaklah, karena adagium politik mensiratkan sebuah kepentingan bukan kebersamaan semata. (*)

Proyek Hippam Di Payaman Ngraho Mangkrak

0

BOJONEGORO –

Proyek pengadaan sarana dan prasarana air bersih pedesaan HIPPAM yang terpusat di Desa Payaman Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro terlihat mangkrak dan hanya menyisakan pemandangan onggokan besi penuh karat.

Saat korandiva.co melakukan penelusuran di lapangan, Selasa 12/05/22 instalasi HIPPAM yang ada sudah tidak beraktifitas karena yang terlihat hanya rumput ilalang yang menjulang tinggi pertanda tempat itu tidak pernah ada yang merawat, dimana sekitar lokasi bangunan tersebut sudah tertutupi dedaunan kering. Selain itu terdapat gardu listrik yang aliran listriknya untuk pompa instalasi hippam sudah diputus PLN.

Untuk mengetahui lebih jauh, korandiva.co menemui salah satu warga Desa Payaman sebut saja Maidi (nama samaran), dia bercerita bahwa sejak dibangun instalasi Hippam pada tahun 2020 lalu hingga kini belum pernah difungsikan sama sekali, padahal sesuai yang disampaikan dan saya dengar sendiri, Hippam di Desa Payaman tersebut rencana akan dialirkan ke sembilan desa yang ada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Ngraho meliputi Desa Payaman, Bancer dan Klempun dan Kecamatan Tambakrejo yang meliputi Desa Pengkol, Gading, Tanjung, Jawik, Bakalan dan Gamongan.

Untuk memastikan keberadaanya, korandiva.co menyisir sampai ke Desa Gading Kecamatan Tambakrejo, dan menemukan pipa saluran air terputus tepatnya di jembatan Gading. Menurut salah satu warga yang saat itu berada di dekat jembatan, bahwa pipa diputus saat ada pembangunan jembatan sekitar tahun 2021 dan tidak dikembalikan lagi.

Saat korandiva.co mengkonfirmasi hal tersebut pada salah satu staff Dinas PU Cipta Karya Bojonegoro, Dia mengatakan masih rapat dan hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban dan keterangan apapun dari yang bersangkutan. (*)

Memantik Kegaduhan, Akhirnya Salinan LHP BPK “Dibagikan” Oleh Setwan Pada Pimpinan dan Anggota DPRD Bojonegoro

0

BOJONEGORO –

Setelah beberapa hari kita disuguhi drama picisan berjudul “Sulitnya Mengintip Rupiah Daerah” dan juga

memantik reaksi keras fraksi-fraksi di DPRD Bojonegoro, akhirnya salinan Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK) atas LKPD Bojonegoro tahun 2021 dibagikan kepada Pimpinan dan Ketua Fraksi.

Salah seorang anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sigit Kushariyanto, S.E, M.M menyampaikan bahwa Sekretariat DPRD akhirnya membagikan salinan LHP BPK atas LKPD berdasar disposisi dari Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar.

“Benar kita sudah terima LHP BPK dari Setwan, untuk anggota nanti kita beri salinannya,” kata Sigit kepada korandiva.co melalui pesan singkat WhatsApp.
Sigir menambahkan, setelah menerima salinanya akan langsung mempelajari isi LHP BPK tersebut terutama terkait dengan rekomendasi dari BPK RI sebagai bagian dari pembahasan Laporan Pertanggung Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2021, sesuai dengan tugas dan wewenang Banggar.

Karena menurutnya, salah satu tugas dan wewenang Banggar adalah Memberikan saran dan pendapat kepada Bupati dalam mempersiapkan Raperda tentang perubahan APBD dan Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD,” ujar Sigit.

Perlu diketahui, pertanggung jawaban pelaksanaan APBD menjadi kewajiban dari kepala daerah kepada DPRD, dengan menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD dengan melampirkan laporan keuangan yang telah diperiksa oleh BPK, sesuai dengan UU No 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. (*)

TEMAN, Tetap Firman

0

BLORA.-

Di sela-sela kunjungan kerjanya di Kabupaten Blora, Rabu (01/06/2022), Anggota DPR RI Komisi IV dari Fraksi Golkar, Firman Subagyo, S.E , M.H menyempatkan diri untuk bertemu dengan Relawan Firman Subagyo Kabupaten Blora di Kecamatan Kunduran, Blora.

Firman Subagyo yang juga menjabat Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar dalam kesempatan itu mengajak seluruh Relawan yang ada di Kabupaten Blora untuk tetap solid.

“Relawan Blora harus tetap solid,” ujar politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR-RI selama tiga periode itu.

Pertemuan yang mengambil tema “TEMAN” yang merupakan singkatan dari, Tetap Firman itu digelar di salah satu area kawasan hutan yang ada di Desa Sendangwates pada hari itu dikemas dengan sangat sederhana.

Salah seorang koordinator Relawan Firman Subagyo di Kabupaten Blora, Yusuf Nurbaidi mengatakan bahwa pertemuan seperti itu sudah cukup lama dinantikan oleh para Relawan.

“Sudah lama relawan Blora ingin bertemu beliau, tetapi karena kesibukan maka hari ini baru bisa diadakan pertemuan seperti ini,” ujar pria yang akrab disapa Mbah Yus itu.

Pertemuan dengan para Relawan yang diwarnai kegiatan bakar jagung bersama itu berlangsung dengan suasana penuh keakraban. Tidak ada sekat antara Firman dan para Relawan.

Sebagai kader dan politisi senior di Partai Golkar, Firman Subagyo menjelaskan bahwa sebenarnya sudah cukup lama ingin Turba untuk bertemu dengan konstituen. “Dan, baru sekarang bisa menyempatkan diri hadir,” tandasnya. (*)

Tumbuhkan Minat Baca, SDN Sumbang 1 Sambangi Perpusda Bojonegoro

0

BOJONEGORO –

Ditengah gencarnya peradaban modern yang menggerus kearifan budaya lokal, harus ada usaha nyata yang berkesinambungan guna memproteksi tunas-tunas bangsa dari pengaruh negatifnya. Hal itu tidak bisa ditawar lagi, melihat fenomena yang ada selama ini, bahwa generasi sekarang tingkat ketergantungannya terhadap gadget semakin mengkawatirkan.

” Peradaban modern itu keniscayaan yang tidak bisa dibendung apalagi ditolak, menjadi tugas kita bersama dalam hal mengedukasi mereka tentang pengaruh modernisasi pada sisi negatif dan positifnya,” ungkap Winarti salah seorang guru pendamping yang hari ini bersama 77 murid kelas 6 sambangi Perpustakaan daerah yang berada di Jalan Patimura Bojonegoro, Kamis 02/06/22.

Lanjut Winarti, ditengah kemajuan zaman, budaya baca pada anak semakin menurun. Hal itulah yang menjadikan pertimbangan SDN 1 Sumbang Bojonegoro memilih sambangi perpusda,” ujar perempuan paruh baya yang masih terlihat anggun diusianya yang sudah tidak muda lagi itu. Harus ada usaha yang terus-menerus untuk menumbuhkan minat baca pada anak didik. Karena dari membaca itulah cakrawala dunia terbuka lebar. Dan saya lihat koleksi buku di perpusda ini sudah cukup beragam dan sesuai dengan kebutuhan siswa,” ungkapnya.

Kekawatiran akan pengaruh gadget pada anak tidak boleh hanya diratapi, tapi harus dicarikan jalan keluarnya. Tidak hanya melarangnya, tetapi memberitahukan cara menggunakannya, itu lebih pas, kata seorang petugas perpusda yang saat itu sedang mendata buku-buku yang tertata rapi di masing-masing rak dengan klasifikasi berbeda.

Menurut Asyifa, siswa kelas 6 SDN Sumbang 1 Bojonegoro yang saat itu mengikuti sambang perpusda,” saya senang hari ini buguru ajak saya dan kawan-kawan berkunjung disini, koleksi bukunya banyak, jadi saya bisa memilih sesuai yang saya butuhkan,” ungkap bocah 12 tahun yang terlihat riang gembira siang itu.

” Saya akan usulkan pada kelapa sekolah, agar agenda seperti ini bisa terus berlanjut, bisa mingguan atau bulanan. Dari situ nanti kita lihat bagaimana input yang kita peroleh mengenai minat baca siswa itu sendiri,” pungkas Winarti. (*)

Reses ke Blora, Firman Subagyo Gelar Bimtek Manajemen Peternak dan Kesehatan Hewan

0

BLORA.-

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar H. Firman Soebagyo yang juga anggota DPR RI Komisi IV, Rabu (1/6/2022) melakukan Reses ke Blora dalam rangka Bimbingan Teknis Menejemen Peternak dan Kesehatan Hewan yang di gelar di Hotel Ahmadinah lantai III Blora, Jawa Tengah.

”Isu globalisasi ekonomi tidak hanya menjadi tantangan tapi juga peluang bila kita mampu berkompetisi, jika kita mampu bersaing maka kita bisa merebut pasar-pasar lainnya. Yang perlu diwaspadai sekarang ini, berternak bukan milik negara-negara tertentu seperti Indonesia. Di Timur Tengah sudah ada peternak, sehingga Blora tidak boleh tertinggal,” ungkapnya.

”Kita minimal mampu memenuhi kebutuhan nasional kita, untuk mensuplai kebutuhan daging di Indonesia adalah Jakarta, baru ada di Sumatera kemudian provinsi lainya,” tambahnya.

Saat ditemui awak media, Firman Subagyo mengatakan akan melakukan komitmen dengan Pemkab Blora untuk melakukan bimbingan teknis atau bimtek peternak dan kesehatan ternak yang sekarang ini juga lagi ngetren penyakit mulut dan kaki atau PMK. Komitmen dimaksud merupakan upaya memenuhi kebutuhan pangan asal ternak, terutama di Jakarta sebagai kebutuhan daging terbesar nasional.

“Ini menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan semua, karena Blora menjadi penyangga kebutuhan daging ternak nasional,” ucap Firman. (*)

Membahayakan Pengguna Jalan, Warga Desa Gembong Gotong Royong Perbaiki Jalan dan Jembatan

0

PATI.-

Warga Dukuh Bunton RT.04/RW.01, Desa Gembong Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Rabu (01/06/2022) bergotong royong memperbaiki jalan rusak. Warga terpaksa mengumpulkan dana secara swadaya untuk mengecor serta menambal jembatan yang notabenya berstatus jalan DPU/jalan kabupaten itu karena kondisinya mulai rapuh dan kelihatan kerangka besinya dan nyaris ambrol.

Keberadaan jembatan itu cukup vital, sebagai nadi perekonomian warga di beberapa desa. Jembatan itu merupakan jembatan penghubung antar Desa Gembong dan desa sekitar.

Salah satu warga bernama Kesno mengatakan, padatnya lalu lintas di pagi hari berbarengan dengan anak anak berangkat sekolah dan aktivitas warga yang lain tak jarang terjadi insiden pengendara motor terjatuh di jalan tersebut. Minimnya perhatian Pemerintah Kabupaten Pati, mendorong warga untuk gotong royong.

“Kami berharap agar Pemkab Pati segera mengagendakan pembangunan jembatan dan jalan di wilayah kami,” ucap Kusmanto, Ketua RT.04/RW.01.

Tampak terlibat dalam kegiatan tersebut, kepala Desa Gembong di dampingi perwakilan salah satu anggota BPD setempat.

“Saya akan laporkan kondisi jalan ini secara berjenjang ke pemerintah kecamatan untuk dilanjutkan ke Pemkab Pati supaya cepat ditindak lanjuti,” ucapnya. (*)

Masyarakatnya Guyub Rukun, Desa Plukaran – Gembong Dicanangkan sebagai Kampung Pancasila di Pati

0

PATI.-

Pancasila merupakan harga mati yang sampai kapanpun tidak boleh diganti dengan ideologi lain demi keutuhan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), karenanya desa/kelurahan didorong menjadi Kampung Pancasila untuk memperkenalkan Pancasila kepada pewaris tunas-tunas bangsa.

Kita sebagai penerus tunas bangsa harus ber-Pancasila agar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak mudah terpecah belah. Hal itu disampaikan Komandan Koramil/11 Gembong, Lettu Inf Jono dalam sambutannya pada acara pencanangan Kampung Pancasila di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati, Rabu (01/06/2022).

Danramil dalam sambutannya juga menyinggung adanya degradasi moral dan lunturnya jiwa nasionalisme di kalangan kaum milinial. Masyarakat merasa asing akan Pancasila serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya semakin jauh dari implementasi kehidupan sehari hari.

“Kewajiban kita untuk menegakkan dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila, serta menumbuhkan kembali nilai-nilai toleransi beragama dan semangat gotong royong,” harapnya.

“Semangat kebangsaan yang terbingkai dalam Bhineka Tunggal Ika harus senantiasa dijaga bersama. Sehingga, warga dapat membentengi diri dari konflik sosial dan aksi terorisme yang merusak dan memecah belah persatuan dan kesatuan di NKRI,” tandasnya.

Lettu Inf Jono menambahkan, legiatan pecanangan kampung Pancasila dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian warga dalam rangka upaya menjaga berdiri tegaknya NKRI. Karena itu bagi kelurahan/desa yang belum mencanangkan Kampung Pancasila agar secepatnya mewujudkan, supaya anak-anak sebagai tunas tunas bangsa mengenal apa itu Pancasila, lambang negara Indonesia.

“Kita harus memberi edukasi mendampingi masyarakat yang begitu beragam karena bila tidak dibina dengan baik, jika ada oknum yang ingin memecah belah maka akan dengan mudah sekali terjadi gesekan antar warga,” tambahnya.

Acara pencanangan kampung Pancasila di Desa plukaran Kecamatan Gembong dihadiri jajaran TNI dan Polri, Muspika, tokoh lintas agama, dan tidak ketinggalan warga masyarakat Desa Plukaran.

Pada kesempatan itu, masyarakat dan para seniman karawitan karang taruna Desa Plukaran menampilkan asset budaya berupa kesenian tari gambyong untuk menghibur dan meramaikan acara.

Acara pencanangan Kampung Pancasila diawali pembukaan do’a menurut kepercayaan agama masing-masing, setelah itu keseluruhan tamu yang hadir bersamaan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Pada kesempatan yang sama, Camat Gembong Cipto Mangun Oneng dalam sambutannya mengungkapkan harapannya agar melalui pencanangan Kampung Pancasila ini masyarakat paham tentang nasionalsme. Yaitu menjunjung tinggi rasa nasiolisme dalam berbangsa dan bernegara dalam kehidupan sehari-hari dan selalu mengamalkan sila-sila yang ada dalam Pancasila sehingga tercipta masyarakat yang aman, damai dan sejahtera.

“Membangun kampung Pancasila merupakan praktek kebersamaan dan persaudaraan, namun yang jauh lebih penting adalah Pancasila dalam tindakannya, kita semua penuh perbedaan karena perbedaan itu penting tetapi bukan berarti kita bermusuhan akan tetapi dengan perbedaan kita harus bersatu dan lebih rukun karena kita merupakan warga negara Indonesia yang terbingkai dengan Bhinneka Tunggal Ika,” paparnya.

Kepala Desa Plukaran Mulyono dalam sambutannya mengatakan, bahwa Desa Plukaran merupakan desa pertama yang dicanangkan sebagai Kampung Pancasila di Kecamatan Gembong Kabupaten Pati.

Desa plukaran dijadikan Kampung Pancasila karena merupakan desa yang sangat majemuk yang terdiri dari berbagai macam agama tetapi masyarakatnya bisa rukun dan damai. Pancasila sebagai lambang dan dasar Negara Indonesia memiliki arti dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.

“Diilhami dari nilai luhur Pancasila, masyarakat Kecamatan Gembong sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari hari. Seperti yang dikukuhkan pada hari ini, masyarakat Desa Plukaran bisa hidup rukun dengan keberagaman dan kebhinekaan yang ada di dalam kehidupan sehari hari,” ujarnya.

Mulyono berpesan, Pancasila harus tertanam dan terpatri dalam hati, dibaca, dipahami, dihayati dan diamalkan, karena disana terkandung nilai dasar bagi kehidupan manusia, yang bisa diterapkan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan beragama untuk satu tujuan menjaga keutuhan negara kesatuan republik Indonesia menjaga kerukunan di Desa Plukaran Kecamatan Gembong Kabupaten Pati. (*)

Yuntik Rahayu : Generasi Mendatang Tidak Boleh Lupa Hari Lahirnya Pancasila

0

BOJONEGORO –

Dalam memperingati Hari Lahir Pancasila 1 Juni, ada yang unik yang dilakukan Kepala Desa Mojodelik Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro, Yuntik Rahayu sang Kades mempersiapkan pengibaran bendera merah putih dilokasi wisata “Puthuk Kreweng” yang saat ini menjadi kebanggaan bersama. Kepada korandiva.co perempuan yang dikenal gigih itu menyampaikan,” saya memilih mengibarkan sang saka merah putih di Puthuk Kreweng karena paska pandemi ini tempat wisata itu ramai dikunjungi warga, baik yang dari desa sendiri maupun warga luar, ujarnya dengan senyuman khasnya.

“Ada sedikit kekawatiran, terhadap generasi sekarang yang semakin melupakan sejarah perjuangan bangsanya sendiri, ditengah gerusan budaya luar yang semakin masif dan tak terkendali,” ujarnya.
Berangkat dari kekawatiran itulah perempuan yang juga dikenal sebagai pengusaha sukses itu selalu memperingati setiap hari besar kenegaraan. Tak terkecuali juga selalu mengingatkan tradisi luhur budaya bangsa kepada warga masyarakatnya.

” Pancasila sebagai falsafah bangsa yang berbhineka tunggal Ika ini harus selalu dijaga dan dilestarikan mas, begitu ungkapnya. Kalau bukan kita, siapa lagi ! Kalau bukan sekarang kapan lagi ! Apa kita menunggu sampai melihat generasi kita mendatang ada yang tidak faham dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, cemasnya.

Minimal kita sebagai orang tua, masih bisa memberikan teladan terhadap keluarga kita, utamanya untuk anak-anak kita yang terlahir dijaman yang lebih mengutamakan sifat-sifat individualistik itu,” tambah perempuan paruh baya yang masih terlihat anggun diusianya yang sudah tidak muda lagi.

Jangan berharap banyak pada generasi mendatang, jika sendiri tidak memberikannya contoh yang baik akan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia yang kita banggakan ini,” pungkasnya. (*)